• Tidak ada hasil yang ditemukan

upaya komunikasi pemasaran terpadu untuk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "upaya komunikasi pemasaran terpadu untuk"

Copied!
119
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

BPR Rambi Artha Putra Jember yang juga melakukan kegiatan pemasaran menggunakan komunikasi pemasaran terpadu untuk menarik minat nasabah, dimana lokasi BPR dibangun dekat dengan pasar untuk memudahkan dan membantu masyarakat sekitar dalam menyimpan dan meminjamkan dana sebagai modal usaha. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai upaya komunikasi pemasaran terpadu untuk meningkatkan ekuitas merek pada PT.

Fokus Penelitian

BPR Rambi Artha Putra Jember dalam kegiatan pemasarannya tidak membatasi wilayah atau jangkauan tempat tinggal (jika dalam lingkup wilayah Indonesia) dalam menyediakan produk transaksi berupa simpanan atau pinjaman, karena bank tersebut belum membuka cabang, berbeda dengan BPR pada umumnya membatasi wilayah dan jangkauan dalam menerima nasabah karena telah memiliki beberapa cabang di setiap wilayah. BPR Rambi Artha Putra saat observasi awal mengatakan, pihaknya juga menerima peminjam dari luar kota seperti Jembrana Bali.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi tambahan koleksi kajian dan literatur mengenai komunikasi pemasaran terpadu untuk meningkatkan brand equity bagi mahasiswa IAIN Jember serta mendorong kajian dan penelitian lebih lanjut mengenai pemasaran. BPR Rambi Artha Putra Jember, diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna sebagai data dan bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk mengetahui gambaran mengenai komunikasi pemasaran terpadu, yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah selanjutnya bagi perusahaan dalam meningkatkan ekuitas merek.

Definisi Istilah

Sistematika Pembahasan

84 Data diperoleh dari PT Documents.. sepanjang tidak bertentangan dengan anggaran dasar BPR dan ketentuan hukum yang berlaku. e) Dalam menjalankan fungsi pengawasannya, Dewan Pengawas dilarang ikut serta dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kegiatan operasional BPR, kecuali dalam hal yang berkaitan dengan... penyediaan sumber daya kepada pihak terkait", seperti dalam ketentuan bahwa menetapkan batas maksimum Pemberian Kredit BPR dan hal-hal lain yang diatur dalam Peraturan Perundang-undangan f) Pengambilan keputusan oleh Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud pada huruf (d) merupakan bagian dari tugas pengawasannya, sehingga segala risiko yang melekat dalam keputusan tersebut tetap ada. tanggung jawab Dewan Pengawas Direksi g) Memastikan Direksi telah menindaklanjuti seluruh temuan rekomendasi pemeriksaan, baik dari Satuan Kerja Audit Eksternal, maupun hasil pemeriksaan Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan No.4 /POJK.03/2015, tentang Penerapan Tata Kelola BPR. h) Dalam situasi/keadaan tertentu, Dewan Pengawas dapat menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sesuai dengan anggaran dasar BPR dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. i) Memberitahukan kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah ditemukannya :. Ketika kita melakukan pemasaran, maka setiap orang pemasaran yang pertama kali kita lakukan adalah memperkenalkan diri, kemudian perusahaan yang kita datangkan (PT. BPR Rambi Artha Putra) dan kemudian memperkenalkan produknya kepada PT. Setiap bisnis pasti memiliki berbagai bentuk komunikasi pemasaran yang dilakukan untuk meningkatkan kemajuan bisnis seperti yang dilakukan oleh BPR Rambi Artha Putra.

BPR Rambi Artha Putra Jember telah mengalami banyak kemajuan terutama di bidang perkreditan (karena PT. BPR Rambi Artha Putra banyak beroperasi di bidang perkreditan). BPR Rambi Artha Putra diatas mempunyai perbedaan dengan penelitian yang dilakukan oleh Solehatun Nasiha dengan judul Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Dalam Peningkatan Merek Dagadu Djokdja di PT. BPR Rambi Artha Putra, walaupun belum seluruh unsur komunikasi pemasaran terpadu diterapkan, namun PT.

