SMK N 1 Yogyakarta

Top PDF SMK N 1 Yogyakarta:

LAPORAN INDIVIDU PPL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMK N 6 YOGYAKARTA.

LAPORAN INDIVIDU PPL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMK N 6 YOGYAKARTA.

1. Mengembangkan potensi mahasiswa sebagai calon pendidik dan tenaga kependidikan. Kegiatan PPL merupakan wahana untuk memberikan bekal bagi mahasiswa tentang bagaimana menjadi guru yang memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi pada instansi dan profesinya. Kegiatan PPL ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mengajar secara langsung di depan kelas dan menghadapi siswa yang berbeda baik dari segi sikap maupun cara belajar.

30 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT KETERLAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK FABRIKASI LOGAM (TFL) DI SMK N 1 SEYEGAN SLEMAN YOGYAKARTA.

FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT KETERLAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK FABRIKASI LOGAM (TFL) DI SMK N 1 SEYEGAN SLEMAN YOGYAKARTA.

Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Pelaksanaan kurikulum 2013 di SMK N 1 Seyegan telah berjalan selama dua tahun. Sosialisasi dan pelatihan dilakukan oleh pemerintah, Kemendiknas, dan masing-masing sekolah bagi guru dan pengurus sekolah. Pihak sekolah juga terus melakukan monitoring dan evaluasi K-13. SMK N 1 Seyegan Sleman Yogyakarta menyusun suatu kebijakan dan program ialah dengan meningkatkan budaya kerja, pelatihan dan kegiatan ekstrakurikuler. (2) Faktor-faktor yang menghambat keterlaksanaan kurikulum 2013 di SMK N 1 Sleman Yogyakarta dilihat dari beberapa aspek yakni; dari aspek guru ialah kurangnya kegiatan sosialisasi dan kurangnya kesiapan guru. Pada aspek sarana prasarana ialah peralatan praktik yang belum memenuhi standar, kurangnya ruang bengkel, belum lengkapnya perlengkapan keamanan, peralatan sudah banyak yang telah usang, serta kurangnya bahan untuk praktik. Pada aspek bahan ajar ialah belum adanya bahan ajar/modul khusus pada kompetensi keahlian TFL. Pada aspek peserta didik hal yang menjadi kendala ialah jumlah jam pelajaran yang cukup panjang, selain itu kurangnya perlengkapan dan alat praktik yang dimiliki menjadikan siswa kurang bisa produktif dengan maksimal.
Baca lebih lanjut

212 Baca lebih lajut

MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM PENGAPIAN TRANSISTOR DI SMK N 1 SEDAYU, BANTUL, YOGYAKARTA.

MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM PENGAPIAN TRANSISTOR DI SMK N 1 SEDAYU, BANTUL, YOGYAKARTA.

Hasil dari pengujian fungsional alat didapatkan semua komponen dalam sistem pengapian transistor dapat bekerja dengan baik, komponen dapat berfungsi saat dilakukan instalasi rangkaian sistem pengapian transistor dapat bekerja ditunjukan dengan adanya percikan bunga api pada tiap – tiap busi. Sedangkan dari uji kelayakan alat yang dilakukan oleh 25 siswa, dan 5 guru SMK N 1 Sedayu Bantul, memperoleh hasil sebanyak 78,1% siswa dan sebanyak 86% guru menyatakan bahwa media pembelejaran sistem pengapian transistor ini baik dan layak dipakai sebagai media pembelajaran dari segi kelengkapan komponen sistem, kemudahan dalam perawatan sistem, kemudahan penggunaan media, dan keamanan dalam penggunaan media untuk kegiatan belajar mengajar praktik di bengkel otomotif SMK N 1 Sedayu Bantul.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SMK N 1 SEDAYU YOGYAKARTA.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SMK N 1 SEDAYU YOGYAKARTA.

