PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU
Dede Rubai Misbahul Alam1*, Kusnadi2
1,2 Universitas Islam 45, Indonesia
* corresponding author: [email protected]
ABSTRACT:
This This study aims to determine the leadership role of school principals in improving teacher performance. The research was conducted at SDIT Annur Cikarang Center, Bekasi Regency. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation and documentation. The subject of this research is the principal of the school. The resource persons were foundations as superiors, deputy principals, and teacher representatives from level 1, level 3 and level 6. The research location was in a private school which is located at Jalan Raya Rabbit block R7 Number 1 Cikarang Pusat, Bekasi Regency. The results of the study show that the role of the school principal is in improving teacher performance through coaching teachers by participating in trainings that are held both internally and externally, the role of the principal is also to supervise through supervision activities to see directly the learning process in class, the role of the principal schools also provide motivation to teachers either verbally or in the form of awards for outstanding teachers, as well as the role of the principal in improving performance through evaluation to measure the level of success and weaknesses of teachers. The conclusions from this study indicate that the principal plays a role in increasing teacher performance. This shows that the principal has carried out his duties and functions properly.
ARTICLE HISTORY:
Received: 30/08/2023 Accepted: 09/09/2023 Published: 21/10/2023 KEYWORDS:
Leadership, Principal. Teacher Performance
Dede Rubai Misbahul Alam, Kusnadi 217
PENDAHULUAN
Peran kepala sekolah dalam mengelola sumber daya yang ada berkaitan dengan kinerja sekolah sehingga memiliki kualitas yang baik jika di dukung oleh kinerja guru yang baik serta memiliki sumber daya manusia yang memadai maka organisasi akan berjalan dengan baik (Djailani & Usman, 2015; Siburian, 2014). Guru merupakan elemen penting dalam sistem pendidikan khususnya di sekolah. Kualitas guru merupakan salah satu syarat utama yang harus diperhatikan dalam mencapai tujuan pendidikan (Aisa dkk., 2021; Emda, 2016).
Guru memegang peranan penting dalam proses pencapaian visi dan misi sekolah khususnya tercapainya proses pembelajaran yang merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan. Kepala sekolah menjadi unsur yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja guru. Peningkatan kualitas dan kinerja guru dan tenaga kependidikan merupakan suatu keniscayaan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi sehingga diperlukan perencanaan yang terarah, intensif, efektif, dan efisien dalam proses peningkatan kualitas pendidikan, tanpa adanya kinerja guru yang baik dan peran kepemimpinan kepala sekolah yang mendukung dalam mengelola sekolah, sangat sulit bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan atau mencapai tujuan pendidikan nasional (Edizal & Noviantoro, 2022; Limantara & Jingga, 2014; Putra dkk., 2023; Sari, 2013; Widyastuti & Yulianto, 2018).
Kepemimpinan adalah seni dalam mempengaruhi dan memberikan motivasi pada para pengikutnya, sehingga para pengikut rela untuk memberikan usaha kerasnya demi mencapai tujuan tertentu (Borahima, 2019).
Kepemimpinan sebagai suatu instrumen dalam upaya mempengaruhi dan mengendalikan orang atau sekelompok orang agar mau bekerjasama dalam mencapai tujuan tertentu (Nengsih dkk., 2020). Kepala sekolah dapat diartikan sebagai tenaga fungsional guru yang diberikan tugas tambahan untuk memimpin suatu sekolah di mana diselenggarakan proses belajar mengajar atau
tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan siswa yang menerima pelajaran (Sanjani, 2018; Yonata dkk., 2020).
Peran kepala sekolah mengalami perubahan hal ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2017 yang menyebutkan bahwa beban kerja kepala satuan pendidikan sepenuhnya untuk melaksanakan tugas manajerial, pengembangan kewirausahan, dan supervisi guru dan tenaga kependidikan (Abd Rahman dkk., 2022; Auliyah, 2022). Adapun peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru diantaranya kepemimpinan kepala sekolah dalam membina guru, kepemimpinan kepala sekolah dalam pengawasan terhadap kinerja guru, kepemimpinan kepala sekolah dalam memberikan motivasi kepada guru, dan kepemimpinan kepala sekolah dalam melakukan evaluasi terhadap kinerja guru (Radhiah & Sunarto, 2021; Wakidi & Aristiati, 2022).
Kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu dalam rangka pencapaian organisasi. Dalam hal ini, kinerja adalah segala sesuatu yang penting dalam rangka pencapaian tujuan organisasi, karena setiap individu atau organisasi tentu saja memiliki tujuan yang kan dicapai dengan menetapkan target atau sasaran tersebut itulah merupakan kinerja (Iqmalia dkk., 2022; Zubair dkk., 2017). Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang Guru menyatakan bahwa ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional (Baharun, 2015;
Bali, 2017; Dahliana, 2019). Penilaian kinerja guru menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 35 Tahun 2010 adalah penilaian kinerja guru adalah penilaian yang dilakukan terhadap setiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan dan jabatan. Penilaian kinerja guru terdiri dari penyusunan program perencanaan pengajaran meliputi penguasaan materi, analisis materi pelajaran, program tahunan dan program
Dede Rubai Misbahul Alam, Kusnadi 219
semester, program satuan pelajaran, rencana pengajaran, analisis hasil ulangan harian, pelaksanaan pengajaran, evaluasi pembelajaran (Febriana, 2021;
Maharani & Putra, 2018; Retnilasari & Putra, 2019). Dalam setiap melaksanakan tugas pengajaran, guru harus berpedoman pada tugas-tugas guru sebagai seorang pengajar yang meliputi membuat rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan melaksanakan evaluasi pembelajaran.
METODE
Penelitian ini dilakukan di SDIT Annur yang beralamat di jalan Kelinci Raya Blok R7 No. 1 Desa Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi. Subjek penelitian adalah Direktur Pendidikan dan Sumber Daya Manusia Yayasan Nurrahim Annur, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru kelas 1, guru kelas 3 dan guru kelas 6. Dalam penelitian ini digunakan sebuah pendekatan yang dikenal dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Untuk jenis penelitian pada penelitin ini adalah studi kasus, suatu penelitian yang arah penelitiannya terpusat pada satu kasus atau satu fenomena (Hamzah, 2021; Nurhidayah dkk., 2023; Sugiyono, 2018).
Data primer yaitu data penelitian yang diperoleh secara langsung berupa wawancara dengan narasumber Yayasan, kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan perwakilan guru. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi dokumen sekolah, dokumen Yayasan Pendidikan Islam Nurrahim Annur. Pada penelitian ini penulis menggunakan beberapa alat mengumpulkan data berupa kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto dan sebagainya. Pada tahap reduksi peneliti menggolongkan, mengarahkan, membuang data yang tidak perlu dan
mengorganisasikan data. Kemudian peneliti menyajikan data berupa catatan- catatan maupun flow chart, tabel, dan lainnya yang mendukung hasil penelitian.
Penyajian data berupa peran kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru SDIT Annur. Dalam penetapan kesimpulan yang lebih mendalam, maka peneliti melakukan verifikasi dengan cheklist dan triangulasi, sehingga menjamin signifikansi atau kebermaknaan hasil penelitian. Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif ini memakai uji triangulasi data yaitu mencocokan data yang diperoleh dari wawancara, observasi, kuiseioner dan dokumentasi yang dilakukan di SDIT Annur Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, sehingga data yang diperoleh akan lebih konsisten, tuntas dan pasti.
HASIL TEMUAN DAN PEMBAHASAN
SDIT Annur berdiri sejak tahun 2000 yang berada di atas tanah seluas kurang lebih 2000 m2 yang berlokasi di perumahan Cikarang Baru Kabupaten Bekasi dengan nama Sekolah Dasar Islam Terpadu Annur. Status sekolah sudah terakreditasi dengan sangat baik (A) serta menjadi rujukan bagi Jaringan Sekolah Islam Terpadu karena sudah memiliki lisensi A. Berdasarkan data dan informasi bahwa jumlah keadaan siswa SDIT Annur tahun pelajaran 2021/2022 terdiri dari 650 siswa yang terdiri dari 25 rombongan belajar yaitu kelas I terdiri dari 4 kelas, kelas II terdiri dari 4 kelas, kelas III terdiri dari 4 kelas, kelas IV terdiri dari 5 kelas, kelas V terdiri dari 4 kelas dan kelas VI terdiri dari 4 kelas.
Sedangkan jumlah guru dan tenaga kependidikan sebanyak 58 orang (SDIT Annur, 2022).
Berdasarkan temuan bahwa adanya program pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap guru mampu meningkatkan kinerjanya.
Kepala sekolah berperan dalam mendelegasikan guru-guru untuk mengikuti seminar, lokakarya, diklat, webinar, atau workshop dalam berbagai kesempatan,
Dede Rubai Misbahul Alam, Kusnadi 221
pelatihan tersebut dilakukan baik secara daring atau luring. Adapun pelatihan yang diberikan kepada guru ada yang bersifat internal artinya penyelenggaranya dilakukan oleh sekolah atau yayasan, ada juga pelatihan yang diselenggarakan oleh eksternal baik dari dinas pendidikan atau jaringan sekolah Islam terpadu.
Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh informan menunjukkan bahwa peran kepala sekolah dalam melaksanakan pengawasan terhadap kinerja guru khususnya dalam proses pembelajaran memiliki pengaruh dalam peningkatan kinerja guru. Kepala sekolah menyusun program supervisi sebagai bentuk pengawasan terhadap kinerja guru, kepala sekolah melakukan kunjungan ke kelas secara langsung untuk melihat dan mengukur kemampuan guru dalam melakukan proses pembelajaran. Hasil supervisi yang dilakukan kepala sekolah terhadap semua guru dapat dijadikan pedoman untuk meningkatkan kualitas guru, hal ini di tunjukkan dengan adanya pembinaan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru. Selain pengawasan terhadap proses pembelajaran kepala sekolah juga melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan baik yang dilakukan secara rutin setiap pekan, setiap bulan, setiap semesteran dan atau tahunan agar kegiatan dapat berjalan efektif dan sesuai dengan visi dan misi sekolah. Adapun peran kepemimpinan kepala sekolah dalam memberikan motivasi terhadap guru, Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah memiliki peran dalam memberikan motivasi terhadap guru baik secara instrinsik maupun ekstrinsik. Adapun motivasi yang diberikan oleh kepala sekolah yaitu dengan memberikan dorongan dan masukkan kepada guru baik secara individu atau melalui rapat koordinasi. Kepala sekolah senantiasa menciptakan hubungan yang harmonis serta suasana kerja yang menyenangkan agar guru dapat meningkatkan kinerjanya.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Melakukan Evaluasi Kinerja Guru
Kepala sekolah telah melakukan evaluasi kinerja guru dengan melakukan rapat kerja guru yang rutin dilakukan baik pekanan, bulanan dan semesteran. Hal ini, bertujuan untuk mengetahui tingkat ketercapaian tupoksi guru, evaluasi juga dibutuhkan untuk mengukur tingkat keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran terhadap siswa serta mengetahui seluruh komponen semua kelebihan dan kelemahan guru dalam menjalankan tugasnya, khusus untuk kelemahannya setelah proses evaluasi bersama nantinya akan dilakukan program tindak lanjut terhadap kelemahan tersebut.
Evaluasi kinerja guru dilakukan dalam bentuk laporan setiap bulan, adapun komponennya mulai dari kehadiran guru, keterlambatan, perangkat pembelajaran yang dibuat oleh guru dan prestasi yang dicapai oleh guru. Selain laporan kinerja, bentuk evaluasi yang lain adalah adanya laporan pertanggung jawaban terhadap semua kegiatan yang memuat ketercapaian tujuan dan evaluasi kegiatan serta evaluasi anggaran yang digunakan dalam setiap kegiatan.
Berdasarkan informasi dari informan bahwa kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran kepala sekolah memiliki peran dalam pembuatan perencanaan pembelajaran. Kualitas pembelajaran di awali dengan perangkat yang dibuat oleh guru, hal ini yang menjadi dasar kepala sekolah senantiasa mengecek dan memberikan bimbingan kepada guru dalam proses pembuatan perangkat pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa guru SDIT Annur memiliki kinerja sangat baik dalam kegiatan pelaksanaan pembelajaran. Hal ini, dikarenakan guru mampu menguasai materi yang akan diberikan kepada siswa sesuai mata pelajaran yang diampu, memiliki kemahiran dalam mengajar melalui model dan metode yang mereka kuasai, serta mampu mengelola kelas dengan baik.
