5 (lima) tingkatan yaitu; fase start-up, fase studi kelayakan, fase komitmen, fase konstruksi, dan fase operasi dengan disertakannya proses manajemen risiko di setiap fase. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan model manajemen risiko pengembangan real estate di kawasan wisata.
Pendahuluan
Kajian ini membenarkan bahwa berdasarkan studi literatur, perlu dikembangkan model manajemen risiko khusus pengembangan real estat yang lebih sistematis dan mudah diterapkan. Khallafalah (2002) menyebutkan bahwa proses manajemen risiko pada umumnya merupakan proses yang berkelanjutan dan berulang, meskipun setiap proyek pengembangan real estate berbeda dan unik.
Landasan Teori
- Bisnis Properti
- Proses Pengembangan Properti
- Risiko
- Model Manajemen Risiko
Model Manajemen Risiko AS/NZS, 1999 (AS/NZS, 1999) merupakan gambaran umum proses manajemen risiko seperti terlihat pada Gambar 2. Model Manajemen Risiko ISO sesuai dengan Gambar 3 dan dijelaskan sebagai berikut: Proses pertama adalah penciptaan konteks, yaitu penciptaan konteks.
Metode Penelitian
Pertama, akan dibuat model deskriptif yang bertujuan untuk memahami mekanisme manajemen risiko dan menetapkan parameter dasar pengembangan. Para ahli yang akan dihadirkan dalam pengujian model ini adalah praktisi properti, akademisi/peneliti masalah manajemen risiko.
Hasil dan Pembahasan
Usulan Model Proses Pengembangan Properti - 17
Peiser dan Frej (2003) model proses pengembangan properti; Wurtzebach dkk. (1995); Baltin (1999); Miles (2000), yang dijelaskan pada bagian tinjauan literatur, digabungkan dalam penelitian ini untuk mencapai model pengembangan real estate yang lebih praktis dan lengkap. Secara umum model pengembangan properti yang diusulkan menggunakan model Peiser dan Frej (2003), dilengkapi dengan penambahan kriteria layak dan tidak layak pada tahap inisiasi dan studi kelayakan, seperti model Wurtzebach et al., 1995.
Usulan Model Proses Manajemen Risiko
Kegiatan pengembangan properti (Gehner, 2006) dalam penelitian mempunyai sumber risiko yaitu; risiko pengembangan lahan, risiko desain, risiko studi kelayakan, risiko. Sumber risiko pada setiap tahap pengembangan properti dipengaruhi oleh tingkat ancaman (risk), tingkat kerentanan (vulnerability), dan tingkat kapasitas (capacity).
Simpulan dan Saran
Simpulan
Saran
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memahami manajemen K3L sebagai konsep Green Construction dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Oleh karena itu, industri konstruksi harus menerapkan K3L sebagai konsep green konstruksi dalam pelaksanaan proyek konstruksi.
Konstruksi Berkelanjutan (Green Construction)
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memahami manajemen K3L sebagai konsep Konstruksi Yunani dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Perbedaan konsep antara konstruksi ramah lingkungan dan konstruksi umum (konvensional) mencakup hampir seluruh siklus suatu proyek konstruksi.
Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja dan
Oleh karena itu, diperlukan pemahaman filosofi dan konsep green building melalui seluruh elemen manajemen proyek konstruksi untuk mewujudkan konsep green building. Proyek konstruksi berada dalam kondisi yang kurang baik jika dilihat dari aspek kebersihan dan kerapihan. Sebaliknya, mereka disebut semrawut karena banyak menggunakan peralatan, pekerja, dan material.
Review Jurnal
Setelah ketiga pilar ini ditingkatkan, pembangunan berkelanjutan menjadi lebih kredibel dalam hal peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. Dengan pilar-pilar tersebut, kita juga dapat memastikan pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan inovasi di bidang keselamatan dan kesehatan kerja bagi seluruh entitas internal dan eksternal yang berpartisipasi di tempat kerja.
Pembahasan
Untuk mewujudkan konsep konstruksi hijau, baik masyarakat maupun swasta sebagai pengguna jasa konstruksi dan penyedia jasa konstruksi, maka penerapan K3L harus menjadi budaya. Pengguna jasa mewajibkan penyedia/pemasok jasa berorientasi pada program K3L dan menyediakan APD, seluruh bahan dan jasa yang ramah lingkungan, termasuk penyedia jasa konstruksi yang proaktif terhadap lingkungan.
Penutup
PENDAHULUAN
Kinerja merupakan hasil kerja yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan pelanggan, dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian (Armstrong, 2004). Pengukuran kinerja (pengukuran kerja) bertujuan untuk menentukan waktu, yaitu untuk memantau kinerja antara waktu aktual dan waktu yang ditargetkan yang dibutuhkan pekerja untuk melakukan pekerjaan tertentu dengan kualitas yang baik dan mencapai tingkat pengendalian biaya yang optimal (Ervianto, 2004).
