• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS MEDAN AREA - Repository UMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UNIVERSITAS MEDAN AREA - Repository UMA"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

, DAFTAR PUSTAKA

Anonimus, 1982. Laporan Hasil Survei Lalat Buah 198 1/ 1982, Bagian Proyek Peningkatan dan Pengembangan Karantina Pertanian.

----, 1983. Laporan Hasil Survei Lalat Buah 1982/ 1983, Bagian Proyek Peningkatan dan Pengembangan Karantina Pertanian.

----, 1992. Pedoman Teknis Pemantauan Daerah Sebar Lalat Buah (Diptera, Tephritidae), Pusat Karantina Pertanian.

---, 2002. Pedoman Pengendalian Hama Tanaman Jeruk. Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. Direktorat Perlindungan Hortikultura, Jakarta.

Asastro, E., 1992. Biosistematik dan Identifikasi Lalat Buah (Diptera, Tephritidae), Pusat Karantina Pertanian.

Bangun, M.K., 1990. Rancangan Pcrcobaan, Bagian Biometri Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.

Dinas Pertanian U PT. Balai Proteksi Tanaman Pangan Jan llortikultura I, 2002, Analisis Residu Pada Komidi Hasil Pertanian, Medan.

Drew, R.A.I., 1992. Taxonomy of Dacinae, Lecture No. 3 Second Edition, International Training Course on Understanding and Managing Fruit Flies 4 - 15 May, Malaysia.

Lakra and Zile Singh, 1984. Calender of Losses Due to Ber Fruit Fly Carpumyia vesuviana Costarica (Diptera, Tephritidac) In Different Zizyphus sp. in Haryana, Indian Journal Entomologi.

Pracaya, 1991. Hama dan Penyakit Tanaman, Penebar Swadaya, Jakarta.

Prajnanta, F., 2003. Melon. Penebar Swadaya, Jakarta.

Putra, 1997. Hama Lalat Buah dan Pengendaliannya, Kanisius, Y ogyakarta.

(2)

Lampiran I. Data Pengamatan Rata-rata Jumlah Populasi La.lat Buah (ekor) pada Pertanaman Melon Umur 7 Hari Setelah Tannm (HST)

Pcrlakuan

lJ langan

I II lll IV v VI

Ko 0 0 0 0 0 0

K1 0 0 0 0 0 0

K2 0 0 0 0 0 0

K3 0 0 0 0 0 0

Total 0 0 0 0 0 0

Ra.ta.an 0 0 0 0 0 0

Total

0 0 0 0 0

-

Lampiran 2. Data Transformasi (Arc Sin

.J

x + 0,5 ) Jumlah Populasi La.lat Buah pada Pertanaman Melon Umur 7 HST

Perlakuan Ulangan

I TT III IV v

Ko 0,66 0,66 0,66 0,66 0,66

K1 0,66 0,66 0,66 0,66 0,66

K2 0,66 0,66 0,66 0,66 0,66

K3 0,66 0,66 0,66 0,66 I 0,66

Total 2,63 2,63 2,63 2,63 2,63

Rataan 0,66 0,66 0,66 0,66 0,66

Lampiran 3. Daftar Sidik R11g1:1m Jumfuh Popufasi L11f11t Buuh pudu Pert11naman Melon Umur 7 HST

SK DB JK

NT 1 10,41

Ulangan 5 0,00

Perlakuan 3 0,00

Acak 15 0,00

Total 24 10,41

Keterangan .

KT

-

0,00

0,00 0,00

-

Fhir

-

0,00 tn 0,00 tn

-

-

Fo.os

-

2,90 3,29

-

-

VI Total 0,66 3,95

0,66 3,95

0,66 3,95 0,66 3,95 2,63 15,80

0,66 -

Fo.01

-

4,56

5,42 -

-

Rataan 0 0 0 0

-

0

Rataan

0,66 0,66 0,66 0,66

-

0,66

(3)

Lampiran 4. Data Pengamatan Rata-rata Jumlah Populasi Lalat Buah (ekor) pada Pertanaman Melon Umur 14 Hari Setelah Tanam (HST)

Perlakuan Ulangan

I rr III IV v VI

Ko 0 0 0 0 0 0

K1 0 0 0 0 0 0

K1 0 1 0 0 0 0

K3 0 0 0 0 0 0

Total 0 1 0 0 0 0

Rataan 0 0,25 0 0 0 0

Total 0 0 1 0 1

-

Lampiran 5. Data Transfonnasi(Arc Sin

-'1x+

0,5) Jumlah Populasi Lalat Buah pada Pertanaman Melon Umur 14 HST

Perlakuan Ulangan

I II m IV v

Ko 0,66 0,66 0,66 0,66 0,66

K1 0,66 0,66 0,66 0,66 0,66

K1 0,66 1,03 0,66 0,66 0,66

K3 0,66 0,66 0,66 0,66 0,66

Total 2,63 3,0 1 2,63 2,63 2,63

Rataan 0,66 0,75 0,66 0,66 0,66

Lampiran 6. Daftar Sidik Ragam Jumlah Populasi Lalat Buah pada Pertanaman Melon Umur 14 HST

