Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan alat peraga sederhana terhadap hasil belajar fisika siswa kelas XI MIA SMA Negeri 12 Kerinci. Berdasarkan penjelasan di atas, penulis tertarik untuk melihat apakah terdapat pengaruh model pembelajaran bertanya terbimbing berbantuan alat peraga sederhana terhadap hasil belajar fisika siswa. Untuk itu akan dilakukan penelitian lebih lanjut yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Alat Peraga Sederhana Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa”.
Dari analisis data tes akhir dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan alat peraga sederhana terhadap hasil belajar fisika siswa XI. selama tahun ajaran.
TINJAUAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDIAL PADA MATA PELAJARAN FISIKA KELAS VIII SMP XAVERIUS
LUBUKLINGGAU
Apabila setelah remediasi masih ada siswa yang belum mencapai ketuntasan, maka guru akan memberikan tugas dengan cara mengulang soal tes di rumah. Jika dilihat dari faktor siswa yang menghambat pelaksanaan remediasi adalah kurangnya keseriusan siswa dalam pelaksanaan remediasi. Jika masih ada siswa yang mengikuti remediasi namun belum tuntas, guru akan memberikan tugas individu kepada siswa berupa soal tes sebelumnya.
Remediasi dilakukan di luar jam sekolah yaitu pada jam sekolah, sehingga masih terdapat siswa yang tidak menerima pelajaran remedial.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PBL BERBANTUAN MEDIA GOOGLE CLASSROOM TERHADAP HOTS, MOTIVASI DAN MINAT
PESERTA DIDIK
Hasil belajar kognitif siswa diukur berdasarkan taksonomi Bloom revisi yang meliputi analisis (C4), evaluasi (C5) dan mencipta atau kreativitas (C6). Daya pembeda suatu instrumen adalah kemampuan instrumen tersebut dalam membedakan antara siswa yang pintar (berkemampuan tinggi) dan siswa yang tidak pintar (berkemampuan rendah). Ha : Terdapat pengaruh penerapan PBL berbantuan media pembelajaran GC terhadap HOTS pada siswa SMA Manokwari.
Penerapan model pembelajaran di kelas menyatakan terdapat pengaruh terhadap hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran PBL berbantuan media GC pada mata pelajaran fisika siswa versus HOTS sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil N-win menunjukkan bahwa setelah diberikan perlakuan siswa mempunyai nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Nilai N-gain tersebut berarti dampak penerapan model pembelajaran PBL dengan bantuan media GC terhadap HOTS siswa berada pada tingkat tinggi. Hal ini memerlukan bimbingan pendidik dan peran aktif siswa yang rutin melakukan latihan. Analisis angket persepsi juga dilakukan untuk mengetahui motivasi dan minat siswa terhadap pembelajaran yang ditawarkan.
Ukuran orang sebesar 0,58 lebih besar dari 0,00 yang juga menunjukkan bahwa siswa secara umum mempunyai motivasi yang baik dalam proses belajar. Data yang diperoleh di atas menunjukkan bahwa tingkat motivasi siswa yang menerapkan model PBL berbantuan media GC cukup baik. Ukuran orang sebesar 0,08 lebih besar dari 0,00 juga mendukung pernyataan di atas karena hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa secara umum mempunyai minat belajar yang baik.
Sekolah dapat menggunakan model pembelajaran lain untuk meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah.
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2
MUARA BELITI
Contoh model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah metode eksperimen. Sagala (dalam Puryadi, 2017) mengartikan metode eksperimen sebagai cara penyajian pembelajaran, memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukannya sendiri. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka dipandang perlu untuk melakukan penelitian tentang “Penerapan Metode Eksperimen Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Muara Beliti”.
Menurut Schoenherr (dalam Mulyani, 2015), metode eksperimen merupakan metode yang cocok untuk pembelajaran IPA, karena metode eksperimen dapat memberikan kondisi pembelajaran yang secara optimal mengembangkan kemampuan berpikir dan kreativitas. Sedangkan Ahmadi (dalam Tarmizi et al., 2017) menyatakan bahwa metode eksperimen adalah suatu cara penyajian pembelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sesuatu yang telah dipelajarinya. Deskripsi dan Analisis Data Pre-test Sebelum melaksanakan metode eksperimen, peneliti terlebih dahulu melakukan tes awal (pre-test) kelas XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen yaitu tes.
