• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN "

Copied!
68
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penlitian

Manfaat Penelitian

LANDASAN TEORITIS

Harga Jual

  • Pengertian Harga Jual
  • Tujuan Penetapan Harga Jual
  • Peranan Harga Jual
  • Penetapan Harga Jual
  • Strategi Penentuan Harga Jual
  • Metode Penentuan Harga Jual

Pendekatan ini disebut cost-plus pricing karena persentase markup yang telah ditentukan sebelumnya ditambahkan pada angka harga pokok untuk menentukan harga jual.” Harga jual adalah sejumlah uang yang dibebankan suatu unit usaha kepada pembeli atau pelanggan atas barang yang dijual atau dijual. diserahkan atau jasa Perusahaan menentukan harga jual produknya berdasarkan tiga pertimbangan dasar, yaitu biaya produksi, ketersediaan persediaan, dan harga yang kompetitif.

Cara penentuan harga jual normal sering disebut cost-plus pricing, yaitu penentuan harga jual dengan cara menjumlahkan keuntungan yang diharapkan dengan total biaya produksi dan pemasaran produk di masa depan, karena harga jual ditentukan dengan menjumlahkan biaya-biaya di masa depan dengan persentase markup (biaya tambahan terhadap total biaya) yang dihitung menurut rumus tertentu. Oleh karena itu, dalam menentukan harga jual, ada dua unsur yang diperhitungkan, yaitu perkiraan biaya penuh dan keuntungan yang diharapkan. Penentuan Harga Jual Waktu dan Material (Time and Material Pricing) Harga jual ditentukan berdasarkan harga pembelian penuh ditambah perkiraan.

Cara penentuan harga jual ini biasanya digunakan oleh perusahaan jasa atau perusahaan yang menjual jasa perbaikan suku cadang sebagai pelengkap jasa penjualan. Penentuan harga jual produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan diatur dengan peraturan pemerintah. Dalam penentuan harga jual yang diatur oleh peraturan publik, ekspektasi masa depan yang mendasari penetapan harga jual dihitung secara eksklusif dengan menggunakan metode biaya penuh, karena metode biaya variabel tidak diterima sebagai prinsip akuntansi umum.

Pengertian dan Unsur-unsur Biaya Produksi

  • Pengertian Biaya Produksi
  • Penggolongan Biaya Produksi

Volume pelayanan dihitung berdasarkan waktu yang diperlukan untuk melayani konsumen, sehingga harus dihitung harga jual per satuan waktu yang dikonsumsi konsumen. Biaya bahan baku langsung adalah seluruh biaya atau pengeluaran atas penggunaan bahan yang merupakan bagian dari produk jadi. Metode perhitungan harga pokok produksi merupakan suatu metode untuk mengubah unsur-unsur biaya menjadi biaya produksi (harga pokok produksi/COGS).

Metode full costing ini diartikan sebagai suatu metode penentuan biaya produksi yang mempertimbangkan seluruh unsur biaya produksi ke dalam biaya produksi yang meliputi BBB (biaya bahan baku). Metode penetapan biaya variabel ini merupakan suatu metode penentuan biaya produksi berdasarkan perhitungan biaya produksi yang berperilaku hanya sebagai variabel, yang terdiri dari biaya bahan baku (BBB), biaya tenaga kerja langsung (BTKL) dan biaya overhead pabrik variabel (BOP). Biaya Bahan Baku xxxxx Biaya Tenaga Kerja Langsung xxxxx Biaya Overhead Pabrik Variabel xxxxx + Biaya Produksi.

Dalam metode order costing, biaya produksi harus dipisahkan menjadi biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung. Biaya produksi langsung dibebankan pada produk sesuai dengan biaya sebenarnya yang dikeluarkan, sedangkan biaya produksi tidak langsung dibebankan pada produk sesuai tarif yang telah ditentukan. Dalam metode penetapan biaya proses, seringkali perlu dibedakan antara biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung, terutama jika perusahaan hanya memproduksi satu jenis produk (seperti semen, pupuk, bumbu makanan).

Pengumpulan Biaya Produksi

  • Metode Harga Pokok Pesanan
  • Metode Harga Pokok Proses
  • Perbedaan Harga Pokok Pesanan dan harga pokok Proses

Karena biaya per unit produk dihitung setiap akhir bulan, maka biaya overhead pabrik umumnya dibebankan pada produk berdasarkan biaya sebenarnya yang dikeluarkan. Untuk setiap pesanan, biaya produksi dikumpulkan dengan tujuan untuk menghitung harga pokok pesanan secara relatif akurat dan adil. Biaya produksi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu : Biaya langsung yang meliputi biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang dihitung berdasarkan biaya sebenarnya.

Dan biaya tidak langsung meliputi biaya produksi diluar biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja tidak langsung yang dihitung berdasarkan tarif yang telah ditentukan. Harga pokok per unit ditentukan dengan membagi total biaya pesanan relevan dengan jumlah unit produk relevan yang dipesan. Untuk mengumpulkan biaya produksi setiap pesanan digunakan harga pokok pesanan (job order costing method).

Process costing merupakan suatu metode penghitungan harga pokok suatu produk berdasarkan pengumpulan biaya produksi pada suatu periode tertentu dibagi dengan jumlah unit produksi pada periode yang bersangkutan. Jumlah biaya produksi yang dikeluarkan selama bulan/periode tertentu dibagi dengan jumlah unit produk yang diproduksi pada bulan/periode yang bersangkutan. Total biaya produksi yang dikeluarkan untuk suatu pesanan tertentu dibagi dengan jumlah unit produk yang diproduksi.

Harga Pokok Produksi

  • Pengertian Harga Pokok Produksi
  • Penentuan Harga Pokok Produksi
  • Manfaat Informasi Harga Pokok Produksi

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur biaya produk menurut metode ini antara lain sebagai berikut: Penentuan biaya produksi dengan dasar full costing pada umumnya ditujukan untuk penyusunan laporan keuangan bagi pihak eksternal. Widilestariningtyas dkk menyatakan bahwa “variable costing adalah suatu metode penentuan biaya produksi dimana hanya biaya produksi variabel yang dimasukkan ke dalam harga pokok produk.

Penentuan harga pokok berdasarkan metodologi ini biasanya dimaksudkan sebagai pedoman dalam rangka penyusunan kebijakan harga. Pengumpulan biaya produksi untuk periode tertentu dilakukan menurut metode biaya proses. Oleh karena itu, metode biaya proses digunakan oleh manajemen untuk mengumpulkan informasi mengenai biaya produksi sebenarnya yang dikeluarkan pada suatu periode tertentu, sehingga diperoleh informasi mengenai laba atau rugi kotor setiap periode.

Dalam neraca, manajemen harus menyajikan harga pokok persediaan barang jadi dan harga pokok produk yang masih dalam proses di neraca. Biaya produksi sehubungan dengan barang jadi yang belum terjual pada tanggal neraca disajikan dalam neraca sebagai harga pokok persediaan barang jadi. Biaya produksi yang terkait dengan produk yang masih dalam proses pada tanggal neraca disajikan di neraca sebagai harga pokok persediaan produk dalam proses.

Penelitian Terdahulu

Selain itu, berdasarkan data tersebut, manajemen juga dapat menentukan biaya produksi yang melekat pada produk yang masih dalam proses produksi pada tanggal neraca.

Kerangka Pemikiran

METODE PENELITIAN

Jenis, Lokasi, dan Waktu Penelitian

  • Jenis Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel Penelitian

  • Populasi
  • Sampel

Harga pokok produksi merupakan perhitungan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan dalam proses produksi minyak sawit (CPO) dan inti sawit (PK). Dimulai dari langkah merger manajemen pada tahun 1994, terdapat 3 (tiga) BUMN perkebunan yang terdiri dari PT. Perkebunan III (Persero), PT. Perkebunan IV (Persero), PT. Perkebunan V. Persero), tergabung dalam manajemen PT. (persero). Selain itu, ketiga perusahaan tersebut dimerger melalui Peraturan Pemerintah (PP) No.

PT. Perkebunan Nusantara III yang disingkat PTPN III (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara Perkebunan (BUMN) yang berdiri sejak tahun 1958. Dilihat dari akuntansi biaya, biaya produksi dibagi menjadi 3 (tiga) unsur yaitu: . a) Biaya bahan baku langsung b) Biaya tenaga kerja langsung c) Biaya overhead pabrik. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan merupakan metode full costing yang mana biaya tetap seperti biaya penyusutan dan biaya variabel seperti biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung dimasukkan dalam perhitungan biaya produksi.

Perusahaan memproduksi produksi massal dan mengumpulkan biaya produksi melalui full costing. Untuk dapat menentukan harga pokok produksi per kilogram, berikut adalah perhitungan teoritis harga pokok produksi per kilogram. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan menggunakan metode full cost dalam menghitung biaya produksi, dimana biaya-biaya yang termasuk dalam perhitungan biaya produksi adalah seluruh biaya yang berlaku yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, serta biaya overhead pabrik yang bersifat variabel dan tetap. pengeluaran.

