Judul Skripsi : Pengaruh Penggunaan Media Lingkungan Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas V SD Inpres Tinggimae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media lingkungan terhadap hasil belajar IPA kelas V SD Inpres Tinggimae. Hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa media yang ada di lingkungan sekitar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA kelas V SD Inpres Tinggimae.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Ilmu Pengetahuan Alam
Proses pembelajaran IPA hendaknya menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan guna mengeksplorasi dan memahami lingkungan alam, yang pada akhirnya menemukan konsep mata pelajaran yang dipelajari. Selain itu pembelajaran IPA bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung sehingga dapat membantu siswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam lingkungan. Menurut Hizbullah dan Nurhayati Selvi, proses pembelajaran sains di sekolah menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi menggali dan memahami alam lingkungan secara ilmiah.
Media Lingkungan Sekitar
Dalam proses pembelajaran terdapat beberapa hal yang dapat menunjang tercapainya tujuan pembelajaran dengan benar, salah satunya adalah media pembelajaran. Menurut Musfiqon (2012), media pembelajaran merupakan alat bantu alami dalam proses pembelajaran, yang merupakan komponen penting untuk mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran. Menurut Ariyana Rika dalam Arsyad (2014), media pembelajaran merupakan alat perantara untuk membantu komunikasi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
Hasil Belajar
Menurut Nawawi (Putri), hasil belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari suatu mata pelajaran di sekolah, yang dinyatakan dalam hasil yang diperoleh dari hasil ulangan yang berkaitan dengan suatu mata pelajaran tertentu. menyimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil akhir setelah menyelesaikan serangkaian proses pembelajaran, kemudian diberikan tugas akhir (tes) untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat memahami dan memahami pelajaran. Kegiatan ini pada hakikatnya adalah penyajian materi pembelajaran agar siswa menerima, menguasai dan mengembangkan materi pembelajaran. .
Kerangka Berfikir
Hal ini mencakup seluruh aspek baik disiplin guru maupun pengajarannya, karena disiplin mengajar juga dapat menjadi contoh bagi murid atau muridnya.
Hasil Penelitian Relevan
Setelah menganalisis data, penulis menemukan bahwa pengaruh hasil belajar siswa yang dilakukan sebelum penggunaan media berbasis lingkungan relatif rendah yaitu rata-rata hasil pre-test sebesar 42,55. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Lingkungan Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Inpres Barrang Lompo Kecamatan Kepulauansangkarrang Kota Makassar. Heni Linawati, PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya, Volume 03 Nomor 02 Tahun 2015, dengan judul “Pengaruh Metode Outdoor Study Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep IPA Sekolah Dasar Kelas IV” Hasil penelitian menunjukkan.
Hipotesis Penelitian
Sedangkan besarnya selisih skor pre-test dan post-test dengan menggunakan rumus memperoleh, diperoleh besarnya selisih skor pre-test dan post-test sebesar 18,8%. Menurut Sugion sebaiknya bersifat pra-eksperimental karena masih terdapat variabel luar yang mempengaruhi pembentukan variabel terikat.
Lokasi Penelitian
Populasi Dan Sampel
Desain Penelitian
Variabel Penelitian
Definisi Operasional Variabel
O1 = Pretest (tes awal) yang dilakukan sebelum perlakuan di kelas eksperimen O2 = Posttest (tes akhir) yang dilakukan setelah perlakuan di kelas eksperimen X = Perlakuan dengan menggunakan media lingkungan sekitar.. air untuk manusia, hewan, dan tumbuhan. Air juga merupakan salah satu komponen kehidupan yang terpenting, tanpa air tidak ada kehidupan di bumi. Air terdiri dari dua unsur yaitu unsur oksigen dan hidrogen yang kemudian disimbolkan dengan H2O. Setiap makhluk hidup di bumi, seperti manusia, tumbuhan, dan hewan, membutuhkan air untuk bertahan hidup dan berkembang. A.
Tidak hanya manusia yang membutuhkan air, hewan juga membutuhkan air untuk berbagai keperluan. Uap air dari permukaan bumi naik dan terkumpul di udara, akhirnya udara tidak dapat lagi menerima uap air (jenuh), proses ini disebut dengan pengendapan (pengendapan). Ketika suhu udara turun maka uap air akan berubah menjadi titik-titik air, titik-titik air tersebut akan membentuk awan, proses ini disebut dengan kondensasi.
