• Tidak ada hasil yang ditemukan

Warta DRPM UI

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Warta DRPM UI"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

www.research.ui.ac.id DIREKTORAT RISET DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA

Vol. 04 No. 01 jaNuari 12

Warta DRPM UI

Quo Vadis

Publikasi UI?

(2)

Bachtiar Alam, Ph.D.

Prof. Dr. Budiarso, M.Eng.

Dr.rer.nat. Agustino Zulys, M.Sc.

drg. Endang Winiati Bachtiar, M.Biomed., Ph.D Dr.rer.nat. Yasman

dr. Ponco Birowo, Sp.U., Ph.D (FK) Dr. drg. Ellyza Herda M.Si. (FKG) Dr. Drs. Herman Suryadi M.S., Apt (FMIPA) Prof. Dr. Bondan Tiara Sofyan (FT) Myra Rosana B. Setiawan, S.H., M.H. (FH) Dr. Rizal Eddy Halim, M.Sc. (FE) Dr. Phil. Lily Tjahjandari (FIB)

Dwi Ardhanariswari, S.Sos., M.Sc., M.A., M.Phil. (FISIP) Drs. A. Rahman, M.Env. (FKM),

Dr.Eng. Wisnu Jatmiko (Fasilkom) Wiwin Wiarsih, S.Kp., MN. (FIK) Dra. Dyah Triarini Indirasari, M.A. (FPsi) Yuni R. Intarti, M.Si (Program Pascasarjana) Citra Wardhani, M.Si.

Rr. Tutik Sri Hariyati, S.Kp., MARS.

Budi Hartono. S.Si., M.Kes.

Ahmad Nizhami, S.Si.

Iradati Rabbil Izzati, S.Si.

Muhammad Roji, S.Si.

Ahmad Nizhami, S.Si.

Iwan Setiawan Penanggungjawab

Pemimpin Redaksi Dewan Redaksi

Redaktur Pelaksana Staf Redaksi

Desain dan Tata Letak Distribusi

Warta DRPM UI

Dari Meja Redaksi

Dalam waktu yang berdekatan kita mengalami tiga tahun baru: Tahun Baru Hijriah, Tahun Baru Masehi, dan Tahun Baru Imlek; saat yang biasanya diidentifikasikan dengan dimulainya perubahan untuk menjadi lebih baik.

Dengan semangat ini, kami menampilkan wajah baru Warta DRPM yang kami harapkan tidak saja memberikan kenyamanan membaca yang lebih baik, tetapi juga secara esensial berisikan informasi yang lebih baik dan menarik.

DRPM berkeinginan untuk meningkatkan tulisan-tulisan yang bersifat analitis dan argumentatif. Karena itu, kami akan dengan sangat terbuka menerimanya melalui e-mail kami.

Selamat membaca!

Citra Wardhani

(3)

Vol.

05

No.

01

oktober

12 i

Warta drpm

i 1

Quo Vadis Publikasi UI

Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual atas Hasil Riset Universitas: Wacana dan Tantangan

Dean’s Award FKUI 2011:

Memacu Riset Translasional FKUI yang Orisinal, Inovatif dan Berkualitas Internasionnal

Lebih Dekat dengan Hibah Desentralisasi Dikti

Seminar Nasional Tamadun Melayu Nusantara Melayu: Diaspora dan Kontestasi Identitas

Pelatihan Penyusunan Laporan dan Luaran Program Pengabdian Masyarakat

Kerjasama Riset dengan Universitas Tsinghua dan Universitas Peking, Beijing China

Kerjasama Riset antara UI dengan National Graduate Institute For Policy Studies Jepang

Portable Architecture:

Unit Rumah Sementara untuk Pengembangan Peremajaan Kampung Mandiri

Pengembangan Sistem Pendeteksi, Penentu Posisi dan Sudut Pandang Citra Wajah 3D terdegradasi

1 5

8 10 12 13 14 15

21 18

Daftar Isi

Vol

05 No. 01 jaNuari 12

Warta DRPM UI

(4)

Quo Vadis

Publikasi UI

Topik Utama

DRPM melakukan analisis rutin di awal tahun atas publikasi ilmiah UI. Data menunjukkan bahwa UI kurang menunjukkan peningkatan yang tajam pada publikasi yang terindeks di Scopus. UI perlu untuk segera melakukan perubahan yang strategis untuk meningkatkan publikasi internasionalnya dalam proses perubahannya menjadi universitas riset. Analisis disampaikan oleh Bachtiar Alam dan Citra Wardhani.

S

eperti yang rutin selama ini dilakukan, DRPM melakukan analisis atas publikasi ilmiah UI tahun 2011 berdasarkan data di Scopus. Saat data dikumpulkan (2 Januari 2012), total publikasi ilmiah dengan ID “Universitas Indonesia” adalah 1.810 judul. Jumlah ini diluar jumlah publikasi UI dengan ID “Faculty of Medicine, Univeristy of Indonesia” dan “University of Indonesia - Dr.

Cipto Mangunkusumo Hospital” masing- masing sebanyak 18 dan 259 artikel.

Total keseluruhan publikasi ilmiah dari ketiga ID yang menggunakan nama UI mencapai jumlah 2.087 judul (Tabel 1). Keseluruhan judul tersebut terdiri atas berbagai tipe publikasi: artikel, conference paper, review, erratum, letter, editorial, dan artikel yang tengah dicetak. Untuk menghindari bias data, analisis selanjutnya dilakukan terhadap data “Universitas Indonesia” saja, yaitu UI dan FKUI tanpa RSCM.

UI FKUI UI RSCM Total

Article 1371 15 203 1589

Conference paper 319 0 6 325

Review 77 1 46 124

Erratum 0 0 3 3

Letter 29 0 1 30

Editorial 0 1 0 1

Article in Press 14 1 0 15

1810 18 259 2087

Publikasi UI dan FKUI sudah digabung oleh SCOPUS sejak Oktober 2011 sesuai permintaan dari DRPM UI. Namun dalam data terakhir ternyata masih ada 18 publikasi FKUI yang ternyata masih terpisahkan dari UI. Untuk itu, DRPM sudah menghubungi pihak SCOPUS untuk penggabungan kembali

?

Publikasi UI dalam tiga ID di Scopus dengan nama Universitas Indonesia”.

Tabel 1

(5)

Vol.

05

No.

01

oktober

12 i

Warta drpm

i 3

Publikasi Tiga Perguruan Tinggi Utama di Indonesia

Pada saat yang sama, jumlah publikasi ITB adalah 1.980 dan UGM 1.176 (Gambar 1).

Jumlah publikasi ITB yang muncul di Scopus mendapat kontribusi yang cukup besar dari jumlah conference paper (Gambar 2). UGM sendiri memiliki persebaran yang relatif sama dengan UI kecuali untuk report yang cukup banyak dihasilkan UGM.

Perbandingan jumlah total publikasi UI, ITB, dan UGM per 2 Jan. 2012.

Gambar 1

Perbandingan jumlah publikasi UI, ITB, dan UGM pada berbagai tipe publikasi ilmiah yang teridekskan di Scopus sampai 2011.

Gambar 2

(6)

Publikasi UI, ITB, dan UGM Tahun 2007”2011.

Jumlah publikasi artikel dan conference paper UI, ITB dan UGM Tahun 2007”2011 (dari Scopus per 2 Januari 2012)

Gambar 3

Conference Papers Articles

Gambar 4

Namun, diluar hal tersebut, publikasi di jurnal ilmiah juga harus terus dilakukan karena terlihat bahwa ITB mengalami peningkatan yang lebih konstan dibandingkan UI (Gambar 3). UGM juga mengalami peningkatan yang sama, bahkan dapat dikatakan saat ini mendekati UI. Ini tentu saja merupakan berita yang menggembirakan bagi Indonesia, dan UI harus melakukan upaya yang sistematis untuk bisa berkontribusi lebih baik lagi.

Jika dipecah berdasarkan tipe publikasi terbesar, yaitu artikel dan conference papers selama 5 tahun terakhir (Gambar 4), UI harus mulai berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan ini.

Tingginya conference paper yang terindekskan di Scopus dapat disebabkan karena dua hal.

