• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS MEDAN AREA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UNIVERSITAS MEDAN AREA "

Copied!
58
0
0

Teks penuh

Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif penerapan kartu Indonesia Pintar di SMP Negeri 2 Tanjung Pura, serta pemanfaatan dana program kartu Indonesia Pintar dan apa saja kendala dan keterbatasan di SMP Negeri 2 Tanjung Pura. mencegah. , Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penerapan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMP Negeri 2 Tanjung Pura Kabupaten Langkat dan kendala apa saja yang dihadapi dalam penerapan program Kartu Indonesia Pintar di SMP Negeri 2 Tanjung Pura. Alhamdulillah, segala puji kehadirat Allah SWT yang telah memberikan saya kesehatan, kesempatan dan waktu luang sehingga saya dapat menyelesaikan tugas skripsi yang berjudul “Efektifitas Implementasi Program Kartu Indonesia Pintar di SMP Negeri 2 Tanjung Pura Kabupaten Langkat”.

Tabel 4.3 Deskripsi Narasumber Berdasarkan Tingkat Pendidikan  ............................
Tabel 4.3 Deskripsi Narasumber Berdasarkan Tingkat Pendidikan ............................

Latar Belakang

Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program prioritas Presiden Joko Widodo yang dirancang khusus untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin/tidak mampu tetap mendapatkan layanan pendidikan hingga mereka menyelesaikan pendidikan menengah/merata. Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan program bantuan tunai pendidikan yang diberikan kepada anak usia sekolah yang berasal dari keluarga yang dianggap kurang mampu secara ekonomi. Penerapan Kartu Indonesia Pintar dukungan pemerintah Jokowi nampaknya belum terlaksana dengan baik dan tidak sesuai jadwal di SMP Negeri 2 Tanjung Pura.

Rumusan Masalah

Permasalahan lain yang terjadi adalah masalah pengawasan, seperti program KIP yang tidak tepat sasaran dan pembagian yang tidak merata, banyak orang tua yang meminta untuk dibuatkan kartu KIP, padahal pihak sekolah tidak mengetahui cara pembuatannya, karena pihak sekolah hanya melakukan registrasi. Penerima KIP dan pihak sekolah sulit mendapatkan dana apa pun, karena langsung ke orang tua, dan pihak sekolah sebagai kontraktor kesulitan memantau penggunaan dana tersebut. Berdasarkan uraian di atas, penulis berpendapat perlu adanya penelitian tentang “Efektifitas Penerapan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMP Negeri 2 Tanjung Pura Kabupaten Langkat”.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Kajian Teori

  • Pengertian Eektivitas
  • Ukuran Efektivitas
  • Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas
  • Pendekatan Terhadap Efektivitas
  • Kartu Indonesia Pintar
  • Kebijakan Kartu Indonesia Pintar
  • Tujuan Program Kartu Indonesia Pintar
  • Manfaat Kartu Indonesia Pintar
  • Prioritas Sasaran Penerima Kartu Indonesia Pintar
  • Pemanfaatan Bantuan Siswa Miskin atau Program Indonesia Pintar

Konsep ini mempunyai arti bahwa efektivitas adalah fase dimana tercapainya keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Program Indonesia Pintar melalui KIP menurut Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) adalah memberikan bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) yang berasal dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Program Indonesia Pintar yang selanjutnya disebut PIP adalah bantuan berupa uang yang diberikan pemerintah kepada siswa yang orang tuanya tidak mampu atau tidak membiayai pendidikannya, sebagai kelanjutan dan perluasan dari tujuan Bantuan Siswa Miskin (BSM). . ) program.

Kebijakan Kartu Indonesia Pintar merupakan program pemerintah yang dicanangkan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi karena masih banyaknya kasus siswa yang masih dalam usia sekolah namun putus sekolah karena kendala keuangan. Kartu Indonesia Pintar sangat dibutuhkan oleh siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu/miskin karena Siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu sangat rentan terhadap permasalahan putus sekolah. Kartu Indonesia Pintar ini diberikan sebagai identitas untuk menjamin dan menjamin anak menerima bantuan beasiswa program Indonesia Pintar jika anak mendaftar di lembaga pendidikan formal atau nonformal. Pemberian bantuan melalui Kartu Indonesia Pintar dan bantuan pendidikan lainnya untuk mendukung program wajib belajar bertujuan untuk meringankan beban biaya yang terlalu berat bagi orang tua yang berstatus ekonomi rendah.

