JURNALPENGABDIANKEPADAMASYARAKAT
FORDICATE(INFORMATICSENGINEERINGDEDICATION) E-ISSN:2809-2546 VOL2,NO.2TAHUN2023
ANALISIS KELAYAKAN USAHA KOLAM IKAN (STUDI KASUS PETANI KOLAM IKAN MEJING KIDUL GAMPING
SLEMAN YOGYAKARTA)
Agus Tri Basuki1*), & Nano Prawoto2
12 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Email: 1[email protected], 2[email protected]
Key Words:
Kelayakan Bisnis, Petani Ikan, Rugi Laba
Abstract: The Covid-19 pandemic has had an impact on all sectors. One of them is the fisheries sector. Pomfret and red tilapia farmers in the Special Region of Yogyakarta have difficulty selling their crops. This decline occurred because many of the tourism and hospitality sectors were closed due to Covid-19.
Meanwhile, culinary stalls have also decreased drastically because students and students are closed so most of them return to their places of origin. Under current conditions, market absorption is only around 5-6 tons per day. This situation certainly makes pomfret and red tilapia farmers worried if the Covid- 19 pandemic lasts a long time. This case was also experienced by several farmers in Mejing Kidul, the fall in demand made fish prices cheap and some fish farmers suffered losses.
Abstrak: Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor. Salah satunya adalah sektor perikanan. Para petani ikan bawal dan nila merah di Daerah Istimewa Yogyakarta mulai kesulitan menjual hasil panen mereka. Penurunan ini terjadi karena sektor pariwisata dan perhotelan banyak yang tutup akibat Covid-19. Sementara warung-warung kuliner juga menurun drastis karena para mahasiswa dan pelajar diliburkan sehingga sebagian besar dari mereka kembali ke daerah asalnya. Dengan kondisi seperti saat ini, serapan pasar hanya sekitar 5-6 ton per hari. Situasi ini tentu membuat para petani ikan bawal dan nila merah khawatir jika pandemi Covid-19 berlangsung lama. Kasus ini juga dialami oleh beberapa petani yang ada di Mejing Kidul, turunnya permintaan membuat harga ikan menjadi murah dan beberapa petani ikan mengalami kerugian.
Basuki & Prawoto. (2022). Analisis Kelayakan Usaha Kolam Ikan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Fordicate
This is an open-access article under the CC-BY-CA license
JURNALPENGABDIANKEPADAMASYARAKAT
FORDICATE(INFORMATICSENGINEERINGDEDICATION) E-ISSN:2809-2546 VOL2,NO.2TAHUN2023
126 | Analisis Kelayakan Usaha Kolam Ikan
PENDAHULUAN
Pemberdayaan merupakan suatu konsep untuk memberikan tanggungjawab yang lebih besar kepada orang-orang tentang bagaimana melakukan pekerjaan. Secara konseptual, pemberdayaan atau pemerkuasaan (empowerment) berasal dari kata power (kekuasaan atau keberdayaan). Karena ide utama pemberdayaan bersentuhan dengan kemampuan untuk membuat orang lain melakukan apa yang dinginkan, terlepas dari keinginan dan minat mereka[8].
Pemberdayaan menurut Suhendra adalah suatu kegiatan yang berkesinambungan dinamis secara sinergis mendorong keterlibatan semua potensi yang ada secara evolutif dengan keterlibatan semua potensi [9]. Pemberdayaan akan berhasil jika dilakukan oleh pengusaha, pemimpin dan kelompok yang dilakukan secara terstruktur dengan membangun budaya kerja yang baik. Konsep pemberdayaan terkait dengan pengertian pembangunan masyarakat dan pembangunan yang bertumpu pada masyarakat. Program-program pemberdayaan sumberdaya manusia telah dilakukan pemerintah. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan Indonesia yaitu membangun manusia Indonesia seutuhnya, maka pembangunan harus merupakan perubahan sosial yang tidak hanya terjadi pada taraf kehidupan masyarakat belaka tetapi juga pada peranan unsur-unsur didalamnya. Pembangunan menempatkan manusia sebagai subyek pembangunan. Pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan menjadi komitmen bersama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Dengan demikian konsep keberdayaan pada dasarnya adalah upaya menjadikan suasana kemanusiaan yang adil dan beradab yang semakin efektif secara struktural dalam bidang politik, sosial, budaya dan ekonomi baik di dalam kehidupan keluarga, masyarakat, negara, regional maupun intenasional [4].
