PENDAHULUAN
Diagnosis Permasalahan Kelas
Tiga orang siswa tunagrahita sedang belum mandiri dalam makan, terkadang masih disuapi oleh orang tuanya. Guru menggunakan media video animasi saat menyampaikan materi, sehingga pengalaman belajar siswa masih kurang konkrit.
Fokus Masalah
Tiga siswa tunagrahita sedang belum mandiri dalam hal makan karena belum ada pedoman yang terstruktur.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Hasil Penelitian
Landasan Pustaka
- Keterampilan Merawat Diri Makan dan Minum Peserta Didik
- Pembelajaran Pada Peserta Didik Disabilitas Kecerdasan
- Media Pembelajaran
- Media Panduan Bergambar Ilustrasi Fotografi
- Prosedur Pembelajaran Makan dan Minum Menggunakan
- Hasil Penelitian yang Relevan
- Kerangka Berfikir
- Hipotesis Tindakan
Keterampilan makan dan minum perawatan diri bagi siswa penyandang disabilitas Kecerdasan tingkat menengah Kecerdasan tingkat menengah. Siswa tunagrahita sedang kelas IV SLB N Pembina Yogyakarta masih belum mampu makan dan minum dengan baik dan mandiri.
METODE PENELITIAN
Waktu Penelitian
13 Februari 2017 Melaksanakan kegiatan setelah tindakan I yaitu memakan makanan berkuah dan meminum minuman kemasan dalam kaleng serta melakukan refleksi pelaksanaan siklus I bersama guru. 27 Februari 2017 Melaksanakan kegiatan setelah tindakan II yaitu makan menggunakan sendok garpu dan minum dengan sedotan.
Deskripsi Tempat Penelitian
28/02/2017 Pelaksanaan kegiatan setelah tindakan II, makan makanan berkuah dan minum minuman kemasan kaleng, dan refleksi pelaksanaan II. bersepeda bersama guru. Dengan PMT ini siswa dapat belajar pembelajaran pengembangan diri khususnya tata cara makan dan minum.
Subjek dan Karakteristiknya
Saya salah satu siswa tunagrahita sedang di kelas IV SDLB SLB N Pembina Yogyakarta. F merupakan salah satu siswa tunagrahita sedang di kelas IV SDLB SLB N Pembina Yogyakarta.
Skenario Tindakan
Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan materi tentang tata cara makan dan minum yang benar yang telah dipelajari dan diamalkan. Membandingkan kemampuan awal siswa dengan kemampuan yang dimilikinya setelah melakukan tindakan untuk mengetahui perbaikan tata cara makan dan minum yang benar.
Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Tes tata cara makan dan minum mengungkapkan keterampilan siswa tunagrahita sedang dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Partisipasi belajar siswa dalam meningkatkan kemampuan makan dan minum yang baik melalui media panduan dengan ilustrasi fotografi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan siswa secara keseluruhan dalam melakukan tindakan di bawah bimbingan guru.
Kriteria Keberhasilan Tindakan
Teknik Analisis Data
Hasil observasi partisipasi belajar siswa pada pembelajaran tata cara makan dan minum Siklus II. Siswa mengamati setiap gambar pada Panduan Ilustrasi Fotografi Seri 6 “Tata Cara Makan Makanan Kemasan”.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Pra Tindakan
Hal yang dilakukan dengan bantuan verbal dan nonverbal antara lain mencuci tangan sebelum makan, memposisikan sendok. Satu item dilakukan dengan bantuan verbal dan fisik yaitu mencuci tangan sebelum makan dan tujuh item tidak dilakukan oleh F. Tujuh item dibawakan dengan bantuan verbal, dua item dibawakan dengan bantuan verbal dan nonverbal, dan lima item tidak dibawakan oleh F.
Lima butir soal dibawakan dengan bantuan verbal dan nonverbal, dan tiga butir soal tidak dibawakan oleh F. Tujuh butir soal dibawakan oleh O dengan bantuan lisan, empat butir soal dibawakan dengan bantuan verbal dan nonverbal, dan dua butir soal dibawakan dengan bantuan verbal dan nonverbal. -bantuan verbal. tidak dilakukan oleh O.
Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Setelah menyelesaikan kegiatan tujuh rangkaian panduan tersebut, siswa dan guru menyelesaikan materi yang telah dipelajari dan dipraktikkan. Guru mengajak siswa bertanya tentang cara makan dengan sendok dan garpu serta minum dengan sedotan. Setelah melaksanakan kegiatan sesuai panduan seri 8, guru dan siswa menyelesaikan materi yang dipelajari dan dipraktikkan.
Dilanjutkan dengan mendengarkan penjelasan guru mengenai indikator yang akan dilaksanakan dan sikap yang harus diambil siswa. Kemudian dilanjutkan mendengarkan penjelasan guru tentang tata cara sesuai panduan, dilanjutkan dengan praktik oleh siswa.