Sebelum melakukan kegiatan PPL, mahasiswa praktikan harus menempuh serangkaian prosedur yang berlaku terlebih dahulu, yaitu: harus lulus mata kuliah wajib Micro Teaching (Pengajaran Mikro), observasi lapangan, observasi kelas, observasi lingkungan, serta mengikuti pembekalan yang diadakan jurusan masing- masing mahasiswa. Sedangkan tahap akhir dari kegiatan PPL merupakan penyusunan Laporan Kegiatan PPL mulai dari persiapan (observasi) sampai evaluasi. Secara umum, siswa-siswi SMK N 1 Sedayu memiliki semangat belajar yang cukup tinggi. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung di dalam kelas dan Bengkel PAUL. Dalam hal ini praktikan memperoleh kesempatan mengajar di kelas XI TIPTL A dan XI TIPTL B . KBM berjalan lancar, walaupun sesekali terdapat kendala dalam mengatasi siswa yang cenderung “ aktif ” ( sulit di atur dan ramai sendiri).
Baca lebih lanjut

151 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PREMENSTRUASI SINDROM DENGAN AKTIVITAS BELAJAR PADA SISWI JURUSAN BUSANA KELAS XI DI SMK N 1 SEWON BANTUL YOGYAKARTA 2012 - DIGILIB UNISAYOGYA

HUBUNGAN PREMENSTRUASI SINDROM DENGAN AKTIVITAS BELAJAR PADA SISWI JURUSAN BUSANA KELAS XI DI SMK N 1 SEWON BANTUL YOGYAKARTA 2012 - DIGILIB UNISAYOGYA

The results showed that most respondents were respondents with medium premenstrual syndrome with medium learning activity is 52 students (54.7%). Based on the test results obtained Spearman's rank correlation coefficient r = - 0.377 with a significance level of 0.00 (P <0.05). The conclusion of this research is there is a relationship between premenstrual syndrome with learning activities in class XI student in departement fashion at SMK N 1 Sewon Bantul Yogyakarta 2012. Thus, students are expected to know about premenstrual syndrome and the prevention and treatment of symptoms of premenstrual syndrome due to interfere with the activity of students and these symptoms can be more severe if neglected.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI MEMBUAT POLA KEMEJA MELALUI METODE COLLABORATIVE LEARNING PADA SISWA KELAS XI BUSANA BUTIK SMK N 6 YOGYAKARTA.

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI MEMBUAT POLA KEMEJA MELALUI METODE COLLABORATIVE LEARNING PADA SISWA KELAS XI BUSANA BUTIK SMK N 6 YOGYAKARTA.

This study aimed to investigate: (1) the implementation of the learning of shirt design making through the application of the collaborative learning method at SMKN 6 Yogyakarta, and (2) the improvement of the students’ learning motivation to attain the shirt design making competency through the application of the collaborative learning method at SMKN 6 Yogyakarta. This was a classroom action research study consisting of two cycles using the model by Kemmis and McTaggart. The research steps included: (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. The action research study was conducted at SMKN 6 Yogyakarta. The research subjects were Grade XI students of Boutique Fashion with a total of 33 students. The data were collected through observations, tests, and documentation. The validity of the research instruments was assessed in terms of content and construct validity using expert judgment and the reliability was assessed by the inter-rater agreement. The data analysis technique was the quantitative descriptive technique. The results of the study were as follows. (1) In the first cycle, the learning by means of the Collaborative Learning method was well implemented by 83.33%. In the second cycle, the learning by means of the Collaborative Learning method was very well implemented by 100% and in accordance with the phases in the Collaborative Learning method. (2) The students’ learning motivation to attain the shirt design making competency through the application of the Collaborative Learning method in the first cycle was in the moderate category and attained 51.50% and the competency attained 30.30%, and in the second cycle the motivation was in the high category and attained 91.00%. With the improvement of the motivation, the competency also improved and attained 100%. It could be concluded that the application of the Collaborative Learning method was capable of improving the learning motivation to attain the shirt design making competency at SMKN 6 Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

361 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR MEMBATIK DI SMK N 5 YOGYAKARTA.

IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR MEMBATIK DI SMK N 5 YOGYAKARTA.

Perbedaan mendasar baik batik cap, batik catak dan batik print pada umumnya bahan pewarnaan menggunakan bahan-bahan kimia, sedangkan batik tulis untuk bahan pewarnaan semuanya menggunakan bahan-bahan alami seperti kulit pohon, kayu pohon, bunga, buah, akar pohon, daun. Proses pewarnaan , penghilangan lilin dapat dilakukan berkali-kali sampai menghasilkan warna dan kualitas yang diinginkan. Dilihat dari bahan pewarnaannya kemudian ada batik dengan istilah 1x proses, 2x proses, 3x proses. Sedangkan batik tulis untuk 1x proses, dapat diselesaikan paling cepat dalam jangka waktu 1 minggu, untuk pewarnaan yang melalui 2x proses, 3x proses dan seterusnya, dapat memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan lamanya proses.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PENYUSUNAN RENCANA KERJA SEKOLAH DI SMK N 2 YOGYAKARTA.

IMPLEMENTASI PENYUSUNAN RENCANA KERJA SEKOLAH DI SMK N 2 YOGYAKARTA.

Penyusunan perencanaan pendidikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan melalui berbagai proses dan tahapan. Proses yang utama antara lain yaitu interaksi dengan para pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan di pusat dan daerah, partisipasi seluruh jajaran Kemdikbud, serta dengan mempertimbangkan seluruh capaian kinerja pembangunan pendidikan dan kebudayaan yang telah dicapai sampai saat ini. Secara umum tahapan dalam perencanaan pendidikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meliputi kegiatan, analisis lingkungan strategis, analisis permasalahan dan tantangan pembangunan pendidikan dan kebudayaan, menetapkan visi, misi, dan tujuan, menetapkan arah kebijakan, strategi, kerangka regulasi, dan kerangka kelembagaan, serta yang terahir yaitu menetapkan target kinerja, dan kerangka pendanaan (Kemdikbud, 2015: 1).
Baca lebih lanjut

225 Baca lebih lajut

TINGKAT IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN ILMU BANGUNAN DI SMK N 3 YOGYAKARTA.

TINGKAT IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN ILMU BANGUNAN DI SMK N 3 YOGYAKARTA.

Pada kegiatan inti ini, guru memilih model pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa dan mata pelajaran. Semua ini telah ditulis di silabus dan RPP, sehingga guru menerapkan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Untuk pendekatan menggunakan pendekatan yang menghasilkan karya berbasis project based learning (pemecahan masalah) disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan. Adapun kegiatan inti ini meliputi: (1) sikap, salah satu alternatif yang dipilih adalah afeksi mulai dari menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, hingga mengamalkan; (2) pengetahuan, dimiliki melalui mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis mengevaluasi, hingga menciptakan; dan (3) keterampilan, diperoleh melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyajin hingga mencipta. Seluruh isi materi mata pelajaran yang diajarkan harus mendorong siswa untuk kreatif.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

fluidsim pneumatik 2008 laporan

fluidsim pneumatik 2008 laporan

Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Peserta pelatihan mencakup guru-guru SMK N 1 Depok, SMK N 2 Yogyakarta, SMK N 3 Yogyakarta, SMK N 1 Sedayu dan SMK N 1 Pengasih, SMK N 2 Wonosari, SMK N 1 Pundong, SMK N 1 Pleret, SMK Maarif Wates yang keseluruhannya berjumlah 20 orang; (2) Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan karena sesuai dengan kebutuhan mereka; hal ini dibuktikan dengan kehadiran yang tinggi serta motivasi untuk bertanya yang tidak pernah henti; (3) Tanggapan peserta sangat positif terhadap pelaksanaan pelatihan ini karena memberikan solusi kecilnya rasio peralatan dengan siswa di SMK; (4) Dari hasil evaluasi, semua peserta (100%) dapat mengoperasikan software simulasi pneumatik dan dapat menggambar rangkaian pneumatik dan elektropneumatik dengan menggunakan software FluidSim Pneumatik; (5) Sebesar 71% peserta mampu menyelesaikan permasalahan kontrol sederhana berbasis pneumatik dengan menggunakan software FluidSim Pneumatik. Sisanya sebesar 29% mampu menyelesaikan permasalahan kontrol berbasis pneumatik dengan menggunakan software FluidSim Pneumatik dan dinyatakan lulus setelah mendapatkan remidi.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN KOMPUTER (KK6) DI SMK N 2 WONOSARI YOGYAKARTA.

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN KOMPUTER (KK6) DI SMK N 2 WONOSARI YOGYAKARTA.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan dimulai dengan tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan model Problem Based Learning (PBL) dan refleksi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi/pengamatan. Analisis data dilakukan dengan perbandingan antara hasil tes pada siklus 1 dan siklus 2 dengan teknik deskriptif. Artinya dari data yang diperoleh dalam penelitian ini disajikan apa adanya kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan gambaran mengenai fakta yang ada dan mendiskripsikan sesuai dengan fenomena. Sedangkan untuk mengukur prestasi belajar siswa menggunakan sistem rata-rata kelas pada hasil evaluasi tiap siklus.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

NIAT PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA KELAS III SMK N 3 YOGYAKARTA.