Air tanah juga akan meresap ke sungai, air hujan yang jatuh ke badan air seperti sungai atau danau akan menambah jumlah air di tempat tersebut, kemudian air sungai tersebut akan mengalir ke laut. Proses ini disebut siklus air.Air di bumi secara keseluruhan cenderung tetap, hanya letak dan bentuknya saja yang berubah. Siklus pendek terjadi ketika air laut menguap melalui proses kondensasi dan berubah menjadi tetesan air kecil atau awan, kemudian hujan turun langsung ke laut dan berulang kembali.
Siklus panjang terjadi ketika uap air laut terbawa angin ke pegunungan tinggi dan berubah menjadi kristal es atau salju, kemudian jatuh dari gletser menjadi hujan es atau salju, sehingga mengalir ke sungai dan kembali ke laut.
Instrumen Penelitian
Tehnik Pengumpulan Data
Tehnik Analisi Data
Analisis Data Statistik Deskriptif
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti SD Inpres Tinggimae diperoleh data yang dikumpulkan dengan instrumen tes sehingga dapat diketahui hasil belajar siswa berupa hasil dari hasil tes yang dilakukan pada siswa kelas V. dari SD Inpres Tinggimae. Hasil tes siswa kelas V SD Inpres Tinggimae digolongkan dalam skala 4 kategori, sehingga diperoleh distribusi frekuensi dan persentase sebagai berikut. Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Belajar IPA Kelas V SD Inpres Tinggimae.
Hasil pre test IPA siswa kelas V SD Inpres Tinggimae pada tabel distribusi frekuensi dan persentase diatas diperoleh, 0% siswa masuk dalam kategori sangat baik, 0% siswa masuk dalam kategori sangat baik kategori baik, 30% atau 10 siswa masuk dalam kategori sedang, 70% atau 23 siswa masuk dalam kategori kurang. Sedangkan hasil belajar post test IPA Kelas V SD Inpres Tinggimae diperoleh pada tabel distribusi frekuensi dan persentase diatas, 12% atau 4 siswa berada pada kategori sangat baik, 58% atau 19 siswa berada pada kategori sangat baik. kategori baik, sebanyak 9% atau 3 siswa dalam kategori cukup, dan 21% atau 7 siswa dalam kategori kurang. Hal ini meningkat dari hasil pretest sebelumnya yang mana tidak ada siswa yang berada pada kategori sangat baik dan baik, sedangkan kategori cukup sebanyak 10 siswa dan kategori kurang sebanyak 23 siswa.
Gambaran hasil belajar pre test kelas V SD Inpres Tinggimae pada tabel diatas dengan jumlah siswa yang mengikuti pre test sebanyak 33, nilai ideal 100, dengan nilai tertinggi 76, nilai terendah 20 dengan kisaran 56 dan skor rata-rata 56,85 masih dalam kategori rendah. Sedangkan hasil belajar post test kelas V SD Inpres Tinggimae terlihat pada tabel diatas dengan jumlah siswa yang mengikuti post test yaitu 33 orang, nilai ideal 100, dengan nilai tertinggi 92, skor terendah adalah 60 dengan rentang 32 dan skor rata-rata 79. 33. Persentase ketuntasan hasil belajar pre test kelas V SD Inpres Tinggimae yaitu 30% atau 10 siswa dari 33 siswa berada pada kategori sempurna dan 70% atau 23 siswa dari 33 siswa berada pada kategori tidak tuntas.
Sedangkan persentase ketuntasan hasil belajar post test siswa kelas V SD Inpres Tinggimae yaitu 79% atau 26 siswa dari 33 siswa pada kategori tuntas, dan 21% atau 7 siswa dari 33 siswa pada kategori tuntas. kategori tidak lengkap, menurun. kategori.
Uji N-Gain
Pembahasan
Seperti penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, khususnya Sutra Wulansari, 2016 Dampak Media Berbasis Lingkungan Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Inpres Karunrung Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Dilihat dari angka tersebut lebih besar dari tabel dengan tingkat signifikansi dibawah 5%, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media berbasis lingkungan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Karunrung. Hasil belajar pretest siswa kelas V SD Inpres Tinggimae yaitu 10 siswa termasuk dalam kategori tuntas dan 23 siswa termasuk kategori belum tuntas dari 33 siswa.
