BAB V KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN
V. A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada sejumlah anak pra sekolah yang
menjadi subjek penelitian, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan kategori usia anak pra sekolah 3-4 tahun, ditemukan 13 orang anak yang
memiliki kemampuan berbahasa rendah, 50 orang anak yang memiliki kemampuan
berbahasa sedang dan 7 orang anak yang memiliki kemampuan berbahasa tinggi.
Pada kategori usia 4,1-5 tahun ditemukan 9 orang anak yang memiliki kemampuan
berbahasa rendah, 47 orang anak yang memiliki kemampuan berbahasa sedang dan
14 orang anak yang memiliki kemampuan berbahasa tinggi. Dan pada kategori usia
5,1-6 tahun ditemukan 14 orang anak yang memiliki kemampuan berbahasa rendah,
50 orang anak yang memiliki kemampuan berbahasa sedang dan 6 orang anak yang
memiliki kemampuan berbahasa tinggi.
2. Hasil dari perbandingan mean empirik dan mean hipotetik menunjukkan bahwa pada
kategori usia 3-4 tahun kemampuan berbahasa memiliki mean empirik lebih tinggi
dari mean hipotetik (Xe =17.2143>Xh =17.1286 ). Hal ini menunjukkan bahwa
secara umum kemampuan berbahasa anak pra sekolah kategori usia 3-4 tahun pada
subjek penelitian memiliki skor lebih tinggi dibandingkan skor pada populasi. Pada
kategori usia 4,1-5 tahun memiliki mean empirik lebih tinggi mean hipotetik
(Xe=17.7571>Xh =17.7500 ). Hal ini menunjukkan bahwa secara umum kemampuan
berbahasa anak pra sekolah kategori usia 4,1-5 tahun pada subjek penelitian memiliki
skor lebih tinggi dibandingkan skor pada populasi. Pada kategori usia 5,1-6 tahun
mean empirik sama dengan mean hipotetik (Xe=12.1000 =Xh=12.1000 ). Hal ini
menunjukkan bahwa secara umum kemampuan berbahasa anak pra sekolah kategori
usia 5,1-6 tahun pada subjek penelitian memiliki skor yang sama dengan skor pada
populasi.
3. Berdasarkan indikator-indikator kemampuan berbahasa, maka pada kategori usia 3-4
tahun indikator kemampuan berbahasa reseptif (mengucapkan kata yang mengandung
huruf konsonan “d, g, n, k, t, y”) dapat disimpulkan bahwa 14 orang anak berada pada
kategori rendah, 31 orang anak berada pada kategori sedang, 25 orang anak berada
pada kategori tinggi. Indikator kemampuan berbahasa ekspresif (menjawab beberapa
bentuk pertanyaan sederhana) dapat disimpulkan bahwa tidak ada seorang anak pun
berada pada kategori rendah, 30 orang anak berada pada kategori sedang, 40 orang
anak berada pada kategori tinggi. Indikator kemampuan berbahasa ekspresif
(menyebutkan benda-benda yang terdapat di dalam rumah) dapat disimpulkan bahwa
17 orang anak berada pada kategori rendah, 13 orang anak berada pada kategori
sedang, 40 orang anak berada pada kategori tinggi. Indikator kemampuan berbahasa
ekspresif (menceritakan keadaan yang berhubungan dengan teman dan pengalaman
menarik) dapat disimpulkan bahwa 17 orang anak berada pada kategori rendah, 29
orang anak berada pada kategori sedang, 24 orang anak berada pada kategori tinggi.
4. Berdasarkan indikator-indikator kemampuan berbahasa, maka pada kategori usia
4,1-5 tahun indikator kemampuan berbahasa reseptif (mengucapkan kata yang
mengandung huruf konsonan “f, l, v”) dapat disimpulkan bahwa 5 orang anak berada
pada kategori rendah, 18 orang anak berada pada kategori sedang, 47 orang anak
berada pada kategori tinggi. Indikator kemampuan berbahasa reseptif
(mengkombinasikan enam atau lebih kata menjadi sebuah kalimat) dapat disimpulkan
bahwa 14 orang anak berada pada kategori rendah, 14 orang anak berada pada
kategori sedang, 42 orang anak berada pada kategori tinggi. Indikator kemampuan
berbahasa ekspresif (menjawab pertanyaan sederhana dan bercerita mengenai diri
mereka) dapat disimpulkan bahwa 9 orang anak berada pada kategori rendah, 46
orang anak berada pada kategori sedang, 15 orang anak berada pada kategori tinggi.
Indikator kemampuan berbahasa ekspresif (bercerita dan fokus pada satu topik) dapat
disimpulkan bahwa 12 orang anak berada pada kategori rendah, 22 orang anak
berada pada kategori sedang, 36 orang anak berada pada kategori tinggi. Indikator
kemampuan berbahasa ekspresif (membuat kalimat ) dapat disimpulkan bahwa 13
orang anak berada pada kategori rendah, 36 orang anak berada pada kategori sedang,
31 orang anak berada pada kategori tinggi.
