UPAYA YANG DILAKUKAN KEPOLISIAN TERHADAP BALAPAN LIAR YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DIBAWAH UMUR
( Studi kasus di Polsek Mlarak Kabupaten Ponorogo )
SKRIPSI
Oleh:
FERDIN OKTA WARDANA 21601021119
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM MALANG MALANG
2020
viii
RINGKASAN
UPAYA YANG DILAKUKAN KEPOLISIAN TERHADAP BALAPAN LIAR YANG DILAKUKAN OLEHANAK DIBAWAH UMUR
( Studi kasus di Polsek Mlarak Kabupaten Ponorogo ) Ferdin Okta Wardana
Fakultas Hukum Universitas Islam Malang
Pada Skripsi ini penulis mengkangkat suatu permasalahan dengan judul “Upaya yang dilakukan kepolisian terhadap balapan liar yang dilakukan oleh anak dibawah umur” tujuan dipilihnya judul tersebut karena banyak sekali anak-anak yang masih duduk di sekolah menengah atau masih dibawah umur sering kali melakukan kegiatan balapan liar padahal kita tahu sendiri kegiatan itu sangat melanggar aturan dan juga norma yang berlaku di masyarakat .
Maka dari itu dari uraian latar belakang itu,penulis merumuskan masalah,diantaranya sebagai berikut: 1. Faktor Apa saja yang menyebabkan anak melakukan aksi balap liar ? 2.Apa saja upaya Kepolisian dalam menanggulangi kasus balap liar oleh anak dibawah umur di Wilayah Polsek Mlarak Kabupaten Ponorogo? 3. Hambatan apa saja yang dialami kepolisian dalam menangani kasus balap liar di wilayah Polsek Mlarak Kabupaten Ponorogo serta bagaimana penyelesaianya apabila Pengemudi tertangakap polisi tetapi masih dibawah umur . Penelitian ini menggunakan yuridis empiris yaitu penelian yang dilaakukan langsung kepada narasumber dengan cara melakukan wawancara dan survey untuk pendekatan penelitianya disini menggunakan sosiologis dengan perundang-undangan karena supaya mengetahui bagaimanakah tanggapan masyarakat dengan adanya kegiatan balapan liar itu .
Selain itu Hasil dari penelitian itu nanti diharapkan dapat membantu dan memberi masukan tentang bahayanya balap liar,khususnya bagi orang tua agar selalu mengawasi anaknya agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang negatif. Selain itu untuk menjadi informasi yang berguna bagi mahasiswa-mahasiswi khususnya fakultas hukum agar tidak terjerumus kedalam kasus balap liar serta wawasan penting dalam permasalahan kasus balap liar selain itu
A. Ada beberapa faktor yang menyebabkan balapan liar itu terjadi diantaranya
1. tidak adanya fasilitas sirkuit atau arena yang dijadikan untuk balapan maka dari itu para pelaku balapan melakukanya dijalan raya yang kegiatanya itu dapat mengganggu pengguna jalan lain yang ingin lewat.
2. biaya yang sangat besar menjadi seorang pembalap professional juga dapat menyebabkan timbulnya balapan liar.
ix
3. faktor lingkungan dan faktor keluarga yang kurang diperhatiin juga dapat menyebabkan balapan liar itu mudah.
B. Upaya-Upaya yang dilakukan kepolisian diantaranya adalah
1. melakukan upaya sosialisasi ke masyarakat umum dan ke sekolahan-sekolahan yang tujuanya untuk mencegah agar anak tersebut tidak ikut serta didalam kegiatan balapan liar ini.
2. selain itu pihak Kepolisian Sektor Mlarak juga melakukan kegiatan patroli keliling untuk melihat kondisi dan situasi ditempat-tempat yang biasanya dilakukanya balapan liar.
3. polisi mencari tau kapan dan jam berapa biasanya balapan liar dilakukan selain itu serta dilakukanya penangkapan kepada pelaku balapan liar agar mereka jera serta tidak ada lagi kegiatan balapan liar itu yang meresahkan warga masyarakat setempat dan pengguna jalan lainya.
C. Dari berbagai upaya-upaya yang dilakukan kepolisian juga memiliki beberapa hambatan-hambatan sehingga balapan liar itu sering terjadi diantaranya adalah
1. Tidak adanya laporan dari pihak masyarakat,balapan liar itu sering terjadi karena dari pihak masyarakatnya tidak ada yang melapor sehingga dari pihak kepolisian sulit untuk mencegahnya dan menindaklanjutinya.
2. Pelakunya tidak ada yang tertangkap pada saat polisi melakukan patroli serta saat mau melakukan penangkapan para pelaku balapan liar sudah mengetahui kalau polisi akan melakukan operasi,kurangnya kerjasama dari masyarakat juga sangat mempengaruhi serta menghambat kepolisian untuk melakukan penangkapan balapan liar itu sendiri.
3. Apabila salah satu pelaku balapan liar itu tertangkap oleh polisi yang ternyata masih dibawah umur maka Pihak Kepolisian Sektor Mlarak Kabupaten Ponorogo melakuan Himbauan kepada anak tersebut dan memberi peringatan bahwa kegiatan balapan liar.
selain itu kedua orang tuanya juga harus dibawa ke kantor polisi untuk dimintain keterangan serta pelakunya harus membuat pernyataan yang mana didalam surat peryataan tersebut apabila pelaku mengulanginya maka pelaku siap dikenakan sanksi yang lebih berat.
Kata Kunci : Anak,Balapan Liar,Kepolisian
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Anak
Di Indonesia sangat banyak yang mejelaskan tentang pengertian anak. Anak merupakan suatu amanah serta karuia yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang jelas senantiasa harus kita jaga sebaik mungkin karena didalam dirinya terdapat harkat,martabat dan hak-haknya sebagai manusia yang patut kita junjung tinggi .Kehidupan berbangsa dan bernegara anak merupkan masa depan bangsa sekaligus menjadi generasi cita-cita bangsa sehingga anak berhak untuk hidup,berkembang,tumbuh serta berpartisipasi atas perlindungan dari suatu kekerasan dan diskriminasi .
Dari pandangan psikolog anak merupakan seorang pemuda-pemudi ataupun remaja yang sangat masih memerlukan suatu bimbingan dari orang tuanya serta keluarga sekaligus masih harus banyak belajar didalam pendidikan orang tua maupun menimba pengalaman dalam bermasyarakat.
Berdasarkan pemaparan diatas maka sudah dapat kita pahami bahwa anak merupakan mereka yang sudah berada disuatu tingkatan dalam umur tertentu,selain itu berdasarkan factor-faktor maka dari itu anak1 dapat digolongkan menjadi berbagai kriteria-kriteria tertentu.hal ini dapat dilihat di undang-undang diantaranya :
1. Anak Menurut Sistem Peradilan Pidana Anak
Sistem Peradilan Pidana anak merupakan segala sesuatu dengan unsur-unsur terhadap suatu sistem peradilan pidana yang terkait dengan kasus-kasus yang membahas tentang suatu kenakalan anak.
