Top PDF Penertiban Usaha Salon tanpa Izin di Kota Pekanbaru (Studi Kasus di Kecamatan Tampan)

Penertiban Usaha Salon tanpa Izin di Kota Pekanbaru (Studi Kasus di Kecamatan Tampan)

Penertiban Usaha Salon tanpa Izin di Kota Pekanbaru (Studi Kasus di Kecamatan Tampan)

Dari hasil wawancara tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa Satpol PP dan Bptpm tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, dari wawancara dengan beberapa pemilik salon yang tidak memiliki izin banyak mengaku tidak pernah menegur ataupun melakukan panggilan agar memiliki izin. Hal ini mungkin terjadi karena pihak-pihak yang terkait hanya melakukan pengawasan di lokasi- lokasi tertentu saja. Dimana seperti yang sudah dikatakan sebelumnya dalam wawancara dengan pihak Bptpm, bahwa mereka hanya melakukan pengawasan atau penertiban terhadap usaha salon yang berada di jalan-jalan protokol saja. Sehingga masih banyak pemilik usaha salon yang belum mendapatkan sosialisasi tentang pentingnya kepemilikan izin gangguan untuk menjalankan kegiatan usahanya. Sehingga dapat dimengerti mengapa para pemilik usaha salon khususnya di kecamatan tampan Kota Pekanbaru masih banyak yang belum memiliki izin usaha.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan terhadap Izin USAha Toko Modern (Iutm) di Kota Pekanbaru Tahun 2014 – 2015 (Studi Kasus: Swalayan dan Ritel)

Pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan terhadap Izin USAha Toko Modern (Iutm) di Kota Pekanbaru Tahun 2014 – 2015 (Studi Kasus: Swalayan dan Ritel)

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa sistem pengawasan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru dinilai belum optimal. Lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan terhadap Izin Usaha Toko Modern berdampak pada banyaknya toko modern yang tidak memiliki izin yang sesuai masih saja beroperasi dan melakukan kegiatan jual beli seperti biasanya. Hal ini dinilai dari beberapa toko yang penulis wawancarai mengtakan bahwa pengawasan yang dilakukan belum maksimal.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Implementasi Perda Kota Pekanbaru Nomor 14 Tahun 2000 Tentang Izin Bangunan dalam Daerah Kota Pekanbaru (Studi Kasus Kecamatan Tampan)

Implementasi Perda Kota Pekanbaru Nomor 14 Tahun 2000 Tentang Izin Bangunan dalam Daerah Kota Pekanbaru (Studi Kasus Kecamatan Tampan)

Pertumbuhan pembangunan nasional pada umumnya dan perkembangan pembangunan Kota Pekanbaru pada khususnya yang menunjukkan adanya kemajuan yang sangat pesat baik dibidang teknologi maupun dibidang pembangunan yang dilakukan pemerintah maupun masyarakat sangatlah berpengaruh kepada tatanan dan wajah kota mendatang, sehingga perlu adanya peningkatan kegiatan pemerintah untuk mengatur dan menata bangunan. Salah satu kegiatan yang sudah dilakukan pemerintah untuk mencapai tujuan tersebut adalah mengesahkan PERDA Nomor 14 Tahun 2000 Tentang Izin Bangunan Dalam Daerah Kota Pekanbaru.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Standar Izin Tempat Usaha Ritel Alfamart Oleh Badan Pelayanan Terpadu Dan Penanaman Modal (Bptpm) Kota Pekanbaru

Standar Izin Tempat Usaha Ritel Alfamart Oleh Badan Pelayanan Terpadu Dan Penanaman Modal (Bptpm) Kota Pekanbaru

Melihat perkembangan ritel toko modern yang semakin meluas secara pesat tersebut dan ditakutkan akan berdiri tanpa beraturan dan tidak mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota, dan Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota, maka Pemerintah Kota Pekanbaru menetapkan aturan perizinan setiap usaha Ritel Toko Modern dengan berdasarkan Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2000 tentang Izin Tempat Usaha. dalam Pasal 1 dijelaskan bahwa Usaha, adalah setiap jenis usaha baik perseorangan maupun persekutuan yang berdasarkan atas hukum denda ataupun persetujuan memakai atau menguasai suatu benda tak bergerak untuk keperluan menjalankan kerja nafkahnya atau perusahaannya, yang untuk mendirikannya atau memperluasnya menurut peraturan perundang- undangan yang berlaku. Tempat Usaha adalah ruang kantor, rung penjualan, ruang toko, ruang gudang, ruang penimbunan, pabrik, ruang terbuka dan ruang lainnya yang digunakan untuk penyelenggaraan perusahaan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Izin USAha Mikro dan Kecil (Iumk) Gratis di Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru

Pelaksanaan Izin USAha Mikro dan Kecil (Iumk) Gratis di Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru

Sejalan dengan misi pemerintah pusat dalam mempermudah proses perizinan, kota Pekanbaru terus berbenah salah satunya adalah dari komitmen wali kota Pekanbaru menerbitkan program Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) gratis atau tanpa biaya. Program ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, bersama Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Bank BRI, UMRI dan Dinas Koperasi Provinsi dan Kota berdasarkan peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 96 tahun 2015 tentang pendelegasian kewenangan kepada camat untuk mengeluarkan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK). Hal ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah pusat dalam memajukan ekonomi kerakyatan yang menjadi program pada kabinet kerja. Pada tingkat sosialisai program ini dilakukan pemberian pemahaman manfaat IUMK bagi Koperasi dan UMKM Pekanbaru dan di ikuti oleh seluruh kepala SKPD Camat Lurah serta Anggota Koperasi se- Pekanbaru.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Implementasi Peraturan Daerah No.14 Tahun 2006 Tentang Retribusi Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol di Kota Pekanbaru

Implementasi Peraturan Daerah No.14 Tahun 2006 Tentang Retribusi Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol di Kota Pekanbaru

Perpindahan kaum urban yang lumayan besar membuat pertumbuhan pekerjaan non-fomal meningkat juga seperti pedagang kaki lima. Hal ini disebabkan karena semakin sempitnya ketersediaan lapangan pekerjaan yang ada di perkotaan. Dengan kondisi ekonomi sosial yang seperti inilah yang menjadi faktor berkembangnya pedagang kaki lima . Dan kondisi politik kota Pekanbaru yang saat ini belum memiliki aturan yang kuat untuk mengatur masalah ini. . Pedagang kaki lima yang ada disepanjang jalan juanda itu memang cukup rapi dan tidak berantakan apabila dilihat dari posisinya dijalan. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah perizinan dan legalitas penjualan minuman beralkoholnya. Kondisi seperti ini merupakan kondisi sosial ,ekonomi dan politik yang dihadapi kota Pekanbaru dalam proses pelaksanaan Peraturan Daerah nomor 14 tahun 2006 tentang retribusi izin usaha perdagangan Kecenderungan Pelaksana (Implementors)
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Persepsi Masyarakat terhadap Kebijakan Ekonomi Pemerintah Kota Pekanbaru (Studi Kasus Izin Operasional Alfamart dan Indomaret di Kota Pekanbaru)

Persepsi Masyarakat terhadap Kebijakan Ekonomi Pemerintah Kota Pekanbaru (Studi Kasus Izin Operasional Alfamart dan Indomaret di Kota Pekanbaru)

Pro kontra terhadap izin operasional alfamart dan indomaret terus bergulir, baik dari pihak DPRD, tokoh masyarakat dan pihak pedagang, namun ternyata dalam kondisi pro kontra tersebut pemerintah kota pekanbaru telah memberi izin operasional terhadap 100 outlet Alfamart dan 100 outlet Indomaret. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan penelitian tentang persepsi masyarakat terhadap izin operasional tersebut. Dari hasil data dilapangan diketahui bahwaPersepsi masyarakat terhadap izin operasional alfamart dan indomaret dari 400 responden, mereka yang menyatakan menolak atas pemberian izin operasional itu berjumlah 43.5% atau 174 responden. Sementara responden yang memilih setuju dan sangat setuju berjumlah 35.3% atau 141 responden dan responden yang ragu- ragu berjumlah 21.3% atau 85 responden. Jumlah responden yang menolak menjadi yang mayoritas jika dibandingkan dengan persentase yang lainnya.Sebelum alfamart dan Indomaret ada diketahui bahwa tempat berbelanja responden sebesar 18% pada minimarket lain, sebesar 18,50% pada supermarket, 39.50% berbelanja di pasar dan 24% belanja di toko kelontong. Kemudian setelah ada Alfamart dan Indomaret masyarakat yang berbelanja pada toko kelontong sebesar 20.75%, pada pasar tradisional sebesar 30.50%, sebesar 23.50% responden berbelanja pada supermarket dan minimarket lain dan responden yang berbelanja di alfamart dan indomaret sebesar 25.25%. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perubahan pola tempat berbelanja masyarakat, perpindahan terjadi pada pasar dan toko kelontong.Penurunan berkisar antara 10%-15%.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengawasan Izin Pergudangan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru

Pengawasan Izin Pergudangan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru

Metode analisa deskriptif kualitatif yaitu berusaha memaparkan data yang ada dari berbagai sumber dan menghubungkan dengan fenomena- fenomena sosial serta menelusuri segala fakta yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas berdasarkan hasil penelitian. Penggunaan metode tersebut dengan pertimbangan bahwa penelitian ini berusaha untuk menggambarkan Pengawasan izin pergudangan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru.

11 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Pemberian Izin Usaha Sekolah Mengemudi di Kota Pekanbaru

Pelaksanaan Pemberian Izin Usaha Sekolah Mengemudi di Kota Pekanbaru

Dalam penelitian pelaksanaan pemberian izin usaha sekolah mengemudi di Kota Pekanbaru ini membahas tentang bagaimana pelayanan perizinan usaha sekolah mengemudi yang ada di Kota Pekanbaru serta faktor-faktor penghambatnya. Sesuai dengan Peraturan Daerah No. 15 tahun 2001 tentang lalu lintas dan angkutan jalan bagian kesembilan tentang sekolah mengemudi, menyatakan pengusahaan sekolah mengemudi kendaraan bermotor harus mempunyai izin tertulis dari walikota dengan memenuhi persyaratan teknis lokasi, fasilitas pendukung dan kualifikasi teknis tenaga instruktur. Dan walikota telah menunjuk Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal dalam pengurusan surat izin usaha sekolah mengemudi yang terdapat di Kota Pekanbaru.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Implementasi Kebijakan Penertiban Izin Hiburan Billiard di Kota Pekanbaru Tahun 2010-2015

Implementasi Kebijakan Penertiban Izin Hiburan Billiard di Kota Pekanbaru Tahun 2010-2015

Hanya saja hal ini tidak dilakukan secara baik oleh satuan polisi pamong praja. Kurang baik nya dalam bidang manajemen pendataan mengakibatkan data-data hasil dari pemantauan selama ini tidak dikelola dengan baik. Sesuai ketentuan yang telah diberlakukan, pelaksanaan bentuk-bentuk patroli terdiri dari klasifikasi yang berbeda-beda yaitu dalam pengawasan tempat hiburan billiard kota Pekanbaru, satuan polisi pamong praja melakukan penetapan sasaran atau denah/peta dari tempat hiburan billiard atau kawasan yang akan dijadikan sasaran selanjutnya, partoli khusus yaitu penugasan patroli yang diperintahkan secara khusus oleh Kepala Satuan yang bersifat represif atau penindakan di lapangan sesuai tuntutan atau kebutuhan yang ada dalam upaya penegakan ketertiban umum.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU NOMOR 7 TAHUN 2000 T E N T A N G IZIN TEMPAT USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALI KOTA PEKANBARU

PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU NOMOR 7 TAHUN 2000 T E N T A N G IZIN TEMPAT USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALI KOTA PEKANBARU

5. Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perdagangan nomor 56 Tahun 1971 tanggal 19 Nomor 103-A/KP-V/71 Mei 1971 tentang ketentuan-ketentuan kewenangan dalam memberikan izin tempat usaha dan izin usaha perdagangan jo. Suarat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perdagangan Nomor 92 Tahun 1979 nomor 409/KPB/V/1979 tanggal 23 Mei 1979.

11 Baca lebih lajut

Strategi Inovasi Badan Pelayanan Terpadu Penanaman Modal dalam Pelayanan Perizinan di Kota Pekanbaru (Studi Kasus Surat Izin USAha Perdagangan)

Strategi Inovasi Badan Pelayanan Terpadu Penanaman Modal dalam Pelayanan Perizinan di Kota Pekanbaru (Studi Kasus Surat Izin USAha Perdagangan)

