PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Apa saja tindakan penanganan konflik Masyarakat Lingkungan Mlancar yang dilakukan oleh Pimpinan Karang Taruna Mlancar.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Telaah Pustaka
Penelitian ini membahas tentang upaya dan langkah yang dilakukan oleh kepala sekolah MTsN 9 Agam dalam mengatasi konflik siswa. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis terletak pada subjek penelitian.
Metode Penelitian
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Subjek, Objek, Lokasi Penelitian
- Data dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Pengolahan Data
- Teknik Analisis Data
- Pengecekan Keabsahan Data
Penyajian data ini merupakan evaluasi data dalam bentuk yang lebih jelas dan rinci, sedangkan penyajian data yang dilakukan dalam penelitian ini berupa teks naratif. Triangulasi sumber untuk memverifikasi kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh dari beberapa sumber.
Sistematika Pembahasan
Pengumpulan data melalui teknik wawancara pada pagi hari pada saat informan masih segar tidak banyak masalah akan memberikan data yang valid sehingga lebih kredibel.
LANDASAN TEORI
Penyebab Konflik
Konflik antarpribadi lebih banyak muncul karena komunikasi antarpribadi memberikan kesempatan yang besar bagi individu untuk menyampaikan perasaan, bukan sekedar pesan pada umumnya.41 Konflik muncul karena seseorang tidak terbiasa menyikapi perbedaan secara tepat. Munculnya konflik juga dipicu oleh sikap egois yang selalu membenarkan pendapatnya sendiri dan merasa benar sendiri, konflik tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan karakteristik yang dibawa oleh individu dalam suatu interaksi, dsb. konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat, dan tidak ada satu masyarakat pun yang pernah mengalami konflik antara anggotanya atau dengan masyarakat lain.42 Penyebab konflik secara umum, menurut uraian Husaini Usman, dapat muncul karena . Ketidakkonsistenan dengan visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, strategi dan tindakan yang disepakati, atau ketidakpercayaan atau penipuan terjadi.
Orang yang memiliki tugas saling bergantung satu sama lain yang membutuhkan kerja sama, tetapi tujuannya berbeda atau ada konflik kepentingan. Faktor Situasional (Faktor Lingkungan) Faktor situasional penyebab konflik merupakan bagian yang mendukung munculnya konflik dan eskalasi konflik antar pribadi yang terjadi, oleh karena itu faktor situasional juga muncul disebut sebagai faktor pendukung konflik.
Macam-macam Konflik
Manajemen Konflik
- Pengertian Manajemen Konflik
- Metode Manajemen Konflik
Oleh karena itu, diperlukan adanya manajemen konflik yang dapat diambil dari para pelaku konflik untuk menyelesaikan konflik. Dengan manajemen konflik yang baik, pihak-pihak yang berkonflik akan secara sah mencapai tujuan/kepentingannya masing-masing tanpa ada pihak yang dirugikan, baik materiil maupun nonmateriil. Pemimpin organisasi diberdayakan untuk mengelola konflik yang muncul agar tetap fungsional.. 49Ibid.,65. dengan teknik tertentu sesuai dengan kebijakan 50 Terlihat bahwa model/metode pengelolaan konflik dapat dibagi menjadi enam bentuk menurut Puspita, yaitu.
Model integratif adalah model pengelolaan konflik yang digunakan untuk membantu semua pihak yang terlibat konflik, dimana hasil yang diperoleh adalah penyelesaian konflik yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Model integratif dilakukan dengan bernegosiasi untuk mencari kesepakatan bersama atas konflik yang sedang berlangsung. Model insentif adalah model penyelesaian konflik yang dilakukan dengan memberikan insentif atau dorongan kepada pihak yang berkonflik.
Model distribusi merupakan model penyelesaian konflik yang dilakukan melalui negosiasi.Kedua belah pihak saling berhadapan untuk menyelesaikan konflik, dimana kepentingan salah satu pihak dapat dipenuhi, sedangkan kepentingan pihak lainnya tidak dapat dipenuhi. Hal ini dapat terjadi karena penawaran yang dilakukan dalam negosiasi cenderung menguntungkan satu orang atau kelompok.52. Model pengurangan konflik merupakan model penyelesaian konflik yang bertujuan untuk mengurangi konflik yang sedang berlangsung.
Organisasi Kepemudaan
- Pengertian Organisasi
- Pengertian Orgamisasi Kepemudaan
- Peran dan Fungsi Orgamisasi Kepemudaan
55 Susilawati, Peran Organisasi Kepemudaan sebagai Komponen Pendukung dalam Sistem Pertahanan Semesta, Jurnal Program Studi Peperangan Asimetris, Vol. Organisasi kepemudaan pada hakekatnya merupakan tempat berkumpulnya para pemuda yang berkumpul karena kesepakatan profesi, ikatan asas, agama dan lain-lain. Secara umum organisasi kepemudaan memiliki tujuan ganda yaitu mengajak setiap pemuda untuk bersatu berdasarkan tujuan bersama.
57 Faisal Bonde, Joyce Jacinta Rares, Very Yohanis Londa, Pemberdayaan Karang Taruna Kecamatan Dumoga Bata Kabupaten Bolaang Mongondow, Jurnal Administrasi Negara: Vol 4, No. Sedangkan secara konkrit, berdasarkan kesamaan pandangan dalam pendirian sebuah organisasi, setiap organisasi kepemudaan memiliki tujuan tertentu seperti memajukan dan mengharumkan nama organisasi melalui berbagai kegiatan yang dapat dirasakan keberadaannya. 58 Masyiatul Maula, Peran karang taruna dalam memperkenalkan nilai-nilai pendidikan karakter di desa Rancamaya Kecamatan Cilongok Banyumas, Skripsi, IAIN Purwokerto, 2020, Online,.
Organisasi kepemudaan lebih berorientasi pada kegiatan yang bersifat sosial karena merupakan bentuk kesadaran untuk saling membantu. 59 Inggar Saputra, Peran Karang Taruna Dalam Meningkatkan Wawasan Wawasan Nusantara di Kalangan Pemuda Indonesia, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Sosial Budaya, 38.
HASIL PAPARAN DATA
Profil Lingkungan Dukuh Mlancar
Observasi adalah teknik atau cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kualitatif dengan tujuan untuk mengoptimalkan kemampuan peneliti dalam hal kepercayaan, perhatian, perilaku bawah sadar, kebiasaan, dll. Dengan mempelajari dokumen, peneliti dapat melengkapi data yang ada dan juga akan lebih kredibel/terpercaya. Teknik pengolahan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah dengan mengolah data setelah data terkumpul secara keseluruhan.
Proses pengolahan penelitian ini adalah dengan mencari data, menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahan lain yang diperoleh dari sumber antara. Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi atau gabungan dari ketiganya (tringulasi). Reduksi data adalah kegiatan meringkas, memilah dan memilih hal-hal yang paling penting, memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola, sehingga data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan memudahkan peneliti untuk melakukan data selanjutnya. koleksi, dan mencarinya bila perlu.
Serta pembahasan tentang keberhasilan pimpinan Karang Taruna Mlancar dalam mengelola konflik dan mampu menjalankan kegiatan dan program kerja dengan baik. Konflik konseptual adalah konflik antara dua orang atau institusi yang disebabkan oleh perbedaan dalam memenuhi kebutuhan mereka. Konflik, oleh karena itu, adalah keadaan di mana tidak ada kepercayaan interpersonal atau kelompok dalam masyarakat. Dalam banyak kasus, konflik muncul karena perbedaan persepsi negatif yang tumbuh di dalam. Pengelolaan konflik melalui pengelolaan konflik merupakan hal yang penting dan krusial, dengan pengelolaan konflik yang tepat maka konflik gagasan, sikap dan kepentingan dapat dikelola sehingga tidak menjadi kekerasan (konflik kekerasan).
Organisasi dapat diartikan dalam dua hal, yaitu (1) dalam arti statis, organisasi sebagai wadah kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. 2) dalam arti dinamis, organisasi sebagai sistem atau
Sejarah Lingkungan Dukuh Mlancar
Untuk masjid Al-Hasan yang dilanjutkan oleh Mbah Ali Mutaat setelah Kiai Imam Subari. Menurut Bpk. Mashudi, Mbah Ali Mutaat adalah seorang perantau asal Desa Mbuyanan, Sidorejo, Ponorogo yang kala itu soleh. Sepeninggal Mbah Ali Mutaat, kegiatan masjid dan pesantren mulai tumbuh kembali didorong oleh Kiai Muhammad Iskun.
Ia juga pendatang asal Desa Nongkodono, Kauman, Ponorogo, yang masih memiliki hubungan darah dengan Kiai Khasan Munada dan Kiai Muhammad Besari Tegalsari.