Pasal 1 Angka 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak menegaskan bahwa “anak merupakan orang yang dalam perkara anak telah mencapai umur 12 ( dua belas ) tahun tetapi belum mencapai umur 18 ( delapan belas ) tahun dan belum pernah kawin”.
Seorang ilmuan bernama Zakiah Darajat dalam sofyan S.Willis merumuskan bahwa seorang remaja adalah merupakan usia yang transisi,maksudnya seorang individu telah meninggalkan usia kanak-kanak yang masih lemah serta penuh dengan ketergantungan,akan tetapi masih belum mampu ke usia yang akan kuat serta penuh dengan rasa tanggung jawab,baik terhadap dirinya sendiri maupun kepada orang lain atau masyarakat.
1Ridwan.Anak yang berhadapan dengan Hukum.2010.Jakarta.Sinar Grafika. h.34
Selain itu Muladi berpendapat didalam pendapatnya tersebut menegaskan bahwa sebuah criminal justice system memiliki suatu tujuan,diantaranya :
1. Adanya Resosialisasi dan Rehabilitasi terhadap pelaku pidana.
2. Melakukan Pemberantasan suatu kejahatan
3. Untuk Mencapai suatu kesejahteraan social yang tentram dan damai.2
Maka dari itu tujuan pokok adanya Sistem Peradilan Pidana Anak akan lebih ditekankan terhadap suatu upaya-upaya Resosialisasi dan Rehabilitasi serta kesejahteraan sosial,yang kemudian fungsi tersebut harus dijalankan oleh sistem peradilan pidana terpadu yaitu : a. Melindungi warga masyarakat melalui pencegahan serta penanganan terhadap tindakan kejahatan.
b. Untuk Menjaga Hukum dan Ketertiban
c. Menghukum pelaku tindk kejahatan sesuai falsafah pidana yang dianutnya.
2. Anak menurut Undang-Undang Perlindungan Anak
Sesuai dengan pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang
Perlindungan Anak menjelaskan bahwa “anak merupakan seseorang yang masih belum berusia 18 ( delapan belas ) tahun,dan termasuk anak yang masih dalam kandungan”. Banyak sekali kejahatan yang dilakukan oleh anak khususnya dalam balapan liar,seperti diketahui bahwa balap liar itu perbuatan yang menyimpang dari aturan-aturan hukum serta kaidah-kaidah yang berlaku di masyarakat akan tetapi dari kasus penyimpangan tersebut ada juga aturan aturan tentang perlindungan anak yang sedang berhadapan dengan hukum.
Maka dari definisi diatas sudah dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi seorang yang sudah mulai dewasa,karena pada masa inilah seorang remaja mengalami perkembangan secara fisik maupun secara psikis yang sangat luar biasa yang hampir menyamai orang yang sudah dewasa akan tetapi secara psikologis mereka belum matang.3
B. Bentuk-Bentuk Balapan
Pada dasarnya Pengertian balapan berasal dari kata balap ( race ) yang diartikan sebagai salah satu even yang akan diselenggarakan oleh panitia disebuah sirkuit ataupun arena balap antara 2 kendaraan atau lebih kendaraan yang pada saat bersamaan ataupun pada saat berlainan didalam sebuah sirkuit yang akan menggunakan jarak dan waktu sebagai acuanya.
2 Mappi FHUI.2003.Lembaga Pengawasan Sistem Peradilan Pidana Terpadu. www. Pemantau Peradilan.com
3Sofyan S.Willis.2005.Remaja & masalahnya.Bandung.Alfabeta.h.22-23
Balap motor merupakan suatu olahraga otomotif yang memang menggunakan sepeda motor. Balap motor,khususnya pada road race memang sangat popular di wilayah
Indonesia,acara even balapan motor inipun diselenggarakan oleh Road Race,selain itu balapan motor jenis lainya pun juga tidak kalah seru,misalnya saja motorcross dan Drag bike. Sangat banyak sekali dan beragam jenis olahraga yang menggunakan sepeda motor ini . Federation Internationale de Motorcyclisme (FIM ) merupakan suatu badan internasional yang bertugas ataupun berfungsi untuk menaungi banyak jenis kegiatan-kegiatan olahraga balapan motor itu.
Beberapa bentuk jenis balap motor yang cukup terkenal ,diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Road Race
Road race merupakan suatu balapan motor dijalanan yang dalam bentuk murni ataupun yang asal mulanya merupakan suatu balapan yang dilombakan dijalanan
umum ataupun dijalan raya,akan tetapi karena disebabkan bahayanya yang tidak
terlepas,misalnya jalurnya cukup ramai serta banyak rumah penduduk ,maka mulai sekarang balapan tersebut dipindahkan ke lintasan-lintasan yang dibangun secara khusus untuk even balapan ini.
Selain itu Road Race Indonesia telah ada sejak 1970 yang lalu. Dapat dikatakan road race karena pada awalnya balapan ini memang sudah menggunakan jalan raya sebagai salah satu
lintasanya.peraturanya pun juga sudah diatur oleh Ikatan Motor Indonesia ( IMI ) Pusat. Yang baik itu secara regulasi tata perlombaan,peraturan balapan ataupun yang lainya.
2. Drag Bike
Merupakan suatu kejuaraan mengendarai sepeda motor dengan intensitas kecepatan yang tinggi yang sering dilakukan didalam sebuah even lintasan yang beraspal dan tertutup yang biasanya terdiri dari motorcross dan lainya. IMI (Ikatan Motor Indonesia ) motorcross merupakan suatu kejuaraan cross country yang biasanya dilaksanakan didalam sebuah arena pendek atau kecil serta berlumpur dengan adanya rintangan-rintangan yang sangat sulit.
C. Circuit Racing
Merupakan suatu kejuaraan yang dimana motor-motor balap tersebut dirancang secara khusus dan semaksimal mungkin untuk dimodifikasi yang akan bersaing dengan salah satu atau yang lainya diarena atau disirkuit yang juga sudah dirancang khusus.
MotoGP adalah salah satu contoh dari balapan kelas puncak yang biasanya melombakan motor yang dirancang secara khusus untuk dijadikan balapan serta tidak untuk dijual
sembarangan,sementara superbike adalah jenis balapan yang melombakan motor produksinya secara masal dan dijual bebas akan tetapi dengan modifikasi yang tentunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
D. Supermoto
Merupakan kejuaraan yang dimana kejuaraan ini adalah gabungan antara balapan dijalanan dan motorcross tersebut dengan menggunakan arena yang berlumpur dengan tanah yang dijadikan sebagai tempat untuk perlombaan ini .
E. Trial motor khusus
Yaitu suatu ajang mengendarai sepeda motor yang dimana pesertanya mengendarai motor dalam bentuk motor khusus dengan berat dan ringan yang lumayan serta dengan suspensi yang
fleksibel.Peserta harus bisa menaklukan rintangan-rintangan yang telah dibuat untuk perlombaan ini,seperti tong yang bertumpuk dan lain sebagainya.