Badan Pelayanan Terpadu Penanaman Modal (BPT-PM) merupakan badan atau organisasi teknis untuk pelayanan perizinan dan non perizinan. Pembentukan BPT-PM ini dilakukan sebagai tindak lanjut untuk meningkatkan kelancaran tugas umum di bidang perizinan dan non perizinan, berawal dari Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, dimana dari hasil studi yang dilakukan pihak luar negeri maupun Indonesia, menunjukkan bahwa dalam proses perizinan di Indonesia masih menghadapi permasalahan seperti; biaya untuk pengurusan izin cukup tinggi, prosedur perizinan berbelit- belit, persyaratan perizinan cukup banyak dan rumit, waktu penyelesaian izin cukup lama dan tidak pasti.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Peran Badan Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru dalam Pemberian Izin Lingkungan Perhotelan di Kota Pekanbaru

Peran Badan Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru dalam Pemberian Izin Lingkungan Perhotelan di Kota Pekanbaru

Pada awalnya instanti yang bertugas menangani lingkungan hidup di kota Pekanbaru adalah bagian lingkungan hidup sekretariat wilayah kota madya daerah tingkat II Pekanbaru berdasarkan peraturan daerah kotamadya Pekanbaru Nomor :7 tahun 1992 tentang pembentukan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) sekretariat wilayah kotamadya daerah tingkat II Pekanbaru dan sekretariat DPRD tingkat II Pekanbaru. Kemudian setelah ditetapkannya peraturan daerah Nomor : 8 tahun 2001 tentang pembentukan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) badan atau kantor di lingkungan pemerintah kota Pekanbaru tanggal 21 mei 2001, maka bagian lingkungan hidup berubah menjadi badan pengendalian dampak lingkungan daerah (BAPEDALDA), dengan adanya perubahan-perubahan peraturan baik ditingkat pusat maupun daerah, maka sejak tanggal 31 juli 2008 bapedalda resmi berganti nama menjadi badan lingkungan hidup (BLH) hingga sekarang.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PEMBERIAN IZIN DAN PENGAWASAN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PEMBERIAN IZIN DAN PENGAWASAN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Peraturan Daerah tetang pemberian izin dan pengawasan usaha jasa konstruksi ini mengatur ketentuan umum, lingkup bidang usaha jasa konstruksi prinsip pelaksanaan pemberian izin usaha jasa konstruksi, izin usaha jasa konstruksi, penyelenggaraan penerbitan izin usaha jasa konstruksi, tata cara pemberian izin usaha jasa konstruksi, persyaratan izin usaha jasa konstruksi, dasar pengenaan tarif retribusi dan registrasi, tata cara pembayaran, sanksi administrasi kepada perusahaan, sanksi teguran kepada pengguna jasa, ketentuan pidana, legalisasi, pembinaan, pendidikan dan pengawasan penerbitan dan penyelenggaraan izin usaha jasa konstruksi.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU. Nomor : 14 Tahun 2000 IZIN BANGUNAN DALAM DAERAH KOTA PEKANBARU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PEKANBARU,

PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU. Nomor : 14 Tahun 2000 IZIN BANGUNAN DALAM DAERAH KOTA PEKANBARU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PEKANBARU,

Apabila tidak ditentukan lain dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Tata Kota (RUTRK, RDTRK, RTRK atau bentuk rencana tata ruang kota lainnya) maka akan diberlakukan garis sempadan bangunan dan pagar-pagar bangunan, koefisien dasar dan lantai bangunan, serta ketinggian bangunan diberlakukan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan Daerah ini.

46 Baca lebih lajut

Penertiban Pedagang Kaki Lima oleh Satpol Pp di Pasar Pagi Arengka Kota Pekanbaru

Penertiban Pedagang Kaki Lima oleh Satpol Pp di Pasar Pagi Arengka Kota Pekanbaru

Kota Pekanbaru yang merupakan ibukota Provinsi tentunya perkembangan daerahnya lebih pesat bila dibandingkan dengan daerah- daerah lain yang berada di provinsi riau, dan tentunya permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah kota Pekanbaru akan lebih kompleks dibandingkan dengan daerah kabupaten lain yang berada di Provinsi Riau. Pekanbaru menjadi sasaran utama para urban untuk mencari lapangan pekerjaan yang berimbas pada bertambahnya jumlah penduduk, bertambahnya angka pengangguran dan angka kemiskinan, serta berubahnya tata ruang kota akibat berdirinya rumah- rumah liar yang tidak memiliki izin pendirian bangunan, Pedagang Kaki Lima yang berjualan tanpa izin dan tidak pada tempat yang telah ditentukan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Fungsi Koordinasi oleh Kepolisian dengan Dinas Perhubungan dalam Penertiban Lalu Lintas Kota Pekanbaru Tahun 2015-2016

Pelaksanaan Fungsi Koordinasi oleh Kepolisian dengan Dinas Perhubungan dalam Penertiban Lalu Lintas Kota Pekanbaru Tahun 2015-2016

surat permintaan personil kepada pihak Kepolisian. Adapun tindakan Koordinasi yang dilakukan adalah seperti Razia gabungan dimana dalam Razia ini setiap kendaraan bermotor akan memperlihatkan Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis kendaraannya, STNK, dan BPKB. Dimana Kepolisian akan menindak lanjuti pengguna kendaraan yang tidak melengkapi surat surat kendaraan serta yang tidak mengenakan alat pengaman kendaraan sesuai Standart Nasional, sedangkan Dinas Perhubungan akan menindak lanjuti kendaraan yang mengangkut barang lebih dari kapasitas yang telah di tentukan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PROBLEMATIKA PERIZINAN USAHA PANTI PIJAT DI KOTA PEKANBARU

PROBLEMATIKA PERIZINAN USAHA PANTI PIJAT DI KOTA PEKANBARU

Tidak adanya instansi terkait dalam hal ini adalah pihak Badan Pelayanan Terpadu Kota Pekanbaru maupun Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yang menjelaskan secara jelas alur proses pengurusan izin usaha panti pijat kepada pemohon izin usaha panti pijat tersebut. Selain tidak adanya pemberitahuan oleh pegawai Dinas Kesehatan kemana surat rekomendasi kesehatan tempat usaha panti pijat ini dibawa selanjutnya, pihak Badan Pelayanan Terpadu juga terkesan tidak memperdulikan dan lepas tangan dengan harapan si pemohon izin usaha panti pijat sudah mendapatkan informasi saat pengurusan rekomendasi di Dinas Kesehatan bahwa izin usahanya itu diurus di Kantor Badan Pelayanan Terpadu. Hal ini menimbulkan kebingungan, tetapi akan lebih baik jika pemilik usaha panti pijat tetap mengurus izin secara keseluruhan. Mengenai rekomendasi dan izin yang diurus di tempat yang berbeda juga menyulitkan pemilik usaha panti pijat karena proses yang panjang.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penertiban Angkutan Antar Jemput di Provinsi Riau (Studi Kasus Kota Pekanbaru)

Penertiban Angkutan Antar Jemput di Provinsi Riau (Studi Kasus Kota Pekanbaru)

Dalam pembagian waktu yang ditentukan oleh petugas yang tekait dapat dikatakan tidak setiap hari pengawasan dilakukan dilapangan, hal ini terkait masih banyaknya angkutan antar jemput yang beroperasi yang tidak mematuhi peraturan sesuai yang telah diatur dalam peraturan lalu lintas dan angkutan jalan. Kecurangan yang dilakukan seperti yang telah penulis jelaskan dilatar belakang yaitu menaikkan dan menurunkan penumpang diperjalanan, kendaraan yang dioperasikan tidak menggunakan plat dasar bewarna kuning dengan tulisan bewarna hitam melainkan plat bewarna hitam dengan tulisan putih seperti kendaraan pribadi dan kendaraan secara tidak langsung adalah angkuatan yang tidak memiliki izin untuk beroperasi. Dalam melakukan pengawasan yang efektif, efesien, aman dan lancar, penentuan jumlah personil serta jadwal patrol kelapangan serta penjagaan untuk kota Pekanbaru perlu ditinjau ulang. Pengawasan langsung yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan bersama Satlantas walaupun sudah tegak berdiri dititik perbatasan kota yang menjadi jalannya masuk keluarnya angkutan antar jemput masih dilihat kurangnya dalam hal pengawasan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kota Pekanbaru

Penertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kota Pekanbaru

Permasalahan transportasi yang terjadi dalam perkotaan tersebut antara lain berupa penertiban arus lalu lintas, penentuan jenis moda kendaraan umum, pola jaringan, izin trayek angkutan, kebijakan perparkiran, dan perambuan lalu lintas. Arus lalu lintas yang identik dengan kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan menjadi hal yang dianggap wajar bagi masyarakat, terutama diwilayah perkotaan. Berdasarkan UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, daerah otonom memiliki hak, wewenang, dan kewajiban untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Untuk mengatur dan mengurus masalah lalu lintas angkutan jalan raya, dibentuk Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika sebagai implementer kebijakan lalu lintas dan angkutan jalan raya didaerah dan Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...