Volume
X, No. 1 -Juli 2010
PEMBAHARUAN HUKUM EKONOMI DI INDONESIA Peran Negara
Dalam Pembangunan Hukum Ekonomi
FX Joko Priyono (FH Universitas Diponegoro, Semarang)
Persaingan
PasarRiteldi lndonesia:
PasarModern versus
PasarTradisional
Yakub Adi Krisanto (FH Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga) Legal
Aspect Warehouse
ReceiPt inthe Banklng Activities
Ramlan
Ginting
(Bank lndonesia; Manado)GeneralAgreement onTrade ih
Services (GATS)dan Kedaulatan Hukum diBidang Ekonomi
Mahmul Siregar (FH Universitas Sumatera Utara, Medan)
Landasan Hukum
Atas PelaksanaanTanggung
Jawab SosialPerseroanTerbatas
IDhaniswara K. Harjono (Pascasarjana Magister
llmu
Hukum UKl,Jakarta)Harmonisasi lnstrumen Hukum Nasional Menuju
KerjasamaRegional Dalam Penanggulangan"cyber crime"di
Kawasan Negara ASEANAhmad M.
Ramli
(BPHN, Kementerian Hukum dan HAM)On
Microfinance, Financial Self-sustainability, and Mission Drift
Jannie Wil liam s (FH Universitas Pel ita Hara pan, Karawaci, Tangerang)
Penyelesaian Sengketa di Arbitrase Salah Satu Cara Untuk Menghindari
Mafi aPeradilan
f
rani
tt. Wina rta (FH Universitas Pelita Harapan, Karawaci,Tangerang)wuP H i,#:i1'#r:,T" Harapan
r
i
UPH
UNruERSITAS PELITA }IARAPAN
Law Reuiew
"Law
Review" adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan,didirikan
tahun 2001, terbit pertama kali bulan Juli 2001 dan terbit secara berkala 3 (tiga)kali
dalam satu tahun yaitu pada bulan Juli, November dan Maret. Penggunaan nama"Law
Review" (dalam Bahasa Inggris) untuk m-enyesuaikan denganVisi
danMisi
UPH sebagai Global Practice Campus. Kata"Law
Reviewn' secara etimologi dari Ba- hasa Inggris, law artinya hukum dan review artinya tinjauan. Law Review merupakan tinjauan/kajian hukum sebagai wadah informasi ilmiah dibidang hukum yaitu berupa hasil karya penelitian ilmiah, dan atau tulisan ilmiah hukum (berbentuk kajian)r
ISSNNo. :
1412-2561
SUSUNAN PENGURUS
JURNALLAW REVIEW
PENANGGUNG JAWAB
Prof. Dr. Bintan R. Saragih, SH(Dekan Fakultas Hukum UPH)
PIMPINAN REDAKSI
Dr.
jw. Udin
Silalahi, SH.,LL.M DEWAN REDAKSI
Dr. Eduard
I.
Hahuly, SH.,LLM.
Dr. Hardijan Rusli, SH,
MM, M.Acc
Jessica Los Banos,
LLB, MTM, MBA.
Meray Hendrik Mezak, SH.,
MH.
Jamin Ginting, SH.,
MH.
Agus Budianto, SH.,
MHum
Vincensia Esti Pumama Sari, SH., M.Hum.
Christine Susanti, SH., M.Hum.
Susi Sutantijo, SH.,
LL.M
SEKRETARIS REDAKSI DAI\[ BENDAHARA
Theresia
Rini
Stiani, SEALAMAT REDAKSI
Jl.
M.H.
Thamrin Boulevardll00
Kampus UPH Gedung D
Lt.4,
Sekretariat Fakultas Hukum Tangerang I 58 I 1, Banten-IndonesiaTelp: (021)5460901 ; Fax: (02 1)5460910
Vol.
X, No.
1LAW REVIEW
DAFTAR ISI
ISSN
NO. : l4l2 -2561
Pcran
NegaraDalam
PembangunanHukum Ekonomi FX
Joko Priyono (FH Universitas Diponegoro, Semarang) Persaingan PasarRitel di Indonesia:'P"ru, Modern
versus PasarTiadisional
Yakub
Adi
Krisanto (FH Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga)Legal Aspect Warehouse Receipt
in
theBanking Activities
RamlanGinting
(Bank Indonesia, Manado)'l
General Agreement on
Tlade in
Services(GATS)
danKcdaulatan Hukum di Bidang Ekonomi
Mahmul
Siregar (FH Universitas Sunratera Utara, Medan) LandasanHukum
Atas Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Pcrseroan TerbatasDhaniswara
K.
Harjono (Pascasarjana MagisterIlmu
HukumUKI,
Jakarta)Harmonisasi Instrumen Hukum Nasional Menuju Kerjasama
RegionalDalam
Penanggulaugan"Cyber Crime" di
KawasanNegaraASEAN
Ahmad
M. Ramli
(BPHN, Kementeridn Hukum danFIAM) On Microfinance'
X'inancialSelf-Sustainability' and Mission Drift
Jamie
Williams
(FH Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang)Penyelesaian Sengketa di
Arbitrase
Salah SatuCara Uutuk Menghindari Mafia Peradilan
Frans H, Winarta (FH Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang)
Halaman 1-16
l7-38
39-50
5t-70
7t -84
85
-
102103
- t24
125
- t39
Kata
PenganterDisadari atau tidak, kdsis ekonomi dan monetet yang
menerpa Indonesia pada pertengahan tahun 1997 ikut mendorong pembangunan (baca:pembahanran) hukum ekonomi
di
Indonesia.Krisis
ekonomi tersebuttidak
dapat diputihkan sendiri oleh Pemerintah Republik Indonesia. Intemational Monetary Fund(IMF)
menawarkan dana bantuan sebesar 43 milar US Dolar kepada Pemerintah lndonesiauntuk
dapatmelalukan
pemulihan ekonomi.Pemerintatr
Indonesia menerima
bantuandari IMF
tersebutpada
bulan Januari 1998 dengan menandatangani Letter of Intent(LoI).Akan
tetapiIMF
mengajukan suatu persyaratan untuk mencairkan dana bantuan tersebut
yaitu
beberapa peraturan perundang-undangan yang bethubungad dengan ekonomi harus diundangkan(dimiliki)
oleh Pemerintatr Indonesia. Untuk itu mautidak
mau Pemerintah Indonesia harus melakukan pembatraruan hukum.Pembaharuan
hukum
mengandung pengertian menyusun suatu tata hukum untuk menyesuaikan dengan perubahan masyarakat, karena masyarakat selalu dinamis dan berkembang. Selain.itu faktor
yang utamabagi
hukum unhrk dapat berperanan dalam pembangunan ekonomi adalah apakah hukum mampu menciptakan stability,predictability danfairness.
