• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Konsultan Manajemen Wilayah (KMW) Dan Program Direktur

Dalam dokumen PEDOMAN TEKNIS PPM PNPM MANDIRI PERKOTAAN (Halaman 31-36)

PELAKU KEGIATAN PENANGANAN MASALAH

4.1. A. Konsultan Manajemen Wilayah (KMW) Dan Program Direktur

Fasilitator / Senior Fasilitator 1)

Melakukan sosialisasi tentang perlunya wadah bagi pengaduan dan 

tatacara Pengelolaan Pengaduan kepada masyaraka t, lembaga/institusi tingkat kelurahan/desa, perangkat Kelurahan/desa, PJOK dan khususnya kepada LKM. Dalam pelaksanaan sosialisasi ini, Faskel harus mampu membuka kesadaran kritis tentang perlunya dilakukan PPM.

Melakukan analisa pemecahan masalah samp ai strategi tindakan 

yang harus dilakukan

Berkoordinasi dengan konsultan di atasnya/supervisor, dan 

bekerjasama dengan lembaga-lembaga masyarakat seperti lembaga advokasi hukum, LSM yang bergerak di bidang korupsi atau bidang pemberdayaan masyarakat dalam rangka pemecahan masalah yang tidak terselesaikan di tingkat desa/kelurahan.

Membuat rekomendasi dan rencana strategi penanganan yang 

terukur dan dapat dilakukan oleh kader/relawan/pendamping lokal. Memfasilitasi pertemuan masyarakat di tingkat desa/kelura han 

maupun antar desa/kelurahan dalam proses penanganan permasalahan, serta mengundang elemen-elemen masyarakat, perempuan dan laki-laki, yang ada diwilayah kerjanya.

Bersama dengan konsultan lainnya, bertanggung jawab dalam 

proses penanganan permasalahan sampai dinyatakan selesai. Melakukan coaching tentang manfaat dan tatacara PPM kepada 

LKM, sekretariat LKM, relawan, aparat kelurahan dan pihak lain yang berminat.

Melakukan fasilitasi operasionalisasi PPM oleh LKM di tingkat 

kelurahan/desa.

Apabila dip erlukan, melakukan fasilitasi penanganan PPM di 

Membuat laporan ke Askorkot, berdasarkan Format PPM yang 

diperoleh dari sekretariat PPM LKM.

Melaporkan setiap permasalahan yang muncul dan tindak lanjut 

penanganannya kep ada jenjang di atasnya dengan tembusan kepada PjOK dan Camat sesuai lampiran Bag. A lamp. 3 (format Rekomendasi Masalah Kecamatan).

Menginformasikan kembali kemajuan proses penanganan masalah 

kepada masyarakat, terutama kepada pelapor. Assisten Korkot

2)

Bersama Korkot, memberikan coaching sosialisasi dan 

operasionalisasi PPM LKM kepada Faskel.

Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan sosialisasi dan 

operasionalisasi PPM oleh Faskel di wilayah kerjanya. Mengkoordinir laporan PPM LKM oleh Faskel

Bersama S enior Faskel melakukan analisis terhadap pelaksanaan 

PPM, sebagai bahan laporan dan evaluasi pelaksanaan PPM oleh LKM di masing-masing di wilayahnya

Menganalisa seluruh Format PPM LKM dari Faskel ataupun PPM 

tingkat Kabupaten/kota sesuai dengan kebutuhan database PPM. Melakukan entry data aplikasi PPM di tingkat Kabupaten/kota. 

Koordinator Kota 3)

Penanggung jawab pelaksanaan sosialisasi pembentukan dan 

operasionalisasi PPM di tingkat kelurahan/desa dan Kabupaten/kota. Penanggung jawab operasionalisasi aplik asi PPM untuk 

pendokumentasian dan pelaporan di wilayahnya.

Membantu fasilitator/pendamping masyarakat dan jajaran di 

bawahnya dalam membuat analisa sampai strategi tindakan

penanganan, serta membantu merencanakan tindakan penyelesaian masalah secara tepat, cepat, dan terukur.

Berkoordinasi dengan tim koordinasi kabupaten/kota dan menjalin 

hubungan dengan pihak Kejaksaan, lembaga advokasi hukum, ataupun LSM-LSM termasuk organisasi perempuan, yang mempunyai minat dan perhatian pada persoalan korupsi atau pemberdayaan masyarakat sebagai langkah antisipasi jika permasalahan harus melibatkan lembaga-lembaga tersebut. Melakukan pemantauan terhadap langkah penanganan masalah 

Memfasilitasi upaya/proses hukum kasus peny impangan dana 

PNPM Mandiri bersama dengan pihak-pihak terkait.

