Top PDF Pengaruh Model Pembelajaran Service-learning terhadap Hasil Belajar Geografi SMA

Pengaruh Model Pembelajaran Service-learning terhadap Hasil Belajar Geografi SMA

Pengaruh Model Pembelajaran Service-learning terhadap Hasil Belajar Geografi SMA

Tinggi rendahnya hasil belajar dapat dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik muncul dari dalam diri sendiri, sedangkan ekstrinsik dari luar. Faktor intrinsik, meliputi perhatian, bakat, minat, motif, intelegensi, kematangan dan kesiapan. Sementara itu, faktor ekstrinsik yang memengaruhi hasil belajar ialah faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang dimaksud merupakan faktor yang berasal dari luar siswa, seperti lingkungan sekitar, tetangga, baik teman sekolah, teman sepermainan dan yang paling penting adalah keluarga siswa, khususnya orangtua dapat membantu siswa dalam belajar. Berkurangnya semangat belajar siswa pada dasarnya akan menyebabkan siswa kurang betah mengikuti pembelajaran di sekolah. Siswa dituntut untuk berinteraksi langsung dalam lingkungan sekitar, tidak hanya fokus di dalam sekolah. Oleh karena itu, guru yang awalnya hanya menggunakan model pembelajaran yang di dalam kelas saja tidak pernah mengajak siswa untuk ke luar mengamati masalah secara langsung dan menyelesaikannya. Model Service-Learning menjadi salah satu alternatif untuk melaksanakan pembelajaran. Siswa dibawa keluar sekolah atau terjun langsung mengamati suatu masalah lingkungan yang terjadi di sekitar mereka, dengan begitu siswa akan mengetahui langsung dan bisa mendapatkan hasil belajar yang baik dengan kejadian nyata yang sedang terjadi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Siklus Belajar 5e terhadap Hasil Belajar Siswa SMA

Pengaruh Model Pembelajaran Siklus Belajar 5e terhadap Hasil Belajar Siswa SMA

embelajaran adalah suatu sistem yang dirancang sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa (Firdaus, 2012). Siswa sebagai subjek belajar diharapkan dapat berperan aktif dalam pembelajaran. Keaktifan siswa dinilai dari peranannya dalam pembelajaran sehingga guru perlu menciptakan suasana belajar yang dapat menumbuhkan rasa keingintahuan siswa. Menurut Wena (2009) kemampuan dan keahlian profesional utama yang harus dimiliki oleh para pendidik adalah kemampuan bidang pendidikan dan keguruan, khususnya strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran merupakan suatu cara yang dilakukan seorang guru agar dapat mendorong aktivitas siswa sehingga dapat mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki siswa dan akan berpengaruh dalam peningkatan prestasi (Yudiana, 2011). Strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru hendaknya dapat menciptakan interaksi baik antara siswa dengan guru maupun siswa dengan siswa, mencakup semua mata pelajaran termasuk mata pelajaran kimia.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Keterampilan Proses Sains Dan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Fisika Di SMA

Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Keterampilan Proses Sains Dan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Fisika Di SMA

Berdasarkan hasil wawancara secara terbatas dengan guru bidang studi fisika di beberapa SMA Negeri Kota Probolinggo, yaitu SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 4 Probolinggo didapati bahwa keterampilan proses sains siswa kurang meski sudah menerapkan model pembelajaran yang dianjurkan dalam kurikulum 2013. Pada saat pembelajaran fisika 70% siswa SMA Negeri 1 Probolinggo dan 73% siswa SMA Negeri 4 Probolinggo sulit membuat hubungan antara apa yang mereka pelajari dan bagaimana mengaplikasikan pengetahuan tersebut. Kemudian saat melakukan praktikum, 60% dan 70% siswa kesulitan membuat laporan, serta 80% dan 70% siswa hanya mengisi LKS dari guru. Dalam menggambarkan hubungan antar variabel, 80% dan 75% siswa masih dibimbing oleh guru. Akibatnya hasil belajar siswa juga kurang maksimal. Hal ini ditunjukkan dari nilai ulangan rata-rata kelas X SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 4 Probolinggo, yaitu 70 dan 65 sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan untuk mata pelajaran fisika adalah 75. Rendahnya hasil belajar fisika tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain: siswa terlalu sering dipandu guru dalam melakukan kegiatan praktikum, kurangnya variasi model dan metode serta media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Terhadap Hasil Belajar Biologi Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa SMA

