• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Suku Bunga Perbankan

2. A NALISIS S ISTEM P EMBAYARAN

Sumber: Laporan Statistik BPR

Tabel 3.2. Perkembangan Jumlah Kantor BPR Jawa Barat

Tw.III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV

Jumlah BPR 379 376 345 343 322 321 322 321 321 307 Jumlah Kantor BPR 558 563 550 556 543 564 572 574 580 588 131 130 98 98 98 83 79 79 79 65 URAIAN Jumlah PD BPR 2010 2011 2012

Sumber: Laporan Statistik BPR

Berdasarkan kecukupan modal, indikator CAR (Capital Adequacy Ratio) BPR Jawa Barat mengalami sedikat peningkatan menjadi 20,36% (Tabel 3.3). Sementara itu, risiko kredit (Non Performing Loans) BPR mencapai 6.36%.

Tabel 3.3. Perkembangan Indikator Kinerja BPR Jawa Barat

Tw.III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV 22.12 21.43 22.10 20.76 20.29 20.45 20.86 19.80 19.92 20.36 LDR 74.47 73.43 75.63 79.43 80.29 76.04 77.58 79.21 77.53 74.11 85.56 85.51 83.84 84.80 85.86 85.79 85.56 84.98 85.35 84.57 8.13 7.28 7.14 7.13 7.08 6.46 6.62 6.33 6.61 6.36 2011 2012 CAR NPL URAIAN 2010 BOPO

Sumber: Laporan Statistik BPR

2.ANALISIS SISTEM PEMBAYARAN

2.1. Pengedaran Uang Kartal

2.1.1 Aliran Uang Kartal Masuk/Keluar (Inflow/Outflow)

Perkembangan aliran uang kartal di wilayah Jawa Barat pada triwulan IV-2012 masih mengalami net inflow. Pada Triwulan IV-2012 jumlah aliran uang kartal yang masuk (inflow) ke Bank Indonesia wilayah Jawa Barat lebih besar dibandingkan dengan aliran uang yang keluar (outflow) sehingga secara keseluruhan mengalami net inflow sebesar Rp5,52 triliun. Net inflow yang terjadi pada periode ini mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu sebesar 40% (qtq). Demikian juga

bila dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, net inflow pada triwulan IV-2012 mengalami sedikit penurunan yaitu sebesar 1,1% yoy).

Penurunan angka net inflow di triwulan IV-2012 ini terjadi karena adanya penurunan baik inflow maupun outflow. Aliran uang yang masuk (inflow) tercatat sebesar Rp16,68 triliun atau mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 8,68% (qtq). Demikian juga dengan outflow tercatat mengalami penurunan dari sebesar Rp9,07 triliun pada triwulan III-2012 menjadi Rp8,91 triliun pada triwulan IV-2012 atau mengalami penurunan sebesar 1,80% (qtq).

Grafik 3.27. Perkembangan Inflow dan Outflow Uang Kartal Di Jawa Barat

7.81 9.07 8.35 5.23 9.19 5.52 13.04 18.26 13.87

2

4

6

8

10

12

14

16

18

20

Tw. I Tw. II Tw. III Tw. IV Tw. I Tw. II Tw. III Tw. IV Tw. I Tw. II Tw. III Tw. IV

2010 2011 2012

(Rp

Triliu

n)

Outflow Net Inflow Inflow

Sumber: Bank Indonesia

Setelah mengalami kenaikan yang cukup besar pada triwulan III-2012 karena adanya Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada bulan Agustus 2012, aliran uang yang keluar (outflow) baik uang kertas maupun logam yang keluar dari Bank Indonesia di Wilayah Jawa Barat mengalami penurunan baik dari sisi nominal maupun jumlah bilyet. Secara nominal outflow uang kertas mengalami penurunan yaitu dari Rp9,08 triliun pada triwulan III-2012 menjadi Rp8,35 triliun pada triwulan IV-2012 atau turun sebesar 8% (qtq). Demikian pula jumlah bilyet uang kertas yang keluar mengalami penurunan dari 299,15 juta bilyet pada triwulan III-2012 menjadi 152,2 juta pada triwulan IV-2012 atau turun 49,12% (qtq). Jumlah uang logam yang keluar secara nominal turun dari sebesar Rp18,48 miliar pada triwulan III-2012 menjadi sebesar Rp2,7 miliar pada triwulan IV-III-2012, dari sisi volume outflow uang logam juga mengalami penurunan yaitu dari 34,85 juta keping menjadi 6,75 juta keping.

Nominal pecahan yang paling banyak dibutuhkan masyarakat Jawa Barat pada triwulan IV-2012 adalah uang pecahan Rp50.000 (73,9 juta bilyet atau 48,55% dari total bilyet keluar) dan pecahan Rp100.000 (44,15 juta bilyet atau 29% dari total bilyet keluar).

