PERANCANGAN DESAIN KEMASAN KUE SURI MAKANAN KHAS PALEMBANG
Sari Lestari Pratiwi1*), Biti Andrispa2, Didiek Prasetya3
1,2,3 Program Studi Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi dan Bisnis Palcomtech
1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
Kata Kunci:
desain; kemasan; kue suri;
Palembang
Abstract: Kue suri is one of Palembang's typical foods and is rarely found. The packaging still uses mica plastic, which is not safe for food. This research was conducted with the aim of obtaining the necessary data for designing a kue suri's packaging design. The research covered everything from data collection to the packaging design process. Data collection methods used were interviews, observation, and literature studies. The design style used in the packaging design is a classic vintage style. The packaging will be made in an octagonal shape. With the new packaging design, it is hoped that it can help the kue suri be better known by the public and can assist in promotion.
Abstrak: Kue suri merupakan salah satu makanan khas Palembang yang sudah jarang dijumpai. Pengemasan yang digunakan masih menggunakan plastik mika yang kurang aman untuk makanan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam merancang desain kemasan kue suri. Penelitian yang dilakukan melingkupi pengumpulan data hingga proses mendesain kemasan. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Gaya desain yang digunakan pada desain kemasan menggunakan gaya vintage classic.
Kemasan dibuat berbentuk oktagonal atau segi delapan. Dengan adanya desain kemasan yang dibuat diharapkan dapat membantu kue suri dapat lebih dikenal oleh masyarakat dan dapat membantu dalam promosi.
Pratiwi dkk. (2023). Perancangan Desain Kemasan Kue Suri Makanan Khas Palembang. PalcomTech 2023
PENDAHULUAN
Indonesia memiliki beragam menu masakan, mulai dari menu lauk hingga menu camilan. Karena keberagaman dalam bidang makanan inilah para pebisnis mulai berbondong membuka usaha dibidang makanan atau kulineri, serta banyaknya peminat atau wisatawan pada bidang ini baik dari dalam kota hingga luar kota yang menjadi pemicu perkembangan usaha bidang kuliner [1] [2]. Berbeda kota berbeda pula menu makanan, meskipun terkadang diantara kota beberapa menu terdapat kesamaan namun pada dasarnya tetap memiliki perbedaan. Salah satunya yaitu kue suri yang merupakan kue atau makanan pendamping khas Palembang yang sekilas mirip dengan bika ambon khas Medan. Namun keduanya memiliki perbedaan, baik dari segi bahan pembuat, rasa, bahkan tampilannya cukup berbeda meskipun keduanya sama-sama memiliki tekstur berlubang. Sayangnya, kepopularitasan kue suri tidak menonjol seperti bika ambon, hal yang dapat dipicu dari sedikitnya produsen kue suri, dan pengemasan yang kurang menarik, serta kurangnya informasi mengenai kue suri tersebut.
Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengenalkan kue suri sebagai salah satu makan khas Palembang yang hampir terlupakan melalui perancangan desain kemasan. Karena setiap usaha makanan pasti memerlukan kemasan sebagai wadah, pelidung, atau pembungkus untuk layanan pesan antar, terlebih untuk makanan jenis kue. Pengemasan menjadi hal yang penting, selain sebagai wadah dan pelindung, kemasan juga dapat meningkatkan nilai suatu produk serta dapat menjadi salah satu media promosi yang baik bagi usaha bidang makanan [3]. Pada penelitian sebelumnya, diketahui bahwa kemasan dapat memberikan identitas dan dapat meningkatkan daya tarik konsumen [4] [5] Maka dari itu penulis melakukan penelitian ini untuk membuat kemasan yang menarik, dalam hal ini penulis akan membuat kemasan untuk kue suri yang dibuat oleh toko “MonKoee” milik ibu Agustina. Karena kemasan yang digunakan ibu Agustina dalam pengemasan kue suri masih menggunakan plastik mika dan tanpa diberi identitas toko maupun produknya. Penggunaan plastik mika kurang baik untuk produk makanan. Dengan perancangan desain kemasan ini, dapat dijadikan sebagai salah satu upaya marketing, karena kemasan dapat dijadikan media promosi dan penyampai informasi [6] [7]. Kemasan baru yang penulis akan buat menggunakan kertas konstruk 260 gsm. Bahan ini biasa digunakan untuk kemasan kue dan cukup aman digunakan untuk produk makanan.
METODE
Dalam proses perancangan desain kemasan kue suri, penulis memerlukan beberapa data yang diperlukan seperti bagaimana proses pembuatan kue dan cara pengemasan?. Untuk mendapatkan data tersebut penulis menggunakan metode wawancara dan observasi langsung dengan pembuat produk. Dan untuk kelengkapan data penulis melakukan studi kepustakaan terkait perancangan desain kemasan[8] dan sebagai referensi yang penulis peroleh dari hasil penelitian terdahulu. Pengilustrasian pada kemasan dapat memberikan identitas pada produk, karena adanya informasi yang diberikan terkait produk. Dan pada penelitian ini, ilustrasi berupa foto kue suri, yang menjadi pengilustrasian identitas bentuk dari kue suri itu sendiri [1]. Metode perancangan yang digunakan mengikuti metode perancangan Chuck Growth dalam Aji, P., & Purba, D. dengan studi kasus “(Baking Mix) Quic and Easy to Make Blackberry Muffin”, yaitu: 1) Mengerti masalah dan menentukan solusi, 2) Menentukan hirarki (nama produk, nama perusahaan, ilustrasi, dsb.), 3)Tahap pertama desain, 4) Pemetaan 5) Mengaplikasikan desain pada template desain, 6) membuat mock-up [9].
HASILDANPEMBAHASAN
Gaya desain vintage classic, yang penulis gunakan dalam perancangan desain kemasan kue suri ini [10]. Bentuk kemasan yang penulis buat, berbentuk segi delapan, karena bentuk ini, karena pola ini merupakan perpotongan dari bentuk lingkaran, bentuk ini terisnpirasi dari bentuk bakingpan/loyang pemanggang kue yang digunakan dari zaman dahulu untuk membuat kue. Kemasan dibuat dengan diameter 20cm, serupa dengan ukuran kue. Rancangan kemasan kue suri ini dibuat dengan menggunakan software “Adobe Illustrator 2019”.
Berikut langkah atau proses perancangan desain kemasan kue suri: (1) Penulis membuat beberapa contoh bentuk kemasan, seperti pada Gambar 1.
Gambar 1 Referensi Bentuk Kemasan
Selanjutnya (2) Membuat pola kerangka kemasan dalam bentuk digital seperti Gambar 2, penandaan layout dimulai dari bagian depan yang bersentuhan dengan alas sebagai acuan, hal ini hanya sebagai acuan untuk mempemudah penulis dalam menentukan posisi layout.
Gambar 2 Kerangka Kemasan
Langkah berikutnya (3) Pewarnaan dasar kemasan seperti di Gambar 3, warna merah marun memiliki karakteristik yang kuat, berani dan elegan. Warna ini juga mewakili warna khas Palembang.Tujuan dari perancangan desain kemasan ini adalah dapat mengenalkan kue suri sebagai makanan khas Palembang kepada masyarakat luas khusunya masyarakat Palembang dan menjadi media promosi berani dan elegan.
Gambar 3 Pewarnaan Dasar
Langkah (4) Proses mendesain dan menentukan layout, Penulis memberikan corak songket yang merupakan kain khas Palembang. Agar kesan Palembang-nya lebih hidup, dan kue suri yang merupakan makanan khas Palembang dapat lebih dikenal. Karena selain berfungsi sebagai wadah dan pelindung suatu produk, kemasan juga dapat menigkatkan nilai dari produk tersebut, serta kemasan juga dapat dijadikan sebagai media promosi. Maka sangat diperlukan berbagai informasi dari produk tersebut. Untuk nama produk dan ilustrasi produk berupa foto (foto kue suri) akan diposisikan pada bagian depan seperti di Gambar 4.
Gambar 4 Proses Desain Dan Tata Letak
Nama produk menggunakan font “Lemon Jelly”, yang penulis dapatkan dengan menggunduh format dari website.
Gambar 5 Nama Produk
Pada sisi S7 terdapat informasi produk, seperti komposisi atau bahan pembuat makanan tersebut, saran penyimpanan dan tanggal produksi. Dan pada bagian belakang terdapat informasi kontak toko berupa QR code yang penulis peroleh dari website “HeyLink.me”. Agar tampilan tidak terlalu polos, maka dibuat corak songkat dengan dikurangi nilai opacity menjadi 33%.
Gambar 6 Informasi Produk
Bagian sisi yang dibiarkan kosong akan dijadikan jalur untuk sabuk / belt penyangga yang juga akan menjadi pegangan / handle untuk memudahkan konsumen dalam membawa.
Gambar 7 Sisi Kemasan
Langkah (5) Membuat desain sabuk / penyangga seperti di Gambar 8, Belt atau sabuk ini dibuat sebagai penyangga dan handle atau pegangan, dimaksudkan agar dapat mempermudah konsumen dalam membawa produk, sehingga tidak memerlukan kantong plastik tambahan. Desain sabuk ini dibuat dengan menambahkan corak songket pada bagian lengannya, dan pada bagian ujung lengan terdapat lubang yang akan digunakan untuk memegang.
Gambar 8 Pola Desain Sabuk
Langkah (7) Referensi / Contoh mock-up seperti di Gambar 9, membuat visualisasi dari kemasan yang dibuat, dimaksudkan agar lebih mudah dalam memperkirakan penampakan kemasan dari berbagai posisi / angle jika kemasan telah selesai dibuat.
Gambar 9 Referensi Mock-Up
SIMPULAN
Untuk merancang desain kemasan kue suri, penulis cukup kewalahan dalam prosesnya. Sebab, penulis perlu memikirkan bentuk kemasan yang unik, pola desain yang menarik dan menentukan bagaimana menentukan tata letak atau layout yang tepat. Hal ini wajar terjadi, namun tetap fokus merupakan kunci utama dalam membuat sebuah desain. Penulis memilih bentuk oktagonal atau segi delapan, karena segi delapan merupakan perpotongan dari lingkaran, bentuk ini penulis terinspirasi dari bentuk bakingpan / atau loyang pemanggang yang biasa digunakan orang zaman dahulu untuk membuat kue atau bolu.
ACKNOWLEDGEMENT
Penulis berterimakasih kepada Ibu Agustina sebagai pemilik usaha MonKoee sekaligus pembuat kue suri yang telah bersedia meluangkan waktu dan membagikan informasi terkait usahanya yang sangat membantu bagi penulis dalam pengumpulan data.
DAFTARPUSTAKA
[1] I. R. Marsiti, N. M. Suriani, N. W. Sukerti, C. Istri, and R. Marsiti, “Strategi Pengembangan Makanan Tradisional Berbasis Teknologi Informasi Sebagai Upaya Pelestarian Seni Kuliner Bali,” Jurnal IKA, vol. 17, no. 2, 2019, [Online]. Available: http://cokistrirakamarisiti.com.
[2] D. D. I. Yogyakarta, M. Harsana, and M. Triwidayati, “Potensi Makanan Tradisional Sebagai Daya Tarik Wisata Kuliner.”
[3] J. Ilmiah and K. Grafis, “Pengaruh Ilustrasi Desain Kemasan Pada Produk Singkong Keju D-9 Oleh- Oleh Khas Kota Salatiga,” vol. 14, no. 1, pp. 128–137, 2021, [Online]. Available:
http://journal.stekom.ac.id/index.php/pixel, page128
[4] R. Chandra and V. H. Prasetia, “Desain Kemasan Makanan Khas China Town Kota Palembang,”
Desain Kemasan Makanan Khas China Town Kota Palembang. , 2021.
[5] M. Natalia Limarta, E. Christine Yuwono, B. Mardiono, K. Kunci, D. kemasan, and U. Jember,
“Perancangan Desain Kemasan Produk Kumoje UD. WMS Jember.”
[6] E. H. Rukmana, Pengantar Kewirausahaan. Yogyakarta: Diva Press, 2021.
[7] D. Sunyoto, Dasar-dasar manajemen pemasaran : konsep, strategi, dan kasus. Yogyakarta: CAPS, 2014.
[8] G. Ramdani, Desain Grafis. IPB Press, 2019.
[9] P. Aji and D. Purba, Perancangan Kemasan Kemplang Tunu. Palembang, 2021.
[10] Sudjadi Tjipto Rahardjo, Desain Grafis Kemasan UMKM. Yogyakarta: Deepublish, 2019.