KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS V SD NEGERI 4 SOKANEGARA
Oleh: Asih Ernawati, Tegar Putri Andriani Universitas Muhammadiyah Purwokerto
e-mail: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis puisi, dan mengetahui tantangan yang dialami mereka saat menulis puisi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis puisi sangat bervariasi. Dilihat dari unsur instrinsik, antara judul dan isi sebagian besar puisi sudah sesuai. Sebagian siswa juga dapat membuat larik atau baris dengan kata-kata yang indah dan baku dengan rima. Antarbait dalam puisi juga saling berkaitan dan mengandung makna dengan daya imajinasi sebagian besar siswa cukup mengesankan. Tantangan yang dialami siswa dalam memilih kata- kata yang tepat serta menyusun kalimat agar sesuai dan saling berkaitan antarbaitnya. Guru berperanserta dalam mengarahkan siswa untuk mengingat kembali pengalaman sebelumnya saat siswa menulis puisi berdasarkan apa yang mereka pikir, lihat, dan rasakan.
Kata kunci: kemampuan menulis, puisi, sekolah dasar
Abstract
This study aims to describe students’ ability to write poetry and to find out their challenges when writing ones. Data collection techniques used were observation, interviews, and document analysis. Data analysis was carried out utilizing Miles and Huberman model. The study showed their ability to write poetry varied widely. Judging from the intrinsic element, the title and content of most of the poems are great. Some students can also create arrays or lines with beautiful, standard words that rhyme. Between verses in poetry are also interrelated and contain meaning with the imagination of most students quite impressive. The challenges in which they experience are in choosing the right words and arranging sentences to fit and interrelate between the verses. Teacher helped students with examples of poetry and a collection of diction, and directs students to recall previous experiences in writing poetry based on what students think, see, and feel.
Keyword: writing skill, poetry, elementary school
Pendahuluan
Setiap manusia memiliki hak dan kewajibannya masing–masing, salah satu hak manusia adalah kesempatan mengenyam pendidikan. Salah satu jenjang pendidikan yang harus ditempuh yaitu sekolah dasar. Pada jenjang ini, manusia menempuh pendidikan kurang lebih selama enam tahun. Banyak sekali ilmu–ilmu dasar yang diajarkan pada tingkat pendidikan ini, salah satunya yaitu mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kemendikbud telah menetapkan pemberlakuan Kurikulum 2013 untuk seluruh jenjang sekolah, salah satunya pada jenjang sekolah dasar. Kurikulum 2013 ini dalam pelaksanaan pembelajarannya berbasis tematik. Seperti yang disampaikan oleh Irawan, D. (2020: 3) kurikulum 2013 untuk jenjang sekolah dasar menggunakan pembelajaran tematik-integratif yang menggunakan istilah tema, subtema, dan pembelajaran. Mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan secara tematik di sekolah dasar yang terintegrasi dengan mata pelajaran lainnya.
Pelaksanaan mata pelajaran bahasa Indonesia telah dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan siswa khususnya di sekolah dasar. Menurut Djuanda, D. (2014: 193) pada jenjang sekolah dasar pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia lebih diarahkan pada kompetensi siswa untuk berbahasa dan berapresiasi sastra. Pembelajaran Bahasa Indonesia dapat melatih siswa terampil berbahasa dengan menuangkan ide dan gagasannya. Untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, ada empat keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa, diantaranya yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Mengutip apa yang disampaikan oleh Kasupardi, E. & Supriatna (2010: 5), menulis pada hakikatnya adalah suatu proses yang menggunakan lambang-lambang berupa huruf untuk menyusun, mencatat, dan mengkomunikasikan serta dapat menampung aspirasi yang dapat menghibur, memberi informasi, dan menambah pengetahuan. Sejalan dengan pendapat tersebut, Munirah (2015: 5) mengatakan bahwa menulis merupakan suatu proses penyampaian gagasan, pesan, sikap, dan pendapat kepada pembaca dengan simbol-simbol atau lambang
bahasa yang dapat dilihat dan disepakati bersama oleh penulis dan pembaca.
