Maserasi kinetik

Top PDF Maserasi kinetik:

Toksisitas Ekstrak Etanol Bunga Brokoli (Brassica Olerace Var. Italica) Hasil Maserasi Kinetik dan Refluks terhadap Larva Artemia Salina Leach - Ubaya Repository

Toksisitas Ekstrak Etanol Bunga Brokoli (Brassica Olerace Var. Italica) Hasil Maserasi Kinetik dan Refluks terhadap Larva Artemia Salina Leach - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian mengenai uji toksisitas bunga brokoli (Brassica oleracea var. italica) terhadap larva Artemia salina Leach. Bunga brokoli dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Kandungan bunga brokoli diekstraksi dengan cara maserasi kinetik dan refluks menggunakan pelarut etanol 80%. Filtrat yang diperoleh dipekatkan dengan rotary evaporator dan selanjutnya diuapkan di water bath sampai diperoleh ekstrak etanol. Uji toksisitas dilakukan pada ekstrak etanol yang didapat menggunakan Brine Shrimp Lethality Test (BST) terhadap larva Artemia salina Leach yang berumur 48 jam sebagai hewan uji, dan diberi perlakuan selama 24 jam. Data kematian larva Artemia salina Leach yang didapat dengan menggunakan larutan uji pada konsentrasi 20 μg/ml, 40 μg/ml, 60 μg/ml, 80 μ g/ml dan 100 μ g/ml, diolah menggunakan SPSS Probit Analysis untuk menentukan nilai LC 50 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol hasil
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Sitotoksisitas Ekstrak Etanol Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) Hasil Maserasi Kinetik dan Hasil Refluks Terhadap Larva Artemia salina Leach - Ubaya Repository

Sitotoksisitas Ekstrak Etanol Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) Hasil Maserasi Kinetik dan Hasil Refluks Terhadap Larva Artemia salina Leach - Ubaya Repository

dengan dua cara yaitu dengan ekstraksi maserasi kinetik atau ekstraksi refluks menggunakan pelarut etanol 80%, sehingga di dapat ekstrak etanol. Larva Artemia salina Leach yang digunakan adalah yang berumur 48 jam dan diberi perlakuan selama 24 jam dengan larutan uji pada konsentrasi 200 µg/ml, 300 µg/ml, 400 µg/ml, 500 µg/ml, 600 µg/ml. Data kematian larva Artemia salina Leach dicatat dan diolah untuk menentukan nilai LC 50 . Suatu ekstrak tanaman dikatakan memiliki efek toksik apabila memberikan

1 Baca lebih lajut

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 96 % Korteks Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik - Ubaya Repository

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 96 % Korteks Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan parameter spesifik dan non spesifik dari ekstrak etanol 96% korteks tikèn (Fraxinus griffithii Clarke) hasil maserasi kinetik. Parameter spesifik yang ditetapkan meliputi profil KLT- densitometri dan profil KCKT. Sedangkan parameter non spesifik meliputi penetapan susut pengeringan, kadar abu total, dan cemaran mikroba. Sebelum digunakan, korteks tikèn dicuci dan dikeringkan di bawah sinar matahari secara tidak langsung kemudian di hancurkan menjadi serbuk halus. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan etanol 96%. Filtrat yang didapat kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator dan diuapkan di waterbath pada suhu 60°C sampai diperoleh ekstrak kental. Hasil penelitian menujukkan bahwa ekstrak memiliki susut pengeringan 15,48% ± 0,15, kadar abu total 0,64% ± 0,17, dan tidak ada cemaran mikroba menurut hasil uji Angka Lempeng Total. Profil KLT-densitometri menunjukkan 5 puncak dan profil KCKT menunjukkan 19 puncak.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 50% Daun Fraxinus griffithii Clarke hasil Maserasi Kinetik - Ubaya Repository

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 50% Daun Fraxinus griffithii Clarke hasil Maserasi Kinetik - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian tentang parameter spesifik dan non spesifik dari ekstrak daun tikèn (Fraxinus griffithii Clarke) yang berasal dari desa pancur. Pembuatan serbuk daun dilakukan setelah dikeringkan dengan sinar matahari secara tidak langsung. Daun tikèn (Fraxinus griffithii Clarke) diekstrak menggunakan metode maserasi kinetik dan cairan pelarut etanol 50%. Ekstrak diuapkan dengan waterbath sampai diperoleh ekstrak kental. Kemudian dilakukan penetapan susut pengeringan, kadar abu total, cemaran mikroba, profil dari KLT-Densitometri dan KCKT. Hasil penelitian menunjukan susut pengeringan didapat (15,14±0,47)%, kadar abu total didapat (6,53±0,30)%, angka lempeng total tidak ditemukan pertumbuhan mikroba, profil KLT-Densitometer didapatkan tiga puncak dan profil KCKT didapatkan 18 puncak.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 96% Ranting Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil Maserasi Kinetik - Ubaya Repository

