• Tidak ada hasil yang ditemukan

Usus besar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Usus besar "

Copied!
129
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 'Bagaimana asuhan keperawatan pada klien anak diare di RSUD Dr.

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian

Etiologi

Bab ini menjelaskan tentang hasil asuhan keperawatan pada anak diare yang dilakukan oleh RSUD Dr. Pada klien 1 dan 2 diperoleh hasil pemeriksaan dari orang tua mengenai masa prenatal, kelahiran, postnatal dan neonatal. Berdasarkan tabel diatas dengan diagnosa keperawatan klien 1 dan 2 ditemukan 4 diagnosa keperawatan.

S : Orang tua klien mengatakan anaknya buang air besar sebanyak empat kali sampai malam ini, berwarna hijau kuning dengan endapan O. Dari hasil pemeriksaan klien 1 diperoleh data subjektif dari klien yang buang air besar sejak 5 hari yang lalu 4 bangku longgar. Sedangkan hasil pemeriksaan pada Klien 2 diperoleh data subjektif berupa tinja encer sebanyak tiga kali, berwarna kuning kehijauan, disertai lendir dan darah.

Dalam menerapkan dan menuliskan kriteria hasil pada klien 1 dan 2 sesuai dengan teori yang terdapat pada SLKI. Dan pada klien 2 terdapat diagnosa yang teratasi setelah 2 hari perawatan yaitu hipertermia yang ditandai dengan orang tua klien yang mengatakan anaknya tidak demam dengan suhu 36,9 oC. Intervensi yang digunakan pada kasus klien 1 dan 2 disusun berdasarkan diagnosis yang dibuat dan disesuaikan.

Anatomi Fisiologi

Patofisiologi

Mekanisme dasar terjadinya diare adalah yang pertama, gangguan osmotik, akibat adanya makanan atau zat yang tidak dapat diserap, hal ini akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke dalam usus. rongga, kelebihan isi rongga usus ini akan merangsang usus.Kelebihan rongga usus ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga menyebabkan diare. Kedua, karena adanya rangsangan tertentu (misalnya racun) pada dinding usus, maka akan terjadi peningkatan air dan elektrolit dalam rongga usus dan kemudian terjadi diare karena adanya peningkatan isi rongga usus. Ketiga, gangguan motilitas usus, terjadinya hiperperistaltik akan mengakibatkan menurunnya kemampuan usus dalam menyerap makanan sehingga mengakibatkan diare, sedangkan jika gerak peristaltik usus berkurang maka akan mengakibatkan pertumbuhan bakteri berlebih yang kemudian dapat juga terjadi. menyebabkan diare.

Manifestasi Klinis

Disentri - Diare berdarah (dilihat atau dilaporkan) Diare terus-menerus - Diare berlanjut selama 14 hari atau lebih Diare disertai.

Pemeriksaan Penunjang

Penatalaksanaan

Untuk menggantikan zinc yang hilang saat diare, anak dapat diberikan zinc yang membantu menyembuhkan diare dan menjaga kesehatan anak. Pemberian zinc dapat menggantikan kadar zinc alami tubuh yang hilang dan mempercepat penyembuhan diare. Zinc juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mencegah risiko kambuhnya diare selama 2-3 bulan setelah anak sembuh dari diare.

Bayi di bawah 6 bulan sebaiknya hanya diberi ASI untuk mencegah diare dan memperkuat daya tahan tubuh anak. Jangan batasi makanan anak Anda jika ia menginginkan lebih, karena lebih banyak makanan akan membantu mempercepat penyembuhan, pemulihan, dan mencegah malnutrisi. Selain risiko resistensi mikroba, pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat merusak flora normal yang sebenarnya dibutuhkan tubuh.

Efek samping dari penggunaan antibiotik yang tidak rasional adalah gangguan fungsi ginjal dan hati serta diare akibat antibiotik. Berikan saran dan periksa pemahaman ibu atau pengasuh tentang cara pemberian oralit, zinc, ASI atau makanan dan indikasikan untuk segera membawa anak ke penyedia layanan kesehatan jika anak tersebut.

Konsep Masalah Keperawatan

  • Pengertian Masalah Keperawatan
  • Komponen Masalah Keperawatan
  • Pathway Diare
  • Masalah Keperawatan Pada Klien Diare

Evaluasi dilakukan peneliti pada klien 1 dan 2 selama 3 hari perawatan yang dilakukan peneliti dan dilakukan dalam format SOAP.