5. Berdasarkan indikator-indikator kemampuan berbahasa, maka pada kategori usia
5,1-6 tahun indikator kemampuan berbahasa reseptif (mengucapkan kata yang
mengandung huruf konsonan “r, s, z”) dapat disimpulkan bahwa 4 orang anak berada
pada kategori rendah, 26 orang anak berada pada kategori sedang, 40 orang anak
berada pada kategori tinggi. Indikator kemampuan berbahasa ekspresif (mengenal
lawan kata) dapat disimpulkan bahwa 10 orang anak berada pada kategori rendah, 38
orang anak berada pada kategori sedang, 22 orang anak berada pada kategori tinggi.
Indikator kemampuan berbahasa ekspresif (mengklasifikasikan objek/benda) dapat
disimpulkan bahwa 10 orang anak berada pada kategori rendah, 23 orang anak
berada pada kategori sedang, 37 orang anak berada pada kategori tinggi.
6. Gambaran kemampuan berbahasa berdasarkan jenis kelamin subjek penelitian pada
kategori usia 3-4 tahun maka dapat disimpulkan bahwa F hitung adalah 0.276 dengan
taraf signifikansi 0.601. Oleh karena taraf signifikansi <0.05, maka kemampuan
berbahasa anak pra sekolah kategori usia 3-4 tahun jika dilihat berdasarkan jenis
kelamin tidak berbeda secara signifikan. Pada kategori usia 4,1-5 tahun maka dapat
disimpulkan bahwa F hitung adalah 0.408 dengan taraf signifikansi 0.525. oleh
karena taraf signifikansi <0.05, maka kemampuan berbahasa anak pra sekolah
kategori usia 4,1-5 tahun jika dilihat berdasarkan jenis kelamin tidak berbeda secara
signifikan. Pada kategori usia 5,1-6 tahun maka dapat disimpulkan bahwa F hitung
adalah 0.899 dengan taraf signifikansi 0.016. Oleh karena taraf signifikansi <0.05,
maka kemampuan berbahasa anak pra sekolah kategori usia 5,1-6 tahun jika dilihat
berdasarkan jenis kelamin berbeda secara signifikan.
7. Gambaran kecenderungan kemampuan berbahasa berdasarkan urutan kelahiran
subjek penelitian pada kategori usia 3-4 tahun maka dapat disimpulkan bahwa F
hitung adalah 0.628 dengan taraf signifikansi 0.600. Oleh karena taraf signifikansi
<0.05, maka kemampuan berbahasa anak pra sekolah kategori usia 3-4 tahun jika
dilihat berdasarkan urutan kelahiran tidak berbeda secara signifikan. Pada kategori
usia 4,1-5 tahun maka dapat disimpulkan bahwa F hitung adalah 4.219 dengan taraf
signifikansi 0.009. Oleh karena taraf signifikansi <0.05, maka kemampuan berbahasa
anak pra sekolah kategori usia 4,1-5 tahun jika dilihat berdasarkan urutan kelahiran
berbeda secara signifikan. Pada kategori usia 5,1-6 tahun maka dapat disimpulkan
bahwa F hitung adalah 0.424 dengan taraf signifikansi 0.737. Oleh karena taraf
signifikansi <0.05, maka kemampuan berbahasa anak pra sekolah kategori usia 5,1-6
tahun jika dilihat berdasarkan urutan kelahiran tidak berbeda secara signifikan.
8. Gambaran kemampuan berbahasa berdasarkan jumlah penghasilan orang tua subjek
penelitian pada kategori usia 3-4 tahun maka dapat disimpulkan bahwa F hitung
adalah F hitung adalah 1.156 dengan taraf signifikansi 0.338. Oleh karena taraf
signifikansi <0.05, maka kemampuan berbahasa anak pra sekolah kategori usia 3-4
tahun jika dilihat berdasarkan jumlah penghasilan orang tua tidak berbeda secara
signifikan. Pada kategori usia 4,1-5 tahun maka dapat disimpulkan bahwa F hitung
adalah 2.140 dengan taraf signifikansi 0.103. Oleh karena taraf signifikansi < 0.05,
maka kemampuan berbahasa anak pra sekolah kategori usia 4,1-5 tahun jika dilihat
berdasarkan jumlah penghasilan orangtua tidak berbeda secara signifikan. Pada
kategori usia 5,1-6 tahun maka dapat disimpulkan bahwa F hitung adalah 0.347
dengan taraf signifikansi 0.845. oleh karena taraf signifikansi <0.05, maka
kemampuan berbahasa anak pra sekolah kategori usia 5,1-6 tahun jika dilihat
berdasarkan jumlah penghasilan orangtua tidak berbeda secara signifikan.
Dalam dokumen
Gambaran Kemampuan Berbahasa Anak Pra Sekolah di Kota Medan
(Halaman 125-130)