F. Land speed
Yaitu merupakan suatu kejuaraan balapan yang mana pembalap tunggal harus bisa memacu kendaraanya melewati sebuah lintasan yang cukup lurus sepanjang tiga mil,yang biasanya dilakukan didalam permukaan danau yang sudah mulai mengering.Pembalapnya pun juga harus berupaya untuk sebisa mungkin membuat catatan waktu paling cepat serta mencatatkan rekor baru dikelas tersebut.4
Berdasarkan pemaparan diatas bahwa dapat disimpulkan balapan merupakan suatu kegiatan perlombaan adu kecepatan antar kendaraan yang ada didalam sebuah arena atau sirkuit yang diawali dengan start serta akan diakhiri dengan finish serta menggunakan nilai-nilai dan poin- poin tertentu berdasarkan jenis perlombaan yang akan dijadikan sebagai pemenangnya.
4Macam Macam olahraga balapan motor.http://blog. iswanda. blogspot. Com /2015/07/ macam-macam- olahraga-balapan-motor.htmal terakhir dikses 24 November 2019 Jam 18.00 WIB
C. Balapan Liar
Yaitu merupakan suatu kegiatan adu kecepatan yang menggunakan sebuah kendaraan sepeda motor yang biasanya dilakukan pada malam hari disaat jalan mulai sepi sampai menjelang pagi hari disebuah jalan raya atau jalan umum.
Balap liar biasanya dilakukan diluar perlombaan resmi maksudnya balapan ini tidak memiliki izizn yang resmi kepada pihak yang berwenang,misalnya seperti kegiatan drag bike dan lain sebagainya,selain itu balapan liar pun menjadi salah satu ajang mencari gengsi dan ketenaran diantara para remaja ,bahkan ajang balap liarii sendiri bisa dijadikan sebagai wadah untuk perjudian atau taruhan dimana setiap kali ada yang melakukan kegiatan balapan liar itu pasti ada uang taruhanya yang nominalnya mencapai ratusan bahkan sampai jutaan rupiah .5
Meskipun demikian yang namanya balapan liar tak jarang juga mereka bertemu dijalanan,maka dibutuhkan juga pihak ketiga yang biasanya disebut dengan calo atau sebagai perantara
balapan.Apabila mesin sudah optimal serta perangkat motor sudah di modifikasi sedemikian rupa yang layak untuk diadu di lintasan balap ,maka sang calo mengajak bengkel lainya untuk diajak balapan tau adu kecepatan dilintasan balap.
Balap liar sudah biasa dilakukan sehingga apabila balap liar itu tidak ada taruhanya diibaratkan seperti makan makanan yang tidak ada garamnya alias hambar,nominal taruhanya juga tidak main-main untuk motor yang memiliki komposisi yang menghuni taruhanya bisa ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah jumlah uang yang sudah tidak sedikit yang akan dipertaruhkn membuat balapan liar itu menyebabkan terjadinya perselisihan pendapat tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah yang membuat taruhan ini sering ricuh,selain persoalan yang sudah dianggap melanggar hokum tersebut balap liar juga tidak jarang membuat kecelakaan lalu lintas dijalan raya khususnya ,sesuai dengan tujuan awal bahwa jumlah uanglah bukan sebagai tujuan utama bagi pelaku aksi balap liar ini sendiri.
Melihat aksi balap liar itu sendiri bukanlah merupakan sesuatu yang bersifat positif akan tetapi bersifat negative karena sudah terlalu banyak merugikan pelaku itu sendiri dan juga orang lainya salah satu penyebab terjadinya balap liar itu sendiri juga tidak jauh jauh dai pelaku balap liar tesebut
misalnya kurangnya control diri dari anak yang sudah tidak dapat mengendalikan rasa
keingintahuan untuk mencari jati dirinya sendiri yaitu dengan cara melakukan hal-hal yang baru yang belum pernah dia lihat serta juga melemahnya kontrol sosial yang diakibatkan oleh
kegagalan keluarga dalam menjaga anak,faktor lingkungan yang kurang baik ,serta sekolahan juga penegak hukumnya yang kurang disiplin membuat balap liar tersebut tidak akanada habisnya.
5Pengertian balap liar dan akibatnya http://aguszubaduzzaman. blogspot. co. id /2015 /01/ pengertian -balap-liar- dan-akibatnya.html terakhir diakses 29 November 2019 jam 10.00 WIB
Selain itu para remaja juga lebih memilih jalanan umum atau jalan rya untuk melakukan aksi balap liar itu karena tidak adanya arena atau sirkuit untuk dijadikan balapan serta besarnya modal yang harus di keluarkan untuk menjadi seorang pembalap yang resmi membuat para pelaku balap liar semakin menjadi-jadi. selain itu aksi balap liar ini juga sudah diatur di dalam Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 115 yang berbunyi “pengemudi kendaraan bermotor dijalan dilarang berbalapan dengan kendaraan lain “.dan Pasal 297 yang berbunyi “ setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan di jalan sebagaimana diatur dalam pasal 115 akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 ( satu ) tahun atau denda paling banyak Rp.3.000.000,00( Tiga Juta Rupiah ),serta juga memenuhi unsur-unsur tindak pidana pada pasal 503 ayat ( 1 ) Kitab Undang-Undang Hukum
Pidana ( KUHP ) karena telah mengganggu ketentraman di masyarakat pada malam hari oleh suara-suara yang sangat berisik dari suara kenalpotnya motor para pelaku tersebut.
Sesuai dengan dikeluarkanya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang
perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,bahwa anak merupakan seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas ) tahun,termasuk anak yang masih didalam kandungan. Sedangkan didalam pasal 1 ayat ( 2 ) Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak menegaskan bahwa anak dapat digolongkan menjadi 3 ( tiga ) bentuk diantaranya adalah :
1. Anak yang menjadi korban tindak pidana yang biasanya disebut sebagai anak korban yaitu seseorang yang belum berusia 18 ( delapan belas ) tahun yang sudah mengalami penderitaan secara fisik,mental,dan kerugian-kerugian ekonomi lain yang disebabkan oleh suatu tindak pidana.
2. Anak yang berkonfik dengan hukum yang kemudian anak merupakan seseorang yang telah berusia 12( dua belas ) tahun,akan tetapi masih belum berusia 18 ( delapan belas ) tahun yang telah diduga melakukan suatu tindakan pidana.
3. Anak yang bisa menjadi saksi dari suatu tindakan pidana yang selanjutnya akan disebut sebagai anak saksi merupakan seseorang yang belum berusia 18 ( delapan belas ) tahun yang dapat memberikan keterangan asli yang digunakan untuk penyidikan,penuntutan serta pemeriksaan didalam sidang pengadilan tentang suatu perkara-perkara pidana yang sudah didengar,dilihatnya atau bahkan dialaminya sendiri.
Selain itu dilihat dari Pasal 9 ayat (2) UU SPPA yang menjelaskan bahwa “kesepakatan diversi harus mendapatkan persetujuan korban dan/atau keluarga anak korban serta kesediaan anak dan keluarganya terkecuali untuk :
a.Tindak Pidana yang berupa pelanggaran b.Tindak Pidana ringan
c.Tindak Pidana Tanpa korban ;atau
d.Nilai kerugian korban tidak lebih dari upah minimum provinsi setempat,”
yang mana dalam hal ini di huruf B menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tindak pidana ringan yaitu tindak pidana yang diancam dengan pidana paling lama 3 ( tiga ) bulan .6
Maka dari itu kasus balapan liar apabila pelakunya tertangkap tangan maka masuk dan tergolong tindak pidana yang berupa pelanggaran yang mana dalam hal ini kasus balapan liar adalah tindak pidana pelanggaran yang pelanggaran-pelanggaran itu adalah melanggar aturan yang dibuat oleh pemerintah serta norma-norma yang berlaku di masyarakat dan setelah
pelaku tertangkap tangan maka harus memberikan keterangan yang jelas serta untuk dilakukanya penyidikan yang mana paling lama adalah 24 jam,maka penyidik harus menyampaikan aturan- aturan bagi anak yang sedang berhadapan dengan hukum maka setelah anak tersebut sudah bebas dan pulang bersama keluarganya agar anak tersebut tidak lagi mengulangi perbuatan itu.
Sebagaimana sudah diketahui bahwa masalah kenakalan anak bisa membuat dampak negative terutama perilaku dan perbuatanya yang melanggar aturan-aturan dan norma yang berlaku di masyarakat serta mengganggu ketertiban umum didalam berlalu lintas.
Berbagai pelanggaran ini masih merupakan tantangan khususnya bagi aparat penegak hukum ( kepolisian ) dalam menangani permasalahan seperti ini. Maka dari itu perlu ada langkah-langkah yang baik dan tepat serta terkendalinya oleh berbagai pihak supaya usaha penanganan dan
penanggulangan ini segera mungkin bisa teratasi.
Peraturan yang mengatur tentang lalu lintas ini diataranya adalah Undang –Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang bertujuan untuk
menertibkan,mengamankan,serta melancarkan jalanya dalam berlalu lintas demi terwujudnya sebuah pembangunan yang merupakan salah satu upaya memajukan kesejahteraan bersama sebagaimana
terlampir didalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Tujuan dikeluarkanya aturan ini salah satunya adalah untuk terwujudnya pelayanan masyarakat didalam berlalu lintas yang baik,aman,tertib,guna untuk memajukan kesejahteraan umum memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa Negara serta mampu menjunjung tingi martabat bangsa Indonesia.
Selain itu tanpa adanya suatu sarana ataupun fasilitas yang memadai,maka sangat tidak mungkin bahwa penegakan hukum itu akan berlangsung begitu cepat,misalnya adanya organisasi yang baik,keuangan yang tercukupi serta arena dan tempatnya disediakan, kalau hal tersebut tidak
6Arfan Kaimuddin.2016.Pelindungan hukum korban tindak pidana pencurian ringan pada proses diversi tingkat penyidikan.Jurnal Hukum.Universitas Brawijaya.Malang h.23
dapat terpenuhi sangat tidak mungkin penegakan hukum akan mencapai maksimal .
Maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa ketentuan tentang fasilitas dan sarana yang dapat mempengaruhi keselamatan dijalan raya saat berlalu lintas,diantaranya :
1. Keterbatasan sarana dan fasilitas yang memungkinkan untuk mendukung terlaksananya terhadap penegak hukum khususnya dibidang lalu lintas,misalnya seperti rambu-rambu lalu lintas,penerangan jalan raya serta tanda-tanda yang masih sangat kurang,
2. Rendahnya kedisiplinan masyarakat kepada budaya tata tertib yang telah dibuat demi kepentingan umum
3. Tidak ada fungsi terkait jalan sebagaimana mestinya misalnya parker sembarangan ,bangunan yang didirikan pada daerah-daerah yang kurang efektif dan lain sebagainya
D. Penegakan Hukum Terhadap Lalu Lintas di Jalan Raya 1. Penegakan Hukum terhadap Lalu Lintas di Jalan Raya
Jalan ( raya ) adalah suatu tempat penghubung dalam bentuk apapun yang dimana meliputi bagian-bagian jalan misalnya dalam bentuk bangunan pelengkap serta dimana
perlengkapanya itu untuk kepentingan lalu lintas.Selain itu jalan juga mempunyai peran penting didalam bidang khususnya ekonomi,sosial budaya,politik ,hukum serta pertahanan dan keamanan yang fungsinya untuk kepentingan semua masyarakat.
Jalan juga mempunyai beberapa pengertian diataranya merupakan suatu tempat untuk orang berlalu lintas. Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 Pasal 1 Angka 4 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menegaskan bahwa jalan merupakan suatu tempat atau juga jalan yang khusus diperuntukan bagi setiap orang yang berlalu lintas.
Dari Uraian diatas maka dapat disimpulkan serta dapat dimengerti bahwa jalan merupakan suatu tempat perhubungan didarat yang khusus diperuntukan untuk berlalu lintas kendaraan dan hewan. Tidak diperuntukan untuk jalan rel,jalan kerta api dan lain sebagainya. Pengertian Jalan tidak ada batasanya yang mana bentuk-bentuk jalan konvensional atau disemua permukaan tanah,akan tetapi juga termasuk jalan yang juga melintasi sungai-sungai besar atau
danau,laut,terowongan dan lain sebagainya.Dengan demikian,jalan yaitu merupakan suatu kesatuan sistem jaringan jalan yang sifatnya mengikat serta menghubungkan kepada pusat-pusat pertumbuhan diwilayah yang berbeda didalam suatu pengaruh pelayanan dalam satu hubungan yang hierarki.
2. Faktor-Faktor Penegakan Hukum terhadap Lalu Lintas di Jalan Raya
Dalam kurun waktu yang begitu lama ini penegakan hukum dipandang sebelah mata oleh masyarakat,karena hukum sama sekali tidak mencerminkan suatu kebenaran dan keadilan.Dalam perkembanganya sangat banyak pejabat pemerintah di negeri ini melakukan suatu tindak kejahatan dan juga pelanggaran serta penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadinya masing-masing,sebaliknya juga para penegak hukum juga tidak mampu menjalankan tugasnya yang sudah menjadi tuntutan masyarakat,hal ini mengakibatkan bahwa lemahnya penegak hukum yang sudah berdampak kepada masyarakat misalnya tidak adanya kepecayaan oleh masyarakat terhadap aparatur hukum.
Hukum hanya dijadikan sebagai suatu alat untuk mempertahankan kedudukan dan kekuasaanya,hukum sangat harus dikembalikan lagi pada fungsi serta peranya yang sesuai
karena sudah menjadi tuntutan dari masyarakat serta perkembangan yang demokrasi di negara Indonesia ini sejak bergulirnya era reformasi.
Dari kejadian tersebut akan muncul ekspeltasi yang mana hukum dapat ditegakan scara kuat dan konsisten,karena tidak adanya kepastian hukum yang jelas serta kemrosotan wibawa terhadap hukum tersebut yang mana akan melahirkan suatu krisis didalam
hukum.Terwujudnya akan supremasi hukum juga dapat menghendaki tentang komitmen kepada seluruh komponen negara yang saat dan patuh kepada hukum.
