Abalon tropis/mata tujuh memiliki nilai ekonomi yang penting dan tergolong komoditas ekspor dengan harga tinggi. Untuk menjaga kelestarian sumber daya abalon, upaya awal harus dilakukan untuk menemukan bentuk pengelolaan yang bertanggung jawab secara teknis, biologis, ekologis, dan sosial-ekonomi.
DAFTAR TABEL
PENDAHULUAN
Khusus di Provinsi Sulawesi Selatan, data Badan Karantina Ikan Hasanuddin Makassar mencatat ekspor abalon kering. Dibandingkan dengan negara lain, volume ekspor abalon dari Indonesia masih sangat rendah, hal ini karena produksinya masih mengandalkan hasil tangkapan nelayan dari alam.
BIOEKOLOGI ABALON TROPISBIOEKOLOGI ABALON TROPIS
- Klasifikasi dan Deskripsi Abalon Tropis
- Jenis- Jenis Abalon Di Dunia
- Jenis-Jenis Abalon Di Indonesia
- Siklus Hidup
- Habitat dan Penyebaran
- Kebiasaan makan
Abalon akan berpindah dari tempatnya ketika makanan di sekitarnya tidak mencukupi (Anonim, 2001). Hahn (1989d) mengemukakan bahwa Bacillariophyceae merupakan sumber makanan utama abalon. 2003) lebih lanjut menjelaskan bahwa untuk pertumbuhan anakan abalon tropis H.
REPRODUKSI ABALON TROPISREPRODUKSI ABALON TROPIS
- Seksualitas
- Nisbah kelamin
- Indeks Kematangan Gonad
- Tingkat Kematangan Gonad
Rerata indeks kematangan gonad kerang abalon jantan dan betina di Kepulauan Tanakeke Takalar disajikan pada Gambar 6. Distribusi tingkat kematangan gonad selama penelitian pada abalon jantan (Gambar 8) dan betina (Gambar 9) cukup jarang.
Fekunditas
Hasil analisis regresi hubungan antara fekunditas total dan panjang cangkang adalah linier dengan persamaan FPC, dan nilai koefisien korelasinya adalah 0,8729 (Gambar 12A). Hubungan antara fekunditas total dan bobot badan abalon juga linier dengan persamaan F BT dan koefisien korelasi sebesar 0,8456 (Gambar 12C). Dari ketiga persamaan di atas, hubungan antara fekunditas dengan bobot gonad paling kuat dibandingkan dengan hubungan antara fekunditas dengan bobot badan dan antara fekunditas dengan panjang.
Hubungan linier antara fekunditas dengan bobot badan dan antara fekunditas dengan bobot gonad dan fekunditas dengan panjang cangkang menunjukkan bahwa jumlah telur dalam ovarium meningkat secara proporsional dengan variabel tersebut. Beberapa penelitian sebelumnya juga menemukan hubungan linear antara fertilitas dengan berat badan dan fertilitas dengan PC (Tegner et al., 1989 dan Shepherd et al., dalam Campbell et al., 2003 dan Campbell et al., 2003; Litaay, 2004).
Potensi Reproduksi
Selain itu, histologi abalon menunjukkan bahwa pematangan gonad terjadi pada ukuran abalon yang lebih kecil di area terbuka daripada di area tertutup. Tingkat kematangan gonad dan indeks gonad menunjukkan bahwa gonad sangat matang (menghabiskan) muncul antara bulan April dan Juli. Hal ini sesuai dengan temuan parameter kematangan gonad awal yang menunjukkan bahwa abalon jantan dan betina memiliki kematangan gonad awal pada panjang cangkang sekitar 64 mm.
Lebih lanjut dapat dijelaskan bahwa abalon dengan panjang cangkang (PC) di atas 70 mm berkontribusi terhadap potensi reproduksi pada populasi yang lebih kecil. Hal ini sesuai dengan pendapat Hahn (1989b) yang menyatakan bahwa abalon berada pada puncak reproduksinya pada cangkang berukuran 65 -70 mm.