Untuk itulah sejak era reformasi, Pemerintah Indonesia bersama DPR telah banyak menerbitkan peraturan perundang-undangan dibidang hukum ekonomi antaralain
sepertiUU No.
10/1998tentang
Perbankan;UU No.
511999tentang
Larangan Pralr:tekMonopoli dan
Pesaingan UsahaTidak
Sehat;UU No.
811999tentang Perlindungan Konsumen;
UU No.
9/1999 tentang Peneyelenggaraan Perdagangan BerjangkaKomoditi;
UUNo.
18/1999 tentang Jasa Konstruksi;UU No.
3712004 tentang Kepailitan dan Penundaan Pembayaran KewajibanU*g,
UUNo.
2612006 tentang Sistem Resi Gudang, danlainJain.
Jadi, sejak era reformasi sampai
sekarang banyaknya peraturan perundang-undanganyang diterbitkan oleh
Pemerintahdibidang
hukum ekonomi untuk memberikan kepastian hukum dan keadilan guna mendorong pertumbuhan (pembangunan) ekonomi. Dalamkaitan inilah
RedaksiLaw
Review melihat betapa hukum ekonomi mempunyai peranan penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Oleh karena ihr Redaksi Law Review pada edisi bulan Juli2010 ini memilih
tema utama tentang Pembaharuan Hukum Ekonomi di Indonesia. Begitu banyak hukum ekonomi yang telah diterbitkan oleh Pemerintah, akan tetapi dalamLaw
Review edisi bulanJuli
2010ini
akan disajikan hanya beberapa isu, yaitu sebagai tulisan utama yang pertama adalah tentang Peran Negara Dalam Pembangunan
Hukum Ekonomi
yang ditulis oleh Dr. FX Joko Priyo, SH, MHum, dari FH Universitas Diponegoro, Semarang. Dalamtulisan ini
dipapatkan betapa pentingnya peran Negaradalam pembangunan hukum sehingga perekonomian dapat berjalan dengan
baik untuk
mencapai tujuannyayaitu untuk
mensejahterahkan masyarakat umum.Upaya Pemerintah untuk memberikan kepastian hukum
dan keadilan kepada pelaku usaha dalam bprusahadi
era reformasi, Pemerintah menerbitkan peraturan perundang-undangan dibidang hukum ekonomi, salah satu diantaranya adalahUU No.
511999 tentang Larangan PraktekMonopoli
dan Persaingan UsahaTidak
Sehat(W No.
511999) yang menjamin setiap pelaku usaha melakukan kegiatan usahanyadi
Indonesia.UU No.
5/1999 memberikanjaminan
berusahayang
samabagi
semuapelaku
usaha dansekaligus memberikan aturan
bahrvapelaku usaha
dalam. menjalankan usahanya harus secara sehat(fair).
Tulisan kedua yangditulis
oleh YakubAdi
Krisanto, SH,,M,H
dari FH UniversitasKlisten
Satya Wacana, Salatiga, mengupas mengenai persaingan di pasar retail, khususnya persaingan antara pasarmodern dan
pasartadisional. Dan fulisan ketiga
adalah mengenaiUU No.
2612006 tentang Sistem Resi Gudang yangditulis
oleh Dr. RamlanGinting dari
Bank Indonesia. Tulisanini
memaparkan tentang resi gudang, bagaimanaresi
gudang menjadi dokumen hukumyang
dijadikan jaminan utang. Dengan demikianresi
gudang menjadi salah satu dokumen hukumyang
dapat ,mendorongkegiatan
usahadi
Indonesia. Sedangkan tulisan keempatditulis oleh Dr. Mahmul
Siregar,SH.,MH dari
Fakultas HukumUniversitas Sumatera Utara, Medan mengenai General Agreement
on Tradesin
Services(GATS)
dan KedaulatanHukum Di Bidang
Ekonomi.Tulisan ini mengkaji bahwa
perdaganganintemasional antara
Negara sekarangini
tanpahambatan
batasan (borderless)baik di
bidang barang- barang maupun dibidangjasa.
Setelah Pemerintah Indonesia meratifikasi perjanjian pembentukan World Trade Organization (WTO) pada tahun 1994, maka perdagangan dalam negeri secara bertahap diliberalisasi termasukdi
bidangjasa. Dalam tulisan ini
akandikaji
apakahliberalisasi
sekror jasa berdasarkanGATS
menyebabkan kedaulataninternal dibidang
ekonomitunduk
kepada kesepakatan internasional? Sehubungan denganitu
akan diarralisislebih
lanjut bagaimana eksistensi kedaulatan hukum suatu Negara peserta GATS? Bagaimana mengantisipasi agar tneasure yangdiambil
oleh Pemerintah Indonesia tidak menjadi permasalahan hukum ketika dihadapkan dengan GATS dan apa yang harus dilakukan dalam menghadapi liberalisasidi
sektor jasa? Sedangkan tulisan yangkelima
adalah mengenai Landasan HukumAtas
Pelaksanarur Tanggwrgiawab Sosial Perseroan Terbatas yangditulis oleh Dr,
DhaniswaraK.