Sedangkan hasil belajar post-test, 26 siswa termasuk dalam kategori tuntas, dan 7 siswa termasuk dalam kategori tidak tuntas dari 33 siswa. Hal ini mengalami peningkatan dimana pada hasil post test sebelumnya terdapat 23 siswa yang masih belum tuntas. Sedangkan hasil uji N-gain yang dilakukan memperoleh nilai rata-rata Gain sebesar 0,67 yang termasuk dalam kriteria sedang.
Saran
Pengertian media pembelajaran menurut para ahli, (online) (http://www.rikaariyani.com\2021\11\pengertian-media pembelajaran. diakses 10 April 2022). Pengaruh metode outdoor study terhadap hasil belajar konsep IPA siswa kelas IV SD. 2013. Penerapan Model Guided Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Pemecahan Masalah Ilmiah pada Siswa Kelas V SD.
Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Online) (https://jurnalmahasiswa.unesa.-ac.id/index.php/jurnal-penelitian-pgsd/article/view/2979 (diakses 30 Juni 2021).Meningkatkan Hasil Belajar IPA Konsep Sifat-sifat Benda Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (Nht) Kelas IV Siswa SD Inpres Jannayya Kabupaten Bantaeng Pengaruh Media Berbasis Lingkungan Terhadap Hasil Belajar IPA Konsep Tubuh Tumbuhan Kelas IV Siswa SD Inpres Bontosallang Kecamatan Bonto Nompo Kabupaten Gowa.
Pengertian Hasil Belajar Pengertian, Fungsi, Tujuan, Faktor, (online), (http://www.zonarefensi.com/pengertian-hasil-belajar/, diakses 10 April 2022). Setiap makhluk hidup di bumi, seperti manusia, tumbuhan, dan hewan, membutuhkan air untuk bertahan hidup dan berkembang. Dari segi energi, masyarakat memanfaatkan air untuk menghasilkan listrik dengan cara mengubahnya menjadi pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Air juga berguna untuk keperluan komersial, seperti di restoran, hotel dan tempat cuci mobil. Air juga bermanfaat dalam bidang peternakan, seperti kolam, kolam, kandang, serta sebagai sumber minuman bagi ternak. Penghijauan dilakukan karena akar tanaman dapat mengikat air, sehingga air dapat tertahan di dalam tanah dan tidak terus mengalir.
Siklus air adalah proses yang didorong oleh energi matahari yang menggerakkan air antara lautan, langit, dan bumi. Dalam siklus air, air jatuh dari atmosfer ke permukaan bumi dan kemudian kembali ke atmosfer. Selain itu, uap air mengembun di atmosfer sehingga menyebabkan tetesan air jatuh ke tanah dalam bentuk hujan.Semua hujan yang jatuh di bumi mengalir ke sungai dan kemudian kembali ke laut.
Pada pertengahan siklus, air laut menguap kemudian dibawa oleh angin menuju daratan dan melalui proses kondensasi menjadi awan kemudian jatuh sebagai hujan ke daratan kemudian meresap ke dalam tanah dan kemudian kembali ke laut melalui sungai atau sungai. saluran air. Evaporasi merupakan suatu proses penguapan yang terjadi karena ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya penguapan, antara lain: Faktor meteorologi, terdiri dari suhu air, kelembaban, suhu udara, kecepatan angin, sinar matahari (radiasi) dan tekanan udara. Faktor kuantitas air, misalnya, adalah penguapan yang terjadi pada permukaan tanah yang jenuh air, berbeda dengan permukaan badan air yang tidak jenuh, dan laut.
Berdasarkan evapotranspirasi potensial, evapotranspirasi terjadi ketika tersedia cukup air untuk curah hujan atau irigasi. Evapotranspirasi efektif adalah evapotranspirasi aktual yang dapat terjadi terutama pada pasokan air yang tersedia. Selain itu, terjadi juga penguapan air dari tumbuhan dan penguapan dari tanah, sehingga meningkatkan jumlah air yang masuk ke atmosfer.
Setelah air menjadi uap air, arus udara yang naik membawa uap air tersebut untuk naik ke atmosfer. Sebagian besar air jatuh ke permukaan dan kembali ke laut atau daratan sebagai hujan, dimana air tersebut mengalir di atas daratan sebagai limpasan permukaan. Peredaran air yang terjadi secara terus menerus dari permukaan tanah ke atmosfer dan kembali lagi ke permukaan tanah disebut.