• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lokasi Penelitian

Dalam dokumen upaya pengembangan motorik halus (Halaman 39-48)

BAB III METODE PENELITIAN

B. Lokasi Penelitian

Pada Penelitian ini lembaga yang akan peneliti teliti RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari terletak di Dusun Curah pinang RT 001 RW 008 desa

35 Lexy J Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009), 5.

36 Ibid., 6.

37 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), 239.

26

Tamansari Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember. Lokasi penelitian dipilih karena terdapat beberapa faktor yang mendukung untuk dijadikan tempat penelitian karena sekolah ini memiliki sebuah prestasi yang berkaitan dengan kemampuan motorik halus yaitu sering menjuarai lomba lomba yang berhubungan dengan aspek kemampuan motorik halus, baik tingkat kecamatan maupun kabupaten Jember, merupakan lembaga pendidikan yang diminati masyarakat sekitar dikarenakan adanya ekstrakurikuler penanaman sifat untuk setiap harinya melaksanakan sholat dhuha sebelum pembelajaran dimulai.

C. Subjek Penelitian

Kerangka pedoman penulisan karya tulis ilmiah subjek penelitian yang dimaksudkan adalah melaporkan jenis data dan sumber data. Di sini peneliti menggunakan teknik purposive teknik ini adalah penentuan sempel dengan pertimbangan tertentu. Misalnya apabila kita melakukan penelitian kualitas makanan, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan.

Apabila meneliti tentang kondisi politik di suatu daerah maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli politik. Sampel ini lebih cocok untuk penelitian kualitatif, atau penelitian-penelitia yang tidak melakukan generalisasi. Purposive adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu.

Pertimbangan tertentu ini, misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, atau mungkin dia sebagai pengusaha sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek atau situasi sosal yang diteliti.38

Pada bagian ini dilaporkan jenis data dan sumber data. Uraian tersebut meliputi apa sajakah yang ingin diperoleh, siapa saja yang hendak dijadikan informan atau subjek penelitian.Bagaiman data akan dicari dan dijaring sehingga validasinya dapat dijamin.39

38 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), 139.

39 Tim penyusun, Pedoman Karya , 47.

Adapun yang dijadikan subjek dari penelitian ini adalah orang yang dianggap dapat membantu dalam mengumpulkan informasi dan mempermudah untuk memahami keadaan pada saat penelitian sedangkan informan tersebut terdiri dari :

1. Kepala RA

2. Guru kelas kelompok B 3. Orang Tua

D. Teknik Pengumpulan Data

Penelitian dapat dikatakan absah, apabila data yang diperoleh dapat diuji kebenarannya. Untuk memperoleh data yang valid, maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik-teknik sebagai berikut:

1. Teknik Pengamatan (Observasi)

Pengertian observasi adalah usaha sadar untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis, dengan prosedur yang terstandart. Dengan menggunakan metode ini orang melakukan pengamatan dan mencatat secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang diselidiki, tanpa mengajukan pertanyaan-pertanyaan meskipun objeknya orang.40

Apabila kita mengacu pada fungsi pengamat dalam kelompok kegiatan maka observasi dapat dibedakan lagi dalam bentuk :

a. Participant Observer, yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat secara teratur berpartisipasi dan terlibat langsung dalam kegiatan yang diamati.

b. Non Participant Observer, Yaitu suatu bentuk observasi dimana pengamat tidak terlibat langsung dalam kegiatan kelompok, atau dapat juga dikatakan pengamat tidak ikut dalam kegiatan yang diamatinya.41

40 Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2013), 109.

