Kandungan nutrisi yang terdapat pada air kelapa tua lebih besar dibandingkan dengan kelapa muda, sehingga media penyiraman tanaman tomat pada penelitian ini menggunakan air kelapa tua. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh Pemberian Air Kelapa (Cocos Nucifera) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill.)”. Ketidaktahuan petani tentang penambahan unsur hara dan zat pengatur tumbuh eksternal pada tanaman tomat.
Pertumbuhan tanaman tomat yang diamati bersifat vegetatif: tinggi tanaman, jumlah cabang berdaun, dan generatif: umur berbunga. Berapa konsentrasi air kelapa (Cocos nucifera) yang optimum untuk pertumbuhan tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.). Untuk mengetahui konsentrasi air kelapa (Cocos nucifera) yang optimum bagi pertumbuhan tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.).
Tanaman tomat terdiri dari akar, batang, daun bunga dan buah sebagai bagian terpenting dari produk utama. Bunga tanaman tomat tersusun dalam rangkaian bunga, jumlah kuncup bunga bervariasi sesuai dengan jenis varietasnya. Tanaman tomat dapat tumbuh pada kondisi lingkungan yang berbeda-beda, baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah.
Kelapa (Cocos nucifera)
Selain kaya akan mineral, air kelapa mengandung berbagai vitamin seperti asam sitrat, asam nikotinat, asam pantotenat, asam folat, niasin, riboflavin, dan thiamin. Unsur mineral pada air kelapa, terutama kalium, lebih tinggi pada air kelapa tua. Air kelapa merupakan bahan alami, mengandung hormon seperti sitokinin 5,8 mg/L, auksin 0,07 mg/L dan sangat sedikit giberelin serta senyawa lain yang dapat menyebabkan perkecambahan dan pertumbuhan (Armawi.
Air kelapa juga dapat dimanfaatkan sebagai hormon tumbuhan alami karena air kelapa mengandung zat pengatur tumbuh sitokinin yang berperan penting dalam pembelahan sel dan diferensiasi sel, bahkan bermanfaat untuk pertumbuhan tunas tanaman yang bercabang (Warsino. Pertumbuhan yang baik dengan pemberian pakan kelapa Itu Dipercaya bahwa air berperan dalam pertumbuhan ini karena kandungan auksin yang tinggi.Hormon tumbuhan merupakan bagian dari sistem yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan tanaman.Peranan hormon sangat penting dalam pertumbuhan ini.
Berikut ini adalah beberapa hormon yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Kelompok Pengajaran Fisiologi Tumbuhan Auksin.
Penelitian yang Relevan
Penelitian yang dilakukan oleh Ajizah Hayati mengenai frekuensi penyiraman air kelapa pada media tanam terdiri dari dua perlakuan, sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti menggunakan 5 perlakuan. Penelitian Ajizah Hayati menggunakan jamur merang (Volvariella volvacaea), sedangkan peneliti menggunakan jamur tomat (Lycopersicum esculentum Mill.). Armawi (2009) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Tingkat Kematangan Kelapa dan Konsentrasi Air Kelapa pada Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Ikan Penangkap Tiram Putih (Pleurotus ostreatus).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian air kelapa dengan tingkat kematangan kelapa yang berbeda terhadap pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Perlakuan dengan air kelapa muda (UI) memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Untuk konsentrasi air kelapa, perlakuan dengan konsentrasi encer (K3) memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) dibandingkan dengan K1 dan K2.
Persamaan penelitian yang dilakukan peneliti dengan penelitian yang dilakukan Armawi adalah sama-sama menggunakan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) dan sama-sama menggunakan air kelapa. Sedangkan perbedaannya terletak pada tingkat kematangan buah kelapa dan konsentrasi air kelapa pada media tanam.
Kerangka Berpikir
Hipotesis Penelitian
Desain Penelitian
Populasi dan Sampel Penelitian
Variabel Penelitian
Teknik Pengambilan Data
Jumlah cabang daun diamati seminggu sekali selama 5 minggu dengan menghitung jumlah cabang daun yang terbuka.
