• Tidak ada hasil yang ditemukan

YAYASAN PEMBINA LEMBAGA PENDIDIKAN SMP PGRI CITEUREUP

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "YAYASAN PEMBINA LEMBAGA PENDIDIKAN SMP PGRI CITEUREUP "

Copied!
72
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan

Manfaat Penelitian

KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Tindakan Kelas

  • Pengertian Tindakan Kelas
  • Langkah –langkah Penelitian Tindakan kelas

Action research adalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru, strategi baru atau pendekatan baru untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung pada dunia kerja atau dunia nyata lainnya (Suryabrata, 1983). Selain itu, penelitian tindakan atau Action Research juga merupakan langkah konkrit dalam menemukan cara yang paling tepat untuk memperbaiki kondisi, lingkungan dan meningkatkan pemahaman terhadap situasi dan atau lingkungan (McTaggart, dalam Hanurawan, 2001). Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan PTK adalah penelitian yang dilakukan secara sistematis, mencerminkan berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru yang juga seorang peneliti, mulai dari penyusunan rencana hingga evaluasi. tindakan nyata di kelas berupa kegiatan belajar mengajar, untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilaksanakan.

Sedangkan pelaksanaan PTK meliputi peningkatan mutu pengajaran atau pengajaran dari guru/peneliti pendidikan itu sendiri, yang dampaknya diharapkan tidak lagi menjadi masalah pemblokiran ruang kelas. Persiapkan fasilitas dan penunjang yang dibutuhkan di dalam kelas, seperti contoh di atas, yaitu di dalam kelas membutuhkan papan atau tempat menempelkannya, membutuhkan kertas stiker, atau potongan kertas kecil dan lem. Buat skenario tentang apa yang akan dilakukan guru dan apa yang akan dilakukan siswa saat melakukan tindakan yang direncanakan.

Metode Team Quiz

  • pengertian Team Quiz
  • kelebihan dan kelemahan Team Quiz

Faktor internal adalah segala sesuatu yang ada di dalam diri individu, sedangkan faktor eksternal adalah segala sesuatu yang berasal dari luar individu. Sedangkan menurut Nurhayati, “Kuis beregu merupakan metode pembelajaran aktif yang dikembangkan oleh Mel Silberman, dimana siswa dibagi menjadi tiga regu dalam jenis kuis beregu ini. Dalvin menyatakan bahwa “metode kuis tim dapat menghidupkan suasana dan mendorong siswa untuk bertanya atau menjawab pertanyaan”.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Quiz Team Type adalah model pembelajaran aktif dimana siswa dibagi menjadi tiga kelompok besar dan semua anggota mempelajari materi secara bersama-sama, mendiskusikan materi, saling memberi arahan, saling tanya jawab, setelah materi selesai kompetisi akademik. Setelah presentasi, mintalah Kelompok A untuk menyiapkan pertanyaan terkait materi yang baru saja dipresentasikan. Jika pembekalan ini sudah selesai, lanjutkan dengan pelajaran kedua dan tunjuk kelompok B sebagai kelompok penanya.

Motivasi Belajar

  • Pengertian Motivasi Belajar
  • Fungsi Motivasi dalam Belajar
  • Teori Motivasi
  • Macam-macam Motivasi
  • Teknik Motivasi
  • Bentuk-bentuk Motivasi
  • Cara-cara menggerakkan Motivasi

Observasi kelas dilakukan untuk melihat sejauh mana penerapan kuis tim dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Pengamatan atau observasi dilakukan untuk mengetahui penerapan metode Quiz Team pada siklus I ini ditinjau dari pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa. Pelaksanaan Quiz Team nampaknya membuat siswa lebih antusias dan termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran.

Pelaksanaan quiz team hampir sama dengan pelaksanaan pada siklus pertama yang meliputi beberapa tahapan diantaranya. Pada kuis tim tanya jawab, guru menjelaskan kembali kepada siswa tentang kesalahpahaman dan pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh siswa. Pada siklus kedua ini yang merupakan siklus terakhir penelitian yang dilakukan peneliti, secara umum difokuskan pada pembuatan tujuan pelaksanaan Quiz Teams untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

Selain itu, pada sesi Team Quiz, tidak ada lagi pertanyaan dari satu kelompok yang tidak dapat dijawab oleh kelompok lainnya. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa selama proses pembelajaran materi IPS mulai dari siklus I hingga siklus II pada penelitian ini terjadi peningkatan motivasi belajar siswa dengan menggunakan metode quiz team. Selain itu, peningkatan motivasi belajar siswa setelah menggunakan Metode Pembelajaran Team Quiz juga dibuktikan dengan hasil rata-rata nilai siswa kelas VIII.7 SMP PGRI CITEUREUP yang menjadi subjek penelitian.

