• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untitled - Universitas Muhammadiyah Makassar

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Untitled - Universitas Muhammadiyah Makassar"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Banyak diskriminator yang terang-terangan menunjukkan bahwa posisi perempuan berada persis di bawah laki-laki. Penulis tertarik meneliti film ini karena merupakan salah satu film yang mengangkat tentang perjuangan hak dan kebebasan perempuan bagi diri mereka sendiri.

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Batasan Istilah

Melalui kritik sastra feminisme, kita dapat melihat gambaran yang jelas tentang diskriminasi dan penindasan yang dialami perempuan. Feminisme radikal adalah gerakan perempuan untuk memperjuangkan hak dan mengakhiri penindasan terhadap perempuan.

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Teoretis
  • Manfaat Praktis

KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

Kajian Pustaka

  • Penelitian Relevan
  • Sastra
  • Feminisme
  • Kritik Sastra Feminisme
  • Diskriminasi
  • Film

Menurut Karigen dan Fierro (dalam Mandey, 2019: 3), feminisme adalah pembelaan hak-hak perempuan secara sosial, politik, dan ekonomi yang setara dengan laki-laki. Feminis liberal adalah gerakan yang percaya bahwa perempuan dan laki-laki tidak memiliki kesetaraan yang setara. Di era feminisme radikal, perempuan didiskriminasi karena memiliki perbedaan biologis dengan laki-laki.

Feminisme radikal menganggap bahwa penindasan perempuan terjadi karena adanya perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan. Hal ini mengakibatkan ketergantungan fisik dan psikologis perempuan pada laki-laki. Feminisme moderat adalah feminisme yang memandang perempuan dan laki-laki memiliki kodrat yang berbeda.

Berdasarkan pemaparan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa gerakan feminis moderat memperjuangkan hak-hak perempuan yang dianggap memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam segala aspek kehidupan. Kritik sastra feminisme berfokus pada perempuan dan peristiwa-peristiwa yang dialami perempuan yang dituangkan dalam sebuah karya sastra. Kritik sastra feminis menjelaskan bagaimana perempuan digambarkan dalam sebuah karya sastra dan dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat.

Berdasarkan uraian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa kritik sastra feminis adalah kritik sastra yang berfokus pada perempuan secara mendalam.

Kerangka Pikir

Dan terakhir adalah feminisme moderat yang memperjuangkan hak-hak perempuan dalam segala aspek kehidupan. Peneliti akan memfokuskan penelitian ini pada kajian feminisme.Jenis feminisme yang cocok untuk penelitian ini adalah feminisme radikal, karena feminisme radikal bertujuan untuk membuktikan bahwa perempuan juga dapat hidup mandiri tanpa campur tangan laki-laki dan perempuan bukan 'tidak sebuah alat. menghasilkan keturunan, hanya untuk laki-laki. Berkaitan dengan alur cerita dalam film Yuni yaitu pada salah satu adegan yang menggambarkan adanya feminisme radikal, ketika tokoh Yuni pergi ke klub malam untuk bersenang-senang dengan teman-temannya dan minum-minum menggambarkan adanya feminitas radikal yang Yuni miliki. ingin membuktikan bahwa perempuan bebas dan berhak memutuskan segalanya sendiri.

Setelah mempelajari film Yuni, peneliti akan menganalisis feminisme radikal tokoh Yuni dan mencari bentuk-bentuk diskriminasi terhadap tokoh perempuan dalam film Yuni, yang kemudian akan dijadikan temuan sebagai tujuan penelitian ini.

Gambar 3.1 Bagan Kerangka Pikir.
Gambar 3.1 Bagan Kerangka Pikir.

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Dalam penelitian yang dilakukan kali ini, data yang dijadikan bahan penelitian bentuk-bentuk feminisme radikal adalah film Yuni karya Kamila Andini yang akan dirilis pada akhir tahun 2021. Dalam penelitian ini sumber data berasal dari film Yuni karya Kamila Andini yang akan dirilis pada Desember 2021 dengan durasi tayang 1 jam 35 menit.

Teknik Pengumpulan Data

Peneliti mengumpulkan data yang dianggap relevan dengan penelitian ini dengan merekam atau menulis bagian-bagian penting dari film Yuni.

Teknik Analisis Data

Teks dialog di atas merupakan percakapan antara dua orang mahasiswa yang membicarakan tentang keputusan Yuni menolak permintaan Iman yang datang ke neneknya dengan maksud untuk melamar Yuni. Teks dialog di atas adalah saat Yuni mengunjungi Mang Dodi di kolam tempat Mang Dodi bekerja. Yuni mengeluarkan amplop coklat berisi uang mahar yang diberikan Mang Dodi kepada nenek Yuni beberapa hari yang lalu.

Sejujurnya, Yuni harus menjalin hubungan terlarang dengan yoga, ia merasa harus melakukannya untuk menolak lamaran Mang Dodi. Yuni: "Saya menyiapkan semua berkas, saya belajar dengan giat, nilai saya bagus semua, fisika, kimia, biologi dan seni.". Bentuk feminisme radikal selanjutnya bermasalah ketika Yuni mendapatkan lamaran keduanya dari seorang lelaki tua yang biasa disapa Mang Dodi.

Feminisme radikal berikutnya adalah ketika Yoga dan Yuni melakukan hubungan seksual sebagai bentuk protes Yuni terhadap lamaran Mang Dodi. Film "Yuni" telah masuk dalam World Premiere dalam kompetisi Platform di Festival Film Internasional Toronto tahun 2021.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Diskriminasi terhadap Perempuan
  • Bentuk Feminisme Radikal dalam Film Yuni
  • Perjuangan Tokoh Yuni melanjutkan Pendidikan

Dalam dialog di atas, tokoh Tika mengucapkan kalimat “lebih baik dari pada menjadi janda”. Teks dialog di atas adalah saat nenek Yuna memarahi Yuna yang duduk di luar pintu masuk rumahnya. Teks dialog di atas merupakan percakapan Yuni dengan teman-temannya di taman.

Teks dialog di atas menjelaskan keadaan sahabat Sarah Yuni yang dipaksa menikah karena dituduh melakukan perbuatan cabul. Teks dialog di atas menjelaskan keadaan Yuni yang menerima tamu yaitu Pak Damar, guru Bahasa Indonesia Yuni di sekolah. Berdasarkan teks dialog di atas, menggambarkan tokoh Yuni yang mengunjungi Iman di daerah tempatnya bekerja.

Teks dialog di atas merupakan percakapan Yuni dengan ibunya yang baru pulang dari Jakarta. Dalam teks dialog di atas, Yoga menasihati Yuni jika ingin mencapai cita-cita yang diinginkan Yuni.

Pembahasan

Masalah lainnya adalah ketika Yuni menolak lamaran Iman, berita Yuni menolak lamaran Iman menyebar dengan cepat di lingkungan sekolah dan rumahnya. Diasumsikan bahwa dia akan menyesal menolak Iman karena dia memiliki pekerjaan yang baik tanpa mereka mengkhawatirkan alasan Yuni menolak lamaran tersebut. Akhirnya Yuni tetap menolak lamaran Mang Dodi karena mempermalukan hubungan terlarangnya dengan Yoga sebagai bentuk penolakan dan merasa tidak adil.

Perjuangan tokoh Yuni yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perjuangannya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya setelah lulus kuliah dan bagaimana perjuangan Yuni dalam menolak lamaran dari beberapa pria yang datang kepadanya. Padahal Yuni sebenarnya punya pemikiran juga mr. Menolak pinangan Damar, keinginan Yuni untuk melanjutkan sekolah memang sangat kuat, ia hanya ingin fokus pada pendidikannya dan meminta agar ibunya merestui dan mendukung keputusan Yuni. Pada akhirnya, Yuni memilih menyendiri dan menolak semua lamaran laki-laki yang datang dan mengabaikannya.