Pemerintah memberikan bantuan pendidikan berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada anak-anak miskin yang cenderung putus sekolah agar dapat memenuhi kebutuhan pendidikan siswa di luar biaya operasional sekolah, misalnya membeli perlengkapan sekolah, biaya transportasi, uang saku. uang, dll. Kartu Indonesia Pintar merupakan bantuan pemerintah bagi siswa kurang mampu/miskin, dengan harapan dapat mengurangi anak putus sekolah. Dalam panduan pelaksanaan kartu Indonesia Pintar dijelaskan antara lain pengertian, dasar hukum, tujuan, sasaran, besaran dana, sumber dana, penggunaan dana, mekanisme permohonan dan penyaluran KIP, mekanisme pelaksanaannya. pengumpulan KIP, tugas dan tanggung jawab sekolah.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2015, Program Indonesia Pintar yang selanjutnya disebut PIP adalah bantuan berupa uang yang diberikan pemerintah kepada siswa yang orang tuanya bukan atau mereka kurang mampu membiayai pelatihan mereka, dalam rangka kelanjutan dan perluasan tujuan program. Bantuan Siswa Miskin (BSM), Siswa adalah anggota masyarakat yang berupaya mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Pemberian bantuan melalui Kartu Indonesia Pintar dan bantuan pendidikan lainnya untuk mendukung program wajib belajar bertujuan untuk meringankan beban biaya yang terlalu besar bagi orang tua akibat rendahnya status ekonomi. Dana program Indonesia Pintar diterima langsung oleh siswa atau orang tua dan penerima wajib menggunakan dana PIP 2015 sesuai dengan ketentuan pemerintah tentang penggunaan dana.

Mekanisme Pelaksanaan .1 Mekanisme Pengusulan .1 Mekanisme Pengusulan

  • Mekanisme Penetapan Penerima
  • Mekanisme Penyaluran
  • Pengambilan Dana
  • Rekening Tabungan
  • Peran dan Fungsi Lembaga Pemerintah a. Direktorat Teknis

Dana PIP disalurkan langsung kepada mahasiswa penerima melalui mekanisme sebagai berikut: Direktorat teknis menyerahkan kepada lembaga penyalur daftar penerima manfaat PIP yang tercantum dalam surat keputusan direktur untuk membuat rekening. Direktorat Teknis menyampaikan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Pembayaran (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) berdasarkan surat keputusan direktur. KPPN menyalurkan dana sesuai SP2D ke rekening saluran pembuangan atas nama direktorat teknis pada lembaga saluran pembuangan.

Direktorat Teknis menyampaikan Surat Perintah Transfer (SP2N) kepada lembaga penyalur untuk menyalurkan/mentransfer dana dari rekening penyalur langsung ke rekening penerima. Direktorat teknis memberitahukan daftar siswa penerima manfaat kepada dinas pendidikan kabupaten/kota dengan melampirkan surat keputusan. Bagi siswa SD dan SMP yang tidak memiliki tanda pengenal, didampingi oleh guru/kepala sekolah/orang tua/wali.

Pengambilan langsung oleh pelajar dengan menyerahkan dokumen pribadi seperti: KIP/kartu pelajar/kartu kependudukan/kartu keluarga/surat keterangan kepala desa/lurah dan buku tabungan. Kepengurusan BSM/PIP 2015 merupakan direktorat teknis yang terdiri atas (a) Direktorat Pembinaan SD; (b) Direktorat Pengembangan Sekolah Menengah; (c) Direktorat Pembangunan. Peran dan fungsi Dinas Pendidikan Provinsi adalah mensosialisasikan program PIP 2015 kepada seluruh kabupaten/kota dan masyarakat di wilayahnya, mendorong kepala sekolah untuk melaporkan siswanya terhadap sasaran prioritas, ikut serta dalam kegiatan koordinasi dan sinkronisasi program serta kegiatan pembinaan. . di tingkat pusat memantau pelaksanaan PIP sesuai petunjuk teknis.69.

Peran dan fungsi sekolah dalam pelaksanaan PIP adalah memilih dan mengusulkan siswa potensial penerima dana BSM/PIP berdasarkan prioritas yang dituju, menginformasikan kepada siswa penerima bahwa dana BSM/PIP tahun 2015 siap ditarik, dan membuat surat pernyataan dari kepala sekolah sebagai syarat penarikan dana siswa dari lembaga penyalur, pemberian bimbingan kepada siswa penerima dana BSM/PIP tahun 2015 tentang penggunaan dana, pengawasan menjaga proses pencairan dana BSM/PIP pada lembaga penyalur dan sekolah wajib menerima pendaftaran anak usia sekolah (6-21 tahun) yang tidak bersekolah, dari keluarga yang KPS/KKS/KIP sebagai calon peserta/siswa sebagai calon penerima dana BSM/PIP.

