Top PDF Belajar Matematika Dengan Peta Pikiran Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Belajar Matematika Dengan Peta Pikiran Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Belajar Matematika Dengan Peta Pikiran Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)

matematika dengan peta pikiran diawali dengan survey yang melibatkan guru kelas di sekolah serta diskusi formal dan non formal dengan siswa sekolah menengah pertama. Melalui cara tersebut, dapat diperoleh informasi terkait dengan permasalahan dan keterbutuhan subjek dalam hal pembelajaran matematika. Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa sekolah menengah pertama (SMP) pada SMP Muhammadiyah 1 Pringsewu.

9 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN METODE PETA PIKIRAN (MIND MAPPING) UNTUK MENINGKATKANKEMAMPUAN MENULIS NARASI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.

PENGGUNAAN METODE PETA PIKIRAN (MIND MAPPING) UNTUK MENINGKATKANKEMAMPUAN MENULIS NARASI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) kualitas proses pembelajaran menulis narasi, dan (2) hasil kemampuan menulis narasi dengan menerapkan metode pemetaan pikiran pada siswa VII A di SMP Negeri 14 Surakarta. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap observasi dan interpretasi, dan (4) tahap analisis dan refleksi. Persentase aktivitas siswa selama apersepsi pada siklus I berada di 51,6%, sedangkan pada siklus II menjadi 81%. Persentase minat siswa dan motivasi saat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada siklus I meningkat sebesar 67,7% menjadi 81% pada siklus II. Persentase keaktifan dan perhatian siswa pada siklus I sebesar 74,2% menjadi 77% pada siklus II. Peningkatan kemampuan siswa menulis narasi juga dapat dilihat dari meningkatnya jumlah siswa yang dapat menulis narasi yang mencapai nilai ≥ 70 pada setiap siklus. Pada survei awal, persentase siswa yang dapat mencapai nilai tuntas sebesar 38,71%, pada siklus I sebesar 45,16% dan pada siklus II adalah 80,64%.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Penggunaan Metode Peta Pikiran (Mind Mapping) Untuk Meningkatkankemampuan Menulis Narasi Siswa Sekolah Menengah Pertama

Penggunaan Metode Peta Pikiran (Mind Mapping) Untuk Meningkatkankemampuan Menulis Narasi Siswa Sekolah Menengah Pertama

menulis narasi, dan (2) hasil kemampuan menulis narasi dengan menerapkan metode pemetaan pikiran pada siswa VII A di SMP Negeri 14 Surakarta. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap observasi dan interpretasi, dan (4) tahap analisis dan refleksi. Persentase aktivitas siswa selama apersepsi pada siklus I berada di 51,6%, sedangkan pada siklus II menjadi 81%. Persentase minat siswa dan motivasi saat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada siklus I meningkat sebesar 67,7% menjadi 81% pada siklus II. Persentase keaktifan dan perhatian siswa pada siklus I sebesar 74,2% menjadi 77% pada siklus II. Peningkatan kemampuan siswa menulis narasi juga dapat GLOLKDW GDUL PHQLQJNDWQ\D MXPODK VLVZD \DQJ GDSDW PHQXOLV QDUDVL \DQJ PHQFDSDL QLODL • pada setiap siklus. Pada survei awal, persentase siswa yang dapat mencapai nilai tuntas sebesar 38,71%, pada siklus I sebesar 45,16% dan pada siklus II adalah 80,64%.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Penerapan Metode Peta Pikiran Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Keterampilan Menulis Teks Berita Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama

Penerapan Metode Peta Pikiran Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Keterampilan Menulis Teks Berita Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama

13 Tindakan berupa penerapan metode peta pikiranyang dilaksanakan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran menulis teks berita siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Kartasura. Hal ini ditunjukkan dengan tercapainya sejumlah indikator yang diterapkan dalam pembelajaran menulis teks berita. Setiap siklus yang telah dilaksanakan mengalami peningkatan pada proses pembelajaran dan berpengaruh dalam meningkatnya hasil pembelajaran menulis teks berita siswa. Setelah dilakukan deskripsi setiap siklusnya, selanjutnya dilakukan perbandingan perkembangan antarsiklus untuk mendeskripsikan peningkatan yang dicapai dari satu siklus ke siklus berikutnya. Untuk memperjelas deskripsi perkembangannya, perlu disampaikan hasilnya dalam bentuk tabel dan diagram sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE PETA PIKIRAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA | Pratiwi | BASASTRA 7800 16339 1 SM

