• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unsur Kelumit dan Mikro dalam Oseanografi Kimiawi

N/A
N/A
Irma Suryana

Academic year: 2024

Membagikan "Unsur Kelumit dan Mikro dalam Oseanografi Kimiawi"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Unsur-Unsur Kelumit

Materi Kuliah III

Oseanografi Kimiawi

(2)

Difinisi dan Sumber

Unsur mikro dan kelumit (trace) didasarkan pada konsentrasi:

Unsur utama (0,05 – 750 mM); Na, Cl, Ca, K, Mg

Unsur minor (0,05 – 50 µM); P dan N

Unsur trace (0,05 – 50 nM); Pb, Hg, Cd.

Logam berat (unsur dengan densitas > 5 g/cm3)

Sumber:

Sungai

Udara

Hidrotermal

Antropogenis

(3)

Sungai

Pelapukan

Bentuk : Partikel dan Terlarut

Karakteristik:

o Terabsorpsi pada mineral liat.

o Terdesorpsi dengan

peningkatan ionic strength.

o Terpresipitasi thd

peningkatan ionic strength dan pH (oxyhidroksida dan koloid metalorganik)

(4)

Udara

• Komponen debu dan debris

• Input utama di laut As dan Pb.

• Sumber

utama pada mid-ocean gyres

(5)

Hidrotermal

Fluida berasosiasi

dengan pusat tektonik

Pengkayaan trace metal saat air laut terpanaskan akibat kontak dengan magma.

Sebagian besar metal terpresipitasi sebagai sulfida

Hidrothermal

(6)

Komposisi Unsur di Batuan

(7)

Antropogenis

Akibat aktifitas manusia masuk ke laut melalui transport sungai dan atmosfer.

Transport lain

Penimbunan, ledakan bom atom, oil-drilling

Aktifitas Manusia

(8)

Masukan Unsur Trace

(9)

Konsep Residence Time

Waktu rata-rata unsur berada di laut sebelum keluar ke pengendapan sedimen.

Secara empiris ditunjukkan melalui hubungan

τ = dA

A dt

dimana :

τ = residence time

A = jumlah total unsur tersuspensi/terlarut dalam air.

dA/dt = jumlah unsur masuk atau keluar per waktu

(10)

Beberapa Arti Residence Time

Mencerminkan variasi reaktivitas unsur di air laut (nilai 2.6x10

8

, Na, sampai 100 th, Al).

RT terlama terdapat pada logam alkali dan alkali tanah, cerminkan kurang reaktive.

RT pertengahan (~ 10

3

– 10

4

th), Zn, Mn, Co dan Cu.

RT pendek (~ 10 – 10

3

th), Al, Ti, Cr dan Fe

(11)

Karakteristik Unsur Mikro

Adsorpsi dan Presipitasi

Adpsorpsi terjadi karena mineral liat, logam oxyhidroksida dan bahan organik partikel cenderung memiliki net muatan negatif pada pH air laut, sehingga menarik logam kation.

Adsorpsi menimbulkan proses “scavenging” yang bergantung pada sifat unsur, kelimpahan partikel, konsentrasi terlarut dan kedalaman.

Inkorporasi ke bahan biogenis (jaringan dan skeletal.

Presipitasi akibat kondisi anoxia (logam sulfida di sedimen kaya bahan organik)

(12)

Proses adsorpsi

(13)

Tipe Profil Distribusi Logam

Tipe unsur hara

Tipe Peningkatan di permukaan air

Tipe Peningkatan di tengah kolom air

Tipe Penurunan di tengah kolom air

Tipe Kondisi anoksia

(14)

Tipe Unsur Hara

Ciri Umum

Turun di permukaan

Meningkat di kedalaman

Unsur terlibat dalam proses siklus

biogeokimia (nutrien : nitrat, fosfat dan silika)

Contoh lain: Ni, Cd, Cu

(15)

Tipe Peningkatan di permukaan air

Ciri Umum

Input di permukaan

Penurunan di kedalaman

Diperkirakan masukan dari transport udara atau percampuran horisontal dari sungai atau

sedimen paparan benua.

(16)

Tipe Peningkatan di tengah kolom air

Ciri umum

Sumber logam di

pertengahan kolom air laut (Emisi

Hidrotermal).

(17)

Tipe Penurunan di tengah kolom air

Ciri umum

Sumber logam di

permukaan dan dasar.

Scavenging di tengah kolom air oleh cangkang siliceous.

Unsur membentuk

spesies terlarut reaktive thd partikel

(18)

Tipe Kondisi anoksia

Ciri Umum

Terjadi pada perairan Anoxia seperti:

Sirkulasi terbatas

Keluaran permukaan hidrotermal

Sedimen interstitial (air antara

(19)

Spesiasi Cd dan Pb

Konstata dari Byrne, (1981) dan Byrne

& Miller (1984)

(20)

DASAR SPESIASI UNSUR

Sistem dengan kandungan senyawa padat MgSO

4

= 1 m dan CaF

2

= 1 m dalam air, tentukan konsentrasi ion bebas dari spesies Mg

2+

, Ca

2+

, SO

42-

, F

-

).