2. Foto kopi KTP kepala sekolah/ketua lembaga.
2. Foto kopi KTP kepala sekolah/ketua lembaga.

Penelitian Terdaulu

1 Saras Setyawati Efektivitas Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Bagi Siswa SMK di Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap. Kartu Indonesia Pintar Siswa SMK di Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap diberikan kepada siswa yang berasal dari keluarga miskin atau tidak mampu dalam keadaan sehari-hari dan dalam hal pembiayaan anaknya masih kurang. Penggunaan dana kartu Indonesia Pintar untuk pembelian buku dan alat tulis sekolah, seragam sekolah, uang saku siswa, serta tambahan biaya pendidikan siswa.

2 Nurul Fatma Hasan Efektivitas Penggunaan Dana Bantuan Pendidikan (Studi Kasus Siswa Peserta PIP dari Keluarga PKH di SDN Jogosatru Sidoarjo). Dari siswa peserta PIP dari keluarga peserta PKH di SDN Jogosatru Sidoarjo, tercatat 56% peserta PIP hanya menggunakan sebagian dana bantuan PIP untuk keperluan pendidikan. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa penggunaan dana bantuan pendidikan dari pemerintah oleh program Indonesia Pintar kurang efektif.

Sedangkan untuk dana bantuan melalui PKH, tercatat 60% peserta PKH hanya menggunakan sebagian dana bantuan PKH untuk kebutuhan pendidikan dan kesehatan.

Lokasi dan Waktu Penelitan

Infoman Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisa Data

Definisi Konsep

Definisi Operasional

Program Kartu Indonesia Pintar merupakan pemberian bantuan tunai pemerintah kepada anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu yang ditandai dengan pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebagai kelanjutan dari Program Bantuan Siswa Miskin. Kartu Indonesia Pintar diberikan kepada anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan tujuan agar seluruh anak usia sekolah dapat mengenyam pendidikan mulai dari SD, SMP, dan SMA/SMK. Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014 yang mengamanatkan pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai penyempurnaan dari program sebelumnya yaitu Bantuan Siswa Miskin.

Berdasarkan uraian yang telah disampaikan pada bab-bab sebelumnya, serta berdasarkan hasil penelitian dan wawancara, diperoleh hasil penelitian mengenai efektivitas Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMP Negeri 2 Tanjung Pura belum efektif. Ketepatan target Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMP Negeri 2 Tanjung Pura belum tercapai. Program Kartu Indonesia Pintar berjalan dengan baik dan meningkatkan semangat belajar mereka sehingga bisa berprestasi di sekolah.

Tujuan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMP Negeri 2 Tanjung Pura belum tepat sasaran. Hal ini disebabkan karena bank penyalur terlalu sibuk dan kurang berpartisipasi dalam pendistribusian Kartu Indonesia Pintar (KIP), sehingga masih banyak Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang belum tersalurkan. Pengawasan program dalam pelaksanaan program Kartu Indonesia Pintar masih belum terpenuhi, misalnya bank penyalur kurang berpartisipasi dalam penyaluran dana program Kartu Indonesia Pintar.

Lambatnya bank-bank penyalur program Kartu Indonesia Pintar menyebabkan penyaluran dana Kartu Indonesia Pintar tidak terlaksana dengan baik dan efisien, sehingga kendala pelajar dalam memperoleh dana bantuan belum sepenuhnya terlaksana dengan baik.

Saran

Seharusnya pemerintah membantu penyaluran dana tersebut lebih cepat agar mahasiswa yang belum menerima dana tersebut bisa segera mendapatkannya dan cepat membeli kebutuhannya. Kami berharap siswa miskin bisa mendapatkan Kartu Indonesia Pintar sehingga KIP ini dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan sekolah dan siswa dapat meningkatkan prestasi akademiknya. Diperlukan kerjasama antara instansi dan penyedia Kartu Indonesia Pintar dalam hal pendapatan siswa miskin.

Perlu adanya pengawasan yang intensif terhadap penerapan Kartu Indonesia Pintar di SMP Negeri 2 Tanjung Pura, seperti dari sisi pelaksana jika program ini berjalan dengan baik.

Implikasi Kebijakan

Jurnal

Peraturan Perundang-Undangan

Internet

Gambar

Tabel 4.3 Deskripsi Narasumber Berdasarkan Tingkat Pendidikan  ............................
Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran ........................................................................................
2. Foto kopi KTP kepala sekolah/ketua lembaga.

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Malang Berita Negara Republik Indonesia Tahun