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Terhadap Hasil Belajar Biologi Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa SMA

Penelitian ini bertujuanuntuk mengkaji perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis proyek dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung ditinjau dari gaya belajar siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilaksanakan penelitai eksperimen dengan rancangan pre- test post-test control group design. Penelitian dilakuka di SMA Negeri 1 Bangli dengan jumlah sampel sebanyak 152 orang, yang terdiri dari empat kelas. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar dan kuesioner gaya belajar. Data dianalisis dengan menggunakan Anava dua jalur. Hasil penelitaian menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar biologi antarasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung. (2) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar biologi antara siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditori, dan gaya belajar kinestetik. (3) Terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar siswa.(4) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar biologi untuk kelompok siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditori, dan gaya belajar kinestetik antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis proyek dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR SERVICE BAWAH PADA PERMAINAN BOLA VOLI

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR SERVICE BAWAH PADA PERMAINAN BOLA VOLI

Pada saat ini pembelajaran penjasorkes di sekolah memiliki banyak cara dalam penyampaian materi kepada siswa. Contohnya di Sekolah SDN Sawunggaling IV Surabaya, guru menggunakan model pembelajaran langsung, berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan guru penjasorkes selama melaksanakan proses pembelajaran, diketahui bahwa model pembelajaran langsung sangat efektif dan cocok dalam penyampaian materi penjasorkes. Model pembelajaran langsung merupakan model pengajaran yang dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif, yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah (Kardi & Nur, 2005: 5).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Pembelajaran Berbasis Web (E-learning) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI Di SMA Negeri 9 Palembang

Pengaruh Pembelajaran Berbasis Web (E-learning) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI Di SMA Negeri 9 Palembang

The problem in this research is "Is the Effect of Web-Based Learning (E-Learning) Toward Learning Outcomes On Geography Lesson Class XI SMAN 9 Palembang. While the purpose of this research was to determine the effect of Web-Based Learning (E-Learning) Toward Learning Outcomes On Geography Lesson Class XI SMAN 9 Palembang.The method used methods Experiment. The population in this study class XI student of SMAN 9 Palembang totaling 150 students, whereas samples taken using random sampling techniques and obtained, namely class XI IPS 4 as an experimental class numbered 38 students and class XI IPS 3 as the control classes of 40 students , The variables in this study are Web-Based Learning (E-Learning) as a variable (X) and Learning Outcomes as a variable (Y). Data collection techniques using documentation technique and test technique. Data analysis technique used is the data normality test, homogeneity test data and test hypotheses.The results showed that the results of tests on an experimental class that is the highest value of 95 and a low of 50, the average value of an experimental class that is 76.44 sedangankan highest value control class is 80 and the lowest was 40, the average value of the control class 59, 62, this shows that results for students in the experimental class is greater than the control class. Based on the results of the study concluded there Effect of Web-Based Learning (E-Learning) Toward Learning Outcomes On Geography Lesson Class XI SMAN 9 Palembang. Shown through the coefficient r xy = 0.60 and coefficient of determination r2 = 0.36%, in other words that the student learning outcomes are influenced by the web-based learning (e- learning) by 36% and the rest 64% influenced by other factors. Furthermore, from the results of testing the hypothesis by t test results obtained from testing the statistical test thitung 6.532 and 1.689 ttabel because thitung greater than ttabel so Ha is received. Keywords: Web-Based Learning (E-Learning), Learning Outcomes, Geography
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5e terhadap Hasil Belajar Matematika

Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5e terhadap Hasil Belajar Matematika

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap hasil belajar matematika pada materi teorema Pythagoras. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tuntang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Cluster Random Sampling dan diperoleh siswa kelas VIIIE sebagai kelas eksperimen dan VIIIG sebagai kelas kontrol.Uji beda rerata kemampuan awal siswa dengan menggunakan uji Mann-Whitneymenghasilkan nilai signifikansi 0,851 (lebih dari 0,05), artinya kondisi awal kedua kelas seimbang. Hasil uji beda rata-ratamengahasilkan nilai signifikansi sebesar 0,024 (kurang dari 0,05). Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata kedua kelas, maka disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E terhadap hasil belajar matematika bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tuntang.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Geografi