NIAT PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA KELAS III SMK N 3 YOGYAKARTA.

Rerata siswa memiliki persepsi kontrol perilaku untuk menggunakan internet sebagai sumber belajar yang bernilai 2,21 dalam rentang nilai -2,14 sampai dengan 5,86. Persepsi kontrol perilaku tersebut masuk dikategorikan mudah. Artinya adalah rerata siswa memiliki persepsi bahwa penggunaan internet sebagai sumber belajar termasuk mudah untuk dilakukan. Persepsi mudah tersebut didasari atas keyakinan kontrol yang diantaranya bahwa mereka memiliki (1) kemampuan menggunakan internet sebagai belajar; (2) teman yang bersedia dan mampu membantu ketika mengalami kesulitan dalam menggunakan internet; (3) handphone yang dapat digunakan untuk mengakses internet; (4) pengetahuan tentang alamat websites yang sesuai dengan materi pelajaran yang ingin dicari; (5) uang yang cukup untuk membayar jasa warnet; (6) fasilitas penunjang, seperti : laptop atau komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet; (7) Kecepatan akses internet yang sering digunakan tidak lambat.
Baca lebih lanjut

214 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMK NEGERI 1 KALASAN YOGYAKARTA.

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMK NEGERI 1 KALASAN YOGYAKARTA.

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN PPL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LOKASI: SMK N 1 KALASAN Alamat: Randugunting, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta 17 kelas bahkan evaluasi[r]

152 Baca lebih lajut

PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SISWA KELAS X AV PADA PRAKTIK TEKNIK KERJA BANGKU DI SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA.

PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SISWA KELAS X AV PADA PRAKTIK TEKNIK KERJA BANGKU DI SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) perilaku keselamatan dan kesehatan kerja siswa kelas X AV pada praktik Teknik Kerja Bangku di SMK N 3 Yogyakarta ditinjau dari ranah pengetahuan, (2) perilaku keselamatan dan kesehatan kerja siswa kelas X AV pada praktik Teknik Kerja Bangku di SMK N 3 Yogyakarta ditinjau dari ranah sikap, dan (3) perilaku keselamatan dan kesehatan kerja siswa kelas X AV pada praktik Teknik Kerja Bangku di SMK N 3 Yogyakarta ditinjau dari ranah tindakan.

1 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN ( PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMK NEGERI 1 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN ( PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMK NEGERI 1 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA.

Sekolah yang menjdi tujuan PPL Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2015 ini adalah SMK N 1 Depok, yang merupakan sekolah kejuruan Kelompok Bisnis dan Manajemen serta Seni dan Pariwisata untuk jurusan Busana butik, yang selalu berupaya untuk mensejajarkan Sumber Daya Manusia yang dimilikinya dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Sekolah yang memiliki berbagai potensi yang masih harus terus dikembangkan.

26 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN.

Kegiatan PPL dilaksanakan di SMK N 2 Yogyakarta pada semester khusus tahun 2016 tepatnya pada tanggal 15 Juli 2016 sampai dengan 15 September 2016. Sebelum mengajar mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi ke sekolah yang akan digunakan sebagai tempat PPL. Ada beberapa administrsi guru yang harus dipersiapkan terlebih dahulu untuk menunjang kelancaran pembelajaran, seperti silabus, RPP, analisa jam efektif, program semester, program tahunan, analisis butir soal dan lain-lain. Pelaksanaan kegiatan PPL penulis melaksanakannya secara terbimbing dan mandiri. Pelaksanaan secara terbimbing bertujuan materi yang disampaikan oleh mahasiswa tidak berbeda jauh dengan materi yang disampaikan oleh guru pembimbing. Sedangkan pelaksanaan secara mandiri bertujuan melatih mahasiswa menjadi tenaga pendidik profesional.Praktik pengalaman lapangan dilakukan sebanyak 8 kali tatap muka untuk masing-masing kelas dalam mata pelajaran. Teknik Gambar Manufaktur. Setelah dilakukan ulangan harian baik siswa XI TP 1,XI TP 2, XI TP 3 maupun XI TP 4 memiliki nilai rata-rata kelas masih di bawah nilai KKM. Maka seluruh siswa diberikan kesempatan perbaikan nilai supaya tuntas KKM.
Baca lebih lanjut

198 Baca lebih lajut

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA, SOSIO-DEMOGRAFI DAN SELF EFFICACY TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN KETENAGALISTRIKAN SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA.

