• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untitled - UMSU REPOSITORY

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Untitled - UMSU REPOSITORY"

Copied!
132
0
0

Teks penuh

Analisis pengaruh komunikasi terhadap kinerja pegawai pada Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Kejuruan Teknik Konstruksi dan Elektro Medan. Analisis peran pemoderasi lingkungan kerja terhadap pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Kejuruan Teknik Konstruksi dan Elektro Medan. Analisis Peran Pemoderasi Lingkungan Kerja Terhadap Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Balai Pembinaan Penjaminan Mutu Pendidikan Kejuruan Konstruksi dan Ketenagalistrikan Medan.

Bapak Hazmanan Khair, SE, MBA., Ph.D., selaku Ketua Program Studi sekaligus Penguji Program Studi Pascasarjana Manajemen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jufrizen, SE., M.Si selaku Dosen Pembimbing Skripsi Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang telah memberikan bimbingan dan arahan serta meluangkan waktu untuk membimbing peneliti dalam menyelesaikan proposal skripsi. Satria Tirtayasa, MM, PhD, Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia, Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, yang telah memberikan masukan dan bimbingan dalam penyelesaian skripsi ini.

Hasrudy Tanjung, SE, M.Si, Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia, Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, yang telah memberikan masukan dan bimbingan dalam penyelesaian proposal skripsi ini 9.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Apabila karyawan menyukai lingkungan kerja tempatnya bekerja, maka karyawan tersebut akan betah berada di tempat kerjanya, sehingga akan melakukan aktivitas sedemikian rupa sehingga waktu kerja digunakan secara efisien dan optimis, sehingga kinerja karyawan akan lebih baik lagi. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa pegawai, terdapat beberapa fenomena yang terjadi terkait dengan kinerja pegawai terkait dengan lingkungan kerja. Salah satu lingkungan kerja fisik yang membuat karyawan merasa tidak nyaman saat melakukan pekerjaan dapat dilihat dari pencahayaan ruang kerja yang kurang optimal yang disebabkan oleh sedikitnya lampu yang terpasang di dalam ruangan.

BPPMPVBBL Jika tidak diperbaiki maka akan berdampak pada penurunan kinerja pegawai akibat ketidaknyamanan dalam bekerja. Lingkungan kerja yang baik akan membuat karyawan merasa nyaman bekerja di tempat kerja, dan sebaliknya lingkungan kerja yang tidak menyenangkan akan mempengaruhi karyawan yang merasa tidak nyaman bekerja di tempat kerja. Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Andayani (2018) dengan hasil penelitian yang dilakukan yaitu bahwa lingkungan kerja dapat memiliki pengaruh pengaruh hubungan antara manajemen dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.

Sehingga hal tersebut mengantarkan penulis untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk menguji “Dampak Kepemimpinan dan Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai yang Dimoderatori Lingkungan Kerja Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Kejuruan Bidang Gedung Dan Listrik Medan”.

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Perumusan Masalah

Analisis pengaruh manajemen terhadap kinerja pegawai pada Pusat Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Kejuruan Teknik Konstruksi dan Elektro. Analisis Peran Pemoderasi Lingkungan Kerja Terhadap Pengaruh Manajemen Melalui Kinerja Pegawai Pada Pusat Pengembangan Penjaminan Mutu Diklat Vokasional Teknik Konstruksi dan Elektro. Analisis peran pemoderasi lingkungan kerja terhadap pengaruh komunikasi melalui kinerja pegawai pada Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Kejuruan Teknik Konstruksi dan Elektro.

Manfaat Teoritis

Sebagai bahan acuan dan uraian dalam pelaksanaan penelitian, khususnya yang berkaitan dengan pengaruh manajemen dan komunikasi terhadap kinerja pegawai secara moderat oleh Lingkungan Kerja Balai Pengembangan Mutu Pendidikan Kejuruan Bidang Konstruksi dan Teknik Elektro Medan.

Manfaat Praktis

  • Landasan Teori 1.Kinerja Pegawai 1.Kinerja Pegawai
    • Pengertian Kinerja Pegawai
    • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai
    • Penilaian Kinerja
    • Indikator Kinerja Pegawai
    • Pengertian Lingkungan Kerja
    • Jenis-Jenis Lingkugnan Kerja
    • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja
    • Indikator-Indikator Lingkungan Kerja
    • Kepemimpinan
    • Komunikasi
  • Kerangka konseptual
    • Pengaruh Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai
    • Pengaruh Komunikasi terhadap Kinerja Pegawai
    • Lingkungan Kerja memoderasi pengaruh Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai
    • Lingkungan Kerja Memoderasi pengaruh Komunikasi terhadap Kinerja Pegawai
  • Hipotesis Penelitian
  • Pendekatan Penelitian
  • Tempat dan Waktu Penelitian
  • Populasi dan sampel 1 Populasi. 1 Populasi
    • Sampel
  • Defenisi Operasional Variabel
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
    • Analisa Outer Model
    • Analisis Inner Model
    • Uji Hipotesis
  • Hasil Penelitian 1.Deskripsi Data 1.Deskripsi Data
    • Deskripsi Responden
    • Deskripsi Variabel
    • Analisis Data

Hasil jawaban responden mengenai pernyataan saya mengkomunikasikan setiap kendala pekerjaan yang terjadi kepada atasan saya, responden menjawab setuju dengan 49 (54%). Hasil jawaban responden mengenai pernyataan saya percaya pada rekan kerja saya untuk melakukan pekerjaan, responden menjawab setuju dengan 53 (59%). Hasil jawaban responden mengenai pernyataan I diperoleh informasi yang baik tentang pekerjaan, responden menjawab setuju dengan 47 (52%).

Hasil jawaban responden mengenai pernyataan saya sangat membutuhkan informasi untuk menyelesaikan pekerjaan, responden menjawab setuju dengan 48 (53%). Hasil jawaban responden mengenai pernyataan “Informasi di tempat kerja saya” cukup baik, responden menjawab setuju dengan 53 (59%). Hasil jawaban responden mengenai pernyataan Suasana kerja di kantor sangat kondusif, responden menjawab setuju dengan 51 (57%).

Hasil jawaban responden mengenai pernyataan Lingkungan usaha tempat saya bekerja jauh dari jumlah responden yang menjawab setuju dengan 49 (54%). Hasil jawaban responden mengenai pernyataan Kondisi tempat kerja saya sangat baik, responden menjawab setuju dengan 45 (50%). Hasil jawaban responden mengenai pernyataan My work colouring is very interesting, responden menjawab setuju dengan 43 (48%).

Hasil jawaban responden mengenai pernyataan “Safety at work” telah membuat saya nyaman bekerja, responden menjawab setuju dengan 44 (49%). Hasil jawaban responden mengenai pernyataan Anda menjaga hubungan baik dengan atasan, responden menjawab setuju dengan 43 (48%). Hasil jawaban responden mengenai pernyataan Anda menjaga hubungan baik dengan rekan kerja, responden menjawab setuju dengan 45 (50%).

Terhadap hasil jawaban responden mengenai pernyataan tempat kerja disediakan sesuai dengan tugas dan jabatan masing-masing karyawan, 40 (44%) responden menjawab setuju. Hasil jawaban responden mengenai pernyataan dapat membantu aktivitas kerja dengan alat bantu yang lengkap, 42 (47%) responden menjawab setuju. Hasil jawaban responden terhadap pernyataan Mereka dapat diandalkan untuk menyelesaikan pekerjaan secara mandiri dan tepat waktu, 47 (52%) responden menjawab setuju.

Hasil jawaban responden mengenai pernyataan Tidak hadir karena alasan penipuan, responden menjawab setuju sebanyak 29 (58%).

Gambar 2.7 Lingkungan Kerja memoderasi pengaruh Kepemimpinan  terhadap Kinerja Pegawai
Gambar 2.7 Lingkungan Kerja memoderasi pengaruh Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai

Construct Reliability and Validity a) Convergent Validity

Validitas diskriminan mengacu pada prinsip bahwa konstruk yang berbeda tidak boleh memiliki korelasi yang tinggi, validitas diskriminan dinilai berdasarkan cross-loading. Aturan praktis yang digunakan dalam uji validitas diskriminan adalah nilai cross-loading lebih besar dari 0,5. Jika korelasi suatu konstruk dengan item pengukuran lebih besar dari ukuran konstruk lainnya, hal ini menunjukkan bahwa ukuran blok konstruk tersebut lebih baik dibandingkan dengan blok lainnya (Ghozali & Latan, 2015).Hasil uji validitas diskriminan disajikan pada tabel di bawah ini:

Berdasarkan data yang disajikan pada Tabel 4.10 di atas terlihat bahwa setiap indikator pada variabel penelitian memiliki nilai cross-loading yang lebih tinggi pada variabel yang dibentuknya dibandingkan dengan nilai cross-loading pada variabel lainnya. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat dikatakan bahwa indikator yang digunakan dalam penelitian ini memiliki discriminant validity yang baik dalam menyusun variabelnya masing-masing. Statistik yang digunakan dalam composite reliability atau construct reliability adalah nilai composite confidence diatas 0,6 yang menunjukkan bahwa construct tersebut memiliki reliabilitas yang tinggi sebagai ukuran.

Kesimpulan uji reliabilitas komposit adalah sebagai berikut: a) Variabel komunikasi reliabel karena nilai reliabilitas komposit. Variabel kinerja karyawan dapat diandalkan, karena nilai reliabilitas kinerja karyawan gabungan adalah 0,901 > 0,6. c) Variabel manajemen kerja reliabel karena nilai reliabilitas manajemen kerja komposit 0,886 > 0,6. d) Variabel lingkungan kerja reliabel karena nilai komposit reliabilitas lingkungan kerja 0,884 > 0,6. b) Varians rata-rata diekstraksi (AVE). Average variance extract (AVE) menggambarkan jumlah varians yang dapat dijelaskan oleh item-item dibandingkan dengan varians yang disebabkan oleh kesalahan pengukuran.

Normanya adalah jika nilai AVE lebih besar dari 0,5 maka konstruk dapat dikatakan memiliki validitas konvergen yang baik.

Tabel Tabel 4.6.
Tabel Tabel 4.6.

Discriminant Validity

  • Analisis Model Struktural/Structural Model Analysist (Inner Model) 1) Path Coeffecient
  • Pembahasan
    • Pengaruh Kepemimpinan Kerja Terhadap Kinerja
    • Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja
    • Pengaruh Kepemimpinan Kerja Terhadap Kinerja Dengan Lingkungan Kerja Sebagai Variabel Moderating
    • Lingkungan Kerja Memoderasi pengaruh Komunikasi terhadap Kinerja Pegawai

Kesimpulan dari uji F-Square pada tabel di atas adalah variabel komunikasi terhadap kinerja karyawan memiliki nilai F2 = 0,303. Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara manajemen terhadap kinerja pegawai pada Pusat Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Kejuruan Byge- dan El-medan. Berdasarkan hasil jawaban responden mengenai variabel manajemen tenaga kerja menunjukkan bahwa rata-rata responden menjawab sesuai dengan masing-masing poin pernyataan, sehingga hal ini menunjukkan bahwa manajemen tenaga kerja telah berjalan dengan efektif dan dapat meningkatkan kinerja pegawai di Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi bidang Konstruksi dan Kelistrikan.

Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan F Square dapat diketahui bahwa variabel kepemimpinan terhadap kinerja memiliki nilai F2 = 0,316, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang besar variabel kepemimpinan kerja terhadap variabel kinerja. Hal yang sama dikemukakan oleh (Idajang et al., 2020) yang menyimpulkan bahwa kepemimpinan dan komunikasi berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap kinerja karyawan. Apalagi hasil penelitian (Indajang et al., 2020), (Jufrizen, 2017), (Andayani & Tirtayasa, 2019) dalam penelitiannya mengatakan bahwa kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara komunikasi terhadap kinerja pegawai pada Balai Pengembangan Penjaminan Mutu SMK Gedung dan Listrik Medan. Rogers dalam (Mulyana, 2014) Hubungan komunikasi dengan kinerja karyawan dijelaskan oleh Devito dalam (Effendy, 2011) yaitu “Proses pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang, stsu antara sekelompok kecil orang dengan beberapa umpan balik, dengan segera mempengaruhi kinerja”. Dengan komunikasi karyawan akan. Hasil penelitian (Farisi, 2016), (Arianty, 2019) dan (Julita & Arianty, 2018) menunjukkan bahwa komunikasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Variabel lingkungan kerja yang memoderasi kepemimpinan terhadap kinerja memiliki P-value sebesar 0,028 (<0,05), yang berarti bahwa memiliki lingkungan kerja dapat memoderasi pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja. Fokus peneliti dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan yang dimoderatori oleh lingkungan kerja terhadap kinerja, dimana teori dibalik variabel X (kepemimpinan) adalah teori University of Michigan yang menjelaskan bahwa ada 2 gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan berorientasi tugas dan kepemimpinan berorientasi karyawan dengan indikator terdiri dari memberi instruksi, mengawasi, menekankan kinerja tugas, menjadi bawahan, dalam pengambilan keputusan, menjadi bawahan. Teori dibalik lingkungan kerja menurut (Sutrisno, 2011) dengan indikator yang terdiri dari kepatuhan terhadap aturan waktu, kepatuhan terhadap peraturan, kepatuhan terhadap aturan perilaku di tempat kerja.

Teori yang melandasi variabel Y (Kinerja) menurut pendapat Mangkunegara (Mangkunegara, 2017) dengan indikator kualitas kerja, kuantitas. Robbins, 2015) mengemukakan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain iklim, kepemimpinan, kualitas kerja, kemampuan kerja, inisiatif, kepemimpinan, kehandalan, jumlah pekerjaan dan lingkungan kerja. Variabel lingkungan kerja memoderasi komunikasi terhadap kinerja karyawan dengan nilai P-value sebesar 0,008 (<0,05), yang berarti bahwa lingkungan kerja dapat memoderasi pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja.

Gambar 4.2 Standardized Loading Factor Inner dan Outer Model
Gambar 4.2 Standardized Loading Factor Inner dan Outer Model

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Keterbatasan Penelitian

Pengaruh Pengawasan dan Komunikasi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Medan. Pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja perawat melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening (studi pada perawat di ruang instalasi rawat inap kelas I, II, III-A dan III-B Rumah Sakit Islam Unisma Malang). 3 Jika timbul masalah, pimpinan tempat saya bekerja bersedia membantu dan menawarkan solusi serta membuat keputusan organisasi.

5 Manajer tempat saya bekerja selalu berusaha berkomunikasi dengan bawahannya untuk mengetahui apakah pekerjaan sudah selesai atau belum. 7 Anda dapat mengecek media komunikasi (whatsapp) dan aplikasi lain yang digunakan atasan Anda untuk berkomunikasi dengan Anda. 8 Bahasa, istilah, dan gestur yang digunakan rekan Anda dalam berkomunikasi mudah dipahami.

AC dipasang di setiap ruang kerja saya agar suhu udara tidak terlalu panas. Ruang yang dibutuhkan.

Gambar

Gambar 2.7 Lingkungan Kerja memoderasi pengaruh Kepemimpinan  terhadap Kinerja Pegawai
Gambar 2.1  Kerangka Konseptual Kepemimpinan
Gambar 2.7 Lingkungan Kerja Memoderasi Pengaruh Komunikasi  Terhadap Kinerja Pegawai
Tabel 3.6 Skala Likert
+7

Referensi

Dokumen terkait

Motivasi X1 No Pernyataan SS S KS TS STS Daya Pendorong 1 Saya memiliki mental yang kuat dalam menghadapi setiap pekerjaan yang diberikan 2 Pimpinan selalu memberikan