Penentuan Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Etanol 96% Ranting Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil Maserasi Kinetik - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan parameter spesifik dan non spesifik dari ekstrak etanol 96% ranting tikèn (Fraxinus griffithii Clarke) hasil maserasi kinetik. Parameter spesifik yang ditetapkan meliputi profil KLT- densitometri dan KCKT. Sedangkan parameter non spesifik meliputi penetapan susut pengeringan, kadar abu total dan cemaran mikroba. Sebelum digunakan, ranting tikèn dicuci dan dikeringkan menjadi serbuk halus. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan etanol 96%. Filtrat yang didapat kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator dan diuapkan di waterbath pada suhu 60 o C sampai diperoleh ekstrak kental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki susut pengeringan (15,25% ± 0,67), kadar abu total (3,23% ± 0,25), dan tidak ada cemaran mikroba menurut hasil uji Angka Lempeng Total. Profil KLT-densitometri menunjukkan 2 puncak dan profil KCKT menunjukkan 16 puncak.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Toksisitas Ekstrak Daun Pecut Kuda [Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl.] hasil Maserasi Kinetik dengan Pelarut Etanol Air (60%, 80%, 96 %) terhadap Artemia salina Leach - Ubaya Repository

Toksisitas Ekstrak Daun Pecut Kuda [Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl.] hasil Maserasi Kinetik dengan Pelarut Etanol Air (60%, 80%, 96 %) terhadap Artemia salina Leach - Ubaya Repository

Daun tanaman pecut kuda diekstraksi dengan cara maserasi kinetik menggunakan pelarut etanol 60%, 80%, dan 96%, sehingga didapatkan ekstrak etanol 60%, ekstrak etanol 80%, dan ekstrak etanol 96%. Ketiga jenis ekstrak etanol yang didapat kemudian dilakukan uji toksisitas menggunakan Brine Shrimp Lethality Test (BST) dengan hewan uji larva Artemia salina Leach yang berumur 48 jam dan diberi perlakuan selama 24 jam. Suatu ekstrak atau fraksi ekstrak bahan tanaman dikatakan toksik bila mempunyai nilai LC 50 kurang dari 1000 µg/ml. Data kematian larva pada

1 Baca lebih lajut

Daya Larvasida Ekstrak Etanol Biji Mimba (Azadirachta indica Juss.) Hasil Maserasi kinetik dan Refluks Terhadap Bioindikator Ulat Hongkong (Tenebrio monitor L.) - Ubaya Repository

Daya Larvasida Ekstrak Etanol Biji Mimba (Azadirachta indica Juss.) Hasil Maserasi kinetik dan Refluks Terhadap Bioindikator Ulat Hongkong (Tenebrio monitor L.) - Ubaya Repository

Telah dilakukan uji larvasida ekstrak etanol biji mimba (Azadirachta indica Juss.) dengan metode celup terhadap Ulat Hongkong (Tenebrio monitor L.). Biji mimba diekstraksi dengan dua metode yaitu maserasi kinetik dan refluks untuk mengetahui pengaruh cara ekstraksi terhadap daya larvasidanya. Pelarut ekstraksi yang digunakan adalah etanol 90%. Larutan uji dibuat pada konsentrasi ± 19000 bpj, ± 29000 bpj, ± 36000 bpj, ± 48000 bpj, ± 60000 bpj dan diujikan terhadap bioindikator Ulat Hongkong (Tenebrio monitor L.). Jumlah Ulat Hongkong yang mati pada hari I, II, III, IV, V dicatat kemudian dianalisis dengan menggunakan Probit Analysis Program dengan software SPSS untuk menentukan nilai LC 50 .
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Aktivitas Antikejang Ekstrak Etanol 96 Daun Tiken (Fraxinus Griffthii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik pada Mencit - Ubaya Repository

Aktivitas Antikejang Ekstrak Etanol 96 Daun Tiken (Fraxinus Griffthii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik pada Mencit - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas antikejang ekstrak etanol 96% daun tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil maserasi kinetik pada mencit. Penelitian ini dilakukan berdasarkan ditemukannya glukosida iridoid ligustrosid yang diperoleh dari hasil isolasi ekstrak kulit batang tiken yang menunjukkan tanaman ini memiliki efek antikejang. Hewan coba dibagi menjadi 5 kelompok, terdiri dari 1 kelompok kontrol, 1 kelompok pembanding dan 3 kelompok uji. Kelompok kontrol diberi suspensi CMC-Na, kelompok pembanding diberi larutan Fenobarbital Na dosis 26mg/kg BB, sedangkan kelompok uji diberi suspensi ekstrak daun Tiken pada berbagai dosis yaitu 4000, 5000, 6000 mg/kg BB. Semua kelompok diberi perlakuan secara oral, kemudian didiamkan selama 60 menit lalu diinduksi kejang dengan alat Maximum Elektroshock Seizure. Efek antikejang ditandai dengan penurunan lama waktu kejang, hasilnya semua kelompok uji memberikan penurunan lama waktu kejang apabila dibandingkan dengan kontrol. Berdasarkan analisis statistik (Anava satu arah, α=0,05) yang kemudian dilanjutkan dengan uji BNT, disimpulkan bahwa pada penelitian ini dosis yang paling baik dari ekstrak etanol 96% daun tiken hasil maserasi kinetik adalah 5000 mg/kg BB tetapi efek antikejang yang ditimbulkan lebih kecil daripada Fenobarbital Na.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Aktivitas Antikejang Ekstrak Etanol 50 Hasil Maserasi Kinetik Daun Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) pada Mencit - Ubaya Repository

Aktivitas Antikejang Ekstrak Etanol 50 Hasil Maserasi Kinetik Daun Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) pada Mencit - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui efek antikejang ekstrak etanol 50% daun tiken hasil maserasi kinetik pada mencit menggunakan alat Maximum Electroshock Seizure . Pada penelitian ini digunakan 50 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok, dimana masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor mencit yaitu kelompok kontrol diberi suspensi CMC-Na, kelompok pembanding diberi larutan Fenobarbital-Na dan kelompok uji diberi ekstrak pada dosis 4000, 5000 dan 6000 mg/kg BB mencit. Efek antikejang ditandai dengan penurunan jumlah lama kejang tonik, klonik dan tonik-klonik. Lama kejang total pada kelompok kontrol, kelompok pembanding, kelompok uji dosis 4000, 5000 dan 6000 mg/ kg BB mencit masing-masing adalah 34,381; 20,415; 23,433; 26,196 dan 28,379 detik. Berdasarkan analisis statistik anava satu arah (α = 0,05), dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 50% daun tiken hasil maserasi kinetik mempunyai khasiat antikejang terhadap mencit dengan dosis efektif pada 4000 mg/kg BB mencit.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Uji Potensi Ekstrak Etanol 50 Daun Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Uji Potensi Ekstrak Etanol 50 Daun Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian mengenai “Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 50% Daun Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik Terhadap Tiopental Na”. Hewan coba dibagi menjadi 4 kelompok, terdiri dari 1 kelompok Tiopental Na dan 3 kelompok uji yang masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor. Kelompok Tiopental Na diberi CMC Na 0,5% sebanyak 0,25 ml/25 g BB secara oral, sedangkan kelompok uji diberi ekstrak daun tiken dengan dosis 2500, 3000 dan 3500 mg/kg BB secara oral. Setelah 60 menit pemberian CMC Na 0,5% maupun ekstrak uji diberikan Tiopental Na 60 mg/kg BB secara intra peritoneal sebanyak 0,25ml/25g BB. Metode yang digunakan untuk uji ini yaitu metode Barbiturate Sleeping Time. Sebagai parameter uji adalah lama perpanjangan waktu tidur mencit yang diamati mulai waktu binatang tidur (righting reflex negative) sampai binatang bangun (righting reflex positive). Hasil yang diperoleh adalah ekstrak daun tiken pada dosis 2500, 3000 dan 3500 mg/kg BB masing- masing dapat memperpanjang waktu tidur mencit selama 36,82; 57,60 dan 77,51 menit. Setelah dilakukan analisis statistik (Anova Satu Arah, α=0,05), disimpulkan bahwa ekstrak etanol 50% daun tiken hasil refluks mempunyai efek potensiasi terhadap Tiopental Na dengan memperpanjang waktu tidur mencit.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Efektivitas Antikejang Ekstrak Daun Tiken (Fraxinus Griffthii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik dengan Pelarut Etanol 70 terhadap Mencit - Ubaya Repository