Mengenal Organisasi Pemuda Mlancar
Hingga akhirnya Mbah Kiai Iskun wafat pada tahun 1992, kegiatan pesantren sejak tahun 1995 sempat vakum hingga sekarang. Dan yang menjadi tokoh masyarakat di kawasan Dukuh Mlancar antara lain Mbah Sayid, Mr. Mashudi dan Bpk. Nurzaini. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun tersebut Mlancar tergolong daerah pinggiran dan sulitnya akses ke kota masih memiliki etos semangat untuk bekerja sama dengan masyarakat.
Adapun kegiatan dan program yang telah dilakukan oleh Karang Taruna Mlancar antara lain: 1) Silaturahmi rutin yang dilaksanakan setiap malam sabtu Kliwon, 2) Jimpitan (Program Sedekah) Berkah Mlancar pada hari Jum'at, 3) Pembersihan lingkungan masjid dan makam setiap bulan menjelang Ramadhan, dan 4) kegiatan tahunan seperti peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Hari Santri, Peringatan Maulid Nabi Muhammad a.s., peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad a.s. dan seterusnya. Direktur/Ketua yang memimpin Karang Taruna Mlancar sejak 2019 hingga sekarang adalah Chamdan As'adi. Kawasan Desa Mlancar merupakan tempat untuk menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian Desa Gegeran, sering dilakukan kegiatan kerjasama antara Pemerintah Desa Gegeran dengan Masyarakat Kampung Mlancar, seperti pemeliharaan dan penataan parkir di Pasar Pahing Mlancar Gegeran dan Upacara HUT RI Peringatan yang dilaksanakan bersama antara Pemerintah Desa Gegeran dan Masyarakat Lingkungan Dukuh Mlancar.
Selain itu, sejak kepemimpinan Chamdan Asadi, karang taruna Mlancar juga aktif dan ikut menjaga keutuhan dan rasa persatuan masyarakat. Konflik-konflik yang muncul di masyarakat Lingkungan Dukuh Mlancar akan menjadi pembahasan dalam penelitian yang disajikan dalam temuan khusus penelitian ini.
Temuan Khusus
- Bentuk Konflik Masyarakat Lingkungan Dukuh
- Faktor Penyebab Konflik Masyarakat
- Tindakan Pengelolaan Konflik yang Dilakukan
Dalam wawancara dengan informan N.A., peneliti pertama ditanyakan tentang faktor penyebab konflik dalam pemilihan kepala desa, kemudian tentang faktor penyebab konflik internal keluarga. Mengenai konflik pemilihan kepala desa, sumber informasi N.A menjelaskan bahwa faktor penyebab konflik adalah karena adanya perbedaan pemilihan calon kepala desa. Penjelasan informan N.C menjelaskan bahwa konflik keluarga bermula ketika salah satu pihak keluarga yang bertikai menyingkirkannya karena hubungan turun-temurun.
Seputar wawancara peneliti dengan informan N.A yang merupakan ketua Karang Taruna Mlancar menjelaskan bahwa tindakan awal yang dilakukan untuk mengurangi dampak dari setiap konflik adalah dengan mengambil tindakan. Sumber N.B menjelaskan bahwa konflik yang terjadi di masyarakat Dukuh Mlancar oleh pihak pengurus sendiri selalu mengadakan pertemuan-pertemuan kecil dan silaturahmi (Sowan, Jawa) dengan para sesepuh. Sumber N.B menjelaskan kegiatan yang dilakukan pasca konflik pilkada dengan melakukan kegiatan untuk masyarakat seperti kegiatan keagamaan, lomba dan nonton bareng.
Selain pemaparan narasumber N.B, narasumber N.C juga menjelaskan bahwa penanganan konflik dilakukan oleh pimpinan Karang Taruna dengan melakukan kegiatan seperti Musyawarah Pemuda Mlancar bulanan yang berlangsung dalam ruang hampa. Narasumber N.B menjelaskan bahwa penanganan konflik yang dilakukan oleh Karang Taruna Mlancar selain mengadakan kegiatan, mengajak berkumpul, gotong-royong, dan mengkondisikan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan mencari informasi dengan mudah. Namun narasumber N.C menjelaskan proses mediasi yang dilakukan oleh Karang Taruna Mlancar sebagai berikut, sebagaimana dipaparkan narasumber N.C.
Menurut penjelasan sumber N.C, mediasi yang dilakukan organisasi kepemudaan Mlančar hanya untuk memberikan jalan agar konflik mereda.