• Tidak ada hasil yang ditemukan

VARIABEL INTERVEI\ING

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "VARIABEL INTERVEI\ING "

Copied!
137
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN SISTEM REWARD SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

TERHADAP KINERJA PNS PADA KANTOR DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

KABUPATEN JENEPONTO

TESIS

Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Magister Manajemen

Diajukan Oleh : IKA ANDRIANTI ANJAS

2018.MM.2.1993

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN STIE NOBEL INDONESIA

MAKASSAR 2021

(2)

PENGESAHAN TESIS

ANALISIS

PENGARUH

KEPEMIMPINAN

DAN

BUDAYA

ORGANISASI DEI{GAN SISTEM REWARD SEBAGAI

VARIABEL INTERVEI\ING

TERHADAP

KII{ERJA

PI{S PADA

KAI{TOR

DINAS PMPTSP

KABUPATEI{ JEI{EPOI{TO

Oleh:

IKA ANDRIANTI

AI{.

Magister Manajemen,

6'd,,-

STIE Nobel Indonesia,

Dr. Maryadi, S.E., M.M. Dr. S-vlvia Sjarlis, S.E., M.Si., Ak., C.A.

Kitta, T., M.Si.

Mengetahui:

(3)

PEII}{YATAAH SKISTNALITAi TEI;}S

S*-'.* ;'.axg hart-*r:** ter€iirrl cli lR+'",**

iiti

*:**yat*k;:& e3u:s*:B{r

=si:.'**r

L:*;:lar::l-va ba}:rva s*p*.nja*g p*xg*€*&t:atr s*.."-*-

*i

daia:* N*skatr f*rls irr: sida!;

a*rdxp*t kery'= iir:rixh 1.*ng p*ra*i: diaj::ka* *lrh r-rra*:g fu:i:r $ftttlk *trillF€.r{}ke:

g-**r ak;a*ieaxik x-*.i xxat* P*rpa=,xat: Tlxggi, dax tirj*k t*ra{apat k;BE-r* irlsii p*'loiitg:'-it

3..erry $*rrafu cfir:"rfis arau dits*rirfua* *lefu o:r;r*g lain, iiscfieli Jrsfig ie{ara rfiafti}is

c*.L*;eatil: ,i;F*s:.t ;ras*;& ir:i *x* $is*l-txlk;::"r s*:t:h*t" k*rii,** *er{a d*fi*r p*rtt:rk;i.

,tpl*'iE:r tel-ny;r$;l qli d;lk*r: Fi*ck**! Ter*is i:ri itr*4:r:t *iibtil*ik*E g+rslsp;r

:s{rs1}s-nt}siir jipiakan. sa3a brr'**dia Tesis {}{AfiiSTER &'5.SNA-fEb{E}i} i*i

d*Lvataiiiar'. srrta r*ipr***s se-suxi d**g*x pr=returat: ;r*;r:rldxi:g-ur:a*erga* ]'a*;r i:a=ri**u t t ?{ i }'s*, 3f} T*}r** 3**-1. i*.*at 35 ayat ? d"ta pasxl ?6'}}.

fu{ekes=a:-- *8 Harec fi}3}

Nw

lka -tndrirntr Anjas h{+*ll*sisq*,

:*i*"h{1{":"}ttsJ-}

(4)

iii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur dihaturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberuikan limpahan rahmat, berkah dan hidaya-NYA sehingga Tesis dengan judul “Analisis Pengaruh Kepemimpinan dan Budaya Organisasi melalui Sistem Reward Terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Kabupaten Jeneponto “ dapat diselesaikan. Tesis ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister manajemen pada Program Studi Magister Manajemen Program Pascasarjana STIE Nobel Indonesia Makassar.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan ini banyak kekurangan dalam penulisan dan pembahasannya serta menyadari bahwa penulisan ini tidak akan tersusun tanpa bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada :

1. Ketua STIE Nobel Indonesia Makassar.

2. Dr. Maryadi, SE., M.M. selaku Direktur Pascasarjana STIE Nobel Indonesia Makassar.

3. Dr. Sylvia Sjarlis, S.E., M.Sc.,Ak., C.A. selaku Ketua Program Studi Magister Manajemen STIE Nobel Indonesia Makassar.

4. Dr. Maryadi, S.E., M.M. selaku Ketua Komisi Pembimbing dan Dr.

Syafruddin Kitta, S.T., M.Si. selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah bersedia membimbing, menyumbangkan masukan dan saran serta kritikan untuk kesempurnaan tesis ini.

(5)

iv

5. Dr. Harlindah Harniati Arfan, M.AP dan Dr. Asniwati, S.E., M.M.

selaku komisi penguji yang memberikan sumbangsi ilmu, masukan dan kritikan untuk kesempurnaan tesis ini.

6. Keluarga yang tercinta terkhusus Orang Tua Tercinta yang senantiasa memberikan dukungan doa, nasehat, serta motivasi yang diberikan selama kuliah sampai penulisan tesis ini sehingga dapat menyelesaikan tesis ini dengan baik.

7. Bapak/Ibu dosen, serta STAF Program Pascasarjana Program studi Manajemen STIE Nobel Indonesia Makassar, atas bantuan yang telah diberikan selama ini, kiranya akan menjadi bekal hidup dalam mengabdikan ilmu saya dikemudian hari.

8. Teman-teman mahasiswa Program Studi Magister Manajemen PPs STIE Nobel Indonesia Makassar atas bantuan dan kerjasamanya selama ini, dan semua pihak yang telah membantu penulis yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga senantiasa mendapatkan kebaikan dari-NYA atas bantuan yang diberikan hingga tesis ini terselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari atas segala keterbatasan, untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan tesis ini dengan harapan semoga tesis ini bermanfaat bagi pengambilan kebijakan di bidang manajemen dan pengembangan ilmu pengetahuan bagi peneliti selanjutnya.

Amin

Makassar Penulis

(6)

ABSTRAK

Ika Andrianti Anjas. 2021. Analisis Pengaruh Kepemimpinan, dan Budaya Organisasi dengan Sistem Reward sebagai Variabel Intervening terhadap Kinerja PNS pada Kantor DPMPTSP Kabupaten Jeneponto, dibimbing oleh Maryadi dan Syafruddin Kitta.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi secara parsial terhadap kinerja PNS pada Kantor DPMPTSP Kabupaten Jeneponto (2) pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi secara simultan terhadap kinerja PNS pada Kantor DPMPTSP Kabupaten Jeneponto (3) pengaruh kepemimpinan secara langsung dan tidak langsung melalui sistem reward terhadap kinerja PNS pada Kantor DPMPTSP Kabupaten Jeneponto (4) pengaruh budaya organisasi secara langsung dan tidak langsung melalui sistem reward terhadap kinerja PNS pada Kantor DPMPTSP Kabupaten Jeneponto.

Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada Kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto dan dilaksanakan mulai bulan Februari-Maret 2021.

Populasi penelitian adalah semua PNS pada Kantor DPMPTSP Kabupaten Jeneponto yang berjumlah 30 orang. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sampling jenuh yakni dengan menentukan semua populasi sebagai sampel total sebanyak 30 orang pegawai.

Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (Path analysis).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan dan budaya organisasi secara parsial terhadap kinerja PNS pada Kantor DPMPTSP Kabupaten Jeneponto (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan Kepemimpinan dan budaya organisasi secara simultan terhadap kinerja PNS pada Kantor DPMPTSP Kabupaten Jeneponto (3) Kepemimpinan melalui Sistem Reward mempunyai pengaruh secara langsung dan signifikan terhadap Kinerja PNS pada kantor DPMPTSP Kabupaten Jeneponto (4) budaya organisasi melalui Sistem Reward mempunyai pengaruh secara langsung dan signifikan terhadap Kinerja PNS pada Kantor DPMPTSP Kabupaten Jeneponto.

Kata kunci: Kepemimpinan, Budaya Organnisasi, Reward dan Kinerja Pegawai

(7)

ABSTRACT

Ika Andrianti Anjas. 2021. Analysis of the Effect of Leadership and Organizational Culture with a Reward System as an Intervening Variable on the Performance of Civil Servants at the DPMPTSP Office of Jeneponto Regency, supervised by Maryadi and Syafruddin Kitta.

This study aims to determine and analyze (1) the effect of leadership and organizational culture partially on the performance of civil servants at the Jeneponto Regency DPMPTSP Office (2) the effect of leadership and organizational culture simultaneously on the performance of civil servants in the Jeneponto Regency DPMPTSP Office (3) the direct leadership effect and indirectly through a reward system on the performance of civil servants at the Jeneponto Regency DPMPTSP Office (4) the direct and indirect effect of organizational culture through the reward system on the performance of civil servants at the Jeneponto Regency DPMPTSP Office.

This research approach is a quantitative approach. The research was conducted at the Office of Investment and One Stop Integrated Services, Jeneponto Regency and was carried out from February to March 2021. The study population was all civil servants at the DPMPTSP Office of Jeneponto Regency, amounting to 30 people. The sample selection in this study was carried out using a saturated sampling method, namely by determining all populations as a total sample of 30 employees. The analysis technique used is path analysis.

The results showed that (1) there is a partially positive and significant influence of leadership and organizational culture on the performance of civil servants at the Jeneponto Regency DPMPTSP Office (2) there is a positive and significant influence of leadership and organizational culture simultaneously on the performance of civil servants at the Jeneponto Regency DPMPTSP Office (3) Leadership through the Reward System has a direct and significant influence on the performance of civil servants in the Jeneponto Regency DPMPTSP office.

Keywords: Leadership, Organizational Culture, Rewards and Employee Performance

(8)

viii

DAFTAR TABEL

No. Judul Halaman

1 Capaian Kinerja Kantor DPMPTSP Kab.Jeneponto Tahun 2020... 6

2 Uji validitas instrumen kuesioner variabel kepemimpinan ... 44

3 Uji validitas instrumen kuesioner variabel Budaya Organisasi ... 45

4 Uji validitas instrumen kuesioner variabel Sistem Reward ... 45

5 Uji validitas instrumen kuesioner variabel Kinerja Pegawai ... 46

6 Hasil uji realibilitas data variabel kepemimpinan ... 48

7 Hasil uji realibilitas data variabel budaya organisasi ... 48

8 Hasil uji realibilitas data variabel sistem reward ... 49

9 Hasil uji realibilitas data variabel Kinerja Pegawau ... 49

10 Hasil analisis uji normalitas Kepemimpinan, Budaya organisasi, sistem reward dan Kinerja pegawai ... 51

11 Hasil Uji analisis multikolinearitas Pengaruh Kepemimpinan dan Budaya Orgnaisasi, melalui sistem reward Terhadap kinerja Pegawai ... 52

12 Hasil uji analisis heteroskedastisitas Pengaruh Kepemimpinan dan Budaya Orgnaisasi, melalui sistem reward Terhadap kinerja Pegawai ... 54

13 Jenis kelamin responden ... 57

14 Tingkatan Umur Responden ... 58

15 Tingkatan Pendidikan Responden ... 59

16 Hasil kuesioner Kepemimpinan X1.1 ... 60

17 Hasil kuesioner Kepemimpinan X1.2 ... 60

18 Hasil kuesioner Kepemimpinan X1.3 ... 61

19 Hasil kuesioner Kepemimpinan X1.4 ... 62

20 Hasil kuesioner Kepemimpinan X1.5 ... 62

21 Hasil kuesioner Kepemimpinan X1.6 ... 63

22 Hasil kuesioner Kepemimpinan X1.7 ... 64

23 Hasil kuesioner Budaya Organisaasi X2.1 ... 65

24 Hasil kuesioner Budaya Organisaasi X2.2 ... 66

25 Hasil kuesioner Budaya Organisaasi X2.3 ... 66

(9)

ix

26 Hasil kuesioner Budaya Organisaasi X2.4 ... 67

27 Hasil kuesioner Budaya Organisaasi X2.5 ... 68

28 Hasil kuesioner Budaya Organisaasi X2.6 ... 68

29 Hasil kuesioner Budaya Organisaasi X2.7 ... 69

30 Hasil kuesioner Sistem Reward Z.1... 70

31 Hasil kuesioner Sistem Reward Z.2... 71

32 Hasil kuesioner Sistem Reward Z.3... 71

33 Hasil kuesioner Sistem Reward Z.4... 72

34 Hasil kuesioner Kinerja Pegawai Y.1... 73

35 Hasil kuesioner Kinerja Pegawai Y.2... 74

36 Hasil kuesioner Kinerja Pegawai Y.3... 74

37 Hasil kuesioner Kinerja Pegawai Y.4... 75

38 Hasil kuesioner Kinerja Pegawai Y.5... 76

39 Hasil kuesioner Kinerja Pegawai Y.6... 76

40 Hasil kuesioner Kinerja Pegawai Y.7... 77

41 Hasil tabel coeficients Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai ... 78

42 Model summary pengaruh Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai ... 80

43 Hasil tabel Coefficients pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai ... 81

44 Model summary Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai... 83

45 Hasil uji ANOVA Pengaruh Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap kinerja secara simultan ... 84

46 Hasil Coefficients Analisis Jalur Model 1 ... 85

47 Hasil Model summary analisis jalur model 1 ... 86

48 Hasil Coefficients Analisis Jalur Model 1 ... 86

49 Hasil Model summary analisis jalur model 2 ... 87

(10)

x

DAFTAR GAMBAR

No. Judul Halaman

1 Kerangka Konseptual ... 33 2 Diagram analisis jalur model struktur 1 ... 86 3 Diagram analisis jalur model struktur 2 ... 87

(11)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

No. Judul Halaman

1 Surat Telah Selesai Melakukan Penelitian ... 106

2 Kuesioner ... 107

3 Tabulasi Kuesioner ... 110

4 Output Hasil Analiis ... 113

(12)

xii DAFTAR ISI

Sampul Depan/Halaman Judul ... i

Halaman Pengesahan ... ii

Kata Pengantar ... iii

Pernyataan Orisinalitas Tesis ... v

Abstrak ... vi

Abstract ... vii

Daftar Tabel ... viii

Daftar Gambar ... x

Daftar Lampiram ... xi

Daftar Isi ... xii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah... 7

1.3 Tujuan Penelitian ... 8

1.4 Manfaat Penelitian ... 9

BAB II. KAJIAN PUSTAKA ... 10

2.1 Penelitian Terdahulu ... 10

2.2 Kepemimpinan ... 15

2.2.1 Penegrtian Kepemimpinan ... 15

2.2.2 Teori-teori Kepemimpinan ... 16

2.2.3 Tipe-tipe Kepemimpinan ... 18

2.3 Budaya Organisasi ... 20

2.3.1 Penegrtian Budaya ... 20

2.3.2 Penegrtian Organisasi ... 21

2.3.3 Pengertian Budaya Organisasi ... 21

2.3.4 Karakteristik Budaya Organisasi ... 23

2.4 Kinerja Pegawai ... 24

2.4.1 Penegrtian Kinerja ... 24

2.4.2 Penilaian Kinerja ... 24

2.4.3 Pengertian Kinerja Pegawai ... 25

(13)

xiii

2.4.4 Faktor-faktor yang MempengaruhiKinerja Pegawai ... 26

2.5 Sistem Reward ... 27

2.5.1 Penegrtian Sistem Reward ... 27

2.5.2 Teknik Penggunaan Reward ... 28

2.5.3 Macam-macam Reward ... 29

2.5.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi Reward ... 31

BAB III. KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... 33

3.1 Kerangka Konseptual ... 33

3.2 Hipotesis Penelitian ... 34

3.3 Defenisi Operasional Variabel ... 35

BAB IV. METODE PENELITIAN ... 38

4.1 Pendekatan Penelitian ... 38

4.2 Tempat Dan Waktu Penelitian ... 38

4.3 Populasi Dan Sampel Penelitian ... 38

4.3.1 Populasi ... 38

4.3.2 Sampel ... 39

4.4 Teknik Pengumpulan Data/Informasi ... 39

4.5 Jenis Dan Sumber Data ... 40

4.5.1 Jenis Data ... 40

4.5.2 Sumber Data ... 41

4.6 Metode Analisis Data ... 42

4.6.1 Olah Data Statistik Deskriptif ... 43

4.6.2 Analisis Data ... 43

4.6.3 Uji Asumsi Klasik ... 50

4.6.4 Uji Hipotesis ... 55

4.6.5 Analisis Jalur (Path Analysis) ... 56

BAB V. HASIL DAN KESIMPULAN ... 57

5.1 Hasil ... 57

5.1.1 Karakteristik Responden ... 57

5.1.2 Analisis Deskriptif Responden Tentang Kepemimpinan ... 59

5.1.3 Analisis Deskriptif Responden Tentang Budaya Organisasi .... 64

(14)

xiv

5.1.4 Analisis Deskriptif Responden Tentang Sistem Reward ... 70

5.1.5 Analisis Deskriptif Responden Tentang Kinerja ... 73

5.1.6 Analisis Regresi Sederhana Secara Parsial` ... 78

5.1.7 Analisis Regresi Berganda secara simultan ... 83

5.1.8 Analisis Jalur (Path Analysis) ... 85

5.2 Pembahasan ... 88

5.2.1 Pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi secara parsial terhadap kinerja pegawai ... 88

5.2.2 Pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi simultan terhadap kinerja pegawai ... 91

5.2.3 Pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi melalui sistem reward terhadap kinerja pegawai ... 92

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN ... 95

6.1 Kesimpulan ... 95

6.2 Saran ... 97

DAFTAR PUSTAKA ... 99

LAMPIRAN ... 102

(15)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Sumber daya manusia merupakan aset organisasi yang paling penting, hal ini akan membuat sumber daya organisasi lain berperan. Di era globalisasi yang semakin berkembang, salah satu kunci sukses dalam menghadapi persaingan adalah secara proaktif mengembangkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas. Setiap organisasi membutuhkan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi.

Sumber daya tersebut meliputi sumber daya alam, sumber daya keuangan, sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sumber daya manusia. Sumber daya yang terpenting adalah sumber daya manusia, untuk mencapai tujuan organisasi, karyawan dituntut untuk memaksimalkan kinerja. Oleh karena itu, instansi dituntut untuk lebih selektif dalam memilih sumber daya manusia yang berkinerja baik (Anwar, 2004).

Semakin baik kualitas pegawai suatu instansi maka semakin tinggi daya saing instansi tersebut terhadap instansi lainnya. Pegawai adalah set berharga yang perlu diperhatikan dan dibina dengan baik sehingga suatu instansi harus memperhatikan setiap detil program-program yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia guna menghasilkan pegawai yang kompeting dan berdaya saing tinggi.

Pelaksanaan pekerjaan oleh para pegawai disuatu lingkungan instansi, pada dasarnya berlangsung dalam kondisi pegawai sebagai manusia. Dimana suasana

(16)

10

batin atau psikologi seorang pegawai sebagai individu dalam masyarakat Organisasi atau instansi yang menjadi lingkungan kerjanya, sangat berpengaruh pada pelaksanaan pekerjaannya (Rachmawati, 2008). Instansi dalam hal ini Organisasi harus memiliki pegawai yang berpengetahuan dan berketrampilan tinggi serta usaha untuk mengelola Organisasi seoptimal mungkin sehingga kinerja pegawai meningkat.

Kinerja karyawan biasanya diartikan sebagai kualitas dan kuantitas pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan sesuai dengan tugas yang diberikan kepada karyawan (Busro, 2018). Dalam meningkatkan kinerja karyawan perusahaan dengan berbagai cara, antara lain melalui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan antara lain pendidikan, pelatihan, budaya organisasi, kepemimpinan, kompensasi, lingkungan kerja dan motivasi (Wirawan, 2015). Melalui proses ini, saya berharap mereka dapat memaksimalkan tanggung jawab pekerjaannya.

Kemampuan kepemimpinan yang baik dapat dilihat pada kemampuan bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan pekerjaan, membimbing, membimbing, menetapkan motivasi kerja, mengendalikan organisasi, membentuk kerja tim, menciptakan kondisi kerja yang sehat, memberikan pengawasan dan membawa pengikut kepada yang diharapkan. Tujuan Tugas yang teridentifikasi menentukan tujuan. Pemimpin memiliki ciri khasnya sendiri dalam memerintah dan membimbing bawahannya, dan mereka biasa disebut dengan pemimpin. Gaya kepemimpinan pemimpin menggambarkan hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin.

(17)

11

Pemimpin mengembangkan dan membimbing potensi dan kemampuan bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi. Memahami tugas yang dilakukan, dan memahami karakteristik, dorongan dan motivasi dari semua anggota untuk mencapai tujuan mereka. Proses interaksi antara pimpinan dan anggota dapat terlaksana dengan baik, dan harus mampu menstimulasi semangat pegawai serta meningkatkan kinerjanya.

Budaya organisasi terdiri dari berbagai elemen yang terintegrasi dan dibentuk oleh budaya yang lebih besar. Budaya dibangun untuk mengatasi tantangan masa lalu (Edy, 2006). Berbagai kebijakan, prosedur, konsep, kebiasaan dan lain-lain merupakan tanggapan atas situasi dan tantangan masa lalu. Budaya organisasi secara luas dianggap sebagai dasar dari sistem dan aktivitas manajemen di setiap organisasi.

Budaya organisasi merupakan suatu sistem makna atau nilai-nilai yang dimiliki oleh seluruh anggota organisasi, juga merupakan kekuatan sosial yang tidak terlihat yang memungkinkan seseorang untuk melakukan aktivitas kerja di unit kerjanya. Setiap orang di unit kerja secara otomatis akan mempelajari budaya universal dan beroperasi dalam organisasi. Budaya organisasi merupakan pilar kuat yang mendukung tujuan organisasi. Dalam hal ini, atasan harus memegang peranan penting dalam memotivasi dan mengatur karyawan.

Reward dalam organisasi memegang peranan penting, yang menunjukkan bahwa pemberian reward, promosi, pemberian otonomi dan tanggung jawab, dan lain-lain berpengaruh positif terhadap peningkatan produktivitas karyawan dan peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan. Selain untuk meningkatkan

(18)

12

kinerja manajemen, jika dirasa penghargaan yang diterima tidak proporsional dengan hasil kerja, dan tujuan peningkatan kinerja manajemen tidak tercapai, maka dapat pula menurunkan kinerja manajemen.

Organisasi Pemerintah Kabupaten merupakan wadah bagi pelaksanaan fungsi-fungsi pemerintahan dan sebagai proses interaksi antara pemerintah dengan institusi daerah lainnya dan dengan masyarakat sebagai pilar-pilar pembangunan daerah. Daerah diberikan kewenangan dalam menentukan pola organisasinya, diperlukan dukungan kemampuan teknis dan wawasan yang luas dari pelaku dibidang kelembagaan pemerintah daerah dalam merumuskan, mendesain dan mengimplementasikan visi dan misi pemerintah daerah ke dalam pola organisasi pemerintah daerah.

Tugas pokok Dinas Penanaman Modal dan PTSP adalah melaksanakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu, meliputi perencanaan pengembangan iklim penanaman modal, promosi penanaman modal, pelayanan penanaman modal, pengendalian pelaksanaan penanaman modal, serta pelayanan terpadu satu pintu yang menjadi kewenangan Provinsi.

Sumber daya manusia yang terdapat dalam kantor dinas penanaman modsl dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) kabupaten jeneponto merupakan salah satu aspek yang sangat penting yang mampu memberikan sumbangsi tenaga dan pemikiran untuk mencapai tujuan organisasi atau agar tujuan yang diharapkan oleh DPMPTSP dapat terlaksana dengan baik.

(19)

13

Penetapan Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jeneponto tahun 2019 dalam pencapaian penatapan kinerja tersebut melakukan evaluasi dan identifikasi keberhasilan dan kegagalan persasaran strategis yang telah dilakukan pada tahun 2019. Indikator kinerja sebagai ukuran keberhasilan dari tujuan dan sasaran strategis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jenponto beserta target realisasinya dirinci dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 1.1

Capaian Kinerja Utama DPMTPSP Kab. Jeneponto Tahun 2019 No. Indikator Kinerja Sat. Target Realisasi Capaian

kinerja 1.

Jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA)

Unit 20 1 65%

2.

Jumlah nilai investasi berskala nasional (PMDN/PMA)

Juta

Rupiah 130.017 84.265 64,81%

3. Jumlah IMB yang

diterbitkan Dokumen 400 239 59,75%

4.

Jumlah surat izin usaha jasa konstruksi yang diterbitkan

Dokumen 50 28 56 %

Sumber :Laporan Kinerja DPMPTSP Kab.Jeneponto Tahun 2019

Gambaran target kinerja yang telah dicapai dan digambarkan di atas, sebagai sasaran kinerja telah tercapai. Meskipun ada beberapa sasaran yang tidak terealisasi 100%, akan tetapi ada pula beberapa capaian yang melampaui target dalam pelaksanaannya. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto telah melaksanakan keseluruhan program dan

(20)

14

kegiatan yang menunjang sasaran tersebut, akan tetapi tentu saja ada beberapa kendala yang dihadapi.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Sstu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jeneponto menerapkan kepemimpinan yang sangat diperhatikan sehingga lembaga pemerintah tersebut lebih maju dari tahun ke tahun. Untuk membina pegawai agar lebih meningkatkan kinerjanya pemimpin dalam pembinaan karyawan dengan melakukan komunikasi yang di lakukan secara langsung antara atasan (kepala dinas) dengan pegawai yang lain.

Kepala dinas selaku pemimpin tertinggi mempunyai kesempatan secara langsung kepada pegawai untuk menyampaikan tentang visi, misi, dan tujuan organisasi. Adanya komunikasi langsung yang di lakukan oleh pimpinan dengan pegawai akan semakin mudah mengungkapkan keinginan dan keluhan yang diharapkan dari pegawai, sehingga pimpinan akan mudah mengetahui kebutuhan dan keinginan dari masing-masing pegawai Dengan adanya kepemimpinan di perusahaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawai kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jeneponto.

Selain kepemimpinan dinas penanaman modal juga menerapkan budaya organisasi yang sangat bermanfaat bagi pegawai. Budaya organisasi yang diterapkan di kantor dinas penanaman modal ini adalah lingkungan di sekitar tempat kerja. Selain lingkungan kerja yang bersih, kantor dinas penanaman modal juga menerapkan lingkungan kerja yang religius yang melaksanakan sholat berjamaah dan selalu memberikan tausiah kepada para pegawai. Dengan begitu

(21)

15

budaya organisasi diharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jeneponto.

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas peneliti ingin melihat apakah variabel Gaya kepemimpinan dan budaya organisasi serta reward merupakan variabel yang mempengaruhi kinerja dan pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul

“Analisis Pengaruh Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Dengan Sistem Reward Sebagai Variabel Intervening Terhadap Kinerja PNA pada Kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto”

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh secara parsial terhadap kinerja PNS pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto?

2. Apakah kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh secara simultan terhadap kinerja PNS pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto?

(22)

16

3. Apakah kepemimpinan berpengaruh secara langsung dan tidak langsung melalui Sistem Reward terhadap kinerja PNS pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto?

4. Apakah budaya organisasi berpengaruh secara langsung dan tidak langsung melalui Sistem Reward terhadap kinerja PNS pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mendiskripsikan pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi secara parsial terhadap kinerja PNS pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto.

2. Untuk mendiskripsikan pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi secara simultan terhadap kinerja PNS pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto.

3. Untuk mendeskripsikan pengaruh kepemimpinan secara langsung dan tidak langsung melalui Sistem Reward terhadap kinerja PNS pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto?

4. Untuk mendeskripsikan pengaruh budaya organisasi secara langsung dan tidak langsung melalui Sistem Reward terhadap kinerja PNSpada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto?

(23)

17 1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:

1.4.1 Manfaat Teoritis 1. Bagi Instansi

Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan motivasi kerja sehingga dapat mendorong motivasi pegawai dalam bekerja untuk mendapatkan hasil kinerja yang lebih baik lagi. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan bahan masukan untuk pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia.

2. Bagi Penulis

Penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman berharga dalam menerapkan teori–teori yang didapat di bangku kuliah dan sebagai awal informasi penelitian lanjutan, sebagai awal penelitian lanjutan, serta sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister pada STIE Nobel Indonesia Makassar.

1.4.2. Manfaat Praktis

Sebagai bahan pertimbangan Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jeneponto untuk menentukan strategi dalam meningkatkan kinerja PNS dan mengetahui faktor yang paling mempengaruhi kinerja PNS dalam bekerja.

(24)

18 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

Sesuai dengan penelitian ini, berikut beberapa penelitian sebelumnya yang meneliti tentang pengaruh kepemimpinan, dan budaya organisasi melalui sistem reward terhadap kinerja pegawai adalah sebagai berikut:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Dewi Lina, dengan judul Analisis Pengaruh Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Sistem Reward Sebagai Variabel Moderating (2014), bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai serta pengaruh sistem reward dalam hubungan antara kepemimpinan dan budaya organisasi dengan kinerja pegawai. Penelitian ini adalah penelitian kausal sampel 87 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data primer berupa kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisa regresi linier berganda untuk menjawab tujuan penelitian pertama dan analisa regresi bertingkat untuk tujuan kedua.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepemimpinan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Biro Universitas Muhammadiyah Sumatera, sedangkan Budaya Organisasi berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja pegawai biro UMSU. Kepemimpinan memiliki arah yang positif terhadap kinerja sedangkan Budaya Organisasi memiliki arah negatif. Kepemimpinan dan Budaya Organisasi secara

(25)

33

serempak berpengaruh terhadap kinerja pegawai biro UMSU.

Kepemimpinan dan Budaya Organisasi kurang kuat untuk mempengaruhi Kinerja Pegawai Biro UMSU. Sistem Reward tidak mempengaruhi hubungan antara Kepemimpinan dan Budaya Organisasi dengan Kinerja Pegawai Biro UMSU. Hal ini di mungkinkan karena Reward yang diberikan kepada pegawai biro UMSU bukan berdasarkan beban kerja namun berdasarkan masa kerja, golongan dan jabatan serta tingkat kehadiran pegawai.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Emrico Maramis dengan judul Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Dan Motivasi Pengaruhnya Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Manado (2013) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Manado.

Populasi penelitian ini adalah karyawan PT. Bank Tabungan Negara Cabang Manado yang berjumlah 68 orang dan sampel menggunakan teknik sensus. Metode asosiatif dengan teknik analisis regresi linear berganda.

Hasil uji menunjukan kepemimpinan, budaya organisasi dan motivasi secara simultan berpengaruh signifikan. Secara parsial kepemimpinan, budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan dan motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.Untuk dapat meningkatkan kinerja karyawan maka pimpinan

(26)

34

harus mampu mengontrol perilaku kerja karyawan, menciptakan budaya organisasi yang kondusif dan motivasi dengan memberikan penghargaan bagi pegawai yang berprestasi dan memberikan hukuman kepada pegawai yang melakukan pelanggaran dengan tujuan agar pegawai dapat melaksanakan pekerjannya.

3. Penelitian yang berjudul Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Sistem Reward Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris Pt. Telkom Akses Solo) (2017) yang dilakukan oleh Diska Wahyu Sejati dan bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan dengan menggunakan sistem reward sebagai variabel moderasi. Populasi penelitian dilakukan pada PT. Telkom Akses Solo. Total popolasi penelitian adalah 100 karyawan tapi, peneliti hanya mendistribusi sampel sebanyak 50 karyawan. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah metode convenience sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji variabel moderating.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dan budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan sedangkan komitmen organisasi dan sistem reward berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa sistem reward terbukti belum mampu memoderasi

(27)

35

pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan. Tetapi sistem reward mampu memoderasi pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan.

4. Penelitian yang dilakukan oleh Monce Brury dengan judul Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Motivasi Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor SAR Sorong (2016) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan, budaya organisasi, motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai.

Lokasi pada penelitian dilakukan pada Kantor SAR Sorong dengan jumlah sampel 78 pegawai. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 0.000, budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 0.012, motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 0.010, kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 0.007, dan kepemimpinan, budaya organisasi, motivasi kerja dan kepuasaan kerja berpengaruh signifikan secara bersamasama terhadap kinerja pegawai sebesar 0.000.

5. Penelitian yang dilakukan oleh Fimce Masambe, Agus S. Soegoto dan Jacky Sumarauw dengan judul Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi Dan Inovasi Pemimpin Terhadap Kinerja Karyawan Daihatsu Kharisma Manado (2015) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan inovasi

(28)

36

pemimpin terhadap kinerja karyawan Daihatsu Kharisma Manado baik secara simultan maupun parsial. Metode Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Populasi penelitian berjumlah 37 karyawan dan sampel berjumlah 37 responden.

Hasil penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan inovasi pemimpin berpengaruh secara simultan. Secara parsial pengaruh gaya kepemimpinan dan inovasi pemimpin berpengaruh baik dan positif terhadap kinerja karyawan Daihatsu Kharisma Manado.

Sedangkan pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan tidak berpengaruh signifikan dan negatif. Sebaiknya pihak manajemen terus memperhatikan gaya kepemimpinan dan inovasi pimpinan agar kinerja pegawai dapat meningkat lebih dari sebelumnya.

6. Penelitian yang dilakukan oleh Sosiawan Ma’mun yang berjudul Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Dan Pengembangan Karir Pada Komitmen Organisasi Dan Kinerja (2012) dengan tujuan bertujuan untuk menganalisis pengaruh: (1) gaya kepemimpinan; (2) budaya organisasi; (3) pengembangan karir terhadap komitmen organisasi pegawai negeri sipil dan (4) gaya kepemimpinan; (5) budaya organisasi; (6) pengembangan karir; (7) komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai negeri sipil. Penelitian dilaksanakan pada Pemerintah Kota Makassar dengan jumlah populasi pegawai berjumlah 590 orang. Sampel sebanyak 382 responden dianalisis menggunakan tructural Equation Model dengan menggunakan bantuan AMOS 18.

(29)

37

Hasil penelitian ini ditemukan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap komitmen organisasi.

Artinya penerapan gaya kepemimpinan berupa paksaan, otokrasi, afiliasi, kecepatan, demokrasi dan pelatih tidak mampu mewujudkan totalitas kerja pegawai dalam berkomitmen organisasi memajukan organisasi. Gaya kepemimpinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai melalui komitmen organisasi. Ini menunjukkan penerapan gaya kepemimpinan selama ini belum mampu meningkatkan kinerja pegawai, karena pegawai juga memiliki komitmen organisasi kerja yang rendah.

Pengembangan karir memberikan pengaruh dominan, positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi, yang berarti bahwa pegawai sangat menginginkan peluang untuk meningkatkan karir kerja, sehingga memberikan pengaruh terhadap komitmen organisasi kerjanya.

2.2 Kepemimpinan

2.2.1 Pengertian kepemimpinan

Greenberg dan Baron mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses di mana seseorang mempengaruhi anggota kelompok lain untuk mencapai tujuan kelompok atau organisasi. Pemimpin adalah individu yang berada dalam kelompok atau organisasi yang memiliki pengaruh paling besar terhadap orang lain (Wibowo, 2014).

Kepemimpinan mengacu pada ketika seseorang memobilisasi sumber daya kelembagaan, politik, psikologis dan lainnya untuk menghasilkan, berpartisipasi

(30)

38

dan mewujudkan motivasi pengikut.Kepemimpinan adalah proses yang dirancang untuk membuat orang memahami manfaat bekerja sama dengan orang lain, sehingga mereka dapat memahami dan melakukan Untuk ini titik. (Gary, 2010).

Analisis menunjukan bahwa proses kepemimpinan dapat muncul kapan saja dan dimanapun, jika terdapat unsur berikut:

1) Ada yang memimpin 2) Ada yang dipimpin

3) Ada tindakan atau kegiatan yang bertujuan untuk mencapai tujuan.

2.2.2 Teori-teori kepemimpinan

Berikut akan diuraikan beberapa teori yang biasa digunakan sebagai literatur kepemimpinan (Miftah, 2013):

1. Teori sifat

Teori ini lebih menekankan pada karakteristik umum atau dasar dari pemimpin alami. Teori sifat, individu dengan karakteristik tertentu bisa menjadi pemimpin. Teori sifat menegaskan bahwa orang tertentu dilahirkan dengan sifat tertentu yang secara alamiah menjadikan mereka pemimpin.

Sutikno berpendapat bahwa karakteristik tertentu efektif dalam situasi tertentu, beberapa karakteristik berkembang karena pengaruh kondisi organisasi, dan beberapa karakteristik berkembang karena pengaruh kondisi organisasi.Misalnya, jika pemimpin relatif terhadap organisasi birokrasi, maka harus fleksibel dan mendorong kebebasan berbicara. Teori sifat yang

(31)

39

harus dimiliki pemimpin yaitu percaya diri, kejujuran dan integritas, serta motivasi.

2. Teori kelompok

Teori kelompok dalam kepemimpinan memiliki landasan pengembangan yang berakar pada psikologi sosial, sedangkan teori pertukaran klasik merupakan dasar penting untuk metode teori kelompok. Tes ulang yang sempurna menunjukkan bahwa seorang pemimpin yang menghitung dan membantu pengikutnya akan memberikan dampak positif terhadap sikap, kepuasan, dan prestasi kerja.

3. Teori situasional dan model kontijensi

Teori situasional percaya bahwa sifat pemimpin pasti berbeda, bergantung pada situasi saat ini. Hersey dan Blanchard dari Sutikno melihat karakteristik kematangan karyawan, yang merupakan kunci untuk menentukan efektif atau tidaknya perilaku seorang pemimpin. Para karyawan memiliki tingkat persiapan dan kematangan yang berbeda-beda, sehingga pemimpin harus dapat menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar sesuai dengan kesiapan dan kematangan bawahannya.

4. Teori jalan kecil tuhan

Nilai strategis dan efektivitas seorang pemimpin bergantung pada kemampuannya untuk menghasilkan kepuasan dan motivasi bagi anggotanya melalui penggunaan penghargaan. Tugas pemimpin adalah bagaimana memberi penghargaan kepada bawahan untuk mengakui kinerja mereka, dan bagaimana menafsirkan dan menyederhanakan cara untuk mendapatkan

(32)

40

imbalan. Pimpinan berusaha memperjelas cara untuk mencapai tujuan yang dibutuhkan oleh organisasi agar bawahan mengetahui kemana harus mengeluarkan energinya untuk mencapai tujuan organisasi. Selain itu, pemimpin juga memberikan penghargaan yang jelas atas pencapaian bawahan yang mencapai tujuan organisasi sehingga dapat memotivasi bawahan.

5. Pendekatan Social Learning dalam kepemimpinan

Dari sekian banyak kritik, metode pembelajaran sosial tampaknya memberikan solusi terbaik untuk semua tantangan tersebut. Metode ini memberikan dasar untuk model konseptual perilaku organisasi yang komprehensif. Oleh karena itu, melalui metode pembelajaran sosial ini, pimpinan dan bawahan memiliki kesempatan untuk berdiskusi tentang segala persoalan yang muncul. Pemimpin dan bawahan memiliki interaksi yang hidup, dan memiliki kesadaran untuk menemukan cara meningkatkan perilaku satu sama lain dengan memberikan penghargaan yang diinginkan.

2.2.3 Tipe-tipe kepemimpinan

Untuk memobilisasi dan memotivasi orang lain untuk melakukan tindakan yang bertujuan mencapai tujuan, pemimpin memiliki beberapa jenis (bentuk) gaya kepemimpinan. Jenis kepemimpinan ini sering juga disebut dengan perilaku kepemimpinan atau gaya kepemimpinan. Berikut ini adalah berbagai macam jenis kepemimpinan yang diakui dan diakui keberadaannya (Miftah, 2013):

1. Tipe Otokratik

(33)

41

Kepemimpinan adalah suatu kepribadian yang tepat (pemimpin), sehingga tidak perlu bernegosiasi dengan orang lain atau mengganggu orang lain.Pemimpin yang tergolong diktator memiliki sederet ciri yang biasanya dianggap sebagai ciri negatif. Sutikno berkata: "Pemimpin otokratis suka menggunakan ekspresi dalam kehidupan sehari-hari: katakan:" kantorku

"atau" karyawanku "dan orang lain, seolah-olah organisasi atau anggotanya adalah milik mereka.

2. Tipe kendali bebas (Laissez-Faire)

Kebalikan dari tipe kepemimpinan otoriter. Pemimpin dalam tipe ini biasanya menunjukkan perilaku pasif dan sering menghindari tanggung jawab. Pemimpin bebas cenderung memilih peran pasif dan membiarkan organisasi berjalan dengan kecepatannya sendiri.

3. Tipe demokratik

Pemimpin demokratis, bukan karena pemimpin dipilih secara demokratis.

Sebagai cara kepemimpinan, pemimpin selalu bersedia mencapai kesepakatan melalui forum musyawarah, menerima dan menghargai saran, pendapat dan saran dari karyawan dan bawahan.

Berdasarkan uraian di atas, Penulis menggunakan teori kepemimpinan yang dikemukakan Veithzal, Rivai & Deddy Mulya yaitu indikator Kemampuan yang efektivitas, Kepemimpinan yang partisipatif, Kemampuan dalam mendelegasikan tugas atau waktu, Kemampuan dalam mendelegasikan wewenang, dan Kemampuan dalam Tanggung Jawab untuk mengukur pengaruh kepemimpinan

(34)

42

terhadap kinerja PNS Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto.

2.3. Budaya Organisasi 2.3.1 Pengertian Budaya

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Budha yang artinya bentuk jamak Buddha (pemikiran dan nalar) yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan akal dan nalar manusia. Dalam bahasa Inggris budaya disebut culture, yang berasal dari bahasa latin colere, dalam pengolahan atau karya (Dedy, 2006).

Budaya adalah cara hidup yang komprehensif. Budaya itu kompleks, abstrak dan ekstensif. Banyak aspek budaya juga menentukan perilaku komunikasi. Faktor sosial dan budaya bertebaran, termasuk banyak aktivitas sosial manusia. Bahasa dalam budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari perkataan manusia.Ketika orang mencoba berkomunikasi dengan orang dari budaya yang berbeda dan beradaptasi dengan perbedaan, banyak orang cenderung memperlakukannya sebagai genetik, yang membuktikan bahwa setiap orang dapat mempelajari budaya.

Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa budaya adalah suatu adat istiadat yang menjadi tradisi, selalu berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

(35)

43 2.3.2 Pengertian organisasi

Schein mengatakan bahwa organisasi perlu mengoordinasikan kegiatan banyak orang secara wajar untuk mencapai sejumlah tujuan bersama dengan membagi pekerjaan dan fungsi melalui tingkat wewenang dan tanggung jawab.

Shein juga menyampaikan bahwa organisasi memiliki karakteristik tertentu, yaitu memiliki struktur, tujuan, keterkaitan satu bagian dengan yang lain, dan mengandalkan komunikasi manusia untuk mengkoordinasikan kegiatan di dalam organisasi (Arni, 2002).

2.3.3 Pengertian budaya organisasi

Budaya organisasi merupakan prinsip dalam menyelesaikan masalah internal dan internal.Pelaksanaan masalah tersebut dilakukan oleh tim secara konsisten dan kemudian diwariskan kepada anggota baru sebagai cara yang benar untuk memahami, memikirkan dan merasakan masalah terkait (Pabundu, 2008).

Budaya organisasi dapat diartikan sebagai kepribadian organisasi.

Munculnya organisasi atau tingkah laku orang dalam organisasi akan mencerminkan karakteristik organisasi (Tobari, 2015). Budaya organisasi adalah model asumsi dasar yang diciptakan, ditemukan, atau dikembangkan oleh sekelompok orang ketika mereka belajar memecahkan masalah eksternal dan internal. Budaya organisasi merupakan kebiasaan yang sudah berlangsung lama dan digunakan serta diterapkan dalam kehidupan aktivitas kerja sebagai penggerak untuk meningkatkan kualitas kerja karyawan dan manajer perusahaan.

(36)

44 1. Fungsi Budaya Organisasi

Menurut Edy Sutrisno (2011) Budaya organisasi mempunyai beberapa fungsi, yaitu:

(1) Budaya mempunyai suatu peran pembeda. Budaya kerja menciptakan perbedaaan yang jelas antara satu organisasi dengan organisasi lainnya.

(2) Budaya organisasi membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.

(3) Budaya organisasi mempermudah timbulnya pertumbuhan komitmen pada sesuatu yang lebih luas dari pada kepentingan individual.

(4) Budaya organisasi meningkatkan kemantapan sistem sosial.

2. Manfaat Budaya Organisasi

Manfaat budaya organisasi yang dikemukakan oleh Robin, yaitu:

(1) Membatasi peran yang membedakan antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain. Setiap organisasi mempunyai peran yang berbeda sehingga perlu memiliki akar budaya yang kuat dalam sistem dan kegiatan yang ada dalam organisasi.

(2) Menimbulkan rasa memiliki indetitas bagi para anggota organisasi.

Budaya organisasi yang kuat, anggota organisasi akan merasa memiliki indentitas yang merupakan ciri khas organisasi.

(3) Mementingkan tujuan bersama daripada mengutamakan kepentingan individu

(37)

45 2.3.4 Karakteristik budaya organisasi

Pabundu Tika menyatakan Karakteristik budaya organisasi ada sepuluh yaitu:

1. Inisiatif individual,

2. Toleransi terhadap tindakan beresiko, 3. Pengarahan,

4. Integrasi,

5. Dukungan dari manajemen, 6. Kontrol,

7. Identitas,

8. Sistem imbalan,

9. Toleransi terhadap konflik, 10. Pola komunikasi.

Berdasarkan uraian di atas, Penulis menggunakan teori Budaya Organisasi yang dikemukakan Pabundu Tika yaitu indikator Inisiatif Individu, Toleransi terhadap tindakan beresiko, Pengarahan, Integrasi, Dukungan dari manajemen, Kontrol, Identitas, Toleransi terhadap konflik dan Pola komunikasi untuk mengukur pengaruh Budaya Organisasi terhadap kinerja PNS pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto.

(38)

46 2.4 Kinerja Pegawai

2.4.1 Pengertian Kinerja

Kinerja adalah pekerjaan yang dilakukan ketika seseorang melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya berdasarkan kecepatan, pengalaman, keseriusan dan waktu (Hasibuan, 2006). Istilah kinerja mengacu pada istilah prestasi kerja atau kinerja aktual (kinerja atau prestasi kerja aktual yang dicapai oleh seseorang).

Pengertian kinerja (job performance) mengacu pada kualitas dan kuantitas pekerjaan yang dilakukan oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugas yang diberikan kepadanya. Kinerja mengacu pada pekerjaan yang diselesaikan oleh individu dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan peran atau tugasnya, dan terkait dengan nilai spesifik atau standar ukuran organisasi individu tersebut.

2.4.2 Penilaian kinerja

Tujuan perusahaan sebagai organisasi adalah menghasilkan laba.

Organisasi perusahaan bertahan karena karyawannya melakukan berbagai aktivitas. Menurut unit kerja yang termasuk dalam organisasi perusahaan, kinerja masing-masing unit dievaluasi agar kinerja sumber daya manusia di unit tersebut dapat dievaluasi secara objektif. Manajer perlu mengukur kinerja karyawan mereka, daripada menunggu masalah muncul. Jika suatu saat seorang manajer ingin mengubah sistem yang ada, ia membutuhkan informasi tentang kinerja karyawan.

(39)

47

Penilai kinerja primer yang dapat digunakan mengukur kinerja, yaitu:

1) Quality merupakan tingkat sejauh mana proses atau hasil pelaksanaan kegiatan mendekati kesempurnaan atau mendekati tujuan yang diharapkan.

2) Quantity merupakan jumlah yang dihasilkan, misalnya jumlah rupiah, unit, dan siklus kegiatan yang dilakukan.

3) Timeliness merupakan sejauh mana suatu kegiatan diselesaikan pada waktu yang dikehendaki, dengan memperhatikan koordinasi output lain serta waktu yang tersedia untuk kegiatan orang lain.

4) Cost Efectiveness merupakan tingkat sejauh mana penggunaan sumber daya organisasi (manusia, keungan, teknologi, dan material) dimaksimalkan untuk mencapai hasil tertinggi atau pengurangan kerugian dari setiap unit penggunaan sumber daya.

5) Need For Supervision merupakan tingkat sejauh mana seseorang pekerja dapat melaksanakan ssuatu fungsi pekerjaan tanpa memerlukan pengawasan seseorang supervisor untuk mencegah tindakan yang kurang diinginkan.

2.4.3 Penegrtian Kinerja pegawai

Payaman Simanjuntak (2005) percaya bahwa kinerja adalah tingkat yang dicapai sebagai hasil dari melaksanakan tugas-tugas tertentu. Kinerja Instansi merupakan tingkat hasil yang dicapai untuk mencapai tujuan Instansi. Manajemen kinerja merupakan keseluruhan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja suatu Instansi atau organisasi, termasuk kinerja masing-masing individu dan kelompok kerja di Instansi tersebut.

(40)

48

Prestasi kerja karyawan (job performance) merupakan hasil dari kualitas dan kuantitas pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2009). Tingkat keberhasilan kinerja meliputi kuantitas dan kualitas. Sedangkan menurut uraian dalam Siswanto (dalam Muhammad Sandy, 2015), kinerja adalah pencapaian seseorang dalam memenuhi tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya.

Rivai (Muhammad Sandy, 2015) memberikan pemahaman bahwa kinerja atau prestasi kerja adalah hasil atau tingkat pencapaian seseorang menyelesaikan suatu tugas dalam kurun waktu tertentu. Dibandingkan dengan berbagai kemungkinan (seperti hasil kerja standar), sasaran Atau tujuan atau standar yang telah ditentukan sebelumnya.

Definisi kinerja pegawai dapat disimpulkan yaitu kemampuan mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan, dimana suatu target kerja dapat diselesaikan pada waktu yang tepat atau tidak melampui batas waktu yang disediakan, sehingga tujuannya akan sesuai dengan moral maupun etika instansi.

2.4.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai

Kasmir mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai ada tiga belas yaitu:

1) Kemampuan dan keahlian, 2) Pengetahuan,

3) Rancangan kerja, 4) Kepribadian,

(41)

49 5) Motivasi kerja,

6) Kepemimpinan, 7) Gaya kepemimpinan, 8) Budaya organisasi, 9) Kepuasan kerja, 10) Lingkungan kerja, 11) Loyalitas,

12) Komitmen, 13) Disiplin kerja.

Berdasarkan uraian di atas, Penulis menggunkan teori Kinerja yang dikemukakan Kasmir yaitu indikator Kemampuan dan keahlian, Pengetahuan, Rancangan Kerja, Kepribadian, Loyalitas, Komitmen, dan Disiplin kerja untuk kinerja PNS pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto.

2.5 Sistem Reward

2.5.1 Pengertian Sistem Reward

Reward adalah hadiah, imbalan dan penghargaan atas suatu dan menguntungkan bagi perusahaan. Reward dibagi menjadi dua jenis yaitu reward extrinsik dan reward intrinsik. Penghargaan ekstrinsik (ekstrinsic rewards) adalah suatu penghargaan yang datang dari luar diri orang tersebut. Reward disebut juga imbalan intrinsik yaitu imbalan yang merupakan bagian dari pekerjaan itu sendiri, imbalan tersebut mencakup rasa penyelesaian, prestasi, otonomi dan

(42)

50

pertumbuhan, maksudnya kemampuan untuk memulai atau menyelesaikan suatu proyek pekerjaan merupakan hal yang penting bagi sejumlah individu (Henry, 2009).

Reward menarik perhatian pegawai dan memberi informasi atau mengingatkan akan pentingnya sesuatu yang diberi reward dibandingkan dengan yang lain, reward juga meningkatkan motivasi pegawai terhadap ukuran kinerja, sehingga membantu pegawai mengalokasikan waktu dan usahanya. Reward berbasis kinerja mendorong pegawai dapat mengubah kecenderungan semangat untuk memenuhi kepentingan diri sendiri ke semangat untuk memenuhi tujuan organisasi. Dengan demikian reward adalah semua bentuk return baik finansial maupun non-finansial yang diterima karyawan karena jasa yang disumbangkan ke Instansi. Reward dapat berupa finansial yaitu berbentuk gaji, upah, bonus, komisi, asuransi karyawan, bantuan sosial karyawan, tunjangan, libur atau cuti tetapi tetap dibayar, dan sebagainya. Reward nonfinansial seperti tugas yang menarik, tantangan tugas, tanggung jawab tugas, peluang kenaikan pangkat, pengakuan, dan lain-lain.

Reward juga berarti ganjaran atau imbalan yang dapat menghasilkan kepuasan dan memperkuat suatu perbuatan dengan memberikan suatu variabel sehinga terjadi pengulangan. Ganjaran dapat diartikan dalam bentuk positif dan negatif, ganjaran dalam bentuk positif disebut reward, sedangkan ganjaran dalam bentuk negatif disebut punishment. Di dalam penelitian ini akan di bahas bentuk- bentuk reward yang diberikan instansi kepada pegawainya berupa pemberian

(43)

51

reward secara langsung melalui perkataan dan kesempatan untuk mengikuti ujian pomosi jabatan

2.5.2 Teknik penggunaan Reward

Sistem pengawasan yang baik tidak terlepas dari pemberian punishment (hukuman) dan reward (imbalan). Jika seorang pegawai melakukan pekerjaan dengan baik, maka pegawai tersebut diberi reward, bentuk reward itu tidak mesti materi namun dapat pula dalam bentuk pujian, penghargaan yang diutarakan dihadapakan karyawan lain, atau bahkan promosi (baik promosi belajar ataupun promosi naik pangkat atau jabatan).

Dalam mengembangkan dan mendistribusikan sebuah penghargaan diperlukan beberapa pertimbangan yaitu (Ivanceviche, 2010) :

1. Penghargaan yang tersedia harus mencukupi kebutuhan dasar manusia.

Kebutuhan dasar ini misalnya makanan, tempat tinggal dan pakaian.

2. Individu akan cenderung membandingkan penghargaan yang diterimanya dengan penghargaan yang diterima oleh orang lain. Proses pembandingan ini merupakan upaya individu dalam mempersepsikan keadilan dalam perolehan penghargaan.

3. Proses dimana penghargaan didistribusikan seharusnya dipersepsikan sebagai proses yang adil. Hal ini akan meminilkan persepsi dalam sistem penghargaan.

4. Manajer yang mendistribusikan penghargaan haru memahami perbedaan setiap tujuannya agar pengahargaan diberikan secara efektif.

(44)

52 2.5.3 Macam-macam Reward

Reward diklasifikasikan kedalam dua kategori utama, yaitu:

1. Reward Intrinsik

Penghargaan intrinsik adalah penghargaan yang didapat karyawan dari karyawan itu sendiri. Penghargaan biasanya berupa kepuasan, dan terkadang dalam bentuk kebanggaan atas pekerjaan yang telah diselesaikan sebelumnya.

Beberapa bentuk penghargaan intrinsik adalah:

(1) Penyelesaian (Completion)

Beberapa orang perlu menyelesaikan tugas atau pekerjaan, dan mereka akan puas setelah menyelesaikan tugas atau bekerja dengan benar.

Kepuasan yang didapat dari menyelesaikan tugas ini semoga menjadi motivasi positif untuk bekerja keras menyelesaikan tugas selanjutnya (2) Pencapaian (Achievement)

Terkadang seseorang merasa bangga pada dirinya sendiri setelah mencapai tujuan yang menantang. Alasan rasa bangga ini adalah karena mereka telah bekerja keras untuk mencapai tujuan yang lebih sulit daripada yang lain.

(3) Otonomi (Autonomy)

Beberapa orang merasa mereka perlu dihormati dalam organisasi.

Contoh membuat seseorang merasa dihargai adalah kesempatan untuk membuat keputusan penting dalam organisasi.

(45)

53 (4) Pertumbuhan Pribadi (Personal Growth)

Tentunya karyawan dapat meningkatkan keterampilannya dengan melakukan berbagai tugas

2. Reward Ekstrinsik

Reward Ekstrinsik adalah imbalan yang diberikan oleh seseorang yang memiliki status lebih tinggi atas prestasi seseorang. Jenis penghargaan ini termasuk kompensasi langsung (gaji dan upah, tunjangan, bonus), kompensasi tidak langsung (pesangon, jaminan sosial, asuransi) dan penghargaan non- moneter (promosi).

Baik reward intrinsik maupun reward ekstinsik, keduanya memiliki tujuan yang sama bagi yaitu (Rivai, 2009) :

1) Menarik orang yang memiliki kualifikasi untuk bergabung dengan organisasi.

2) Mempertahankan karyawan agar terus datang untuk bekerja.

3) Memberikan motivasi kepada karyawan untuk mencapai tingkat kinerja yang tinggi.

4) Kemudahan pengaturan administrasi dan aspek hukum 5) Bersaing dalam keunggulan kompetitif

6) Menjamin Keadilan internal dan eksternal dapat terwujud.

7) Penghargaan terhadap perilaku yang diinginkan perusahaan

(46)

54

2.5.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi Reward

Muhammad Busro (2018) mengungkapkan bahwa faktor yang mempengaruhi sistem reward ada enam yaitu:

1) Upah 2) Gaji 3) Insentif 4) Tunjangan

5) Penghargaan Interpersonal 6) Promosi

Berdasarkan uraian di atas, Penulis menggunkan teori Reward yang dikemukakan Kadarisman yaitu indikator Penghargaan Interpersonal dan Promosi untuk melihat seberapa kuat pengaruh reward terhadap kinerja PNS pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto.

(47)

55 BAB III

KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3.1. Kerangka Konseptual

Gambar 3.1 Kerangka Konseptual

Keterangan :

1. Variabel Independen (Variabel Bebas)

Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent.

Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab Kepemimpinan (X1)

:

1. Kemampuan untuk membina kerja sama dan hubungan baik 2. Kepemimpinan yang

partisipatif

3. Kemampuan dalam Tanggung Jawab

Veithzal, Rivai & Deddy Mulyadi (2012)

Kinerja Pegawai (Y) 1. Kemampuan dan

keahlian 2. Komitmen 3. Disiplin kerja Kasmir,

Budaya Organisasi (X2)

1. Pengarahan 2. Dukungan dari

manajemen 3. Pola komunikasi Pabundu Tika

Reward (Z)

1. Penghargaan Interpersonal 2. Promosi Kadarisman,

(48)

38

perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini, yang menjadi variabel independen adalah Kepemimpinan (X1) dan Budaya Organisasi (X2).

2. Variabel Dependen (Variabel Terikat)

Variabel ini sering disebut variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupaka variabel yang dipengauhi atau yang menjadi akibat, karena ada variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah Kinerja Karyawan (Y).

3. Variabel Intervening

Variabel intervening menurut sugiyono (2007), bahwa variabel intervening adalah sebuah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel bebas (independen) dan variabel terkait (dependen) menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak bisa diukur dan diamati.

Variabel intervening pada penelitian ini adalah Sistem Reward (Z).

3.2. Hipotesis Penelitian

Menurut Sugiyono (2015) hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara atas rumusan pertanyaan penelitian, dan rumusan pertanyaan penelitian telah dikemukakan dalam bentuk pertanyaan. Oleh karena itu, hipotesis ini juga dapat dikatakan sebagai jawaban teoritis atas rumusan pertanyaan penelitian.

(49)

39

Berdasarkan rumusan masalah, maka hipotesis penelitian sebagai berikut:

H1 : Kepemimpinan dan Budaya Organisasi berpengaruh secara parsial terhadap kinerja PNS pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto

H2 : kepemimpinan dan Budaya Organisasi berpengaruh secara simultan terhadap kinerja PNS pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto

H3 : kepemimpinan berpengaruh secara langsung dan tidak langsung melalui sistem reward terhadap kinerja PNS pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto

H4 : Budaya Organisasi berpengaruh secara langsung dan tidak langsung melalui sistem reward terhadap kinerja PNS pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jeneponto

3.3. Defenisi Operasional Variabel

Variabel penelitian menurut Burhan Bungin (2001) adalah suatu objek atau aktivitas yang memiliki sifat, nilai, atau atribut yang berubah-ubah, yang peneliti terapkan dalam penelitian untuk memperoleh informasi dan menarik kesimpulan.

Adapun jenis variabel dalam penelitian ini dibedakan atas:

a) Variabel Bebas / Independent Variable (X)

Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat). Pada penelitian

(50)

40

initerdapat dua variabel independen, yaitu kepemimpinan (X1) dan budaya organisasi (X2).

1) Kepemimpinan (X1)

Variabel kepemimpinan diukur dengan menggunakan indikator yaitu kemampuan untuk membina kerjasama dan hubungan baik, kepemimpinan yang partisipatif, dan kemampuan dalam tanggung jawab (Veithzal).

2) Budaya Organisasi (X2)

Variabel Budaya organisasi diukur dengan menggunakan karakteristik yaitu pengarahan, dukungan dari manajemen, dan pola komunikasi (Pabundu).

3. Variabel Terikat / Dependent Variabel (Y)

Variabel dependen juga sering disebut variabel terikat. Menurut Sugiyono variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau merupakan variabel yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Pada penelitian ini, obyek yang dipengaruhi adalah kinerja karyawan. Adapun variabel kinerja karyawan dapat diukur dengan menggunakan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan.

Menurut (Kasmir, :189) faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan yaitu kemampuan dan keahlian, komitmen dan disiplin kerja.

4. Variabel Intervening

Variabel intervening menurut sugiyono (2007), bahwa variabel intervening adalah sebuah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel bebas (independen) dan variabel terkait (dependen) menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak bisa diukur dan diamati.

Gambar

Gambar 3.1  Kerangka Konseptual
Tabel 4.1 Uji validitas instrumen kuesioner variabel kepemimpinan  Item Pertanyaan  Standar
Tabel 4.2 Uji validitas instrumen kuesioner variabel Budaya Organisasi  Item Pertanyaan  Standar
Tabel 4.4 Uji validitas instrumen kuesioner variabel Budaya Organisasi  Item Pertanyaan  Standar
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berkembangnya teknologi informasi dapat merubah sistem pengelolaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan aplikasi SIPANSE dalam pengelolaan arsip di

PENUTUP Dari uraian sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa uraian tugas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sumedang yang ditetapkan berdasarkan Peraturan