Dengan beberapa kelebihan tersebut, dapat dikatakan bahwa Metode Quiz Team sangat cocok diterapkan dalam proses pembelajaran IPS. Hasil penelitian penerapan metode quiz team dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII.7 SMP PGRI CITEUREUP Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor diperoleh kesimpulan dan saran sebagai berikut. Pada tahap pelaksanaan Quiz Team, ditemukan bahwa pada penelitian siklus pertama, siswa antusias mengikuti proses pembelajaran.

Dari hasil evaluasi dapat dibuktikan bahwa dengan menggunakan metode quiz team, motivasi belajar siswa meningkat.

Materi IPS

  • Konflik
  • Integrasi Sosial

METODE PENELITIAN

  • Setting Penelitian
  • Rencana Penelitian
  • Siklus Penelitian
  • Pembuatan Instrumen
  • Pengumpulan Data
  • Indikator Kinerja

Kegiatan refleksi ini sangat cocok ketika guru pelaksana telah mengambil tindakan kemudian menghadap peneliti untuk mendiskusikan implementasi rencana tindakan tersebut, jika penelitian ini bersifat kolaboratif. Data yang diperoleh dari tindakan kelas akan dianalisis untuk menentukan tingkat kecerdasan dan keberhasilan menggunakan Quiz Teams pada materi pengangguran dan penyebabnya. Memang indikator kinerja yang digunakan untuk menentukan keberhasilan pelaksanaan tindakan menggunakan strategi pembelajaran Quiz Team ada dua kriteria. Proses perencanaan berupa penyiapan media dilakukan dengan menata bangku atau meja siswa sesuai dengan kebutuhan tim Quiz.

Perencanaan proses dalam bentuk . penyiapan media dilakukan dengan menata bangku atau meja siswa sesuai dengan kebutuhan tim Quiz. . b.pelaksanaan. Dari hasil observasi tentang pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan ini diketahui bahwa motivasi siswa dalam melakukan Team Quiz Learning meningkat bahkan melebihi pelaksanaan pada siklus I. Pada tahap ini peneliti juga memberikan evaluasi sebagai tolak ukur untuk meningkatkan keberhasilan siswa dalam menyelesaikan proses pembelajaran.

Selain itu, model penyampaian satu mata pelajaran dengan menggunakan metode yang sama dalam dua siklus menunjukkan adanya peningkatan motivasi siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. Sebelumnya pembelajaran terkesan monoton karena dilakukan hanya dengan bantuan metode ceramah, sedangkan semangat belajar siswa meningkat ketika diterapkan metode Team Quiz. Sedangkan antusiasme siswa yang melakukan metode Team Quiz pada siklus ini yang melebihi antusiasme pada siklus I dapat disebabkan karena kelompok siswa termotivasi untuk dapat menjawab pertanyaan kelompok lain dengan lebih tepat dari sebelumnya.

Hal ini terutama ditunjukkan oleh kelompok siswa yang pada pelaksanaan sebelumnya tidak dapat menjawab pertanyaan dari kelompok lain, sehingga mereka lebih semangat belajar sebelum pelaksanaan Team Quiz saat ini. Kemudian pada pelaksanaan siklus II pertemuan kedua, antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat drastis, antusiasme siswa dalam mengikuti metode Team Quiz juga meningkat. Siswa merasa bahwa metode pembelajaran Team Quiz membuat mereka lebih semangat dalam belajar atau dengan kata lain meningkatkan motivasi atau belajarnya.

Metode Team Quiz berbeda dengan metode proofreading yang selama ini banyak diterapkan di sekolah, sehingga dapat mengurangi kebosanan siswa.

Gambar 3.2 Fase Observasi Kelas
Gambar 3.2 Fase Observasi Kelas

PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN

PAPARAN DATA

  • Siklus pertama
  • Siklus kedua

Sebelum memasuki siklus 1, peneliti melakukan pre-test sebagai tindakan pemeriksaan lapangan dengan menggunakan ceramah dan tanya jawab. Guru menyampaikan kompetensi dan indikator dalam materi yang akan disampaikan, agar siswa memahami tujuan pembelajaran, sehingga memiliki kesempatan untuk memperolehnya lebih dalam setelah pembelajaran berakhir. Ikuti proses yang sama untuk kelompok A. g) Setelah kelompok B selesai dengan soal-soal, lanjutkan mengajar pelajaran ketiga dan tetapkan kelompok C sebagai kelompok penanya.

Hasil observasi dari siklus pertama dijadikan bahan evaluasi untuk pelaksanaan pembelajaran pada siklus berikutnya. Hasil observasi secara umum pada tahap ini bahwa siswa telah mencapai beberapa indikator yang ingin dicapai dapat menunjukkan bahwa motivasi belajar IPS mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil refleksi dari siklus pertama, pada tahap perencanaan siklus kedua perlu diketahui perkembangan atau kembali ke masalah awal, agar siklus sebelumnya tidak terulang kembali.

