• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untitled - Teknokrat Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Untitled - Teknokrat Repository"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena rahmat dan penyertaan-Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan skripsi ini. Penulisan laporan skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana pada Program Studi S1 Teknologi Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia. Penulis menyadaribahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, sangatlah sulit bagi penulis untuk menyelesaikan laporan ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih

kepada:

1) Bapak Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., selaku Rektor Universitas Teknokrat Indonesia.

2) Bapak Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., selaku Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia.

3) Bapak Andi Nurkholis, S.Kom., M.Kom. selaku Ketua Program Studi S1 Teknologi Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia.

4) Bapak A. Ferico Octaviansyah, S.Kom., M.Kom selaku Dosen Pembimbing yang telah menyediakan waktu, tenaga, pikiran untuk membimbing penulis menyelesaikan skripsi ini.

5) Bapak Andi Nurkholis, S.Kom., M.Kom. selaku Dosen Penguji yang telah menyediakan waktu untuk menguji penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

Akhir kata, penulis berharap semoga Tuhan Yang Maha Esa berkenan membalas segala kebaikan semua pihak yang telah membantu dan semoga Skripsi ini membawa manfaat bagi pengembangan ilmu.

Bandarlampung, 20 Juni 2022 Penulis

(7)

vii DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL………..i

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

LEMBAR PENGESAHAN... iii

LEMBAR PERNYATAAN ... iv

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

ABSTRACT ... xiii

INTISARI... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah ...3

1.3 Batasan Masalah ...3

1.4 Tujuan Penelitian ...3

1.5 Manfaat Penelitian ...4

BAB II LANDASAN TEORI ... 5

2.1 Tinjauan Pustaka ...5

2.1.1 Literatur 1...5

2.1.2 Literatur 2...6

2.1.3 Literatur 3...7

2.1.4 Literatur 4...7

2.1.5 Literatur 5...8

2.1.6 Literatur 6...8

2.1.7 Literatur 7...9

2.2 Absensi ...9

2.3 Location Based Service ...10

2.4 Global Position System ...11

2.5 Metode Pengembangan Sistem...11

2.5.1 Metode Rapid Application Development ...11

2.6 Unified Modelling Language (UML) ...14

2.7 Analisis PIECES...16

2.8 Android Studio ...18

2.9 Visual Studio Code ...18

2.10 Object Oriented Programming ...19

2.11 My SQL ...19

2.12 Pengujian ISO 25010...20

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 22

3.1 Kerangka Penelitian...22

3.2 Tahapan Penelitian ...22

3.3 Objek Penelitian ...24

3.4 Metode Pengumpulan Data ...24

3.4.1 Wawancara...24

3.5 Alat Penelitian ...25

(8)

viii

3.5.1 Hardware (Perangkat Keras) ...25

3.5.2 Software (Perangkat Lunak) ...25

3.6 Studi Literatur...26

3.7 Desain Sistem ...26

3.7.1 Use Case Diagram...26

3.7.2 Activity Diagram...27

3.7.3 Class Diagram ...41

3.8 Analisis PIECES...42

3.9 Pengembangan Sistem ...44

BAB IV IMPLEMENTASI ... 49

4.1 Implementasi ...49

4.2 Implementasi Antarmuka ...49

4.2.1 Implementasi Antarmuka Form Login ...49

4.2.2 Implementasi Antarmuka Form Utama ...50

4.2.3 Implementasi Antarmuka Form Input...52

4.2.4 Implementasi Antarmuka Form Output ...61

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ... 64

5.1 Pengujian Sistem ...64

5.1.1 Pengujian Aspek Functional Suitability ...64

5.1.2 Pengujian Aspek usability...66

5.2 Hasil Pengujian...67

5.2.1 Hasil Pengujian Aspek Functional Suitability ...67

5.2.2 Hasil Pengujian Aspek Functional Usability ...70

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN... 72

6.1 Kesimpulan ...72

6.2 Saran ...72

LAMPIRAN ... 75

(9)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1 Daftar Literatur ...5

Tabel 3. 1 Penjelasan Use Case ...27

Tabel 5. 1 Bobot Peniliaan ...64

Tabel 5. 2 Bobot Peniliaan ...64

Tabel 5. 3 Angket Pengujian Aspek Suitability ...65

Tabel 5. 4 Angket Pengujian Aspek Usability ...66

Tabel 5. 5 Angket Pengujian Aspek Suitability (Hasil) ...67

Tabel 5. 6 Rekap Data Pengujian Aspek Functional Suitability ...69

Tabel 5. 7 Rekap Data Pengujian Aspek Security ...69

Tabel 5. 8 Simpulan Pengujian Functional Suitability ...69

Tabel 5. 9 Angket Pengujian Aspek Usability (Hasil) ...70

Tabel 5. 10 Rekap Data Pengujian Aspek Functional Usability ...70

Tabel 5. 11 Kriteria Presentase Tanggapan Responden Terhadap Skor...71

(10)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Tahapan Metode Rapid Application Development ...12

Gambar 2. 2 Contoh Activity Diagram ...14

Gambar 2. 3 Contoh Use Case Diagram ...15

Gambar 2. 4 Contoh Class Diagram ...16

Gambar 3. 1 Kerangka Penelitian ...22

Gambar 3. 2 Tahapan Penelitian...23

Gambar 3. 3 Use case sistem Absensi SMA Negeri 2 OKU Tanzania ...26

Gambar 3. 4 Activity Diagram Login ...28

Gambar 3. 5 Activity Diagram Input Data Siswa ...29

Gambar 3. 6 Activity Diagram Input Data Semester ...30

Gambar 3. 7 Activity Diagram Input Data Guru...31

Gambar 3. 8 Activity Diagram Input Data Matapelajaran ...32

Gambar 3. 9 Activity Diagram Input Data Kelas...33

Gambar 3. 10 Activity Diagram Melhat Absen ...34

Gambar 3. 11 Activity Diagram Membuat Laporan Absensi ...35

Gambar 3. 12 Activity Diagram Mengisi Absensi...36

Gambar 3. 13 Activity Diagram Mengisi Izin/Sakit ...37

Gambar 3. 14 Activity Diagram Melihat Jadwal ...38

Gambar 3. 15 Activity Diagram Melihat Histori Absen...39

Gambar 3. 16 Activity Diagram Merubah Password...40

Gambar 3. 17 Activity Diagram Logout ...41

Gambar 3. 18 Class Diagram Aplikasi Absensi SMA Negeri 2 OKU Tanzania .42 Gambar 3. 19 Halaman Login ...45

Gambar 3. 20 Menu Home ...45

Gambar 3. 21 Halaman Absen...46

Gambar 3. 22 Halaman Izin ...46

Gambar 3. 23 Halaman Jadwal ...47

Gambar 3. 24 Halaman Ubah Password...47

Gambar 4. 1 Tampilan Antarmuka Form Login User ...49

Gambar 4. 2 Tampilan Antarmuka Form Login Admin ...50

Gambar 4. 3 Tampilan Antarmuka Form Utama User ...51

Gambar 4. 4 Tampilan Antarmuka Form Utama Admin...51

Gambar 4. 5 Tampilan Antarmuka Form Utama view Absensi Admin ...52

Gambar 4. 6 Tampilan Antarmuka Form Input Scan Qr Code User ...53

Gambar 4. 7 Tampilan Antarmuka Form Input Absensi User...54

Gambar 4. 8 Tampilan Antarmuka Form Input Data Semester...54

Gambar 4. 9 Tampilan Antarmuka Form Input Data Semester (Lanjutan) ...55

Gambar 4. 10 Tampilan Antarmuka Form Input Data Kelas ...55

Gambar 4. 11 Tampilan Antarmuka Form Input Data Kelas (Lanjutan) ...56

Gambar 4. 12 Tampilan Antarmuka Form Input Data Matapelajaran...56

Gambar 4. 13 Tampilan Antarmuka Form Input Data Matapelajaran (Lanjutan)57 Gambar 4. 14 Tampilan Antarmuka Form Input Data Guru ...57

