Top PDF Peraturan Menteri Sosial Nomor 21 Tahun

Peraturan Menteri Sosial Nomor 21 Tahun

Peraturan Menteri Sosial Nomor 21 Tahun

7. Perusahaan Umum BULOG, yang selanjutnya disebut Perum BULOG adalah Badan Usaha Milik Negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1969, dimana seluruh modalnya dimiliki Negara berupa kekayaan Negara yang dipisahkan dan tidak terbagi atas saham.

10 Baca lebih lajut

LPSE Kabupaten Tuban INSPEKTORAT   SK

LPSE Kabupaten Tuban INSPEKTORAT SK

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

2 Baca lebih lajut

20171003132836PM Kominfo No 6 Th 2015

20171003132836PM Kominfo No 6 Th 2015

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 21 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Jasa Penyediaan Konten Pada Jaringan Bergerak Seluler dan Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel dengan Mobilitas Terbatas yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika:

5 Baca lebih lajut

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN JAWA TENGAH NOMOR : 821.05 1445.1

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN JAWA TENGAH NOMOR : 821.05 1445.1

15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

15 Baca lebih lajut

15 Perbup Inventarisai dan penilaian

15 Perbup Inventarisai dan penilaian

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negari Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 36);

4 Baca lebih lajut

Perbub No.19 Tahun 2011 ttg Penjabaran Perubahan APBD Tahun 2011

Perbub No.19 Tahun 2011 ttg Penjabaran Perubahan APBD Tahun 2011

13. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4659) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4712);

7 Baca lebih lajut

PERDA NO 1 2014 PENYERTAAN PDAM

PERDA NO 1 2014 PENYERTAAN PDAM

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 135, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4151), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2008 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4884) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah beberapa kali di ubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) ;
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

LPSE Kabupaten Tuban SATPOL   SK

LPSE Kabupaten Tuban SATPOL SK

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

2 Baca lebih lajut

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2006

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2006

Perencanaan kinerja merupakan proses penyusunan rencana kinerja (Renja) sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Renstra, yang akan dilaksanakan oleh satuan organisasi/kerja melalui berbagai kegiatan tahunan. Di dalam Renja ditetapkan rencana tingkat capaian kinerja tahunan, sasaran, dan seluruh indikator kinerja kegiatan. Penyusunan Renja dilakukan seiring dengan agenda penyusunan Repeta dan kebijakan anggaran, serta merupakan komitmen yang ingin diwujudkan (target setting) oleh pimpinan dan seluruh anggota satuan organisasi/kerja untuk mencapainya dalam tahun tertentu.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

22 Perbub No.22 Tahun 2012 ttg Penjabaran Perta. Pelaks. APBD 2011

22 Perbub No.22 Tahun 2012 ttg Penjabaran Perta. Pelaks. APBD 2011

27. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);

5 Baca lebih lajut

 SK KEPALA DINAS

SK KEPALA DINAS

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana diubah kedua dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011; 15.Per[r]

4 Baca lebih lajut

Perbup No. 25 Tahun 2013 ttg Penajabaran Pert. Pelaks. APBD 2012 4 Nov 2013

Perbup No. 25 Tahun 2013 ttg Penajabaran Pert. Pelaks. APBD 2012 4 Nov 2013

30. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310); 31. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Perbup No. 04 Tahun 2013 ttg Perbup No.09 Tahun 2012 ttg Pedoman APBD

Perbup No. 04 Tahun 2013 ttg Perbup No.09 Tahun 2012 ttg Pedoman APBD

25. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 155, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5334); 26. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 655/KMK.02/01 tentang Tata Cara