BPR Rambi Artha Putra tidak menerapkan semua jenis komunikasi pemasaran terpadu, hanya menggunakan komunikasi pemasaran brosur, penjualan personal, pemasaran langsung, dan promosi penjualan.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Kajian Teori

  • Komunikasi Pemasaran Terpadu

Dari definisi di atas dapat dipahami bahwa komunikasi pemasaran adalah suatu cara yang digunakan oleh individu, organisasi atau perusahaan untuk menyebarkan informasi tentang produk atau jasa yang dihasilkan kepada masyarakat guna memperoleh keuntungan melalui berbagai strategi yang diterapkan dalam perusahaan. Tujuan dari komunikasi pemasaran terpadu adalah untuk mempengaruhi atau mempengaruhi secara langsung perilaku kelompok sasaran. Dalam komunikasi pemasaran terpadu, semua sumber yang dapat mempertemukan pelanggan atau calon pelanggan dengan produk atau jasa suatu merek atau perusahaan dianggap sebagai saluran potensial untuk penyampaian pesan di masa depan.

Selanjutnya, komunikasi pemasaran terpadu menggunakan segala bentuk komunikasi yang relevan dan dapat diterima oleh pelanggan dan calon pelanggan. Bauran komunikasi pemasaran dapat dibagi menjadi beberapa unsur yang berkaitan erat dengan upaya membangun ekuitas merek. C. Jenis Komunikasi Pemasaran Terpadu 1) Periklanan. Dalam komunikasi pemasaran, baik publisitas maupun hubungan masyarakat memegang peranan penting dalam komunikasi pemasaran.Humas merupakan suatu bentuk berbagai program yang bertujuan untuk mempromosikan atau melindungi citra suatu perusahaan atau produk individualnya, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

BPR Rambi Artha Putra Jember yang dalam hal ini adalah lembaga keuangan yang mempunyai berbagai bentuk pemasaran untuk meningkatkan jumlah nasabah dan produknya, dimana lokasi penelitian BPR dibangun dekat dengan pasar untuk memudahkan dan membantu masyarakat sekitar untuk menabung. dan peminjaman dana sebagai modal usaha dan tempat yang cocok secara strategis untuk mempromosikan produk yang ditawarkan bertujuan untuk meningkatkan kualitas perusahaan karena pasar merupakan tempat kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang dan di BPR Rambi Artha Putra juga terdapat klien yang berdomisili dari di luar kota.

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan data

Wawancara ini digunakan untuk memperoleh informasi dengan menggunakan metode tanya jawab tatap muka antara peneliti dan informan. Dokumentasi digunakan untuk melengkapi dan mengoreksi data yang diperoleh dari wawancara dan observasi sehingga tidak diragukan keabsahannya.73. Data yang diperoleh dari dokumentasi ini berupa: foto, brosur/media pemasaran produk yang digunakan dan rekaman wawancara.

Analisis Data

Analisis data deskriptif adalah analisis data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka yang diperoleh dari wawancara, observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Jumlah data yang diperoleh dari lapangan cukup besar, oleh karena itu data yang diperoleh harus dicatat secara cermat dan rinci. Selain itu, keterbatasan data akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan dan pencarian data lebih lanjut jika diperlukan.74.

Setelah peneliti menyajikan data, langkah selanjutnya adalah menarik kesimpulan dari data yang disajikan, sesuai dengan pernyataan Miles dan Huberman bahwa “peneliti yang kompeten akan memperlakukan kesimpulan secara longgar, tetap terbuka dan skeptis, tidak jelas pada awalnya. , namun meminjam istilah klasik dari Glesser dan Straus (1997), kemudian diingat secara lebih rinci dan berakar kuat.76.

Keabsahan Data

Anak saya mengenal Bank BPR Rambi Artha melalui teman saya yang juga pernah membeli produk dari PT. BPR Rambi Artha Putra seperti di brosur masyarakat akan mengetahui perhitungan dan perhitungan kredit pada PT. BPR Rambi Artha Putra selalu mengedepankan pelayanan terbaik untuk mempertahankan nasabah baik baru maupun lama.

BPR Rambi Artha Putra saat ini lebih baik karena mampu meningkatkan penjualan perusahaan.