DESAIN EXPERIMENTAL PERTUMBUHAN
Beberapa Teknik Pengambilan Sampel
Parameter Yang Diukur
Beberapa Teknik Sampling
- Aspek reproduksi Abalon Rasio Kelamin
Jumlah abalon jantan dan betina yang tertangkap dihitung pada setiap pengambilan sampel abalon H asinina. Dimana X2 adalah chi-square, õ adalah frekuensi pengamatan abalon jantan dan betina, Ei adalah frekuensi harapan abalon jantan dan betina dengan hipotesis. Tingkat kematangan gonad (TKG) ditentukan berdasarkan pengamatan karakter makroskopis dan mikroskopis (Hahn, 1989b; Capinpin et.
Indeks kematangan gonad (IKG) dihitung menurut petunjuk Webber dan Giese (1969 dalam Hahn, 1989b) dengan rumus sebagai berikut. Interval kelas yang digunakan dalam menentukan awal kematangan gonad adalah 5 mm seperti yang disarankan oleh Campbell et.al.
PELESTARIAN BIOTA LANGKA ABALON
TROPIS MELALUI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH
- Morfologi dan Sistematika Abalon/Mata Tujuh
- Distribusi dan Penyebaran
- Perkembangan Larva
- Perkembangan dan Perilaku Makanan Larva
- Penempelan Larva Abalon pada Substrat
- Perkembangan Morfologi Larva
- Jumlah Larva Yang Menempel dan Kelangsungan Hidup
- Perkembangan Morfologi Larva Abalon Haliotis asinina
Pada stadia larva, kondisi substrat tempat menempelnya larva abalon tropis akan mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Keanekaragaman jenis dan ukuran pakan yang tumbuh pada substrat akan mempengaruhi tingkat keberhasilan larva menempel, pakan dan tingkat keberhasilan kelangsungan hidup larva (Setyono, 2005). Tingkat kelangsungan hidup larva abalon menunjukkan rerata jumlah abalon tertinggi yang hidup pada substrat terumbu karang (Perlakuan A) dan plastik bergelombang (Perlakuan B) dengan nilai yang sama yaitu 15,3.
Banyaknya larva abalon (Haliotis asinine) yang hidup pada substrat koral dan seng bergelombang pada Perlakuan A disebabkan ketersediaan pakan yang cukup, baik dalam ukuran maupun jumlah, serta habitat alami larva abalon yang bentik dan menempel. untuk karang, ditegaskan oleh Sutyono (2005) bahwa keragaman jenis dan ukuran pakan yang tersedia pada substrat akan mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup larva untuk menempel, pakan dan kelangsungan hidup larva abalon. Sutyono (2005) keragaman jenis dan ukuran pakan yang tersedia pada substrat akan mempengaruhi kelangsungan hidup larva untuk penempelan, kebiasaan makan dan kelangsungan hidup larva abalon.
KAJIAN ASPEK BIOEKOLOGI
Usaha ini dapat berkembang dengan baik jika ada dukungan dari beberapa hasil penelitian tentang teknologi pembenihan yang baik.
Penanganan IndukA
Tabung paralon dimasukkan ke dalam sangkar plastik berbentuk persegi panjang kemudian diventilasi secara terus menerus (Gambar 20).
Makanan Induk dan Larva AbalonB
Kematangan GonadC
Perkembangan Embrio dan LarvaD
Observasi Ukuran IndukE
Berdasarkan Tabel 5 diperoleh gambaran bahwa ukuran juvenil abalon yang berasal dari perairan Tanakeke Takalar berada pada kisaran yang berbeda antara jantan dan betina.
Pengaruh Berbagai Jenis Pakan Terhadap Pertum-F. buhan Abalon
Rata-rata pertambahan panjang abalon selama masa pemeliharaan 7 minggu berkisar antara 6,87 mm – 9,37 mm sedangkan rata-rata pertambahan bobot berkisar antara 2,99 g – 4,65 g. Meskipun spesies ini tidak tumbuh sebesar abalon subtropis, namun harganya bagus di pasar internasional. Tingkat pertumbuhan abalon sangat bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan, termasuk kuantitas dan kualitas makanan yang tersedia (makroalga), dan frekuensi terjadinya kondisi lingkungan yang merugikan (badai).
