• Tidak ada hasil yang ditemukan

Yth. 1. Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Yth. 1. Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Yth.

1. Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan; dan 2. Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, di tempat.

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.05/2018

TENTANG

BENTUK DAN SUSUNAN LAPORAN AKTUARIS TAHUNAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN DAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN

Sehubungan dengan amanat ketentuan Pasal 16 ayat (10) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 5/POJK.05/2013 tentang Pengawasan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Oleh Otoritas Jasa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 258, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5487), perlu untuk mengatur ketentuan pelaksanaan mengenai bentuk dan susunan laporan aktuaris tahunan badan penyelenggara jaminan sosial kesehatan dan badan penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan sebagai berikut:

I. KETENTUAN UMUM

Dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini yang dimaksud dengan:

1. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, yang selanjutnya disingkat BPJS, adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, yang terdiri atas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

2. BPJS Kesehatan adalah badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

3. BPJS Ketenagakerjaan adalah badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian sebagaimana dimaksud dalam

(2)

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

II. BENTUK DAN SUSUNAN LAPORAN AKTUARIS TAHUNAN

1. BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan wajib menyusun laporan aktuaris tahunan untuk program jaminan kesehatan dan untuk masing- masing program ketenagakerjaan untuk periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember.

2. Laporan aktuaris tahunan sebagaimana dimaksud pada angka 1 di atas wajib ditandatangani oleh aktuaris BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dan wajib ditelaah (direview) serta dinilai kewajaran penyajiannya oleh aktuaris independen yang tidak terafiliasi dengan manajemen BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan paling kurang 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) tahun.

3. Laporan aktuaris tahunan sebagaimana dimaksud pada angka 1 di atas, disusun sesuai dengan bentuk dan susunan laporan aktuaris tahunan BPJS dengan ketentuan sebagai berikut:

a. untuk BPJS Kesehatan, menggunakan bentuk dan susunan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I; dan

b. untuk BPJS Ketenagakerjaan, menggunakan bentuk dan susunan sebagaimana tercantum dalam Lampiran II.

4. Lampiran I dan Lampiran II dari Laporan aktuaris tahunan sebagaimana dimaksud pada angka 3 di atas, merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.

III. TATA CARA PENYAMPAIAN LAPORAN AKTUARIS TAHUNAN

1. BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan wajib menyampaikan laporan aktuaris tahunan kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat tanggal 30 Juni tahun berikutnya.

2. Apabila batas waktu terakhir penyampaian laporan aktuaris tahunan sebagaimana dimaksud pada angka 1 di atas adalah hari libur, batas akhir penyampaian laporan aktuaris tahunan adalah hari kerja pertama berikutnya.

3. Laporan aktuaris tahunan sebagaimana dimaksud pada angka 1 di atas disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan secara online melalui sistem jaringan komunikasi data Otoritas Jasa Keuangan.

4. Dalam hal sistem jaringan komunikasi data Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana dimaksud pada angka 3 di atas mengalami permasalahan

(3)

gangguan teknis, penyampaian laporan aktuaris tahunan sebagaimana dimaksud pada angka 1 di atas disampaikan secara offline dalam bentuk cetak (hardcopy) dan dalam bentuk data elektronik dengan menggunakan media berupa compact disc (CD) atau media penyimpanan data elektronik lainnya disertai dengan surat pemberitahuan secara tertulis dalam bentuk cetak (hard copy) kepada Otoritas Jasa Keuangan yang ditandatangani oleh direksi atau yang setara dan ditujukan kepada:

a. Untuk BPJS Kesehatan:

Direktur Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan Gedung Wisma Mulia 2 Lantai 15

Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 42 Jakarta 12710;

b. Untuk BPJS Ketenagakerjaan:

Direktur Pengawasan Dana Pensiun dan BPJS Ketenagakerjaan Gedung Wisma Mulia 2 Lantai 12

Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 42 Jakarta 12710.

5. Dalam hal terdapat perubahan alamat kantor Otoritas Jasa Keuangan untuk penyampaian laporan aktuaris tahunan sebagaimana dimaksud pada angka 4 di atas, Otoritas Jasa Keuangan akan menyampaikan pemberitahuan mengenai perubahan alamat melalui surat atau pengumuman.

6. Penyampaian laporan aktuaris tahunan secara offline sebagaimana dimaksud pada angka 4 di atas, dapat dilakukan dengan salah satu cara sebagai berikut:

a. diserahkan langsung ke kantor Otoritas Jasa Keuangan; atau b. dikirim melalui perusahaan jasa pengiriman.

7. Dalam hal penyampaian laporan aktuaris tahunan disampaikan secara offline sebagaimana dimaksud pada angka 4 di atas, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan harus menyatakan bahwa dokumen yang disampaikan dalam bentuk data elektronik dengan menggunakan media berupa compact disc (CD) atau media penyimpanan data elektronik lainnya sesuai dengan dokumen laporan aktuaris tahunan dalam bentuk cetak (hardcopy).

(4)

8. BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dinyatakan telah menyampaikan laporan aktuaris tahunan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. untuk penyampaian secara online melalui sistem jaringan komunikasi data Otoritas Jasa Keuangan dibuktikan dengan tanda terima dari sistem jaringan komunikasi data Otoritas Jasa Keuangan;

b. untuk penyampaian secara offline, dibuktikan dengan:

1) surat tanda terima dari Otoritas Jasa Keuangan, apabila laporan diserahkan langsung; atau

2) tanda terima pengiriman dari perusahaan jasa pengiriman, apabila laporan dikirim melalui perusahaan jasa pengiriman.

IV. KETENTUAN PENUTUP

Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 2018

KEPALA EKSEKUTIF PENGAWAS PERASURANSIAN, DANA PENSIUN, LEMBAGA PEMBIAYAAN, DAN LEMBAGA JASA KEUANGAN LAINNYA OTORITAS JASA KEUANGAN,

ttd

RISWINANDI

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dan teknis analisa trianggulasi, akan diuraikan aspek-aspek hukum yang perlu mendapatkan tekanan untuk disempurnakan

(jaminan), dan Empathy (empati) secara keseluruhan pengguna layanan kesehatan dalam hal ini pasien BPJS Kesehatan pemegang kartu Askes di Puskesmas Biromaru dapat

(2) BPJS Kesehatan mengirimkan tautan aktivasi secara realtime kepada Badan Usaha Lama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melalui surat elektronik Badan Usaha Lama yang telah

Dari penggunaan aset BPJS yang terdapat dalam Padal 41 ayat (2) telah membuktikan bahwa asuransi yang dibuat oleh pemerintah melalui bentuk Badan Publik yaitu

Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, maka hasil yang dapat diperoleh yaitu bahwa Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Nomor 1

peresmian BPJS Kesehatan. menurutnya kegiatan sosialisasi di Kota Pekanbaru telah menjadi agenda yang ditetapkan bentuk sosialisasinya. Media, program kegiatan, hingga

Proses penyampaian informasi mengenai Program JKN kepada pasien, antara lain melalui ceramah yang disertai dengan diskusi pada saat PKMRS, penjelasan langsung di loket pendaftaran,

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b serta untuk menjalankan ketentuan Pasal 29 ayat (2a) Peraturan Presiden Nomor 12