41 Ibid, 203

Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan observasi Non partisipan, jadi dalam hal ini peneliti datang ditempat kegiatan orang yang diamati dan tidak ikut kut terlibat dalam kegiatan tersebut. Adapun data yang diperoleh melalui observasi ini adalah:

a. Upaya Pengembangan Motorik Halus Melalui Origami Pada Anak Kelompok B di RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari kabupaten jember tahun pelajaran 2018/2019

b. Faktor penghambat dan solusi Upaya Pengembangan Motorik Halus Melalui Origami Pada Anak kelompok B di RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari Kabupaten Jember tahun pelajaran 2018/2019 2. Wawancara (interview)

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai yang memberikan tanggapan antar pertanyaan itu.42 Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur, semi terstruktur dan tidak terstruktur.

a) Wawancara terstruktur

Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dalam melakukan wawacara tersruktur, selain harus membawa instrumen sebagai pedoman untuk wawancara, maka pengumpul data juga dapat menggunakan alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi lancar.43

b) Wawancara semi terstruktur

42 Ibid.,116

43 Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2013), 104.

Wawancara ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, di mana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan.

c) Wawancara tidak terstruktur

Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.

Dalam wawancara tidak terstruktur, peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden.

Berdasarkan analisis terhadap setiap jawaban dari responden tersebut, maka peneliti dapat mengajukan berbagai pertanyaan berikutnya yang lebih terarah pada suatu tujuan. Dalam melakukan wawancara, peneliti dapat menggunakan cara berputar-putar atau menukik artinya pada awal wawancara, yang dibicarakan adalah hal-hal yang tidak terkait dengan tujuan, dan bila sudah terbuka kesempatan untuk menanyakan sesuatu yang menjadi tujuan, maka langsung ditanyakan.44

Sedangkan jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara tidak terstruktur. Alasan mengapa peneliti menggunakan jenis wawancara tidak terstruktur karena bersifat lebih luwes dalam pelaksanaannya. peneliti sebagai pewawancara dapat

44 Afrizal, Metode Penelitian Kualitatif Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif Dalam Berbagai Disiplin Ilmu, (Jakarta: Rajawali Pres, 2016), 20.

bebas mengajukan pertanyaan tetapi tetap seputar tujuan dalam penelitian.

Adapun data wawancara yang diperoleh peneliti ialah:

a. Upaya Pengembangan Motorik Halus Melalui Origami Pada Anak Kelompok B di RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019

b. Faktor penghambat dan solusi Upaya Pengembangan Motorik Halus Melalui Origami Pada Anak kelompok B di RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari Kabupaten Jember tahun pelajaran 2018/2019 3. Dokumentasi

Istilah dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang berarti barang- barang yang tertulis. Alat pengumpul datanya yaitu form dokumentasi atau form pencatatan dokumen. Sedangkan sumber datanya berupa catatan atau dokumen.

Dengan demikian metode dokumenter berarti upaya pengumpulan data dengan menyelidiki benda-benda tertulis yang berupa buku, majalah, notulen rapat dan lain-lain.45

Adapun data yang diperoleh dari dokumenter sebagai berikut:

a. Sejarah berdirinya RA Al-Mukhlisin b. Data guru dan anak didik RA Al-Mukhlisin

c. Foto foto tentang pembelajaran yang berhubungan dengan kreativitas anak didik, misalnya : RPPM , RPPH, dan penilaian pembelajaran.

E. Analisis Data

Analis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang

45 M. Djunaidi Ghony & Fauzan Almanshur, Metode Penelitian Kualitatif, (Jogjakarta:AR-Ruz Media, 2017),199.

diwawancarai. Bila jawaban hasil wawancara setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai tahap tertentu sehingga diperoleh data yang dianggap kredibel. Menurut Miles dan Hubermen yang dikutip dari Sugiyono, mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya jenuh. Aktivitas dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.46

1. Pengumpulan data

Pengumpulan data merupakan proses awal yang dilakukan oleh peneliti dalam menganalisis data, di mana dalam pengumpulan data ini dilakukan pada saat melakukan proses wawancara, observasi, dan dolakukan pada informan ataupun subyek penelitian, kemudian peneliti menganalisa jawaban dan data secara rinci, apabila data yang diperoleh setelah dianalisis masih belum memuaskan maka dilanjutkan dengan cara melanjutkan wawancara, observasi, dan dokumentasi, sampai data yang diperoleh valid.