Grafik 3.28. Proporsi PTTB Berdasarkan Bilyet Pecahan Uang

29.99 24.80 2.76 0.40 0.62 20.64 20.51 14.13 36.07 54.56 76.73 85.47 0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00

Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw. I Tw. II Tw. III Tw.

IV Tw. I Tw. II Tw. III Tw.IV

2009 2010 2011 2012

Pecahan Besar (Rp50rb-Rp100rb) Pecahan Sedang (Rp10rb-Rp20rb) Bilyet PTTB (%)

Tabel 3.4. Perkembangan Outflow Uang Kertas dan Uang Logam melalui Kantor Perwakilan BI Wilayah VI

Nominal Bilyet/Keping Nominal Bilyet/Keping

(Rp Juta) (Juta) (Rp Juta) (Juta)

Uang Kertas 100,000 4,589,985.00 45.90 4,415,056.60 44.15 -3.8% 50,000 3,376,304.65 67.53 3,695,050.35 73.90 9.4% 20,000 320,140.40 16.01 110,590.98 5.53 -65.5% 10,000 364,469.12 36.45 68,279.91 6.83 -81.3% 5,000 282,721.47 56.54 39,143.78 7.83 -86.2% 2,000 143,665.85 71.83 19,910.30 9.96 -86.1% 1,000 4,890.72 4.89 4,009.17 4.01 -18.0% Total 9,082,177.21 299.15 8,352,041.09 152.20 -8.0% Uang Logam 1,000 10,669.05 10.67 830.49 0.83 -92.2% 500 6,280.00 12.56 1,505.93 3.01 -76.0% 200 761.01 3.81 188.21 0.94 -75.3% 100 756.19 7.56 169.59 1.70 -77.6% 50 12.84 0.26 13.59 0.27 5.8% 25 - - 0.01 0.00 0.0% Total 18,479.10 34.85 2,707.82 6.75 -85.3% Jenis Pecahan Tw. III-2012 Tw. IV-2012 Pertumbuhan (qtq)

Sumber: Bank Indonesia

2.1.2. Penyediaan Uang Kartal Layak Edar

Bank Indonesia secara rutin melakukan kegiatan Pemberian Tanda Tidak Berharga (PTTB) terhadap uang tidak layak edar (UTLE) untuk kemudian dilakukan pemusnahan. Jumlah uang yang dimusnahkan oleh Bank Indonesia di Wilayah Jawa Barat (KPw BI Wilayah VI, KPw BI Wilayah Cirebon dan KPw BI Wilayah Tasikmalaya) pada triwulan IV-2012 mengalami kenaikan dari triwulan sebelumnya yaitu dari 85,1 juta bilyet menjadi 181 juta bilyet.

Jenis pecahan yang paling banyak dimusnahkan pada periode laporan adalah jenis pecahan kecil (Rp1.000 – Rp5.000) sebesar 63,3% dari keseluruhan bilyet yang dimusnahkan Bank Indonesia, sementara jumlah uang dengan pecahan

sedang (Rp10.000 dan Rp20.000) sebesar 36,1% dan pecahan besar (Rp50.000 dan Rp100.000) sebesar 0,62% dari total bilyet yang dimusnahkan. Hal ini menunjukan bahwa uang dengan pecahan kecil lebih cepat rusak dibandingkan uang dengan pecahan besar maupun sedang. Uang Tidak Layak Edar (UTLE) yang telah dimusnahkan Bank Indonesia akan digantikan dengan Uang Layak Edar (ULE) yang siap digunakan untuk kebutuhan transaksi masyarakat sebanyak

jumlah uang yang dimusnahkan. Sebagai upaya untuk memperpanjang umur uang, Bank Indonesia memberikan sosialisasi mengenai cara memperlakukan uang dengan baik dan benar (3D- Didapat, Disimpan, Disayang).

2.1.3. Uang Palsu

Selama triwulan IV-2012 tercatat sebanyak 10.302 lembar uang palsu yang ditemukan di Wilayah Jawa Barat. Jumlah temuan tersebut mengalami penurunan sebesar 12,2% (qtq) bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 12.108 lembar. Secara nominal uang palsu yang ditemukan juga turun dari Rp1,05 milyar pada triwulan III-2012 menjadi Rp865,02 juta pada triwulan IV-2012 atau turun sebesar 17,4%(qtq).

Nominal pecahan uang palsu yang paling banyak ditemukan adalah uang pecahan besar yaitu yaitu pecahan Rp100.000 sebanyak 7.116 lembar atau 69,07% dan pecahan Rp50.000 sebanyak 3.022 lembar atau 29,33% dari total bilyet uang palsu yang ditemukan.