Dede Rubai Misbahul Alam, Kusnadi 223
Kinerja guru mempunyai spesifikasi tertentu dimana kinerja guru dapat dilihat dan diukur berdasarkan spesifikas/kriteria kompetensi yang harus dimiliki setiap guru. Berkaitan dengan kinerja guru di SDIT Annur merupakan rangkaian penilaian selama satu tahun pelajaran meliputi proses pembelajaran dan seluruh aktivitas guru tersebut selama bekerja di sekolah. Kepala sekolah melakukan upaya untuk mengukur kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran melalui rapot perkembangan siswa baik akademik, ibadah dan sikap yang diberikan kepada orang tua setiap 3 bulan.
Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi menunjukkan bahwa adanya peningkatan kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran hal ini ditunjukkan adanya peran kepala sekolah dalam memberikan pembinaan terhadap guru dalam proses pembuatan perangkat pembelajaran diantaranya RPP Terpadu melalui kegiatan coaching. Peran kepemimpinan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan pembelajaran, berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah menyatakan bahwa peran kepemimpinan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan pembelajaran adalah upaya untuk meningkatkan kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui kegiatan supervisi guru. Kepala sekolah melakukan kunjungan langsung ke kelas untuk melihat dan mengukur sejauh mana kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran melalui instrument yang sudah ditetapkan oleh sekolah dan menjadi pedoman dalam mengukur kinerja guru. Ada Peran kepemimpinan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja dalam evaluasi pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa upaya kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja dalam evaluasi pembelajaran melalui rapat koordinasi guru dengan melakukan evaluasi kinerja guru sehingga menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan yang ada. Bentuk komitmen kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru juga dilakukan
dengan memberikan penghargaan kepada guru-guru yang memiliki kinerja sangat baik berupa penghargaan atau insentif untuk kesejahteraan guru.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terkait peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SDIT Annur Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi menunjukkan kinerja yang sangat baik, hal ini dibuktikan dengan pembinaan kinerja guru oleh kepala sekolah dalam kegiatan seminar, workshop, diklat, webinar, lokakarya, training fot trainer, dan program pelatihan guru yang dilakukan secara berkelanjutan. Dalam melakukan pengawasan kinerja guru, peran kepala sekolah membuat jadwal supervise untuk melakukan kunjungan ke setiap kelas yang dilakukan satu kali dalam satu semester. Observasi juga dilakukan dalam rangka untuk melihat langsung proses pembelajaran baik dalam hal mengelola kelas dan metode pembelajaran yang digunakan melalui perangkat pembelajaran. Peran kepala sekolah dalam memberikan motivasi baik secara individu atau pada saat rapat koordinasi bersama guru bertujuan memberikan semangat dan dorongan kepada guru untuk meningkatkan kinerja. Evaluasi kegiatan belajar dan kinerja guru dilakukan secara periodik di akhir semester, hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran dan mengetahui apakah kinerja guru semakin baik dalam menjalankan tugasnya. Kinerja guru menunjukkan nilai yang cukup baik, hal ini terlihat dari instrumen penilaian kinerja guru. Adapun indikator penilaian mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan mengevaluasi/penilaian pembelajaran. Peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru sangat penting dalam mengembangkan mutu pendidikan hal ini dapat dilakukan dengan menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pimpinan.
Dede Rubai Misbahul Alam, Kusnadi 225
REFERENCES
Abd Rahman, B. P., Munandar, S. A., Fitriani, A., Karlina, Y., & Yumriani, Y. (2022).
Pengertian Pendidikan, Ilmu Pendidikan Dan Unsur-Unsur Pendidikan.
Al-Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 1–8.
Aisa, A., Shofiyani, A., & Farkhanudin, M. (2021). PKM melalui pendampingan bagi guru mata pelajaran fiqih bab thoharoh. Jumat informatika: jurnal pengabdian masyarakat, 2(2), 70–73.
Auliyah, K. (2022). Inovasi Metode Pendidikan Agama Islam Melalui Active Learning. Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan Dan Pedagogi Islam, 7(1), 29–36.
Baharun, H. (2015). Penerapan pembelajaran active learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa di madrasah. PEDAGOGIK: Jurnal Pendidikan, 1(1).
Bali, M. M. E. I. (2017). Model interaksi sosial dalam mengelaborasi keterampilan sosial. Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 4(2).
Borahima, M. H. (2019). Fungsi Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Peningkatan Kinerja Aparatur Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi.
Katalogis, 8(2), 172–183.
Dahliana, S. (2019). Students’ Motivation And Responsive Pedagogy In Language
Classroom. Englisia Journal, 6(2), 75.
https://doi.org/10.22373/ej.v6i2.4601
Djailani, A., & Usman, N. (2015). Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru pada SDN 7 Muara Dua Lhoksuemawe.
Jurnal Administrasi Pendidikan: Program Pascasarjana Unsyiah, 3(2).
Edizal, A., & Noviantoro, D. (2022). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Pelatihan Terhadap Motivasi, Serta Dampaknya Pada Kinerja Guru Di Sekolah Islam Terpadu Insan Mandiri Cendekia Palembang. EKOMBIS REVIEW:
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 10(2), 1357–1370.
Emda, A. (2016). Strategi Peningkatan Kinerja Guru Yang Profesional. Lantanida Journal, 4(2), 111–117.
Febriana, R. (2021). Evaluasi pembelajaran. Bumi Aksara.
Hamzah, D. A. (2021). Metode Penelitian Kualitatif Rekontruksi Pemikiran Dasar serta Contoh Penerapan Pada Ilmu Pendidikan, Sosial & Humaniora. CV Literasi Nusantara Abadi.
Iqmalia, N., Istiqomah, I., & Hartono, S. (2022). Kinerja guru di tinjau dari profesionalisme, motivasi kerja dan iklim organisasi. 24(2), 395–401.
Limantara, N., & Jingga, F. (2014). Perancangan Model Learning Management System untuk Sekolah. ComTech: Computer, Mathematics and Engineering Applications, 5(1), 203–212.
Maharani, S. A., & Putra, P. (2018). Optimalisasi Wakaf dalam Sektor Pendidikan.
MASLAHAH (Jurnal Hukum Islam Dan Perbankan Syariah), 9(1), 103–
112.
Nengsih, S., Gusfira, R., & Pratama, R. (2020). Kepemimpinan Transformatif Di Lembaga Pendidikan Islam. PRODU: Prokurasi Edukasi Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(1).
Nurhidayah, S., Basri, H., Ridwan, R., Putrianika, P., Widyowati, D. D., & Khoiriyah, U. (2023). Penyuluhan Perubahan Pemahaman Dalam Pencegahan Dan Penurunan Stunting Di Kecamatan Batujaya Karawang. DEVOSI, 4(1), 70–80. https://doi.org/10.33558/devosi.v4i1.6916
Putra, P., Fahlevi, R., Rahmawati, R., & Isfandayani, I. (2023). Merdeka Learning Campus Curriculum Design: A Review toward Islamic Banking Study Program in Universitas Islam 45. Paradigma, 20(1), 65–73.
Radhiah, R., & Sunarto, S. (2021). Pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah, Peran Komite Kompetensi Guru Terhadap Keberhasilan Manajemen Berbasis Sekolah SMK DI Kecamatan Karangmojo. Media Manajemen Pendidikan, 4(2), 238–247.
Retnilasari, E., & Putra, P. (2019). Pengaruh Program Pelatihan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Terhadap Peningkatan Kemampuan dan Kinerja Karyawan PT. Bank Syariah Mandiri.
MASLAHAH (Jurnal Hukum Islam dan Perbankan Syariah), 10(2), 49–61.
Sanjani, M. A. (2018). Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah. Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan, 7(1).
Sari, I. P. T. P. (2013). Pendidikan kesehatan sekolah sebagai proses perubahan perilaku siswa. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 9(2).
SDIT Annur. (2022). Profil SDIT Annur.
Siburian, P. (2014). Faktor Penentu Kinerja Kepala Sekolah Menengah Kejuruan.
Jurnal Cakrawala Pendidikan, 33(02), 257–266.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Alfabeta Bandung.
Wakidi, W., & Aristiati, F. (2022). Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru. Attractive: Innovative Education Journal, 4(3), 312–320.
Dede Rubai Misbahul Alam, Kusnadi 227
Widyastuti, S., & Yulianto, A. (2018). Peran mediasi motivasi kerja pada pengaruh sertifikasi profesi dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Economic Education Analysis Journal, 7(1), 15–28.
Yonata, H., Wijoyo, H., & Sunarsi, D. (2020). Pengaruh Disiplin dan Iklim Kerja terhadap Kinerja Kepala Sekolah pada Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah Cipulir, Jakarta Selatan. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(2), 594–600.
Zubair, A., Sasongko, R. N., & Aliman, A. (2017). Manajemen Peningkatan Kinerja Guru. Manajer Pendidikan, 11(4).