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA, SOSIO-DEMOGRAFI DAN SELF EFFICACY TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN KETENAGALISTRIKAN SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) lingkungan keluarga sebagian siswa kelas XI program keahlian Ketenagalistrikan SMK N 3 Yogyakarta (52,54% ) termasuk dalam kategori baik, self-efficacy sebagian besar siswa (74,58% ) termasuk dalam kategori baik, minat berwirausaha sebagian siswa (52,54% ) termasuk dalam kategori baik, dan sosio-demografi menunjukkan bahwa jenis kelamin pria memiliki minat lebih besar dengan nilai rata-rata 78,58, siswa yang tidak mempunyai pengalaman memiliki minat sedikit lebih besar dengan nilai rata-rata 78,97 dan siswa yang orang tuanya bekerj a sebagai buruh memiliki minat berwirausaha lebih besar dengan nilai rata-rata 80,41; (2) terdapat pengaruh terhadap minat berwirausaha melalui lingkungan keluarga secara langsung maupun tidak langsung berdasarkan sosio-demografi jenis kelamin pria 4,20% dan 21,7% , sedangkan wanita 45, 4% dan 63,5% ; (3) terdapat pengaruh terhadap minat berwirausaha melalui lingkungan keluarga secara langsung maupun tidak langsung berdasarkan sosio-demografi siswa yang pernah berwirausaha 9,0% dan 19,0% , sedangkan siswa yang tidak pernah 2,8% dan 23,7% ; (4) ) terdapat pengaruh terhadap minat berwirausaha melalui lingkungan keluarga secara langsung maupun t idak langsung berdasarkan sosio-demografi pekerjaan orang tua sebagai wirausaha 3,8% dan 9,0% , pekerjaan orang tua sebagai buruh 9,2% dan 20,3% dan tidak terdapat langsung maupun tidak langsung lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha yang signifikan pada pekerjaan orang tua sebagai pegawai.
Baca lebih lanjut

171 Baca lebih lajut

PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SISWA KELAS X AV PADA PRAKTIK TEKNIK KERJA BANGKU DI SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA.

PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SISWA KELAS X AV PADA PRAKTIK TEKNIK KERJA BANGKU DI SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA.

Data hasil penelitian diperoleh melalui tes, angket dan observasi tentang “Perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja Siswa Kelas X AV pada Praktik Teknik Kerja Bangku di SMK Negeri 3 Yogyakarta”. Responden pada penelitian ini adalah siswa kelas X AV tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 63 orang. Sedangkan sampel yang digunakan untuk penelitian adalah 55 siswa. Deskripsi data merupakan status data yang menjelaskan mengenai hasil penelitian yang telah dilaksanakan. Adapun deskripsi data yang disajikan dalam penelitian ini meliputi harga rerata atau mean (M), median (Me), modus (Mo), simpangan baku atau standard deviation (SD) dan kategori. Deskripsi data yang akan disampaikan meliputi ranah pengetahuan, sikap dan tindakan.
Baca lebih lanjut

194 Baca lebih lajut

ppl2_5301409002_R112_1358817978. 1.98MB 2013-07-11 22:15:44

ppl2_5301409002_R112_1358817978. 1.98MB 2013-07-11 22:15:44

1. Penggunaan sekolah sepenuhnya digunakan oleh internal SMK N 1 Muara Enim sendiri dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), namun untuk ujian semester ada sekolah lain yang bergabung menjadi satu. Kemudian untuk kegiatan bimbel, tidak sedikit siswa luar yang ikut bergabung bersama unit produksi (bimbel) SMK N 1 Muara Enim. Karena unit produksi (bimbel) membuka kesempatan juga untuk siswa di luar SMK N 1 Muara Enim dan peminatnya pun cukup banyak.

46 Baca lebih lajut

kepala sekolah revisi

kepala sekolah revisi

SMK NEGERI 2 Pengasih 36 Sukisno Suryo SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Kota Yogyakarta 37 Paryoto SMK NEGERI 2 Yogyakarta 38 Aruji Siswanto SMK NEGERI 3 Yogyakarta 39 Sentot Hargiardi[r]

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...