Siklus kedua ini merupakan siklus terakhir dalam Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan oleh peneliti di SMP PGRI CITEUREUP yang akan dibagi menjadi satu pertemuan a) Memberikan motivasi kepada siswa berupa penilaian terhadap hasil pekerjaan rumah masing-masing siswa. Jika pembekalan ini selesai maka akan dilanjutkan pada sesi berikutnya dengan menunjuk kelompok B sebagai penanya pada kelompok A dan C. Proses ini dilakukan seperti pada sesi sebelumnya yang dilakukan pada kelompok A. i) Jika sudah selesai dilanjutkan pada sesi berikutnya dengan penanya kelompok C dan prosesnya sama dengan kelompok A dan B. 3) Kegiatan Akhir. Seperti yang terjadi pada pertemuan ketiga, antusiasme siswa terlihat dari pelaksanaan Quiz Team, dimana siswa bekerja sama saat menyiapkan soal untuk kelompok lain atau saat menjawab pertanyaan dari kelompok lain.

Bahkan dibuat lebih seru dan menarik karena lebih banyak siswa yang aktif saat sesi tanya jawab. Hal ini diketahui dari pelaksanaan Kuis Tim, dimana pada saat sesi tanya jawab antar kelompok, pertanyaan dari kelompok lain dapat memperoleh jawaban yang baik, meskipun ada beberapa jawaban pertanyaan yang salah atau tidak lengkap. Siklus kedua ini merupakan kelanjutan dari kekurangan yang ditemukan pada siklus pertama.

Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan Ibu Farida Nafik selaku guru IPS.

PEMBAHASAN

Jadi saya berharap guru-guru lain, termasuk saya, bisa menggunakan strategi atau metode lain yang sesuai dengan mata pelajarannya di setiap pelajaran. Dimana dari hasil tersebut rata-rata nilai siswa pada tingkat pertama mencapai 66,9 dan pada tingkat kedua 82,6. Dalam mata pelajaran IPS, sebagian besar materi yang akan diajarkan berkaitan dengan hal-hal yang bersifat abstrak, sehingga harus dipilih strategi pengajaran yang sangat tepat.

Apabila hal tersebut dapat tercapai, maka secara tidak langsung semangat siswa untuk mengikuti proses pembelajaran akan meningkat, sehingga motivasi belajarnya juga dapat meningkat. Berdasarkan hasil penelitian terhadap pelaksanaan tindakan kelas yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan sebagai berikut. Dalam proses perencanaan metode Team Quiz langkah pertama yang dilakukan adalah memahami buku pedoman IPS untuk kelas VIII, membuat silabus, menyusun RPP, membuat modul pembelajaran, mempersiapkan membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan rencanakan juga materi yang akan menjadi bahan diskusi oleh masing-masing kelompok tersebut.

Sebelum penelitian ini dilakukan, mahasiswa cenderung pasif dan kurang bersemangat dalam mengikuti perkuliahan. Kedua metode tersebut dapat meningkatkan semangat siswa ketika mengikuti pembelajaran di sekolah, sehingga secara tidak langsung berpengaruh pada peningkatan motivasi siswa dalam belajar. Dalam pelaksanaan metode ini diperlukan tingkat keaktifan dan kreativitas siswa, sehingga peran guru dalam membimbing dan memotivasi siswa sangat penting agar tujuan dari proses pembelajaran ini tercapai secara maksimal.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Gambar

Gambar 3.2 Fase Observasi Kelas

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan mulai dari pra siklus, tindakan siklus I (pertemuan pertama dan kedua) serta tindakan pada siklus II (pertemuan

Pertemuan Kedua pada siklus pertama meliputi, (1) Kegiatan Awal: motivasi dan apersepsi, tanya jawab mengenai materi pada pertemuan sebelumnya, menyampaikan tujuan dari

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 17 responden pada item pertama tentang peralatan dan perlengkapan kerja yang tersedia dalam memberikan pelayanan yang

Siklus kedua ini merupakan pemantapan program peningkatan kemampuan membuat kalimat tanya bahasa Inggris yang telah dilaksanakan pada siklus pertama dalam forum

Hasil penelitian mulai dari pra siklus, siklus I Sampai siklus II ,, dari setiap prosesnya dapat terlihat peningkatan bertahap hingga target yang diinginkan

Hasil penelitian mulai dari pra siklus, siklus I Sampai siklus II, dari setiap prosesnya dapat terlihat peningkatan bertahap hingga target yang

Dari pembahasan dapat diketahui bahwa, pertama kebijakan Pemerintah Kota Bukittinggi mengacu pada rencana strategis (RESTA), kedua objek wisata Lubang Jepang mulai dikelola oleh

Dengan dilakukan tindakan pembelajaran mulai dari siklus pertama sampai siklus kedua pada siswa ada perubahan dibuktikan dengan sudah beraninya tampil ke depan