Konsep Asuhan Keperawatan Anak Dengan Diare

  • Pengkajian
  • Diagnosa Keperawatan
  • Intervensi Keperawatan
  • Implementasi Keperawatan
  • Evaluasi Keperawatan

Konsep Keperawatan Anak

  • Paradigma Keperawatan Anak
  • Batasan Usia Anak
  • Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
  • Prinsip Keperawatan Anak
  • Peran Perawat Anak
  • Pengertian hospitalisasi
  • Dampak Hospitalisasi

Dalam keperawatan anak, individu (klien) adalah anak yang didefinisikan sebagai seseorang yang berumur kurang dari 18 (delapan belas) tahun dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, yang mempunyai kebutuhan khusus, yaitu kebutuhan jasmani, rohani, sosial, dan spiritual. Dalam memberikan pelayanan keperawatan, anak selalu diutamakan, mengingat kemampuan mengatasi permasalahan masih dalam proses pendewasaan yang berbeda dibandingkan orang dewasa karena struktur fisik anak dan orang dewasa berbeda baik dari ukuran hingga aspek kematangan fisik. Lingkungan dalam paradigma keperawatan anak yang relevan adalah lingkungan eksternal dan internal yang berperan dalam perubahan status kesehatan anak.

Peran lainnya adalah menjaga keberlangsungan kehidupan anak dan keluarga, menjaga keselamatan anak dan meningkatkan kesejahteraan anak untuk mencapai masa depan anak yang lebih baik. Kesejahteraan dapat dicapai melalui interaksi ini. Pelayanan keperawatan anak fokus pada upaya pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan dengan tujuan menurunkan angka kesakitan dan kematian pada anak, karena anak merupakan generasi penerus bangsa. Keperawatan anak merupakan disiplin ilmu kesehatan yang berfokus pada kesejahteraan anak, sehingga perawat mempunyai tanggung jawab yang luas dalam memberikan asuhan keperawatan anak.

Dalam meningkatkan kesejahteraan anak, keperawatan selalu mengutamakan kepentingan anak dan upayanya tidak lepas dari peran keluarga agar selalu melibatkan keluarga. Praktik keperawatan anak mencakup kontrak dengan anak dan keluarga untuk mencegah, menilai, mengintervensi, dan meningkatkan kesejahteraan mereka, dengan menggunakan proses keperawatan yang konsisten dengan aspek moral (etika) dan hukum (legal). Tujuan keperawatan anak dan keluarga adalah untuk meningkatkan masa dewasa atau kematangan yang sehat bagi anak dan remaja sebagai makhluk biopsikososial dan spiritual dalam konteks keluarga dan masyarakat.

Ke depan, tren keperawatan anak akan fokus pada ilmu tumbuh kembang karena mempelajari aspek kehidupan anak. Dengan mendengarkan segala keluhan, menyentuh dan hadir secara fisik, perawat dapat berbagi pemikiran dan pendapat dengan orang tua mengenai masalah anak dan keluarganya serta membantu mencari alternatif solusi. Sebagai peneliti perawat anak memerlukan keterlibatan penuh dalam upaya menemukan masalah keperawatan anak yang akan diteliti, melakukan penelitian langsung, dan sengaja menerapkan temuan penelitian kesehatan/keperawatan anak.

Peran tersebut memerlukan kemampuan berpikir kritis dalam melihat fenomena yang ada dalam pelayanan asuhan keperawatan anak sehari-hari dan menelusuri penelitian yang telah dilakukan serta menggunakan literatur untuk memvalidasi permasalahan penelitian yang ditemukan. Pada tingkat kualifikasi tertentu, perawat harus mampu melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan mutu praktik keperawatan anak. Rawat inap pada anak tidak hanya berdampak pada anak saja, namun juga pada orang tua dan saudara kandungnya.

Pendekatan/Jenis Penelitian

Subyek Penelitian

Definisi Operasional

Asuhan keperawatan anak diare merupakan suatu proses keperawatan yang dilakukan secara langsung terhadap pasien yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mengatasi permasalahan anak diare.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Prosedur Penelitian

Metode dan Instrumen Pengumpulan Data

Subbab ini antara lain menjelaskan tentang metode pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunannya. Alat atau instrumen pengumpul data menggunakan format Asuhan Keperawatan Anak sesuai ketentuan yang berlaku.

Keabsahan Data

Analisa Data

HASIL DAN PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengkajian dan analisis data, ditegakkan empat diagnosa keperawatan pada klien 1 dan 2 pada klien 1 yaitu diare berhubungan dengan proses infeksi, hipovolemia berhubungan dengan cairan aktif, defisiensi nutrisi berhubungan dengan faktor psikologis dan gangguan integritas kulit. berhubungan dengan kelembaban. Dan pada klien 2 diare berhubungan dengan proses infeksi, resiko hipovolemia berhubungan dengan aktifnya cairan, hipertermia berhubungan dengan dehidrasi, dan gangguan integritas kulit berhubungan dengan kelembaban. Pada Klien 1 dan 2 dapat ditegakkan diagnosa keperawatan gangguan integritas kulit akibat perubahan peredaran darah yang menyebabkan cairan dan kekurangan/kelebihan volume cairan, dan gejala utama yang didapat sudah memenuhi validasi pemeliharaan diagnosa pada SDKI yaitu kurang lebih 80 -100%.

Berikut pembahasan perbedaan diagnosis klien 1 dan 2, yaitu klien 1 mengalami hipovolemia dan risiko defisiensi nutrisi, sedangkan klien 2 memiliki diagnosis risiko hipovolemia dan hipertermia. Dari hasil pengkajian yang ditemukan pada klien 1, data subjektif menunjukkan klien mengalami BAB cair sejak 5 hari yang lalu, BAB cair sebanyak 4 kali sehari dengan konsistensi encer berwarna kuning kecoklatan dan klien lemah. Hal ini sesuai dengan data yang penulis temukan yaitu pada klien 1 dan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari serta mukosa bibir kering.

Pada klien 1 risiko hipovolemia tanda utama yang didapat tidak memenuhi validasi penerapan diagnosa keperawatan pada SDKI sekitar 80-100% karena data yang diperoleh. Selama pengkajian, masalah keperawatan hipertermia ditemukan berhubungan dengan dehidrasi pada klien 2, sedangkan diagnosis hipertermia tidak ditemukan pada klien 1. Hasil pengkajian pada klien 2 didapatkan bukti subjektif klien mengalami demam mulai 2 hari yang lalu dan bukti objektif N: 100 x/menit, RR: 23 x/menit, S: 38,3oC dan akral terasa hangat.

Menurut asumsi peneliti, pada saat penegakan diagnosa sesuai dengan SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), ditetapkan 4 diagnosa keperawatan pada klien 1 dan 2 yaitu pada klien 1 dan 1 terdapat persamaan diagnosa yaitu diagnosa diare dan gangguan integritas kulit. Dan diagnosanya berbeda pada klien 1 dan 2 yaitu klien 1 mempunyai diagnosa hipovolemia dan resiko defisiensi nutrisi, sedangkan klien 2 mempunyai diagnosa resiko hipovolemia dan hipertermia. Pada masalah keperawatan gangguan integritas kulit yang dilakukan pada klien 1 dan 2, intervensi yang dilakukan adalah observasi: mengidentifikasi penyebab gangguan integritas kulit, terapeutik: membersihkan perineum dengan air hangat, edukasi: menganjurkan penggunaan pelembab dan menganjurkan minum air putih yang cukup.

Menurut asumsi peneliti, intervensi keperawatan pada klien 1 dan 2 sudah sesuai dengan teori yang terdapat dalam SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yaitu meliputi observasi, terapi, edukasi dan kolaborasi. Sesuai asumsi peneliti, hasil evaluasi yang dilakukan pada klien 1 dan 2 antara lain diagnosa yang teratasi setelah tiga hari dilakukan asuhan keperawatan yaitu diagnosa keperawatan diare, hipovolemia, resiko hipovolemia, defisiensi nutrisi, dan gangguan kulit. integritas. Dan terdapat perbedaan antara klien 1 dan 2 yaitu klien 1 mengalami kesulitan makan dan nafsu makan menurun, sedangkan klien 2 tidak, dan klien 2 mengalami demam dengan suhu 38,3oC.

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Hasil penelitian yang diperoleh peneliti dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan bahan perbandingan bagi peneliti selanjutnya ketika melakukan penelitian pada klien anak penderita diare. Studi kasus pada klien 1 dan klien 2 dengan asuhan keperawatan anak diare dapat menjadi acuan bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang profesional dan komprehensif.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil ketuntasan Tes menggunakan model DL Hasil Ketuntasan SD SD Negeri 08 Koto Salak Jumlah Peserta didikTuntas 14 PersentasePeserta didikTuntas 58% Jumlah Peserta didikTidak