Kepatuhan tersebut juga dapat mewajibkan kepada para aparat penegak hukum yang mana untuk menegakan dan menjamin terhadap kepastian hukum untuk kebenaran dan keadilan.
Barda Nawai Arief menegaskan bahwa penegakan hukum pada hakikatnya merupakan suatu perlindungan tentang hak asasi manusia,serta menegakan
keadilan dan juga kebenaran serta dalam hal ini juga tidak adanya penyalahgunaan terhadap suatu kekuasaan yang mana harus mwujudkan seluruh norma-norma dan tatanan kehidupan dalam bermasyarakat.
Menurut Soerjono Soekanto ada beberapa Faktor-Faktor yang harus diperhatikan diantaranya sebagai berikut :
1. Faktor kepada hukumnya ( Undang-Undang ) 2. Terhadap Faktor penegakan hukumnya 3. Faktor fasilitas dan sarana
4. Faktor-faktor budaya
5.Faktor masyarakatnya sendiri.
Manusia didalam suatu pergaulan hidup ini pada dasarnya pasti memiliki pandangan- pandangan tertentu mengenai baik buruknya suatu perilaku,dari padangan itu akan terwujud tentang kepribadian seseorang atau pasangan,misalnya nilai ketertiban dan ketentraman,nilai kepentingan umum dan nilai kepentingan pribadi dan lain sebagainya.Pasangan dari nilai-nilai itu yang telah diserasikan juga memerlukan suatu penjabaran secara kongkrit,maka dari itu nilai- nilai itu tadi lazimnya bersifat abstrak.
Penjabaran yang secara lebih konkrit terjadi didalam bentuk maupun kaidah-kaidah hukum yang mungkin saja berisikan larangan atau kebolehan.
3. Pengertian Lalu Lintas
Pengertian Lalu Lintas Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan
( 1 ) ( berjalan ) bolak bali,hilir mudik,contohnya : Bukan main bahwa banyaknya orang serta kendaraan yang berlalu lintas di jalan itu, ( 2 ) Perihal Perjalanan disuatu jalan dan sebagaimana mestinya. Maka dari itu dari uraian diatas dapat ditegaskan bahwa lalu lintas memiliki
keterkaitan yang kuat dengan masalah yang dihadapi dijalan raya dan kendaraan itu sendiri.
Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Lalu lintas menyebutkan bahwa lalu lintas merupakan suatu gerakan kendaraan,orang serta hewan yang berada di jalan. Lalu Lintas Jalan adalah salah satu sarana tentang transportasi yang perlu dikembangkan didalam suatu kesatuan sistem yang segera dilakukan dengan mengintegrasi serta mendinamiskan beberapa unsur-unsur yang mana terdiri dari suatu jaringan transportasi jalan serta kendaraan beserta pengemudinya dan juga peraturan perundang-undangan,prosedur dan metode yang sedemikian rupa supaya terwujudnya totalitas yang baik.
Pergerakan kendaraan,hewan dan orang dijalan merupakan suatu pergerakan yang dapat dikendalikan oleh seseorang dalam keadaan sehat jasmani maupun rohaninya.Orang yang kurang sehat jasmani dan rohaninya yang mengemudikan kendaraanya dijalan akan
menyebabkan bahaya bagi pengguna jalan lainya maupun dirinya sendiri,hal inilah yang membuat aturan hukum dan norma-norma hukum menjadi sangat penting.
Setiap manusia juga memiliki kepribadian sfat,watak,perilaku dan juga kehendak sendiri-sendiri dalam menjalani kehidupanya akan tetapi
didalam suatu masyarakat manusia juga mengadakan suatu hubungan atara manusia satu dengan manusia yang lain,mengadakan kerjasama,saling tolong menolong,bantu membantu dan lain sebagainya yang dirasa berguna untuk keperluan dan kelangsungan hidupnya.
Keperluan ataupun kepentingan itu kadang-kadang baru bisa tercukupi ataupun terpenuhi oleh manusia lainya apabila peran dari manusia lain ini dapat menjadikan terjadinya suatu hubungan social yang baik dan bisa saling menguntungkan.
Tujuan Hukum yaitu untuk mengatur setiap pergaulan hidup secara aman damai dan
terkendali.Didalam setiap kehidupan manusia merupakan makluk social yang pasti dan selalu berinteraksi dengan manusia yang lain,dengan adanya suatu interaksi ini maka akan timbul kepentingan-kepentingan perorangan dan juga kepentingan golongan yang bisa saja kadang- kadang dapat menimbulkan suatu pertikaian dan permasalahan,akan tetapi dengan interaksi ini nanti juga dapat memberikan manfaat yang luar biasa dengan menambah pengetahuan dan wawasan serta informasi yang berguna.
E. Tugas dan Kewenangan serta Fungsi dari Kepolisian
Susunan Kepolisian merupakan suatu jenjang atau tingkatan atas suatu kesatuan
kepolisian didalam menjalan organisasi kepolisian dari tingkat pusat ke tingkat daerah.Landasan yuridis terhadap susunan kepolisian dapat diatur didalam Pasal 3 ayat ( 1 ), ayat ( 2 ) dan juga ayat ( 3 ) tentang Keputusan Presiden NO.70 Tahun 2002 yang menjelaskan bahwa :
1. Organisasi POLRI disusun secara berjenjang dari tingatan pusat hingga daerah
2. Organisasi POLRI dari tingkat pusat disebut sebagai Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia atau bisa disingkat dengan MABES POLRI
3. Organisasi POLRI pada tingkatan wilayah disebut sebagai Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah disingkat dengan POLDA.7
Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan suatu alat negara yang mana harus menjaga keamanan dan ketertiban didalam masyarakat yang mana tugasnya harus melindungi ,mengayomi melayani serta menegakkan hukum tertera didalam Pasal 30 ayat ( 4 ) Undang- Undang Dasar 1945.
Selain itu Kepolisian Negara Republik Indonesia juga merupakan alat negara yang paling berperan didalam memelihara atas keamanan dan ketertiban didalam
masyarakat,menegakan hukum serta memberikan pengayoman dan juga pelayanan yang baik kepada masyarakat yang dinyatakan didalam pasal 5 ayat ( 1 ) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 .
Kedudukan Kepolisian Kepolisian dalam hal ii menurut Philip M. Hadjon yang
mengartikan bahwasanya kedudukan lembaga negara yang pertama dapat diartian juga sebagai suatu posisi terhadap suatu lembaga negara yang dibandingkan kepada lembaga-lembaga yang
7 Sodjijono.2008.Polri Dalam Perkembangan Hukum Di Indoensia,Yogyakarta.Pertama laksbang Pressindo.h.150
lain,yang kedua yaitu sebagai posisi suatu lembaga negara yang mana didasarkan kepada fungsi utamanya tersebut.8
1. Pengertian Kepolisian
Polisi berasal dari kata yunani yang artinya adalah “Politea “ yang mulanya digunakan untuk menyebutkan “seseorang yang menjadi suatu warga negara dari kota Athena,yang kemudian dari pengertian tersebut berkembang secara pesat menjadi nama “ kota” serta dipakai dalam sebutan
“semua usaha kota “.9
Polisi dapat mengandung arti sebagai organ serta fungsi itu sendiri yaitu sebagai suatu organ dari pemerintah yang tugasnya mengawasi yang apabila perlu akanmenggunakan sebuah kekeraan ataupun paksaan supaya yang diperintahkan untuk menjalankan suatu badan tertentu tidak melakukan suatu pelanggaran-pelanggaran yang telah dibuat.