SK DB JK

NT 1 10,90

Ulangan 0,03

Perlakuan 3 0,02

Acak 15 0,09

Total 24 11,04

Keterangan .

tn = tidak nyata

KT -

0,01 0,01 0,01

-

Fhit - 1,00 tn 1,00 tn

-

-

Fo.os

-

2,90 3,29

-

-

VI Total

0,66 3,95 0,66 3,95

0,66 4,32

0,66 3,95

2,63 16, 18 0,66 -

Fo,01 - 4,56 5,42

- -

Rataan 0 0 0,17 0

-

0,04

Rataan

0,66 0,66 0,72 0,66 -

0,67

(4)

Lampiran 7. Data Pengamatan Rata-rata Jumlah Populasi Lalat Buah (ekor) pada Pertanaman Melon Umur 21 Hari Setelah Tanam (HST)

Perlakuan Ulangan

I II III TV v VT

Ko I 0 0 0 I 0

K1 0 0 0 0 I 0

K1 0 0 0 0 0 0

K3 0 0 0 0 0 1

Total 1 0 0 0 2 1

Rataan 0,25 0 0 0 0,5 0,25

Total 2

I 0 1 4

-

Lampiran 8. Data Transformasi (Arc Sin

.J

x + 0,5) Jumlah Populasi Lalat Buah pada Pertanaman Melon Umur 21 HST

Perlakuan Ulangan

T II Ill IV v

Ko 1,03 0,66 0,66 0,66 1,03

K1 0,66 0,66 0,66 0,66 1,03

K2 0,66 0,66 0,66 0,66 0,66

K3 0,66 0,66 0,66 0,66 0,66

Total 3,01 2,63 2,63 2,63 3,38

Rataan 0,75 0,66 0,66 0,66 0,85

Lampiran 9. Daftar Sidik Ragam Jumlah Populasi Lalat Buah pada Pertanaman Melon. Umur 21 HST

SK DB JK

NT 1 12,47

Ulangan .'.5 0,12

Perlakuan 3 0,05

Acak 15 0,30 -

Total 24 12,93

Keterangan .

KT -

0,02

0,02 O,Q�

-

Fhit -

0,00 tn

0,00 tn

- -- ----

-

Fo,os

-

2,90

3,29

-

-

VI Total 0,66 4,70

0,66 4,32

0,66 3,95

1 ,03 4,32 3,01 17,30

0,75 -

Fo,01 - 4,56 5,42

-

-

Rataan

0,33 0,17 0 0,17

-

0, 1 7

Rataan

0,78 0,72 0,66 0,72

-

0,72

(5)

Lampiran 10. Data Pengamatan Rata-rata Jurnlah Populasi Lalat Buah (ekor) pada

Pertanaman Melon Umur 28 Hari Setelah Tanam (HST) Ulangan I

Perlakuan

I ll Ill IV v VI

Ko 1 0 0 0 1 0

Ki 0 0 0 1 0 0

K1 0 0 0 1 1 0

K3 1 0 0 0 0 1

Total 2 0 0 2 2 1

Rataan 0,5 0 0 0,5 0,5 0,25

Total

2

1 2 2 7 -

Lampiran 11. Data Transformasi (Arc Sin

..J

x + 0,5 ) Jumlah Populasi Lalat Buah pada Pertanaman Melon Umur 28 HST

Perlakuan Ulangan

I I ! ll III IV v

Ko 031 0,66 0,66 0,66 1,03

Ki 0 66 0,66 0,66 1,03 0,66

K1 0,6'6] 0,66

,, 0,66 1,03 1,03

K3 1,0."" i 0,66 0,66 0,66 0,66

Total .:>,38 2,63 2,63 3,38 3,38

Raraan 10,8� 0,66 0,66 0,85 0,85

Lampiran 12. Daftar idik Ragam Jumlah Populasi Lalat Buah pada Pertanaman Melon Umur 28 HST

SK DB JK

NT 1 I 14,13

Ulangan .'.5 '1 0, 17

Perlakuan 3 0,02

Acak 15 0,50

Total 24 14,82

Keterangan .

tn = tidak nyata

KT -

0,03

0,01 0,03 -

Fhit

-

1,00 tn

0 17 ' tn

- -

Fo.os

-

2,90

3,29 - -

VI Total 0,66 4,70

0,66 4,32

0,66 4,70

1,03 4,70 3,01 18,42

0,75 -

Fo.01

-

4,56

5,42 - -

Rataan 0,33 0,17 0,33 0,33

-

0,29

Rataan 0,78 0,72 0,78 0,78 -

0,77

Referensi

Dokumen terkait

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian lalat buah pada pertanaman mangga di Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat dapat disimpulkan terdapat perbedaan waktu aktivitas lalat buah

Pengendalian hama lalat buah ditingkat petani masih mengandalkan insektisida sintetik, atau dengan pembungkusan buah sebelum buah matang, dan ada yang telah menggunakan perangkap lalat