Harjono, SH.,MH, MBA dari
PascasarjanaUniversitas KristEn Indonesia" Jakarta. Dalam tulisan ini
dipaparkan bagaimana tanggungiawab sosialdan
lingku-ngan Perseroandalam
sistemhukum Indonesia. Sedangkan tulisan keenam adalah berkaitan dengan hukum teknologi tentang Harmonisasi Instnrmen HukumNasional Menuju Kerj asama Regional Dalam Penanggulangan "Cyber Crime"
di
Kawasan NegaraAsean.Dalam tulisan
ini
dijelaskan bagaimana sfrategi hukum yang dilakukan oleh Indonesia dalam menghadapi Cyber dan prinsip-prinsip hukum apa saja yang harusdiperhatikan
oleh Negara-negaraASEAN
dalam upaya harmonisasihukum
domestiknya agar selaras denganprinsip-prinsip
instnrmen hukum internasional di bidang cybercrime.Dan dua tulisan pendamping dalam edisi bulan
Juli
2010ini ditulis
oleh JamieMlliams
dari FH Universitas Pelita Harapan, Karawaci, tentang On Microfinance, Financial Self-Sustainability, and MissionDrift.
Tulisanini
menjelaskan Lembaga Keuangan
Mikro
yang menyediakan layanan keuanganbagi klien yang
berpenghasilan rendatrdan miskin dan akan
dianalisis, apakah Lembaga KeuanganMilao
dapat melakukan peran ganda sekaligus,yaitu
melakukanmisi
sosialnya danjuga
meningkatkan keuntungannya.Tulisan pendamping kedua
ditulis
oleh Dr. FransH.
Winarta, SH.,MH
dariFH
Universitas Pelita Harapan tentang Penyelesaian Sengketadi
Arbifrase Salah.Satu
Cara Menghindari Mafia
Peradilan.Dalam tulisan ini
akan dijelaskan bahwa untuk menghindari mafia peradilan yang terjadi akhir-akhirini,
pelaku usaha dapat memilih Arbihase sebagai salah satu lembaga dalam penyelesaian sengketa diantara para pelaku usaha" tentu saja harus disepakati terlebih dahuludi dalam
suatu perjanjian oleh para pihak.Kepada pembaca
Law Review yang
setia, Redaksi mengucapkanselamat membaca tulisan-tulisan tersebut secara kritis dan
semoga bermanfaat.Redaksi Law Review Fakultas
Hukum-UPH
TIIE CONTENT
OFTHIS PUBLICATION
ISTHE SOLE RESPONSIBILITY OT'THE RESPECTIVE AUTHORS AND SHOULD IN NO WAY
BETAKEN TO REF'LECT THE VIEWS OF
LAW RXVIEWAND FACULTY OF LAW UNIVERSITAS PELITA
HARAPAN, KARAWACI, TANGERANG.
Lmt Ratiew VolumeXNo.
I
-Juli 2010LANDASAN HUKUM ATAS PILAKSANAAN
TANGGTJNG JAWAB SOSIAL PERSEROAN TERBATAS
Dhaniswara K. Harjono
Pascasarjana Magister Ihnu Hukum UKI, Jakarta
W
Abstract
Social and environmental
responsibility is a
companybresponsibility that
should be calculatedas
accountedfor as corporate
expenditurein
whichthe
implementationis carried out by taking due care and due
diligenceinto
consideration,which if it is
not performedproperly shall
be penalizedin
aceordancewith applicable rules and regulations.
Business activities performed bymajor
corporations nowadays have become a powerfulforce that
hasto
befollowed by social and
environmentalresponsibility
which benefits thepublic.
Toprovide legal searity in performing
those social responsibilities,it
requires legal grounds that can give a senseoffairness
toall
stakeholders thereforegiving
the greatest benefit topublic
welfare.Keywo rds : corpo rate s o
cial
responsibility, Iaw no. 4 0/2 0 07A.
PendahuluanTanggung
Jawab Sosial dan Lingkungan
Perusahaan merupakan materi baru dalamUU No.
40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang merupakanadopsi dari konsep 'Corporate Social
Responsibility (CSR) yang telah dianut secarainternasional.
Konsepini
didasarioleh
pendapatMilton
Friedman,tahun
1962 yang merupakanbapak dari
neoliberalisme (neoliberalrsm) dalambukunya
Capitalism and Freedom,tFew trends could so thoroghly undermine theveryfoundations of ourfree society as the acceptance by corporate
ffioials
of asocial responsibility other than to make as
much
moneyfor
their stockholders as Possible.
I
Sutan Remy Sjahdeni, Corporate Responsibi/rry, Jurnal Hukum Bisnis - Volume 26-No. 3 Tahun 2007, hal. 57
7t
Dhaniswar,a K. Harjolq: Lan+lan,
I{ukuTr,r Atas Pel$,sanaa{r Tanggung {awqb Sosial,.
Menurufirya
tanggung jawab perusah&m adalahTo conduct the
bussinessin accordance with (owners or
shareholders) desires,which generally will be to make
asmuch
money aspossible
whileconforming
to the basic rules of society, both those embodiedin law
and those embodied in ethical custom.Jadi, menurut pendiri
neoliberalisme'tersebut, satu satunyatujuan
danr e sp ons ib
ilip
perusahaan adalah memaksimalkan pendapatan dan kekayaan perusahaan bagi pemegang sahamnya. Pendapat ini telah melahirkan banyaksekali
perusahaan besar yangmenunjukkan
sikap tidak bertanggung jawab dan bersikapanti
sosial dan melakukanpraktik-praktik tidak
manusiawi, dimana mereka memperlakukan para pegawaidan pekeda
secara tidak manusiawi, membajak pegawai perusahahn lain dengan menawarkan gaji dan fasilitasyang'lebih baik,
memproduksi barang yang menggangu kesehatan, menghancurkan perusahana lain, melakukanpraktik'praktik
persaingan usahatidak
sehat, melakukan pencemaxan lingkungan,praktik-praktik
penyuapan, dan lain-lain.Akibat praktik-praktik tidak
sehat tersebut,maka
beberapa tahun terakhirini,
dunia telah menerapkanprinsip
corporate social responsibility (SCR)baikuntuk
socialresponsibilifi
maupun competitive advantage. Saatini
CSR sudah menjadi suatu keharusanbagi institusi publik,
dunia usaha, para pemberikerj4
organisasi-organisasi madani. Dalam halini
perusahaan harus memberikan kontribusi yang baik kepadapublik
dan memperlakukanpegawai dan bwuh
dengan hargadiri dan
kehormatan.Oleh
karenanya kesadaranpentingnya
melatcukanCSR
merupakantrand global
seiring dengan semakin maraknya kepedulian mengutamakan s talcehol der s.Dengan
gagasanCSR diharapkan bahwa
perusahaantidak
lagi dihadapkan pada tanggung jawabyang
berpihakpada
single bottom line,yaitu nilai
perusahaan (corporate value) yangdirefleksikan
dalam kondisi keuangaR(firunciot)
saja" tetapijuga
Berusahaanmemperhatikan
dampak sosialdan lingkungan (xiple bottom lfne). Kondisi keuangan
saja tidak72
Lau, Review Volume X No.
I
- Juli 20la cukup menjaminnilai
pertumbuhansecara berkelanjutan
(suistainable).Berkelanjutan perusahaan hanya akan terjamin apabila
perusahaanmemperhatikan dimensi sosial dan lingkungan hidup, dimana telah menjadi fakta
bahwa resistensi
masyarakat sekitar muncul ke permukaan terhadap perusahaan yang dianggaptidak
memperhatikan lingkungan hidup.2Tanggung
jawab sosial
perseroanterbatas terdiri atas
beberapa komponen utama,yaitu
pedindungan tingkungan, jaminan kerja, hak asasi manusia, interaksi dan keterlibatan perusahaan dengan masyarakat, standarusah4
pasar, pengembanganekonomi dan
badan usaha" perlindungankesehatan, kepemimpinan dan pendidikan" serta bantuan
bencana kemanusiaan.Berdasarkan uraian
di
atas, penrmusan masalah yang diangkat dalam tulisan ini adalah bagaimana tanggung jawab sosial dan lingkungan Perseroan dalam sistem hukum Indonesia?B.
Pembahasan1. Arti
TanggungJawab Soslal PerusaheanTanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan diistilahkan
denganCorporate Social Responsibitity
atau,BassinessSocial
Responsibility.Menurut Michael Hopkins
dalam worhingpaper yang
disampaikan kepada PolicyIntegration Department
Wolrd Commision on the Social Dimension ofGlobalization,
CSR didifinisikan dengan,C.tR
,i concerned with
treating the stakeholders ofthefirm ethically or in
responsible mannen ethically or responsible means treating stakeholders in a manner deemed acceptable in civilized societies. Social includes economic responsibility.Stakeholders
exist within
afirm and
outside. Thenatural environment is a
stakeholder.The wider aim of social
responsibilityis to
createhigher
standardsof living,
whilepreserving
theprovitability of
the corporation,for
peoplesbothwithin
and outside the corporation.2
Jamin Ginting, Hukum Perseroan Terbatas (Undang Undang No. 40 Tahun 2007), Cet.Pertama, @andung : Penerbit PT. Ciha Aditya Bakti, 2007),hal. 94
Dhaniswara K. Hariono: Landasan Hukum Atas Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial..
Lebilr lanjut Hopkins
mengcmukakanbahwa CSR therefor
meansthe ethical behavior of
bussiness toward"sits
constituenciesor
stakeholders.sDalam Wikipedia, Corporate Social Responsibility
(CSR)adalah:
Conccpt which encourages to consider the interest of society by taking
responsibilityfor
the impact of the organizatio b activitieson
customers, cmployees, shoresholders, communities and the cnvironmentin all
aspectsof
itsoperatiow. Thit
obligationis
seento extend beyond
the statutoryobligatioru
voluntarytaHngfuther
steps to improue the qualityof
.for employees and theirfomilies
aswell
asfor
thelocal
community and societyat
large.aWortd Business Council
for
Sustainable, memberikandifinisi'
l
CSR adalah
suatu komitnen
berkelanjutanoleh
dunia usahauntuk bErtindak etis dan memberikan kontibusi
kepadapengembangan ekonomi dari komunitas
setempat a-taupun masyarakatluas,
bersamaan dengan peningkatantaraf
hidup pekerj aanya beserta seluruh keluarganya.5CSR merupakan bentuk kerjasama antara perusatraan (tidak hanya Perseroan Terbatas) dengan segala sesuatu atau segala
hal
(stakeholders)yang secala
langsung maupuntidak langsung berinteraksi
dengan perusahaan tersebut untuk tetap menjamin keberadaan dan kelangsungan usaha (sustainabiliry) perusahaan tersebut.6Tanggung
jarvab sosial
perusahaanatau Corporate
SocialResponsibility
adalahkonsep
bahwa organisasi, khususnya (namunbukan hanya)
perusahaan adalahmemiliki
tanggungjawab
terhadapSutan Remy Sjahdeni , op.cit., hal. 59
h,tn/l.Wikipedia.org.lwikilcorporates.ocia!respowibililv' Jamin Ginting, op.cit., hal. 95
Gunawan Widjaja, Dampak Pelaksanaqn
W
No. 40 Tahun 2007 Terhadap DuniaUsaha di Indonesia (Tiniauan Terhadap Pasal 74
WPT)
Makalah dalam Seminar Menyongsong Berlakunya UU RI No. 40 Tahrur 2007 tentang Perseroan Terbatas, Dia- mond Room, Nikkq Hotel Jakarta, 6 September 2007,hal.4J 4
5 6
74
7 8
Law Raiew Volume X No.