Pertama, ITB lebih aktif dalam menghadiri konferensi yang terindeks di Scopus. Otomatis, paper yang dikirimkan akan terindeks di Scopus. Kedua, ITB mengadakan konferensi ilmiah yang penerbitan prosidingnya diserahkan kepada publisher yang telah terindeks di Scopus.

Data yang ada di Scopus menunjukkan bahwa konferensi yang dihadiri oleh periset ITB mencapai dua kali lebih banyak daripada yang dihadiri oleh UI. Selain itu, ITB mengirim stafnya dalam jumlah besar, ada yang mencapai 124 orang sekali konferensi.

Ada tradisi yang berbeda antar bidang ilmu dimana bidang engineering dan computer science cenderung dipublikasikan dalam bentuk conference paper. Hal ini menjelaskan mengapa kontribusi conference paper ITB (sebagai institut bidang teknologi) jauh lebih tinggi dari UI dan UGM yang berbentuk universitas.

(7)

Publikasi UI yang terindeks di Scopus dan Google Scholar Tahun 2007”2010.

Gambar 5

Kategori Penulis di UI

Pada saat ini, ada tiga kategori periset UI:

Kelompok 1. Mereka yang sudah terbiasa menulis dan mempublikasikan artikelnya di jurnal internasional.

Kelompok 2. Mereka yang sudah mempublikasikan satu-dua artikel, dan masih bergelut untuk membuat artikel yang bermutu (yang harus didasarkan pada riset berkualitas).

Kelompok 3. Mereka yang tidak pernah mempublikasikan artikelnya karena berbagai hal.

Kelompok 1 seharusnya dapat menjadi penggerak dan memberikan bantuan bagi kelompok 2 dan 3. Idealnya, jika 70% saja Data ini tentu saja memiliki kelemahan- kelemahan. Scopus memfokuskan pada jurnal bidang sains, teknologi dan kesehatan.

Walaupun jumlah jurnal yang diidekskan oleh Elsevier, pemilik Scopus, adalah yang terbesar di dunia, masih sangat banyak jurnal-jurnal bidang ilmu-ilmu sosial dan humaniora yang belum terindekskan.

Data yang dikumpulkan DRPM untuk memonitor publikasi UI tidak saja dari data Scopus, tetapi juga melalui mesin pencari Google Scholar. Jika kedua data ini disatukan, maka publikasi UI per tahun mengalami peningkatan yang cukup tinggi (Gambar 5).

Ini menunjukkan bahwa sebesar 39%, 51%, 42%, dan 76% publikasi ilmiah UI berturut- turut untuk tahun 2007, 2008, 2009, dan 2010 diterbitkan di jurnal-jurnal yang tidak terindekskan di Scopus. Walaupun nilai total publikasi UI yang terindeks di Scopus dan Google Scholar tiap tahunnya cukup tinggi, hal ini sebaiknya tidak membuat UI menjadi santai karena publikasi ilmiah Indonesia secara total masih sangat tertinggal dari negara-negara tetangganya.

Tahapan untuk mengasah kemampuan menulis periset.

Gambar 5

A B C D

(8)

(C) seperti yang dialami oleh mereka yang pernah belajar di luar negeri.

Diskursus

Bertolak dari analisa data publikasi UI, ITB dan UGM seperti yang telah dilakukan, DRPM sedang mempertimbangkan langkah- langkah sebagai berikut sebagai usaha kita selanjutnya untuk semakin meningkatkan publikasi internasional oleh para periset UI.

Pertama, dari pengalaman pengelolaan berbagai hibah riset di UI selama ini, salah satu indikator yang sangat menunjang publikasi internasional adalah adanya kerjasama riset dengan universitas- universitas terkemuka di dunia. Hampir

setiap kerjasama riset internasional menghasilkan publikasi periset UI di jurnal internasional. Oleh karena itu, DRPM sedang mempertimbangkan peningkatan hibah riset yang mewajibkan komponen kerjasama internasional baik untuk kelompok Hibah Madya maupun Hibah Utama, termasuk memfasilitasi kerjasama internasional bagi yang membutuhkan mitra internasional.

Kedua, DRPM akan segera mempersiapkan daftar jurnal-jurnal yang terindeks oleh SCOPUS untuk setiap rumpun ilmu (sains dan teknologi, kesehatan, dan social humaniora) agar para periset secara jitu dapat mempersiapkan publikasinya pada jurnal-jurnal tersebut.

Ketiga, khusus untuk para periset bidang engineering dan computer science, DRPM

akan mempersiapkan daftar simposium dan konferensi yang prosidingnya terindeks dalam SCOPUS.

Terakhir, DRPM sedang mempersiapkan peningkatan insentif dan penghargaan untuk setiap publikasi internasional yang dilakukan oleh periset UI. Hal ini tentunya untuk semakin memperbesar motivasi para periset UI untuk mempublikasi hasil risetnya di jurnal-jurnal internasional.n

_

Bachtiar Alam, doktor di bidang Antropologi, adalah Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat UI

Citra Wardhani, master di bidang psikologi sosial dan ilmu lingkungan, adalah Staf Ahli di DRPM UI.

dari total hibah riset yang telah didanai dapat dipublikasikan (sekitar 120 riset) dan 70% dosen inti dapat mempublikasikan di tempat yang tepat (sekitar 115 orang), maka publikasi UI dari dua sumber ini saja akan lebih tinggi; 235 artikel.

Terdapat beberapa tahap yang perlu dilalui oleh para periset UI untuk sampai dapat mempublikasikan tulisannya di jurnal internasional (Tahap 1-4; Gambar 5). Tahap ini akan mengasah kemampuan menulis para periset. Namun, tahap-tahap ini tidak harus dilakukan semua. Para periset ada juga yang memulai dari titik awal (start) yang berbeda-beda. Sebagian langsung mempublikasikan di jurnal terakreditasi (B) atau bahkan langsung di jurnal internasional

‘Idealnya, jika 70% saja dari total hibah riset yang telah didanai

dapat dipublikasikan (sekitar 120 riset) dan 70% dosen inti dapat

mempublikasikan di tempat yang tepat (sekitar 115 orang), maka

publikasi UI dari dua sumber ini saja akan lebih tinggi; 235 artikel’

(9)

Vol.

05

No.

01

oktober

12 i

Warta drpm

i 7

Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual atas Hasil Riset Universitas:

Wacana dan Tantangan

U

I banyak menghasilkan riset berbobot. Periset UI, baik dosen dan mahasiswa, merupakan periset yang aktif menelurkan riset unggulan. Namun demikian, riset-riset UI diharapkan lebih banyak menghasilkan riset aplikatif yang dapat diserap industri.

Dalam bidang riset dasar dan riset yang sarat dengan penemuan baru di bidang teori, UI bisa dikatakan jempolan. Namun untuk bidang riset yang dapat diserap oleh industri, warga UI perlu merenungkan lebih jauh strateginya. Upaya apa yang dapat dilakukan untuk menggagas suatu penemuan dan hasil riset yang langsung dapat diterapkan dan diserap masyarakat, menjadi wacana

Ranggalawe Suryasaladin Sugiri menjelaskan bagaimana HKI dapat menjadi salah satu jalan untuk menggiatkan riset, terutama riset terapan yang masih sangat dibutuhkan di Indonesia.

yang telah diusung oleh UI dalam 5 tahun belakangan ini.

Untuk hal tersebut, pimpinan UI pada tahun 2008 membentuk unit kerja dengan nama Direktorat Kemitraan dan Inkubator Bisnis yang saat ini dipimpin oleh Prof. Wiku B. Adisasmita. Direktorat ini aktif dalam menggalang dan mendukung riset aplikatif hasil riset sivitas akademika UI, untuk dilindungi secara hukum melalui sistem perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) antara lain paten dan hak cipta, dan dikembangkan menjadi suatu hasil riset yang dapat disebarluaskan kepada masyarakat dan industri.

Topik Pilihan

(10)

Dalam pandangan penulis, perlindungan HKI diharapkan dapat mendorong semangat riset bagi peneliti UI terutama bagi riset yang berorientasi untuk diterapkan dan dipasarkan oleh industri. Dengan adanya pengakuan dari negara berupa HKI bagi riset universitas, para peneliti universitas dan industri, dapat melakukan kerjasama yang lebih terukur dan accountable, terutama apabila sebuah riset yang berasal dari universitas akan dipabrikasi (manufaktur), maupun dipasarkan oleh industri kepada masyarakat. HKI juga dapat digunakan sebagai indikator jumlah applied research yang dihasilkan oleh universitas. Hal ini dapat dilihat terutama dalam hal paten.