Penyelesaian memerlukan kemungkinan terbentuknya senyawa komplek, diasumsikan komplek terlarut

terbentuk adalah MgSO

4

, MgF

+

, CaSO

4

dan CaF

+
(21)

Kesetimbangan Masa

Mg = (Mg

2+

) + (MgSO

4

) + (MgF

+

) = 1

Ca = (Ca

2+

) + (CaSO

4

) + (CaF

+

) = 1

S = (SO

42-

) + (MgSO

4

) + (CaSO

4

) = 1

F = (F

-

) + (MgF

+

) + (CaF

+

) = 2 Diketahui:

K

MgSO4

= 10; K

MgF+

= 18.3

K

CaSO4

= 7.99; K

CaF+

= 3.27

(22)

Hukum Masa

KMgSO4 = (MgSO4)/(Mg2+)(SO42-)

(MgSO4) = KMgSO4(Mg2+)(SO42-) = 10(Mg2+)(SO42-)

KMgF+ = (MgF+)/(Mg2+)(F-)

(MgF+) = KMgF+(Mg2+)(F-) = 18.3(Mg2+)(F-)

Untuk mengawali hitungan nilai ligan diasumsikan tidak terjadi komplek sehingga S = (SO42-) = 1 dan F = (F-) = 2

(23)

Hitungan

(MgSO4) = 10(Mg2+)(SO42-) = 10(Mg2+)

(MgF+) = 18.3(Mg2+)(F-) = 36.6(Mg2+) Mg = (Mg2+) + 10(Mg2+) + 36.6(Mg2+) = 1 (Mg2+) = 0.021 m

Dengan cara yang sama diperoleh

Ca = (Ca2+) + 7.99 (Ca2+) + 6.55 (Ca2+) = 1 (Ca2+) = 0.064 m

Kedua nilai selanjutnya dimasukkan pada S dan F

(24)

Hitungan

Nilai sulfat bebas diperoleh dari

S = (SO42-) + (MgSO4) + (CaSO4)

S = (SO42-) + KMgSO4(Mg2+)(SO42-) + KCaSO4(Ca2+)(SO42-) S = (SO42-) + {10 x 0.021(SO42-)} + {7.99 x 0.064(SO42-) = 1 (SO42-) = 0.58 m

Dengan cara yang sama florida bebas diperoleh

F = (F-) + (MgF+) + (CaF+) = 2

F = (F-) + KMgF+(Mg2+)(F-) + KCaF+ (Ca2+)(F+) = 2 F = (F-) + {18.3 x 0.021(F-)} + {3.27 x 0.064(F-)} = 2 (F-) = 1.3 m

Kedua nilai selanjutnya dimasukkan pada kembali ke Mg dan Ca, untuk

mendapatkan nilai (Mg2+) dan (Ca2+) terkoreksi, perhitungan dilakukan sampai nilai spesiasi yang diperoleh tidak lagi berubah, dan setelah 10 kali pengulangan (iterasi) diperoleh (Mg2+) = 0.05 m, (Ca2+) = 0.15, (SO42-) = 0.37 m (F-) = 0.83 m

(25)

Hasil Iterasi

0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 1.2 1.4

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Konsentrasi Ion Bebas

Pengulangan

Mg2+

Ca2+

SO42-

F-

(26)

Hasil Spesiasi Akhir

Spesies Konsentrasi

Mg2+ 0,050

Ca2+ 0,150

SO42- 0,370

F- 0,830

MgSO4 0,186

MgF+ 0,764

CaSO4 0,555

CaF+ 0,407

Referensi

Dokumen terkait

Slow release fertilizer (SRF) dapat dibuat dengan memasukan unsur mikro tersebut kedalam suatu bahan sebagai carrier. Bahan alami yang dapat digunakan sebagai carrier

Penambahan larutan EDTA 0,01 % juga berperan dalam mengoptimalkan pemekatan terhadap logam-logam unsur hara mikro yang tidak dapat berinteraksi pada saat penambahan CaO

Kondisi oseanografi perairan pantai Propinsi Lampung yang disajikan berikut ini diawali dengan kondisi umum perairan, dilanjutkan dengan keadaan batimetrinya, pasang surut,

Luaran dari Percobaan Tahun II adalah penemuan 2 – 3 formula POTP baru dengan unsur mikro untuk mengurangi aplikasi pupuk sintetik N dan K hingga 50%

Defisiensi unsur hara, atau kata lain kekurangan unsur hara, bisa menyebabkan pertumbuhan tanaman yg tidak normal dapat disebabkan oleh adanya defisiensi satu atau lebih unsur hara,

Defisiensi unsur hara, atau kata lain kekurangan unsur hara, bisa menyebabkan pertumbuhan tanaman yg tidak normal dapat disebabkan oleh adanya defisiensi satu atau lebih unsur

Fluktuasi kandungan unsur-unsur, senyawa, dan gas-gas dalam air danau kawah dengan gejala penurunan konsentrasi ketiga komponen kimiawi tersebut selama periode 1990 – 2005,

Oseanografi ITB telah menjalin kemitraan dengan berbagai instansi/institusi pemerintah dan swasta dalam penggunaan hasil kajian oseanografi di perairan Indonesia dalam berbagai bidang