PENDAHULUAN
Fokus Penelitian
Bagaimana upaya pengembangan motorik halus anak melalui Origami pada kelompok B di RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari Kabupaten Jember tahun pelajaran 2018/2019. Apa Faktor Penghambat dan Solusi Kegiatan Origami Anak Kelompok B di RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019.
Tujuan Penelitian
Menjelaskan faktor penghambat dan solusi kegiatan origami anak kelompok B di RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari Kabupaten Jember Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019.
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Sistematika Pembahasan
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kajian Teori
- Pengertian perkembangan Motrik Halus
- Langkah pembelajaran Pengembangan Motorik halus melalui kegiatan
Perkembangan motorik halus meliputi perkembangan otot-otot halus dan fungsinya.21 Otot halus pada masa anak berfungsi untuk melakukan gerakan-gerakan bagian tubuh yang lebih spesifik, seperti menulis, melipat, merangkai, mengancingkan baju, mengikat tali sepatu dan memotong, motorik halus anak. mengembangkan keterampilan anak dalam menggunakan jari-jari tangan, khususnya ibu jari dan telunjuk. 22 Keterampilan motorik halus ada bermacam-macam, antara lain: 1) menggenggam, 2) memegang, 3) merobek, 4) memotong. Keterampilan motorik halus merupakan kemampuan anak dalam melakukan aktivitas dengan menggunakan otot-otot kecil, seperti menulis, meremas, menggenggam. Keterampilan motorik halus seorang anak juga memerlukan dukungan keterampilan fisik dan kematangan mental lainnya, seperti keterampilan menggambar.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan keterampilan motorik halus pada penelitian ini adalah perubahan kemampuan gerak dengan menggunakan otot-otot halus pada jari-jari tangan dan koordinasi mata-jari untuk melakukan aktivitas seperti Tujuan pengembangan motorik halus pada penelitian ini adalah agar anak mampu menggerakan otot-otot halus pada jari tangan dan koordinasi tangan-mata untuk melakukan aktivitas seperti meniru gerakan melipat 1-6. Kesimpulan dari pendapat di atas adalah prinsip perkembangan motorik halus berorientasi pada kebutuhan anak, memberi kebebasan pada anak untuk berekspresi dan berkreasi, belajar sambil bermain, membimbing anak sesuai dengan kemampuan anak.
Prinsip perkembangan motorik halus pada penelitian ini adalah membimbing anak sesuai dengan kemampuannya menggerakan otot-otot halus tangan pada aktivitas menirukan membungkuk sebanyak 1-6 kali. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik halus Perkembangan motorik mulai dari motorik dasar, motorik spesifik hingga motorik khusus, yang dipengaruhi oleh penampilan luar dan faktor lingkungan. Bagi anak kecil, Raudlotul Athfal, melipat merupakan salah satu bentuk kegiatan bermain kreatif yang menarik dan menyenangkan.
METODE PENELITIAN
- Lokasi Penelitian
- Subyek Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisis Data
- Keabsahan Data
- Tahap–Tahap Penelitian
Upaya pengembangan motorik halus melalui origami anak kelompok B RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari Kabupaten Jember tahun ajaran 2018/2019. Upaya pengembangan motorik halus melalui origami anak kelompok B di RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari Kabupaten Jember, tahun ajaran 2018/2019. Faktor penghambat lan solusi upaya pengembangan keterampilan motorik halus melalui origami pada anak kelompok B di RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari Kabupaten Jember pada tahun ajaran.
Mengenai perkembangan motorik halus siswa dalam kegiatan origami, menurut Miftahul Jannah selaku guru kelompok B RA Al-Mukhlisin mengatakan. Faktor penghambat dan solusi upaya pengembangan motorik halus melalui origami pada anak kelompok B RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari kabupaten Jember tahun pelajaran 2018/2019. Upaya pengembangan motorik halus melalui origami pada anak kelompok B di RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari kabupaten Jember tahun ajaran 2018/2019.