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Geografi

Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu. Menurut Sugiyono (2012:3), metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk men dapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.Menurut Suharsimi Arikunto (2010:77), eksperimen semu adalah jenis komparasi yang mem banding kan pengaruh pemberian suatu perlakuan (Treatment) pada suatu objek (kelompok eksperimen) serta melihat besar pengaruh perlakuan nya. Disebut eksperimen semu karena eksperimen ini belum atau tidak memiliki ciri-ciri rancangan eksperimen yang sebenarnya, karena variabel-variabel yang seharusnya dikontrol dimanipulasi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (Tsts) Terhadap Proses Dan Hasil Belajar Geografi Siswa SMA

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (Tsts) Terhadap Proses Dan Hasil Belajar Geografi Siswa SMA

Saran yang dapat disampaikan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kelas XI IPS 3 SMA Negeri 4 Praya sebagai berikut. Pertama, saat kondisi kelas kurang kondusif dikarenakan siswa berpindah-pindah atau dengan kata lain ketika melakukan kegiatan bertamu ke kelompok lain yang menjadikan suasana kelas cendrung semrawut, maka seharusnya penempatan kelompok yang akan dikunjungi usahakan harus rapi dan berdekatan. Kedua, terdapat adanya gesekan kecil dalam artian adu argumen antar anggota kelompok. Sebelum seorang guru menugaskan siswa dalam kelompok, guru perlu mengajarkan cara-cara berkomunikasi yang baik dan sopan agar para anggota bisa saling mendengarkan, menyimak dan saling menghargai dalam menerima maupun dalam mengutarakan pendapat mereka. Guru mengajarkan bagaimana cara menyanggah pendapat orang lain dengan penyampaian sanggahan atau ungkapan yang lebih halus tanpa harus menyinggung perasaan orang lain.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X SMA Negeri 11 Banda Aceh

Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X SMA Negeri 11 Banda Aceh

Model pembelajaran project based learning merupakan sebuah model pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai inti pembelajaran. Dalam kegiatan ini, siswa melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan sintesis informasi untuk memperoleh berbagai hasil belajar yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui:(1) Peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas X SMAN 11 Banda Aceh melalui penerapan model project based learning; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran geografi melalui penerapan model project based learning; (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran dengan model project based learning; dan (4) Respon siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan model project based learning. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IS 3 SMAN 11 Banda Aceh yang berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa menggunakan model project based learning. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 70% dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 90%. Adapun persentase ketuntasan individual pada siklus I sebesar 84% dan pada siklus II menjadi 92%; (2) Aktivitas guru dan siswa pada siklus I dan siklus II sudah mencerminkan keterlaksanaan model project based learning; (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran dengan menggunakan model project based learning mengalami peningkatan. Pada siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 3,18, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 3,25 yang dikategorikan baik; (4) Respon siswa terhadap model project based learning dapat dikatakan baik sekali dengan 80% dari 25 siswa berpendapat bahwa pembelajaran menggunakan model project based learning dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi hubungan manusia dan lingkungan akibat dinamika hidrosfer yang telah dipelajari.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA

Pendidikan yang sesuai dan berkualitas adalah suatu kegiatan belajar mengajar yang didukung oleh proses pembelajaran yang efektif, peserta didik cepat memahami apa yang diajarkan, pembaharuan kurikulum, peningkatan kualitas guru, pengadaan sarana dan prasarana yang lengkap pada masing- masing sekolah. Dalam perkembangannya sampai saat ini, tampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia adalah rendahnya kualitas pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Gunawan (2013) menyatakan pendidikan Indonesia berada di peringkat ke-64 untuk pendidikan di seluruh dunia dari 120 negara. Rendahnya kualitas pendidikan pada jenjang formal maupun informal terjadi pada lima mata pelajaran yang diutamakan khususnya pada jenjang SD. Rendahnya kualitas pendidikan pada kelima mata pelajaran tersebut harus segera dicarikan jalan keluarnya. Terutama rendahnya kualitas pendidikan pada mata pelajaran IPA.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN.

