Alhamdulillah, saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan kesempatan yang telah diberikan sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan suka, duka dan air mata. Kepada saudara-saudaraku yang telah memberikan semangat kepadaku dan segala bantuan yang telah diberikan. Pak. dan Ibu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bengkulu yang telah mengajar, membimbing dan memberikan berbagai ilmu dengan penuh keikhlasan.
Para pegawai dan pegawai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Nasional (IAIN) Bengkulu yang telah memberikan pelayanan yang baik dalam hal administrasi. Teman-teman yang ikut serta dalam penyelesaian skripsi ini (Oppie Pricilia Oktari, Rahma Zulvyanti, Yuni Verawati, Harri Kurniawati, Ade Uswatul Hasanah, Sri Nurhayati, Leo Ronaldo, Jumaidi, dll) serta semua pihak yang membantu dalam penulisan tugas skripsi ini . Kepada keluarga FEBI IAIN Bengkulu dan Almamater Institut Islam Nasional (IAIN) Bengkulu yang telah membooking saya.
Desi Isnaini, M.A selaku Pembimbing I yang dengan sabar memberikan bimbingan, motivasi, semangat dan arahan dalam penulisan disertasi ini. Rizky Hariyadi, M.Acc selaku Pembimbing II yang dengan sabar memberikan bimbingan, motivasi, semangat dan arahan dalam penulisan disertasi ini. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu yang mengajar, membimbing dan menyebarkan berbagai ilmu dengan penuh keikhlasan.
Staf dan pegawai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu yang telah memberikan pelayanan yang baik dalam hal administrasi.
PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penulisan
Manfaat Penulisan
Metode Penulisan
Sistematika Penulisan
KONSEP DASAR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Tujuan Pemberdayaan Masyarakat
Sebagai suatu program atau kegiatan yang sedang berproses, maka kegiatan pemberdayaan masyarakat ini tentunya mempunyai tujuan yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat menjadi lebih sejahtera, lebih energik atau mempunyai kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar, mempunyai kreatifitas yang tidak hanya pada satu bidang saja. masyarakat, tetapi juga mencakup bidang lain, yang lain dan dapat menciptakan kebebasan sosial. Peningkatan pendidikan dalam proses pemberdayaan dapat memicu semangat, kreativitas dan juga keinginan untuk belajar lebih baik. Artinya, seiring dengan tumbuh dan berkembangnya semangat belajar yang tidak mengenal batas waktu dan usia, aksesibilitas diharapkan semakin meningkat.
Artinya, melalui upaya peningkatan pendidikan dan akses pemberdayaan yang dilakukan dengan berbagai sumber daya, baik sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya buatan, diharapkan akan semakin banyak tindakan yang lebih baik. . Artinya, dengan memperbaiki tindakan-tindakan yang telah dilakukan, diharapkan kelembagaan masyarakat dapat ditingkatkan, khususnya perbaikan dalam pengembangan jaringan kemitraan dunia usaha, sehingga tercipta posisi negosiasi yang kuat di masyarakat. Artinya dengan meningkatkan usaha yang dijalankan diharapkan pendapatan yang diperoleh semakin meningkat, termasuk pendapatan keluarga dan masyarakat.
Artinya melalui perbaikan pendapatan yang dilakukan diharapkan lingkungan hidup (fisik dan sosial) dapat diperbaiki, karena kerusakan lingkungan sering terjadi akibat kemiskinan atau terbatasnya pendapatan. Artinya diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat setelah memiliki pendapatan yang cukup dan juga memiliki lingkungan yang sehat dan aman. Artinya, setelah keadaan kehidupan menjadi lebih baik, dan didukung oleh lingkungan (fisik dan sosial) yang lebih baik, maka diharapkan kehidupan masyarakat akan jauh lebih baik.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat manusia agar terhindar dari jerat kemiskinan, ketidakberdayaan, dan segala bentuk keterbelakangan. Pada akhirnya masyarakat yang tidak berdaya ini dapat mandiri dan tidak bergantung pada individu dan masyarakat lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik pada seluruh aspek kehidupan masyarakat, sehingga kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.
Padahal perilaku dan budaya seperti ini mempunyai peranan penting untuk mendorong dan mempercepat proses pembangunan di masyarakat sehingga dapat terbentuk kehidupan yang lebih kuat, maju dan mandiri dalam mencapai tujuan.7. Sebagai suatu proses, pemberdayaan merupakan serangkaian kegiatan untuk memperkuat kekuasaan dan pemberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk masyarakat yang mengalami permasalahan kemiskinan. Sebagai tujuan, pemberdayaan mengacu pada kondisi atau hasil yang ingin dicapai oleh perubahan sosial, yaitu masyarakat yang berdaya, mempunyai kekuasaan atau mempunyai pengetahuan dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Fungsi Pemberdayaan
Sumber daya manusia yang dimaksud adalah orang-orang yang mempunyai kreativitas dan kemampuan untuk mencapai tujuan organisasi. 13 Mei Nurul Astuti, Tesis: “Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Pelayanan Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi” (Jambi: UIN SULTHAN JAMBI, 2019) Halaman 8-9. 14 Mei Nurul Astuti, Tesis: “Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Pelayanan Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi, halaman 11.
15Mei Nurul Astuti, Skripsi : “Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Arsip dan Perpustakaan Kota Jambi”, halaman 15-16. 16 Mei, Nurul Astuti, Skripsi: “Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Arsip dan Perpustakaan Kota Jambi”, halaman 17. Balahmar, “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembangunan Ekonomi Desa”, Jurnal Kebijakan Publik dan Manajemen, Jilid 2 no. 1, Maret 2014, halaman 56.