Efektivitas Antikejang Ekstrak Daun Tiken (Fraxinus Griffthii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik dengan Pelarut Etanol 70 terhadap Mencit - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas antikejang ekstrak etanol 70% daun tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil maserasi kinetik pada mencit dengan metode Maximum Elektroshock Seizure. Pada penelitian ini digunakan 50 ekor mencit yang terbagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor yaitu kelompok kontrol yang diberi suspensi CMC-Na, kelompok pembanding diberi larutan Fenobarbital Na, dan kelompok uji yang diberi suspensi ekstrak daun Tiken dengan berbagai dosis yaitu 4000, 5000, 6000 mg/kg BB. Pada kelompok kontrol dan uji didiamkan selama 60 menit, kelompok pembanding didiamkan selama 120 menit setelah pemberian dan semua kelompok diinduksi dengan alat Maximum Elektroshock Seizure. Semua pemberian sediaan kontrol, uji dan pembanding dilakukan secara oral. Efek antikejang ditandai dengan penurunan jumlah waktu kejang tonik, klonik dan atau tonik-klonik. Berdasarkan analisis statistik (Anava satu arah, α =0,05) yang dilanjutkan dengan uji LSD, disimpulkan bahwa pada penelitian ini dosis efektif dari ekstrak etanol 70% daun tiken hasil maserasi kinetik adalah 4000 mg/kg BB tetapi efek antikejang yang ditimbulkan lebih kecil daripada Fenobarbital Na.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Toksisitas Ekstrak Etanol Hasil Maserasi Kinetik dan Hasil Refluks Daun Aloe vera terhadap Larva Artemia salina Leach - Ubaya Repository

Toksisitas Ekstrak Etanol Hasil Maserasi Kinetik dan Hasil Refluks Daun Aloe vera terhadap Larva Artemia salina Leach - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian uji toksisitas ekstrak etanol daun Aloe vera terhadap larva Artemia salina Leach. Ekstrak etanol didapat dengan cara ekstraksi secara maserasi kinetik dan refluks menggunakan pelarut etanol 80%. Ekstrak etanol yang didapat diujikan terhadap larva Artemia salina Leach yang berumur 48 jam dan diberi perlakuan selama 24 jam dengan Brine Shrimp Lethality Test (BST). Data kematian larva Artemia salina Leach yang diperoleh dianalisa dengan SPSS probit analisis program untuk mendapatkan nilai LC 50. Hasil LC 50 yang didapatkan yaitu 285,595

1 Baca lebih lajut

Uji Potensiasi Kombinasi Ekstrak Etanol 96% Daun dan Kulit Batang Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik pada Mencit terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Uji Potensiasi Kombinasi Ekstrak Etanol 96% Daun dan Kulit Batang Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik pada Mencit terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek potensiasi kombinasi ekstrak etanol 96% daun dan kulit batang tiken (Faxinus griffithii Clarke) hasil maserasi kinetik pada mencit putih jantan terhadap tiopental Na dengan menggunakan metode Barbiturate Sleeping Time. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing 10 ekor mencit. Kelompok tiopental Na diberi suspensi CMC Na 0,5% secara oral, kelompok uji diberikan kombinasi (1:1) ekstrak daun dan kulit batang tiken dengan dosis 2500, 3000 dan 3500 mg/kgBB secara oral. Diberikan Tiopental Na 60 mg/kgBB secara intraperitonial sebagai penginduksi tidur setelah 60 menit, berdasarkan hasil TPE (Time Peak Effect) yang didapat. Kemudian dicatat waktu mulai hewan tidur (righting reflex negative) sampai bangun (righting reflex positive). Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan metode Anova one way (α=0,05) dan LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi (1:1) ekstrak daun dan kulit batang tiken pada dosis 2500, 3000 dan 3500 mg/kgBB memberikan perbedaan persentase perpanjangan lama tidur mencit sebesar 39,34; 66,04 dan 81,90. Analisis statistika secara Anova dan LSD menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol 96% daun dan kulit batang tiken 3500 mg/kgBB merupakan dosis yang paling efektif.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 705 Daun Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik Terhadap Tiopental Na pada Mencit - Ubaya Repository