2. Kondensasi data

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Semakin lama peneliti di lapangan, maka semakin banyak, komplek, dan rumit data yang akan didapatkan. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi merupakan merangkum, memilih hal hal yang pokok, menfokuskan pada hal hal yang penting, dicari tema dan polanya serta membuang data yang tidak diperlukan lagi. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas.47

3. Penyajian data

46Miles & Huberman, Metode Penelitian Kualitatif Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif Dalam Berbagai Disiplin Ilmu, (Jakarta: Rajawali Pres, 2014)

47 Ibid,338

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah penyajian data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.

4. Penarikan kesimpulan dan verifikasi (Conclusion Drawing/verification) Penarikan kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi lebih jelas.48

F. Keabsahan Data

Dalam penelitian ini peneliti memakai validitas data trianggulasi disini yang akan digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik.

1. Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Sebagai contoh, untuk menguji kredibilitas data tentang gaya kepemimpinan seseorang maka pengumpulan dan pengujian data yang telah diperoleh dilakukan kebawahan yang dipimpin, keatasan yang menugasi, dan keteman kerja yang merupakan kelompok kerjasama. Data dalam ketiga sumber tersebut tidak dapat dirata-ratakan seperti dalam penelitian kuantitatif, tetapi didekripsikan, dikategoriasikan, mana pandangan yang sama, yang berbeda, dan mana yang spesifik dari tiga sumber data tersebut. Data yang telah dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya diminta kesepakatan (member check) dengan tiga sumber data tersebut.

48 Miles & Huberman, Metode Penelitian Kualitatif Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif Dalam Berbagai Disiplin Ilmu, (Jakarta: Rajawali Pres, 2014)

2. Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. 49 G. Tahap tahap penelitian

Pada tahap penelitian ini menguraikan rencana pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya dan sampai pada penulisan laporan.

Adapun tahap-tahap penelitian ini yaitu:50 1. Tahap pra penelitian

a. Menemukan masalah di lokasi penelitian.

b. Menyusun rencana penelitian (Proposal).

c. Pengurusan surat izin penelitian.

d. Menyiapkan perlengkapan penelitian.

2. Tahap penelitian

a. Memahami latar belakang dan tujuan penelitian.

b. Memasuki lokasi penelitian untuk memperoleh data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi.

c. Mencari sumber data yang telah ditentukan.

d. Menganalisa data dengan menggunakan prosedur penelitian yang telah ditetapkan.

3. Tahap akhir penelitian

a. Menganalisa data dari semua data yang telah diperoleh.

b. Mendeskripsikan data dalam bentuk laporan.

49 M. Djunaidi Ghony & Fauzan Almanshur, Metode Penelitian Kualitatif, (Jogjakarta:AR-Ruz Media, 2017),322.

50 M. Djunaidi Ghony & Fauzan Almansur...144

BAB IV

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah singkat berdirinya RA Al-Mukhlisin Tamansari mumbulsari51 Raudlotul Athfal Al-Mukhlisin berdiri pada tahun 2008 tepatnya pada tanggal 1 desember 2008. Secara kelembagaan RA Al-Mukhlisin ini merupakan lembaga pendidikan formal sebelum anak memasuki sekolah dasar, yakni anak usia dini 0-6 tahun yang di bawah naungan kementrian Agama Kabupaten Jember dan telah memiliki izin operasional madrasah.

Guna untuk mengembangkan pendidikan dalam rangka mendukung tujuan pendidikan Nasional dalam mencerdaskan bangsa, terutama pendidikan bagi anak prasekolah atau anak usia dini, maka dari itu RA Al- Mukhlisin senantiasa berusaha untuk menghasilkan calon calon pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif sebagai modal dasar bagi anak untuk melanjutkan study ke jenjang berikutnya.

Dengan adanya modal tersebut diharapkan anak akan mendapatkan ilmu pengetahuan yang optimal ketika mereka belajar pada jenjang pendidikan sekolah dasar, karena beberapa aspek perkembangan anak pada awalnya telah diberikan stimulasi/rangsangan.

Raudlotul Athfal Al-Mukhlisin merupakan lembaga pendidikan yang bernaung dalam yayasan pendidikan Islam Al-Mukhlisin .Dan Raudlotul Athfal Al-Mukhlisin berstatus wakaf /Sumbangan /Hibah dengan dikelilingi rumah penduduk. Dan sebagian berada di pemukiman padat penduduk dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani.

51 Dokumentasi, RA Al-Mukhlisin Tanggal 29 maret 2019

2. Profil RA Al-Mukhlisin

Profil RA Al-Mukhlisin diambil dari dokemntasi RA.52

Nama RA : RA Al-Mukhlisin

No. Statistik RA : 101235090334 Akreditasi RA : Belum Terakreditasi

Alamat lengkap : Jln. Dusun Curah Pinang RT 001 RW 008 desa Tamansari Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember

NPWP RA : 70.514.640.5-626.0034

Nama Kepala RA : Sulasmi, S.Pd No. Telp/ HP : 0823168963324 Nama Yayasan : Yayasan Al-Mukhlisin

Alamat Yayasan : Jln Dusun Curah Pinang RT 001 RwW 008 desa Tamansari Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember

No. Akte Pendirian Yayasan : Kd. 13.09/4/PP.07/0026/2015

Luas tanah : 1500 m2

Luas bangunan : 12 x 25 m² Status bangunan : Milik sendiri 3. Visi, Misi dan Tujuan RA Al-Mukhlisin

Visi, misi, dan tujuan dari RA Al-Mukhlisin diambil dari dokumentasi RA.53

a. Visi

1) Berprestasi berdasarkan iman dan Taqwa.

2) Disiplin dalam penerapan pola hidup bermoral (santun, tertib, bersih dan sehat)

52Dokumentasi, Jember, 29 Maret 2019

53 Dokumentasi, Jember, 29 Maret 2019

3) Terbentuknya Generasi Muslim yang bertaqwa, Berintelektual, Berahlakul Karimah, kreatif dan bertanggung jawab

b. Misi

1) Melengkapi sarana dan prasarana sekolah untuk menunjang terselenggaranya pendidikan.

2) Meningkatkan profesional guru.

3) Mewujudkan sistem pendidikan yang menyeimbnagkan iman dan taqwa dan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

4) Menanamkan pendidikan islam sejak dini berdasarkan Al Quran dan hadist.

5) Membangun kepercayaan diri pad setiap anak didik

6) Mencipkan budaya sekolah dengan salam, sapa, senyum, dan santun pada diri siswa dan semua komponen sekolah.

7) Mengembangkan sikap perilaku dan amaliyah yang berdasarkan agama islam sehingga terbiasa melakukan nilai-nilai agama islam dalam kehidupannya.

8) Melaksanakan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

c. Tujuan

1) Membentuk siswa akan berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.

2) Tercapainya program-program raudhatul athfal.

3) Terlaksananya kehidupan sekolah yang islami dan menyenangkan.

4) Menghasilkan lulusan yang berkualitas, berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, serta berakhlakul karimah dan bertaqwa kepada Allah SWT.

4. Letak Geografis

RA Al-Mukhlisin secara umum berada dipedesaan dikelilingi pesawahan. RA Al-Mukhlisin berada di Jl. Dusun Curah Pinang RT 001 RW 008 desa Tamansari Kelurahan Mumbulsari Kabupaten Jember. Dengan batasan sebagai berikut :

a. Sebelah selatan rumah penduduk b. Sebelah barat rumah penduduk

c. Sebelah utara rumah ketua dan pengurus yayasan Darul Himam d. Sebelah timur pesawahan

5. Keadaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Data pendidik dan kependidikan diambil dari dokumentasi RA.54

Jumlah tenaga pengajar di RA Al-Mukhlisin kabupaten Jember ada 4 orang, secara perinci bisa dilihat sengan tabel berikut ini :

Tabel 4.1

Data Pendidik dan Kependidikan No Nama Tempat Tgl Lahir Jabatan Ijazah

Terakhir TMT Alamat

1 2 3 4 5 6 7

1 Sulasmi ,S. Pd Jemberi, 30-10- 1980

Kepala

RA S1 01-05-

2008

Dusun Cutah pinang

2 Miftahul

Jannah Jember, 06-03-1969 Guru SMA 10-11- 2010

Dusun Curah Pinang

3 Rifatul

Munawaroh Jember, 27-02-1980 Guru SMK 01-05- 2011

Dusun Curah Pinang

4 Hidayatul

Mardiyyah Jember, 21-05-66 TU MA 10-11- 2010

Dusun Curah Pinang

Sumber data : Dokumentasi RA Al-Mukhlisin Mumbulsari

54 Dokumentasi, Jember, 29 Maret 2019

6. Data anak didik RA Al-Mukhlisin

Data siswa pada tahun pelajaran 2018/2019 diambil dari dokumentasi RA.55 Tabel 4.2

Data Siswa RA Al-Mukhlisin Tahun 2018/2019

Kelompok A Kelompok B

Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan

10 12 15 13

22 28

Jumlah 48

Sumber data : Dokumentasi RA Al-Mukhlisin Mumbulsari 7. Keadaan Sarana dan Prasarana

Data sarana dan prasarana diambil dari dokumentasi RA.56 Tabel 4.3

Data Bangunan RA Al-Mukhlisin

No Sarana Jumlah

1 Ruang Kelas 2 ruang

2 Ruang Kepala RA 1 ruang

3 Ruang Guru 1 ruang

4 Ruang Tata Usaha 1 ruang

5 Arena Bermain 1 ruang

6 Toilet Guru 1 ruang

7 Toilet siswa 1 ruang

Sumber data : Dokumentasi RA Al-Mukhlisin Mumbulsari Tabel 4.4

Sarana dan Prasarana Pendukung Pembelajaran

No Jenis Sarpras Jumlah

1 Meja siswa Setiap anak didik

2 Loker siswa 4buah

3 Meja guru dalam kelas 1 buah

4 Papan tulis 3buah

5 Alat peraga PAI 3 unit

6 Ayunan 1 buah

7 Seluncuran 1 buah

Sumber data : Dokumentasi RA Al-Mukhlisin Mumbulsari

Tabel 4.5

55 Dokumentasi, Jember, 29 Maret 2019

56 Dokumentasi, Jember, 29 Maret 2019

Sarana Prasarana Pendukung RA Al-Mukhlisin

No Jenis Sarpras Jumlah

1 Laptop 1 buah

2 Komputer 1 buah

3 Printer 1 buah

4 Meja guru dan pegawai 3 buah

5 Kursi guru dan pegawai 5 buah

6 Lemari arsip 3 buah

7 Kotak obat (P3K) 1 buah

8 Brankas 1 buah

9 Pengeras suara 2 buah

10 Tempat cuci tangan 2 buah

11 Pendingin ruangan (kipas angin) 3 buah Sumber data : Dokumentasi RA Al-Mukhlisin Mumbulsari

B. Penyajian dan Analisis Data

Pada bab ini penulis akan membahas mengenai pengolahan dan analisis data. Data yang diolah dan dianalisis dalam bab ini merupakan data kualitatif yang diperoleh melalui observasi dan interview pada anak kelompok B di RA Al-Mikhlisin Tamasari Mumbulsari kabupaten Jember.

1. Upaya Pengembangan Motorik Halus Melalui Origami Pada Anak Kelompok B di RA Al-Mukhlisin Tamansari Mumbulsari kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2018/2019

Belajar merupakan suatu proses dan interaksi yang dilakuakn untuk memperoleh perubahan tingkah laku pada diri manusia yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamanya dalam bermasyarakat atau lingkungan

Lembaga pendidikan Raudlotul Athfal Al-Mukhlisin merupakan lembaga pendidkan dasar islam yang menyelenggrakan pendidikan secara keislaman bagi anak usia dini. Penyelenggaraan program pendidikan ini merupakan salah satu wajah nyata kepedulian di RA Al-Mukhlisin Mumbulsari kabupaten Jember, untuk turut mencerdaskan anak bangsa bersama pemerintah dan masyarakat dalam membentuk kehidupan sosial

yang menjunjung tinggi nilai nilai agama, budi pekerti, dan ilmu pengetahuan.

Penelitian Mengembangkan motorik halus anak didik adalah salah satu kegiatan yang wajib ada dalam kegiatan pembelajaran, selain memberikan dan menstransfer ilmu pengetahuan guru juga bertugas untuk mengembangkan motivasi anak dalam belajar, tidak bisa kita pungkiri bahwa kemampuan motorik halus anak didik satu dengan yang lain sangat berbeda, untuk itulah penting bagi guru selalu senantiasa memberikan motivasi kepada siswa supaya anak didik senantiasa memiliki semangat belajar dan mampu menjadi anak didik yang berprestasi serta dapat mengembnagkan diri secara optimal.

Kegiatan origami ini merupakan upaya pembinaan guru dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak didik yang dapat memberi rangsangan untuk lebih meningkatkan semangat belajar anak didk.

Terkait dengan pengembangan kemampuan motorik halus anak didik pada kegiatan origami, Menurut Miftahul Jannah selaku guru kelompok B di RA Al-Mukhlisin menyatakan :

“ Langkah awal yang dilakukan guru dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan melipat anak adalah dengan menyiapkan bahan yang akan dibuat bentuk benta misalnya saja kertas lipat, sehingga anak akan terlatih jari jemarinya dengan lentur dalam proses melipat kertas origami”.57 Senada yang disampaikan keterangan di atas, Ibu Sulasmi, S. Pd selaku kepala sekolah di RA Al-Mukhlisin juga menyatakan :

“Biasanya kegiatan origami ini dilakukan setelah pembelajarn pembukaan, setelah itu masuk kegiatan inti di mana anak akan di bagi menjadi tiga kelompok, dan memberikan suatu pengarahan per kelompok dan kegiatannya. Dalam kegiatan inti ini guru memberikan tugas untuk kelompok satu menyusun balok,

57 Wawancara ibu Miftahul Jannah, Guru Kelompok B di RA Al-Mukhlisin Mumbulsari, Wawancara pada tanggal 3 april 2019.

kelompok dua mewarnai gambar dan kelompok ketiga kegiatan origami atau melipat. Untuk kegiatan melipat/origami guru mendampingi anak anak sambil memberikan contoh tahap demi tahap dalam kegiatan melipat sehingga anak didik merasa senag dan termotivasi untuk melakukan kegiatan melipat ini”.58 Dengan mengemas pembelajaran yang disesuaikan dengan permainan dan media pembelajaran, maka kegiatan belajar akan terasa menarik dan menyenangkan bagi anak didik. Disisi lain, origami mampu melatih kesabaran, tanggung jawab dan keuletan anak didik.

Sebagai lembaga pendidikan islam anak usia dini, tentunya lembaga ini lebih banyak mengemas pola pembelajarannya melalui media yang disiapkan guru. Pemahaman ini berangkat dari pernyataan bahwa kegiatan bermain dapat menjadi sarana pengembangan kemampuan motorik halus anak khususnya dalam hal kegiatan origami.

Mereka dilatih agar mampu menggunakan jari jemarinya untuk melipat suatu benda.

“Setiap anak didik berkembang berbeda kemampuan motorik halusnya.. Misalnya saja berkembang sesuai harapan, cepat dan ada yang lambat. Guru haruslah mampu memberikan stimulasi dalam mengembangkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan origami”.59

Untuk mengembangkan potensi kemampuan motorik halus anak, maka lembaga pendidikan RA Al-Mukhlisin melaksanakan kegiatan berupa origami atau melipat. Diharapkan kegiatan origami ini dapat mengembangkan kemampuan motorik halus anak yang melibatkan koordinasi jari dan mata, sehingga anak merasa senang dan tertarik untuk melaksanakan kegiatan origami ini.

58 Wawancara ibu Sulasmi. , Kepala Sekolah RA Al-Mukhlisin Mumbulsari, Wawancara pada tanggal 4 april 2019

59 Wawancara ibu Sulasmi, Wawancara pada tanggal 8 april 2019, Selaku kepala Sekolah RA Al- Mukhlisin

Dalam dokumen upaya pengembangan motorik halus (Halaman 39-48)

Dokumen terkait