• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR "

Copied!
164
0
0

Teks penuh

Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA selaku Rektor Universitas Hasanuddin Makassar yang memberikan kesempatan kepada penulis untuk melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Hasanuddin; Prof.dr.Mochammad Hatta, PhD., SpMK(K) selaku Ketua Program Doktor Ilmu Kedokteran Universitas Hasanuddin yang memberikan motivasi demi kelancaran penyelesaian pendidikan doktor;

PENDAHULUAN

Rumusan masalah

Andaliman merupakan tanaman rempah-rempah yang secara empiris telah dimanfaatkan oleh kearifan lokal untuk makanan bakteri patogen, namun pemanfaatannya dalam dunia kesehatan khususnya reproduksi manusia belum pernah diketahui. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui pengaruh Andaliman terhadap bakteri patogen inang (bakteri saluran genitourinari) termasuk GV secara in vivo serta untuk mengenalkan Andaliman kepada masyarakat.

Pertanyaan Penelitian

Bagaimana pengaruh pemberian ekstrak buah andaliman 2% dosis 0,1 ml/10 gram berat badan/hari terhadap ekspresi mRNA CAMP pada kondisi tidak terinfeksi. Apa pengaruh pemberian ekstrak buah andaliman 7 hari setelah induksi Gardnerella vaginalis terhadap ekspresi mRNA gen CAMP.

Tujuan Penelitian .1 Tujuan Umum

  • Tujuan Khusus

Ekspresi mRNA gen CAMP setelah induksi transvaginal Gardnerella vaginalis pada Balb C ditentukan sebelum dan sesudah pemberian ekstrak buah andaliman 2% dengan dosis 0,1 ml/. 10 gram BB/hari selama 7 hari dan dibandingkan dengan pemberian metronidazol 0,01 mg dua kali sehari dengan dosis 0,1 ml/.

Manfaat Penelitian .1 Bidang Akademik

  • Manfaat Praktis
  • Patogenitas Gardnerella vaginalis
  • Mekanisme infeksi oleh GV
  • Faktor Risiko terjadinya infeksi dan komplikasi
  • Diagnosis .1 Anamnesis
    • Pemeriksaan Penunjang
    • Kriteria Amsel untuk diagnosis BV
  • Penanganan Patogenitas Gardnerella vaginalis
  • Pemeriksaan Bakterial Load

GV tergolong bakteri anaerob fakultatif, yaitu bakteri yang dapat menggunakan oksigen jika tersedia (Schwebke et al. 2014). Diagnosis vaginosis bakterial berdasarkan Amsel et al. 1983), diagnosis dipastikan jika terdapat 3 dari 4 kriteria.

Gambar 2 Organ Reproduksi Wanita
Gambar 2 Organ Reproduksi Wanita

Tinjauan Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) Andaliman merupakan genus Zanthoxylum dan merupakan genus

  • Kandungan Kimia
  • Aktivitas Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) Pemanfaatan Andaliman tidak lagi hanya sekedar bumbu masakan

Komponen volatil pada aroma buah andaliman dikarakterisasi Wijaya, Hadiprodjo dan Apriyantono (2001) Berdasarkan hasil identifikasi minyak atsiri pada andaliman. Aktivitas antiradikal ekstrak etanol buah andaliman pada konsentrasi 200 ppm menunjukkan daya hambat sebesar 61,81% (Suryanto et al. 2004); Juga.

Gambar 10. Struktur Pohon, Cabang, dan Daun Andaliman
Gambar 10. Struktur Pohon, Cabang, dan Daun Andaliman

AktivitasAntibakteri Ekstrak Buah Andaliman

  • Sistem Kekebalan Tubuh .1. Definisi
    • Traktus genitalis wanita
    • Sistem imunitas
    • Protein antimikrobial (Antimicrobial Peptide)
    • Gen CAMP (Cathelicidin Antimicrobial Peptide)
  • Kerangka Teori

Widiastuti 2000), aktivitas ekstrak etanol buah andaliman sebagai anti inflamasi, dimana ekstrak etanol buah andaliman dapat menghambat faktor nekrosis tumor, interleukin-6 dan siklooksigenase yang berperan penting dalam proses inflamasi (Yanti et al. .2011). ), antidiabetes (Babu dkk. 2007); (Gultom 2011) dan memiliki efek kemoterapi pada kanker payudara (Masyithah et al. 2015); sel kanker payudara sitotoksik (Kristanty.. amp; Suriawati 2014) Pengujian pengaruh pengobatan ekstrak buah andaliman terhadap kesuburan dan perkembangan embrio mencit menunjukkan bahwa ekstrak buah andaliman bersifat antifertil (Sabri 2007); (Sarah & Sabri 2012) dan kardioprotektif (Sihotang et al. 2016). Ekstrak buah andaliman dapat menghambat pertumbuhan berbagai mikroba yang bersifat patogen dan merusak makanan, seperti Eschericia coli, Salmonella typhimurium, Bacillus cereus, Staphylococcus aureus dan Pseudomonas fluorescens serta Aspergillus flavus (Miftakhurohmah., Suhirman, S. 2009). Senyawa metabolik sekunder ini digolongkan menjadi beberapa golongan menurut struktur kimianya, yaitu alkaloid, flavonoid, steroid, tanin, saponin, antrakuinon, dan terpenoid.Uji fitokimia yang dilakukan oleh (Tensiska dkk. 2003) menunjukkan bahwa buah andaliman positif mengandung kandungan flavonoid. . dan senyawa polifenol.