Gambar 4. 15 Tampilan Antarmuka Form Input Data Guru (Lanjutan) ...58

(11)

xi

Gambar 4. 16 Tampilan Antarmuka Form Input Data Siswa...58

Gambar 4. 17 Tampilan Antarmuka Form Input Data Siswa (Lanjutan)...59

Gambar 4. 18 Tampilan Antarmuka Form Input Data Qr Code ...59

Gambar 4. 19 Tampilan Antarmuka Form Input Data Jadwal ...60

Gambar 4. 20 Tampilan Antarmuka Form Input Data Jadwal (Lanjutan) ...60

Gambar 4. 21 Tampilan Antarmuka Form Output Histori User...61

Gambar 4. 22 Tampilan Antarmuka Form Output Laporan Admin ...62

Gambar 4. 23 Tampilan Antarmuka Form Output Laporan Admin (Lanjutan) ...62

Gambar 4. 24 Tampilan Antarmuka Form Output Laporan Admin (Lanjuan) ....63

(12)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Dokumentasi Surat Izin Penelitian...76

Lampiran 2 Dokumentasi Kegiatan Wawancara ...77

Lampiran 3 Dokumentasi Hasil Wawancara ...78

Lampiran 4 Dokumentasi Hasil Wawancara (Lanjutan) ...79

Lampiran 5 Dokumentasi Hasil Wawancara (Lanjutan) ...80

Lampiran 6 Pengujian Terhadap Mahasiswa ...81

Lampiran 7 Pengujian Terhadap Mahasiswa (Lanjutan)...82

Lampiran 8 Pengujian Terhadap Mahasiswa (Lanjutan)...83

Lampiran 9 Pengujian Terhadap Mahasiswa (Lanjutan)...84

(13)

xiii ABSTRACT

THE APPLICATION OF GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) TECHNOLOGY IN ANDROID BASED PRESENCE APPLICATIONS

(CASE STUDY: SMA NEGERI 2 OKU TANZANIA) Oleh

ADITYA DWI PRASETYO 18313017

Attendance that we know is an important role in every educational institution. Absent Students aim to monitor student attendance levels and educate students for discipline. High School (SMA) Negeri 2 Oku Tanzania has problems related to recording student absenteeism which is currently done manually on paper, so that it can improve the quality of attendance data processing, service quality and systems in schools. This study aims to build applications Android-based attendance that can be used on teacher and student mobile devices. There are many ways to solve current problems, one of which is making a location-based attendance application system by utilizing the GPS feature that can be used on Android. The programming languages used in the system development are Java and PHP (PHP:

Hypertext Preprocessor) using React Native with Android Studio & Visual Studio tools as editors for writing Java code and PHP, HTML. Thus, with this research it can help schools and students in facilitating students in carrying out attendance activities accurately. In the research that will be carried out using the Rapid Application Development (RAD) method and to test the feasibility of the system using the ISO 25010 method.

Keyword: Presence,GPS,RAD, PHP, HTML, MySQL,ISO 25010.

(14)

xiv INTISARI

PENERAPAN TEKNOLOGI GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) PADA APLIKASI PRESENSI BERBASIS ANDROID

(STUDI KASUS: SMA NEGERI 2 OKU TANZANIA) Oleh

ADITYA DWI PRASETYO 18313017

Absensi yang kita ketahui merupakan bagian peranan penting dalam setiap instansi pendidikan. Absen Siswa bertujuan untuk memonitor tingkat kehadiran siswa dan mendidik siswa untuk disiplin. Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Oku Tanzania memiliki masalah yang berkaitan dengan Pencatatan absen siswa yang saat ini dilakukan secara manual di atas kertas dapat diperbaiki, sehingga dapat meningkat mutu pengolahan data presensi, mutu layanan dan sistem di Sekolah.Penelitian ini bertujuan membangun aplikasi Absensi berbasis Android yang dapat digunakan pada perangkat handphone guru dan siswa. Terdapat banyak cara untuk menyelesaikan permasalahan saat ini, salah satunya membuat sistem aplikasi absensi berbasis lokasi dengan memanfaatkan fitur GPS yang dapat digunakan pada Android. Bahasa pemograman yang digunakan dalam pembangunan sistem adalah Java dan PHP (PHP: Hypertext Preprocessor) menggunakan react native dengan tools Android Studio & Visual Studio sebagai editor penulisan code Java dan PHP, HTML. Dengan demikian, dengan adanya penelitian ini dapat membantu Sekolah dan Siswa dalam memudahkan Siswa dalam melakukan kegiatan absensi secara akurat. Dalam penelitian yang akan dilakukan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) dan untuk menguji kelayakan sistem menggunakan metode ISO 25010.

Kata Kunci: Absensi,GPS, RAD, PHP, HTML,MySQL,ISO 25010.

(15)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini sangat banyak membawa dampak terbatasnya pergerakan manusia akibat social distancing dan physical distancing, menjadikan Information Technology memiliki peran sangat penting, dan sebagai solusi untuk mengatasi pembatasan ini, diantaranya absensi di sekolah-sekolah.

Terkait dengan adanya pandemic ini kenapa kita tidak memakai fingerprint. Karena fingerprint itu membutuhkan kontak fisik, yang berpotensi sangat besar menularkan virus covid itu sendiri.

Pengaruh perkembangan Teknologi Informasi saat ini sudah menjangkau ke berbagai semua bidang pendidikan, kebutuhan informasi yang sangat akurat, tepat dan cepat dalam penyajian data yang sangat lengkap merupakan salah satu tujuan yang penting. Untuk ini smartphone sangat berperan aktif dalam segala suatu bidang dan akan mempermudah pekerjaan manusia. Informasi sangat penting sekali bagi semua orang, dengan adanya informasi ini akan terjadi pula timbal balik pada kemajuan baik di segala bidang. Dari adanya sebuah kemajuan tersebut maka akan terjadi sebuah perubahan, dan juga perubahan yang akan terjadi jika adanya informasi yang dibuat dan dengan adanya sebuah teknologi informasi maka akan dikembangkan lagi sebuah penemuan yang baru (Fachrival Mustari, 2018).

Absensi menurut (Eko Budi Setiawan, 2015) merupakan suatu proses pencatatan kehadiran dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam sekolah.

Kehadiran perkuliahan yang dicatat bukan hanya mahasiswa saja, tetapi juga dosen sebagai pendidik kehadirannya melakukan pengajaran di kelas juga ikut dicatat.

Pada hasil wawancara, menurut Bapak Rofiqi, M.OR. absensi di SMA Negeri 2

(16)

Oku Tanzania ini masih menggunakan cara yang manual (tanda tangan), cara seperti ini sangatlah meragukan bagi suatu Lembaga Pendidikan karena tingkat kedisiplinan ini tidak dapat dikontrol dan dapat disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, bisa dibilang memalsukan, apalagi dimasa pandemi ini susah untuk melakukan absensi pada saat dirumah dan kerugian lain yang ada adalah pada saat rekapitulasi data yang masih memakan banyak waktu dan tenaga.

Terdapat banyak hal yang dapat menyelesaikan permasalahan ini, salah satunya dengan cara membuat system aplikasi berbasis lokasi dengan memanfaatkan fitur GPS yang terdapat pada Android/Smartphone.

Dalam pembangunan aplikasi absensi berbasi lokasi ini akan menerepkan metode Rapid Application Development (RAD) dan metode Location Based Service (LBS). Rapid Application Development merupakan metode pengembangan system dengan pendekatan prototyping yang dirancang untuk menghasilkan system yang berkualitas tinggi dengan relatif yang sangat cepat serta biaya yang rendah. Lalu metode Location Based Service digunakan untuk mengakses layanan informasi yang digunakan user dengan perangkat smartphone melalui koneksi jaringan untuk memetakan lokasi dimana untuk menentukan lokasi keberad aannya (Mohammad Arya Rosyd Sikumbang, 2020).

Berdasarkan pemaparan diatas, maka akan dibangun sebuah aplikasi untuk melakukan absensi berbasi lokasi dengan menggunakan fitur GPS pada Android, yang menerapkan metode Rapid Application Development (RAD) dan metode Location Based Service (LBS). Jadi penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk membantu siswa yang ingin melakukan absensi baik di sekolah maupun dirumah.

Maka dengan ini, penulis mengangkat sebuah judul “Penerapan Teknologi Global

(17)

Positioning System (GPS) Pada Aplikasi Presensi Berbasis Android (Studi Kasus: Sma Negeri 2 Oku Tanzania)”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, rumusan penelitian masalah dalam penelitian ini adalah:

Bagaimana menerapkan Global Positioning System dalam membangun aplikasi absensi berbasis android pada SMA Negeri 2 OKU Tanzania yang dapat mengakses lokasi siswa secara akurat?

1.3 Batasan Masalah

Terdapat Batasan masalah pada penelitian adalah sebagai berikut:

1. Aplikasi absensi ini menyediakan informasi tentang data absensi siswa, data kelas, dan data mata pelajaran, dan data ruang kelas.

2. Pembuatan aplikasi absensi ini menggunakan Bahasa pemograman PHP native, Java, dan database MySQL.

3. Aplikasi ini minimal dapat digunakan pada system operasi Android versi Lolipop.

4. Aplikasi absensi ini hanya mengakses lokasi asli keberadaan user saat ingin melakukan absensi.

5. Pada system ini hanya dapat mengakses lokasi menggunakan fitur GPS.

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, adapun tujuan melakukan penelitian ini adalah:

Menerapkan teknologi global positioning system dalam membangun aplikasi absensi berbasis android pada SMA Negeri 2 OKU Tanzania.

(18)

1.5 Manfaat Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, manfaat penulis melakukan penelitian ini adalah:

1. Merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan masa studi S1 di Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia.

2. Dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam pengembangan teknologi informasi khususnnya dalam pembuatan system.

3. Dapat memudahkan para siswa dan guru d alam melakukan absensi saat disekolah maupun dirumah secara akurat.

(19)

BAB II

LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka

Berikut ini adalah beberapa tinjauan pustaka yang dilakukan oleh penulis pada penelitian sebelumnya untuk menjadi pendukung penelitian yang sedang dilakukan dapat dilihat pada Tabel 2.1.

Tabel 2. 1 Daftar Literatur

2.1.1 Literatur 1

Beberapa kesimpulan dapat diambil dari penelitian ini.

1. Saat melakukan verifikasi terhadap absensi dengan menggunakan kode barcode melalui aplikasi android, kelemahan aplikasi absensi manual ini dapat diatasi dengan menggunakan formulir absensi yang ada di kertas sehingga data absensi dapat terdata dengan baik dan akurat.

No Nama Peneliti Tahun Judul

1 (Fitri Ayu, Ari

Mustofa) 2020

Sistem Aplikasi Absensi Menggunakan Teknologi Barcode Scanner Berbasis Android

2

(Uci Rahmalisa, Yuda Irawan, Refni

Wahyuni)

2020

Aplikasi Absensi Guru Pada Sekolah Berbasis Android dengan Keamanan Qr Code

3 (Nur Rubiati, Sahara

Widya Harahap) 2019

Aplikasi absensi Siswa Menggunakan Qr Code dengan Bahasa Pemrograman Php Di Smkit Zunurain Aqila Zahra Di Pelintung

4

(Sherly Christina, Enny Dwi Oktaviyani, Deddy

Ronaldo, Rosya M.

Zaini)

2019 Aplikasi Absensi Siswa Berbasiskan Android

5 (Fachrival Mustari)

2018

Aplikasi Absensi Guru Pada Sekolah Berbasis Android

6 (Sukatmi, Endah Septia

Pitri) 2018

Aplikasi Absensi Siswa Berbasis Web Dengan Dukungan Sms Gateway pada Smk Kridawisata Bandar Lampung 7

(Billy B. Sumolang, Steven R. Sentinuwo, Xaverius B. N. Najoan)

2018 Aplikasi Absensi Jemaat Berbasis Android

(20)

2. Data kehadiran yang dimasukkan dalam data berupa data siswa, jadwal atau presensi, dan waktu selama prosedur kehadiran sehingga petugas BAAK dan pengguna terkait dapat bergerak dengan cepat diberitahukan dalam prosedur kehadiran.

3. Data absensi disimpan dalam file database yang dapat diakses langsung dari BAAK, sehingga proses rekapitulasi kehadiran menjadi lebih mudah, cepat dan akurat, sehingga tidak perlu lagi perhitungan manual dalam proses rekapitulasi kehadiran.

4. Aplikasi tidak dapat merekam lokasi titik pengguna yang ada (titik peta ) dan tidak terkait dengan masalah keuangan terkait masalah ringkasan kehadiran yang dapat dilihat oleh instruktur (Fitri Ayu, 2020).

2.1.2 Literatur 2

Berdasarkan hasil penelitian pembuatan Aplikasi Absensi Guru Pada Sekolah Berbasis Android Dengan Keamanan Qr Code ini maka dapat diambil kesimpulan yaitu :

1. Penelitian ini menghasilkan Aplikasi Absensi Guru Pada Sekolah Berbasis Android Dengan Keamanan Qr Code yang mana dapat dapat memproses absensi. Dalam hasil uji coba sistem yang telah selesai dan berhasil dibuat, sistem akan segera diimplementasikan pada smartphone Android.

2. Aplikasi ini dapat memberikan informasi tentang absensi dalam bentuk grafik.

Dari kesimpulan yang dijelaskan, maka dapat dikemukakan beberapa saran untuk pengembangan Aplikasi Absensi Guru Pada Sekolah Berbasis Android Dengan Keamanan Qr Code ini yang lebih baik, diantaranya yaitu:

(21)

1. Untuk pengembangan selanjutnya aplikasi ini dapat dibuat untuk menentukan posisi guru yang sedang melakukan pengambilan absensi.

2. Penambahan fitur menarik yang tentunya mengikuti perkembangan teknologi kedepannya.

3. Menambahkan fitur chat pada aplikasi agar admin dapat berkomunikasi dengan guru (Uci Rahmalisa, 2020).

2.1.3 Literatur 3

Berdasarkan hasil penelitian maka dapatdiambil kesimpulan antara lain:

1. Data absensi siswa sudah dapat tersimpan dalam database sehingga mempermudah dalam membuat laporan Daftar kehadiran siswa.

2. Mengintegrasikan informasi dari proses absensi kedalam sistem yang akan dibangundan merancang suatu sistem agar lebih cepat, mudah dan tepat dalam proses absen sisiswa.

3. Kecurangan dalam proses absensi bisa diminimalisir karena tidak menggunakana bsensi secara tertulis (Nur Rubiati, 2019).

2.1.4 Literatur 4

Aplikasi Absensi ini dibangun dengan metode pengembangan perangkat lunak Waterfall. Data absensi yang diinputkan pada aplikasi disimpan oleh sistem pada Google Sheet. Hasil pengujian terhadap fitur-fitur di dalam aplikasi menunjukkan Aplikasi Absensi dapat berfungsi sesuai tujuannya. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah meningkatkan teknik pengelolaan rekamandata absensi. Pengelolaan data absensi dapat dibuat pada suatu sistem basis data, agar data absensi dapat diolah lebih optimal lagi untuk memenuhi kebutuhan pihak sekolah (Sherly Christina, 2019).

(22)

2.1.5 Literatur 5

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian sistem absensi ini mampu memperbaharui metode absensi guru yang telah berjalan pada Sekolah SMP Negeri 1 bulu kumba. Perancangan yang dilakukan telah menghasilkan sebuah Sistem Absensi Guru Menggunakan Qr Code Scanner Berbasis Android yang dapat memproses absensi, selain itu aplikasi ini dapat memproses absensi dengan tepat dan cepat. Dalam hasil uji coba system yang telah selesai dan berhasil dibuat, system akan segera di implementasikan pada smartphone Android.

Saran Aplikasi sistem absensi guru pada sekolah dengan Qr Code menggunakan berbasis android adalah aplikasi absen berbasis android pertama yang dirancang di SMP Negeri 1 Bulu kumba. Oleh karena itu diperlukan pengembangan kearah yang lebih baik untuk meningkatkan keefektifan penggunaan aplikasi. Adapun saran saran terhadap pengembangan aplikasi:

1. Untuk pengembangan selanjutnya aplikasi ini dapat dibuat untuk menentukan posisi guru yang sedang melakukan pengambilanabsen.

2. Penambahan fitur menarik yang tentunya mengikuti perkembangan teknologi kedepannya.

3. Menambahkan fitur chat pada aplikasi agar admindapat dapat berkomunikasi dengan guru (Fachrival Mustari, 2018).

2.1.6 Literatur 6

Database yang dirancang di gunakan untuk menyimpan data presensi siswa sesuai dengan kebutuhan SMK Kridawisata. Aplikasi absensi siswa yang di rancangan merupakan aplikasi berbasis web dengan bahasa pemrograman php, databae MySQL, dan dilengkapi dengan dukungan SMS Gateway untuk

(23)

memberikan informasi kepada wali murid, bagian kesiswaan ataupun pihak pengguna lainnya. Keluaran aplikasi adalah rekapitulasi absensi siswa per hari, per bulan, dan per semester yang digunakan untuk pelaporan kehadiran siswa (Sukatmi, 2018).

2.1.7 Literatur 7

Berdasarkan hasil pengujian sistem yang telah dilakukan untuk aplikasi absensi jemaat berbasis android maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Aplikasi Absensi Jemaat Berbasis Android dengan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) berhasil dibangun. Presensi anggota jemaat dapat di aplikasikan dengan menggunakan android yang dijalankan pada ponsel pintar pada setiap peribadatan di tingkat kolom.

2. Pelaporan persembahan dapat di implementasikan dengan menggunakan android yang dijalankan pada ponsel pintar pada setiap peribadatan di tingkat kolom.

3. Aplikasi dapat berjalan dengan menggunakan koneksi internet (Billy B.

Sumolang, 2018).

2.2 Absensi

Absensi adalah suatu pendataan kehadiran, bagian dari pelaporan aktivitas suatu institusi, suatu komponen institute itu sendiri yang berisi data-data kehadiran yang disusun dan diatur sedemikian rupa sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu di perlukan oleh pihak yang berkepentingan (Wardoyo, dkk 2016). Sedangkan menurut (Arya, dkk 2020) Absensi dapat dikatakan suatu pendataan kehadiran yang merupakan bagian dari aktifitas pelaporan yang ada dalam sebuah institusi. Dalam sebuah perusahaan memerlukan kebijakan terutama tingkat kedisplinan pegawai. Kedisiplinan dari pegawai

(24)

merupakan tolak ukur utama dalam melihat kinerja pegawai berdasarkan kehadirannya di perusahaan. Sebuah perusahaan harus memiliki sistem absensi kehadiran pegawai yang dapat mengatur kehadiran pegawai berdasarkan kewajiban, larangan, dan sanksi apabila kewajiban seorang pegawai tidak ditaati atau dilanggar.

2.3 Location Based Service

Layanan Berbasis Lokasi atau lebih dikenal dengan Location Based Service (LBS) istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan teknologi yang digunakan untuk menemukan lokasi perangkat yang kita gunakan. LBS adalah layanan informasi yang dapat diakses melalui mobile device dengan menggunakan mobile network, yang dilengkapi kemampuan untuk memanfaatkan lokasi dari mobile device tersebut. Terdapat dua unsur utama pada LBS yaitu:

a. Location Manager (API Maps) Menyediakan tools/source untuk LBS, Application Programming Interface (API) Maps menyediakan fasilitas untuk menampilkan, memanipulasi maps/peta beserta feature – feature lainnya seperti tampilan satelit, street (jalan), maupun gabungannya. Paket ini berada pada com.google.adroid.maps.

b. Location Provider (API Location) Menyediakkan teknologi pencarian lokasi yang digunakan oleh device/perangkat. API Location berhubungan dengan data GPS (Global Positioning System) dan data lokasi real-time. API Location berada pada paket android yaitu dalam paket android.location. Dengan Location Manager, kita dapat menentukan lokasi kita saat ini, track gerakan/perpindahan, serta kedekatan dengan lokasi tertentu dengan mendeteksi perpindahan.

(25)

2.4 Global Position System

GPS adalah singkatan dari Global Positioning System merupakan sistem untuk menentukan posisi dan navigasi secara global dengan menggunakan satelit. Sistem yang pertama kali dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat ini digunakan untuk kepentingan militer maupun sipil (Winardi, 2006). GPS adalah satu-satunya sistem satelit navigasi global untuk penentuan lokasi, kecepatan, arah, dan waktu yang telah beroprasi secara penuh didunia saat ini. GPS menggunakan konstelasi 27 buah satelit yang mengorbit bumi, dimana sebuah GPS receiver menerima informasi dari tiga atau lebih satelit tersebut untuk menentukan posisi.

GPS receiver harus berada dalam line-of sight (LoS) terhadap ketiga satelit tersebut untuk menentukan posisi, sehingga GPS hanya ideal untuk diguakan dalam outdoor positioning.

2.5 Metode Pengembangan Sistem

2.5.1 Metode Rapid Application Development

Menurut (Academy, 2020) metode Rapid Application Development salah satu metode pengembangan aplikasi yang kerap dipakai saat ini. Metode ini menekankan dalam proses pembuatan aplikasi berdasarkan pembuatan prototype, iterasi, dan feedback yang berulang-ulang. Dengan begitu, aplikasi yang dibuat bisa dikembangkan dan diperbaiki dengan cepat. Sangat cocok dengan kebutuhan dan perkembangan dunia digital yang super cepat. Seperti yang dikatakan sebelumnya ,metode ini lebih fokus pada pembuatan prototype secara cepat dan mengandalkan feedback dari user, dan keuntungan utama menjalankan metode rapid application development adalah jangka waktu pengembangan lebih cepat dikarenakan feedback dari user cepat didapatkan dan semua perubahan yang dilakukan sesuai hasil

(26)

tersebut. Adapun tahapan Metode Rapid Application Development dapat dilihat pada gambar 2.1.

Gambar 2. 1 Tahapan Metode Rapid Application Development

Berdasarkan Gambar 2.1 ada empat tahapan metode Rapid Application Development yang perlu dilalui Ketika mengembangkan aplikasi. Keempat tahapan itu adalah:

1. Menentukan Project Requirements

Menentukan project requirement merupakan proses awal yang dilakukan untuk menentukan kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk membangun sebuah project, setelah mendapatkan kebutuhan yang jelas, barulah menetukan hal-hal yang mendetail. Contoh seperti tujuan, timeline, dan budget yang diperlukan. Pada intinya, tahapan awal ini berguna untuk memberikan gambaran pada project yang akan di kerjakan nanti.

Pada tahap ini, akan dilakukan pengumpulan informasi dengan melakukan observasi dan wawancara pada pihak SMA Negeri 2 Oku Tanzania untuk mengetahui apa saja kebutuhan dan bagaimana cara mengatasi kebutuhan user tersebut.

(27)

2. Membuat Prototype

Pada tahapan selanjutnya adalah membuat prototype, dimana developer secepat mungkin akan membuat prototype dari aplikasi yang diinginkan. Lengkap dengan fitur dan fungsi yang berbeda-beda. Tujuannya, sekedar untuk memberitahu apakah prototype yang dibuat sudah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan user.

Dan juga nanti akan melibatkan user untuk testing dan memberikan feedback, proses ini memungkinkan untuk mempelajari error yang mungkin akan muncul kedepannya, dan juga tahap ini berguna untuk mengurangi error dan debugging.

3. Rapid Construction dan Pengumpulan Feedback

Pada tahapan ketiga ini pengumpulan feedback yang diberikan oleh user.

Feedback yang dimaksud disini mencakup fitur, fungsi, visual, dan juga interface dari program yang sedang dikembangkan. Setelah itu, Prototype akan dikembangkan lagi sampai klien memberikan persetujuan untuk finalisasi produk.

Dan seperti bahasan sebelumnya, kedua tahapan ini akan diulang terus-menerus, sampai hasilnya maksimal dengan keinginan klien.

4. Implementasi dan finalisasi

Langkah terakhir adalah implementasi hasil feedback yang diberikan user dan membuat project akhir. Dimana tugas utama develover adalah menutupi kekurangan yang mungkin terjadi Ketika proses pengembangan aplikasi nanti, tugas ini penting dikarenakan melakukan optimasi untuk stabilitas aplikasinya, memperbaiki interface, hingga melakukan maintenance dan menyusun dekumentasi.

(28)

2.6 Unified Modelling Language (UML)

Menurut (Booch et al., 1998), Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa standar untuk menulis cetak biru perangkat lunak. UML dapat digunakan untuk memvisualisasikan, menentukan, membangun, dan mendokumentasikan artefak dari perangkat lunak yang intensif sistem.

1. Activity Diagram

Diagram aktivitas menurut (Booch, 2005), adalah jenis diagram statechart khusus yang menunjukkan aliran dari aktivitas ke aktivitas dalam suatu sistem.

Diagram aktivitas membahas tampilan dinamis dari suatu sistem. Diagram ini sangat penting dalam memodelkan fungsi sistem dan menekankan aliran control di antara objek, (Booch, 2005). Adapun contoh Activity Diagram dapat dilihat pada Gambar 2.2.

Gambar 2. 2 Contoh Activity Diagram (Sumber: (Booch, 2005))

(29)

2. Use Case Diagram

Menurut (Booch, 2005), diagram use case menunjukkan satu set use case dan actor (jenis kelas khusus) dan use case saling hubungan. Diagram use case membahas tampilan use case statis dari suatu sistem. Diagram ini sangat penting dalam mengatur dan memodelkan perilaku sistem. Adapun contoh Use Case Digram dapat dilihat pada Gambar 2.3.

Gambar 2. 3 Contoh Use Case Diagram (Sumber: (Booch, 2005))

Diagram use case hanyalah jenis diagram khusus dan memiliki properti umum yang sama seperti mengerjakan diagram lainnya,nama dan konten grafis yang merupakan proyeksi ke dalam model. Apa yang membedakan diagram use case dari semua jenis diagram lainnya adalah konten khususnya.Diagram use case biasanya berisi:

a. Kasus penggunaan b. Aktor

c. Ketergantungan, generalisasi, dan hubungan asosiasi.

(30)

3. Class Diagram

Menurut (Booch, 2005), Diagram kelas adalah diagram yang paling umum ditemukan dalam pemodelan sistem berorientasi objek. Sebuah diagram kelas menunjukkan sekumpulan kelas, antarmuka, dan kolaborasi serta hubungannya.

Adapun contoh activity diagram dapat dilihat pada Gambar 2.4.

Diagram kelas biasanya berisi hal-hal berikut:

a. Kelas b. Antarmuka c. Kalaborasi

d. Ketergantungan, generalisasi, dan hubungan asosiasi.

Gambar 2. 4 Contoh Class Diagram (Sumber: (Booch, 2005)) 2.7 Analisis PIECES

Menurut (Suharto, 2018), “Metode PIECES Untuk mengidentifikasi masalah, maka harus dilakukan analisis terhadap kinerja, informasi, ekonomi, pengendalian, efisiensi, dan pelayanan. Panduan ini dikenal dengan analisis PIECES

(31)

(Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, Service). Analisis dilakukan pada sistem informasi lama yang berupa hard copy seperti brosur apabila band tersebut akan mengadakan pentas. Dari analisis ini biasanya didapatkan beberapa masalah dan akhirnya dapat ditemukan masalah utamanya.

Menurut (Ita Dewi Sintawati, 2020),berikut ini merupakan komponen komponen dari analisis PIECES:

a. Analisis Kinerja Sistem (Performance) Merupakan suatu kemampuan sistem dalam menyelesaikan tugas dengan cepat sehingga sasaran dapat segera tercapai.

b. Analisa Informasi (Information) Hal penting karena dengan informasi tersebut pihak manajemen (marketing) dan user dapat melakukan langkah selanjutnya. Apabila kemampuan sistem informasi baik, maka user akan mendapatkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan sesuai dengan yang diharapkan.

c. Analisis Ekonomi (Economy) Pemanfaatan biaya yang digunakan dari pemanfaatan informasi. Peningkatan terhadap kebutuhan ekonomis mempengaruhi pengendalian biaya dan peningkatan manfaat.

d. Analisis Pengendalian (Control) Analisis ini digunakan untuk membandingkan sistem yang dianalisa berdasarkan pada segi ketepatan waktu, kemudahan akses, dan ketelitian data yang diproses.

e. Analisis Efisiensi (Efficiency) Efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber tersebut dapat digunakan secara optimal. Operasi pada suatu perusahaan dika-takan efisien atau tidak biasanya didasarkan pada tugas dan tanggung jawabdalam melaksanakan kegiatan.

(32)

f. Analisis Pelayanan (Service) Peningkatan pelayanan memperlihatkan kategori yang beragam. Proyek yang dipilih merupakan peningkatan pelayanan yang lebih baik bagi manajemen (marketing), user dan bagian lain yang merupakan simbol kualitas darisuatu sistem informasi

2.8 Android Studio

Android Studio adalah Integrated Development Environment (IDE) yakni software yang bisa digunakan untuk mengembangkan aplikasi android. Android Studio awalnya muncul pada tahun 2013 dan diperkenalkan di acara Google I/O Conference. Software yang dikembangkan oleh JetBrains dan dirilis pertama kali ke publik pada tahun 2014. Android Studio menjadi software resmi yang didukung penuh oleh Google sebagai perusahaan induk Sistem Operasi Android.

2.9 Visual Studio Code

Visual Studio Code (VSCode) ini adalah sebuah teks editor ringan dan handal yang dibuat oleh Microsoft untuk sistem operasi multiplatform, artinya tersedia juga untuk versi Linux, Mac, dan Windows. Teks editor ini secara langsung mendukung bahasa pemrograman JavaScript, Typescript, dan Node.js, serta bahasa pemrograman lainnya dengan bantuan plugin yang dapat dipasang via marketplace Visual Studio Code (seperti C++, C#, Python, Go, Java, dst).

Banyak sekali fitur-fitur yang disediakan oleh Visual Studio Code, diantaranya Intellisense, Git Integration, Debugging, dan fitur ekstensi yang menambah kemampuan text editor. Fitur-fitur tersebut akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya versi Visual Studio Code. Pembaruan versi Visual Studio Code ini juga dilakukan berkala setiap bulan, dan inilah yang membedakan VS Code dengan teks editor-teks editor yang lain.

(33)

2.10 Object Oriented Programming

Menurut (Techtarget, 2018) Object Oriented Programming (OOP) adalah suatu metode pemrograman yang berorientasi pada objek. Program-program yang telah ada merupakan gabungan dari beberapa komponen-komponen kecil yang sudah ada sebelumnya. Hal itu dapat mempermudah pekerjaan seorang programmer dalam melakukan pengembangan program.Objek-objek yang saling berkaitan dan disusun kedalam satu kelompok ini disebut dengan class.

Nantinya, objek-objek tersebut akan saling berinteraksi untuk menyelesaikan masalah program yang rumit.Jika sebelumnya developer harus berfokus pada logic yang akan dimanipulasi, dengan OOP, developer dapat lebih terfokus pada objeknya saja untuk dimanipulasi. Pendekatan ini menawarkan cara yang mudah untuk menangani kerumitan suatu pemrograman.Tujuan utama OOP adalah untuk mengatasi kelemahan pendekatan pemrograman konvensional.

2.11 My SQL

MySQL merupakan sebuah database developer yang juga bersifat free, MySQL banyak digunakan sebagai database karena mudah digunakan dan juga sangat banyak tersedia. MySQL sendiri menggunakan bahasa SQL yang saat ini sudah banyak digunakan.

MySQL merupakan software database yang termasuk paling popular di lingkungan Linux atau Unix, kepopuleran ini ditunjang karena query dari basis data yang saat itu bisa dikatakan paling cepat dan juga memiliki sedikit permasalahan (Wiguna et al., 2019)

(34)

2.12 Pengujian ISO 25010

Menurut (Wattiheluw, dkk., 2019), pengujian ISO 25010 merupakan bagian dari Systems and Software Quality Requirements and Evaluation (SQuaRE) yang merupakan versi lanjutan dari ISO 91261, yang telah direvisi secara teknis dengan menambahka beberapa struktur dan bagian dari standar model kualitas. Tujuan dari penggunaan kualitas ini adalah untuk mengukur sejauh mana produk atau sistem tersebut bisa digunakan oleh pengguna untuk memenuhi kebutuhan dalam mencapai tujuan yang diinginkan dengan efisiensi, efektivitas, kepuasan dalam konteks penggunaan yang spesifik, dan bebas dari resiko.

Menurut (Harun, 2018), ISO 25010 terdiri dari delapan karakteristik yang dibagi menjadi beberapa bagian yang berhubungan dengan sifat-sifat statis perangkat lunak dan sifat dinamis dari sistem komputer, yang dapat ditunjukkan pada gambar dibawah ini:

1. Functional Suitability, merupakan sistem atau produk yang memberikan fungsional untuk memenuhi kebutuhan saat sistem atau produk tersebut digunakan pada keadaan tertentu.

2. Reliability, merupakan tingkat dimana suatu sistem atau produk dapat mempertahankan kinerjanya pada level tertentu ketika digunakan pada keadaan tertentu.

3. Performance Efficiency, merupakan tingkat dimana sistem atau produk menyediakan performa yang baik dengan sejumlah resource yang akan digunakan pada sistem atau produk.

4. Usability, merupakan tingkat dimana pada suatu sistem atau produk mudah dimengerti, mudah dipakai, dan menarik untuk digunakan.

(35)

5. Security, merupakan tingkat dimana pada suatu sistem atau produk menyediakan layanan untuk melindungi akses, penggunaan, modifikasi, pengrusakan, ataupun pengungkapan yang berbahaya.

6. Compatibality, merupakan kemampuan pada suatu komponen atau sistem untuk bertukar informasi.

7. Maintainability, merupakan tingkat dimana pada suatu sistem atau produk dapat dimodifikasi, yang meliputi perbaikan, pengembangan untuk menyesuaikan dengan lingkungan, modifikasi pada kriteria, dan spesifikasi fungsi.

8. Portability, merupakan tingkat dimana pada suatu sistem atau produk dapat dipindahkan dari satu ruang ke ruang lainnya.

(36)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Penelitian

Kerangka penelitian merupakan kumpulan konsep yang tersusun secara sistematis agar tujuan penelitian yang dilakukan menjadi baik. Dari uraian yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka dapat dibuat kerangka penelitiannya yang terdapat pada Gambar 3.1.

Gambar 3. 1 Kerangka Penelitian 3.2 Tahapan Penelitian

Tahapan penelitian adalah level atau tingkatan bisa disebut juga jenjang dalam sebuah aktivitas penelitian. Berikut dibawah ini merupakan tahapan-tahapan penelitian yang dilakukan oleh penulis dapat dilihat pada Gambar 3.2.

Masalah

Belum adanya aplikasi atau sistem absensi berbasis lokasi di SMA Negeri 2 Oku Tanzania

Pendekatan

Pendekatan yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode Rapid Application Development dalam pembuatan aplikasi mobile dengan web server

menggunakan sebuah framework yaitu OOP, dan menggunakan bahasa Java dan PHP.

Usulan

Dengan dibuatkannya sebuah aplikasi absensi berbasis lokasi yang mengimplementasikan Rapid Application Development

Hasil

Menghasilkan sebuah sebuah aplikasi absensi yang berbasis lokasi dengan mengimplementasikan Rapid Application Development yang diharapkan nantinya dapat membantu siswa dan guru dalam melakukan absensi dengan fitur GPS untuk mengakses lokasi yang akurat di SMA Negeri 2 Oku Tanzania

(37)

Gambar 3. 2 Tahapan Penelitian

Pada gambar 3.2, proses pengembangan system menggunakan lima tahapan yaitu:

1. Project Requirements

Ditahapan ini penulis melakukan wawancara dan observasi untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pengguna, dan mengetahui masalah yang dialamin oleh pengguna. Selanjutnya menentukan ide dari permasalahan tersebut.

2. User Design

Tahapan ini merupakan tahapan untuk memutuskan solusi apa yang ingin dibuat untuk menjawab kebutuhan user, serta memutuskan bagaimana

(38)

nantinya sistem dibuat, sampai dengan memutuskan pengujian yang akan digunakan saat sistem telah selesai.

3. Prototype

Pada tahapan ini, selanjutnya membuat suatu bentuk fisik dari suatu ide atau solusi yang dipilih baik berupa, objek, atau storyboard.

4. Construction

Pada tahap ini pengumpulan feedback yang diberikan oleh user, setelah itu prototype akan dikembangkan lagi sampai user memberikan persetujuan untuk finalisasi produk.

5. Implementasi

Pada tahap terakhir ini adalah implementasi hasil feedback dan membuat sitem.

3.3 Objek Penelitian

Objek yang diangkat oleh penulis dalam penelitian ini adalah SMA Negeri 2 Oku Tanzania, yang merupakan jenjang pendidikan menengah pendidikan formal di suatu kota kecil transmigrasi antara baturaja dan martapura yang berada di provinsi palembang.

3.4 Metode Pengumpulan Data 3.4.1 Wawancara

Wawancara adalah sebuah teknik pengumpulan data dengan melakukan interaksi tanya jawab yang dilakukan oleh narasumber dan pewawancara dengan pertanyaan yang sudah disiapkan oleh pewawancara.

Untuk mencari informasi dan mencari masalah apa yang sedang terjadi, penulis melakukan sebuah wawancara yang berguna untuk mengidentifikasi masalah, dan mencari solusi dari hasil wawancara tersebut. Penulis melakukan

(39)

wawancara dengan Waka kesiswaan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam mengembangkan system yang akan dibuat.

3.5 Alat Penelitian

3.5.1 Hardware (Perangkat Keras)

Hardware merupakan sebuah perangkat yang dipasang pada komputer dan tersusun. Perangkat keras yang digunakan pada penelitian ini adalah satu unit laptop yang mempunyai spesifikasi sebagai berikut:

1. Processor Intel(R) Core (TM) i3-6006U CPU @ 2.00GHz 1.99 GHz.

2. GPU: Intel(R) HD Graphichs 520.

3. Memory RAM 8GB.

4. Harddisk 500GB.

5. SSD 128GB.

3.5.2 Software (Perangkat Lunak)

Software merupakan sebuah perangkat yang dijalankan dalam sebuah komputer, dan memberi perintah pada kumputer. Perangkat lunak yang digunakan pada penelitian adalah sebagai berikut:

1. Android Studio, sebagai software pembuatan system.

2. Figma, sebagai pembuatan prototype.

3. XAMPP, sebagai web server.

4. Google Chrome, sebagai web browser untuk menjalankan program dalam bentuk website.

5. Visual Studio Code, sebagai text editor.

6. MySql, sebagai database penyimpanan data.

7. Sistem Operasi Windows 10.

(40)

3.6 Studi Literatur

Pada tahapan ini, penulis melakukan studi literature dengan membaca jurnal, buku, dan dari berbagai sumber lainnya seperti website untuk mendapatkan sebuah landasan teori. Setelah membacanya, penulis melakukan pengkajian terhadap jurnal, buku, dan lain-lain yang berkaitan dengan sistem pengaduan yang nantinya akan menjadi acuan pada saat penelitian yang dilakukan oleh penulis.

3.7 Desain Sistem

Penyusun interface admin akan dilakukan menggunakan UML (Unified Modelling Laguage), yaitu:

3.7.1 Use Case Diagram

Use case diagram merupakan model diagram UML yang digunakan untuk menggambar requirement fungsional yang diharapkan dari sebuah system. Dimana gambar alur use case pada perancangan sistem absensi dapat dilihat pada Gambar 3.3.

Gambar 3. 3 Use case sistem Absensi SMA Negeri 2 OKU Tanzania

(41)

Berikut ini merupakan penjelasan dari use case diagram diatas dapat dilihat pada Tabel 3.1.

Tabel 3. 1 Penjelasan Use Case

Aktor Kegiatan

Admin

Kegiatan yang dilakukan oleh Admin yaitu login ke sistem terlebih dahulu kemudian, Admin memiliki akses penuh yaitu dapat mengelola data master, yang didalam nya terdapat input data siswa, input data semester, input data guru, input data matapelajaran input data kelas, kemudia admin dapat menginput data jadwal absen, dan dapat melihat absen, membuat laporan absen, semua kegiatan dapat dilakukan setelah login terdahulu.

Siswa

Kegiatan yang dilakukan oleh Siswa yaitu login ke aplikasi terlebih dahulu kemudia dapat melakukan absensi, mengisi izin/sakit, melihat jadwal, dapat melakukan absensi via scan qr code, melihat histori absen, kemudian merubah password, kegiatan dapat dilakukan setelah login terdahulu.

3.7.2 Activity Diagram

Diagram aktivitas atau activity diagram merupakan gambaran aliran kerja atau aktifitas dari sebuah sistem atau proses yang ada pada perangkat lunak. Berikut ini merupakan Activity diagram pada rancangan aplikasi absensi SMA Negeri 2 Oku Tanzania:

(42)

a. Activity Diagram Login

Untuk masuk kedalam sistem, siswa dan admin harus terlebih dahulu memasukan username dan password yang telah terdaftar ke dalam sistem.

Gambar 3. 4 Activity Diagram Login

(43)

b. Activity Diagram Input Data Siswa

Berikut ini merupakan alur proses input data siswa yang dilakukan oleh Admin :

Gambar 3. 5 Activity Diagram Input Data Siswa

(44)

c. Activity Diagram Input Data Semester

Berikut ini merupakan alur proses input data semester yang dilakukan oleh Admin :

Gambar 3. 6 Activity Diagram Input Data Semester

(45)

d. Activity Diagram Input Data Guru

Berikut ini merupakan alur proses input data guru yang dilakukan oleh Admin :

Gambar 3. 7 Activity Diagram Input Data Guru

(46)

e. Activity Diagram Input Data Matapelajaran

Berikut ini merupakan alur proses input data matapelajaran yang dilakukan oleh Admin :

Gambar 3. 8 Activity Diagram Input Data Matapelajaran

(47)

f. Activity Diagram Input Data Kelas

Berikut ini merupakan alur proses input data kelas yang dilakukan oleh Admin :

Gambar 3. 9 Activity Diagram Input Data Kelas

(48)

g. Activity Diagram Melihat absen

Berikut ini merupakan alur proses melihat absen yang dilakukan oleh Admin :

Gambar 3. 10 Activity Diagram Melhat Absen

(49)

h. Activity Diagram Membuat Laporan Absensi

Berikut ini merupakan alur proses membuat laporan absensi yang dilakukan oleh Admin :

Gambar 3. 11 Activity Diagram Membuat Laporan Absensi

(50)

i. Activity Diagram Mengisi Absen

Berikut ini merupakan alur proses mengisi absen yang dilakukan oleh Siswa :

Gambar 3. 12 Activity Diagram Mengisi Absensi

(51)

j. Activity Diagram Mengisi Izin/Sakit

Berikut ini merupakan alur proses mengisi izin/sakit yang dilakukan oleh Siswa :

Gambar 3. 13 Activity Diagram Mengisi Izin/Sakit

(52)

k. Activity Diagram Melihat Jadwal

Berikut ini merupakan alur proses melihat jadwal yang dilakukan oleh Siswa :

Gambar 3. 14 Activity Diagram Melihat Jadwal

(53)

l. Activity Diagram Melihat Histori Absen

Berikut ini merupakan alur proses melihat histori absen yang dilakukan oleh Siswa :

Gambar 3. 15Activity Diagram Melihat Histori Absen

m. Activity Diagram Merubah Password

Berikut ini merupakan alur proses merubah password yang dilakukan oleh Siswa :

(54)

Gambar 3. 16 Activity Diagram Merubah Password

n. Activity Diagram Logout

Berikut ini merupakan alur proses logout yang dilakukan oleh Siswa dan Admin :

(55)

Gambar 3. 17 Activity Diagram Logout

3.7.3 Class Diagram

Class diagram menunjukan aspek data system terutama dalam mendukung kebutuhan fungsional system, yaitu layanan yang harus tersaji oleh system kepada pengguna serta harus dapat mengilustrasikan dari attribute, operations, dan relationship baik antara satu kelas dan kelas lainnya. Menurut pendapat (Sukamto, 2013) class diagram adalah penggambaran struktur pada system serta kelas yang hendak dibangun oleh system. Class diagram dapat dilihat pada gambar 3.18 sebagai berikut.

(56)

Gambar 3. 18 Class Diagram Aplikasi Absensi SMA Negeri 2 OKU Tanzania

3.8 Analisis PIECES

Analisis PIECES digunakan untuk menganalisa pokok-pokok permasalahan yang lebih spesifik, analisis PIECES pada penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Performance (Kekuatan) : Saat ini belum ada system yang dapat digunakan untuk memonitoring dan mengelola kegiatan absensi secara reltime, solusi yang diberikan yaitu membangun sebuah sistem yang sudah

(57)

terkomputerisasi sehingga memudahkan admin dalam memonitoring dan mengelola data absensi.

2. Information (Informasi) : Informasi terkait absensi saat bekerja di luarkota masih via whatsapp saja. Informasi terkait proses absensi berjalan kurang efektif dikarenakan menggunakan pesan Whatsapp, solusinya adalah menyediakan sistem yang bisa memantau absensi secara realtime dan akurat dengan memanfaatkan fitur GPS.

3. Economy (Ekonomi) : Untuk permasalahan ekonomi ini sama -sama tidak mengeluarkan biaya yang besar, namun dalam penggunaannya sistem memiliki kelebihan yaitu di buat sekali dan digunakan untuk seterusnya.

4. Control (Kontrol) : Cara yang digunakan saat ini masih kurang aman dalam kerahasiaan datanya, solusinya adalah Aplikasi absensi yang sekarang dapat menyimpan data dengan baik dan kerahasiaan data terjamin.

5. Eficiency (Efisiensi): Keluhan, dalam memantau kegiatan absensi di luar kota, admin harus memperhatikan setiap proses absensi yang dilakukan guru dan harus memvalidasi satu persatu lokasi guru yang sedang bekerja di luar kota. Solusinya adalah dengan adanya sistem ini monitoring dapat dilakukan kapan saja tidak terbatas waktu.

6. Service (Pelayanan): Pelayanan absensi saat ini masih terbilang tidak efektif karena berjalan secara konvesional mengakibatkan admin harus mengelola data absensi secara satu persatu dan memakan waktu, solusinya menyediakan aplikasi yang dapat melakukan absensi secara realtime dan akurat sehingga data outputnya sudah berbentuk laporan yang memudahkan admin untuk mengelola.

(58)

3.9 Pengembangan Sistem

Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode Rapid Application Development sebagai metode pengembangan sistemnya. Metode ini cocok digunakan karena cocok digunakan untuk membuat system dalam waktu yang singkat, melalui pengulangan dan feedback berulang-ulang. Metode ini terdapat empat Langkah yang harus diikuti yaitu Project Requirements, Prototype, Rapid Construction, Implementasi.

Berikut adalah penjelasan tentang tahapan-tahapan yang terdapat pada metode Rapid Application Development:

1. Project Requirements

Pada tahapan ini merupakan tahapan yang diperlukan sebelum pengembang membuat sistem, tahapan ini merupakan tahapan awal untuk mengetahui apa saja permasalahan dan kebutuhan sistem yang akan dibangun. Pada tahapan ini, dilakukan wawancara dengan Waka Kesiswaan SMA Negeri 2 OKU untuk mengetahui secara detail apa yang dibutuhkan dengan cara mengidentifikasikan permasalahannya, kemudian menganalisis kebutuhan yang diperlukan, dan menetapkan jadwal untuk melaksanakan pembuatan sistem.

2. Prototype

Pada tahapan ini developer akan mengembangkan prototype secara cepat, dan dengan fitur dan fungsi yang dibutuhkan berikut tampilan prototype yang telah disetujui:

(59)

a. Halaman Login

Gambar 3. 19 Halaman Login

Pada halaman login, user diharuskan untuk menginputkan username dan password agar dapat masuk ke aplikas untuk melakukan absensi.

b. Menu Home

Gambar 3. 20 Menu Home

(60)

Setelah login kita akan diarahkan ke menu home. Pada halaman ini terdapat berapa menu pilihan, dan terdapat juga data akun user.

c. Halaman Absen

Gambar 3. 21 Halaman Absen

Di halaman absen inilah user melakukan proses absensi. Absensi dilakukan dengan pencarian lokasi dengan fitur GPS dan foto, dimana saat ingin melakukan absensi, user diminta agar mengidupkan fungsi GPS pada smartphone-nya terlebih dahulu.

d. Halaman Izin

Gambar 3. 22 Halaman Izin

(61)

Selanjutnya di halaman izin ini, user bisa melakukan izin seperti halaman absen sebelumnya, izin dilakukan dengan pencarian lokasi dengan fitur GPS dan foto.

e. Halaman Jadwal

Gambar 3. 23 Halaman Jadwal

Pada halaman jadwal ini user bisa melihat jadwal mata pelajaran sehari- hari.

f. Merubah Password

Gambar 3. 24 Halaman Ubah Password Pada halaman ini user dapat merubah password.

(62)

3. Rapid Contruction

Tahapan ini merupakan tahapan setelah melewati tahapan prototype. Pada tahapan ini prototype yang telah dibuat, di validasi oleh user, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan atau belum. Jika belum, Kembali lagi pada tahapan prototype sampai benar benar sesuai dengan kebutuhan user, jika sudah sesuai maka selanjutnya pada tahapan terakhir implementasi.

4. Implementasi

Pada tahapan terakhir ini adalah implementasi hasil feedback dan membuat system.

(63)

BAB IV IMPLEMENTASI 4.1 Implementasi

Setelah melakukan penelitian berupa analisa perancangan dan pembangunan sistem maka akan diimplemetasikan Aplikasi Absensi Berbasis Android yang menggunakan teknologi GPS.

4.2 Implementasi Antarmuka

4.2.1 Implementasi Antarmuka Form Login 4.2.1.1 Implementasi Antarmuka Form Login User

Halaman login user merupakan proses autentikasi yang dilakukan oleh user saat pertama ingin masuk ke dalam aplikasi. Proses login ini digunakan sebagai hak akses user untuk dapat melakukan kegiatan absensi dengan menggunakan lokasi pada Aplikasi Absensi Berbasis Lokasi GPS. Tampilan Antarmuka Form Login User dapat dilihat pada Gambar 4.1.

Gambar 4. 1 Tampilan Antarmuka Form Login User

(64)

4.2.1.2 Implementasi Antarmuka Form Login Admin

Halaman login admin merupakan proses autentikasi yang dilakukan oleh admin saat pertama ingin masuk ke dalam sistem. Proses login ini digunakan sebagai hak akses admin untuk dapat mengelola data yang terdapat pada website Aplikasi Absensi Berbasis Lokasi GPS. Tampilan Antarmuka Form Login Admin dapat dilihat pada Gambar 4.2.

Gambar 4. 2 Tampilan Antarmuka Form Login Admin 4.2.2 Implementasi Antarmuka Form Utama

4.2.2.1 Implementasi Antarmuka Form Utama User

Halaman Utama User merupakan tampilan utama untuk melakukan pemilihan menu yang akan dibuka oleh user. Adapun Tampilan Antarmuka Form Utama User dapat dilihat pada Gambar 4.3.

(65)

Gambar 4. 3 Tampilan Antarmuka Form Utama User 4.2.2.2 Implementasi Antarmuka Form Utama Admin

Halaman Utama Admin merupakan tampilan utama admin yang berfungsi untuk melihat jumlah siswa dan kehadiran siswa dalam bentuk grafik yang dikelola oleh Admin. Tampilan Antarmuka From Utama Admin dapat dilihat pada Gambar 4.4.

Gambar 4. 4 Tampilan Antarmuka Form Utama Admin

(66)

4.2.2.3 Implementasi Antarmuka Form Utama View Absensi Admin

Halaman utama view absensi admin merupakan tampilan utama admin untuk melihat data absensi yang telah diinputkan user di aplikasi mobile. Semua data akan tampil secara otomatis. Tampilan Antarmuka Form Utama view Absensi Admin dapat dilihat pada Gambar 4.5.

Gambar 4. 5 Tampilan Antarmuka Form Utama view Absensi Admin 4.2.3 Implementasi Antarmuka Form Input

4.2.3.1 Impementasi Antarmuka Form Input Scan Qr Code User

Halaman Antarmuka Input Scan Qr Code User berfungsi untuk melakukan scan Qr Code sebelum melakukan absen. Pada halaman ini Qr Code merupakan jembatan untuk menuju halaman absensi, jika Qr Code berbeda tidak dapat melakukan absensi. Tampilan Antarmuka Form Input Scan Qr Code User dapat dilihat pada Gambar 4.6.

(67)

Gambar 4. 6 Tampilan Antarmuka Form Input Scan Qr Code User 4.2.3.2 Impementasi Antarmuka Form Input Absensi User

Halaman input absensi user merupakan tampilan utama untuk melakukan absensi. Pada halaman ini user dapat melakukan absensi, sebelum melakukan absensi user harus memasukan foto terlebih dahulu, kemudian jika tidak ditemukan jadwal user tidak bisa melakukan absen.Tampilan google maps yang terdapat di halaman ini, akan membaca lokasi user setelah user menghidupkan GPS kemudian radius yang terdapat pada maps untuk menetukan lokasi absensi jika tidak berada pada radius tersebut user tidak dapat melakukan absensi. Data user saat melakukan absensi akan ditampilkan di web server. Tampilan Antarmuka From Input Absensi User dapat dilihat pada Gambar 4.7.

(68)

Gambar 4. 7 Tampilan Antarmuka Form Input Absensi User 4.2.3.3 Impementasi Antarmuka Form Input Data Semester

Halaman Antarmuka Input Data Semester berfungsi untuk menginputkan data Semester. Pada halaman ini terdapat tombol yaitu simpan data, tombol simpan data berfungsi untuk menyimpan data kategori yang sudah diinputkan. Tampilan Antarmuka Form Input Data Semester dapat dilihat pada Gambar 4.8 dan Gambar 4.9.

Gambar 4. 8 Tampilan Antarmuka Form Input Data Semester

(69)

Gambar 4. 9 Tampilan Antarmuka Form Input Data Semester (Lanjutan) 4.2.3.4 Impementasi Antarmuka Form Input Data Kelas

Halaman Antarmuka Input Data Kelas berfungsi untuk menginputkan data Kelas. Pada halaman ini terdapat tombol yaitu simpan data, tombol simpan data berfungsi untuk menyimpan data kategori yang sudah diinputkan. Tampilan Antarmuka Form Input Data Kelas dapat dilihat pada Gambar 4.10 dan Gambar 4.11.

Gambar 4. 10 Tampilan Antarmuka Form Input Data Kelas

(70)

Gambar 4. 11 Tampilan Antarmuka Form Input Data Kelas (Lanjutan) 4.2.3.5 Impementasi Antarmuka Form Input Data Matapelajaran

Halaman Antarmuka Input Data Matapelajaran berfungsi untuk menginputkan data Matapelajaran. Pada halaman ini terdapat tombol yaitu simpan data, tombol simpan data berfungsi untuk menyimpan data kategori yang sudah diinputkan. Tampilan Antarmuka Form Input Data Matapelajaran dapat dilihat pada Gambar 4.12 dan Gambar 4.13.

Gambar 4. 12 Tampilan Antarmuka Form Input Data Matapelajaran

(71)

Gambar 4. 13 Tampilan Antarmuka Form Input Data Matapelajaran (Lanjutan) 4.2.3.6 Impementasi Antarmuka Form Input Data Guru

Halaman Antarmuka Input Data Guru berfungsi untuk menginputkan data Guru. Pada halaman ini terdapat tombol yaitu simpan data, tombol simpan data berfungsi untuk menyimpan data kategori yang sudah diinputkan. Tampilan Antarmuka Form Input Data Guru dapat dilihat pada Gambar 4.14 dan Gambar 4.15.

Gambar 4. 14 Tampilan Antarmuka Form Input Data Guru

(72)

Gambar 4. 15Tampilan Antarmuka Form Input Data Guru (Lanjutan) 4.2.3.7 Impementasi Antarmuka Form Input Data Siswa

Halaman Antarmuka Input Data Siswa berfungsi untuk menginputkan data Siswa. Pada halaman ini terdapat tombol yaitu simpan data, tombol simpan data berfungsi untuk menyimpan data kategori yang sudah diinputkan. Tampilan Antarmuka Form Input Data Siswa dapat dilihat pada Gambar 4.16 dan Gambar 4.17.

Gambar 4. 16 Tampilan Antarmuka Form Input Data Siswa

(73)

Gambar 4. 17 Tampilan Antarmuka Form Input Data Siswa (Lanjutan) 4.2.3.8 Impementasi Antarmuka Form Input Data Qr Code

Halaman Antarmuka Input Data Qr Code berfungsi untuk menginputkan data Qr Code. Tampilan Antarmuka Form Input Data Qr Code dapat dilihat pada Gambar 4.18.

Gambar 4. 18 Tampilan Antarmuka Form Input Data Qr Code

Gambar

Diagram  aktivitas  menurut  (Booch,  2005),  adalah  jenis  diagram  statechart  khusus  yang  menunjukkan  aliran  dari  aktivitas  ke  aktivitas  dalam  suatu  sistem
Gambar 2. 3 Contoh Use Case Diagram  (Sumber:  (Booch, 2005))
Gambar 3. 2 Tahapan Penelitian
Gambar 3. 3 Use case sistem Absensi SMA Negeri 2 OKU Tanzania
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jika form tidak diisi dengan lengkap maka sistem menampilkan notifikasi untuk melengkapi formi. Menampilkan