Sebuah penemuan atau invensi yang dapat diberikan paten harus berhasil membuktikan bahwa penemuan tersebut memenuhi tiga syarat yaitu, kebaruan, inventive step, dan dapat diterapkan dalam industri.

Berdasarkan pemenuhan ketiga syarat tersebut, apabila riset di suatu universitas

mendapatkan sebuah paten (patent granted), dapat dianggap bahwa riset tersebut “diakui negara” sebagai riset yang dapat diserap industri atau dapat dimanufaktur.

Praktek pendaftaran HKI oleh universitas, sebagaimana wacana tersebut sebenarnya telah lama diterapkan di negara maju. Di Amerika Serikat contohnya, Universitas Standford, Columbia University, MIT, UCLA, telah mengelola secara serius riset dosen dan mahasiswanya yang berpotensi HKI (terutama paten) sejak akhir dasawarsa 60an. Pengelolaan HKI yang dilakukan oleh universitas–universitas di Amerika Serikat terbukti memberikan dorongan bagi peneliti universitas untuk terus menghasilkan riset yang dapat diserap industri dan dikomersialisasikan. Riset universitas juga terus didorong oleh pemerintah Amerika Serikat dengan dikeluarkannya Bayh-Dole Act pada dasawarsa 80an. Bayh-Dole Act ini memberikan tambahan dorongan semangat

para periset universitas, juga lembaga- lembaga riset di universitas karena aturan ini memungkinkan universitas sebagai lembaga untuk secara mandiri mengelola dan mendapatkan manfaat dari pendaftaran HKI atas hasil riset yang didanai atau disponsori oleh pemerintah.

Insentif berupa HKI bagi riset universitas jelas terasa di universitas-iniversitas di Amerika Serikat. Tak ayal, model ini juga diterapkan oleh banyak universitas di Eropa dan Jepang.

Di Indonesia sendiri, penerapan HKI bagi riset di universitas dimulai pada penghujung dasawarsa 90an. Kementerian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia, pada sekitar tahun 1999 mencanangkan program pendirian dan penguatan sentra HKI di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia.

UI pada saat itu juga turut serta dalam program ini, dan berhasil mendapatkan dukungan berupa modul kerja dan fasilitas penelusuran paten yang oleh

(11)

Vol.

05

No.

01

oktober

12 i

Warta drpm

i 9

No Pendaftaran HKI UI Jumlah

1 Permohonan Pendaftaran Paten UI 42 aplikasi 2 Permohonan Pendaftaran Hak Cipta 65 Aplikasi

3 Merek Logo Makara UI 65 Kelas Barang/Jasa 4 Telah dikabulkan (sertifikat) 24 Kelas Barang/Jasa

Total 196 Aplikasi

Jumlah Pendaftaran HKI UI Tahun 2008−2011

rektor UI saat itu (Prof. Usman Chatib Warsa) pengelolaannya diinkubasi pada FHUI. Pada tahun 1999-2006, peneliti UI penghasil HKI dapat mendaftarkan HKI melalui (dibantu) para dosen dan peneliti FHUI dalam mendaftarkan HKInya pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM RI (DJHKI).

Biaya pendaftaran HKI ditanggung masing- masing oleh peneliti.

Pada masa kepemimpinan Prof. Gumilar R. Somantri, sejak tahun 2006 angin segar bagi periset UI yang berminat untuk mendaftarkan HKI atas hasil riset yang dihasilkan kembali dihembuskan. Sejak tahun itu UI memberikan pembiayaan bagi hasil riset berpotensi HKI. Hal ini dimaksudkan agar penghasil riset berpotensi HKI dari UI dapat dibantu untuk meminimalisasi waktu, tenaga, dan biaya dalam pengurusan HKI.

Diharapkan, periset UI dapat mencurahkan pikiran dan tenaga untuk mengembangkan dan melanjutkan riset pengembangan dari riset berpotensi HKI, maupun kegiatan pengembangan ilmu di UI.

Lebih lanjut, pada tahun 2008 pengelolaan HKI UI dimandatkan oleh pimpinan UI untuk dikelola oleh Direktorat Kemitraan dan Inkubator Bisnis (DKIB-UI). Sampai awal 2011, DKIB telah membantu untuk mendaftarkan HKI hasil riset yang dibiayai oleh RKAT UI sebanyak 56 pendaftaran paten, 134 pengurusan surat daftar Hak Cipta, dan 66 pendaftaran merek dagang/jasa.Terhitung akhir tahun 2011 dari keseluruhan 256 pendaftaran HKI, sejumlah 64 pendaftaran dikabulkan oleh negara, dalam hal ini Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan perlindungan HKI (IPR granted).

DKIB juga terus berupaya untuk membantu peneliti UI penghasil HKI dalam melakukan diseminasi hasil riset dan teknologi UI kepada masyarakat melalui kegiatan lisensi maupun kerjasama pengembangan dan produksi hasil riset UI.

Universitas ternama di dunia menggunakan dua indikator utama untuk menunjukan apakah suatu universitas sudah maju dalam pengelolaan HKI, yaitu jumlah kerjasama riset

atau lisensi teknologi dan jumlah royalti atau revenue yang dihasilkan dari pemasaran teknologi hasil riset universitas. Beberapa tahu lalu, indikator keberhasilan pengelolaan HKI didasarkan pada jumlah pendaftaran (IPR registration) dan pengabulan pendaftaran HKI (IPR granted) yang menjadi portofolio universitas.

Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi periset UI. Penulis tetap optimis bahwa UI dapat menjadi benchmark bagi universitas di Indonesia dalam pengelolaan HKI maupun upaya diseminasi hasil riset kepada masyarakat dan industri. Beberapa hal yang penting untuk diperjuangkan adalah bersama-sama untuk melihat bahwa HKI adalah salah satu cara menggiatkan hasil riset. Tujuan utama yang harus diprioritaskan adalah peningkatan jumlah (luaran) dan kualitas riset itu sendiri. Semakin banyak hasil riset, maka semakin banyak juga disclosure of invention (DoI), di mana DoI tersebut merupakan bahan dasar analisis riset berpotensi HKI.

(12)

Ranggalawe Suryasaladin Sugiri adalah staf pengajar di FHUI. Ia mendapatkan gelar sarjana hukum dari FHUI pada tahun 2000, S2 Hukum Ekonomi dari Program Pasca Sarjana FHUI tahun 2003, dan S2 Hukum Internasional American University–Washington D.C. USA, tahun 2004. Ia mendapatkan izin sebagai Konsultan HKI dari Menteri Hukum dan HAM RI, sejak tahun 2006 dan mulai tahun 2007 aktif sebagai anggota Tim Pokja Nasional untuk perlindungan bagi ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, dan sumber daya genetik, berdasarkan SK Menteri Hukum dan HAM R.I. Saat ini ia bekerja sebagai staf ahli HK di DKIB UI sejak tahun 2007.

Jumlah Pendaftaran Paten Universitas di AS tahun 1969−2000

No. Nama Universitas Jumlah

1 University of California (regent of) 12951

2 MIT 4924

3 University of Texas 4467

4 California Institute of Technology 3002

5 University of Wisconsin 2341

6 John Hopkins University 2161

7 University of Michigan 2126

8 Cornell Research Foundation Inc. 1721

9 University of Florida 1762

10 Harvard University 1588

No. Nama Universitas Jumlah

11 University of Pensylvania 1580

12 Standford 1564

13 University of Washington 1428

14 Columbia University 1383

15 University of Minnesota 1369

16 University of Iowa 1148

17 New York Univ 1041

18 North Carolina University 944

19 Yale University 712

20 Princeton University 697

Sumber:

Top Universities for U.S. Patents (http://www.technologytransfertactics.com/content/university-patents)

1. U.S. Colleges and Universities-Uility Patent Grants, Calendar Years 1969-2008 (http://www.uspto.gov/web/offices/ac/ido/oeip/taf/univ/org_

2. gr/all_univ_ag.htm)

Dokumen publikasi paten, hak cipta, dan desain industri juga perlu lebih banyak diacu oleh peneliti universitas. Hal ini dikarenakan dokumen tersebut banyak menjelaskan mengenai teknologi-teknologi mutakhir yang ada dan tersebar luas di masyarakat pada saat ini.

Hal ini tentunya dapat dimanfaatkan oleh periset universitas, baik mahasiswa dan dosen sebagai bahan studi mengenai jenis-jenis iptek, berikut kemanfaatan, dan permasalahannya.

Diharapkan dengan membiasakan diri untuk mempelajari dokumen publikasi paten (paten terdaftar), periset dapat memulai riset yang bertujuan untuk mengurai permasalahan atau mencari terobosan-terobosan ilmu pengetahuan dan teknologi, berdasarkan iptek yang sedang berkembang. Apabila hal ini telah menjadi budaya periset UI, penulis melihat riset UI akan semakin eksis dan menjulang tak hanya di tingkat nasional, namun juga internasional.

Untuk mencapai hal tersebut, kerjasama dan semangat kita semua dalam mengembangkan riset berbasis iptek bagi masyarakat tentunya menjadi faktor penting pada masa kini dan mendatang.

Maju terus Universitas Indonesia! n

...

pendapat penulis dalam tulisan ini adalah pandangan sebagai periset/akademisi HKI dan pengelolaan HKI dan tidak dimaksudkan mewakili atau sebagai pendapat resmi UI atau unit kerja pengelola HKI UI.

(13)

Vol.

05

No.

01

oktober

12 i

Warta drpm

i 11

Dean’s Award FKUI 2011:

Memacu Riset Translasional FKUI yang Orisinal, Inovatif dan Berkualitas Internasional

S

alah satu visi FKUI adalah menjadi Fakultas Kedokteran Riset Terkemuka di Asia Pasifik pada tahun 2014 dengan ukuran 80 terbaik di dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut, dirumuskan rencana strategis (renstra) 2009-2014, yaitu mencapai riset kedokteran yang berkualitas internasional dan dapat ditranslasikan dalam pelayanan kesehatan. Renstra tersebut diterapkan dengan menyelenggarakan riset bersama bidang biomedis, klinis dan komunitas

dengan menetapkan 10 fokus riset yang merupakan unggulan dari FKUI, yaitu:

(1) sel punca, (2) penyakit infeksi, (3) kanker dan genetik manusia, (4) penyakit metabolik, ageing dan kardiovaskular, (5) biologi reproduksi, infertilitas dan keluarga berencana, (6) neurosains, (7) kedokteran olahraga, (8) human nutrition, (9) kedokteran okupasi dan (10) drug development.

Dean’s Award merupakan suatu program penghargaan yang diberikan oleh FKUI

kepada para perisetnya dalam rangka mendorong terlaksananya riset translasional sesuai 10 fokus riset. Penghargaan ini diberikan dengan harapan terciptanya riset yang orisinal dan inovatif, terutama dalam menjawab tantangan bidang kedokteran di masa datang.

Program ini merupakan penghargaan yang diberikan fakultas sebagai pengakuan atas prestasi yang diperoleh oleh staf akademik di bidang pendidikan, riset dan kegiatan

Riset Fakultas

Sepuluh proposal terpilih untuk ikut seleksi Dean’s Award FKUI 2011

Periset Judul Proposal

Aryo Tedjo Pengembangan Fitofarmaka Antikanker Berbasis Mekanisme Kerja Melalui Pendekatan Molecular Docking Assessment Pada Senyawa Kandidat Dari Data PubMed : Kajian Pada Temulawak, Mahkota Dewa, dan Tabat Barito Asmarinah Evaluasi ekspresi mRNA dan protein VDAC3 (Voltage Dependent Anion Channel isoform 3) pada sperma pria infertil

asthenozoospermia

Budi Wiweko Hubungan Skor Zigot, Kecepatan Pembelahan Blastomer dan Profil Metabolit Asam Amino dengan Kualitas Embrio pada hari Tandur Alih

Eldafira Polimorfisme Gen Reseptor FSH dan Hubungannya dengan Aktivitas Folikel serta Ekspresi Reseptor Estrogen pada wanita dengan Endometriosis

Lugyanti Sukrisman Pengaruh Penggunaan Kontrasepsi Suntik Depot Medroksiprogesteron Asetat pada Kondisi Pretrombosis dan Disfungsi Endotel

Murdani Abdullah Manfaat Sepang (Claoxylon polot Merr) pada Motilitas Saluran Cerna : Studi terhadap Produksi Hormon Glucagon- like peptide-1 (GLP-1) pada Tikus Diabetes

Pustika Amalia Wahidiyat Pengaruh Mangiferin dari ekstrak daun Mangifera foetida L sebagai zat pengkelat besi dan antioksidan : Tahapan pengembangan pemanfaatan bahan alam untuk terapi Thalasemia Septelia Inawati Wanandi Regulasi Stres Oksidatif pada Sel Punca Kanker Payudara Manusia dan Implikasinya terhadap Metastasis Sri Widia A Jusman Ekspresi HIF-1α dan Stres Oksidatif pada Penderita TBC Paru : Tinjauan terhadap Fungsi Limfosit-T dan Makrofag/

Monosit Tubagus Djumhana

Atmakusuma Peran Ekspresi Berlebih P-gp MDR-1 sebagai prediktor respon kemoterapi baku pada limfoma non-Hodgkin

Ponco Birowo melaporkan bagaimana FKUI memacu riset translasional yang orisinal, inovatif dan berkualitas internasional melalui Dean’s Award 2011.

(14)

Ponco Birowo adalah staf pengajar di Dept.

Urologi FKUI.

Pendidikan S1 diselesaikan pada tahun 1997 di FKUI; pendidikan Spesialis Urologi di FKUI diselesaikan tahun 2005; gelar PhD tahun 2009 di Medizinische Hochschule Hannover, Jerman. Saat ini menjabat sebagai Manajer Riset FKUI. Kontak: [email protected]

Judul Periset Departemen

Hubungan Skor Zigot, Kecepatan Pembelahan Blastomer dan Profil Metabolit Asam Amino dengan Kualitas Embrio pada hari Tandur Alih

<biologi reproduksi>

Budi Wiweko Dwi Anita Suryandari Boy Abidin

Obstetri & Ginekologi Biologi

Obstetri & Ginekologi

Manfaat Sepang (Claoxylon polot Merr) pada Motilitas Saluran Cerna : Studi terhadap Produksi Hormon Glucagon-like peptide-1 (GLP-1) pada Tikus Diabetes

<penyakit metabolik>

Murdani Abdullah Dante Saksono Harbuwono Diah Rini Handjari Achmad Fauzi Kaka Renaldi

Aan Santi (Pembantu Periset) Indri Rizkiyani (Pembantu Periset)

Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Penyakit Dalam Patologi Anatomi Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Penyakit Dalam Regulasi Stres Oksidatif pada Sel Punca Kanker Payudara Manusia dan

Implikasinya terhadap Metastasis

<sel punca / kanker>

Septelia Inawati Wanandi Erwin Danil Yulian Puspita Eka Wuyung Novi Silvia Hardiany Go Aulia (pembantu periset)

Biokimia Bedah

Patologi Anatomi Biokimia S2 Biomedik Peran Ekspresi Berlebih P-gp MDR-1 sebagai prediktor respon kemoterapi

baku pada limfoma non-Hodgkin

<kanker dan genetik manusia>

T. Djumhana Atmakusuma Endang Sri Roostini Hardjolukito Wulyo Rajabto

Indri Windarti Natasha Pangestu

Ilmu Penyakit Dalam Patologi Anatomi Ilmu Penyakit Dalam Patologi Anatomi Ilmu Penyakit Dalam Pengembangan Fitofarmaka Antikanker Berbasis Mekanisme Kerja Melalui

Pendekatan Molecular Docking Assessment Pada Senyawa Kandidat Dari Data PubMed : Kajian Pada Temulawak, Mahkota Dewa, dan Tabat Barito

<drug development>

Aryo Tedjo Kusmardi Fadilah

Diah Rini Handjari Yulhasri

Kimia

Patologi Anatomi Kimia

Patologi Anatomi Biokimia masyarakat serta memberikan kredit besar

untuk individu dan fakultas.

Untuk mengikuti program hibah Dean’s Award ini, riset peserta harus mengikuti beberapa tahap seleksi. Seleksi dimulai sejak April hingga proses pengumuman pada Oktober 2011. Dari hasil proses seleksi administrasi, terpilih 34 proposal dari 39 proposal yang masuk. Kemudian diseleksi lagi, hingga mendapat 10 proposal yang layak untuk maju presentasi.

Pemenang Dean’s Award FKUI 2011

Dewan juri tengah melakukan proses seleksi penerima Dean’s Award FKUI 2011

Ke-sepuluh proposal tersebut kemudian menjalani seleksi presentasi. Dari seleksi presentasi, perbaikan dan pengajuan etik, kemudian ditetapkanlah 5 pemenang proposal terbaik Dean’s Award 2011. Besar harapan FKUI, visi untuk menjadi 80 terbaik di dunia dapat terwujud melalui terciptanya publikasi ilmiah berstandar nasional dan internasional, dan juga dapat menghasilkan produk riset bermutu dan diakui secara internasional. n

(15)

Vol.

05

No.

01

oktober

12 i

Warta drpm

i 13

Lebih Dekat Dengan

Hibah Desentralisasi DIKTI

A

pakah makna dari hibah desentralisasi DIKTI?

Desentralisasi riset merupakan kebijakan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang bertujuan untuk:

Mewujudkan keunggulan penelitian di perguruan tinggi 1.

Meningkatkan daya saing perguruan tinggi di bidang penelitian 2.

pada tingkat nasional dan internasional

Meningkatkan angka partisipasi dosen dalam melaksanakan 3.

penelitian yang bermutu

Meningkatkan kapasitas pengelolaan penelitian di perguruan 4.

tinggi.

Desentralisasi riset ini dimulai dengan penilaian kinerja riset perguruan tinggi pada tahun 2010, dan tahap selanjutnya perguruan tinggi membuat evaluasi diri dan Rencana Induk Penelitian (RIP).

Berdasarkan kinerja riset ini Universitas Indonesia ditempatkan sebagai universitas yang mandiri.

Ada 4 kategori dalam pengelolaan desentralisasi riset yaitu perguruan tinggi kategori mandiri, kategori utama, kategori madya dan kategori binaan. UI sebagai kategori mandiri mempunyai kewenangan 100%

dalam mengelola riset dari mulai pelaksanaan penerimaan proposal, proses review proposal, proses monitoring dan evaluasi riset. Dalam pelaksanaannya, alokasi pendanaan riset diberikan melalui DIPA perguruan tinggi, dan dalam pelaksanaannya akan berkoordinasi dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

(Ditlitabmas). Pada tahun 2012 UI memperoleh dana desentralisasi sebesar Rp. 5.5 milyar.

Ada yang berbeda dari pengelolaan hibah eksternal Tahun 2012 dengan sumber pendanaan berasal dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti). Jika pada tahun sebelumnya periset UI yang ingin memperoleh hibah dari DIKTI harus mengajukan dan mengikuti review secara terpusat di DIKTI maka mulai tahun 2012, UI yang mengelola hibah riset tersebut dengan pola Desentralisasi Mandiri. Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan periset terkait pelaksanaan pola baru tersebut, dan dibawah ini akan disampaikan beberapa hal terkait hibah riset desentralisasi DIKTI.

Bagaimana Implementasinya di UI?

Dengan masuknya UI dalam kategori mandiri, UI telah menyusun Rencana Induk Penelitian untuk tahun 2012-2015. Dalam RIP tersebut, UI telah menetapkan bidang unggulan risetnya. Bidang unggulan riset baik untuk hibah yang berasal dari Ditlitabmas maupun dari internal UI adalah sama, yaitu Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT), Penganggulangan Kemiskinan, Anak, Keluarga dan Komunitas (Poverty Alleviation, Child, Family and Community), Genom (Genome), Tata-kelola, Demokrasi dan Kebijaksaaan Publik/Sosial (Governance, Democration & Public/Social Policy), Energi (Energy), Restoring the Earth’s Natural Support System, Teknologi Nano dan Maju (Nano and Advance Technology), Budaya (Culture), Studi Indigenos (Indigenous Studies), Studi Urban dan Transportasi (Urban Planning and Transportation).

Adapun untuk kategori riset dibagi menjadi:

Riset Awal

a. . Merupakan kategori riset yang diperuntukkan bagi periset yang belum pernah memperoleh hibah riset pada tingkat internasional, nasional dan tingkat UI

Riset Madya

b. . Merupakan kategori riset yang merupakan kelanjutan riset awal atau implementasi dari roadmad riset yang ditekuni sehingga menjadi landasan yang kokoh untuk riset selanjutnya

Riset Utama

c. . Merupakan kategori riset yang merupakan kelanjutan riset madya yang nantinya menjadi fokus atau ceruk (niche) riset yang dilandaskan pada kepakaran periset.

Info Riset

(16)

Bagaimana perkembangannya di UI sampai saat ini?

Sampai periode Januari 2012, tahap call for proposal dan review telah dilaksanakan oleh UI, dan untuk penetapan penerima hibah tetap berkoordinasi dengan Ditlitabmas DIKTI. Setelah ada ketetapan dan keputusan dari Ditlitabmas DIKTI maka akan dilaksanakan kontrak antara Perguruan Tinggi dan DIKTI terkait DIPA perguruan tinggi, selanjutnya akan ada kontrak pelaksanaan riset yang dalam hal ini akan dilaksanakan oleh periset dengan DRPM UI dan diketahui oleh dekan dan manajer riset fakultas. Selanjutnya, pelaksanaan riset akan dilaksanakan periset dalam areanya masing-masing, sedangkan monitoring dan penjaminan mutu serta evaluasi riset akan dilaksanakan DRPM UI.

Apakah Ada skema lain yang dikelola Ditlitabmas selain pola desentralisasi?

Ada! Selain pengelolaan hibah riset yang bersifat desentralisasi, DitLitabmas juga masih mengelola 4 skema dibah yang dikelola secara sentralisasi oleh Litabmas DIKTI. Jenis hibah riset yang masih dikelola oleh Dit Litabmas meliputi:

a. Hibah Strategis Nasional b. Hibah Kompetensi

c. Hibah Kolaborasi Internasional d. Hibah Unggulan Strategis Nasional

Informasi keempat pola hibah di atas dapat diunduh di www.dikti.

go.id dan menurut pengalaman, biasanya call for proposal-nya sekitar bulan Maret untuk pengajuan pendanaan tahun berikutnya. Proses pengumpulan proposal dilaksanakan oleh DRPM UI untuk kemudian disampaikan ke Ditlitabmas untuk proses review dan pendanaannya.

Bagaimana keberlanjutan dari sistem Desentralisasi?

Setiap perguruan tinggi yang menerima pola hibah desentralisasi dari Ditlitabmas selalu dievaluasi kinerja risetnya. Kinerja riset perguruan tinggi akan menentukan apakah perguruan tinggi yang menerima pola riset akan meningkat pendanaannya, dan apakah akan bergeser kategori penetapan dalam mandiri, utama, madya dan binaan. Adapun kinerja riset dapat dilihat dari Indikator Kinerja Utama Penelitian/IKUP; yang terdiri ats pencapaian: publikasi internasional dan nasional, pemakalah dalam pertemuan nasional dan internasional, keynote speaker dalam pertemuan nasional dan internasional, jumlah visiting lecturer, pencapaian Hak Kekayaan Intelektual yang dihasilkan perguruan tinggi, jumlah buku ajar yang diterbitkan, jumlah partisipasi dosen dalam riset, dan jumlah dana riset. Kinerja riset ini akan mempengaruhi apakah nantinya UI masih tetap dalam kategori mandiri atau menjadi ketegori di bawahnya.

Mengingat kinerja periset akan mempengaruhi tingkat dan kategori pengelolaan desentralisasi riset, maka sudah selayaknya kita tingkatkan dan kita pertahankan kualitas dan pencapaian riset di UI.

Sukses untuk Periset UI. n

Sumber

Dit.Litabmas. (2011). Pedoman Pengelolaan Desentralisasi Penelitian Perguruan Tinggi.

DRPM. (2012). Panduan Hibah Riset UI tahun 2012

_

Rr. Tutik Sri Hayati, master di bidang manajemen rumah sakit, adalah Staf Ahli DRPM UI

(17)

Vol.

05

No.

01

oktober

12 i

Warta drpm

i 15

Vol.

05

No.

01

oktober

12 i

Warta drpm

i 15

Seminar Nasional Tamadun Melayu Nusantara

Melayu: Diaspora dan Kontestasi Identitas

P

ada hari Rabu, 30 November 2011 bertempat di Ruang Seminar Gedung IV Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, Pusat Riset Tamadun Melayu Nusantara (Puri Tamra) Universitas Indonesia bekerjasama dengan DRPM UI melaksanakan kegiatan Seminar Nasional Tamadun Melayu Nusantara. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian program kerja Puri Tamra UI ini mengangkat topik “Melayu: Diaspora dan Kontestasi Identitas”. Secara khusus kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman akan eksistensi kemelayuan sebagai bagian dari peradaban kebangsaan dengan cara menghimpun wawasan dari berbagai hasil riset dalam bidang sejarah, arsitektur, ekonomi, maritim, arkeologi dan bidang lainnya yang membedah peradaban dunia Melayu.

Sejarah Melayu menunjukkan bahwa etnis ini merupakan etnis yang amat dinamis sehingga diaspora dan segala masalah terkait seperti budaya, sosial dan bahkan psikologis melekat pada etnik Melayu. Untuk mendapatkan pembahasan yang lebih mendalam terhadap topik di atas, maka panitia menghadirkan tiga orang narasumber yaitu Prof. Dr. Zulhasril Nasir (Identitas Melayu), Prof.

Dr. Agus Aris Munandar (Melayu Pra Islam) dan Prof. Ir. Gunawan Tjahjono, Ph.D (Arsitektur Melayu).

Kegiatan seminar ini dihadiri oleh sekitar 80 orang yang terdiri atas tamu undangan (hadir pula Ketua Perhimpunan Religi Melayu dan perwakilan dari Masyarakat Melayu Riau), staf pengajar serta mahasiswa program pascasarjana dari dalam dan luar UI.n

_

Budi Hartono, master di bidang kesehatan lingkungan, adalah Staf Ahli di DRPM UI

Para pembicara dalam seminar. Kiri ke kanan:

Prof. Agus Munandar, Prof. Gunawan Tjahjono, Prof. Zulhasril Nasir, dan moderator Dr. Irmawati Marwoto

Pusat Riset

(18)

Mendorong Peningkatan Luaran Program Pengmas

Workshop Pengmas

Peserta Workshop adalah para penerima Hibah Pengmas 2011 sebanyak 70 orang

Sesuai dengan visi dan misi UI untuk menjadi universitas riset, UI dituntut untuk senantiasa dapat turut memikirkan dan membantu meningkatkan derajat kehidupan dan kesejahteraan masyarakatnya. Untuk itu, peningkatan kualitas dan kuantitas riset UI setiap tahunnya harus diimbangi dengan peningkatan kegiatan pengabdian masyarakat.

Dari data yang dimiliki DRPM UI, jumlah penerima hibah pengmas selama tahun 2008-2011 berturut-turut adalah 5, 48, 56 dan 70 orang/tim. Terlihat bahwa program pengmas yang

dilaksanakan sivitas akademika UI terus mengalami peningkatan. Namun, kenaikan jumlah program saja belum cukup. Seharusnya, luaran yang dihasilkan dari kegiatan pengmas juga harus sebanding dengan kegiatan yang telah dilakukan. Selain modul yang bersifat wajib, ada bentuk luaran lain yang dibebankan kepada para pengabdi masyarakat yaitu publikasi berupa artikel ilmiah atau buku.

Luaran Hasil program pengmas UI Tahun 2008”2010 selain modul.

Draf artikel ilmiah dalam bahasa Inggris Draf buku

5045 4035 3025 2015 105

0 2008 2009 2010

5 10 12

2

Gambar 1

(19)

Vol.

05

No.

01

oktober

12 i

Warta drpm

i 17

Terobosan baru dalam pelatihan:

Fotografer profesional, Andi Erik, berbagi ilmu fotografi dasar dengan pengabdi masyarakat dari UI, Nanny Sri Lestari (FIB/Indigenous Studies)

Dari Gambar 1 terlihat bahwa luaran dalam bentuk artikel ilmiah maupun buku masih sangat minim dihasilkan. Kontras bila dibandingkan dengan kenaikan jumlah program pengmas yang didanai oleh UI dan DIKTI setiap tahunnya. Inilah yang mendasari DRPM UI untuk mengadakan pelatihan Penyusunan Laporan dan Luaran Program Pengabdian Masyarakat. Pelatihan tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2011, bertempat di Auditorium Gd. Komunikasi Lt.1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kampus UI Depok.

Para penerima hibah pengmas UI dan DIKTI tahun 2011 sangat antusias untuk mengikuti pelatihan, di mana peserta yang hadir berjumlah 60 orang dari 70 orang penerima hibah pengmas (DIKTI dan UI TA 2011). Para pembicara yang dihadirkan adalah Prof. Dr.rer. nat. Mochammad Yuwono, MS., Apt. (reviewer Ditlitabmas Ditjen Dikti bidang pengabdian kepada masyarakat), Ir. Teguh Utomo Atmoko, MURP (Penerima Hibah Pengabdian Masyarakat DIKTI TA 2010) dan Andi Erik (Fotografer Profesional).

Ada hasil signifikan yang diraih dari pelatihan ini. Draf artikel ilmiah yang dihasilkan oleh pengabdi masyarakat UI tahun 2011 melonjak 3 kali lipat dibanding tahun sebelumnya menjadi 38 buah.

Jumlah draf buku lebih fenomenal lagi. Jika tahun 2010 draf buku yang dihasilkan hanya 2 buah maka pada tahun 2011 jumlahnya meningkat tajam menjadi 12 buah. Peningkatan ini tentu membanggakan kita semua. Sumbangan dan karya nyata sivitas akademika UI untuk kemajuan masyarakat dan bangsa. Maju terus pengmas UI!

_

Lenny Maykel, Staf Khusus Pengabdian Masyarakat DRPM UI

(20)

Kolaborasi Riset dengan National Graduate Institute For Policy Studies Jepang

Pada tanggal 11 Agustus 2011, UI menerima kunjungan dari vice president Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS), Prof.

Tatsuo Oyama. Rekomendasi yang dihasilkan dalam pertemuan itu antara lain adalah kolaborasi riset antara UI dan GRIPS. Kolaborasi riset skala internasional merupakan salah satu kunci mekanisme untuk daya saing keilmuan. Untuk itu, negara-negara Asia seyogyanya berupaya untuk meningkatkan jumlah kolaborasi risetnya dengan universitas luar dan khususnya dengan universitas di Asia.

Kesempatan berkolaborasi antar universitas di Asia harus lebih ditingkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas. Banyaknya topik riset yang unik dan spesifik serta kekayaan

Delegasi UI disambut oleh Pimpinan GRIPS. Kiri ke kanan: Rr. Tutik Sri Hariyati, Prof. Kenji Okazaki, Prof. Tatsuo Oyama, Endang W. Bachtiar dan Permata Wulandari

Riset

Kolaborasi Riset

bahan alam, nabati dan hayati di benua Asia merupakan salah satu aset dan keunggulan bagi para periset Asia.

Melanjutkan rekomendasi pertemuan pertama, pada 11 Oktober 2011, dilangsungkan pertemuan antara delegasi DRPM UI yang terdiri atas drg. Endang Winiati Bachtiar, M.Biomed, Ph.D (Kasubdit Lab dan Multidisiplin DRPM UI), Permata Wulandari, SE, M.Si (Staff Ahli Keuangan dan Administrasi Umum DRPM UI) dan Rr. Tutik Sri Hariyati, S.Kp.,MARS (Staff Ahli Riset dan Inkubator Industri) dengan Prof. Tatsuo Oyama (Vice President, Dean and Senior Professor GRIPS) dan Prof. Kenji Okazaki (Director of Disaster Management

Policy Program GRIPS) di National Graduate Institute For Policy Studies Roppongi, Minato- ku, Tokyo.

Pertemuan ini menghasilkan letter of agreement antara UI dengan GRIPS untuk kerjasama dalam riset di bidang disaster management. Langkah selanjutnya akan ditandatangani MoU antara UI dengan GRIPS selama 5 (lima) tahun pada bulan Februari 2012 untuk kerjasama dalam riset tersebut.

Bidang ini diambil atas dasar kesamaan antara Jepang dengan Indonesia yang tergolong daerah rawan bencana. Riset ini rencananya akan dilakukan oleh dosen inti penelitian dari FEUI (Viverita, Ph.D) yang akan diajukan pada hibah riset kolaborasi internasional 2012. Harapan dari kerjasama ini mampu menghasilkan riset unggulan antara kedua universitas.

Tentang GRIPS

National Graduate Institute For Policy Studies didirikan pada tahun 1997 yang berfokus pada policy studies sebelumnya bernama Graduate School of Policy Science (GSPS) dibawah Universitas Saitama pada tahun 1977 dengan tujuan mempromosikan riset dalam bidang policy studies yang berkontribusi bagi policy analysis didukung oleh pendekatan dan metode ilmiah. GRIPS tercatat telah menelurkan banyak pakar pada tataran pemerintah yang berfokus pada issue kebijakan sosial.n

_

Permata Wulandari, master di bidang manajemen, adalah Staf Ahli di DRPM UI

(21)

Vol.

05

No.

01

oktober

12 i

Warta drpm

i 19

Vol.

05

No.

01

oktober

12 i

Warta drpm

i 19

Kolaborasi Riset dengan Universitas Tsinghua dan Universitas Peking, Cina

Upaya kolaborasi riset internasional merupakan suatu keharusan bagi UI dalam memenuhi visi misinya sebagai universitas riset berskala internasional. Dalam menjaga dan meningkatkan kualitas risetnya tentu masih memiliki keterbatasan-keterbatasan, baik keterbatasan sumber daya, alat maupun dana. Keterbatasan ini bisa ditanggulangi salah satunya dengan mengadakan kerjasama riset baik secara regional maupun internasional. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan dari kolaborasi riset ini adalah joint research, yang dilanjutkan dengan publikasi bersama pada jurnal berkualitas internasional, sharing knowledge atau transfer teknologi terutama untuk teknologi tepat guna, visiting researcher dan kerjasama konferensi.

Dari tahun ke tahun, UI baik dalam skala departemen, fakultas maupun tingkat universitas telah banyak melakukan kolaborasi riset dengan institusi riset negara lain, seperti dengan Amerika, negara-negara Eropa, Jepang, Malaysia, atau Singapura. Melihat perkembangan kemajuan perekonomian yang sangat pesat dari negara Cina yang berimplikasi kepada kemajuan yang luar biasa tinggi dalam risetnya terutama dalam bidang sains dan teknologi menjadi penting bagi UI untuk menjalin kerjasama riset dengan universitas di Cina. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan jumlah publikasi dari universitas-universitas di Cina tergolong sangat tinggi. Berdasarkan data publikasi yang terindeks pada database Scopus per 9 Januari 2012 misalnya, Unversitas Tsinghua telah memiliki jumlah publikasi internasional sebanyak 92.155 artikel. Angka ini tentu jauh lebih tinggi dari data publikasi UI yang masih 1828 artikel. Sehingga, sangat relevan jika UI melakukan kerjasama dengan universitas-universitas di Cina. Jadi jika ada pepatah yang mengatakan

Kolaborasi Riset

Delegasi UI disambut oleh Direktur International Office Universitas Tsinghua, Prof. Zhang Yi.

(22)

“belajarlah sampai ke negeri Cina”, maka tidaklah berlebihan jika saat ini dikatakan

“berkolaborasilah ke negeri Cina”.

Menyikapi hal tersebut dan juga mengacu pada hasil dari 7th Conference of Asian University President di National Taiwan University Taipei, Taiwan tahun 2008 tentang peningkatan kolaborasi riset antar universitas di Asia, maka pada tahun 2011 yang lalu UI melalui DRPM menjajaki kerjasama riset dengan Universitas Tsinghua dan Universitas Peking. Kerjasama dengan Universitas Tsinghua ditujukan untuk bidang applied science khususnya bidang kimia pangan. Topik kerjasama riset yang akan dilakukan adalah peningkatan kualitas garam dan pembuatan test kit pengujian kualitas

garam rakyat. Sedang dengan universitas Peking diarahkan pada penjajakan pembukaan kerjasama riset berdasarkan usulan pasca pertemuan.

Kunjungan Universitas Indonesia

Penjajakan kerjasama ini diawali dengan kunjungan UI ke Departemen Kimia Universitas Tsinghua di Beijing pada tanggal 17 November 2011. Delegasi UI terdiri dari Sunardji S.E., M.M. (Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama Industri), Prof. Dr. Budiarso M. Eng. (Wakil Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat), Dr. rer. nat. Agustino Zulys M.Sc. (Kepala Subdirektorat Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat) dan Citra Wardhani M.Si (Staf

Ahli bidang Publikasi dan Sistem Infomasi).

Kunjungan ke Universitas Tsinghua diisi pertama kali dengan pengenalan Universitas Tsinghua oleh direktur International Office Universitas Tsinghua (Prof. Zhang Yi) kemudian dilanjutkan kunjungan ke Departmen Kimia. Di Departemen Kimia, delegasi UI diterima oleh Prof. Jin-Ming Lin selaku Associate Chair Departemen Kimia sekaligus sebagai Direktur Pusat Analisis Universitas Tsinghua. Diskusi dilakukan dengan penjelasan tentang maksud tujuan kedatangan delegasi UI untuk melakukan penjajakan kerjasama riset bidang kimia aplikasi khususnya peningkatan kualitas garam dan pembuatan test kit pengujian kualitas garam. Pihak Departmen Kimia Universitas Tsinghua sangat mengapresiasi

Kunjungan ke Departemen Kimia Universitas Tsinghua dalam rangka penjajakan kerjasama riset bidang kimia aplikasi

(23)

Vol.

05

No.

01

oktober

12 i

Warta drpm

i 21

Kunjungan delegasi UI ke Tsinghua University Science Park

Selamat kepada Prof. Riri Fitri Sari [Dept. Teknik Elektro FTUI]

yang meraih penghargaan Region 10 Asia Pacific IEEE WIE Most Inspiring Engineer Award.

IEEE adalah organisasi profesi Insinyur Elektroteknik dunia. Pada tanggal 30 November 2011 kantor pusat IEEE Asia Pasific di Singapura mengumumkan pemenang Region 10 Asia Pacific IEEE WIE Most Inspiring Engineer Award yaitu Prof. Riri Fitri Sari dan Ms.

Agnes Irwanti dari Indonesia, setelah melalui seleksi perwakilan dari 5 negara. Kelompok Women in Engineering adalah salah satu usaha IEEE dalam meningkatkan pencapaian perempuan dalam dunia elektroteknik, dan berusaha memberdayakan perempuan dengan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

IEEE WIE Most Inspiring Engineer Award akan di berikan oleh ketua IEEE Region 10 Prof Takako Hashimoto (Chiba University) pada IEEE R10 Meeting di Kalkuta India, Maret 2012.

maksud kerjasama tersebut dan mendukung upaya kolaborasi ini sampai pada tingkat implementasi program diawali dengan pembuatan proposal bersama. Sebelum melanjutkan kunjungan ke Tsinghua Science Park (TUS Park) delegasi terlebih dahulu mengunjungi fasilitas laboratorium yang ada di Departemen Kimia Universitas Tsinghua.

Dari pemantauan singkat terlihat bahwa kelengkapan alat instrumentasi kimia pada laboratorium di sana sudah sangat maju dan bisa disejajarkan kualitasnya dengan laboratorium pada universitas-universitas di Eropa maupun Amerika Utara.

Bentuk kerjasama dengan Universitas Tsinghua adalah rencana pengembangan alat indikator kadar garam yang bisa diterapkan secara mudah dan sederhana untuk petani garam. Pembuatan proposal ini dikoordinasi oleh Agustino Zulys (Departemen Kimia FMIPA UI) . n

_

Agustino Zulys, doktor di bidang kimia anorganik, adalah Kepala Subdit Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat DRPM UI

(24)

Portable Architecture Unit Rumah Sementara untuk Pengembangan Peremajaan Kampung Mandiri

Profil Pengmas

(25)

Vol.

05

No.

01

oktober

12 i

Warta drpm

i 23

K

egiatan dilaksanakan bersama dengan pengmas ini warga RT 016/RW 06 Jatipulo, Kampung Tomang Jakarta, Kelurahan Jatipulo. Jumlah kepala keluarga di RT ini adalah 54 KK. Jika diasumsikan 1 KK terdiri atas 4 orang, maka populasi total RT ini adalah 266 orang. Dari jumlah ini, sekitar 37 KK adalah penduduk permanen.

Jumlah petak rumah 37 buah. Luas area permukiman RT 016 ini kurang lebih 1224,12 m2. Wilayah ini dapat dikategorikan sebagai permukiman kumuh. Kepadatannya sangat tinggi; kurang lebih 1.760 orang/

Ha (sebagai pembanding perumahan ideal adalah 100 orang/Ha).

Isu utama dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah salah satu terobosan untuk skema perbaikan kampung di DKI

Rumah hunian sementara sebagai terobosan dalam program peremajaan kampung kumuh di wilayah perkotaan tanpa menggusur penduduk.

Jakarta –yang mungkin dapat diterapkan di kota lain– melalui pembangunan rumah susun (rusun) tanpa menggusur, yang hingga kini hampir tidak terrealisasi; kecuali skema resettlement di wilayah lain yang kurang sesuai dengan keinginan bertinggal masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Warga RT 016/RW 06 telah bersedia tinggal di rumah susun dengan syarat tidak tergusur ke tempat lain. Tim UI dalam persoalan ini, selain berkomunikasi terus menerus dengan pihak pmerintah DKI Jakarta, menawarkan solusi untuk pembangunan rusun di lokasi mereka dengan hunian sementara dalam waktu satu tahun atau lebih yang murah serta mudah dibangun oleh warga setempat sendiri.

Pembangunan hunian sementara ini –portable architecture– dilaksanakan dalam

dua tahap, yaitu tahap konstruksi support dan konstruksi infill setelah sebelumnya dilaksanakan pengembangan support di Lab Politeknik Negri Jakarta (PNJ). Struktur utama ini dirancang berdasarkan koordinasi modular berbasis bahan bangunan yang diproduksi di pasaran (manufactured).

Biaya pembuatan struktur support yang menampung 4 unit hunian sementara adalah Rp. 7.805.000,-. Biaya struktur setiap unit hunian sementara adalah sekitar Rp. 2.000.000,-. Proses pemasangan di lapangan sangat cepat, kurang lebih 20 menit, dengan tenaga kerja sebanyak 6 (enam) orang.

Biaya pengisisan hunian sementara hanya di lantai atas adalah sebesar Rp. 6.849.500,-.

Biaya konstruksi pengisian tiap hunian adalah sekitar Rp. 3.500.000,-. Perkiraan

(26)

Triatno Yudo Harjoko adalah guru besar di Departemen Arsitektur FTUI. Pendidikan S1 diselesaikan pada tahun 1978 di Jurusan Arsitektur FTUI; pendidikan S2 Town Planning di UWIST, Cardiff UK; gelar PhD tahun 2003 dalam Environmental Design di University of Canberra, Australia. Kegiatan riset dan pengabdian pada masyarakat fokus pada persoalan permukiman dan perumahan perkotaan khususnya masyarakat miskin perkotaan. Kontak: [email protected] Amalia adalah staf pengajar Jurusan Teknil Sipil Politeknik Negeri Jakarta, Depok

biaya untuk satu unit portable architecture adalah sekitar Rp. 5.500.00,-. Harga konstruksi hunian sementara ini sekitar Rp. 230.000,- per meter persegi.

Media evaluasi yang digunakan tim ini adalah melalui rapat pertemuan rutin Forum Permukiman Jakarta (Forkimja) di DPGP DKI setiap Kamis. Cakupan evaluasi itu sendiri tidak hanya fokus pada pembangunan unit hunian sementara atau portable architecture, tetapi skema besarnya yakni program Pembangunan Kampung Terpadu (PKT) atau MHT Plus, yang memang belum ada pedoman, petunjuk teknisnya.

Persoalan yang terkait dengan masyarakat hampir ‘tidak ada’ kecuali keinginan agar ada jaminan mereka tidak digusur. Program PKT atau MHT Plus untuk wilayah perkotaan seperti DKI Jakarta tidak akan tercapai –jika PKT tidak memperbaiki seluruh aspek bermukim (ruang daur hidup) yang layak dalam arti tidak mendorong berulangnya berbagai bencana perkotaan seperti banjir, penyakit, dan kebakaran– kecuali mengembangkan skema program PKT melalui pengembangan Rusun Swadaya-RSw (aided-Selfhelp). Program RSw ini tidak harus dibangun serentak, tetapi dapat dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, melalui strategi ‘bedah mikro’, yakni perbaikan atau ‘pembedahan’ kampung dalam skala mikro bertahap satu kesatuan spasial mikro.

Satu kesatuan spasial mikro adalah warga dalam RT tertentu atau gabungan warga dari dua RT atau lebih namun secara spasial memudahkan proses pembangunan rusun.

‘Proses pemasangan di lapangan sangat

cepat, kurang lebih 20 menit, dengan tenaga kerja

sebanyak 6 (enam)

orang’

(27)

Riset ini diketuai oleh Prof. Benyamin Kusumoputro dari Fakultas Teknik UI dan beranggotakan Dr. Feri Yusivar serta memayungi riset mahasiswa S3: Tati Zara dan mahasiswa S2: Brahmastro Kresnaraman & Ati Masfiah. Riset ini telah selesai dilaksanakan dan telah dipublikasikan dalam IEEE International Conference on Computer, Singapore Feb. 2010, dengan title “Pose estimation of 3D face images using fuzzy nearest distance in fuzzy interpolation line,”; WSEAS Proceding of Aplications of Computer Engineering, Penang, Malaysia, March, 2010, dengan title: ‘Development of fuzzy manifold and fuzzy nearest distance for pose estimation of degraded face images’; padaProceeding of IJJSS 2010, Bali Indonesia, October, 2010 dengan title: ‘Automatic face recognition system based on infra-red images and a neural networks dan akan dipublikasikan (Paper accepted) in International Journal of Artificial Intelligence.

Vol.

05

No.

01

oktober

12 i

Warta drpm

i 25

Vol.

05

No.

01

oktober

12 i

Warta drpm

i 25

Pengembangan Sistem Pendeteksi, Penentu Posisi dan Sudut Pandang Citra Wajah 3D terdegradasi

R

iset ini dilatarbelakangi bahwa sistem pengenal wajah secara otomatis sangat diperlukan terutama untuk kebutuhan surveillance, dan untuk keperluan ini, sistem harus mampu untuk mengenal wajah berbasis 3 dimensi. Saat ini masalah sistem pengenal wajah secara frontal dan semi frontal sudah dapat diselesaikan dengan baik, akan tetapi untuk sistem pengenal wajah 3D hal ini masih terjebak dalam banyak persoalan, berkaitan dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Periset sebelumnya telah mengembangkan sistem pengenal wajah 3D berbasis Hemispheric Strucuture of Hidden Layer (HSHL) Neural Networks yang telah terbukti mampu untuk melakukan pengenalan wajah 3D dengan tingkat pengenalan yang tinggi. Akan tetapi untuk dapat melakukan pengenalan wajah secara real time masih diperlukan dua buah subsistem yang belum terealisasikan yaitu subsistem pendeteksi dan penentu posisi wajah dalam citra masukan dan subsistem pengestimasi sudut datang citra wajah masukan. Pengembangan sistem dalam riset meliputi (1) pengembangan sistem pendeteksi dan penentu posisi citra wajah 3D (face detection and its position determination for 3D face images in scene) dan (2) pengembangan sistem untuk menentukan posisi sudut pandang kamera dalam citra wajah 3D (pose position determination for 3D face images in scene).

Profil Riset

(28)

HIGHLIGHT

KRITIK DAN SARAN [email protected]

www.research.ui.ac.id

Vol 05 No. 01 jaNuari 12

Fulltext e-mail

atas terakreditasinya Jurnal Ilmiah Makara Seri Kesehatan dan Seri Sosial-Humaniora!

Selamat!

Referensi

Dokumen terkait

Keywords: Penyuluhan UI-UX, Pengabdian UI, Pengabdian UX PENDAHULUAN Produk yang berkualitas merupakan hasil dari proses riset panjang yang melewati percobaan tertentu, namu