Ekstraksi soxhlet buah andaliman pada konsentrasi 400 ppm dilaporkan dapat meningkatkan jumlah sel limfosit hidup dan menurunkan jumlah radikal bebas secara signifikan. Ekstrak buah andaliman mempunyai efek penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri Gardnerella Vaginalis (GV) yang berfungsi untuk memicu peningkatan sistem imun sehingga GV tidak mengalami peningkatan pertumbuhan pada hewan laboratorium mencit Balb c pada pemberian etanol buah andaliman ekstrak. Kandungan metabolit sekunder buah andaliman (zanthoxylum acanthopodium DC) merupakan senyawa flavonoid seperti yang terdapat pada daun tempuyung, yang dapat bekerja pada limfokin (interferon ᵧ) yang dihasilkan oleh sel T, sehingga akan merangsang sel fagositik untuk melakukan reaksi fagositik dan dapat merangsang proliferasi limfosit sehingga meningkatkan jumlah sel T dan meningkatkan sekresi IL-2 yang merupakan salah satu sitokin yang berperan dalam proliferasi sel limfosit (Sukmayadi, 2014).

Limfosit merupakan sel yang paling dominan, salah satu sitokin yang berperan dalam proliferasi sel limfosit. Ekstrak buah andaliman sebagai anti inflamasi sebelumnya telah diteliti oleh Yanti, dkk (2011) bahwa zanthoxylum acanthopodium DC secara signifikan menghambat biomarker inflamasi Tumor Necrosis Factor (TNF)-α, Interleukin (IL)-6, inducible nitric oxide synthase (iNOS) memiliki . Cyclooxygenase (COX) -2 dan Matrix Metalloproteinase (MMP) -9, dalam makrofag yang diinduksi lipopolisakarida (LPS) dengan Western blot, zimografi gelatin, dan reaksi berantai transkripsi-polimerase terbalik (RT-PCR).

Gambar 15 Respon Imunitas Innate dan Adaptive
Gambar 15 Respon Imunitas Innate dan Adaptive

Saponin, Tanin, Flavonoid, Triterpenoid, Geraniol Acetate

Pertumbuhan Gardnerella

Gen Catelicidin Anti Mikrobial Peptide

CAMP)

Epitel/ Mukosa vagina

  • Kerangka Konsep
  • Definisi Operasional
  • Tempat dan Waktu Penelitian
  • Subjek Penelitian
  • Penatalaksanaan Penelitian Pada Hewan Coba
  • Alur Penelitian
  • Preliminary Studi
  • Main Study
    • Bahan dan peralatan a. Sediaan Uji

Pemberian ekstrak buah andaliman 2% dengan dosis 0,1 ml/10 gram BB/hari selama 7 hari setelah induksi Gardnerella vaginalis dapat menurunkan beban bakteri. Pemberian ekstrak buah andaliman selama 7 hari setelah induksi Gardnerella vaginalis dapat menekan ekspresi mRNA gen CAMP. Kontrol negatif adalah kelompok penelitian yang tidak mendapat perlakuan atau ekstrak buah andaliman dan hanya mendapat CMC 1%.

Penelitian ini diawali dengan studi pendahuluan yaitu uji kinerja konsentrasi dan dosis serta uji pertumbuhan bakteri Gardnerella vaginalis pada vagina mencit menggunakan Plate Count Agar (cfu/ml colony count) dan ELISA yang dilakukan. keluar pada tahun 2016; sedangkan uji dosis ekstrak buah Andaliman dilakukan pada bulan November 2016. Uji pertumbuhan bakteri Gardnerella vaginalis pada vagina mencit dilakukan dengan menggunakan sampel keputihan yang diambil dengan cotton bud. Membuat Sediaan Uji dan Uji Dosis Ekstrak Buah Andaliman Membuat Sediaan Uji (Ekstrak Buah Andaliman).