Agar dapat menentukan harga pokok produksi dengan benar dan akurat, hendaknya peneliti memahami lebih jauh unsur-unsur yang harus dimasukkan dalam biaya produksi, sehingga benar-benar dapat dibedakan antara biaya langsung dan biaya tidak langsung. Evaluasi harga pokok produksi untuk mengetahui harga jual dan keuntungan produksi pada usaha pabrik batu bata di Desa Paloh Lada.

Gambar IV.1
Gambar IV.1

Definisi Operasional

Jenis dan Sumber Data

  • Jenis Data
  • Sumber Data

Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu sejumlah data berupa angka-angka yang diperoleh dari penelitian langsung dengan sampel terpilih serta laporan harga pokok produksi PT. Data sekunder berupa bukti-bukti, catatan atau laporan sejarah dibentuk dalam arsip-arsip yang diterbitkan (data sekunder).

Teknik Analisis Data

Perkebunan Nusantara III, disingkat PTPN III (Persero), adalah salah satu dari 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang usaha perkebunan, pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan. Pada tahun 1968, PPN direstrukturisasi menjadi beberapa unit Perusahaan Perkebunan Negara (PNP), yang pada tahun 1974 diubah menjadi PT. Perkebunan (Persero). PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) didirikan berdasarkan Akta Notaris Harun Kamil, SH, No. 36 tanggal 11 Maret 1996 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-8331.HT.01.01. th.96 tanggal 8 Agustus 1996, yang diumumkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 81, Tambahan Lembaran Negara Nomor.

Dari struktur organisasi dapat dikatakan bahwa kesatuan komando di kantor PTPN III Medan berjalan dengan baik, dimana setiap pegawai mengetahui dengan jelas siapa atasan langsungnya, dari siapa menerima perintah dan kepada siapa menerima perintah, serta kepada siapa dia adalah tanggung jawab. Secara umum struktur organisasi yang diterapkan kantor PTPN III Medan dapat dikatakan efektif. Hal ini juga dapat meningkatkan kelancaran pekerjaan di kantor PTPN III Medan, sehingga setiap karyawan mengetahui dengan jelas dari siapa mereka menerima perintah dan kepada siapa mereka bertanggung jawab atas pekerjaannya.

Melakukan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan manajerial pengusaha kecil dan koperasi di sekitar PTPN III Medan. Perusahaan mengklasifikasikan biaya produksi berdasarkan hubungan antara biaya tersebut dengan hal yang dibiayai, yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dan Pembahasan Penelitian

  • Profil Perusahaan
    • Sejarah Perusahaan
    • Visi dan Misi Perusahaan
    • Struktur Organisasi
    • Job Description
    • Kinerja Usaha Terkini

Hasil

  • Perhitungan Harga Pokok Produksi
  • Penetapan Harga Jual

Biaya pabrik terdiri dari gaji, tunjangan dan biaya sosial pegawai pabrik, biaya pemeliharaan, pemupukan, panen dan transportasi ke pabrik. Biaya pabrik terdiri dari upah, tunjangan dan biaya sosial bagi karyawan manajemen, biaya pemrosesan, biaya perawatan dan pemasangan mesin, biaya pengemasan dan asuransi pabrik.

Pembahasan

Biaya bahan baku meliputi bahan baku utama yang digunakan untuk produksi CPO dan PK yang dihasilkan, karena komposisi dan persentase bahan tersebut berbeda dengan bahan lainnya. Biaya tenaga kerja langsung, yaitu upah yang dibayarkan kepada pekerja pabrik CPO, terlihat langsung dalam aktivitas produksi, mulai dari persediaan bahan baku hingga pengemasan. Biaya tidak langsung (overhead) digunakan untuk menunjang proses produksi hingga produksi menjadi produk akhir.

Biaya overhead pabrik meliputi biaya transportasi, biaya gaji karyawan, biaya pemeliharaan rumah, biaya pemeliharaan usaha, biaya listrik dan air, biaya pajak bumi dan bangunan, serta tunjangan lainnya.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Gambar

Tabel II.3  Penelitian Terdahulu
Gambar II.1 kerangka pemikiran
Tabel III.1
Gambar IV.1
+3

Referensi

Dokumen terkait

di-indonesia sendiri, mayoritas masyarakat enggan untuk memakai Neobank sebagai media penyimpanan utama bahkan dengan segala manfaat yang diberikan oleh Neobank, salah satu faktor yang