Mengadakan pertemuan dengan instansi penegak hukum dan Tim 

Koordinasi PNPM Mandiri kabupaten/kota untuk mengevaluasi kemajuan kasus-kasus yang telah diserahkan untuk diselesaikan melalui jalur hukum formal kabupaten/kota, minimal dua kali setahun. Melakukan klarifikasi, uji silang dan investigasi ke lapangan jika 

masalah tidak diselesaikan di tingkat kecamatan atau berlarut-larut dalam penyelesaiannya.

Bersama-sama Pemda melaksanakan sosialisasi, pembentukan dan 

operasionalisasi PPM tingkat Kabupaten/Kota.

Memfasilitasi terlaksananya agenda rapat rutin bulanan atau rapat 

khusus pembahasan pengaduan masyarakat oleh PPM Kabupaten/Kota.

Menjadikan pelaksanaan PPM baik di tingkat LKM maupun 

Pemerintah Daerah (Pemda) sebagi topik bahasan dalam kegiatan KBP.

Merumuskan strategi untuk peningkatan kinerja pelaksanaan 

kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan di wilayahnya berdasarkan masukan dari pengaduan masalah/kasus yang ditangani.

Memberikan laporan secara pe riodik kepada jenjang yang lebih 

tinggi dengan tembusan kepada Tim Koordinasi PNPM Mandiri kabupaten/kota sesuai lampiran Bag. A lamp. 4 (f ormat Rekomendasi Masalah Kabupaten/Kota).

Bersama fasilitator/konsultan lainnya bertanggung jawab dalam 

penanganan masalah sampai dengan dinyatakan selesai. 4) Spesialis PPM di Tingkat Provinsi

Membantu Manajemen Kabupaten/Koordinator Kota dan jajaran 

dibawahnya dalam membuat analisa sampai strategi tindakan

penanganan, serta mambantu merencanakan tindakan penyelesaian masalah secara tepat, cepat, dan terukur.

Proaktif dalam memberikan informasi permasalahan dan dukungan 

percepatan penyelesaian masalah di wilayah kerjanya.

Berkoordinasi dan memberikan informasi atau laporan secara 

berkala kepada Tim Leader KMW dan spesialis yang bertanggung jawab menangani pengaduan dan masalah di tingkat pusat dengan tembusan kepada Tim Koordinasi PNPM Mandiri di tingkat provinsi dengan format sesuai dengan lampiran Bag. A lamp. 4 (f ormat Rekomendasi Masalah Kabupaten/Kota).

Menjalin hubungan dengan lembaga kejaksaan, kepolisian, advokasi 

hukum, LSM yang kompeten pada kasus Korupsi dan lembaga-lembaga lain, baik propinsi maupun kabupaten.

Mengadakan pertemuan dengan instansi penegak hukum dan Tim 

Koordinasi PNPM Mandiri Perkotaan tingkat provinsi untuk evaluasi kemajuan kasus-kasus yang telah diserahkan untuk diselesaikan melalui jalur hukum formal, minimal setahun sekali)

Mengagendakan pertemuan rutin bulanan dengan Konsultan 

Manajemen Kabupaten/Koordinator kota dan fasilitator/pendampi ng pada wilayah kerjanya, serta berkoordinasi secara aktif dengan Koordinator provinsi/ Team Leader KMW dan konsultan provinsi lainnya dalam percepatan penyelesian masalah.

Melakukan investigasi secara langsung terhadap permasalahan 

yang bersifat mendesak untuk ditangani pada wilayah kerjanya. Mendorong dan memfasilitasi Konsultan Manajemen

Kabupaten/Koordinator kota dan fasilitator/pendamping melakukan koordinasi dengan lembaga hukum/lembaga yang kompeten,

terutama permasalahan yang krusial atau penyimpang an dana program.

Membuat rekomendasi guna penyelesaian masalah pada wilayah 

kerjanya.

Bertanggung jawab penuh dalam memonitor dan memastikan tindak

lanjut penanganan masalah dilakukan oleh fasilitator/konsultan sampai permasalahan selesai pada wilayah kerjanya.

Memfasilitasi upaya/proses hukum kasus penyimpangan dana 

PNPM Mandiri Perkotaan bersama dengan pihak-pihak terkait.

Memberikan masukan kepada Koodinator provinsi/ Team Leader

KMW terhadap penilaian kinerja konsultan. 5) TA. Monev KMW (Bila poin 4 tidak ada)

Melakukan diseminasi dan melatih/coaching Korkot dan Askorkot 

mengenai penanganan pengaduan dan memastikan keefektifan pelatihan/coaching dilakukan dengan benar oleh Korkot/Askorkot kepada Tim Faskel

Melakukan monitoring dan supervisi kepada Korko t/Askorkot dalam 

menjalankan/menjabarkan panduan-panduan teknis dan SOP penanganan pengaduan kepada Tim Faskel.

Melakukan investigasi secara langsung terhadap permasalahan 

yang bersifat krusial dan beresiko tinggi terhadap keberhasilan PNPM Mandiri Perkotaan.

Melakukan analisis, evaluasi, penanganan pengaduan yang 

dilaksanakan oleh Korkot.

Membuat laporan bulanan berdasarkan kompilasi laporan 

pelaksanaan PPM dari korkot dan pengelolaan pengaduan yang diterima di tingkat KMW, dan membuat laporan khusus terha dap permasalahan yang krusial.

Melakukan monitoring, supervisi dan memastikan ketepatan, 

kecepatan dan keefektifan dalam penanganan pengaduan.

Memberikan rekomendasi kepada Team Leader KMW dan Korkot 

dari hasil analisis dan evaluasi pengelolaan PPM un tuk peningkatan kinerja pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan di wilayahnya.

Memastikan kegiatan penanganan pengaduan dikomunikasikan 

kepada pihak-pihak terkait termasuk aparat Pemerintah Daerah dan Kelurahan.

Melakukan monitoring dan eva luasi operasionalisasi program 

aplikasi PPM oleh Korkot. 6) Tim Leader KMW

Memastikan seluruh Team Leader KMW dan Tenaga Ahli KMP 

memahami MIS, antara lain PPM.

Menganalisa dan mempelajari kemajuan dan performan kegiatan 

wilayahnya berdasarkan MIS, antara lain PPM.

Membangun jaringan dan melaksanakan koordinasi penanganan 

pengaduan di tingkat provinsi. 7) Program Direktur

Memastikan seluruh Team Leader KMW Provinsi di bawah naungan 

program direktur memahami MIS, antara lain PPM.

Membangun jaringan dan melaksanakan koordinasi penanganan 

pengaduan yang ada di beberapa KMW pada tingkat provinsi yang ada di bawah naungan program direktur terkait.

8) Asisten Program Direktur (Sub Spec. Legal & CHU)

Membantu KMW Provinsi (TA. Monev) , manajemen 

Kabupaten/Koordinator Kota dan jajaran dibawahnya dalam membuat analisa sampai strategi tindakan penanganan, serta mambantu merencanakan tindakan penyelesaian masalah secara tepat, cepat, dan terukur.

Proaktif dalam memberikan informasi permasala han dan dukungan 

Berkoordinasi dan memberikan informasi atau laporan secara 

berkala kepada Program Direktur dan spesialis yang bertanggung jawab menangani pengaduan dan masalah di tingkat pusat dengan tembusan kepada Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan PNPM Mandiri di tingkat provinsi dengan format sesuai dengan lampiran 4 (format Rekomendasi Masalah Kabupaten/Kota). Menjalin kemitraan dengan lembaga kejaksaan, kepolisian, advokasi 

hukum, LSM yang k ompeten pada kasus Korupsi dan lembaga-lembaga lain, baik propinsi maupun kabupaten.

Mengadakan pertemuan dengan instansi penegak hukum dan Tim 

Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan PNPM Mandiri Perkotaan tingkat provinsi untuk evaluasi kemajuan kasus-kasu s yang telah diserahkan untuk diselesaikan melalui jalur hukum formal, minimal setahun sekali.

Mengagendakan pertemuan rutin (misalnya: bulanan atau tiga 

bulanan) serta berkoordinasi secara aktif dengan Koordinator provinsi/Team Leader KMW dan konsultan pr ovinsi lainnya dalam percepatan penyelesian masalah.

Melakukan investigasi secara langsung terhadap permasalahan 

yang bersifat mendesak untuk ditangani pada wilayah kerjanya. Mendorong dan memfasilitasi KMW Provinsi, Konsultan Manajemen 

Kabupaten/Koordinator kota dan fasilitator/pendamping melakukan koordinasi dengan lembaga hukum/lembaga yang kompeten, terutama permasalahan yang krusial atau penyimpangan dana program.

Membuat rekomendasi guna penyelesaian masalah pada wilayah 

kerjanya.

Bertanggung jawab penuh dalam memonitor dan memastikan tindak

lanjut penanganan masalah dilakukan oleh fasilitator/konsultan sampai permasalahan selesai pada wilayah kerjanya.

Memfasilitasi upaya/proses hukum kasus penyimpangan dana 

PNPM Mandiri Perkotaan bersama dengan pihak-pihak terkait.

Memberikan masukan kepada Program Direktur dan Koodinator 

provinsi/Team Leader KMW terhadap penilaian kinerja konsultan.

4.1.b. Konsultan Manajemen Pusat (KMP)

Dalam dokumen PEDOMAN TEKNIS PPM PNPM MANDIRI PERKOTAAN (Halaman 31-36)

Dokumen terkait