Kemiskinan merupakan masalah pembangunan kesejahteraan sosial yang berkaitan dengan berbagai bidang pembangunan lainnya yang ditandai oleh pengangguran, keterbelakangan, dan ketidakberdayaan. Oleh karena itu, kemiskinan terutama yang diderita oleh kaum miskin merupakan masalah pokok nasional yang penanggulanggannya tidak dapat ditunda lagi dan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial. Penanganan kaum miskin tidaklah mudah, karena kaum miskin telah mengalami masalah kemiskinan yang berlangsung lama. Kaum miskin mengalami keterbatasan dalam hal pendidikan, keterampilan, sarana usaha serta modal usaha. Tawaran kredit UMKM dari pengusaha dan perbankan sulit diakses oleh kaum miskin, karena keterbatasan kemampuan dan asset yang dimiliki.
Pemerintah dalam hal ini dinas sosial berusaha menemukan pola yang efektif agar kaum miskin dapat memperoleh akses modal usaha tanpa agunan dengan tetap mendorong tanggungjawab bersama melalui pola terpadu Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Program pengentasan kemiskinan yang dilakukan Pemerintah selama ini dinilai kurang menekankan aspek pemberdayaan, lebih bersifat sinterklas sehingga dampaknya justru membuat masyarakat menjadi manja, tidak mau kerja keras bahkan menurut Aji Gumilar pemberian berbagai bantuan keuangan langsung justru berdampak melanggengkan kemiskinan. Perlu disadari bahwa masalah kemiskinan bukan hanya masalah ekonomi [2], melainkan merupakan masalah yang kompleks, bersifat multidimensi sehingga penanggulangannya memerlukan pendekatan dari berbagai aspek, baik aspek ekonomi, politik maupun sosial budaya
Todaro mengartikan pembangunan merupakan proses multi dimensi yang mencakup perubahan- perubahan penting dalam struktur sosial, sikap-sikap rakyat dan lembaga-lembaga nasional [10]. Pada pelaksanaannya konsep pembangunan tersebut masih jauh dari kenyataan. Berbagai temuan empirik menunjukkan masih terjadi marjinalisasi kehidupan masyarakat terutama kaum miskin baik di perkotaan maupun perdesaan. Pada hakekatnya kemiskinan menurut Pranarka & Moeljarto tidak hanya persoalan kesejahteraan tetapi ada enam alasan yang dapat dijadikan sebagai dasar orang dikatakan miskin [7], yaitu: (1) kemiskinan adalah masalah kerentanan; (2) kemiskinan berarti tertutupnya akses kepada berbagai peluang bagi mereka untuk berpartisipasi dalam proses produksi, atau terperangkap pada hubungan produksi yang ekspotatif dengan imbalan yang rendah; (3) kemiskinan adalah masalah ketidakpercayaan, perasaan impotensi emosional dan sosial atas keputusan yang dilakukan elit birokrasi dalam berbagai tingkat; (4) kemisknan berarti juga menghabiskan semua atau sebagian besar penghasilan untuk konsumsi pangan dalam kuantitas dan kualitas yang terbatas sehingga konsumsi gizi rendah yang berakibat pada produksi yang rendah; (5) kemiskinan ditandai dengan rendahnya rasio, ketergantungan karena besarnya tanggungan keluarga yang berakibat rendahnya konsumsi sehingga berpengaruh pada kecerdasan; dan (6) kemiskinan juga terefleksi pada budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lain. Alfian dan Soemardjan mengatakan ada dua kategori pengukuran tingkat kemiskinan yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relative [1]. Kemiskinan absolut
JURNALPENGABDIANKEPADAMASYARAKAT
FORDICATE(INFORMATICSENGINEERINGDEDICATION) E-ISSN:2809-2546 VOL2,NO.2TAHUN2023
merupakan suatu kondisi dimana tingkat pendapatan seseorang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan. Sedangkan kemiskinan relatif adalah penghitungan kemiskinan berdasarkan proporsi distribusi pendapatan dalam suatu daerah. Kemiskinan ini dikatakan relatif karena lebih berkaitan deng Analisis Kelayakan Usaha Kolam Ikan an distribusi pendapatan lapisan sosial.