Mengenai pengertianya diatur didalam pasal 1 ayat 1,2 dan 3 Undang-UndangNomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yang telah menyatakan bahwa : 1. Kepolisian merupakan segala tentang ihwal yang selalu berkaitan dengan fungsi-fungsi dan lembaga-lembaga kepolisian yang sesuai dengan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
2.Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan seorang Pegawai Negeri kepada kepolisian Negara Republik Indonesia.
3. Pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan anggota langsung dari Kepolisian Negara Republik Indonesia Yang sudah berdasarkan atas Undang-Undang yang memiliki wewenang umum terhadap Kepolisian.
Maka dari itu timbulah eksistensi kepolisian yang merupakan suatu lakon atau kewajiban yang harus dijalankan oleh kepolisian sehubungan dengan atribut yang sudah melekat pada instansi yang terkait. dalam hal ini dibenarkan oleh POLRI atas didasarkan kepada asas Legalitas Undang-Undang yang karenanya aalah suatu kewajiban yang harus ditaati dan dipatuhi oleh warga masyarakat,agar nantinya peran ini nanti bisa dijalankan dengan baik .
Selain itu dasar pemaknaan Pelindung,pengayom serta pelayan kepada masyarakat bisa
beranekaragam dilihat dan ditinjau dari berbagai aspek,akan tetapi persamaan persepsi bagi kita
8 Sadjiono.2010.Memahami hukum kepolisian.Yogyakarta.Laksbang Pressindo.h.49
9 Andi Munawarman,sejarah singkat POLRI. dapat dilihat di.http://www.Hukum Online.
Com/hg/narasi/2004/04/21/nrs,200421-01,id.html. diakses pada tanggal 28 November 2019 pukul 18.50 WIB
sendiri serta langkah-langkahnya bagi kita tentang pemaknaan itu dapat ditegaskan diantaranya :10
1. Sebagai Pelindung : Yaitu anggota POLRI yang sudah memiliki kemampuan untuk
memberikan suatu perlindungan kepada masyarakat,sehingga masyarakat tersebut terbebas dari rasa takut,tidak aman,terbebas dari bahaya atau ancaman serta merasa tenang,aman dan damai.
2. Sebagai Pengayom : Yaitu Setiap anggota POLRI yang dirasa cukup memiliki kemampuan untuk memberikanya bimbingan,petunjuk dan arahan serta nasehat yang dirasa cukup
bermanfaat kepada masyarakat sekitar yang tujunaya menciptakan rasa aman damai dan tentram.
3. Sebagai Pelayan : Maksudnya setiap anggota POLRI yang dimana setiap langkahnya tersebut atas pengabdianya sebagai Anggota POLRI dilakukan secara bermoral,berektika baik dan sopan santun serta bekerja ssuai dengan professional.
Selain itu didalam menjalankan tugas-tugasya tersebut diatur dialam Pasal 13 Kepolisian Negara Republik Indonesia yang temuat didalam pasal 14 ayat ( 1 ) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 yaitu :
1. Melakukan penjagaan dan pengawalan serta berpatroli kepada setiap kegiatan masyarakat serta pemeritahan sesuai dengan kebutuhanya tersebut.
2. Membina mayarakat agar dapat meningkatkan partisipasi masyarakatnya tersebut terhadap kesadaran akan hukum yang berlaku serta ketaatan dan kepatuhan masyarakat itu sendiri terhadap aturan perundang-undangan.
3. Menyelenggarakan segala bentuk kegiatan yang dapat menjamin akan keamanan,kelancaran serta ketertiban dijalan raya.
4. Terus melakukan kegiatan kordinasi dan pengawasan kepada kepolisian khusus,Aparatur sipil negara dan bentu lembaga lainya.
5. dan yang terakhir adalah untuk memelihara ketertiban serta menjamin keamanan hukum didalam maysrakat itu sendiri.
2. Wewenang Kepolisian
Tugas serta wewenang Kepolisian dapat dijalankan dengan suatu kewajiban untuk mengadakan suatu pengawasan yang bilamana perlu dengan paksaan yang akan
dilakukan dengan suatu cara pemaksaan yang dilakukan dengan cara melaksanakan atas kewajiban umum lewat perantara pengadilan ataupun tanpa perantara pengadilan.11
10 Barda Nawawi Arif. 1998.Beberapaaspek kebijaksanaan penegakan hukum dan pengembangan hukum pidana.Bandung. Citra Aditya Bakti. h.4
Dalam hal ini wewenang kepolisian digolongkan menjadi 2 ( dua ) bentuk yang meliputi wewenang umum dan wewenang khusus.
1. Wewenang Umum : dimana wewenang ini diatur didalam pasal 15 ayat ( 1 ) misalnya seperti:
a. menerima laporan atau pengaduan.
b. membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat yang sangat mengganggu ketertiban umum.
2.Wewenang khusus : wewenang ini dibagi menjadi 2 ( dua ) bentuk yaitu : a. wewenang yang berdasarkan atas peraturan perundang-undangan Pasal 1 ayat ( 2 ) .
b. wewenang tentang penyidikan atau penyidikan didalam suatu proses pidana yang diatur didalam pasal 16 ayat ( 1 ) Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002.
Salah satu pondasi penegak hukum yang ada di masyarakat adalah kepolisian yang dimana diharapkan memberikan perlindungan dan pengayoman yang baik kepada masyarakat atau warga Negara Indonesia .
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 15 menyebutkan secara umum bahwa kewenangan Kepolisian digolongkan menjadi beberapa macam diantaranya adalah :
1. Menerima Laporan dan pengaduan dari masyarakat.
2. Melakukan suatu tindakan pertama di tempat peristiwa atau kejadian.
3.Membantu menyelesaikan Perselisihan antar warga masyarakat yang bisa saja mengganggu ketertiban dalam berlalu lintas.
4. Mengawasi Aliran yang bisa saja dapat menimbulkan perpecahan atau bahkan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia .
5.Mengambil sidik jari atau identitas yang lain guna dijadikan sebagai bukti 6. Mencari keterangan dan barang bukti
7. Menyelenggarakan pusat Informasi criminal nasional.
11Momo Kelana,1984. Hukum Kepolisian.Perkembangan di Indonesia Suatu studi Histories Komperatif.Jakarta:PTIK,h.18
8. Menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu
Selain itu Peran Polri dalam menciptakan kepastian hokum yang benar dituangakan dalam beberapa bentuk diantaranya :
1. Kepolisian Negara Republik Indonesia harus bersikap professional didalam hokum acara pidana maupun hokum acara perdata sehingga pandangan negative masyarakat akan hilang dan berubah menjadi postif bahwa polri memang berkerja atas dasar kekuasaan dari undang-undang 2. POLRI mampu memberikan contoh Tauladan yang baik dalam penegakan hukum
.3.Bisa menolak Suap atau yang lainya bahkan sebaliknya juga mampu membimbing serta menyadarkan penyuap untuk melakukan segala sesuatu kewajiban berdasakan peraturan yang sudah berlaku.