Sumber daya manusia menunjukkan kekuasaan yang berasal dari orang-orang yang akan memberikan kekuasaan kepada sumber daya lain dalam pengelolaan untuk mencapai suatu tujuan. Memperkuat Sumber Daya Manusia dalam meningkatkan kualitas pelayanan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi.
Prinsip-Pinsip Pemberdayaan Masyarakat
UPAYA PENINGKATAN TARAF
Etos Kerja
Pendapat tersebut menyatakan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan konsep pembangunan ekonomi yang mengandung nilai-nilai sosial. Pada hakikatnya pemberdayaan masyarakat tidak hanya ditujukan kepada individu tetapi juga kelompok sebagai bagian dari aktualisasi eksistensi masyarakat. Untuk itu masyarakat dapat dijadikan sebagai acuan normatif (norma yang berlaku), yang menempatkan konsep pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun eksistensi masyarakat secara individu, dalam keluarga, bahkan dalam bangsa sebagai wujud dari keberdayaan masyarakat. aktualisasi kemanusiaan yang adil dan beradab.
Untuk itu kegiatan pemberdayaan masyarakat memerlukan pengenalan terhadap hakikat manusia yang akan memberikan pembelajaran untuk wawasan yang lebih luas dalam penerapan berbagai konsep atau program pemberdayaan masyarakat.2. Karl Marx dan Fiedmann berpendapat bahwa pemberdayaan adalah pemberdayaan masyarakat yang dimulai dari kehidupan rumah tangga. Pemberdayaan masyarakat merupakan proses menciptakan manusia yang mampu berpikir dan menginisiasi kegiatan sosial dalam upaya memperbaiki situasi dan kondisi yang dihadapi dalam kehidupannya.
Pemberdayaan masyarakat ini hanya akan terjadi jika masyarakat itu sendiri ikut serta dalam setiap kegiatannya, dan sebaliknya jika tidak mau atau tidak dapat berpartisipasi maka pemberdayaan masyarakat ini hanya sekedar rencana tanpa realisasi. Keberhasilan kegiatan pemberdayaan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pihak yang melakukan pemberdayaan saja, namun juga dilihat dari seberapa aktif kegiatan tersebut mengubah situasi dan kondisi kehidupan mereka dari sebelumnya menjadi lebih baik. Pemberdayaan Masyarakat Perspektif Ekonomi Syariah merupakan ajaran komprehensif yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk pengaturan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat dapat diharapkan dapat diandalkan sebagai kegiatan penting dalam mengatasi kemiskinan, pengangguran, dan meningkatkan kualitas serta kesejahteraan hidup masyarakat. Pentingnya fungsi pemberdayaan masyarakat semakin mempertegas dan mempertegas pendapat Sumodiningrat yang mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat terlaksana secara efektif apabila program-program yang disiapkan oleh pemerintah dan masyarakat dapat dilaksanakan dengan baik. Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu proses dimana masyarakat yang kurang memiliki akses terhadap sumber daya didorong untuk meningkatkan kemandiriannya dalam mengembangkan kesejahteraan hidupnya.
Pemberdayaan masyarakat merupakan proses sirkulasi yang berkesinambungan dan merupakan proses partisipatif dimana anggota masyarakat akan bekerja sama dalam kelompok formal dan informal untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk mencapai tujuan bersama. Dalam setiap kegiatan pemberdayaan masyarakat yang akan dilakukan harus dilakukan berdasarkan kebutuhan dan potensi masyarakat. Pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan etos kerja dan penerapan strategi pemberdayaan masyarakat berperan penting dalam meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, dan juga dapat menjadikan proses pembangunan ekonomi berjalan dengan baik.
Sumber daya manusia merupakan faktor utama dalam berjalannya suatu organisasi dan memegang peranan penting dalam mengukur keberhasilan tujuan organisasi. Sumber daya yang terdapat dalam organisasi merupakan keberadaan sumber daya manusia yang merupakan kunci keberhasilan manajemen atau organisasi dalam kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat
Kiat-Kiat Pemberdayaan Ekonomi
PENUTUP
Saran
Hal ini karena memungkinkan penelitian lain dengan pendekatan tertentu dan topik yang kurang lebih sama serta dilakukan pada waktu yang berbeda. Jika ada kutipan atau pendapat yang dihilangkan dalam buku ini, mohon maaf, karena ini bukan karena kesengajaan, melainkan karena kesalahan penulis sebagai orang awam. Pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, etos kerja dan lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan bagian produksi PT Inko Java Semarang.
Analisis faktor gaya kepemimpinan dan faktor etos kerja terhadap kinerja pegawai pada organisasi yang telah menerapkan SNI. Etika kerja, disiplin kerja dan komitmen organisasi Pengaruhnya terhadap kinerja karyawan di PT Hasjrat Abadi Cabang Manado. Melanjutkan sekolah menengah pertama di SMP Negeri 15 Kota Bengkulu, lulus tahun 2014, kemudian melanjutkan sekolah menengah atas di SMAN 08 Kota Bengkulu, lulus tahun 2017.
Penulis adalah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Bengkulu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Program Studi Ekonomi Syariah. Kegiatan selain menjadi mahasiswa antara lain aktif mengikuti organisasi Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah (HIMA EKSYA) dan menjadi Asisten Lab Perbankan Syariah. Jelaskan bahwa buku diatas sudah sampai pada proses perbaikan dan penyelesaian buku sebelum dicetak.