Salah satu satu cara mengurangi jumlah penduduk miskin para petani ikan bawal, lele dan nila adalah dengan memperdayakan kemampuan para petani melalui kemampuan penghitungan kelayakan bisnis ikan kolam.
Jumlah penduduk di dusun Mejing Kidul 1.363 orang sebagian besar bermata pencarian disektor pertanian, sebagai lagi bekerja sebagai Buruh dan Karyawan. Rincian pekerjaan masyarakat Mejing Kidul sebagai berikut: Sebagian besar sebagai karyawan/buruh sebesar 24%, petani pada posisi kedua dengan presentase sebesar 18%, dan disusul ditempat ketiga yaitu PNS sebesar 16%, kemudian 14 % sebagai pedagang, 7 % pensiunan, peternak 7% dan 8% bekerja disektor lainnya.
Salah satu usaha petani adalah Kelompok Tani Mejing Kidul yang berdiri pada tahun 2015 sebagai lembaga yang mengkoordinir para petani budidaya ikan bawal dan nila di Dusun Mejing Kidul, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman. Jumlah anggota yang tergabung dalam kelompok Tani Mejing Kidul berjumlah 42 orang. Umumnya mereka bekerja sebagai buruh. Tingkat pendidikan para anggota Kelompok tani ini adalah SMA. Hubungan Kelompok Tani Mejing Kidul dengan pihak Pemerintah Kabupaten Terjalin dengan baik, sehingga memperoleh perhatian dari instansi terkait seperti dinas Perikanan Kabupaten Sleman dengan memberikan pelatihan dan penyuluhan tentang budidaya ikan yang baik agar menghasilkan keuntungan yang besar serta kualitasnya terjaga.
Pengabdian masyarakat yang dilakukan ini bertujuan untuk membantu para petani ikan di Mejing kidul Ambarketawan Gamping Sleman untuk meningkatkan kemampuan para petani agar setelah dilakukan pelatihan penghitungan beaya dan pendapatan, mampu memperkirakan kelayakan usaha bisnis pembesaran ikan bawal dan ikan nila. Pelatihan peningkatan kemampuan kapasitas petani dalam menghitung perkiraan rugi laba petani ikan didasarkan selama ini banyak petani ikan kurang memperhatikan aspek keuangan dalam bisnis kolam ikan, dan mereka menganggap usahanya hanya usaha sampingan sehingga kurang memperhatihan hasil pembesaran ikan secara ekonomi.
IDENTIFIKASIMASALAH
Berdasarkan pengamatan di lokasi diketahui bahwa salah satu sektor perikanan yang mendapat perhatian dari pemerintahan desa adalah pertanian ikan. Hal ini dikarenakan petani ikan memiliki potensi untuk lebih berkembang. Masalah yang dihadapi kebanyakan petani ikan yang ada di dusun Mejing Kidul adalah yaitu permodalan, dan kapasitas petani yang masih rendah. Permasalahan dan kelemahan kapasitas petani ikan bawal dan ikan nila di Mejing Kidul Ambarketawang Gamping dapat mengalami resiko besar yaitu kerugian atau kegagalan panen ikan. Kegagalan tersebut dapat disebabkan kesalahan perencanaan, kesalahan dalam menaksir pasar, dan mahalnya pakan ikan. Berdasarkan masalah diatas maka perlu dilakukan pengabdian bagi seorang dosen dengan membantu meningkatkan kapasitasnya melalui pelatihan memahami kelayakan usaha petani ikan guna mengeliminir besarnya resiko yang akan ditanggung para petani ikan di Mejing Kidul Ambarketawang Gamping. Selain itu perlu dikaji strategi pengembangan yang tepat untuk dapat meningkatkan usaha petani ikan di Mejing Kidul Ambarketawang Gamping.
JURNALPENGABDIANKEPADAMASYARAKAT
FORDICATE(INFORMATICSENGINEERINGDEDICATION) E-ISSN:2809-2546 VOL2,NO.2TAHUN2023
128 | Analisis Kelayakan Usaha Kolam Ikan
Gambar 1. Lokasi Pengabdian Masyarakat
METODELOGIPELAKSANAAN
Kegiatan awal yang dilaksanakan adalah mengetahui variabel dalam pelaporan kelayakan usaha kajian keuangan, dimana variabel ini didapat untuk menjadi bahan dalam pelatihan yang akan dilakukan. Setelah mengetahui variabel dalam membuat laporan kelayakan keuangan untuk usaha perikanan untuk para petani ikan, maka instruktur mempersiapkan pelatihan sebagai penyusunan variabel untuk penerapan kepada mitra.
Gambar 2. Alur Pelaksanaan SKB
Tahap selanjutnya seperti dalam Gambar 2 adalah bagaimana Cara membuat laporan kelayakan usaha, hal ini dilakukan untuk melihat progress dari pelatihan terhadap mitra, sejauhnya tingkat pemahaman mitra terhadap pelaporan keuangan tersebut. Adapun Manfaat yang diperoleh mitra dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah, Mitra dapat mengetahui variabel dalam penyusunan pelaporan kelayakan usaha bidang keuangan, sehingga Mitra dapat membedakan laporan keuangan dan pelaporan kelayakan usaha Secara mandiri. Selain itu Mitra juga dapat mengetahui nilai hasil dari pengolahan pelaporan secara mandiri.
JURNALPENGABDIANKEPADAMASYARAKAT
FORDICATE(INFORMATICSENGINEERINGDEDICATION) E-ISSN:2809-2546 VOL2,NO.2TAHUN2023
HASILDANPEMBAHASAN
Pembinaan kewirausahaan bagi generasi muda pada hakekatnya merupakan upaya sebagian yang dilaksanakan secara sadar, berencana, terarah, teratur dan bertanggung jawab. Pembinaan kewirausahaan bagi generasi muda dilaksanakan untuk menumbuhkan, membimbing, dan mengembangkan suatu dasar-dasar kepribadian yang seimbang, utuh dan selaras pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan sesuai dengan bakat, kecenderungan atau keinginan serta kemampuannya. Pembinaan kewirausahaan bagi para pemuda merupakan sumber tenaga kerja di masa sebagi dan sumber daya insani dari potensi bengsa yang perlu dipersiapkan untuk berpartisipasi dan memberikan sumbangan yang nyata kepada pembangunan ekonomi bangsa dan negara. Para pemuda sebagai generasi penerus pembangunan perlu memainkan peranan yang penting dalam pelaksanaan pembangunan di bidang ekonomi. Dalam hubungan itu, maka pembinaan kewirausahaan bagi para pemuda haruslah menanamkan motivasi kepekaan terhadap masa sebagi, untuk dapat menyadari bahwa masa depan sebagai bagian mutlak dari masa kini.
Pembinaan kewirausahaan bagi para pemuda dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kewirausahaan agar dapat berpartisipasi dalam pembangunan masyarakatnya. Didorong oleh rasa tanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan generasi muda, Pemuda Dusun Mejing Desa Ambarketawang Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman bekerja sama dengan dosen ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan pelatihan pembuatan studi kelayakan budi daya ikan nila dan bawal. Pelatihan pembuatan studi kelayakan budi daya ikan nila dan bawal tersebut dilaksanakan dalam rangka pemberdayaan para pemuda. Pemberdayaan pemuda melalui pelatihan pembuatan studi kelayakan budi daya ikan nila dan bawal yang dilaksanakan di Dusun Mejing Desa Ambarketawang Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman oleh potensi daerah yang mendukung pemeliharaannya. Salah satu tujuan dari pelatihan tersebut adalah membimbing, mengembangkan, dan mengarahkan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan para pemuda agar memiliki keterampilan untuk berwirausaha budi daya ikan nila dan bawal. Pemuda dusun Mejing Kidul melalui Gabungan Petani Ikan membina, mengarahkan, mengembangkan serta memfasilitasi pelatihan kewirausahaan budi daya ikan nila dan bawal bagi para pemuda di Dusun Mejing Kidul.
Pelatihan pembuatan studi kelayakan budi daya ikan nila dan bawal tersebut dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2022 dari mulai jam 13:00 hingga 19:00 WIB. Kecamatan Gamping adalah terbesar ketiga produksi ikan kolam setelah Kecamatan Cangkringan dan Kecamatan Turi di Kabupaten Sleman, sehingga petani ikan kolam di kecamatan Gamping menjadi potensi unggulan bagi Kabupaten Sleman (Biro Pusat Statistik Sleman). Potensi ini harus diberdayakan sehingga memiliki kontribusi dalam mensejahteraan pelaku usaha di bidang budidaya ikan kolam. Pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan mengandung arti bahwa manusia ditempatkan pada posisi pelaku dan penerima manfaat dari proses mencari solusi dan meraih hasil pembangunan. Masyarakat harus mampu meningkatkan kualitas kemandirian dalam mengatasi masalah yang dihadapi di bidang budidaya ikan kolam khusunya ikan nila dan ikan bawal.
Pemberdayaan petani ikan kolam di Kecamatan Gamping khususnya di Mejing Kidul dijadikan tempat pengabdian bagi salah satu dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan oleh Dr. Agus Tri Basuki, SE., M.Si. dan Prof. Dr. Nano Parwoto selaku dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang menyampaikan perhitungan bisnis pembesaran ikan kolam (Nila dan Bawal). Dalam perhitungan bisnis salah satu peserta yang Bernama Joko Purnomo sudah mahir dalam menghitung komponen pendapatan dan biaya. Joko memiliki luas kolam 484 M2 dengan sewa Rp. 700.000 pertahun dengan bibit ikan nila 400 kg dengan hasil panen selama setahun 1.200 kg dengan keuntungan Rp. 1.900.000 setahun. Ada juga peserta lain dengan luas lahan paling kecil 42 M2 dengan sewa pertahun Rp. 250.000 dengan bibit 40 kg ikan bawal dengan total panen 160 kg dengan keuntungan Rp.
30.000 pertahun. Budidaya ikan nila dan bawal di Kolam yang terletak di dusun Mejing Kidul Ambarketawang Gamping jika dikelola dengan baik akan menghasilkan pendapatan yang cukup lumayan. Ada beberapa peserta yang memiliki kolam ikan hanya untuk sambilan, sehingga belum memikirkan keuntungan dalam pengelolaan ikan nila maupun bawal.
JURNALPENGABDIANKEPADAMASYARAKAT
FORDICATE(INFORMATICSENGINEERINGDEDICATION) E-ISSN:2809-2546 VOL2,NO.2TAHUN2023
130 | Analisis Kelayakan Usaha Kolam Ikan
Gambar 3. Diskusi Penghitungan SKB ikan nila dan bawal
Gambar 3 terlihat adanya diskusi antara peserta dengan narasumber yang berkaitan dengan perhitungan kelayakan bisnis ikan kolam. Diawali dari perhitungan luas lahan dan sewa lahan, kemudian peghitungan setiap M2 luas lahan kolam layak untuk berapa bibit ikan nila atau bawal. Setelah itu perhitungan biaya operasional pembesaran ikan hingga panen, dan perhitungan dari sekian bibit ikan menjadi sekian setelah masa panen. Setelah perhitungan biaya, dilanjutkan dengan perhitungan pendapatan hasil panel ikan.
Perhitungan untung rugi dapat dihitung setelah ada informasi total pendapatan dan total biaya diketahui.
Berdasarkan Tabel 1 dari perhitungan Biaya dan Pendapatan dari peserta pelatihan dapat dilihat 3 peserta dari 11 peserta mengalami kerugian. Kerugian yang dialami peserta karena selama ini pengelolaan kolam ikan nila dan bawal hanya dilakukan sebagai pekerjaan sampingan sehingga kerugian tidak menjadi masalah bagi mereka.
Tabel 1. Perhitungan Biaya dan Pendapatan Petani Ikan
Sumber: data primer (diolah)
Dari hasil pelatihan perhitungan kelayakan bisnis 130ebagi 70 persen peserta mengalami keuntungan dalam bisnis ikan kolam. Mereka menyatakan walaupun 130ebagian besar pengelolaan ikan nila dan bawal sebagai usaha sampingan, tetapi mereka mau belajar bagaimana mengelolan ikan nila dan bawal dalam kolam untuk mendapatkan tambahan pendapatan. Melalui pelatihan yang diberikan dari Dinas Perikanan Kabupaten Sleman maupun belajar dari kelompok lain di Kecamatan Gamping.
No Nama Alamat Luas (M2) Bibit (kg) Biaya Pakan Total Biaya Pendapatan Keterangan 1 Martono Rt 01/09 Ambarketawang 120 50 3,360,000 7,510,000 7,200,000 Rugi 2 Arief Priyono Rt 03/09 Ambarketawang 100 75 3,600,000 7,700,000 7,500,000 Rugi 3 Kuwat Sriyono Rt 01/09 Ambarketawang 100 15 1,035,000 1,975,000 2,500,000 Untung 4 Sumarno Rt 01/09 Ambarketawang 126 60 2,400,000 6,400,000 7,500,000 Untung 5 Sigit Haryanto Rt 01/09 Ambarketawang 42 20 1,200,000 3,650,000 3,680,000 Untung 6 Harjudin Rt 04/09 Ambarketawang 24 50 1,120,000 6,260,000 7,200,000 Untung 7 Joko Purnomo Rt 02/09 Ambarketawang 484 200 4,200,000 23,100,000 25,000,000 Untung 8 Zanari Yanto Rt 01/09 Ambarketawang 50 40 600,000 4,000,000 3,864,000 Rugi 9 Wahyu Prihatin Rt 04/09 Ambarketawang 70 60 1,400,000 7,930,000 8,250,000 Untung 10 Suhardi Rt 01/09 Ambarketawang 90 40 1,680,000 11,120,000 12,880,000 Untung 11 Wiwit Nugroho Rt 01/09 Ambarketawang 90 50 1,800,000 12,600,000 14,000,000 Untung
JURNALPENGABDIANKEPADAMASYARAKAT
FORDICATE(INFORMATICSENGINEERINGDEDICATION) E-ISSN:2809-2546 VOL2,NO.2TAHUN2023
Gambar 4. Prosentase Keuntungan Bisnis Ikan Nila dan Bawal di Kolam
Gambar 4 menunjukan prosentase peserta pelatihan kelayakan usaha yang memperoleh keuntungan terbesar dicapai oleh Kuwat Sriyono dengan keuntungan sebesar 26,58%, diikuti oleh Sumarno dan Suhardi dengan prosentasi keuntungan masin-masing sebesar 17,19% dan 15,83%. Sedangkan prosentase peserta pelatihan kelayakan usaha yang memperoleh kerugian terbesar dicapai oleh Martono dengan kerugian sebesar -4,13%, diikuti oleh Zanari Yanto dan Arief Priyono dengan prosentasi kerugian masin-masing sebesar -3,4% dan - 2,6%.
Gambar 5. Produktivitas Bisnis Ikan Nila dan Bawal di Kolam
Berdasarkan Gambar 5 produktivitas pendapatan peserta per M2 dalam usaha ikan nila dan bawal di kolam tertinggi dicapai oleh Harjudi dengan rata-rata Produktivitas per M2 sebesar Rp.300.000, kemudian diikuti oleh Wiwit Nugroho dan Suhardi masing-masing besarnya produktivitas pe M2 adalah Rp.155.556 dan Rp. 143.111. Sedangkan produktivitas pendapatan peserta per M2 dalam usaha ikan nila dan bawal di kolam terendah dicapai oleh Kuwat Sriyono dengan rata-rata produktivitas per M2 sebesar Rp.25.000, kemudian diikuti oleh Joko Purnomo dan Sumarno masing-masing besarnya produktivitas pe M2 adalah Rp.51.653 dan Rp. 59.524.