4. POLRI harus mampu meningkatkan kesadaran hukum kepada masyarakat sehingga masyarakat itu sendiri tidak menjadi korban dari kebutuhan hokum dengan tindakan yang sewenang-wenang.12
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa POLRI adalah satu satunya lembaga penegak hokum yang tugasnya sebagai peindung,pengayom dan palayan masyarakat.
Meskipun demikian Tidak hanya POLRI saja yang bertugas untuk melindungi masyarakat,akan tetapi harus bekerja sama dengan masyarakat atau warganya sendiri guna menciptakan suasana yang aman,damai dan tentram.
ada juga sikap sikap lemah penegak hukum yang kemungkinan dipengaruhi
oleh kondisi beberapa badan hukum dibawah pemerintah dan lembaga peradilan yang masing-masing tunduk kepada aturan undang-undang.13
Selain itu ada beberapa sikap dari penegak hukum itu sendiri di dalam berlalu lintas misalnya diantaranya.
1. Melemahnya etika dan moral serta profesionalisme sebagai penegak hukum 2. Sikap yang terlalu arogan didalam melaksanakan tugas dan kewajibanya
3. Terjadi banyak Penyimpangan wewenang dan sangat tidak mencerminkan sebagai penegak hukum yang bijaksana
12Inpres No.2 Tahun 2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan dalam Negeri
13 Megawati Soekarno Putri Dalam Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dan KeteranganPemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003 Serta Nota Keuangan di Depan Sidang Dewan Perwakilan Rakyat Pada Tanggal 16 Agustus 2002.
4. Didalam Proses memberikan Surat Izin Mengemudi ( SIM ) tidak dilakukan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
3. Fungsi Dari kepolisian
Berdasarkan atas pasal 2 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia bahwa Fungsi dari kepolisian adalah merupakan kesimpulan dar tugas dan kewenangan dari kepolisian itu sendiri yang secara umum,maksudnya adalah segala urusan kegiatan dalam hal pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh kepolisian dapat meliputi dari kegiatan pencegahan (Preventif ) serta penegak hukum itu sendiri ( represif ).Selain itu fungsi kepolisian merupakan salah satu fungsi pemerintahan negara dibidang pemeliharaan atas keamanan dan juga ketertiban kepada masyarakat.
Selain itu fungsi kepolisian dibagi menjadi beberapa tugas pokok sesuai pasal 13 Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2002 yaitu :
1. Memelihara atas keamanan dan ketertiban masyarakat
2.Memberikan perlindungan,pengayoman dan juga pelayanan kepada Masyarakat 3. Menegakkan hukum
Tugas pokok kepolisian yang mana dimaksud pasal 13 Undang-Undang
Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia adalah sebagai berikut : 1.Melaksanakan pengaturan,pengawalan,penjagaan serta patoli kepada masyarakat dan juga pemerintah sesuai dengan kebutuhan
2. Membina masyarakat untuk segera meningkatkan partisipasinya,kesadaran hukum masyarakat,dan juga ketaatan warga masyarakat kepada hkum dan peraturan perundang- undangan
3.Menyelenggarakan segala jenis kegiatan didalam menjamin keamanan,ketertiban dan juga kelancaran dalam berlalu lintas.
4.Melakukan Koordinasi,pengawasan dan juga pembinaan teknis kepada Kepolisian khusus,penyidik dan lain sebagainya.
5. Turut serta didalam pembinaan nasional
6. Memelihara ketertiban dan juga menjamin atas keamanan dan kepentingan umum.
7.Menyelenggarakan identifikasi kepolisian,kedokteran kepolisian,labolaturium forensic serta psikologi kepolisian yang bertujuan untuk kepentingan umum.
8.Memberikan pelayanan kepada masyarakat khusunya sesuai dengan kepentinganya didalam ruang lingkup kepolisian
9.Melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi atau pihak yang berwenang
10.Melaksanakan tugas lain yang sesuai dengan peraturan perundang- undangan
Perumusan ini didasarkan atas suatu tipe oleh tiap-tiap kepolisian dinegara-negara yang berbeda,ada juga tipe kepolisian yang dimana dicari dari suatu kondisi social yang dapat menempatkan kepolisian sebagai suatu tugas yang
mana secara bersama-sama dengan warga ataupun rakyat serta polisi itu sendiri yang hanya dapat menjalankan hukum itu saja. Sesuai dengan aturan
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan suatu tindakan lanjut serta amanat terhadap ketetapan
MPR RI. NO. VI/MPR/2000 tentang Pemisahan Tentara Nasional Indonesia dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia,yang mana khususnya pada pasal 3 Ayat ( 2).
Maka dari itu,Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai dengan kelmbagaan yang diantaranya adalah eksistensi,tugas,wewenang serta fungsi ataupun bantuan dan kerjasama dari pihak kepolisian tersebut.
Selain itu didalam menjalankan suatu fungsinya sebagai satuan penegak hukum Kepolisian wajib dan harus memahami tentang asas-asas sebagai salah
Satu bahan-bahan pertimbangan didalam melaksanakan tugasnya tersebut,diantaranya :14
1.Asas Legalitas,yang mana didalam kewajibanya tersebut harus tunduk dan patuh kepada hukum yang sudah berlaku.
14Bisri Ilham,1998. Sistem Hukum Indonesia.Jakarta: Grafindo Persada.h.32
2.Asas Partisipasi,yaitu didalam rangka untuk mengamankan dilingkungan masyarakat polisi harus mengkordinasikan suatu pengamanan Swakarsa guna mewujudkan ketaatan hukum disuatu kalangan masyarakat.
3.Asas Preventif,yang mana asas ini selalu mengedepankan suatu tindakan-tindakan tentang pencegahan yang mana dalam penindakan ( represif ) ditujukan kepada masyarakat.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan Pemaparan diatas yang sudah dikemukakan oleh peneliti,maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :
D. Ada beberapa faktor yang menyebabkan balapan liar itu terjadi diantaranya
4. tidak adanya fasilitas sirkuit atau arena yang dijadikan untuk balapan maka dari itu para pelaku balapan melakukanya dijalan raya yang kegiatanya itu dapat mengganggu pengguna jalan lain yang ingin lewat.
5. biaya yang sangat besar menjadi seorang pembalap professional juga dapat enyebabkan timbulnya balapan liar.
6. faktor lingkungan dan faktor keluarga yang kurang diperhatiin juga dapat menyebabkan balapan liar itu mudah.
E. Upaya-Upaya yang dilakukan kepolisian diantaranya adalah
4. melakukan upaya sosialisasi ke masyarakat umum dan ke sekolahan-sekolahan yang tujuanya untuk mencegah agar anak tersebut tidak ikut serta didalam kegiatan balapan liar ini.