Buah andaliman segar sebanyak 2500 gram dijemur hingga menjadi 1800 gram kemudian dibawa ke BALITRO untuk selanjutnya dikeringkan dan dibuat sediaan uji. Ekstrak etanol buah Andaliman rendemen 7% tidak larut dalam air, sehingga untuk memperoleh campuran yang homogen digunakan bahan pengemulsi yaitu Na-CMC (karboksimetil selulosa) dengan konsentrasi 1%.

Gambar 20. Kerangka Konsep  2.4  Hipotesis
Gambar 20. Kerangka Konsep 2.4 Hipotesis

LIS Photo

Sampel Sekret Vagina

  • Protokol Penelitian a. Perlakuan pada Subyek
  • Analisis Statistik
    • Hasil Uji Fitokimia Metoda Kualitatif, Uji Kuantitatif untuk Penetapan Kadar, dan Uji GCMSD Ekstrak Buah Andaliman
    • Hasil Ekspresi mRNA dan Bacterial Load pada Pada Kelompok Preventif dan Kuratif

Sampel sekret vagina diperlukan untuk pemeriksaan jumlah bakteri (jumlah koloni dan jumlah kuman per bidang pandang). Pada hari kedelapan, hewan coba ditimbang kemudian dibagi dalam 6 kandang (6 kelompok) secara acak (random) dengan rata-rata bobot badan tidak lebih dari 20%. Kelompok kuratif (pengobatan setelah infeksi). 6) K6 : kelompok kontrol positif yaitu hari ke 0 inokulasi intravaginal konsentrasi 10 µg 3 x 10-4, hari ke 1 diberikan metronidazol 0,01mg 2 kali sehari dengan dosis 0,1 ml/10 gram BB dengan pemberian makanan melalui selang selama 7 hari.

Pengambilan sampel sekret vagina untuk mendiagnosis mencit terinfeksi atau tidak dan mengukur muatan bakteri (jumlah koloni dan jumlah sel per lapang pandang). Hasil Uji Fitokimia Metode Kualitatif, Uji Konsentrasi Kuantitatif dan Uji GCMSD untuk Penentuan Konsentrasi Ekstrak Buah Andalim dan Uji GCMSD untuk Ekstrak Buah Andalim (Zanthoxylum acanthopodium DC). Buah Andaliman segar dikeringkan dan diekstraksi menggunakan metode maserasi sehingga menghasilkan ekstrak buah Andaliman berupa rendemen 7%.

Hasil uji fitokimia ekstrak buah andaliman (Zanthoxylum acanthopodium Dc) dengan metode kualitatif menunjukkan mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, triterpenoid dan steroid. 2) Pengujian kuantitatif untuk mengetahui kadar senyawa fitokimia tanin, saponin dan flavonoid yang terkandung dalam ekstrak buah andaliman dengan metode uji TLC Scanner telah tercapai. Data diperoleh mengenai ekspresi mRNA gen CAMP pada sampel darah, beban bakteri (jumlah bakteri dan jumlah koloni) dari sampel sekret vagina secara in vivo dengan hewan percobaan dari mencit berumur 8-12 minggu yang dibagi menjadi preventif dan preventif. kelompok kuratif.

Gambar 30.Pengambilan  sekret vagina Mencit
Gambar 30.Pengambilan sekret vagina Mencit

Efek Preventif Ekstrak Etanol Buah Andaliman (Zanthoxylum Acanthopodium DC)

Dari tabel 4 terlihat bahwa pada kelompok kontrol (tanpa Andaliman) terjadi peningkatan yang signifikan (p<0,05) pada ekspresi CAMP mRNA sebesar 2,93, sedangkan pada kelompok Andaliman 5 hari hanya meningkat sebesar 1,52 dan pada kelompok Andaliman 5 hari hanya meningkat sebesar 1,52. hari tanggal 7. Grup Andaliman. , dari 0,79. Terlihat juga dari grafik 2 bahwa besaran rata-rata peningkatan ekspresi mRNA gen CAMP setelah inokulasi berbeda antara ketiga kelompok. Peningkatan ekspresi mRNA gen CAMP pada kontrol (tanpa andaliman) lebih tinggi dibandingkan kelompok andaliman 5 hari, dan pada kelompok andaliman 7 hari lebih rendah dibandingkan kelompok andaliman 5 hari. Artinya andaliman yang diberikan selama 5 dan 7 hari sebelum inokulasi Gardnerella vaginalis memberikan efek terhadap ekspresi CAMP mRNA yaitu menekan peningkatan gen CAMP mRNA selama tiga hari.