Setelah matang gonad, laju pertumbuhan abalon akan menurun karena sebagian energi metabolismenya dihabiskan untuk perkembangan gonad atau proses pembentukan dan pertumbuhan sperma dan sel telur.
Pengaruh Salinitas Terhadap Daya Tetas TelurG
Daya tetas telur abalon yang tinggi pada salinitas 30 ppt diduga akibat isosmotik telur dan medium di dalamnya. Hasil penelitian Effendy (2007) menunjukkan tingkat penetasan telur abalon tertinggi pada kombinasi suhu air 29oC dan salinitas air 35 ppt.
PEMULIHAN STOK ABALON TROPIS PEMULIHAN STOK ABALON TROPIS
Upaya lain yang dapat dilakukan antara lain budidaya abalon tropis (penyemaian dan pembibitan) dan repopulasi/peningkatan stok melalui penyebaran benih untuk mengembalikan jumlah populasi. Pembenihan abalon tropis telah dilakukan di beberapa tempat seperti di Lombok, Bali, Takalar dan Kendari. Penelitian tentang karakteristik reproduksi dan ekologi kerang abalon tropis yang tertangkap di perairan Pulau Tana Keke Takalar telah dilakukan dan memberikan data dasar untuk pengembangan pembenihan kerang abalon tropis (Hadijah, 2008 dan Hadijah et al. 2010).
Tindak lanjut dari rangkaian penelitian sebelumnya adalah penelitian terapan budidaya kerang abalon di laut kurungan. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan upaya pemulihan stok abalon melalui budidaya laut dan budidaya penangkaran di laut.
Pemeliharaan Abalon Dan Perlakuan PenelitianA
Selain itu, hasil penelitian Hadijah et al. 2013) juga diperoleh hasil perkembangan morfologi larva abalon berdasarkan stadium hidupnya yang diberi pakan Nitzchia dengan dosis berbeda. Sampai saat ini, laporan ilmiah tentang penangkaran abalon di laut belum banyak dipublikasikan padahal hal ini penting untuk keberlangsungan dan pemulihan stok abalon di masa depan. Pertumbuhan relatif dihitung dengan menggunakan rumus Takeuchi (1988) dan pertumbuhan biomassa dihitung dengan menggunakan rumus Zonneveld et al.
Wo = rata-rata bobot hewan uji pada awal penelitian (g) Wt = bobot rata-rata hewan uji pada waktu t (g) Survival Komposisi kimiawi tubuh abalon meliputi protein, lemak, non-nitrogenous extractable materi (BETN) dan energi tubuh akan dianalisis kira-kira pada awal dan akhir penelitian mengikuti petunjuk Watanabe (1988).
Pemulihan Stok Abalon TropisB
Kombinasi Pakan Buatan Dan Pakan Segar Rumput Laut
Di beberapa belahan dunia, pengatur cahaya digunakan untuk mengkondisikan abalon.Umumnya abalon disimpan di ruangan tertutup dengan sumber cahaya dari lampu. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi pakan buatan dan pakan segar Gracillaria sp tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan relatif benih abalon (p>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi pakan buatan dan pakan segar memiliki kontribusi yang sama terhadap pertumbuhan relatif benih abalon.
Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi pakan buatan dan pakan segar Gracillaria sp tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup benih abalon (p>0,05). Beberapa sumber karbohidrat yang dapat digunakan dalam pakan buatan antara lain pati, tepung jagung, tepung beras, dan tepung terigu (Freeman, 2001). formulasi makan discus hannai yang mengandung kasein dan bungkil kedelai menunjukkan tingkat pertumbuhan, konsumsi pakan dan FCR yang lebih tinggi daripada diet yang hanya mengandung sumber protein tepung ikan. asinina yang diberi pakan buatan memberikan respon pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan yang diberi pakan alami. 2000) menyatakan bahwa peningkatan protein pakan hingga level 27% dapat memaksimalkan pertumbuhan H abalon.Teruel et al. 2003), yang menemukan pertumbuhan yang baik pada H.
DAFTAR PUSTAKA
Growth rate of Philippine abalone, Haliotis asinina, fed artificial food and macroalgae Aquaculture. Spawning pattern, synchronicity and predictability of the tropical abalone Haliotis asinina & Heron Reef, Australia. Biological aspects of the tropical abalone (Haliotis asinina L.) in the waters of Tanakeka Island, South Sulawesi.
Spawning pattern and fertility of the donkey-eared abalone, Haliotis asinina Linne observed in Capity. Natural diet, feeding periodicity and functional response to food density of the Abalone, Haliotis asinina L.
GLOSARIUM
INDEKS
TENTANG PENULIS
Tentang Pertumbuhan Benih Abalon Haliotis squamata (2013), Konservasi Biota Abalon Tropis Langka Haliotis asinina melalui Pengembangan Teknologi Produksi Benih Secara Massal (2014), Analisis Dampak Pencemaran Sungai Tallo terhadap Potensi Penangkapan Ikan (2014), Upaya Pemulihan Populasi abalon Tropis Haliotis asinina melalui budidaya laut dan budidaya keramba jaring apung lepas pantai (2015 dan 2016). Artikel ilmiah yang dipublikasikan adalah; (1) Pemanfaatan kotoran ayam sebagai bahan baku alternatif dalam produksi pakan perah (ekosistem jurnal), (2) Pengaruh jenis pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan abalon tropika (Haliotis asinine) Pengaruh pakan Berbeda terhadap pertumbuhan Pertumbuhan Abalon Tropis Haliotis) (Jurnal Ekosistem), (3) Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Metode Baterai (Jurnal Tata Ruang Wilayah dan Kota), (4) Aspek Reproduksi Abalon Tropis ( Haliotis ) asinina L.) di Perairan Kepulauan Tanakeke Sulawesi Selatan (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perairan). Tentang Pertumbuhan Benih Haliotis squamata Abalone (Simposium Nasional I Kelautan dan Perikanan Pemanfaatan Pakan Buatan Untuk Pembesaran Benih Haliotis squamata Abalone Dalam Wadah Terkendali (Prosiding Seminar Nasional Tahunan XI Perikanan dan Riset Kelautan), (Hasil UGM) 8 ) Pembesaran kerang abalon di keramba jaring apung (Journal Ecosystem), (9) Produksi pakan udang windu dari limbah mie di desa Manrimisi Kabupaten Maros (Journal Ecosystem), (10) Pengaruh substrat terhadap penempelan larva abalon tropika Haliotis asinina (Journal of Modern Applied Science), (11) tingkat kematangan dan perkembangan reproduksi abalon Haliotis asinina yang dipelihara di hatchery (Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan II), dan (12) tingkat kelangsungan hidup abalon tropis H .
Pengalaman sebagai pembicara seminar ilmiah (oral presentation) meliputi; (1) Aspek biologi abalon (Haliotis asinina L) di perairan Pulau Tanakeka Sulawesi Selatan, (2) Kematangan dan perkembangan reproduksi abalon Haliotis asinina di pembenihan, (3) Sebaran dan pemanfaatan bekicot bernilai ekonomi di perairan Tanakeka Kabupaten Takalar, (4) Pelatihan Pembuatan Pakan Bandeng Mekanis di Desa Nisombalia Kabupaten Maros, (5) Pengaruh Dosis Pemberian Pakan terhadap Gracillaria sp. Terhadap pertumbuhan benih abalon Haliotis squamata, (6) Penggunaan pakan buatan IbM dalam wadah pemeliharaan anak ayam abalon Haliotis squamata terkendali, (7) Konservasi biota tropis langka abalon Haliotis asinina melalui pengembangan teknologi produksi benih massal, (8 ) Tingkat kematangan gonad dan perkembangan reproduksi Gonad abalon Haliotis asinina yang dipelihara di hatchery, (8) Pengaruh pakan alami terhadap tingkat konsumsi pakan dan rasio konversi pakan abalon tropis Haliotis asinina di keramba laut, (9) IbM untuk penyiapan pakan ikan nila menggunakan mesin pelet.