Tahap-tahap Penelitian

PENYAJIAN DATA DANA ANALISIS

Gambaran Obyek Penelitian

Hal ini tercermin dari pemisahan tugas dan tanggung jawab antar entitas/satuan kerja yang menangani kegiatan akuntansi, operasional, dan penunjang operasional, serta penunjukan pejabat yang bertanggung jawab melakukan audit internal, independen terhadap satuan kerja lain, sesuai dengan Pasal 14 BOY TIDAK. 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola BPR. e) Penyelenggaraan rapat umum (RUPS) dan rapat umum luar biasa (jika dipandang perlu), sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum dan anggaran dasar BPR. Tindak lanjut ini berupa rencana aksi dengan tenggat waktu yang wajar, pemantauan ketat, dan hasilnya dilaporkan pada kesempatan pertama kepada seluruh pemangku kepentingan terkait. g) Menyampaikan data dan informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu kepada Dewan agar dapat melakukan pengawasan efektif terhadap manajemen sesuai dengan ketentuan manajemen risiko BPR. h) Mengkomunikasikan kebijakan strategis BPR di bidang pengawasan kepada seluruh pegawai BPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 Peraturan OJK No. 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi BPR. i) Bertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan tugasnya dalam kepengurusan BPR kepada pengurus dan pemegang saham melalui forum RUPS tahunan. Memantau kewajiban penyampaian laporan BPR sesuai ketentuan, misalnya kewajiban penyampaian laporan keuangan tahunan BPR, laporan pelaksanaan tata kelola BPR, pelaporan hasil pengawasan di dewan, dan lain-lain.

Dijelaskan bahwa tata kelola perusahaan yang baik yang selanjutnya disebut GCG adalah asas yang mendasari suatu proses dan mekanisme pengelolaan perusahaan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan etika bisnis.

Penyajian Data dan Analisis

BPR Rambi Artha Putra kemudian mengajak saudara dan temannya yang membutuhkan dana untuk menjadi nasabah di tempat yang sama91. BPR Rambi Artha Putra melalui kakak saya, kemudian beliau menyarankan agar saya mencoba mendapatkan produk yang saya butuhkan dari PT. BPR Rambi Artha Putra antara lain mengunjungi calon nasabah secara langsung (personal sales), menyebarkan brosur, menggunakan telepon dan promosi penjualan.

BPR Rambi Artha Putra melangkah lebih jauh dan mengetahui lebih jauh serta memahami produk-produk yang ditawarkan seperti tabungan (deposito, tabungan umum dan tabungan sederhana) dan kredit.

Pembahasan Temuan

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa peran komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh PT. BPR Rambi Artha Putra tidak menerapkan semua jenis komunikasi pemasaran seperti media iklan TV dan radio karena biaya yang dikeluarkan sangat besar. Kesimpulan inilah yang peneliti uraikan dalam tulisan ini, sehingga dapat disimpulkan bahwa upaya komunikasi pemasaran terpadu pada PT.

BPR Rambi Artha Putra perlu lebih ditingkatkan dengan menerapkan segala jenis komunikasi pemasaran agar lebih efektif dan dikenal masyarakat luas.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan temuan penelitian, ekuitas merek yang timbul dan tumbuh pada suatu perusahaan bergantung pada apa yang disampaikan kepada konsumen atau pelanggan, yang dilakukan dengan cara memberikan pelayanan terbaik seperti kemudahan dan proses pengiriman produk yang cepat. ditawarkan untuk membimbing perusahaan, pelanggan, serta melakukan pemasaran individual (personal sales) yang dapat memudahkan masyarakat memahami apa yang dipasarkan. BPR Rambi Artha Putra dalam kegiatan pemasarannya dengan cara mengunjungi langsung kegiatan usaha seperti toko, lapak, bengkel dan segala jenis kegiatan usaha lainnya kemudian memberikan brosur dan meninggalkan nomor telepon. BPR Rambi Artha Putra menyediakan brosur yang berfungsi sebagai bentuk gambaran umum produk yang ditawarkan perusahaan, pemasaran langsung melalui telepon yang tujuannya untuk memberikan informasi kepada nasabah, Personal Selling yang merupakan bentuk pendekatan penjualan individual untuk mencari untuk mengetahui respon pelanggan/prospek serta berupaya membina hubungan dengan pelanggan dan promosi penjualan berfungsi sebagai daya tarik masyarakat untuk menjadi pelanggan dalam bentuk pemberian bingkisan atau paket lebaran.

Saran-saran

Peran komunikasi pemasaran terpadu harus lebih ditingkatkan dengan memberikan hadiah atau kupon undian yang menarik agar lebih menarik minat masyarakat, dengan mempertimbangkan semakin banyaknya pesaing. Peran Bauran Promosi Dalam Menarik Minat Nasabah di BMT-UGT Sidogiri Cabang Pembantu Kaliwates Jember.

Referensi

Dokumen terkait