ada pengaruh yang signifikan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan. Besarnya pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan yaitu 10,5% sedangkan sisanya 89,5% dipengaruhi oleh variabel lain, yaitu faktor diri siswa, faktor guru, faktor sarana prasarana, dan faktor lingkungan. Adapun persaman garis regresi linier sederhana diperoleh persamaan Y = 62,92 + 0,307 X jadi dari persamaan regresi menggambarkan setiap kenaikan satu angka pada variabel X maka diikuti kenaikan variabel Y sebesar 0,307.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Fisika Di SMA

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Fisika Di SMA

This research related on the influence of Guided Inquiry learning model for learning outcomes physics in SMA. The purpose of this research were: 1) to examines the significance of the effect of Guided Inquiry model on the activities of students studying physics; and 2) to examines the significance of the effect of Guided Inquiry model on the cognitive learning physics students. Kind of this research is experiment by post-test only control design. Population of this research is 10 th at SMAN 1 Wongsorejo. Technique to the collection of data were: test, observation, documentation, and interviews. Technique to data analysis were: Independent- sample T-test (parametric test). The results showed that there were significant difference s between student’s learning activities physics experimental class and control class with value Sig.(1-tailed) < 0.05 was 0.000. Meanwhile, the results also showed that there were significant differences between the cognitive learning physics class students experiment and control class with value Sig. (1-tailed) < 0.05 was 0.000. The research can be concluded that: (1) guided inquiry learning model significantly influence the activity of students studying physics in SMA; and (2) guided inquiry learning model a significant effect on the cognitive learning physics students in SMA.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRCUIT LEARNING BERBANTU MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 12 BANDA ACEH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRCUIT LEARNING BERBANTU MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 12 BANDA ACEH

dipakai pada pelaksanaan proses pembelajaran melalui pendekatan kelompok dengan menuntut siswa mengembangkan kata-kata dengan bahasa mereka sendiri berkaitan dengan materi yang telah dipelajari secara berkelompok.Media gambar yang dipakai dalam pembelajaran bukan hanya dapat menyampaikan saja tetapi dapat digunakan untuk melatih keterampilan berpikir serta dapat mengembangkan kemampuan imajinasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran circuit learning berbantu media gambar.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IS-2 SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1)L embar soal; (2)L embar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) L embar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 15 siswa menjadi 23 siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa dari siklus satu sampai dengan siklus tiga telah mencerminkan penerapan model pembelaja ran circuit learning berbantu media gambar.Ditandai dengan adanya peningkatan dari siklus satu hanya 4 aktivitas yang belum sesuai, meningkat pada siklus ketiga, 13 aktivitas guru dan siswa dikatagorikan sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan; (3)Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model circuit learning berbantu media gambar meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,56 berkatagori sedang menjadi 3,52 berkatagori sangat baik; dan (4) Respon
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Media Gambar Pada Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar

Pengaruh Media Gambar Pada Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar

pengetahuan yang mereka miliki dan belum memahami sepenuhnya pembelajaran Problem Based Learning. Pada pertemuan selanjutnya peserta didik mulai memahami, hal ini ditunjukan pada hasil aktivitas peserta didik pertemuan keempat yang aktif berdasarkan 4 indikator yang diamati yaitu 90,62% peserta didik aktif belajar. angka tersebut menunjukan jika peserta didik terus dibimbing dengan pembelajaran kelompok pada model pembelajaran PBL dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik di kelas peserta didik disibukan dengan mengamati, menemukan masalah, memberikan gagasan, mencari solusi, berbagi pendapat, dan menyanggah pendapat sampai didapat solusi yang disepakati, hal ini sejalan dengan pendapat Dahar (1989) dalam karya Rusman (2012: 245) bahwa belajar penemuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh peserta didik dengan sendirinya memberikan hasil yang lebih baik. Kelebihan yang dapat menjadi kelemahan pada model PBL adalah karena pengembangan kognitif tingkat tinggi peserta didik. jika tidak dibatasi, peserta didik akan menyuguhkan solusi pemecahan masalah yang luas yang sifatnya multi disipliner, dibuktikan dengan argument-argumen peserta didik menyinggung mata pelajaran lain yang padalah pembelajaran saat itu adalah pembelajaran Geografi dan bukan pembelajaran terpadu. Model
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle dan Penalaran Formal terhadap Hasil Belajar Matematika

Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle dan Penalaran Formal terhadap Hasil Belajar Matematika

Jika dicermati keadaan tersebut sangat nyata karena model pembelajaran Learning Cycle dengan karakteristik utamanya pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif dalam memperoleh pengamalan belajar yang tersedia atau difasilitasi guru. Made [7] mengemukakan bahwa perbedaan mendasar antara model pembelajaran siklus belajar (Learning Cycle) dengan pembelajaran langsung adalah guru lebih banyak bertanya daripada memberi tahu. Misalnya pada waktu akan melakukan eksperimen terhadap suatu permasalahan, guru tidak memberi petunjuk langkah-langkah yang harus dilakukan peserta didik, tetapi guru mengajukan pertanyaan penuntun tentang apa yang akan dilakukan peserta didik, apa alasan peserta didik merencanakan atau memutuskan perlakuan yang demikian. Dengan demikian, kemampuan analisis, evaluatif, dan argumentatif pesrta didik dapat berkembang dan meningkat secara signifikan. Hal ini berarti jika penggunaan model pembelajaran Learning Cycle pada peserta didik yang memiliki penalaran formal tinggi hasil belajarnya akan lebih tinggi dari pada penerapan model pembelajaran langsung.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Aktivitas dan Motivasi Belajar dengan Pembelajaran Portofolio terhadap Hasil Belajar Geografi

Pengaruh Aktivitas dan Motivasi Belajar dengan Pembelajaran Portofolio terhadap Hasil Belajar Geografi

The research was concerned with the relatively low learning result in Geography among the students of SMA Negeri 13 Bandar Lampung. The research was aimed at examining: (1) the effect of learning activity using portfolio-based learning model on students’ learning, (2) the effect of learning motivation through portfolio-based learning model on students’ learning, and (3) the effect of both learning activity and learning motivation through portfolio-based learning model on students’ learning. Quasy-experimental was applied, and using one group pretest-posttest design. The result of data analyses showed that (1) learning activity has influence the students’ learning result in the experimental class, (2) learning motivation has an effect on students’ learning result in the experimental class, and (3) both learning activity and learning motivation contribute to students’ learning result in the experimental class.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil belajar Matematika Ditinjau Dari Motivasi belajar

Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil belajar Matematika Ditinjau Dari Motivasi belajar

Menurut Sardiman (2012: 84) kegiatan belajar sangat diperlukan adanya motivasi. Hasil belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberi- kan akan makin berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan in- tensitas usaha belajar siswa. Pemberian peng- hargaan baik berupa pujian, tepuk tangan, se- ta nilai yang baik membuat siswa lebih ter- motivasi dalam belajar. Hal ini juga diperku- at dari pengamatan peneliti pada proses pem- belajaran, siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi cenderung lebih aktif bertanya dan memiliki rasa ingin tahu yang lebih ting- gi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Tipe Think Pair Share Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Geografi

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Tipe Think Pair Share Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Geografi

Hasil belajar yang diperoleh erat kaitannya dengan aktivitas belajar selama proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Sardiman (2003:95) mengemukakan bahwa dalam belajar sangatlah diperlukan adanya aktivitas. Tanpa adanya aktivitas belajar itu tidak mungkin berlangsung secara baik. Aktivitas dalam proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran, bertanya hal-hal yang belum jelas, mencatat, mendengar, berfikir, membaca, dan segala kegiatan yang dilakukan yang dapat menunjang prestasi belajar. Semakin tinggi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran maka semakin besar pengaruhnya terhadap hasil belajar. Siswa yang aktif dalam pembelajaran akan lebih mengingat hal- hal yang dilakukan nya dan mengaitkan pengalaman dalam dirinya. Hal ini sejalan dengan teori belajar konstruktivisme menurut pendapat Cahyono (2013:34) bahwa belajar adalah suatu proses mengasimilasikan dan mengaitkan pengalaman atau pelajaran yang dipelajari dengan pengertian yang sudah dimilikinya, sehingga pengetahuan dapat dikembangkan. Menurut teori ini, satu prinsip yang mendasar adalah guru tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, namun siswa juga harus
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects