Teori manajemen modern yaitu teori manajemen yang berkembang pada zaman sekarang, dimana terdapat sungai dalam teori manajemen. Berdasarkan teori ini, berarti sub-sub bagian tersebut mempunyai hubungan yang saling menuntut satu sama lain. Tugas manajer adalah menemukan teknik terbaik untuk mencapai tujuan organisasi, dengan mempertimbangkan situasi, kondisi dan waktu tertentu.
Peralihan ke organisasi pembelajar Arah ini diartikan sebagai organisasi di mana setiap orang terlibat dalam prosesnya. Intranet adalah sistem komunikasi internal yang menggunakan teknologi dan standar Internet, namun hanya dapat diakses secara internal. Sedangkan ekstranet lebih luas yaitu sistem komunikasi perusahaan yang memberikan akses kepada pemasok, mitra dan pihak lain di luar perusahaan.
Manufaktur JIT adalah sistem tarikan permintaan yang mengharuskan barang ditarik melalui sistem berdasarkan permintaan yang ada, bukan didorong ke dalam sistem pada waktu tertentu berdasarkan permintaan yang diharapkan.
Semua aktivitas yang tidak bernilai tambah terhadap produk atau kepuasan konsumen
Adanya komitmen untuk selalu meningkatkan mutu menjadi lebih tinggi
Selalu diupayakan penyempurnaan berkesinambungan
Menekankan pada penyederhanaan aktivitas dan peningkatan pemahaman terhadap
Tingkat persediaan yang minimal
Pembenahan Tata Letak Pabrik 3. Arus Lini
Pengurangan Setup Time
Kendali Mutu Terpadu (Total Quality Control)
Sistem tarikan
Persediaan tidak signifikan 3. Basis pemasok sedikit
Kontrak jangka panjang dengan pemasok
Pemanufakturan berstruktur seluler
Karyawan berkeahlian ganda 7. Jasa terdesentralisasi
Keterlibatan karyawan tinggi 9. Gaya manajemen sebagai
Total Quality Control (TQC)
TRADISIONAL 1. Sistem Dorongan
- Persediaan Signifikan 3. Basis Pemasok Banyak
- Kontrak jangka pendek dengan pemasok
- Pemanufakturan berstruktur departemen
- Karyawan terspesialisasi 7. Jasa tersentralisasi
- Keterlibatan karyawan rendah 9. Gaya manajemen sebagai
- Total Acceptable Quality Level (AQL)
- JIT Pembelian
- JIT Produksi
- Mengurangi atau menghilangkan barang dalam proses (BDP)
- Mengurangi atau menghilangkan waktu tunggu (lead time)
- Mengurangi atau menghilangkan setup 4. Menyederhanakan pengolahan produk
JIT hanya menggunakan sejumlah kecil pemasok untuk mengurangi atau menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai. Meskipun sistem tradisional menggunakan banyak pemasok untuk mencapai harga rendah dan kualitas yang baik, namun ada konsekuensinya. Kontrak Jangka Panjang vs. Kontrak Jangka Pendek JIT melaksanakan kontrak jangka panjang dengan beberapa pemasoknya untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan.
Sedangkan tradisional menerapkan kontrak jangka pendek dengan banyak supplier sehingga untuk mendapatkan harga murah harus membeli dalam jumlah banyak atau mungkin kualitasnya rendah. Sedangkan struktur departemen pada sistem tradisional adalah struktur pengolahan produk melalui beberapa departemen produksi menurut tahapannya dan memerlukan beberapa departemen pelayanan yang memberikan pelayanan kepada departemen produksi. Sistem JIT menggunakan sistem tarik, waktu luang sebaiknya digunakan oleh pekerja struktur mobile untuk berlatih sehingga memiliki keterampilan ganda agar menjadi ahli di bidang produksi dan jasa.
TQC (Total Quality Control) dalam JIT merupakan pendekatan pengendalian kualitas yang mencakup keseluruhan perusahaan secara keseluruhan. Pembelian JIT merupakan suatu sistem pembelian barang berdasarkan permintaan, sehingga barang yang dibeli dapat diterima tepat waktu, dalam jumlah yang tepat, berkualitas tinggi, dan harga murah.
Pengaruh JIT pada Keakuratan Penentuan Biaya Produk
Pengaruh JIT pada Biaya Tenaga Kerja Langsung
Persentasi biaya tenaga kerja langsung dibandingkan total biaya produksi menjadi berkurang
Biaya tenaga kerja langsung berubah dari biaya variabel menjadi biaya tetap
Pengaruh JIT pada Penilaian Persediaan
Pengaruh JIT pada Harga Pokok Pesanan
Pengaruh JIT pada Harga Pokok Proses
TEORI ACTIVITY-BASED COSTING
Aktivitas, Sumber Daya, Objek Biaya dan Cost Driver
Penetapan Biaya Berbasis Aktivitas adalah pendekatan penetapan biaya produk yang membebankan biaya pada produk atau jasa berdasarkan konsumsi sumber daya yang disebabkan oleh aktivitas. Alokasi dua tahap mengalokasikan biaya sumber daya perusahaan, yang disebut overhead pabrik, ke 'kumpulan biaya' dan kemudian ke objek biaya. Dengan sistem ABC, langkah pertama dalam alokasi adalah proses pengalokasian biaya sumber daya, yaitu biaya pabrik dialokasikan ke 'kumpulan biaya' aktivitas atau kelompok aktivitas yang disebut pusat aktivitas dengan menggunakan penggerak sumber daya yang sesuai.
Tahap kedua dari alokasi adalah proses alokasi biaya, dimana biaya aktivitas dialokasikan ke objek biaya dengan menggunakan penggerak aktivitas yang sesuai. Sistem ABC berbeda dari sistem tradisional dalam dua hal: (1) 'Cost pool' didefinisikan sebagai aktivitas atau pusat aktivitas dan bukan sebagai pabrik atau pusat biaya departemen, (2) Penggerak biaya yang digunakan untuk membebankan biaya aktivitas ke objek biaya, adalah aktivitas driver berdasarkan hubungan sebab akibat. Biaya sumber daya dapat dibebankan ke aktivitas dengan pelacakan atau estimasi langsung.
Pendorong aktivitas biasanya adalah jumlah pesanan pembelian, jumlah laporan yang diterima, jumlah laporan atau jam inspeksi, jumlah suku cadang yang tersedia, jumlah yang dibayarkan, jam tenaga kerja langsung, jam mesin, jumlah setup dan produksi. . waktunya bersepeda. Overhead dibebankan pada setiap produk dengan mengalikan tarif overhead pabrik dengan jumlah penggerak aktivitas yang dikonsumsi oleh produk tersebut.
BALANCED SCORECARD
Perspektif Keuangan
BSC menggunakan standar kinerja keuangan seperti laba bersih dan ROI, karena standar tersebut biasa digunakan dalam perusahaan untuk menentukan laba. Dalam Balanced Scorecard, pengukuran finansial mempunyai dua peran penting, yang pertama adalah semua perspektif saling bergantung.
2.Perspektif Pelanggan
Perspektif Proses Bisnis Internal
Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan
LAPORAN KEUANGAN
Likuiditas Perusahaan
Solvabilitas Perusahaan
Rentabilitas Perusahaan
MANAJEMEN KONTEMPORER
Pendekatan Sistem
Pendekatan Situational (Contingency)
Pendekatan Hubungan Manusia Baru (New Human Relation)
Pendekatan sistem
Pergeseran menuju organisasi pembelajar Arah ini didefinisikan sebagai sebuah organisasi
Struktur Berbasis Tim
Pemberdayaan Karyawan Pemberdayaan karyawan
Informasi Terbuka
Manajemen tempat kerja yang didorong tekhnologi
Segala aktivitas yang tidak menambah nilai produk atau kepuasan pelanggan harus dihilangkan. Kemudian berkembang menjadi suatu perspektif yang luas yaitu empat perspektif yang kemudian digunakan untuk mengukur kinerja organisasi secara keseluruhan. Kelompok pengukuran ini digunakan untuk mengetahui bagaimana perusahaan mengukur nilai pasar yang dikuasainya dan pasar potensial yang mungkin dapat dimasukinya.
LINGKUNGAN DAN BUDAYA ORGANISASI
- Faktor ekonomi 2. Faktor social
- Faktor politik dan hokum 4. Faktor teknologi
- Faktor pemerintah 6. Faktor demografi
- Analisis dan Diagnosis Lingkungan Eksternal 1 Analisis Lingkungan Eksternal
- Proses Diagnosis Lingkungan Eksternal
Menganalisis lingkungan eksternal melibatkan pemahaman berbagai faktor di luar perusahaan yang menyebabkan munculnya peluang bisnis/bahkan ancaman bagi perusahaan. Untuk pengembangan strategis, analisis ini diperlukan tidak hanya untuk membatasi rincian analisis peluang dan ancaman, tetapi juga untuk menentukan di mana dan untuk apa hasil analisis tersebut digunakan. Lingkungan dalam lingkungan eksternal organisasi merupakan faktor-faktor yang mempunyai cakupan luas.
Dalam arti luas, proses diagnostik memberikan penilaian yang berarti terhadap berbagai peluang dan ancaman yang ditemukan selama proses analisis lingkungan. Sederhananya, yang diperlukan dalam proses diagnostik sebenarnya adalah pemahaman terhadap berbagai faktor penentu hasil diagnosis lingkungan, yang meliputi karakteristik individu seorang manajer strategis, pengaruh kerja, dinamika kelompok, dan faktor lingkungan fisik lainnya yang mempengaruhi. dalam keputusan manajerial. .
Lingkungan Eksternal Makro dan Mikro
Lingkungan Eksternal Makro Perusahaan Meliputi
Teknologi 2. Ekonomi
Lingkungan sosial kebudayaan 4. Dimensi internasional
Lingkungan eksternal mikro perusahaan meliputi
Para pesaing
Langganan/konsumen 3. Pasar tenaga kerja
Lembaga keuangan 5. Para penyedia
Perwakilan pemerintah
Lingkungan Internal
Manajemen
Pemegang saham dan dewan direksi 4. modal
Sumber-sumber Budaya Organisasi
Pengaruh umum dari luar yang luas
Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
Ciri-ciri Budaya Organisasi
Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana karyawan didukung untuK menjadi inovatif dan mengambil resiko
Perhatian terhadap detail. Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail
Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai
Orientasi orang. Sejauh mana keputusan manajemen
Keagresifan. Berkaitan dengan agresivitas karyawan
Kemantapan. Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik
Tipologi Budaya
Akademi
Kelab
Perusahaan berorientasi pada pengambil risiko dan inovator, perusahaan juga berorientasi pada hasil yang dicapai karyawan, perusahaan juga lebih mengutamakan karyawan yang agresif.
Benteng
Bagaimana menciptakan dan memelihara budaya organisasi Filosofi para pendiri organisasi merupakan sumber utama terbentuknya budaya organisasi.
Perubahan Budaya Organisasi
Faktor – Faktor Perubahan Organisasi
Perubahan kebijaksanaan pimpinan 2. Perubahan tujuan
Pemekaran atau perluasan wilayah operasi organisasi 4. Volume kegiatan yang bertambah banyak
Tingkat pengetahuan dan keterampilan dari para anggota organisasi
Sikap dan perilaku dari para anggota organisasi
Berbagai macam ketentuan atau peraturan baru yang berlaku dalam organisasi
Faktor Eksternal
Teknologi, segenap hasil kemajuan dan teknik perkembangan industri peralatan modern
Sumber alam, meliputi segenap potensi sumber
Demografi, meliputi sumber tenaga kerja yang
Sosiologi, ilmu tentang kehidupan manusia dalam lingkungan kelompok, atau ilmu tentang masyarakat
Sikap organisasi dalam menghadapi terjadinya perubahan lingkungan intern atau ekstern, yaitu
Mengubah sikap & perilaku pegawai
Mengubah tata aliran kerja
Mengubah peralatan kerja
Mengubah prosedure kerja
Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar personal
Proses Perubahan
Mengadakan pengkajian
Mengadakan identifikasi
Menetapkan perubahan
Menentukan strategi
Melakukan evaluasi
MOTIVASI
PENGERTIAN MOTIVASI
PENDEKATAN TRADISIONAL
PENDEKATAN RELASI MANUSIA
PENDEKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
PESPEKTIF
PENGHARAPAN
Kebutuhan fisik yang merupakan kebutuhan paling mendasar dapat berupa kebutuhan gizi, seksual, dan kebutuhan biologis lainnya. Kebutuhan akan penghargaan, kebutuhan ini diwujudkan dalam bentuk penghargaan dari lingkungan, manajer dan kejelasan mengenai penghargaan bagi karyawan yang bekerja. Kebutuhan ini dapat berupa persyaratan pengembangan karir yang jelas, pekerjaan yang menantang dan sejenisnya.
TEORI ERG CLAYTON ALDERFER
Begitu pula dengan terpenuhinya kebutuhan pertumbuhan, bukan berarti orang tersebut tidak lagi membutuhkan keterkaitan dan kebutuhan pertumbuhan. Inilah yang dimaksud dengan variabel tingkat kebutuhan dalam teori ERG, sedangkan Maslow biasanya mengatakan bahwa jika kebutuhan di atas misalnya bersifat sosial, maka kebutuhan di bawahnya yaitu fisik dan keamanan cenderung tidak ada lagi karena sudah tidak ada lagi. telah terpenuhi.
Kebutuhan untuk berprestasi
Kebutuhan untuk berfaliasi
Kebutuhan akan kekuasaan
TEORI DUA FAKTOR DARI HERZBERG
Dorongan terhadap motivasi, tindak lanjut dari pengharapan hasil yang akan
Pengharapan akan usaha yagng perlu dilakukan, jika seseorang beranggapan
PENGHARGAAN INTRINSIK DAN EKSTRINSIK
TUGAS PARA MANAJER
Jika karyawan tersebut kemudian mendapat perlakuan positif akibat respon yang diberikan olehnya, maka respon yang muncul berikutnya juga bisa positif. Namun jika karyawan tersebut mendapat perlakuan yang negatif, padahal karyawan tersebut berkinerja baik dan ternyata tidak mendapatkan reward yang positif, bahkan mungkin reward yang negatif, misalnya hinaan bahkan hinaan, maka bukan tidak mungkin karyawan tersebut akan menunjukkan respon negatif yang akan berdampak. atas kinerjanya di tempat kerja..
MODIFIKASI PERILAKU
Perspektif Penyusunan Tujuan
PENDAHULUAN
SDM menyebabkan sumber daya yang lain (bahan mentah, alat-alat kerja,
Melalui MSDM yang efektif,
PERENCANAAN
MANAJEMEN STAF
KEPEMIMPINAN
PENGENDALIAN
- Penerapan Fungsi MSDM Secara Makro dan Mikro
- Prinsip-prinsip MSDM yang perlu diperhatikan
- Program UMUM
- Program KHUSUS
- Tantangan EKSTERNAL
- Tantangan INTERNAL
Dengan demikian, HRD merupakan pengelolaan SDM yang lebih fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan SDM sebagai salah satu sumber daya penting yang dimiliki seseorang. Merupakan kegiatan pengelolaan SDM yang secara holistik merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan dan mengendalikan SDM sebagai suatu aset. dianggap lebih penting dibandingkan sumber daya lainnya. Pendekatan sistem: Pendekatan SDM terjadi dalam sistem besar, yaitu perusahaan, o.k.i. Upaya MSDM harus mengevaluasi kontribusi karyawan terhadap produktivitas bisnis.
Pendekatan proaktif: MSDM dapat meningkatkan porsinya terhadap karyawan dan organisasi dengan cara. mengantisipasi masalah sebelum terjadi. Dilakukan oleh otoritas publik. pihak yang diberi tugas mengelola sumber daya manusia, seperti Kementerian Ketenagakerjaan. Sumber daya manusia sudah terikat pada satu hal. berdasarkan kontrak kerja, atau mempunyai hubungan kerja dengan organisasi berdasarkan kemitraan, disebut SDM dengan status mikro.
Sumber daya manusia yang masih bebas atau tidak terikat. kontrak kerja atau kerjasama dengan suatu organisasi disebut HR dengan status makro. Sebagai gambaran, berikut adalah kegiatan MSDM yang khusus dilakukan di lingkungan pegawai negeri sipil. Penggantian surat yang hilang, revisi masa kerja, penyelesaian masalah ketenagakerjaan, pengurusan NIP atau kartu pegawai.
Tampaknya karena ada sumber daya manusia yang mengikuti trade-off/pertimbangan, termasuk finansial. penjualan, keuangan, jasa, produksi, dll.
BAGAIMANA KEPUTUSAN DIBUAT DALAM ORGANISASI
APAKAH KITA TELAH BERSIKAP RASIONAL DALAM MEMBUAT KEPUTUSAN?
RASIONALITAS YANG DIBATASI
CARA KERJA RASIONALITAS YANG TERBATAS
Identifikasi masalah
Penentuan kriteria dan pencarian berbagai alternatif (disini pada
Mengevaluasi alternatif-alternatif, namun evaluasi ini umumnya tidak komprehensif, tidak dilakukan secara seksama
Dengan mengikuti jalan yang sudah lazim, pembuat keputusan biasanya berhenti sampai ditemukannya satu alternatif yang “cukup baik”, yaitu
BIAS DAN KESALAHAN UMUM
OVERCONFIDENCE BIAS
ANCHORING BIAS
BIAS JANGKAR)
BIAS KONFIRMASI
BIAS REPRESENTATIF
BIAS KETERSEDIAAN
PENINGKATAN KONSISTENSI
KESALAHAN YANG TIDAK DISENGAJA
KUTUKAN PEMENANG
BIAS PENINJAUAN KEMBALI
PEMBUATAN KEPUTUSAN INTUITIF
KAPAN KEPUTUSAN INTUITIF DIBUAT?
Ketika terdapat tingkat ketidakpastian yang tinggi
Ketika terdapat hanya sedikit contoh yang bisa digunakan
Ketika varibel2 kurang bisa diprediksi secara ilmiah
Ketika fakta2 sangat terbatas
Ketika fakta-fakta kurang memberi informasi secara jelas
Ketika terdapat hanya sedikit solusi yang masuk akal yang bisa dipilih
Ketika waktu yang ada sangat terbatas
PERBEDAAN-PERBEDAAN INDIVIDUAL
KEPRIBADIAN
GENDER
MENGAPA???
BATASAN-BATASAN ORGANISASI
EVALUASI KINERJA
SISTEM PENGHARGAAN
PERATURAN FORMAL
BATASAN WAKTU OLEH SISTEM
PERISTIWA HISTORIS
PERBEDAAN-PERBEDAAN KULTURAL
ETIKA DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN
TIGA KRITERIA KEPUTUSAN ETIS
Pandangan ini menekankan pentingnya penerapan prinsip keadilan dalam pembagian pendapatan dan keuntungan kepada pekerja berdasarkan hak-hak dasar, kebutuhan hidup minimum dan perlindungan sosial pekerja tanpa mengabaikan faktor senioritas dan perlindungan sosial.
SEKIAN TERIMA KASIH!
- Perencanaan menurut para ahli adalah sebagai berikut
- TIPE – TIPE DAN TUJUAN RENCANA
- Dalam tingkatan Operasional mencakup operasi keseluruhan organisasi dan satuannya
- Tingkat karakteristik mencakup
- Aspek waktu mencakup
- Tidak konsistennya suatu rencana
- Standar pengawasan, yaitu mencocokan pelaksanaan dengan perencanaannya
- Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan
- Mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya), baik kualifikasinya maupun kuantitasnya
- Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan
- Meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat, biaya, tenaga, dan waktu
- Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan
- Menyerasikan dan memadukan beberapa subkegiatan
- Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui
- Mengarahkan pada pencapaian tujuan
- PERENCANAAN STRATEGIK DAN OPERASIONAL
- TEKNIK DAN ALAT PERENCANAAN
- Peramalan
- Penjadwalan
- Analisa titik impas
- Pemrograman linier
Perencanaan adalah memperoleh fakta dan mencoba menghubungkan fakta tersebut satu sama lain, kemudian membuat perkiraan dan prediksi tentang kondisi dan rumusannya. Perencanaan adalah tugas manajer untuk memilih di antara berbagai alternatif, kebijakan, prosedur, dan program. Perencanaan merupakan suatu keputusan awal mengenai apa yang harus dilakukan dan merupakan langkah-langkah sebelum melaksanakan suatu kegiatan.
Perencanaan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses memikirkan dan memutuskan secara matang apa yang akan dilakukan di masa depan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Secara umum perencanaan bertujuan untuk memudahkan manajer mencapai suatu tujuan, membuat strategi untuk mencapai tujuan tersebut, dan menyusun rencana kegiatan kerja organisasi. Merupakan rencana jangka pendek atau rencana jangka pendek (kurang dari 1 tahun) yang disusun dalam serangkaian kegiatan yang lebih rinci.
Rencana ini digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang tidak digunakan kembali ketika tercapai. Contoh : Rencana perusahaan untuk membangun gudang baru karena ekspansi usaha.