Deskripsi Data Hasil Pengamatan Tindakan Siklus I
Setelah dilakukan rapat tindakan, ditentukan proses kemampuan makan dan minum yang dicapai siswa tunagrahita sedang kelas IV SDLB melalui tes tindakan. Selain untuk meningkatkan kemampuan makan dan minum, penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran, dalam hal ini partisipasi siswa dalam pembelajaran. Ketika guru bertanya kepada saya tentang aturan makan dan minum, beliau mampu menjawab, namun harus diingatkan dua kali.
Saya harus diingatkan dua kali ketika diminta menanyakan informasi kepada teman tentang cara makan dan minum. Saat guru meminta temannya untuk mencari informasi tentang cara makan dan minum, F tidak mau melakukannya.
Deskripsi Hasil Pasca Tindakan Siklus I
Dari grafik di atas terlihat kemampuan makan dan minum siswa terus meningkat. Siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran cara makan dan minum yang disajikan dengan bantuan pemandu disertai ilustrasi fotografi. Siswa berhasil meningkatkan keterampilan etika makan dan minum setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan media terbimbing dengan ilustrasi fotografi.
Partisipasi siswa dan kinerja guru sangat berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan makan dan minum. Siswa mengamati setiap gambar pada Panduan Ilustrasi Foto Seri 3 “Tata Cara Menggunakan Peralatan Makan”. Siswa mengidentifikasi aktivitas yang dilakukan pada setiap gambar pada panduan ilustrasi foto Tata Cara Makan Seri 5.
Siswa mengidentifikasi kegiatan yang dilakukan pada setiap gambar pada panduan ilustrasi fotografi seri 6 “Tata Cara Makan Makanan Paket”. Siswa mengamati setiap gambar pada panduan ilustrasi fotografi seri 7 “Makan dengan Sendok dan Garpu”. Siswa mempraktikkan tata cara memakan makanan berkuah dengan panduan ilustrasi fotografi seri 9 “Makan Makanan Berkuah”.
Refleksi Tindakan Siklus I
Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Siklus II
Setelah melakukan tanya jawab, guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang sikap yang sebaiknya diterapkan selama pembelajaran. Pada kegiatan inti pertama, siswa melihat setiap gambar pada panduan ilustrasi foto seri 1, kemudian melihat gambar pada panduan. Setelah mengamati dan mengidentifikasi gambar pada panduan seri 3, siswa menyebutkan kegunaan piring, mangkok, dan serbet serta mempraktikkan cara memegang sendok dan garpu.
Pada kegiatan makan dengan tangan, siswa mengamati setiap gambar dan mengidentifikasi aktivitas yang ada pada gambar tersebut. Setelah pembelajaran selesai, guru bertanya kepada siswa tentang pembelajaran apa yang telah mereka lakukan.
Deskripsi Data Hasil Pengamatan Tindakan Siklus II
Materi tersebut antara lain berdoa sebelum belajar, menjawab pertanyaan tentang tata cara makan dan minum, mendengarkan penjelasan guru tentang indikator dan sikap belajar, mengamati dan mengidentifikasi panduan. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk diingatkan adalah mencari informasi dari teman tentang cara makan dan minum. Saya perlu diingatkan sekali lagi. Butir-butir tersebut antara lain menjawab pertanyaan tentang tata cara makan dan minum, mendengarkan penjelasan guru tentang indikator dan sikap belajar, mengamati dan mengidentifikasi panduan.
Materi tersebut antara lain berdoa sebelum belajar, menjawab pertanyaan tentang tata cara makan dan minum, mendengarkan penjelasan guru tentang indikator dan sikap belajar, mengamati dan mengidentifikasi panduan. Hal-hal yang perlu diingatkan oleh O antara lain mencari informasi tentang tata cara makan dan minum, menerapkan postur makan dan minum yang baik, serta mempraktikkan makan dan minum.
Deskripsi Hasil Pasca Tindakan Siklus II
Soal-soal lainnya dapat dikerjakan secara mandiri oleh I. 8) Semua soal minum minuman dengan sedotan dapat dikerjakan secara mandiri oleh I. 9) Semua soal makan makanan berkuah dapat dikerjakan secara mandiri oleh I. 10) Soal-soal lainnya yang dapat dikerjakan dengan cara I. I. Saya menyertakan dengan bantuan lisan mengamati tanggal kadaluarsa, memegang badan dan tutup botol saat membuka kemasan dan memeras botol yang kosong. Hal-hal yang dilakukan dengan bantuan verbal antara lain menyebutkan jenis-jenis makanan kemasan, mencuci tangan sebelum makan, membuka bungkus makanan, mengambil makanan dengan sendok, dan makan dengan hati-hati. Sedangkan item-item lainnya pada indikator minum sedotan dapat diselesaikan secara mandiri oleh F. 9) Semua item pada indikator konsumsi makanan berkuah dapat diselesaikan secara mandiri oleh F.
Item lainnya dilakukan secara mandiri oleh O. 10) Pada indikator minum minuman dalam kemasan, O dapat membuka segel kemasan dengan bantuan, membuka kemasan botol, memeras botol kosong, membuka botol minuman dan memeras kaleng kosong. Berdasarkan hasil pasca tindakan II kemampuan makan dan minum menggunakan panduan ilustrasi fotografi mengalami peningkatan dibandingkan pasca tindakan siklus I.
Refleksi Tindakan Siklus II
Dari tabel tersebut terlihat bahwa siswa terus mengalami peningkatan kemampuan makan dan minum mulai dari kegiatan pra tindakan hingga pasca tindakan II. Peningkatan dari setelah tindakan I ke setelah tindakan II sebesar 21,88 dan peningkatan dari pra tindakan ke setelah tindakan II sebesar 37,26. Subjek F pada pra tindakan mendapat skor 55,28, pasca tindakan I mendapat skor 70,67, pasca tindakan II mendapat skor 93,02.
Subjek O pada pra tindakan mendapat skor 60,09, pasca tindakan siklus I mendapat skor 74,03, setelah siklus II mendapat skor 92,54. Peningkatan dari pasca siklus I ke pasca siklus II sebesar 18,51 dan peningkatan dari pra intervensi ke pasca siklus II sebesar 32,45.
Pembahasan
Berdasarkan hasil tes dan observasi dapat disimpulkan bahwa pada tindakan siklus II, pencapaian skor siswa tunagrahita sedang pada kategori peningkatan kemampuan makan dan minum dengan bantuan media panduan ilustrasi fotografi meningkat. memiliki. Guru menggunakan media video animasi sebagai perantara dalam menyampaikan pesan tentang cara makan dan minum. Untuk menyampaikan materi pembelajaran tentang cara makan dan minum, peneliti menggunakan media panduan dengan ilustrasi fotografi sebagai perantara antara pendidik dan siswa dalam menyampaikan pesan.
Melalui media panduan dengan ilustrasi fotografi terjadi peningkatan baik pada kemampuan makan minum maupun partisipasi belajar. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media panduan bergambar ilustrasi fotografi dalam proses pembelajaran menjaga diri, tata cara makan dan minum merupakan media yang menarik kaitannya dengan karakteristik siswa tunagrahita, sehingga materi menjadi mudah diingat.
Temuan Penelitian
Temuan kedua dicatat bahwa seluruh siswa sebagai subjek penelitian lebih memperhatikan detail kegiatan yang harus dilakukan sesuai dengan panduan bergambar foto. Partisipasi siswa juga dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru berupa stiker bintang yang diberikan siswa ketika mampu menyelesaikan kegiatan. Seluruh subjek penelitian telah mencapai nilai KKM yang ditentukan, sehingga dapat dikatakan adanya perubahan media dalam pembelajaran makan dan kebiasaan makan.
Ini dipengaruhi oleh media panduan bergambar dengan ilustrasi fotografi yang membantu kanak-kanak menjalankan prosedur makan dan minum yang betul melalui gambar supaya mereka tidak memerlukan pemikiran yang berat.
Keterbatasan Penelitian
Simpulan
Implikasi
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran makan dan minum, dengan menggunakan media sebagai panduan dengan ilustrasi fotografi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa siswa berhasil meningkatkan keterampilan etika makan dan minum setelah menyelesaikan proses pembelajaran menggunakan media terbimbing dengan ilustrasi fotografi. Peningkatan keterampilan didukung dengan penggunaan media yang konkrit dan terstruktur, tergantung kebutuhan siswa.
Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh pihak lain sebagai literatur untuk meningkatkan kemampuan makan dan minum pada siswa tunagrahita sedang. Pelaksanaan pembelajaran makan dan minum yang benar menggunakan media panduan disertai ilustrasi fotografi untuk siswa tunagrahita kategori sedang di kelas IV SLB N Pembina Yogyakarta dilaksanakan dalam dua siklus.
Saran
Siswa melihat setiap gambar dalam Seri Panduan Ilustrasi Foto 4 "Tata Cara Penggunaan Peralatan Minum". Siswa melihat setiap gambar dalam Seri Panduan Ilustrasi Foto 10 "Tata Cara Minum Minuman Dalam Kemasan". Siswa mempraktikkan cara makan dengan sendok dan garpu dengan rangkaian 7 panduan bergambar foto "Makan dengan Sendok dan Garpu".