Teknik Analisis Data
Penilaian hipotesis dilakukan berdasarkan perbandingan antara harga F hitung dengan harga F Tabel 5%, dengan kriteria sebagai berikut. Dapat dikatakan perlakuan yang diberikan tidak memberikan pengaruh yang nyata sehingga tidak dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Jika selisih harga rata-rata (mean) antar masing-masing tingkat perlakuan lebih besar dari harga BNT sebesar 5%, berarti terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antar tingkat perlakuan.
Sebaiknya selisih rata-rata harga antar masing-masing tingkat perlakuan lebih kecil dibandingkan dengan harga BNT sebesar 5%, hal ini berarti terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antar tingkat perlakuan.
Alat dan Bahan
Tahap-tahap Penelitian
Buatlah rangka rumah dengan ukuran panjang 3,5 cm dan lebar 2,5 m serta berikan lantai memanjang sesuai jarak antar polibag yaitu 30 cm dari masing-masing polibag. Bibit pilihan (sehat) ditanam sebanyak 25 bibit dengan lubang media tanam yang presisi. Konsentrasi air kelapa yang digunakan untuk menyiram tanaman tomat adalah 100% dengan interval 2 hari sekali selama masa pembungaan pertumbuhan tanaman tomat.
Pemeliharaan tanaman tomat dilakukan dengan cara penyiangan, penyiraman dengan spray 2 sampai 3 kali sehari untuk menjaga kelembaban dan suhu.
Jadwal Pelaksanaan Penelitian
Hasil Pengamatan
Pertumbuhan Vegetatif a) Tinggi Tanaman Tomat
Hasil analisis variasi tinggi tanaman tomat umur dan 6 MST terhadap pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman tomat terdapat pada Tabel 4.2 sebagai berikut. Hasil analisis data beda tinggi tanaman tomat umur 6 MST terhadap pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Hasil uji KK% dan BNT 5% tinggi tanaman tomat pada 5 MST dan 6 MST terhadap pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tinggi tanaman tomat.
Perbedaan nyata rata-rata tinggi tanaman tomat umur 5 MST pada pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tinggi tanaman tomat. Perbedaan nyata rata-rata tinggi tanaman tomat umur 6 MST pada pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tinggi tanaman tomat. Hasil rata-rata pengamatan cabang daun tanaman tomat umur 6 MST tentang pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman tomat.
Hasil analisis varians data jumlah cabang daun pada tanaman tomat umur 6 tahun dan WAP pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Hasil uji KK% dan BNT 5% terhadap jumlah cabang daun tanaman tomat umur 4, 5 dan 6 tahun. WAP tentang pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tinggi tanaman tomat. Jarak perbedaan nyata rata-rata jumlah cabang daun pada tanaman tomat umur 4 tahun MST pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tinggi tanaman tomat.
Jarak sebenarnya perbedaan rata-rata jumlah cabang daun pada tanaman tomat umur 5 MST pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tinggi tanaman tomat. Jarak perbedaan nyata rata-rata jumlah cabang daun pada tanaman tomat umur 6 MST terhadap pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tinggi tanaman tomat. Hasil analisis variasi umur berbunga tanaman tomat 5-6 MST terhadap pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman tomat.
Hasil uji KK % dan BNT 5% umur pembungaan tanaman tomat pada umur 5-6 MST terhadap pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tinggi tanaman tomat. Perbedaan nyata rata-rata umur berbunga tanaman tomat pada umur 5-6 MST terhadap pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tinggi tanaman tomat.
Pembahasan
- Pertumbuhan Vegetatif
- Pertumbuhan Generatif
- Implikasi Hasil Penelitian Terhadap Pendidikan
- Konsep Penelitian dalam Kajian Islam
Berdasarkan hasil uji beda nyata nilai rerata umur berbunga tanaman tomat pada 5-6 MST pada Tabel 4.15 diatas menunjukkan bahwa perlakuan K.2 (50%)/polibag tidak berpengaruh nyata terhadap K.1 . (25%) K.3 (75%) dan K.4 (100%)/polibag serta memberikan pengaruh sangat nyata terhadap K.o (kontrol) terhadap pertumbuhan tinggi tanaman tomat. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata tinggi tanaman tomat pada pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman tomat jelas menunjukkan pengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tinggi tanaman tomat seperti pada perlakuan K.2 (50%), masing-masing dengan nilai rata-rata 64,60, KK polibag berbeda dengan perlakuan K.o (kontrol). Berdasarkan data analisis variasi tinggi tanaman tomat, terlihat adanya pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman tomat pada semua umur.
