• Tidak ada hasil yang ditemukan

Waktu Henti (down time) Layanan Sistem Informasi dan Perangkat Komputer

N/A
N/A
Zulfan Pria

Academic year: 2023

Membagikan "Waktu Henti (down time) Layanan Sistem Informasi dan Perangkat Komputer"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Waktu Henti (down time) Layanan Sistem Informasi dan Perangkat

Komputer

SOP

No. Dokumen : No. Revisi : Tanggal terbit : Halaman : 1/2 UPT

PUSKESMAS JETIS

Kepala Puskesmas .

NIP.

1. Pengertian Waktu henti (down time layanan sistem informasi dan perangkat komputer adalah kegagalan perangkat keras/perangkat lunak menyediakan layanan pada periode waktu tertentu yang menyebabkan terganggunya proses pelayanan di Puskesmas.

Waktu henti dibedakan menjadi dua, waktu henti yang direncanakan dan waktu henti yang tidak direncanakan. Waktu henti yang direncanakan adalah berhentinya ketersediaan layanan yang disebabkan oleh pemeliharaan perangkat keras atau layanan sistem informasi. Waktu henti yang tidak direncanakan adalah berhentinya. ketersediaan layanan yang disebabkan oleh gangguan atau kerusakan secara tiba-tiba.

Penanganan waktu henti (down time merupakan prosedur mengembalikan kemampuan perangkat komputer untuk menyediakan layanan seperti semula (up time),

2. Tujuan Menyediakan pedoman dalam penanganan waktu henti (down time)

yang direncanakan dan tidak direncanakan

3. Kebijakan Peraturan Direktur No 71 Tahun 2022 Tentang Pedoman Pengelolaan Data Dan Informasi.

4. Referensi Pedoman Layanan Klinis UPT Puskesmas Jetis 5. Prosedur Prosedur Waktu henti (down time) yang direncanakan:

1. Pelaksanaan waktu henti yang direncanakan wajib dilakukan diluar waktu pelayanan rawat jalan Puskesmas Jetis.

2. Petugas melakukan pencatatan waktu henti (downtime) dilakukan (tanggal, jam, lama waktu henti.

3. Petugas memberikan pengumuman kepada seluruh unit kerja di rumah sakit tentang pelaksanaan waktu henti (tanggal, jam, dan lama waktu herti)

4. Petugas melakukan perbaikan/pemeliharaan sistem informasi atau perangkat komputer selama waktu henti berlangsung.

5. Petugas memastikan pemeliharaan/perbaikan sistem informasi atau perangkat komputer dilakukan tidak melebihi batas waktu henti yang diinformasikan.

(2)

6. Jika terjadi kelebihan waktu, petugas wajib memberikan pengumuman kembali kepada seluruh unit kerja di rumah sakit.

7. Jika perbaikan/pemeliharaan sistem informasi telah selesai dilakukan, dan layanan sistem informasi telah kembali online, petugas IPDE wajib melakukan pengumuman kepada seluruh unit kerja di rumah sakit.

8. Petugas IPDE mengisi Formulir Evaluasi Penanganan Waktu Henti Sistem Data Dan Informasi.

Prosedur waktu henti (downtime) tidak terencana:

1. Jika kejadian waktu henti terjadi pada lingkungan ruang server utama rumah sakit:

a Petugas melakukan pemetaan masalah pada lingkungan tempat kejadian (pemetaan perangkat fisik server perangkat jaringan, dan perangkat lunak terkait

b. Petugas melakukan pencataan waktu kejadian downtime tidak terencana (tanggal, jam, dan lokasi kejadian)

c. Petugas melakukan perbaikan/penyelesaian dengan masalah yang terjadi dan memberikan estimasi waktu henti

d. Petugas memberikan pengumuman kepada seluruh unit keria di rumah sakit terkait waktu henti dan estimasi waktu henti selesai e. Petugas mengisi Formulir Evaluasi Penanganan Waktu Henti Sistem Data dan Informasi

1. ruang pelayanan yang dituju.

6. Unit Terkait 1. Semua Unit Kerja

Referensi

Dokumen terkait

Dari penjelasan dapat disimpulkan bahwa diperlukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan sistem informasi akademik ICT Universitas Andalas, sehingga dapat memenuhi harapan

Laporan skripsi dengan judul “Sistem Informasi Layanan Perhitungan Zakat Berbasis Web” telah dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan sebuah sistem layanan

Sistem layanan informasi kearsipan online ini, setidaknya menjadi sarana komunikasi langsung antara para pengguna dengan teknisi atau petugas arsip untuk mencari informasi yang

Dengan adanya sistem informasi layanan umroh online ini, tentunya akan mempermudah pengolahan data calon jamaah umroh dan pengelolaan jadwal yang akan sangat

• Mengembangkan pemanfaatan sistem informasi untuk mempercepat layanan • Meningkatkan kompetensi petugas layanan dan. • Mengkoordinasikan unit layanan di lingkungan Kementerian

Sistem Informasi Terpadu UPT Laboratorium Kesehatan Kota Surakarta Modul Layanan Non Klinik membantu petugas laboratorium kesehatan kota Surakarta dalam

Sistem Informasi CRM pada Unit Layanan Modal Mikro dibuat sesuai dengan perancangan menggunakan komponen- komponen yang sudah ditentukan sebelumnya, yaitu : pemrograman

Pada penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu aplikasi mobile sistem informasi layanan kesehatan berbasis android yang dapat memberikan informasi layanan