PENERAPAN METODE PETA PIKIRAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA | Pratiwi | BASASTRA 7800 16339 1 SM

13 Tindakan berupa penerapan metode peta pikiranyang dilaksanakan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran menulis teks berita siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Kartasura. Hal ini ditunjukkan dengan tercapainya sejumlah indikator yang diterapkan dalam pembelajaran menulis teks berita. Setiap siklus yang telah dilaksanakan mengalami peningkatan pada proses pembelajaran dan berpengaruh dalam meningkatnya hasil pembelajaran menulis teks berita siswa. Setelah dilakukan deskripsi setiap siklusnya, selanjutnya dilakukan perbandingan perkembangan antarsiklus untuk mendeskripsikan peningkatan yang dicapai dari satu siklus ke siklus berikutnya. Untuk memperjelas deskripsi perkembangannya, perlu disampaikan hasilnya dalam bentuk tabel dan diagram sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Karakter Siswa Sekolah Menengah Pertama dalam Belajar Matematika Berbasis Kearifan Lokal

Karakter Siswa Sekolah Menengah Pertama dalam Belajar Matematika Berbasis Kearifan Lokal

Pembelajarn matematika menggunakan konteks kearifan lokal atau budaya lokal sangatlah tepat dan relevan terutama dalam pembentukan karakter siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakter siswa dalam belajar matematika melalui pembelajaran yang berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian adalah siswa SMP kelas IX. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket karakter siswa. Hasil yang diperoleh menunjukkan sikap karakter siswa dalam belajar matematika berbasis kearifan lokal kota Pontianak mulai berkembang pada diri siswa dengan baik. Rerata skor keseluruhan untuk karakter siswa adalah 5,01 (skor ideal 7) dengan kategori mulai berkembang. Pada aspek ketelitian siswa memperoleh skor rata-rata 4,88 dengan kategori mulai berkembang, untuk aspek kreatifitas diperoleh rata-rata 4,76 dengan kategori mulai berkembang juga. Begitu juga pada aspek pantang menyerah dan rasa ingin tahu siswa selama pembelajaran diperoleh skor rata-rata berturut-turut yakni 5,24 dan 5,16 dengan kategori juga sama yakni mulai berkembang. Kesimpulan yang dapat diambil adalah karakter siswa selama pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal kota Pontianak sudah mulai berkembang dengan baik pada diri siswa.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Efektivitas Pelatihan Efikasi Diri dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Sekolah Menengah Pertama

Efektivitas Pelatihan Efikasi Diri dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Sekolah Menengah Pertama

Motivasi belajar Matematika merupakan salah satu hal yang berpengaruh pada aktivitas belajar Matematika dan berdampak pada prestasi akademik. Kenyataannya, banyak siswa memiliki motivasi belajar Matematika yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan efikasi diri pada motivasi belajar Matematika siswa. Subjek dalam penHOLWLDQ LQL DGDODK VLVZD NHODV ,; 603 1HJHUL ´;´ 6OHPDQ Yogyakarta, yang dibagi menjadi 13 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 12 siswa sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala motivasi belajar Matematika dan skala efikasi diri. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre post control group design. Analisis kuantitatif dengan menggunakan Uji Mann - Whitney untuk mengetahui motivasi belajar Matematika siswa setelah diberi pelatihan efikasi diri. Analisis kualitatif dilakukan berdasarkan observasi, wawancara, dan lembar kerja. Hasil penelitian yaitu pra-tes dan pasca-tes menunjukkan ada peningkatan motivasi belajar Matematika setelah diberi pelatihan efikasi diri, dengan nilai Z = -3.740 dan p = 0,000 (p < 0,05). Pada prates dan tindak lanjut menunjukkan ada peningkatan motivasi belajar Matematika setelah dua minggu diberi pelatihan efikasi diri, dengan nilai Z = 1.989 dan p = 0,047 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pelatihan efikasi diri dapat meningkatkan motivasi belajar 0DWHPDWLND VLVZD NHODV ,; 603 1 ´;´
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PETA KONSEP DAN PETA PIKIRAN PADA SISWA KELAS X MA NEGERI KUALASIMPANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PETA KONSEP DAN PETA PIKIRAN PADA SISWA KELAS X MA NEGERI KUALASIMPANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Akan tetapi kenyataannya di lapangan, Penguasaan siswa terhadap materi konsep–konsep matematika masih lemah bahkan dipahami dengan keliru. Sebagaimana yang dikemukakan Ruseffendi bahwa terdapat banyak peserta didik yang setelah belajar matematika, tidak mampu memahami bahkan pada bagian yang paling sederhana sekalipun, banyak konsep yang dipahami secara keliru sehingga matematika dianggap sebagai ilmu yang sukar, ruwet, dan banyak memperdayakan. Padahal pemahaman konsep merupakan bagian yang paling penting dalam pembelajaran matematika seperti yang dinyatakan Zulkardi bahwa ”mata pelajaran matematika menekankan pada konsep”. Artinya dalam mempelajari matematika peserta didik harus memahami konsep matematika terlebih dahulu agar dapat menyelesaikan soal-soal dan mampu mengaplikasikan pembelajaran tersebut di dunia nyata. Pemahaman terhadap konsep-konsep matematika merupakan dasar untuk belajar” 4 .
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN METAKOGNITIF DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.

PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN METAKOGNITIF DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.

Salah satu permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran matematika adalah kurangnya kemandirian belajar siswa (KBS) sebagai hasil dari proses pembelajaran. Permasalahan KBS menarik untuk dikaji karena terkait dengan perencanaan, monitoring, dan evaluasi bagi setiap orang membutuhkannya untuk mencapai keberhasilan. Pembelajaran dengan pendekatan metakognitif memfasilitasi dan membekali siswa untuk membangun pengetahuannya secara aktif. Penelitian ini berbentuk kuasi eksperimen dengan disain kelompok kontrol pretes- postes, yang bertujuan untuk membandingkan peningkatan kemandirian belajar siswa sekolah menengah pertama (SMP). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP negeri di kota Bandung dengan sampel adalah siswa SMP negeri 12 Bandung dari sekolah level tinggi dan SMP negeri 15 Bandung sekolah level sedang berjumlah 262 orang siswa, terdiri dari 126 siswa sekolah level tinggi dan 136 siswa sekolah level sedang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kemandirian belajar matematika siswa, lembar observasi pembelajaran, lembar perasaan siswa setelah pembelajaran, pedoman wawancara, profil siswa, bahan ajar dan catatan harian lapangan serta dokumen terkait dengan proses pembelajaran berlangsung. Analisis data yang digunakan adalah uji t, ANOVA satu jalur, dan ANOVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis data, hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: 1) secara keseluruhan KBS siswa yang mendapat pembelajaran PPMG dan pembelajaran PPMK memperoleh peningka tan yang secara signifikan lebih tinggi daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.2) Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan level sekolah terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa namun tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemampuan awal matematika terhadap peningkatan kemandirian belajar matematika siswa. Analisis terhadap data observasi, wawancara, data perasaan siswa menunjukkan bahwa pembelajaran PPMG dan pembelajaran PPMK dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, mengekplorasi pengetahuan, kemampuan refleksi dan bertanya lanjut, serta pengetahuan tentang keterkaitan antar konsep persamaan garis lurus dan sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengembangan Website Pembelajaran Matematika Realistik Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama

Pengembangan Website Pembelajaran Matematika Realistik Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lingkungan belajar matematika berbasis internet khususnya bagi siswa SMP yang diwujudkan lewat pengembangan website pembelajaran matematika realistik yang valid, praktis, dan efektif. Namun pada artikel ini pembahasan difokuskan pada kevalidan dan kepraktisan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan dengan tipe penelitian formatif yang meliputi tahap analisis, pendesaian dan evaluasi formatif. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, walk through, tes, observasi, dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Kevalidan dipenuhi berdasarkan validasi pakar secara kualitatif dari aspek konten, konstruk, dan bahasa. Kriteria praktis dipenuhi apabila memenuhi dua hal yaitu; (1) para pakar menyatakan bahwa apa yang dikembangakan dapat diterapkan, dan (2) kenyataan menunjukkan bahwa apa yang dikembangkan tersebut dapat diterapkan. Hasil yang diperoleh adalah telah dihasilkan prototipe website pembelajaran matematika yang valid dan praktis. Kata Kunci: website, pembelajaran, matematika, realistik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERILAKU BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAHPERTAMA LUAR BIASA TUNAGRAHITA MAMPU DIDIK Perilaku Belajar Matematika Siswa Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunagrahita Mampu Didik Bagaskara Sragen Tahun Ajaran 2012/2013.