Dari pembahasan di atas, inilah bagaimana perkembangan motorik halus anak melalui permainan lipat origami di RA Al-Mukhlisin Kabupaten Jember. Hasil wawancara keterampilan motorik halus melalui origami pada anak kelompok B di RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari Jember. Lembar observasi meningkatkan keterampilan motorik halus melalui origami pada anak kelompok B di RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari Jember.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Sejarah singkat berdirinya RA Al-Mukhlisin Tamansari mumbulsari
Secara kelembagaan RA Al-Mukhlisin merupakan lembaga pendidikan formal sebelum anak memasuki sekolah dasar yaitu anak usia dini 0 sampai dengan 6 tahun yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Jember dan mempunyai izin penyelenggaraan madrasah. Dalam rangka mengembangkan pendidikan guna menunjang tujuan pendidikan nasional dalam membangun bangsa yang cerdas, khususnya pendidikan bagi anak usia prasekolah atau anak usia dini, RA Al-Mukhlisin senantiasa berupaya untuk melahirkan calon-calon pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif sebagai modal dasar bagi anak-anak. untuk belajar di tingkat selanjutnya. Dengan modal tersebut diharapkan anak memperoleh pengetahuan yang optimal sejak tingkat sekolah dasar, karena beberapa aspek perkembangan anak telah distimulasi sejak awal.
Raudlotul Athfal Al-Mukhlisin adalah sebuah institusi pendidikan di bawah panji Yayasan Pendidikan Islam Al-Mukhlisin. Dan Raudlotul Athfal Al-Mukhlisin berstatus wakaf / Derma / Hibah dikelilingi rumah penduduk.
Profil RA Al-Mukhlisin
Visi, Misi dan Tujuan RA Al-Mukhlisin
Letak Geografis
Keadaan pendidik dan tenaga kependidikan
Data anak didik RA Al-Mukhlisin
57 Wawancara Ibu Miftahul Jannah, guru kelompok B RA Al-Mukhlisin Mumbulsari, wawancara tanggal 3 April 2019. . kelompok kedua mewarnai gambar dan kelompok ketiga melakukan kegiatan origami atau melipat. Untuk mengembangkan potensi motorik halus anak, lembaga pendidikan RA Al-Mukhlisin melaksanakan kegiatan dalam bentuk origami atau melipat. Raudlotul Athfal Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari Jember untuk mengembangkan keterampilan motorik halus anak, peneliti menggunakan pembelajaran menggunakan origami lipat.
Berdasarkan hasil observasi kendala ketiga yang dilakukan di RA Al-Mukhlisin, anak-anak selalu menunggu bimbingan guru ketika melipat, sehingga banyak siswa yang diam dan menunggu guru. Diperkuat dengan dokumentasi foto anak kelompok B dalam proses pembelajaran origami di RA Al-Mukhlisin Mumbulsari Jember.71. Berdasarkan hasil analisis data deskriptif, peneliti dalam karya ini akan mendeskripsikan seluruh hasil observasi dan wawancara dari proses guru dalam upaya pengembangan motorik halus anak usia dini kelompok B di RA Al-Mukhlisin Kabupaten Jember, sebagai berikut: .
Faktor Penghambat Dan Solusi Dalam Upaya Mengembangkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Origami Pada Anak Kelompok B Di RA Al-Mukhlisin Tamansarri Mumbulsari Kabupaten Jember Tahun Ajaran 2018/2019. Berdasarkan analisis data deskriptif, dalam tugas akhir ini peneliti akan mendeskripsikan hasil observasi dan wawancara mengenai faktor penghambat dan solusi kegiatan Origami untuk pengembangan motorik halus anak kelompok B di RA Al-Mukhlisin kabupaten Jember. Berdasarkan analisis data yang dilakukan peneliti mengenai upaya pengembangan keterampilan motorik halus anak melalui permainan melipat origami di RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari Kabupaten Jember, dapat disimpulkan sebagai berikut. Berdasarkan analisis dan pembahasan sebelumnya, peneliti dapat menyimpulkan bahwa perkembangan motorik halus anak melalui permainan melipat origami di RA Al-Mukhlisin terlihat dari antusias siswa terhadap permainan melipat origami yang sangat antusias.
Berdasarkan hasil observasi peneliti faktor penghambat dan solusi dalam kegiatan pembelajaran melipat origami pada kelompok B di RA Al-Mukhlisin kabupaten Jember yaitu: 1). Bagaimana penerapan kegiatan origami dalam upaya mengembangkan keterampilan motorik halus melalui origami pada anak kelompok B di RA Al-.
Keadaan sarana dan prasana
Penyajian dan Analisis Data
Data yang ditangani dan dianalisis dalam bab ini adalah data kualitatif yang diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap anak kelompok B di RA Al-Mikhlisin Tamasari Mumbulsari Kabupaten Jember. Lembaga Pendidikan Raudlotul Athfal Al-Mukhlisin merupakan lembaga pendidikan dasar Islam yang menyelenggarakan pendidikan Islam anak usia dini. Terselenggaranya program pendidikan ini merupakan wujud nyata kepedulian RA Al-Mukhlisin Mumbulsari Kabupaten Jember untuk membantu mencerdaskan anak bangsa bersama pemerintah dan masyarakat dalam membentuk kehidupan bermasyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, budi pekerti dan ilmu pengetahuan. .