Kemampuan terminal yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan terminal yang dimiliki siswa setelah menjalani perlakuan dengan metode eksperimen. Data aset akhir ini diperoleh melalui post-test. Dibandingkan dengan pre-test, rata-rata nilai yang diperoleh siswa mengalami peningkatan sebesar 32,83. Pada pre-test tidak ada atau (0%) siswa yang tuntas dan pada post-test terdapat 27 siswa atau 90% siswa yang tuntas setelah mengikuti pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen dengan rata-rata tes post-test skor 77,27. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan akhir siswa kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 2 Muara Beliti setelah pembelajaran fisika dengan menggunakan metode eksperimen meningkat secara signifikan. Berdasarkan ketentuan perhitungan statistik mengenai uji-t dengan tingkat kepercayaan α = 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima karena thitung > ttabel yang berarti hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran fisika dengan metode eksperimen mengalami peningkatan. .
Penggunaan Metode Eksperimen untuk Meningkatkan Hasil Belajar Rangkaian Listrik Seri dan Paralel pada Pembelajaran IPA Siswa Kelas VI SD Negeri 3 Karanggandu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Tahun Ajaran. 2017. Penggunaan Metode Eksperimental untuk Meningkatkan Sikap Sains dan Hasil Belajar Siswa (Studi Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SD Negeri Gugus II Taba Penanjung Bengkulu Tengah).
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR FISIKA SISWAKELAS X SMA NEGERI 3
LUBUKLINGGAU TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Berdasarkan penjelasan dan berbagai permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di SMA Negeri 3 Lubuklinggau dengan judul “Efektivitas pendekatan saintifik terhadap hasil belajar fisika kelas X SMA Negeri 3 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2018/2019” . Observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar afektif (aktivitas siswa) selama praktikum pada proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik. Lembar observasi terdiri dari 13 item yang digunakan untuk menilai aktivitas siswa selama proses pembelajaran pada pertemuan ketiga dan keempat dengan menggunakan.
Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada pertemuan ketiga dan keempat dengan menggunakan pendekatan saintifik dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa setelah penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran fisika siswa kelas X SMA Negeri 3 Lubuklinggau tahun pelajaran 2018/2019 aktivitas siswa mengalami peningkatan. Proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran saintifik dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa untuk mengenal dan memahami berbagai materi dengan menggunakan pendekatan saintifik yang informasinya dapat datang dari mana saja, kapan saja dan tidak bergantung pada informasi dari guru.
Peneliti berharap setelah melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, siswa akan lebih aktif dalam memperoleh informasi tentang materi. Pada pertemuan ini diketahui rata-rata analisis siswa selama proses pembelajaran pada saat praktikum menggunakan pendekatan saintifik sebesar 61,02%. Kemudian pada pertemuan keempat peneliti menjelaskan materi tentang pengukuran (pengukuran dan waktu) dimana proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dengan melakukan kegiatan praktik.
Hasil analisis rata-rata aktivitas siswa selama proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik sebesar 76,06% dengan kategori sangat aktif. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa meningkat setelah diterapkannya pendekatan Saintifik pada kelas X pendidikan jasmani di SMA Negeri 3 Lubuklinggau tahun ajaran 2018/2019.
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN FISIKA SISWA KELAS X SMAN 3 LUBUKLINGGAU
TAHUN PELAJARAN 2018/2019
- Deskripsi DataPre-test
- Uji Normalitaspre-test
- Rata-rata dan Simpangan Baku Berdasarkan hasil perhitungan data tes
- Uji Normalitas Data Post-test
- Uji Hipotesis
Lubuklinggau pada tanggal 5 September 2018 sampai dengan 5 Oktober 2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Tujuan dari post-test adalah untuk mengetahui kemampuan akhir siswa setelah diberikan perlakuan dengan model metode eksperimen. Berdasarkan tabel 4 diatas terlihat nilai rata-rata sebesar 86,27, standar deviasi sebesar 9,62, nilai tertinggi sebesar 100, nilai terendah sebesar 59 dan selisih nilai sebesar 41 yang berarti rata-rata hasil belajar siswa setelah menggunakan metode eksperimen secara signifikan sempurna.