6 Baca lebih lajut

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016

netra, tuna rungu, tuna daksa, dan tuna laras yang intelegensinya normal. Bloom Taxonomy yang pertama kali dikenalkan oleh sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Benjamin Bloom pada tahun 1956 dan dikembangkan lebih lanjut oleh Anderson and Krathwol pada tahun 2001 digunakan sebagai rujukan pada Standar Kompetensi Lulusan. Bloom Taxonomy mengkategorikan capaian pembelajaran menjadi tiga domain, yaitu dimensi pengetahuan yang terkait dengan penguasaan pengetahuan, dimensi sikap yang terkait dengan penguasaan sikap dan perilaku, serta dimensi ketrampilan yang terkait dengan penguasaan ketrampilan. Dimensi pengetahuan diklasifikasikan menjadi faktual, konseptual, prosedural, serta metakognitif yang penguasaannya dimulai sejak Tingkat Pendidikan Dasar hingga Tingkat Pendidikan Menengah. Structure of Observed Learning Outcome (SOLO) Taxonomy yang pertama kali dikembangkan oleh Biggs dan Collin (1982) dan telah diperbarui tahun 2003 digunakan sebagai dasar untuk mengelompokkan Tingkat Kompetensi untuk aspek pengetahuan. Menurut SOLO Taxonomy ada lima tahap yang dilalui oleh peserta didik untuk menguasai suatu pengetahuan, yaitu tahah pre-struktural, uni-struktural, multi-struktural, relasional dan abstrak yang diperluas. Kelima tahap ini dapat disederhanakan menjadi tiga tahap, yaitu surface knowledge, deep knowledge dan conceptual atau constructed knowledge.
Baca lebih lanjut

238 Baca lebih lajut

Peraturan Menteri Agama Nomor 21 Tahun 2015

Peraturan Menteri Agama Nomor 21 Tahun 2015

10. Rencana Kinerja Tahunan yang selanjutnya disingkat RKT adalah dokumen yang berisi penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra), yang akan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah melalui berbagai kegiatan tahunan serta berisi informasi mengenai tingkat atau target kinerja berupa output dan/atau outcome yang ingin diwujudkan oleh suatu organisasi pada satu tahun tertentu.

41 Baca lebih lajut

Peraturan Menteri Sosial Nomor 14 Tahun

Peraturan Menteri Sosial Nomor 14 Tahun

(4) Bantuan langsung berupa bantuan beras reguler sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan dengan tujuan agar kelangsungan hidup seseorang, keluarga, kelompok dan/atau masyarakat yang mengalami guncangan dan kerentanan sosial akibat bencana dapat dipenuhi sesuai dengan kebutuhan dasar minimal.

11 Baca lebih lajut

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2013

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2013

(1) Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf d yang selanjutnya disebut Biro AUAK mempunyai tugas melaksanakan administrasi umum, perencanaan, keuangan, organisasi, kepegawaian, peraturan perundang-undangan, administrasi akademik, kemahasiswaan, pemberdayaan alumni, dan kerjasama.

15 Baca lebih lajut

KEPUTUSAN WALIKOTA TANJUNGPINANG NOMOR 353 TAHUN 2013 TENTANG PANITIA PELAKSANA BAKTI SOSIAL KESEHATAN GIGI KERJASAMA ANTARA PEMERINTAH KOTA TANJUNGPINANG, PKK KOTA TANJUNGPINANG DAN PDGI CABANG TANJUNGPINANG TAHUN 2013 WALIKOTA TANJUNGPINANG,

KEPUTUSAN WALIKOTA TANJUNGPINANG NOMOR 353 TAHUN 2013 TENTANG PANITIA PELAKSANA BAKTI SOSIAL KESEHATAN GIGI KERJASAMA ANTARA PEMERINTAH KOTA TANJUNGPINANG, PKK KOTA TANJUNGPINANG DAN PDGI CABANG TANJUNGPINANG TAHUN 2013 WALIKOTA TANJUNGPINANG,

KETIGA : Panitia sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU, dalam melaksanakan tugasnya berpedoman kepada Tata Kerja, Tugas dan Tanggung Jawab Panitia Pelaksana Bakti Sosial Kesehatan Gigi kerjasama antara Pemerintah Kota Tanjungpinang, PKK Kota Tanjungpinang dan PDGI Cabang Tanjungpinang Tahun 2013 sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Keputusan ini dan melaporkan hasil kegiatannya kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...