Dalam konteks ini, segala upaya pembenahan fungsi teknis peradilan sesuai Rencana Reformasi Hukum ditujukan untuk merevitalisasi fungsi Mahkamah Agung sebagai pengadilan tertinggi untuk menjaga kesatuan hukum. Program utama yang ingin dilaksanakan Mahkamah Agung untuk mencapai tujuan memelihara kesatuan hukum adalah dengan menerapkan sistem kamar secara konsisten. Sejak tahun 2014, sistem kamar telah diterapkan secara penuh dan efektif di Mahkamah Agung dengan mendasarkan aturan pokok pada Keputusan No. 213/KMA/SK/XII/2014 tentang KPA.
SURAT KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUblIK INDoNESIA
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Ketua Mahkamah Agung tentang Penerapan Buku Fikih Mahkamah Agung; Memerintahkan seluruh hakim untuk berpedoman pada Perkumpulan Yurisprudensi Mahkamah Agung sebagaimana diatur dalam kalimat PERTAMA. Permohonan banding kepada Mahkamah Agung terhadap putusan pengadilan negeri yang tidak mengesampingkan putusan arbitrase harus dinyatakan tidak dapat diterima.
BIDANG PERDATA
Terkait permasalahan tersebut, hingga tahun 2015 Mahkamah Agung tidak mempermasalahkan putusan judex facti yang mengenakan denda atas pembayaran sejumlah uang dalam perkara perdata dalam mata uang asing. Pertimbangan hukum serupa juga tercermin dalam putusan Mahkamah Agung dalam perkara sengketa waris dalam hukum adat Batak Mandailing yang juga menganut paham patrilinealisme. Terkait permasalahan tersebut, Mahkamah Agung (MA) berpendapat salah satu syarat itikad baik pembeli adalah pembeli membeli barang untuk dijual melalui lembaga lelang.
BIDANG
PERDATA KHUSUS
Keputusan Pengadilan Negeri yang menolak permohonan pembatalan putusan arbitrase nasional tidak dapat diajukan banding ke Mahkamah Agung. Permohonan banding kepada Mahkamah Agung terhadap putusan pengadilan negeri yang menolak permohonan pembatalan putusan arbitrase harus dinyatakan tidak dapat diterima. Sedangkan ayat (4) pasal yang sama menyatakan bahwa putusan pengadilan negeri dapat diajukan banding ke Mahkamah Agung.
Berdasarkan ketentuan tersebut, dalam praktek tidak jarang diajukan kasasi terhadap putusan pengadilan negeri yang menolak atau menyatakan tidak dapat diterimanya permohonan pembatalan putusan arbitrase. Mengenai persoalan hukum boleh atau tidaknya putusan pengadilan negeri yang menolak permohonan pembatalan putusan arbitrase nasional dapat diajukan banding ke Mahkamah Agung, maka sidang pleno Kamar Litigasi Mahkamah Agung diselenggarakan pada tanggal bahwa dalam perkara a quo, putusan Pengadilan Negeri Tangerang tidak membatalkan putusan arbitrase, sehingga tidak ada upaya banding ke Mahkamah Agung;
Putusan Banding Arbitrase yang diputuskan oleh Mahkamah Agung bersifat final dan mengikat serta tidak dapat diajukan peninjauan kembali. Kemudian, apabila pengadilan negeri mengabulkan permohonan pembatalan tersebut, maka putusan tersebut dapat diajukan banding ke Mahkamah Agung. Biaya pemrosesan penyelesaian perselisihan hubungan industrial paling lama 6 bulan, sesuai Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 Tahun 2015.
3 Tahun 2015 tentang Proses Penggajian Paling Lama 6 Bulan, kedudukan hukum ini sudah menjadi hukum perkara di Mahkamah Agung.
BIDANG PIDANA
Berdasarkan pertanyaan tersebut, Mahkamah Agung berpendapat bahwa terdakwa dapat dikatakan berniat melakukan pembunuhan. Dengan konsistennya penggunaan pendapat tersebut, maka kedudukan hukum tersebut telah menjadi yurisprudensi di Mahkamah Agung. Terkait permasalahan tersebut, Mahkamah Agung selalu berpandangan bahwa apabila suatu barang dijual atau dibeli di bawah harga pasar/patokan, maka barang tersebut harus patut diduga berasal dari tindak pidana.
607 K/Pid/2015 (Srihardono), dimana Tergugat dalam putusan tersebut membeli barang dengan harga yang sama dengan harga pasar/patokan, sehingga barang tersebut tidak dapat disangkakan berasal dari tindak pidana dan Tergugat tidak membuktikannya. bahwa halte dapat melakukannya. Terkait dengan hal tersebut, Mahkamah Agung tetap berpandangan bahwa apabila suatu kendaraan bermotor diperoleh tanpa surat-surat kendaraan, maka patut diduga bahwa kendaraan bermotor tersebut diperoleh karena adanya tindak pidana. 366 K/Pid/2016 (I Wayan Sunarta) yang menyatakan bahwa “perjanjian yang didasarkan pada itikad buruk atau niat jahat untuk merugikan orang lain bukanlah suatu wanprestasi melainkan penipuan” dan Putusan no.
Dalam kasus seperti ini, Mahkamah Agung melalui keputusan no. 133K/Kr/1973. Sudut pandang tersebut kemudian digunakan dalam putusan lain yaitu pada putusan no. 1036 K/Pid/1989 yang berbunyi, “Karena sejak semula terdakwa mengetahui dengan sengaja bahwa cek yang diberikan kepada saksi yang dirugikan itu tidak mempunyai dana atau diketahui cek kosong, maka tuduhan “penipuan” harus dianggap terbukti.” Melalui penerapan pendapat tersebut secara konsisten, maka kedudukan hukum tersebut menjadi yurisprudensi Mahkamah Agung.
Dengan konsistennya penggunaan pendapat tersebut, maka kedudukan hukum tersebut telah menjadi yurisprudensi di Mahkamah Agung.
PERDATA AGAMA
Wasiat wajibah tidak hanya dapat diberikan kepada anak angkat sebagaimana diatur dalam Pasal 209 KHI, tetapi dapat juga diberikan kepada ahli waris non-Muslim. Artinya suami/istri, orang tua, anak yang bukan Islam tidak dapat menjadi ahli waris dari ahli waris yang beragama Islam. 368 K/Ag/1995 tanggal 16 Juli 1998 pernah memutuskan bahwa anak yang berpindah agama mempunyai kedudukan yang sama dengan anak lainnya, namun bukan ahli waris melainkan menerima wasiat wajib.
Pemberian wasiat kepada ahli waris non-Muslim selanjutnya ditindaklanjuti oleh Pengadilan Agama Yogyakarta pada tanggal 22 Desember 2014 dalam putusan No. SubKlasifikasi : Ahli Waris Pengganti Kata Kunci : Cucu dari Ahli Waris Pengganti Peraturan Terkait : Rangkuman Hukum Islam. Cucu atau cucu perempuan dari putra atau putri pewaris menjadi ahli waris pengganti.
Sikap Mahkamah Agung yang menganggap bahwa cucu ahli waris atau anak ahli waris dapat menjadi ahli waris pengganti, tercermin dalam putusan Nomor 86 K/Ag/2001, dimana Mahkamah Agung dalam pertimbangannya menyatakan: “ Dalam perkara a quo, putusan judex facti mengabulkan permohonan penggugat yang ingin memasukkan anak-anak ahli waris yang meninggal dunia sebagai ahli waris. Dalam perkara a quo, Pengadilan Syariah Aceh menetapkan cucu dan cucu dari anak laki-laki ahli waris sebagai ahli waris pengganti.
Putusan Mahkamah Agung yang menetapkan cucu laki-laki atau perempuan dari putra-putri ahli waris sebagai ahli waris telah dilaksanakan setidaknya sejak tahun 2001 dan terus diikuti dalam putusan-putusan berikutnya, sehingga sikap tersebut menjadi hukum perkara di Mahkamah Agung.
BIDANG mIlIter
Dalam perkara narkotika, alat bukti berupa hasil tes urine tersangka yang tidak didukung alat bukti lain tidak dapat dijadikan alat bukti dalam perkara ini. Dalam kasus narkotika, seringkali terdakwa diadili hanya dengan berbekal bukti berupa hasil urinalisis yang menunjukkan bahwa urin terdakwa positif mengandung narkotika. Namun di sisi lain, alat bukti yang menunjukkan tersangka menggunakan narkotika hanya ada satu alat bukti yakni surat berisi hasil tes urinalisis tersangka.
Terkait dengan permasalahan tersebut, Mahkamah Agung selalu berpandangan apabila dalam suatu perkara narkotika alat bukti berupa hasil pemeriksaan urin tersangka tidak didukung dengan alat bukti lain yang menunjukkan bahwa tersangka telah menggunakan narkotika. , maka hasil penyidikan tidak dapat dijadikan alat bukti dalam perkara ini. Bahwa alat bukti tersebut merupakan alat bukti yang berdiri sendiri karena tidak didukung oleh alat bukti yang lain. Oleh karena itu, alat bukti tersebut tidak dapat serta merta digunakan untuk melengkapi pembuktian perbuatan yang disangkakan jaksa militer dalam kasus ini.
Bahwa keberatan Jaksa Penuntut Umum terhadap tidak dapat dibuktikannya surat dakwaan in casu tidak dapat dibenarkan karena tidak cukup bukti untuk membuktikan kesalahan terdakwa in casu. Dengan demikian, alat bukti surat in casu tidak bisa serta merta digunakan untuk melengkapi alat bukti dugaan perbuatan tersebut. Alat bukti berupa hasil tes urin terdakwa yang tidak didukung dengan alat bukti lain bahwa terdakwa menggunakan narkotika, tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa perbuatan terdakwa terbukti.
Bahwa pengakuan terdakwa yang pada tanggal 23 September 2016 mengonsumsi sabu, tidak dapat dijadikan alat bukti karena tidak didukung alat bukti lain.
TATA USAHA NEGARA
Koreksi terhadap keputusan-keputusan ketatausahaan negara yang dilakukan oleh pejabat-pejabat tata usaha negara yang diakibatkan oleh kesalahan para pejabat itu, tidak boleh merugikan kepentingan orang lain yang memperoleh keputusan-keputusan itu dengan sah dan beritikad baik. Apakah perubahan keputusan tata usaha negara (KTUN) dibenarkan apabila dapat menimbulkan kerugian bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan keputusan itu diperoleh dengan cara yang sah. karena dari segi hukum penggugat dan penggugat II ikut campur dalam memperoleh peraturan tata usaha negara yang dibatalkan itu dengan sah dan beritikad baik, oleh karena itu harus mendapat perlindungan hukum;
Sedangkan secara administratif, Sertifikat Hak Atas Tanah merupakan keputusan administratif dalam pengertian Undang-Undang Pengadilan Tata Usaha Negara, dan juga merupakan bukti hak atas tanah. Bahwa perbedaan nomor sertifikat dalam sengketa tata usaha negara di satu pihak dan dalam perkara perdata di lain pihak disebabkan oleh adanya perubahan nama sedangkan bidang tanah yang dipermasalahkan adalah sama. bahwa asas dasar hukum tata usaha negara mengatur bahwa perubahan suatu keputusan tata usaha negara harus menjamin tidak menjadi beban kerugian bagi pemegang keputusan tata usaha negara yang akan dicabut;
Sedangkan dalam Casu, tanah yang telah diberikan Izin Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri oleh Menteri Kehutanan kepada PT Adindo Hutan Lestari seluas seratus sembilan ribu sembilan ratus empat puluh tujuh) hektar, maka berdasarkan Catatan proses. Bukti Pelaksanaan Kasus No. 38/BAPPK/D.VII/2015 dan surat Direktur PT Adindo Hutani Lestari No. 013/AHL/V/2012, tanggal 7 Mei 2012, diketahui terdapat adanya tumpang tindih lahan seluas ± 3.500 (tiga ribu lima ratus) hektar dengan Keputusan Tata Usaha Negara Sertifikat HGU No. 1/Nunukan Barat tanggal 13 Mei 2003 atas nama PT Nunukan Jaya Lestari seluas Ha. Dalam hal kepastian hak atau status hukum seseorang sudah jelas melalui putusan pengadilan perdata, putusan pengadilan pidana, atau putusan pengadilan tata usaha negara yang mempunyai kekuatan hukum tetap, namun jika terdapat pertentangan antara aturan hukum substantif dan aturan hukum formal. , maka hakim tata usaha negara harus lebih mengutamakan keadilan materil. Menimbang bahwa dari segi kewenangan dan tata cara penerbitan keputusan tata usaha negara, objek sengketa juga telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana pertimbangan Judex Facti Pengadilan Tata Usaha Negara Banda Aceh;
Berdasarkan pertimbangan di atas, sikap Tergugat/Pengunjung Kasasi dipandang sudah tepat dalam menerbitkan keputusan tata usaha negara terhadap objek sengketa.
INDEKS
CATATAN