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 705 Daun Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik Terhadap Tiopental Na pada Mencit - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian mengenai “Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 70% Daun Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik Terhadap Tiopental Na”. Hewan coba dibagi menjadi 4 kelompok, terdiri dari 1 kelompok Tiopental Na dan 3 kelompok uji yang masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor. Kelompok Tiopental Na diberi CMC Na 0,5% sebanyak 0,25 ml/25 g BB secara oral, sedangkan kelompok uji diberi ekstrak daun tiken dengan dosis 2500, 3000 dan 3500 mg/kg BB secara oral. Setelah 90 menit pemberian CMC Na 0,5% maupun ekstrak uji diberikan Tiopental Na 60 mg/kg BB secara intra peritoneal sebanyak 0,25ml/25g BB. Metode yang digunakan untuk uji ini yaitu metode Barbiturate Sleeping Time. Sebagai parameter uji adalah lama perpanjangan waktu tidur mencit yang diamati mulai waktu binatang tidur (righting reflex negative) sampai binatang bangun (righting reflex positive). Hasil yang diperoleh adalah ekstrak daun tiken pada dosis 2500, 3000 dan 3500 mg/kg BB masing- masing dapat memperpanjang waktu tidur mencit selama 76,73; 123,56 dan 145,96 menit. Setelah dilakukan analisis statistik (Anova Satu Arah, α =0,05), disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% daun tiken hasil maserasi kinetik mempunyai efek potensiasi terhadap Tiopental Na dengan memperpanjang waktu tidur mencit.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 96% Daun Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 96% Daun Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek potensiasi Ekstrak Etanol 96% Daun Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil Maserasi Kinetik terhadap tiopental Na dengan melihat perpanjangan waktu tidur mencit. Hewan coba dibagi menjadi kelompok (kontrol) diberi Tiopental Na, kelompok (uji) diberi ekstrak Daun Tiken dengan dosis 2500, 3000, 3500 mg/kg BB mencit. Ekstrak dalam penelitian ini diberikan per oral disuspensikan dengan CMC Na. Pada penentuan TPE didapat waktu yang paling panjang pada menit ke 60. Setelah diberi ekstrak sesuai dosis pada TPE 60 menit, kemudian diberi injeksi Tiopental Na secara intraperitonial (i.p) dengan dosis 0,25 ml/ 25 g BB kemudian dicatat perpanjangan waktu tidur mencit. Berdasarkan analisis data secara statistik dengan ANAVA Satu Arah dengan aras 0,05. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata waktu tidur mencit dengan TPE 60 menit, pada kelompok kontrol (Tiopental Na) yaitu selama 90,38 menit, sedangkan kelompok uji dengan dosis 2500 mg/kg BB selama 122,99 menit; dosis 3000 mg/kg BB selama 139,90 menit dan dosis 3500 mg/kg BB selama 153,36 menit, dan yang mempunyai efek potensiasi paling besar diperoleh dari dosis 3500 mg/kg BB mencit. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun tiken hasil maserasi kinetik mempunyai efek potensiasi terhadap Tiopental Na pada mencit dengan metode Barbiturate Sleeping Time.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 96% Korteks Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Uji Potensiasi Ekstrak Etanol 96% Korteks Tiken (Fraxinus Griffithii Clarke) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Tiopental Na - Ubaya Repository

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek potensiasi Ekstrak Etanol 96% Korteks Tiken (Fraxinus griffithii Clarke) hasil Maserasi Kinetik terhadap Tiopental Na dengan menggunakan metode Barbiturate Sleeping Time. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok terdiri dari 1 kelompok Tiopental Na diberi suspensi CMC Na 0,5% secara oral, sedangkan 3 kelompok uji diberi ekstrak korteks tiken dengan dosis 2500, 3000, dan 3500 mg/kg BB mencit secara oral. Setelah 60 menit, diberikan tiopental Na 60 mg/kg BB mencit secara intraperitonial sebagai penginduksi tidur. Kemudian diamati dan dicatat waktu mulai hewan tidur sampai bangun. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan metode ANAVA satu arah (α=0,05). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada dosis ekstrak korteks tiken dosis 2500, 3000, dan 3500 mg/kg BB mencit memberikan perpanjangan waktu tidur mencit sebesar 198,66 menit, 251,56 menit, dan 283, 73 menit. Perpanjangan waktu tidur ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% korteks tiken hasil maserasi kinetic memiliki efek potensiasi terhadap thiopental Na.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Toksisitas Ekstrak Etanol (80% dan 96%) Buah Terung Ungu (Solanum melangena L.) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Artemia salina Leach - Ubaya Repository