Berdasarkan hasil uji beda nyata tinggi tanaman tomat umur 5 dan 6 MST menunjukkan bahwa pemberian air kelapa berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman tomat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman tomat, ditunjukkan pada perlakuan K.2 (50%) lebih baik dari segi produktivitas tanaman, karena konsentrasi yang diberikan seimbang dengan konsentrasi air kelapa. unsur hara yang diperlukan oleh tanaman dalam proses pembentukan pertumbuhan vegetatif tinggi tanaman tomat. Berdasarkan hasil pengamatan rata-rata jumlah cabang daun segala umur, pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman tomat terlihat jelas pada perlakuan K.1 (25%), K.2 (50%), K.3 (75%) dan K.4 (100%)/polibag yang berbeda dengan jumlah cabang daun pada perlakuan K.o (kontrol).
Berdasarkan data analisis variasi jumlah cabang daun pada tanaman tomat, pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman tomat umur 2 dan 3 tahun MST belum memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertambahan jumlah daun. cabang pada tanaman tomat, karena pada umur tersebut tanaman belum tumbuh. Terdapat pengaruh nyata pada umur 4, 5 dan 6 MST terhadap pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan jumlah cabang daun pada tanaman tomat. Hasil uji jarak berbeda nyata dengan hasil uji BNT pada taraf 5%. Nilai rata-rata jumlah cabang daun pada tanaman tomat mempunyai kontribusi terhadap jumlah cabang daun pada tanaman tomat akibat perlakuan K. Perlakuan K.1 (25%), K.2 (50%), K.3 (75%) dan K.4 (100%)/poliposis berpengaruh nyata secara statistik pada perlakuan K.o (kontrol) terhadap pertumbuhan tanaman tomat. tinggi.
Sedangkan nilai rata-rata pada umur 4, 5 dan 6 MST pada perlakuan K.2 (50%)/polibag, berdasarkan statistik memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah cabang daun pada tanaman tomat. Berdasarkan rata-rata umur berbunga tanaman tomat pada tabel 4.12 terlihat bahwa umur berbunga tanaman berpengaruh terhadap penyediaan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman tomat K1=39,4 hari, K2=37,8 hari, K3 = 38,8 hari, K4= 38,2 Hari berbunga lebih cepat dibandingkan K.o (kontrol). Hasil analisis variasi pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman tomat tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan umur berbunga tanaman tomat, yaitu diperoleh skor F.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pemberian air kelapa pada tanaman tomat memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang daun dan waktu berbunga tanaman tomat. Seperti halnya tinggi tanaman, pemberian air kelapa juga sangat mempengaruhi jumlah cabang daun pada tanaman tomat. Berdasarkan data penelitian yang dilakukan pada konsentrasi yang lebih tinggi (75% dan 100%), kurang efektif dalam pertumbuhan tanaman tomat.
Penelitian ini dilakukan dengan memberikan beberapa perlakuan berupa penyiraman media tanam tanaman tomat menggunakan air kelapa.
Kesimpulan
Saran
Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) Dengan Penyiraman Air Kelapa (Cocos Nucifera L.) Sebagai Alat Peraga Biologi Kelas XII Sekolah Menengah Pertama. Pengaruh tingkat kematangan buah kelapa dan konsentrasi air kelapa pada media tanam terhadap pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus Ostreatus). Penentuan kandungan kalium dan natrium pada air kelapa hijau (varietas Cocos Nucifera L viridis) dan Air Kelapa Gading (varietas Cocos nucifera L Eburnia). Tesis. Medan: Universitas Sumatera Utara.
Pengaruh pemberian air kelapa (Cocos Nucifera) pada media tanam terhadap pertumbuhan jamur tiram (Pleurotus Ostreatus).