JURNALPENGABDIANKEPADAMASYARAKAT
FORDICATE(INFORMATICSENGINEERINGDEDICATION) E-ISSN:2809-2546 VOL2,NO.2TAHUN2023
132 | Analisis Kelayakan Usaha Kolam Ikan
Gambar 6. Biaya Per Bibit Ikan Nila dan Bawal sampai panen
Pelatihan yang dilaksanakan tanggal 30 Oktober 2022 diikuti 15 petani kolam ikan di fokuskan pada peningkatan sumberdaya petani ikan dalam melihat peluang bisnis ikan nila dan bawal. Dalam pelatihan tersebut disumbangkan Bantuan Water pump General 2” WP 20 CX Pompa Air untuk kelompok petani ikan.
Batuan Water Pump dapat bermanfaat dalam menguras air dan mengalirkan air sehingga produksi ikan diharapkan menjadi meningkat.
Gambar 7. Bantuan Water pump untuk kelompok petani ikan SIMPULAN
Peserta pelatihan kelayakan usaha yang biasanya hanya dilakukan untuk sambilan saja, dan ini terlihat beberapa peternak ikan yang memiliki keuntungan yang cukup besar. Kuwat Sriyono dengan keuntungan sebesar 26,58% dari modal usahanya, kemudian diikuti oleh Sumarno dan Suhardi dengan prosentasi keuntungan masin-masing sebesar 17,19% dan 15,83%. Sedangkan prosentase peserta pelatihan kelayakan usaha yang memperoleh kerugian terbesar dicapai oleh Martono dengan kerugian sebesar -4,13%, diikuti oleh
JURNALPENGABDIANKEPADAMASYARAKAT
FORDICATE(INFORMATICSENGINEERINGDEDICATION) E-ISSN:2809-2546 VOL2,NO.2TAHUN2023
Zanari Yanto dan Arief Priyono dengan prosentasi kerugian masin-masing sebesar -3,4% dan -2,6% modal usahanya.
Tingginya permintaan ikan air tawar (lele, bawal dan nila) untuk konsumsi, membuat nilai ekonomi Ikan nila, bawal dan lele kian meningkat. Oleh karena itu, Perguruan Tinggi melalui Lembaga Pengabdian Masyarakatnya dan Sumber Daya Dosen dapat menggelar kegiatan Pelatihan Pembesaran Ikan dan Pembenihan ikan nila dan lele bagi petani ikan kolam di sekitar Kecamatan Gamping Sleman. Sehingga dapat membangkitkan para pemuda disekitarnya untuk berminat membuat usaha pebesaran dan pembibitan ikan lele, nila dan bawal.
UCAPAN TERIMAKASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada LPM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang telah menyediakan dana untuk pengabdian masyarakat, sehingga hasil pengabdian masyarakat dapat dipublikasikan.
DAFTARPUSTAKA
[1]. Alfian, M. G. T., & Soemardjan, S. (1980). Kemiskinan Struktural. Suatu Bunga Rampai. Malang:
HIPIS.
[2]. Aji Gumilar, G. (2011). Analisis Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Dampaknya Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Doctoral dissertation, Universitas Komputer Indonesia).
[3]. Biro Pusat Statistik, Gamping Dalam angka 2019
[4]. Imran, C. (2008). Masjid sebagai sentral pemberdayaan ekonomi umat: studi di Masjid Ittihadul Muhajirin Perumahan Reni Jaya Pamulang Tangerang.
[5]. Panduan Hibah Internal Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2021/2022 (Edisi Revisi) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
[6]. Pasaribu, A. M. (2012). Perencanaan & Evaluasi Proyek Agribisnis (Konsep & Aplikasi).
[7]. Pranarka, A. M. W., & Moeljarto, V. (1994). Pemberdayaan, Konsep Kebijakan dan Implementasinya. Jakarta: Center For Strategic and International Studies.
[8]. Soeharto, E. (2005). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat. Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerja Sosial, Bandung: Refika Aditama.
[9]. Suhendra, B. (2017). Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Inovasi Pengemasan Makanan Yang Menarik Di Kecamatan Payarama. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 169-174.
[10]. Todaro, M. P. (2009). Economic development.