PEMBAHASAN
Knowledge sharing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi (Darroch, 2005), hal ini juga diperkuat dengan hasil penelitian Ngah (2007) yang menyatakan bahwa berbagi pengetahuan merupakan proses terbaik untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja organisasi. Manajemen kinerja berupaya untuk terus meningkatkan kinerja pegawai atau setidaknya mempertahankannya jika telah mencapai standar kinerjanya. Berbagi pengetahuan dapat mengurangi ketidakpastian Bennett (2007), meningkatkan kinerja dan efisiensi Reid (2003), serta pembelajaran individu (Yu, 2010).
Oleh karena itu, Felin (2007) menyatakan bahwa berbagi pengetahuan menempati posisi penting dalam organisasi karena dapat memberikan keunggulan kompetitif.
PENUTUP
Kayu
Mempelajari sifat-sifat kayu merupakan aspek penting dalam rangka pemanfaatan kayu yang benar dan efisien. Sifat mekanik kayu adalah sifat-sifat yang berkaitan dengan kekuatan kayu dan merupakan ukuran kemampuan kayu dalam menahan gaya-gaya luar yang bekerja padanya, sedangkan sifat kimia adalah sifat-sifat kayu yang berkaitan dengan kandungannya dan komposisi relatif senyawa-senyawa kimia penyusunnya. kayu. dinding sel kayu, terutama selulosa, hemiselulosa, lignin, astringen, ekstraktif dan bahan anorganik lainnya (Bowyer et al. 2003). Saat ini ketersediaan kayu didominasi dan dipasok oleh produksi dari hutan tanaman, seiring dengan berjalannya waktu keberadaan kayu yang bersumber dari hutan alam semakin berkurang.
Kayu yang berasal dari hutan tanaman biasanya merupakan jenis kayu yang cepat tumbuh dan ditebang pada usia yang masih muda, sehingga kualitas kayu dari segi kelas kekuatan dan kelas keawetannya tentu tidak lebih baik dibandingkan dengan kayu yang dihasilkan dari hutan alam.
Pemilihan Kayu Sebagai Bahan Bangunan
Peningkatan mutu kayu merupakan suatu perlakuan yang biasa diterapkan pada kayu untuk memperbaiki sifat-sifat kayu sehingga mutu kayu secara keseluruhan menjadi lebih baik. Cara yang biasa digunakan untuk meningkatkan kualitas kayu antara lain: a) densifikasi (menyegel kayu dengan menggunakan panas dan tekanan), b) impregnasi (memasukkan bahan kimia tertentu ke dalam kayu tanpa tekanan) dan c) pemadatan (kombinasi pemadatan dan pemupukan). Kayu sebagai bahan bangunan dapat dengan mudah beradaptasi dengan desain bangunan berdasarkan gaya hidup, lokasi, dan anggaran.
Berdasarkan temuan penelitian Hoibo, Hansen dan Nybakk (2015), konsumen cenderung memilih kayu sebagai bahan bangunan pada masyarakat perkotaan di Oslo, Norwegia.
Kelebihan Kayu Sebagai Bahan Bangunan
Material Terbarukan dan Dapat Dipakai Kembali
Bahan daur ulang yang diolah dan didukung dengan peralatan yang sesuai akan menghasilkan campuran baru. Daur ulang in-situ biasanya dilakukan jika ketebalan daur ulang (pengupasan dan penggulungan kembali) tidak terlalu tebal (sekitar 2,5 cm). 34; Karakteristik Sifat Fisik Lapisan Perkerasan Aspal Daur Ulang (Pemeliharaan Rutin Jalan Paguyaman-Jalan Tabulo Kabupaten Bualemo).
34; Penerapan Teknologi Daur Ulang dengan Bahan Daur Ulang Lokal untuk Meningkatkan Umur Layanan." Civil Spectrum Vol.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan dan Manfaat
Metode distribusi manakah yang paling umum digunakan untuk menghitung intensitas curah hujan menggunakan data curah hujan maksimum di Kabupaten Badung? Cara memplot intensitas curah hujan untuk periode ulang yang berbeda menggunakan data curah hujan harian maksimum menggunakan rumus mononobe di Kabupaten Badung. Untuk mencari rumus yang paling mendekati hasil perhitungan intensitas hujan dengan data curah hujan maksimum di Kabupaten Badung.
Untuk mencari hasil perhitungan rumus intensitas hujan periode ulang yang berbeda dengan menggunakan data curah hujan maksimum harian dari stasiun curah hujan di Kabupaten Badung.
Curah Hujan
- Definisi
- Tipe Hujan di Indonesia
- Proses Terjadinya Hujan
- Alat Pengukur curah Hujan
Sedangkan intensitas hujan adalah banyaknya curah hujan dalam satuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam mm/jam, mm/hari. Curah hujan tipe monsun di Indonesia dipengaruhi oleh monsun yang didorong oleh pergantian sel bertekanan tinggi dan sel bertekanan rendah di benua Asia dan Australia. Perbedaan jumlah curah hujan yang disebabkan oleh kedua musim tersebut merupakan akibat dari perbedaan sifat saturasi kedua massa udara (angin).
Alat pengukur hujan biasa (observatorium) mengukur jumlah curah hujan yang turun setiap hari dalam 24 jam.
PEMILIHAN DISTRIBUSI
Alat pengukur hujan otomatis mengukur curah hujan selama 24 jam dengan mencatat jejak hujan dengan pipa yang dipasang pada jam otomatis dan mengganti pipa setiap hari pada pukul 00.00 WIB. Pengukuran curah hujan digital dimana curah hujan dikirim langsung ke monitor komputer dalam bentuk data sinyal yang diubah menjadi satuan curah hujan.
METODE PENELITIAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kuat tekan dianggap sebagai indeks untuk menilai kualitas beton secara keseluruhan dan secara umum diterima bahwa peningkatan kuat tekan akan meningkatkan semua sifat lainnya. Walaupun perbandingan campuran beton mencapai kuat tekan yang diinginkan pada umur tertentu, namun peranan kuat lentur pada beton juga memegang peranan penting. Untuk pengurangan biaya beton, penggunaan bahan pozzolan seperti terak tanur tiup dan abu terbang dapat direkomendasikan untuk bahan semen, kulit kerang, kaca dan keramik untuk agregat halus, serta cangkang sawit, tempurung kelapa dan kulit kerang untuk agregat kasar.
Pada artikel kali ini kami akan memaparkan beberapa penelitian mengenai material sebagai pengganti semen pada campuran beton, antara lain sebagai berikut: Praveenraj, et.
STUDI LITERATUR
- Maksud
- Tujuan
- Manfaat Penelitian
- Batasan Masalah
- Lokasi Penelitian (Study Area)
Kuat tekan beton yang diganti dengan fly ash prosopis juliflora 15% meningkat menjadi 5% dari kuat rata-rata target campuran M30. Sedangkan kuat tekan beton polimer perbandingan 5:1 pada umur 28 hari sebesar 395,56 kg/cm2, nilai kuat tekannya meningkat sebesar 41,20% dari kuat tekan beton normal. Penelitian Rahman (2018) berjudul Pengaruh Abu Sekam Padi Sebagai Bahan Pengganti Semen Pada Campuran Self Compacting Concrete (SCC) Terhadap Kuat Tekan dan Porositas Beton.
Pengaruh abu sekam padi sebagai bahan pengganti semen pada campuran self compacting Concrete (SCC) terhadap kuat tekan dan porositas beton.
TINJAUAN PUSTAKA
- Pengertian Air Tanah
- Macam-macam Air Tanah
- Jenis Akuifer Air Tanah
- Aquifer dan Aquitard
- Aliran Tunak (Steady State) pada sumur
- Aliran Transien pada sumur
Kodoatie (2008) menjelaskan bahwa air tanah adalah bagian air di alam yang letaknya di bawah permukaan bumi. Air tanah permukaan (freatik) adalah air bawah tanah yang terletak di atas lapisan tanah atau batuan yang kedap air, seperti akuifer, air sungai, dan air danau. Akuifer tak tertekan I, sering disebut “air tanah”, merupakan akuifer permukaan, sehingga bebas dan tidak terkompresi.
Pada sumur terbuka muka air tanah turun karena adanya pemompaan dan terjadi aliran air dari pori-pori tanah dan pori-pori tanah tersebut akan terisi udara.
METODE
- PENDEKATAN METODOLOGI
Prinsip dasar dalam penyelidikan intrusi air laut dengan metode geolistrik resistivitas batuan adalah dengan mengetahui kondisi atau struktur geologi bawah permukaan, ketebalan akuifer/akuifer yang terkena intrusi air laut, berdasarkan variasi nilai resistivitas batuan. Teori utama dalam metode resistivitas sesuai dengan hukum Ohm yaitu arus yang mengalir (I) pada suatu medium sebanding dengan tegangan terukur (V) dan berbanding terbalik dengan hambatan (R) medium tersebut. Ada atau tidaknya akuifer di daerah penelitian tergantung pada hasilnya.
Rumus untuk menghitung nilai resistivitas semu (rho) menurut aturan Schlumberger adalah sebagai berikut: a = K x V / I.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Banyualit, Desa Kalibukbuk, muka air tanah dangkal dilihat dari nilai resistivitas dengan nilai 2,19 hingga 16,0 ohm m dengan kedalaman 37,9 m.
KESIMPULAN (CONCLUSION)
Bidang akademik sebagai dosen tetap Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Hindu Indonesia 2007-sekarang. I NYOMAN SUTA WIDNYANA, ST., MT., lahir di Denpasar tanggal 26 Oktober 1978, menyelesaikan Program Magister Teknik Sipil dengan fokus Struktur di Universitas Udayana (Unud) Bali pada tahun 2008 dan saat ini sedang menempuh studi Program Doktor Teknik di universitas yang sama yaitu Universitas Udaana (Unud) Bali sejak tahun 2018. Penulis selain menjadi dosen Fakultas Teknik Sipil Universitas Hindu Indonesia juga aktif sebagai peneliti.
Pendidikan SD hingga SMA ditempuh di Denpasar, pada tahun 1992 melanjutkan studi di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana yang diselesaikan pada tahun 1999.