Salah satu bentuk penerapan dari keterampilan menulis adalah menulis puisi. Puisi sebagai salah satu jenis sastra yang sering dijumpai dalam kehidupan, merupakan kategori sastra yang diajarkan pada jenjang sekolah dasar. Sastra anak ini menempatkan anak-anak sebagai fokusnya. Djuanda, D. (2014: 193) memaparkan bahwa sastra anak bukanlah hanya karya yang dibuat oleh anak-anak, bukan juga dibatasi oleh siapa pengarangnya, melainkan untuk siapa karya itu diciptakan. Sementara itu, Huck, dkk. (1987) menjelaskan bahwa pembelajaran sastra di sekolah dasar bertujuan untuk menumbuhkan kesenangan pada buku, menginterpretasi bacaan sastra, mengembangkan kesadaran bersastra, dan mengembangkan apresiasi. Kemampuan menulis puisi ini perlu ditanamkan sejak dini kepada siswa agar mereka dapat mengembangkan kemampuan bahasa dan mengapresiasi sastra dalam kehidupan. Melalui pembelajaran menulis puisi siswa dapat menyampaikan pikiran dan perasaannya menggunakan kata-kata yang indah.
Berdasarkan studi pendahuluan dan hasil wawancara dengan kepala SD Negeri 4 Sokanegara diperoleh informasi bahwa SD Negeri 4 Sokanegara pernah mengikuti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat UPK Purwokerto Timur dan berhasil meraih juara I dan II lomba lomba cipta puisi serta juara harapan II lomba cipta dan baca puisi. Dari keberhasilan ini sekolah tersebut berhak maju ke tingkat kabupaten dan kembali meraih juara I lomba cipta puisi sehingga dapat terus mengikuti lomba ke tingkat provinsi. SD Negeri 4 Sokanegara pada akhirnya menjadi juara I lomba cipta puisi tingkat provinsi dan terus melaju sebagai wakil di tingkat nasional. Hasil wawancara pendahuluan kepada guru kelas didapatkan informasi bahwa beliau merupakan guru dengan peminatan utama di bidang Bahasa dan Sastra Indonesia. Dengan demikian guru kelas V dalam hal ini dapat dianggap sangat memahami mengenai lingkup pembahasan Bahasa dan Sastra Indonesia. Berpijak pada potensi sekolah dan guru kelas seperti tersebut di atas, pendapat ahli Bahasa Indonesia Yusuf, S. & Nani, S. (2016: 59-68) mengatakan bahwa kemampuan dalam bahasa siswa kelas V sedang dalam usia 11-12 tahun merupakan masa berkembang pesatnya kemampuan mengenal dan menguasai perbendaharaan kata, anak dapat menguasai 5.000 kata, jika kemampuan membaca terus dilatih maka kemampuan siswa dalam menulis puisi dapat berkembang dengan baik. Dengan latar belakang inilah maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis puisi, dan mengetahui tantangan yang dialami siswa dalam menulis puisi.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan mengacu pada apa yang disampaikan oleh Sukmadinata (2016: 72) bahwa penelitian kualitatif sebagai suatu bentuk penelitian yang paling dasar, dan ditujukkan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah. Pada penelitian ini dideskripsikan kemampuan menulis puisi siswa dan tantangan yang mereka hadapi saat menuliskan puisi mereka. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan di SD Negeri Sokanegara pada tahun 2022. Subjek Penelitian Melalui metode purposive sampling, peneliti menentukan subyek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas V SD Negeri Sokanegara.
Penelitian pendahuluan dilakukan melalui wawancara dan observasi kepada kepala sekolah dan guru kelas untuk mendapatkan data awal terkait potensi sekolah dalam bidang bahasa Indonesia utamanya pada kemampuan menulis puisi. Setelah data awal ini tercukupi, maka dilakukanlah penelitian utama di mana peneliti melakukan observasi dan wawancara serta analisa dokumen. Observasi non partisipan dilakukan sebanyak lima kali, wawancara yang digunakan adalah semi struktur, dan dokumen analisis digunakan saat mencermati hasil tulisan puisi siswa. Teknik analisis data dilaksanakan melalui proses reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan dan verifikasi dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Untuk mengukur keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber.
Penelitian ini menggunakan dua sumber data, yaitu data primer dan sekunder. Masing-masing jenis data tersebut dikumpukan dengan sejumlah instrument berbeda, seperti lembar observasi, panduan wawancara semi struktur, dan panduan dokumen analisis. Setelah saturasi data tercukupi, peneliti melakukan tahapan analisa data dengan mengikuti model Miles dan Huberman, yang terdiri atas reduksi data, presentasi data, dan pengambilan kesimpulan.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Kemampuan menulis puisi siswa kelas V SD Negeri 4 Sokanegara
Jumlah siswa kelas V ada 27 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan.
Dalam proses pembelajaran menulis puisi ada 6 siswa yang tidak mengikuti pembelajaran. Meskipun demikian, pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan tidak mengurangi antusias siswa lain, sebagian besar siswa juga berpartisipasi secara aktif. Siswa memberikan respon yang baik saat guru menyampaikan
materi, siswa juga mampu menjawab setiap pertanyaan dari guru. Dalam proses menulis puisi siswa melakukan berbagai upaya untuk membuat puisi yang indah, misalnya membuat puisi dengan memperhatikan contoh puisi yang diberikan guru, selain itu siswa juga diarahkan dan dipandu oleh guru untuk menambah referensi puisi dari berbagai sumber belajar, maupun dengan melihat kondisi yang terjadi lingkungan sekitar berdasarkan apa yang dilihat dan dirasakan.
Berdasarkan pembelajaran menulis puisi diperoleh berupa hasil karya puisi siswa yang terkumpul sebanyak 21 karya yang terdiri dari 13 puisi karya siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Pada tahap reduksi dan presentasi data, karya puisi siswatersebut kemudian dapat dibagi menjadi empat kategori berdasarkan jumlah bait, sebagai berikut:
Table 1 Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas V
No. Nama Siswa Judul Puisi Jumlah Bait Nilai
1. KPS Corona 5 85
2. AY Corona Virus 5 83
3. ZARPM Corona 4 81
4. DDR Covid-19 4 78
5. NPD Virus Corona 4 70
6. FBAZ Pahlawan Pandemi 4 83
7. RAP Corona Virus 4 70
8. KPP Lekas Membaik Bumiku 3 80
9. KIL Tentang Corona 3 78
10. AKW Korona 3 78
11. MZG Covid-19 3 70
12. TAP Corona 3 76
13. OSB Pandemi Covid-19 3 72
14. FA Covid-19 3 81
15. SPI Pergilah Corona 3 78
16 MAP Pandemi Covid-19 3 76
17. RKAR Pergilah Corona 2 75
18. SKG Covid-19 2 72
19. SRPM Covid-19 2 81
20. RERS Bumiku Sakit 2 72
21. AWA Sembahyang Rindu 2 78
Sumber: Data Nilai Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas V SD Negeri 4 Sokanegara
Merujuk pada table di atas, maka terlihat ada 2 karya puisi siswa yang terdiri dari 5 bait. Puisi tersebut berjudul Corona dan Corona Virus, keduanya sudah sesuai antara judul dan isi puisi. Puisi juga sudah menggunakan diksi (pemilihan kata) yang tepat dan mengandung rima sehingga pembaca dapat terkesan, misalnya penggunaan keluh kesah, musnah, merajalela, jagad raya, lekas tiada, memapar, rentan.
Setiap baris terangkai dengan baik dan memiliki makna. Setiap bait kedua puisi tersebut saling berkaitan dan mendukung makna. Kedua karya tersebut juga konsisten dalam penulisan, setiap bait puisi terdiri dari empat baris, meskipun pada bait terakhir melebihi empat baris. Dalam penulisannya, siswa memisahkan antarbait sehingga memudahkan pembaca. Daya imajinasi siswa cukup tinggi dan mengesankan karena bisa menggunakan ungkapan seperti virus kecil tapi mematikan, dunia merasa ketakutan, Corona makan banyak korban, kejahatan merajalela, melampaui batas negara dan jabatan, memapar segala bangsa tanpa ampun, bekerja belajar dan ibadah sudah dirumahkan. Di antara karya puisi yang terkumpul dengan berbagai bait, puisi dengan jumlah 5 bait ini hampir sempurna sesuai dengan unsur intrinsik puisi.
Selanjutnya ada 5 karya puisi siswa yang terdiri dari 4 bait. Puisi tersebut berjudul Corona, Covid- 19, Virus Corona, Pahlawan Pandemi, dan Corona Virus, semua karya puisi tersebut sudah sesuai antara judul dan isi puisi. Sebagian kecil puisi sudah menggunakan diksi (pemilihan kata) yang tepat dan mengandung rima sehingga pembaca dapat terkesan, misalnya penggunaan, merebak, menjalar, berupaya, sirna, leluasa, letih. Setiap baris terangkai dengan baik dan memiliki makna dan sebagian besar bait puisi saling berkaitan dan mendukung makna. Dalam kategori ini, ada dua puisi yang konsisten dalam penulisan tiap bait yang masing-masing bait terdiri dari empat baris, yaitu puisi dengan judul Corona dan Pahlawan Pandemi. Setiap siswa juga memisahkan antarbait sehingga memudahkan pembaca. Daya imajinasi sebagian siswa cukup tinggi dan mengesankan, karena bisa menggunakan ungkapan seperti menjalar ke seluruh penjuru dunia, kau membatasi ruang gerak kami, aku percaya jika kau adalah tentara Allah.
Dari table 1, juga terlihat ada 9 karya puisi siswa yang terdiri dari 3 bait. Puisi tersebut berjudul Lekas Membaik Bumiku, Tentang Corona, Korona, Covid-19, Corona, Pandemi Covid-19, Covid-19, Pergilah Corona, dan Pandemi Covid-19, semua karya puisi tersebut sudah sesuai antara judul dan isi puisi.
Sebagian kecil puisi sudah menggunakan diksi (pemilihan kata) yang tepat dan mengandung rima sehingga pembaca dapat terkesan, misalnya penggunaan diksi, pilu, melampaui, mungil, menimpa, risau.
Setiap baris terangkai dengan baik dan memiliki makna. Setiap bait dari beberapa puisi tersebut saling berkaitan dan mendukung makna. Dalam kategori ini, sebagian besar konsisten dalam penyusunan jumlah baris dalam setiap bait. Ada yang terdiri dari tiga baris, empat baris, dan lima baris. Puisi dengan judul Lekas Membaik Bumiku dan Pandemi Covid-19 setiap bait terdiri dari lima baris, kemudian puisi yang berjudul Korona, Corona, Pandemi Covid-19, dan Covid-19 terdiri dari empat baris dalam setiap bait,
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kemampuan menulis puisi siswa dilihat dari unsur intrinsik puisi seperti pendapat Yuliana, I. P. (2016: 1) unsur intrinsik puisi yaitu tema, larik atau baris, bait, keterkaitan atau pertautan, diksi, daya imajinasi, rima, dan amanat. Berdasarkan unsur tersebut, kemampuan menulis puisi siswa sangat bervariasi dengan empat kategori puisi berdasarkan jumlah bait yang terdiri dari puisi 2 bait, puisi 3 bait, puisi 4 bait, dan puisi 5 bait. Karya puisi sudah sesuai antara judul dan isi, siswa juga dapat membuat baris dengan kata-kata yang indah dan baku serta mengandung rima.
Antarbait dalam puisi saling berkaitan dan mengandung makna dengan daya imajinasi siswa berdasarkan apa yang dilihat dan dirasakan sehingga puisi cukup mengesankan. Hal tersebut sesuai dengan perkembangan bahasa siswa, menurut Yusuf, S. & Nani, S. (2016: 59-68) kemampuan dalam bahasa siswa kelas V sedang dalam usia 11-12 tahun merupakan masa berkembang pesatnya kemampuan mengenal dan menguasai perbendaharaan kata, anak dapat menguasai 5.000 kata, jika kemampuan membaca terus dilatih maka kemampuan siswa dalam menulis puisi dapat berkembang dengan baik. Berbagai manfaat juga didapakan siswa dalam menulis puisi. Seperti yang disampaikan oleh Wahyu, H. P. (2013: 2) keterampilan menulis puisi dapat mempertajam perasaan, penalaran dan khayal serta kepekaan terhadap masyarakat, budaya dan lingkungan hidup.
Tantangan yang dihadapi siswa kelas V SD Negeri 4 Sokanegara dalam menulis puisi
Segala sesuatu pasti memiliki tantangan dan ujian, begitu juga dalam menulis puisi yang dilaksanakan oleh siswa. Meskipun, siswa dapat menyelesaikan puisinya, tetapi dalam prosesnya siswa tidak terlepas dari berbagai tantangan yang cukup membuat siswa perlu berpikir keras. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti laksanakan selama mengikuti proses pembelajaran menulis puisi, hampir seluruh siswa mengalami tantangan pada diri masing-masing saat memilih diksi yang tepat untuk membuat puisi yang indah. Siswa aktif bertanya kepada guru beberapa hal yang berkaitan dengan aktivitasnya dalam menulis puisi. Sesuai dengan hasil wawancara dengan beberapa siswa bahwa siswa menghadapi tantangan dalam menulis puisi saat memilih kata-kata atau diksi dan menyusun baris atau larik yang pas. Hal tersebut didukung dengan hasil wawancara dengan guru kelas bahwa sebagian kecil siswa kesulitan membuat diksi karena jarang membuat puisi dan kemampuan membaca selama pandemi tidak terasah sehingga kosa kata yang dimiliki terbatas. Ada siswa yang mengikuti lomba menulis dan membaca puisi dan juara, hal tersebut merupakan gabungan dukungan dari orang tua, sekolah dan guru. Guru kelas juga sudah mempersiapkan beberapa majalah anak seperti Bobo dan sejumlah bacaan sastra anak di kelas sebagai stimulant mereka dalam menambah kosa kata. Selain itu, gaya belajar siswa juga turut berpengaruh. Ada siswa yang dapat berpikir dalam suasana ramai, ada juga yang tidak dapat berpikir karena terganggu sehingga menjadi tidak fokus dalam menulis puisi.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh beberapa tantangan lainnya yang dialami siswa dalam menulis puisi. Tantangan tersebut sebagai bukti karakteristik keterampilan menulis puisi itu sendiri bahwa keterampilan ini lebih ke arah skill sehingga harus terus dilatih dan dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan. Menurut Akhadiah (Munirah, 2015: 7) keterampilan menulis memiliki karakteristik, merupakan kemampuan yang kompleks sehingga keterampilan menulis salah satu keterampilan berbahasa yang harus dilatih dan dikembangkan. Keterampilan menulis bersifat mekanistik, sehingga dalam praktiknya ada tahapan atau proses, tidak semata-mata langsung jadi atau berhasil termasuk penguasaan keterampilan ini melewati kegiatan dengan beberapa tahapan atau proses, dan keterampilan setiap orang berbeda-beda.
Tantangan yang dialami siswa dalam menulis puisi disebabkan oleh beberapa faktor. Hal ini sesuai dengan pendapat Sumiharja, A. (Nasriani, 2019: 28) bahwa faktor yang memengaruhi penulisan puisi yaitu yaitu membaca dan waktu atau kesempatan. Keterampilan menulis dapat diperoleh melalui adanya dukungan dari keterampilan membaca, semakin banyak membaca maka wawasan semakin luas dan kosa kata yang dimiliki semakin bertambah. Hasil tulisan yang baik salah satunya dipengaruhi oleh seberapa banyak atau luas wawasan yang dimiliki. Menurut Irawan, D. (2020: 4-5) kebutuhan membaca bagi siswa belum sepenuhnya disadari oleh guru maupun siswa sendiri sehingga kemampuan membaca di Indonesia masih rendah. Meskipun di sekolah menuntut aktivitas membaca, tetapi belum dapat menarik siswa untuk gemar membaca sesuai keinginan sendiri. Keterampilan menulis puisi juga dipengaruhi oleh waktu atau kesempatan. Kurang berlatihnya menulis puisi di luar pembelajaran sehingga perlu waktu untuk memahami dan menyesuaikan hal-hal yang mendukung dengan proses penulisan puisi.
Simpulan dan Saran
Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa: 1) Kemampuan menulis puisi siswa sangat bervariasi dengan empat kategori puisi berdasarkan jumlah bait yang terdiri dari puisi 2 bait, puisi 3 bait, puisi 4 bait, dan puisi 5 bait. Karya puisi sudah sesuai antara judul dan isi, siswa juga dapat membuat baris dengan kata-kata yang indah dan baku serta mengandung rima. Antarbait dalam puisi saling berkaitan dan mengandung makna dengan daya imajinasi siswa berdasarkan apa yang dilihat dan dirasakan sehingga puisi cukup mengesankan; 2) Tantangan yang dialami siswa dalam memilih kata-kata yang menarik atau diksi serta menyusun kalimat agar sesuai dan saling berkaitan antarbaitnya. Hal ini dikarenakan siswa jarang menulis puisi dan kemampuan membaca selama pandemi tidak terasah sehingga kosa kata yang dimiliki terbatas. Tantangan yang dialami siswa tidak terlepas dari karakter menulis puisi yang merupakan kemampuan lebih kearah skill atau praktek sehingga perlu dilatih dan dikembangkan.
Saran dari penelitian ini sebagai berikut: berdasarkan dua kesimpulan dari penelitian ini, maka terbuka jalan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti dengan menggunakan studi komperatif dan eksperimen.
Ucapan Terima Kasih
Tidak disebutkan dalam artikel
Daftar Pustaka
Djuanda, D. (2014). Pembelajaran Sastra di SD dalam Gamitan Kurikulum 2013. Mimbar Sekolah Dasar, 1, (2).
Huck, dkk. (1987). Children Literature in the Elementary School. Chicago: Rand McNally College Publishing Company.
Irawan, D. (2020). Mengembangkan Buku Teks Pelajaran Membaca Berbasis Pendekatan Proses untuk SD. Purwokerto: CV. Pena Persada.
Kasupardi, E. & Supriatna. (2010). Pengembangan Keterampilan Menulis. Jakarta: Multi Kreasi Satudelapan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2020). Surat Edaran Kemedikbud No. 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan pada Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Jakarta:
Kemendikbud.
Kurnia, I. P. (2014). Kemampuan Menulis Puisi Bebas Menggunakan Pembelajaran di Luar Kelas Siswa Kelas V SD Negeri Karangwuni Sleman. ePrints@UNY Lumbung Pustaka Universitas Negeri Yogyakarta.
Munirah. (2015). Pengembangan Keterampilan Menulis Paragraf. Yogyakarta: Deepublish.
Nasriani. (2019). Kemampun Menulis Puisi Anak Kelas V MIS Ainus Syamsi Kabupaten Maros. Undergraduate (S1) thesis. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Sukmadinata. (2016). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wahyu, H. P. (2013). Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Menggunakan Teknik Inkuiri dan Latihan Terbimbing. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2, (1).
Yusuf, S. & Nani S. (2016). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rajawali Pers.
Yuliana, I. P. (2019). Apresiasi Puisi. Yogyakarta: Intan Pariwara.