Kegiatan origami ini merupakan upaya untuk membimbing guru dalam mengembangkan keterampilan motorik halus siswa, yang dapat memberikan rangsangan untuk lebih meningkatkan semangat belajar siswa. Langkah pertama yang dilakukan guru dalam mengembangkan motorik halus anak dalam kegiatan melipat adalah menyiapkan bahan-bahan yang akan dibuat menjadi bentuk yang ditekuk, misalnya kertas yang dilipat, sehingga anak dapat melatih jari-jarinya agar fleksibel dalam proses melipat kertas origami. 57 Hal ini sesuai dengan informasi yang telah disebutkan di atas, ungkap pula Ibu Sulasmi, S.Pd selaku direktur di RA Al-Mukhlisin. Hasil observasi yang dilakukan peneliti di RA Al-Mukhlisin menunjukkan bahwa anak-anak mengalami kesulitan ketika mengalami tahapan-tahapan tersebut. melipat, hal ini disebabkan karena kedudukan guru atau teman sekerja dalam mengajarkan cara melipat kertas dengan menggunakan meja yang tingginya sejajar dengan meja yang digunakan anak untuk melipat.
Berdasarkan pengamatan peneliti dari RA Al-Mukhlisin, faktor penghambat yang kedua adalah penggunaan kertas lipat yang kaku seperti kertas kado sehingga menyulitkan koreksi arah lipatan kertas yang dilipat sehingga meninggalkan bekas lipatan yang sulit terlihat. . berkembang kembali ke keadaan semula, sehingga anak cenderung malas untuk terus melipat kertas.64. Hasil observasi peneliti dari RA Al-Mukhlisin menunjukkan kendala yang keempat dalam kegiatan melipat origami adalah anak kesulitan menyelesaikan lipatan akhir yaitu menyelesaikan bagian lipatan tertentu misalnya mata, hidung dan lain sebagainya. . Hasil observasi peneliti mengajak siswa bersama-sama melakukan kegiatan melipat origami secara bertahap, sambil menjelaskan kepada siswa mengenai kegiatan melipat origami yang dilakukan pada pembelajaran.69.
Pembahasan Temuan
- Data Pendidikdan Kependidikan
- Data Siswa RA Al-Mukhlisin
- Data Bangunan RA Al-Mukhlisin
- Sarana dan Prasarana Pendukung Pembelajaran
- Sarana Prasarana Pendukung RA Annuriyyah
Hasil observasi di RA Al-Mukhlisin menunjukkan bahwa selama pembelajaran bermain origami lipat, hanya sedikit anak yang mampu mencapai indikator instrumen penelitian yang berkaitan dengan pengembangan kreativitas anak. Memang tidak semua siswa memiliki semangat dan minat yang sama, namun sebagian besar dari mereka sudah pandai melipat origami. Pembelajaran kegiatan melipat origami dapat mempengaruhi perkembangan motorik halus anak, sehingga semakin asyik anak melipat origami maka akan semakin baik pula motorik halusnya.
Solusi pada tahap ini adalah guru mengajak seluruh siswa untuk melakukan kegiatan melipat origami secara bersama-sama secara bertahap. Kegiatan belajar melipat origami dapat dijadikan salah satu alternatif untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak khususnya kemampuan konsentrasi dan keterampilan. Mendukung upaya guru dalam mengembangkan keterampilan motorik halus melipat origami dimaksudkan untuk mengetahui apakah tingkat keberhasilan anak masih sama, menurun atau meningkat.
Guru merupakan motivasi pertama dan utama bagi perkembangan motorik halus siswa dalam melipat origami, sehingga guru harus lebih kreatif dalam memberikan materi agar anak lebih senang dan tidak bosan. Pengaruh Kegiatan Menjahit Terhadap Keterampilan Motorik Halus Anak Kelompok B di TK IPA Al-Quran Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Membatik Jumputan pada Anak Kelompok B TK Asy Syafaah Jember.UNEJ Jember.
Proses pembelajaran siswa mengulangi pelaksanaan melipat origami sesuai keterampilan yang diajarkan guru. Proses pembelajaran melipat topi origami siswa menunjukkan hasil lipatan yang mereka buat bersama guru.