Toksisitas Ekstrak Etanol (80% dan 96%) Buah Terung Ungu (Solanum melangena L.) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Artemia salina Leach - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian Toksisitas Ekstrak Etanol 80% dan 96% buah terung ungu (Solanum melongena L.) menggunakan Brine Shrimp Lethality Test (BST) terhadap Artemia salina Leach. Ekstraksi buah terung ungu dilakukan dengan cara maserasi kinetik menggunakan pelarut Etanol 80% dan 96%. Larva Artemia salina Leach yang digunakan adalah yang berumur 48 jam dan diberi perlakuan selama 24 jam dengan larutan uji ekstrak etanol. Data kematian larva Artemia salina Leach dicatat dan diolah dengan menggunakan Probit Analysis Program untuk menentukan nilai LC 50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Toksisitas Ekstrak Etanol (80% dan 96%) Buah Leunca (Solanum ningrum L.) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Artemia salina Leach - Ubaya Repository

Toksisitas Ekstrak Etanol (80% dan 96%) Buah Leunca (Solanum ningrum L.) Hasil Maserasi Kinetik terhadap Artemia salina Leach - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian Toksisitas Ekstrak Etanol 80% dan 96% buah Leunca (Solanum nigrum L.) menggunakan Brine Shrimp Lethality Test (BST) terhadap Artemia salina Leach. Buah Leunca (Solanum nigrum L.) dikeringkan tanpa pengaruh sinar matahari secara langsung dan diserbuk dengan mesh 30. Ekstraksi buah leunca (Solanum nigrum L.) dilakukan dengan cara maserasi kinetik menggunakan pelarut etanol 80% dan 96%. Larva Artemia salina Leach yang digunakan adalah yang berumur 48 jam dan diberi perlakuan dengan larutan uji ekstrak etanol selama 24 jam. Data hasil kematian larva Artemia salina Leach dicatat dan diolah dengan menggunakan Probit Analysis Program untuk menentukan nilai LC 50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 80%
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Aktivitas Insect Repelent Ekstrak dan Perry Hasil Maserasi Kinetik Terhadap Bioindikator Calandra oryzae L - Ubaya Repository

Aktivitas Insect Repelent Ekstrak dan Perry Hasil Maserasi Kinetik Terhadap Bioindikator Calandra oryzae L - Ubaya Repository

Telah dilakukan uji Aktivitas Insect Repellent Ekstrak Etanol Cengkeh [Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry] Terhadap Bioindikator Calandra oryzae L.. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi kinetik menggunakan pelarut etanol 90%. Ekstrak kental yang diperoleh, dilakukan uji aktivitas insect repellent pada konsentrasi 2000, 3000, 4000, 5000 dan 6000 bpj dalam pelarut etanol 90%. Pada uji aktivitas ini dicari hubungan antara konsentrasi ekstrak dengan respon penolakan kutu beras pada 30, 60, 90, dan 120 menit dengan menggunakan 20 tabung kaca dengan panjang 10 cm dan diameter 1,5 cm. Pada masing-masing tabung diisi dengan seekor kutu beras. Pada salah satu ujung diberi tepung beras yang mengandung larutan uji dan ujung lainnya mengandung pelarut etanol 90% sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas insect repellent terhadap bioindikator kutu beras pada konsentrasi 2000, 3000, 4000, 5000, dan 6000 bpj.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Daya Larvasida Ekstrak N-Heksan Daun Mimba (Azadirachta indica Juss.) Hasil Maserasi Kinetik dan Refluks Terhadap Bioindikator Ulat Hongkong (Tenebrio monitor L.) - Ubaya Repository

Daya Larvasida Ekstrak N-Heksan Daun Mimba (Azadirachta indica Juss.) Hasil Maserasi Kinetik dan Refluks Terhadap Bioindikator Ulat Hongkong (Tenebrio monitor L.) - Ubaya Repository

Semakin banyaknya penggunaan insektisida sintetis dalam bidang pertanian dapat menimbulkan dampak negatif yang merugikan bagi manusia dan lingkungan. Penggunaan insektisida nabati diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Pada penelitian ini, dilakukan uji daya larvasida terhadap ekstrak heksan daun mimba hasil maserasi kinetik dan refluks terhadap bioindikator ulat Hongkong dengan metode celup. Tujuannya untuk mengetahui dan membandingkan daya larvasida ekstrak tersebut yang dilihat dari LC 50 .

1 Baca lebih lajut

Show all 631 documents...