I
- Juli 2010 konsumen,karyawan,
pemegang saham,komunitas dan
lingkungandalam
segala aspek operasional perusahaan'CSR
berhubungan erat dengan pembangunan berkelanjutan,dinans ada
argumentasi bahwa suasr perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannyatidak
semata hanya berdasarkanfaktor
keuanganbelaka
seperti halnyakeuntungan
atau deviden, tetapijuga
harus berdasarkankonsekuensi
sosial dan lingkungan,baik untuk
saatini
maupun untuk jangka panjang.tcSR atau
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan bukan suatu bentuk tanggungjawab
dalam pengertian harafiah.Namun
merupakan moralobligation
perusatraan terhadap keadaan ekonomi, keadaan sosial dan keadaan lingkungan yang terkait dengan kegiatan usaha atau jalannya perusahaan secara berkesinambunganyang tidak
harussama
antara satu perushaan dengan perusahaan yang lainnya. Diselenggarakan oleh perusahaan atas biaya perusatraan untuk kepentingan semua stakcholders perusahaan yangmeliputi
pemegang saham, kreditor, Direksi dan Dewan Komisaris, karyawan, rekanan usaha, supplier,disnibutor,
pemerintah,konsumen dan lingkungan, dimana biaya
penyelenggnraancsR
tersebut tidak boleh merugikan kepentingan dari salah sabt stakpholders tersebut.
Dilihat dari
sudut pandanghukum bisnis,
setidaknya ada dua tanggung jawab yang hams diajarkan dalam etika bisnis, yaitu tanggungjawab hukum (tegat
responsibility)yffig meliputi
aspek perdata(ciuil tiability),
dan aspek pidana(crime tiability),
dan aspek tanggung jawab social (s oc ial re spons ibility) y mgdibangun di atas landasan norma'moralyang berlaku di
dalam masyarakat.Artinya
sekalipun suatu kegiatan bisnis secara hukum (perdata dan pidana) tidak melanggar undang-undang atau peraturan, tetapi bisnis tetsebut dilaktrkan dengan melanggar moral masyarakat atau merugikan masyarakat, maka bisnis tersebut dianggap sebagai perbuatan tidak etis (unethical conduct).8Jamin Ginting, op.cit., hal. 95
Ridwan Khairandy, Perseroan Terbatas, Edisi Kedua' (Jogjakarta: Kraesi Total Media Yogyakarta, 2009), hal. 138
75
Dha$sw,ara f., Harjo{rq: Ifn9as.an FulruT
lqs
Pelaksa}.*llTangeung.{awa!Sosial.. _
Undang Undang No. 40 Tahun 2007 , Pasal 1 ayat (3) memberikan difi nisi Tannggung Jawab Sosial danlingkungan, yaitukomitmen perseroan untuk berperan serta
dalam
pembangunan gkonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat,baik bagi
perseroansendiri,
komunitas setempat, maupun masyarakat pada umunuya.eTanggrrng Jawab Sosial dan.Lingkungan atau CSR termuat dan
tercermin
dalamcode of
conducts, codeof
ethics, corporate policy, statement ofprinciples
masing-masing perusahaan yang dapat berbeda satu dengan yang lainnya.Wujud tanggung jawab sosial perusahaan dapat dirumuskan dalam dua wujud,
yaitu
:toa. Positif
: Melakukan kegiatan -kegiatan yang bukan didasarkan pada perhitunganutung rugi,
melainkan didasarkan pada pertimbangan demi kesejahteratn sosial.b. Negatif
: Tidak melah;kan kegiatan-kegiatan yang dari segi ekonomis menguntungkan, tetapidari
segi sosiial merugikan kepentingan dan kesejahteraan sosial.Dengan demikian jelas bahwa tanggung jawab sosial perusahaan merupakan rasa keperdulian sosial perusahaan terhadap segala hal yang berhubungan dengan harmonisasi antara tanggung
jawab ekonomi
dan tanggwrg jawab sosial.2. Orientasi
TanggungJawab
Sosial Bagi PerusahaanMennrut Sutan Remy Sjahdeniu, terdapat
beberapa fbktor pendorong mengapa perusahaan harus menerapkanCS& yaitu
:1. Terjadinya perubahan nilai-nilai. Perusahaan banyak
yangsecaxa
sukarela
mengubah orientasinya,yaitu dari
semula hanya Indonesi4 Undang UndangTentang Perseroan TerbatsE, U.U. No. 40 Tahun 2007, L.N.No.
106 Tatrun 2007, TL.N. No. 4756, Pasal I ayat (3)A. Sonny Keraf, Etika Brsnis, lr{embangun Citra Bisnis Sebagai Profesi Luhur, (Yogya- karta: Kanisius, 1993), hal, 98
Sutan Remy Sjahdeni, op.cit., hal. 60 9
l0
ll
Law Rniew Volume XNo.
I 'Juli
2010 mementingkan pemupukan pendapatan dan keuntungan yang sebesaf' besarnya menjadi hanrs pula bertanggung jawab terhadap masyarakat,baik
masyarakatlokal
dimana mefeka berada maupun masyarakat dunia dan terhadap lingkungan bisnisnya.Ini
merupakan perubahan sikap moral dari perusahaanyarg
tela'h mendotong perusahaan untuk mengubahnilai-nilai
yang berlaku sebagai budaya kerja perusatraantersebut.
l2. Shategi. Oleh
karena telafuterjadi
perubahanorientasi,
dimana perusahaan harus bertanggungjawab terhadap masyarakat danterhadap lingkungan, maka startegi perusahaan juga harus disesuaikan.3. Public Pressure, Berbagai kelompok LSM, konsumen,
media,negara
dan
badan-badanpublik lainnya telatr menuntut
dengan keras agar perusahaan-perusahaan lebih bertanggung jawab terhadap .masyarakat,baik
masyarakatlokal
dimana mereka berada maupgn masyrakat dunia.Berbagai kebdakan atau keputusan
perusahaansudah
tentu berkaitan unnrk kemajuan, keberhasilan perusahaan secara keseluruhan, apabila berbagai kebijakan tersebut sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku maka akan menumbuhkaniklim
berusaha yang sehat, begitujuga
apabila kebijaksanaan ataupun keputusan perusahaantidak
sesuai dengan perundang-undangan yangbedahl,
maka peraturan perundang-undanganyang ada telah menentukan sanksinya
yangmemaksa.12
Perkembangan aset ddn perkembangan keuntungan
yang dialami oleh perusahaan yang telah menerapkan CSR juga telah menjadi pendorong banyak perusahaan akhirnya menerapkan CSRini'
Keberadaan
CSR
dewasaini menjadi
sangatpenting. Hal ini
terutamadiakibatkan tedadinya globalisasi dan makin
meningkabrya persaingan sebagai akibat globalisasi tersebut. Demikian juga dari waktu ke waktu perusahaan menjadi semakin besar dan makin meningkat pula 12 Habib Adjie, Status Badan Hukum, Prinsip-Frinsip dan Tanggung Jawab Sosial Persero-an Terbatas, (Bandung: CV Mandar Maju, Bandung, 2008), hal. 69
77
Dhaniswara K. Hariono: Landasan Hukum Atas Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial..
pengaruh
perusahaan-perusahaantersebut yang memerlukan
upaya-upaya
penghematan dan reposisipemerintah
dan peranannya. Selainitu
secaraglobal
telahterjadi perang di
antara perusahaan-perusahaturuntuk
mendapatkantenaga-tenaga yang
berbakatdan
berkeahlianyang
mengakibatkan pertumbuhanaktivitas
masyarakatglobal,
sertamakin
meningkaftryakesadaran
mengenaipentingnya
aset-aset tidak berwujud.Oleh karenanya pelaksanaatr CSR
tidak hanya
bermanfaat bagi masyarakat namun memberikan manfaat langsung kepada perusahaan,dimana konsumen bukan hanya sekedar memilih untuk
membelidari
perusahaan-perusaharmyang
melaksanakanusahanya
secara etis batfuan menuntut akanhal itu. CSR telah meningkat
secara dramatis setelah.perusahaan menerapkan CSR. Oleh karenanya manfaatnya secara langsung adalah bahwa:L
pelaksanaarr CSR telatr meningkatkan reputasi perusahaan;2.
reputasiyang baik
tersebutmemudahkan
perusahaanuntuk
dapatmelakr*an
reknritmen pegawai yang berkualitas dan bereputasi baik;3. para pegawai lebih betah untuk bekerja di perusahaan
yang melaksanakanCSR
sehingga perusahaan dapatmengurangi
biaya yang timbul karena hanrs melakukan rekruitrnen baru dan melakukan pelatihan pegawai-pegawai baru;4,
para pegawai lebihbermotivasi
dan karenaitu
lebihproduktif;
5. CSR
membantuperusahaan untuk mematuhi
ketentuan undang- rurdang;6. keterlibatan perusahaan
dalarn kegiatan-kegiatanyang
dilakukanolehkomunitas
setempat menghasilkan liputanyangbaik
dari media mengenai perusahaan tersebut;7.
pelaksanaanCSR menghasilkan
hubungan-hubunganyang
baik denganotoritas
setempat danhubungan-hubungan
yangbaik itu
memudahkan bagi perusahaan untuk melahrkan bisnisnya;8.
pelaksanaanCSR yang
menghasilkan pengaruhyang luas
bagi7E
Law Raticw Volume X No.
I
- Juli 2010bisnis
perusahaandapat
membanu perusahaanuntuk
mela}ukanbisnisnya;
g. CSR dapat membuat
perusahaanlebih kompetitif dan
dapatmengurangi
munculnyarisiko
yang akan mengakibatkan rusaknya reputasi perusatraan;10. para investor dan lembaga-lembaga pembed
pinjaman
(antaralain
bank-bank)bila
mengetahui bahwa perusahaan,yaitu
perusahaan dimanainvestor
telah menanamkan dananya atau lembagaJembagayang
memberikanpinjaman telah
menerapkanCSR, akan
lebihbersedia
memberikantambahan
dana investasi atau memberikan tambahanlaedit
bagi perusahan tersebut.Manfaat tersebut akan dapat dipetoleh maksimal,
jika
perusahaan dalam melaksanakan kebijakan CSR bertujuantidak
hanya memberikan manfaat finansial tapijuga
komersial bagi perusahaan yang hanya dapat diperoleholeh stakeholders
sebagai penerima manfaatjika
mereka mengetahuinya melalui sarana publikasi.3. Tanggung Jawab sosial Perusahaan dalam uu No. 40 Tahun
2007
cRS
atau tanggungjawab
sosial merupakan suatu hak yang baru yang diadopsi olehUU No.
40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) yang dimaksudkan sebagaibentuk
pertanggunglawaban sosial perseroan terhadap lingkungan dan keadaan masyarakat sekitar perseroan.Serta
menciptakan
hubungan'perseroanyang
serasi,seimbang
dan sesuai dengan lingkungan,nilai,
nonna dan budaya masyarakat setempat.Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan
adalahkomitnen
Perseroanuntuk
berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat,baik bagi
Perseroansendiri,
komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya. 1313 Lihat Penjelasan Undang-Undang RI No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas 79
Dhanisrvara K. Harjono: Landasan Hukum Atas Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial..
Latar belakang pemikiran dimuatnya aturan tentang
tanggungjawab sosial dan lingkungan dalam UUPT
adalah adanya keinginan untuk mewujudkan pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan sebagai upaya unhrk meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat bagi Perseroan itu sendiri maupun bagi masyarakat pada umumnyaKetentuan ini dimaksudkan untuk mendukung terjalinnya hubungan perseroanyang serasi, seimbang dansesuai dengan
lingkugan,
nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat, maka ditentukan bahwa perseroan yang kegiatan usahanya dibidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alamwajib
melaksanakan kewajiban perseroan tersebut. Kegiatan Tanggung JawabSosial dan Lingkungan
harus dianggarkandan
diperhitungkan sebagai.biaya
Perseroanyang
dilaksanakandengan
memperhatikan kepatutrordan kewajaran. Kegiatan tersebut dimuat dalam
laporan tahunan Perseroan. Dalam hal Perseroantidak
melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan maka Perseroan yang bersangkutan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Dalam UUPT tersebut menyebutkan batrwa perseroan (perusahaan) usaha tertentu waj ib melaksanakan tanggrurg jawab sosial dan lingkungan, sebagaimana diatur dalam pasal 74
WPT2007
:- Ayat(l):
Perseroqn yang menjalanlcqn kegiatan usahanya dibidang sumber dalta alam wajib melaksanakan tanggung
jawab
sosial dan linglatngan.-
Ayat (2):Tanggang
jawqb
sosial dan linglwngan tnerupakan kewaiiban perseroanyang
dienggarlrandan
diperhitungkan sebagai biaya perserouTyang
pelalesanaannyadilakukan dengan menperhatilwn lccpatutan
danlccwajaran,
-
Ayat (3):Perseroan
yang tidak melahanakan
lcwaiibandikenai sanlai
sesuai dengan lrctentuan peraturan perundong-undangan.80
Laut Ruiew Volume X No.
I
- Juli 2010Penempatan
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
dalam Bab tersendiri,yaitu Bab 5 UUPT
yangsejaja
dengan organPT
yang mendapatkan pengaturan dalam Bab tersendiri yaitu Bab 6 tentang RUPS dan Bab 7 tentang Direksi dan Dewan Komisaris memperlihatkan pertama pentingnya tanggungjawab sosial dan lingkungan ini
direalisasikan oleh perseroan, dan kedua sebagai landasan atau pijakan bagi peraturan perundang-undangan lainnya yang bersentuhan dengan perseroan terbatas sebagaipelaku
usaha,misalnya
peraturan perundang-undangan yang mengatur perbankan, perasuransian, pembiayaan,pertambilgil,
energy, dan lain-lain yang kesemuanya dijalankan oleh badan usaha yang bernama Perseroan terbatas.Kewajiban untuk
melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan oleh Perseroan Terbatas juga hendak menampilkan sisi manusiawi atau sosial dan peka serta perduli lingkungan dari PT yang cenderungdiberi label
sebagai badan usahayang
senantiasa bertujuan untuk mendapatkan laba (keuntungan). raDalam
ketentuan Pasal74
tersebut, dibatasi bahwayang
harus melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan adalah perseroan yang menjalankan kegiatan usahanyadibidang
dan/atauberkaitan
dengan sumber daya alam,yaitu
perseroan yang kegiatan usahanya mengeloladan
rnenanfaatkan sumberdayaalam
danatau
perseroanyang tidak
mengelola dantidak
memanfaatkan sumber daya alam, tetapi kegiatan usatranya berdampakpada
fungsi kemampuan sumber daya alam.Ketentuan P asal74 ayat (1) tersebut sangat sempit dan terbatas
yaitu
hanya perseroan terbatas yang bergerak dalam bidang usaha (mengolah) sumber daya alam yang berkewajiban untuk mempunyai tanggung jawab sosial dan lingkungan. Sesungguhnya tanggung jawab sosial mempunyai makna dan penertian yang luas tidak hanya terhadap lingkungan saja tapi juga terkait dengan aspek kehidupan masyarakat disekitarnya. Kehadiran perusahaan disuatuwilayah tidak
hanya memberikan manfaat ekonomi 14 Cornelius Simanjuntak dan Natalie Mulia, Organ Perseroan Terbatas, Edisi Kedu4 (Ja-karta: Sinar Grafika, 2009), hal. 97
81
Dhaniswara K. Harjono: Landasan Hukum Atas Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial..
bagi
perusahaan tersebuttapi juga
harus bermanfaatbagi
masyarakat sekitarnya khususnya dalam menaikkan taraf hidup secara bertanggung jawab.Dari
uraian tersebut dapatterlihat
bahwa apa yangdiatu
dalam UUPT adalah jauh lebih sempit dari apa yang telah diatur dalam Undang- UndangNomor 25
Tahun2007
tentang PenanamanModal (WPM).
UUPM
tersebut menentukan bahwa.setiap penanammodal
antaralain mempunyai kewajiban untuk
melaksanakan tanggungjawab
sosialperusahaan.t5
Tanggrurg
jawab sosial dan lingkungan
perusahaan merupakan tanggung jawab moral perusahaan baik terhadap karyawan di perusahaanitu sendiri (intemal) maupun diluar lingkungan
perusahaan,yaitu
masyarakatdisekitar lingkungan
perusahaan(eksternal).
Perusahaan sebagai suatuaktivitas
yang bertujuanuntuk
mendapatkan kerurtunganyang besar sudah selayaknya memikirkan kepentingan
masyarakat disekitamya, karena perusahaan sebenarnyajuga
merupakan bagian dari masyarakat.16Tanggrurg
jawab
sosial dan lingkungan yang diatur dalamUUPT diilhami oleh pandangan yang berkembang belakangan ini
yangmengajarkan Perseroan sebagai perusahaan
yang
melakukan kegiatan usaha ditengah-tengah kehidupan masyarakat, harusikut
bertanggungjawab terhadap
masalatr-masalahsosial yang dihadapi
masyarakat setempat. Landasan pandanganini telah
melahirkan konsep tanggung jawab sosial Perseroan yang bersumber dari nilai moral, bahwa Perseroan hidup dan berada ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Oleh karenaitu,
kehidupan dankelancaran kegiatan usaha Perseroan sangat tergantung dan terkait kepada lingkungan dan masyarakat yang bersangkutan. Perseroan harus mempunyai keperdulian (concern) terhadap masyarakat dimana Lihat Pasal 5 dan 34 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Mo- dalBinoto Nadapdap, Huhtm Perseroan Tbrbatas, Cet,l, (Jakarta: Jala Permata Aksara, 2009), hal.l23
l5 l6
82
Law Revisw Volume X No. I
'Juli
2010 diahidup
dan berada. Perseroanini tidak
terlepasdari
tanggung jawab memenuhi kepentingan Publik. t7Dalam hal
ini jelas
bahwa Perseroan mempunyai tanggung jawab sosial yang meliputi tang gung j awab ekonomi dan tanggr:ng j awab hukum,yang
satu denganlainnya tidak
selamanya sejalan. Penerapan hukum, misalnyahukum
lingkungan agartidak terjadi
pencemaran lingkungan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal disekitardomisili
usaha perseroan.Demikian pula dari
segi ekonomis maka keberadaan perseroan dapat meciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.Kewajiban sosial dan lingkungan merupakan kewajiban perseroan
yang
harusdianggarkan dan
diperhittrngkan sebagaibiaya
perseroan yang pelaksanaannya dilakukan denganmemperhatikan
kepatutan dan kelvajaran, dan apabila tidak dilaksanakan akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kegiatan usaha yang dilakukanoleh
perusahaan-perusahaan besarsmt ini
sudah merupakan kekuatan yang luar biasa besar yang harusdiikuti
oleh tanggungjawab
sosial dan lingkungan yang dapat dirasakan oleh masyarakat.C. Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan
bahwa
tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan suatu tanggung jawab yang ditetapkanoleh hukum
berdasarkan ketentuanUUPT yang tidak
sekedar tanggung jawab moral semata yang pelaksanaannya secara sukarela demi kepentinganmasyarakat.
Pada dasarnya tanggung jawab sosial
perusahaan merupakan bagian dari etika bisnis suatu perusahaan yang mempunyai tanggung jawab ekonomi (mencari keuntungan) yang berdasarkan undang-undang juga harus mempunyai tanggungjawab sosial
agar eksistensinyatetap terjamin
dan masyarakat merasakan manfaat keeberadaan perusahaan tersebut.l7
M. Yahya Harahap, Hukum PerseroanTerbatas, ed.l,
cet.2, (Jakarta: Sinar Grafika, 2009), hal. 298Dhaniswara K. Harjono: Landasan Hukum Atas Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial..
Sebagai landasan
hukum di
Indonesia yang mewajibkan Perseroan Terbatas nelakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan tercermin dengan dicantumkanny a aturan mengenai hal-hal tersebut didalam Undang-UndangNo,
40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Undang-UndangNo.
25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.Daftar
PustakaA.
SoruryKeraf, Etilw
Bisnis, MembanganCitra
Bisnis Sebagai Profesi Luhur, Jogiakarta: Kanisius, 1993Ginting,
Jamin,Huhtm Perseroan
Tbrbatas(
Undang- Undang No.
40 Tahun 2007), Cet. Pertama, Bandung :PT.CitraAditya Bakti,2007
Gunawan Widjaja" Dampak PelaksanaanUUNo.40
Tahun 2007 TbrhadapDunia
Usahadi
Indonesia(Iinjauan Tbrhadap Pasal 74
UUPT),Makalah
dalamSeminar
MenyongsongBerlakunya UU RI No.
40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Diamond Room,Nikko
Hotel Jakarta, 6 September 2007I{abib Adjie,
StatusBadan Hukum, Prinsip - Prinsip dan
TanggungJawab
Sosial Perseroan Tbrbatas, Bandung: CV Mandar
Maju, 2008Harahap, M, Yahya
, Huhtm
Perseroan.Tbrbatas, ed.1, cet.2, Jakarta: Sinar Grafika" 2009Nadapdap, Binoto, Hukum PerseroanTbrbatas, Cet.
l,
Jakarta: JalaPermata Aksara" 2009Ridu'an IftairandS
Perseroan Tbrbatas,Edisi
Kedua" Jogiakarta:
Kreasi Total Media Yogyakart4 2009Simanjuntak, Cornelius dan Natalie
Mulia,
Organ PerseroanTerbatas,Ed.l, Cet,l,
Jakarta: Sinar Grafika,2009Sutan Remy
Sjahdeni,Corporate Respowibiliry, Jwnal
HukumFisnis - Volume 2f No.
3 Tahun 2007Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang No,25 Talrun 2007 tentang Penanaman Modal, Undang-Undang No,40 Tahun 2007 tenAng Perseroan Terbatas.
84
HAKULTA$ IIUKUM
UNIVERSITA$. PELITA HARAPAN
Fakultas Hukurn Universitas Pelita Harapan didirikan pada tanggal 25 Juli tahun 1996, yang diprakarsai oleh
Dr
(HC) Mochtar Riady. Program Strata Satu diawali dengan satu peminatan, yaitu HukumBisnis.
Kemudian pada tahun 2003 ditambah2
peminatan. yaitu peminatan Hukum Internasional dan Kemahiran Praktik Hukum.Kegiatan perkuliahan program Strata Satu berlangsung di Global Campus UPH Lippo Karawaci Tangerang dan dilaksanakan dalam duapilihan bahasa, yaitu Bahasa lndonesia dan Bahasa lnggris.
tvtetal ui keputusan
BAN
PT Depdiknas No. 06/BAN-PT/Ak-X/S I /YlIu-2007 tanggal3 Agustus 2007, Program Ilmu Hukum (Fakultas Hukum) UPH diakreditasi dengan Peringkat"A".
Peringkat"A" ini
diperoleh saatBAN
PT tslah melakukan perubahan-perubahan dalam manajemen "asesmen lapangan". Selain akreditasi dari BAN PT Depdiknas, Fakultas Hukum juga merupakan salah satu Fakultas di lingkungan Universitas Pelita Harapan yang mendapat Sertifikasi ISO 9001:2000 pada tanggal23 April2008.Fakultas Hukum UPH aktif mengikuti beberapa kompetisi moot court (peradilan semu), baik nasional maupun internasional, seperti Lomba Debat Hukum Nasional Universitas Padjadjaran, Bandung; Kompetisi Moot Court Nasional Djoko Soetono, Yogyakarta; Phillip C. Jessup lntemational Law Moot Court, Washington DC
-
USA;Stetson Intemational Environmental Moot Court Competition, Florida
-
USA; ElsaMoot Court Competition, Taipei
-
Taiwan; dll. Melalui kompetisi-kompetisi tersebut, Fakultas Hukum UPH telah meraih beberapa penghargaan dan prestasi, antara lain memperoleh peringkat 13 dari 1100 Universitas di seluruh dunia pada Phillip C. JessupInternational Law Moot Court Competition tahun 2009; Juara
I
pada Lomba debat Hukum Nasional Universitas Padjadjaran tahun 2009; dll.Selain Fakultas Hukum UPH aktif mengikuti beberapa kompetisi moot court, Fakultas Hukum IIPH juga merupakan salah satu anggota ASLI (Asian Law Institute) bersama-sama dengan National University of Singapore, Auskalian National University, Chulalongkom