Sebagai upaya untuk untuk menanggulangi peredaran uang palsu tersebut, Bank Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan security features uang yang dicetak dan terus memberikan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada semua lapisan masyarakat serta iklan layanan masyarakat mengenai 3D yaitu Dilihat, Diraba dan Diterawang.

2.2. Sistem Pembayaran Non Tunai

Transaksi sistem pembayaran non tunai dalam kajian ini mencakup kegiatan non tunai masyarakat melalui perbankan menggunakan sistem Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia.

2.2.1 Kliring lokal

Selama triwulan IV-2012 transaksi pembayaran non tunai melalui kliring1 di wilayah Jawa Barat mengalami sedikit penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya. Dari sisi nominal transaksi kliring turun dari Rp42,85 triliun pada triwulan III-2012 menjadi Rp42,02 triliun pada triwulan IV-2012 atau mengalami penurunan sebesar 1,9% (qtq), namun demikian bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2011 masih tercatat mengalami kenaikan yaitu sebesar 11,3% (yoy). Sedangkan dari sisi volumenya, jumlah lembar warkat kliring tercatat mengalami sedikit kenaikan yaitu sebesar 1,1% (qtq), yaitu dari 1.518.882 lembar warkat kliring pada triwulan III-2012 menjadi 1.535.642 lembar warkat pada triwulan IV-2012, demikian juga bila dibandingkan triwulan IV-2011 juga mengalami kenaikan sebesar 6,1% (yoy).

1 Kliring adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar-peserta kliring, dan perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.

Tabel 3.5. Perkembangan Transaksi Kliring Lokal di Jawa Barat

Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV qtq yoy

Jawa Barat Nominal (Rp Triliun) 34.9 35.6 37.8 37.7 37.04 41.11 42.85 42.02 -1.9% 11.3% Volume (Lembar) 1,421,771 1,478,064 1,480,705 1,447,060 1,441,314 1,541,815 1,518,882 1,535,642 1.1% 6.1% Bandung Nominal (Rp Triliun) 29.15 29.62 31.38 31.63 33.01 34.54 35.94 35.45 -1.4% 12.1% Volume (Lembar) 1,167,898 1,218,176 1,211,860 1,191,947 1,243,930 1,265,649 1,243,376 1,275,448 2.6% 7.0% Tasikmalaya Nominal (Rp Triliun) 1.68 1.69 1.86 1.79 1.09 1.97 2.16 2.06 -4.7% 15.1% Volume (Lembar) 79,089 81,763 89,459 80,134 73,349 90,683 94,077 85,645 -9.0% 6.9% Cirebon Nominal (Rp Triliun) 4.07 4.26 4.59 4.32 2.94 4.60 4.74 4.51 -4.9% 4.4% Volume (Lembar) 174,784 178,125 179,386 174,979 124,035 185,483 181,429 174,549 -3.8% -0.2%

Wilayah Keterangan 2011 2012 Pertumbuhan

Sumber: Bank Indonesia

2.2.2. Real Time Gross Settlement (RTGS)

Transaksi pembayaran non tunai melalui sarana BI-RTGS pada triwulan IV-2012 secara volume mengalami kenaikan, namun secara nominal mengalami penurunan. Secara volume transaksi RTGS pada triwulan IV-2012 tercatat mengalami kenaikan dari 242.181 transaksi pada triwulan III-2012 menjadi 371.037 transaksi pada triwulan IV-III-2012 atau naik sebesar 53,21% (qtq). Demikian juga bila dibandingkan periode yang sama pada tahun 2011 juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 7,38% (yoy). Dari sisi nominal, transaksi melalui RTGS justru mengalami penurunan sebesar 19,23% (qtq) yaitu dari Rp319,36 triliun pada triwulan III-2012 menjadi Rp257,96 triliun pada triwulan IV-2012. Secara rata-rata bulanan, transaksi RTGS di masyarakat mencapai Rp85,99 triliun dan 123.679 transaksi.

Grafik 3.29. Perkembangan Transaksi BI-RTGS Di Jawa Barat Menurut Nominal

243.01 319.36 257.96 125 175 225 275 325 375 Tw. I Tw. II Tw.

III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.III Tw.IV

2010 2011 2012

Rp Triliun

Sumber: Bank Indonesia

Grafik 3.30. Perkembangan Transaksi BI-RTGS Di Jawa Barat Menurut Volume

233,082 242,181 371,037 125 50,125 100,125 150,125 200,125 250,125 300,125 350,125 400,125 Tw. I Tw. II Tw.

III Tw.IV Tw.I Tw.II Tw.IIITw.IV Tw.I Tw.II Tw.IIITw.IV

2010 2011 2012

Transaksi

Dokumen terkait