5. selain itu pihak Kepolisian Sektor Mlarak juga melakukan kegiatan patroli keliling untuk melihat kondisi dan situasi ditempat-tempat yang biasanya dilakukanya balapan liar.
6. polisi mencari tau kapan dan jam berapa biasanya balapan liar dilakukan selain itu serta dilakukanya penangkapan kepada pelaku balapan liar agar mereka jera serta tidak ada lagi kegiatan balapan liar itu yang meresahkan warga masyarakat setempat dan pengguna jalan lainya.
F. Dari berbagai upaya-upaya yang dilakukan kepolisian juga memiliki beberapa hambatan- hambatan sehingga balapan liar itu sering terjadi diantaranya adalah
4. Tidak adanya laporan dari pihak masyarakat,balapan liar itu sering terjadi karena dari pihak masyarakatnya tidak ada yang melapor sehingga dari pihak kepolisian sulit untuk mencegahnya dan menindaklanjutinya.
5. Pelakunya tidak ada yang tertangkap pada saat polisi melakukan patroli serta saat mau melakukan penangkapan para pelaku balapan liar sudah mengetahui kalau polisi akan melakukan operasi,kurangnya kerjasama dari masyarakat juga sangat mempengaruhi serta menghambat kepolisian untuk melakukan penangkapan balapan liar itu sendiri.
6. Apabila salah satu pelaku balapan liar itu tertangkap oleh polisi yang ternyata masih dibawah umur maka Pihak Kepolisian Sektor Mlarak Kabupaten Ponorogo melakuan Himbauan kepada anak tersebut dan memberi peringatan bahwa kegiatan balapan liar. selain itu kedua orang tuanya juga harus dibawa ke kantor polisi untuk dimintain keterangan serta pelakunya harus membuat pernyataan yang mana didalam surat peryataan tersebut apabila pelaku mengulanginya maka pelaku siap dikenakan sanksi yang lebih berat.
B. Saran.
Dari Hasil Penelitian yang sudah dilakukan,maka penulis sedikit memberikan saran diantaranya adalah :
1.Didalam menanggulangi kegiatan balapan liar,pihak kepolisian serta masyarakat harus bekerja sama dan saling koordinasi agar bisa mencegah kegiatan balapan liar itu terjadi sehingga tidak masyarakat ataupun pengguna jalan lain yang lewat tidak takut dan terasa aman karena sudah tidak terjadi yang namanya balapan liar
2.Dari Pihak Keluarga khususnya orang tua agar selalu mengawasi serta memberikan perhatian kepada anak yang mana anak tersebut supaya tidak terjerumus ke dalam kegiatan balapan liar.
3.Dari Pihak Masyarakat untuk selalu mewaspadai kegiatan balapan liar serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila akan diadakan balapan liar supaya pihak kepolisian dapat mencegahnya .
DAFTAR PUSTAKA Buku:
AdibBahari.(2010).Tanyajawabaturanwajibberlalulintas,Pustakayustita, Yogyakarta.
BisriIlham.(1998). SistemHukumIndonesia.Jakarta: GrafindoPersada.
BardaNawawiArif. (1998).Beberapaaspekkebijaksanaanpenegakan hokum danpengembanganhukumpidana.bandung. Citra AdityaBakti
I.S.Susanto(2011).StatistikKriminalsebagaiKontruksi Social.
GenthaPublishing,Yogyakarta.
KartiniKartono.(2008).PatologiSosial 2 KenakalanRemaja.Jakarta:Rajawali Pers.
MomoKelana.(1984). HukumKepolisian.Perkembangan di Indonesia Suatustudi Histories Komperatif.Jakarta:PTIK,
Mappi,FHUI.(2003).LembagaPengawasanSistemPeradilanPidana Terpadu,www.pemantauperadilan.com
Ridwan.(2010).Anak yang berhadapandenganHukum.Jakarta.SinarGrafika SarwonSarlito.(2006).Psikologi.Remaja,Jakarta,RajaGrafindoPersada.
Sadjijono.(2010).Memahamihukumkepolisian.Yogyakarta.LaksbangPressindo
Sodjijono.(2008).PolriDalamPerkembanganHukum Di
Indoensia,Yogyakarta.PertamalaksbangPressindo.
SoerjonoSoekanto,Faktor-faktor yang
mempengaruhipenegakanhukum.CetakanPertama,Rajawali.Jakarta.
SofyanS.Willis.(2005).Remaja&masalahnya.Bandung.Alfabeta
TopoSantoso& Eva AchjaniZulfa.(2007).
Kriminologi.Jakarta.RajaGrafindoPersada.
Jurnal
Agung Witoro.2014.Upaya PenanggulanganBalap Liar Di KabupatenBantul.JurnalHukum.UniversitasAtma Jaya Yogyakarta.
Arfan Kaimuddin.(2016).Pelindungan hukum korban tindak pidana pencurian ringan pada proses diversi tingkat penyidikan.Jurnal Hukum.Universitas Brawijaya.Malang
HerzegoviantoHutomo Putra.2017.Upaya
Kepolisiandalampenanggulanganbalap liar yang dilakukanolehanak.JurnalHukum,Universitas Lampung
PeraturanPerundang-Undangan:
Megawati Soekarno Putri Dalam Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dan Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003 Serta Nota Keuangan di Depan Sidang Dewan Perwakilan Rakyat Pada Tanggal 16 Agustus 2002
Inpres No.2 Tahun 2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan dalam Negeri Undang-UndangDasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-UndangNomor 22 Tahun 2009 TentangLaluLintasdanAngkutanJalan.
Undang-UndangNomor 35 Tahun 2014 TentangPerlindunganAnak.
Undang-UndangNomor 12 Tahun 2012 TentangSistemPeradilanPidanaAnak
Internet
Iswanda.(2015).MacamMacamolahragabalapan motor.Dikses 24 November 2019 Website.http://blog.iswanda. blogspot. com/2015/07/macam-macam- olahraga-balapan-motor.html.
Aguszubasuzzaman.(2015).Pengertianbalap liar danakibatnya. Diaksestanggal 29 November 2019 .Website.http://aguszubaduzzaman.blogspot.
co.id/2015/01/pengertian-balap-liar-dan-akibatnya.html
AndiMunawarman,(2004).sejarahsingkat POLRI.Diaksespadatanggal 28 November2019.Website.http://www.HukumOnline.com/hg/narasi/2004/04/21/
nrs,200421-01,id.html.
Wawancara
WawancaradenganAIPTU TarmujiPolsekSambit .Ponorogo padatanggal 23 November 2019
WawancaradenganikhsanBagaskarapelakubalap liar. Tanggal 2 November 2019 Wawancara denganDimas Paku Sadewo tanggal 6 Desember 2019
WawancaradenganKapolsekMlarak AKP Sudaroinipadatanggal3 Desember2019 Wawancaradengan AIPTU H.MuhammadSatriyoTanggal 10Desember 2019 Wawancara denganKanit BINMAS Polsek Mlarak Bapak AIPTU Taufik Hidayat
S.H pada 6 Desember 2019