Bentuk-bentuk feminisme radikal dalam film Yuni adalah (1) sosok Suci yang diperlakukan sebagai KDRT karena tidak bisa melahirkan anak, trauma untuk kembali ke keluarga; (2) Ade yang dikenal periang, tiba-tiba menjadi pendiam dan pendiam ketika tersiar kabar bahwa dirinya hamil akibat pemerkosaan oleh orang yang tidak bertanggung jawab; (3) Tika mengatakan bahwa seks itu menyakitkan dan dia tidak pernah mengalami orgasme, dia tidak berani memberi tahu suaminya karena dia takut suaminya akan marah; (4) Mang Dodi melamar Yun sebagai istri keduanya dan membawakannya mahar 25 juta dan mengatakan akan menambah 25 juta lagi jika Yun terbukti perawan pada malam pertama; (5) Yuni dan Yoga melakukan hubungan terlarang sebagai bentuk protes Yuni terhadap lamaran Mang Dodi yang ingin menjadikannya istri kedua asalkan masih perawan; (6) Yun menolak lamaran Mang Dodi dengan mengatakan sudah tidak perawan lagi dan mengembalikan mahar 25 juta, Mang Dodi yang mendengar hal tersebut hanya bisa menerima keputusan Yun; (7) Sara dan Arifi dipaksa menikah karena kebohongan orang yang menginginkan 500 ribu rupiah dari keduanya, menikah tanpa persetujuan keduanya; (8) Pak Damar melamar Yuni setelah Yuni mengetahui rahasia dan perilaku menyimpang Pak Damar yang suka berdandan ala perempuan. Meski akhirnya Yuni menerima lamaran Pak Damar, di hari pernikahannya, Yuni memilih kawin lari atas saran temannya Yoga.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, penulis dapat menyimpulkan bahwa gambaran diskriminasi terhadap perempuan, bentuk-bentuk feminisme radikal dan perjuangan srikandi Yuni untuk melanjutkan pendidikannya terdapat dalam film Yuni sebagai berikut. Diskriminasi terhadap perempuan di Yuni Kamila Andini (1) ketika semua siswi di sekolah Yuni harus mengikuti tes keperawanan; (2) Yuni terpojok menolak lamaran Iman yang punya pekerjaan bagus, terlepas dari alasan penolakan Yuni; (3) Suci menjadi pelaku ketika menceraikan mantan suaminya, keluarganya menganggap dia pembohong, yang menyebabkan Suci diusir dari rumah dan akhirnya hidup sendiri; (5) Tika bercerita kepada Yuna bahwa ia lebih memilih mengulangi kesalahan yang sama daripada menjadi janda di usia muda; (6) nenek memarahi Yuna karena duduk di depan pintu rumah karena percaya wanita yang duduk di depan pintu akan kesulitan mencari jodoh; (7) Kepala sekolah berpesan kepada Ibu Lilis untuk berhenti memberikan harapan beasiswa kepada siswa khususnya siswa perempuan, karena sebagian besar orang tua siswa lebih memilih menikahkan anaknya setelah tamat sekolah daripada mendukung mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Yuni yang sangat ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, menemui berbagai kendala, yang tersulit adalah ketika ia mendapat tiga.

Yuni berjuang untuk mendapatkan beasiswa agar dia bisa lebih muda untuk meyakinkan orang tuanya untuk mendukung pilihannya, tetapi fokus Yuni terpecah karena lamaran tersebut. Beberapa cara Yuni lakukan untuk menolak semua lamaran karena salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa adalah kamu jomblo dan memiliki nilai yang tinggi.

Saran

Feminisme dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan Silence in Dada karya Artie Ahmad. Konflik Batin Midah dan Firdaus dalam Novel Langit Mekah Merah Berkabut Aguk Irawan: Tinjauan Psikologi Sastra. Analisis Tokoh dan Penokohan dalam Novel Senja & Pagi Karya Alffy Rev & Linka Angelia.

Analisis Kepribadian Dara dalam Novel Brizzle: Cinta Sang Hafizah Karya Ario Muhammad (Psikologi Sastra). Ia merilis film pertamanya pada tahun 2011 berjudul Cermin Tidak Bohong yang menggambarkan kehidupan suku Bajo, pengembara di lautan Indonesia. Di tahun 2017, Dini merilis film keduanya berjudul Yang Terlihat dan Gaib, sebuah jagat sinematik dualistik berdasarkan filosofi Bali Sekala Niskala.

Karya teater pertamanya adalah adaptasi dari "The Seen and Unseen" yang ditayangkan di Esplanade Singapura pada 2018 dan Asia Topa Melbourne pada 2019. Saat ini Dini sedang menggarap film keempatnya; sebuah film intim yang mengeksplorasi apa yang benar dan apa yang salah dalam kehidupan seorang wanita, dan aksinya terjadi pada tahun 1960-an.

Gambar

Gambar 3.1 Bagan Kerangka Pikir.

Referensi

Dokumen terkait

Manages day-to-day purchases 2.39 Assistance required Relationship and Difference Between Basic Activity of Daily Living and The Profile of The Respondents The relationship between