Ha : μ ≥ 75 : Rata-rata nilai belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 3 Lubuklinggau setelah diterapkan metode eksperimen sebesar atau sama dengan 75. Metode eksperimen kurang dari 75. Dengan kata lain hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat disimpulkan diterima benar yang artinya “Hasil Belajar Fisika Kelas
Nilai rata-rata siswa secara keseluruhan adalah 20,30 sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil pre-test sebelum penerapan metode eksperimen kurang tuntas. Setelah melakukan tes awal (pre-test) yang dilakukan pada tanggal 12 September 2018 yang diikuti oleh 36 siswa, peneliti kemudian menawarkan perlakuan dengan menerapkan metode eksperimen. Dimana nilai yang dihipotesiskan adalah (μ0 = 75), maka pada pre-test sebesar 20,30 < 75 sehingga hasil belajar fisika siswa kurang tuntas dan pada post-test nilainya 86,27 > 75 sehingga pembelajaran fisika siswa tidak tuntas. . hasil setelah menerapkan metode eksperimen secara sistematis jelas lengkap.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai pre-test kelas eksperimen adalah 20,30 dan kelas kontrol adalah 18,52 setelah diberikan treatment, terdapat perbedaan hasil belajar siswa setelahnya. berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. menggunakan metode eksperimen. Dampak model pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan metode eksperimen terhadap hasil belajar fisika kelas
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN LAMPU OTOMATIS TERHADAP HASIL DAN MOTIVASI BELAJAR
MAHASISWA PADA MATA KULIAH FISIKA LISTRIK
Sedangkan menurut (Maryam et al, 2019) media pembelajaran merupakan strategi untuk meningkatkan minat siswa dan hasil belajar yang lebih efektif. Faktor yang mempengaruhi motivasi belajar antara lain penggunaan media pembelajaran oleh dosen dalam proses pembelajaran di kelas. Salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi belajar mahasiswa program studi teknik komputer STMIK Dian Cipta Cendikia, sehingga mendorong peneliti melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Cahaya Otomatis Pada Mata Kuliah Fisika Listrik Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Mahasiswa.
Media pembelajaran atau media yang mempunyai ciri atau bentuk konsep suatu materi pembelajaran yang digunakan untuk mendemonstrasikan materi pembelajaran agar materi pembelajaran lebih mudah dipahami (Asyhar, 2011). Tujuan pemberian angket kepada siswa adalah untuk mengetahui informasi/data lengkap berupa pertanyaan atau pernyataan tertulis yang dapat dijawab oleh responden dan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara media pembelajaran lampu otomatis dengan peningkatan motivasi belajar. Teknik analisis data menggunakan uji-t yang bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh penggunaan media pembelajaran cahaya otomatis terhadap peningkatan motivasi.
H0 : Tidak terdapat perbedaan pengaruh penggunaan media pembelajaran cahaya otomatis pada mata kuliah elektrofisika terhadap hasil belajar dan motivasi mahasiswa. H1 : Terdapat perbedaan dampak penggunaan media pembelajaran cahaya otomatis pada mata kuliah elektrofisika terhadap hasil belajar dan motivasi mahasiswa. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan Ho ditolak atau terdapat perbedaan pengaruh penggunaan media pembelajaran cahaya otomatis pada mata pelajaran elektrofisika terhadap hasil belajar dan motivasi siswa.
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran Cahaya Otomatis pada mata kuliah Fisika Listrik terhadap motivasi dan hasil belajar mahasiswa program studi Teknik Komputer STMIK Dian Cipta Cendikia Kotabumi. Pengaruh tersebut ditunjukkan dengan tingginya nilai korelasi media pembelajaran cahaya otomatis terhadap motivasi belajar siswa dan juga peningkatan rata-rata nilai ujian.