Tabel 5 menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah bakteri yang signifikan (p<0,05) pada kelompok kontrol (p<0,05). Grafik 3 juga menunjukkan bahwa setelah vaksinasi terjadi peningkatan (rata-rata peningkatan positif) pada kelompok kontrol (tanpa andaliman), sedangkan pada kelompok Andaliman justru menurun (rata-rata peningkatan negatif). Rata-rata penurunan pada kelompok andaliman 5 hari tidak berbeda dengan kelompok andaliman 7 hari, artinya pemberian andaliman sebelum inokulasi dapat menekan pertumbuhan bakteri setelah inokulasi.

Tabel 6 menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol terjadi peningkatan jumlah koloni yang signifikan (p<0,05) sebesar 54,75; Dari grafik 4 juga terlihat bahwa setelah inokulasi terjadi peningkatan (rata-rata peningkatan positif) jumlah koloni pada kelompok kontrol (tanpa andaliman), sedangkan pada kelompok 7 hari dengan andaliman justru mengalami penurunan (rata-rata peningkatan negatif). .

Efek Kuratif Ekstrak Etanol Buah Andaliman (Zanthoxylum Acanthopodium DC)

  • Hubungan antara Jumlah Bakteri dan Koloni dengan mRNA gen CAMP
  • Pembahasan Hasil Penelitian

Tabel 8 menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol negatif terjadi peningkatan yang signifikan (p<0,05) pada ekspresi mRNA gen CAMP (p<0,05); Sedangkan pada kelompok yang diberikan Andaliman setelah infeksi terjadi penurunan yang signifikan (p<0,05) sebesar 2,06; dan pada kelompok kontrol positif juga terjadi penurunan yang signifikan (p<0,05) sebesar 3,04. Box plot Perubahan ekspresi mRNA gen CAMP setelah pemberian terapi Andaliman pasca vaksinasi Gardnerella vaginalis. Ekspresi mRNA gen CAMP pada kelompok kontrol positif (metronidazol selama 7 hari) mengalami penurunan lebih banyak dibandingkan kelompok andaliman selama 7 hari.

Tabel 11 menunjukkan bahwa perubahan jumlah bakteri berkorelasi dengan perubahan ekspresi mRNA gen CAMP. Ekspresi mRNA gen CAMP meningkat setelah hari ke 3 infeksi GV (lihat hasilnya pada Bab Tabel 4, Grafik 2). Pada kelompok kuratif juga ditemukan adanya perubahan ekspresi mRNA gen CAMP pada hari pertama setelah infeksi.

Perbedaan perubahan yang signifikan pada kelompok kontrol negatif adalah ekspresi mRNA gen CAMP yang terus meningkat (lihat bagian hasil, tabel 8 dan grafik 6). Sedangkan pada kelompok kontrol negatif (tanpa andaliman dan metronidazol) terjadi peningkatan beban bakteri yang diikuti peningkatan ekspresi mRNA gen CAMP.

Grafik 7. Box Plot Perubahan Jumlah Kuman
Grafik 7. Box Plot Perubahan Jumlah Kuman

PENUTUP

Saran

Bacterial vaginosis: A synthesis of the literature on etiology, prevalence, risk factors, and relationship to chlamydial and gonorrhea infections. Gram stain-assessed bacterial vaginosis and decreased colonization resistance to incident gonococcal, chlamydial, and trichomonal genital infection. Evidence for uptake and internalization of Gardnerella Vaginalis by vaginal squamous epithelial cells: Implications for the pathogenesis of bacterial vaginosis.

Bacterial vaginosis associated with an increased risk of female-to-male HIV-1 transmission: a prospective cohort analysis among African couples. Denial of the molecular mechanism of action of the natural antimicrobial peptide Subtilosin against the bacterial vaginosis-associated pathogen Gardnerella Vaginalis. The effects of antimicrobial therapy on bacterial vaginosis in non-pregnant women (review) The effects of antimicrobial therapy on bacterial vaginosis in non-pregnant women.

Characteristics of Lactobacillus and Gardnerella Vaginalis in women with and without bacterial vaginosis and their relationships in gnotobiotic mice. Comparison of the efficacy of vaginal vitamin C tablets with metronidazole vaginal gel in the treatment of bacterial vaginosis.

Gambar

Gambar 2 Organ Reproduksi Wanita
Gambar 3 PatogenesisGV
Gambar  4.  Dijelaskan  pada  gambar  bahwa  Gardnerella  vaginalis  bukan  flora  normal  vagina  dari  sejak  lahir   tetapi  diperoleh  dari  aktivitas  seksual  bersama  pasangan  seksual  yang  terinfeksi
Gambar 5.Clue cells, Sel epitel vagina normal, dan Laktobacillus
+7

Referensi

Dokumen terkait

Cara dan Lama Pemberian Mulai dengan dosis awal dosis anjuran Naikkan dosis setiap 3-5 hari sampai mencapai dosis optimal dipertahankan 2-3 minggu diturunkan 1/8x setiap 2-4