PERILAKU BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAHPERTAMA LUAR BIASA TUNAGRAHITA MAMPU DIDIK Perilaku Belajar Matematika Siswa Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunagrahita Mampu Didik Bagaskara Sragen Tahun Ajaran 2012/2013.

Pembelajaran di SLB ini berbeda dengan pembelajaran sekolah reguler pada umumnya. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum SLB yang dipadukan dengan kurikulum 2004 (KBK) bagi anak tuna grahita ringan. Dalam mengajar guru menggunakan metode pembelajaran PAIKEM. PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inspiratif/Interaktif/Inovatif, Kritis/Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Guru selain berperan sebagai pembimbing juga berperan sebagai teman dalam belajar, sehingga para siswa tidak merasa sungkan dalam berkomunikasi dengan guru mereka dalam mendiskusikan persoalan dan permasalahan matematika. Kendala yang sering ditemui oleh guru selama proses pembelajaran adalah siswa gampang lupa dan juga materi yang diterima sering blank.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Rancangan Hand Out Berbasis Peta Konseppada Materi Alat Indera Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama

Rancangan Hand Out Berbasis Peta Konseppada Materi Alat Indera Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama

Berdasarkan hasil angket dan observasi yang telah dilakukan dengan guru biologi SMP Negeri 2 Painan, penulis menemukan bahwa dalam proses belajar mengajar guru biologi jarang menggunakan bahan ajar seperti handout. Adapun menggunakan handout, yang mana handout yang digunakan tidak menarik, tidak berwarna dan juga tidak dilengkapi dengan peta konsep. Handout yang telah dibuat telah disesuaikan dengan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator. Dengan adanya handout bergambar disertai peta konsep ini dapat memudahkan guru dalam proses belajar mengajar dan juga memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran.Menurut Dahar (1988 dalam Lufri 2006:142) peta konsep perlu disusun secara hirarki karena belajar bermakna lebih mudah berlangsung bila konsep konsep baru dikaitkan dengan konsep yang sudah ada bersifat inklusif.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERILAKU MENCARI BANTUAN ADAPTIF DALAM BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

PERILAKU MENCARI BANTUAN ADAPTIF DALAM BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Berdasarkan data hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyebab siswa SMP mencari bantuan adaptif dalam belajar matematika di Kabupaten Purworejo adalah siswa mengalami kesulitan dalam belajar matematika yang disebabkan kurang memahami soal, kurang bisa menerapkan algoritma penyelesaian dan kurang teliti; adanya kesadaran dari diri siswa; serta diperbolehkan bertanya atau berdiskusi oleh guru yang membimbingnya belajar matematika di kelas. Selain beberapa hal tersebut, alasan siswa SMP di Kabupaten Purworejo mencari bantuan adaptif, adalah karena merasa kurang teliti, merasa tidak yakin pada pekerjaan sendiri, agar bisa menyelesaikan masalah yang sama berikutnya, dan agar mampu membantu teman yang belum mampu menyelesaikan masalah tersebut.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Proses Berpikir Siswa Kelas IX Sekolah Menengah Pertama Yang Berkemampuan Matematika Tinggi Dalam Memecahkan Masalah Matematika

Proses Berpikir Siswa Kelas IX Sekolah Menengah Pertama Yang Berkemampuan Matematika Tinggi Dalam Memecahkan Masalah Matematika

Jika guru dapat mengetahui proses berpikir siswa, maka dapat diketahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa. Kesalahan yang diperbuat siswa dapat dijadikan sumber informasi belajar dan pemahaman bagi siswa. Karena dengan mengungkapkan proses berpikir siswa tersebut akan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan pembelajaran matematika. Jika siswa yang mempunyai kemampuan matematika tinggi banyak melakukan kesalahan proses berpikir dalam memecahkan masalah matematika, dimungkinkan untuk siswa yang mempunyai kemampuan matematika sedang dan rendah juga terjadi kesalahan yang serupa. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengetahui lebih jauh proses berpikir siswa kelas IX SMP yang mempunyai kemampuan matematika tinggi dalam memecahkan masalah matematika. Pertanyaan dalam penelitian dirumuskan sebagai berikut: bagaimana proses berpikir siswa kelas IX SMP yang mempunyai kemampuan matematika tinggi dalam memecahkan masalah matematika.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK LAPORAN HASIL PENELITIAN

PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK LAPORAN HASIL PENELITIAN

Selain itu, proses pembelajaran matematika juga perlu memperhatikan kenyamanan dan perasaan menyenangkan bagi siswa, hal ini dapat dilakukan dengan cara memperlihatkan sikap ramah dalam menanggapi berbagai kesalahan siswa, hindari sikap guru yang menyeramkan (tidak bersahabat), mengusahakan agar siswa dikondisikan untuk bersikap terbuka, usahakan materi matematika disajikan dalam bentuk yang lebih kongkrit, dan gunakan metode serta pembelajaran yang bervariasi. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan minat siswa terhadap matematika yang merupakan modal utama untuk menumbuhkan keinginan dan kesenangan belajar matematika, tanpa minat yang baik dalam diri siswa akan sulit tercipta suasana belajar seperti yang diharapkan. Tumbuhnya minat siswa untuk belajar matematika diharapkan muncul kecenderungan sikap positif terhadap matematika.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN UTS DENGAN UAS MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KECAMATAN GOMBONG

HUBUNGAN UTS DENGAN UAS MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KECAMATAN GOMBONG

Pembelajaran merupakan proses yang mendasar dalam kegiatan pendidikan. Dengan pembelajaran diharapkan dapat mengubah pola pikir dan tingkah laku peserta didik menjadi lebih baik, seperti yang dikemukakan oleh Ditjen Pendasmen (2006: 13) pembelajaran adalah “kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar”. Penelitian lain yang berhubungan dengan penelitian ini pernah dilakukan oleh Puti Nur Isnaeni (2012) tentang hubungan nilai sekolah dengan nilai ujian nasional pelajaran matematika SMP, memberikan kesimpulan bahwa adanya hubungan yang sangat kuat antara nilai sekolah dengan nilai ujian nasional.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR MOTIVASI YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI MATEMATIKA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 NAMLEA

ANALISIS FAKTOR MOTIVASI YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI MATEMATIKA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 NAMLEA

Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIa SMP Negeri 1 Namlea yang berjumlah 30 orang siswa yang duiambil secara sensus. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah motivasi dan variabel terikatnya adalah prestasi belajar siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, kuesioner dan studi dokumentasi. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji statistik melalui tiga tahap, yaitu tahap deskripsi data, tahap uji prasyarat analisis dan tahap pengujian hipotesis.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MATA PELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)

MATA PELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)

Pengembangan profesionalitas guru melalui Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan upaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependikan dalam upaya peningkatan kompetensi guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik dan profesional pada akhir tahun 2015. Hasil UKG menunjukkan peta profil yang menunjukan kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan pedagogik dan profesional. Peta kompetensi guru tersebut dikelompokkan menjadi 10 (sepuluh) kelompok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG pada tahun 2016 dan akan dilanjutkan pada tahun 2017 ini denganProgram Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutanbagi Guru dilaksanakan melalui tiga moda, yaitu: 1) Moda Tatap Muka, 2) Moda Daring Murni (online), dan 3) Moda Daring Kombinasi (kombinasi antara tatap muka dengan daring).
Baca lebih lanjut

216 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALITIK.

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALITIK.

Laporan The Third International Mathematics Science Study (TIMSS) tahun 1999 (Herman, 2006) menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas dua SMP (eighth grade) Indonesia relatif lebih baik dalam menyelesaikan soal-soal tentang fakta dan prosedur. Akan tetapi siswa-siswa ini sangat lemah dalam menyelesaikan soal-soal tidak rutin yang berkaitan dengan jastifikasi atau pembuktian, pemecahan masalah yang memerlukan penalaran matematika, menemukan generalisasi atau konjektur, dan menemukan hubungan antara data atau fakta yang diberikan. Sedangkan hasil penelitian Dahlan (2003) menunjukkan bahwa siswa masih berpikir linier, hanya sebagian kecil siswa yang mampu menunjukkan berbagai kemungkinan jawaban, sedangkan sebagian lainnya masih berpikir bahwa soal-soal matematika itu mempunyai jawaban tunggal.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Animasi E-learning Pembelajaran Matematika dan Fisika Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama Kelas 1

Animasi E-learning Pembelajaran Matematika dan Fisika Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama Kelas 1

Uji coba dan uji pengguna dilakukan untuk mengetahui keefektifan dan kelayakan animasi ini di dalam proses belajar mengajar. Uji coba dilakukan dengan cara menyebar kuisioner kepada guru-guru SMP yang ada di kota Yogyakarta untuk dinilai, dengan jumlah total kuisioner 36 responden yaitu 36 guru SMP dan dengan jumlah pertanyaan 10.

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects