• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABCDEFG Air way :

Dalam dokumen fraktur bahan (Halaman 57-69)

D. PENATALAKSANAAN MEDIS 1. Reposisi / setting Tulang

4. ABCDEFG Air way :

Tidak ada tanda – tanda sumbatan pada jalan nafas spt perdarahan pada meatus nasal , klien tamapak dapat bernafas dengan normal tampa ada keluhan seperti sesak dll, RR: 21x/m Birthing :

RR:21x/m dengan irama nafas reguller dank lien dapat bernafas dengan sepontan Cirkulation :

Perdarahan aktif melalui luka sobek (pada nasal (sianosis (-)) Disebelity :

KU: baik ,nasal tampak depisiasi Kesadaran: E4 V5 M6

Extpouse :

Luka sobek diperkirakan karena terbentur pada lantai tangga rumah de ngan luas luka sobek 1x1x0,5 ddengan kedalaman 0,5 cm pada nasal, luka tampak bersih

Full vital sign : TD:- RR: 21x/m N: 80x/m S: 37,2 Give comport :

Mengatur posisi klien dengan posisi supinasi

Menganjurkan orang tua klien untuk selalu mendmpingi klien Head to toes ;

1) Kepala /leher • Rambut

Ins: Distribusi rambut tampak merata, warna rambut hitam, bersih ,rambut pendek dan t ampak rapi

Pal:-• Kepala

Ins: Tidak ada tanda –tanda lesi/trauma pada dairah kepala , bentuk simetris, Pal: Tidak ada tanda – tanda nyeri , benjolan (-)

• Mata

Ins: Buka mata sepontan, tidak ada tanda- tanda trauma atau infeksi pada dairah mata , letak kedua mata sietris, ikterik (-), reflek cahaya (+) dengan refleks isokor,

Pal:-• Hidung Ins:

Nasal tampak depisiasi, tampak luka sobek dengan luas 1x1x0,5 cm , tam pak perdarahan aktif pada nasal (melalui luka sobek). Meatus nasal tamapak bersih, secret (-) , per darahan (-), pollip (-). Letak luka sobek pada ½ bagian corpus nasal anterior fars median.

Pal: Nyeri tekan pada areal nasal dengna sekala 5 (0 -5). • Mulut /gigi/lidah

Ins:

Tidak ada tanda –tanda trauma pada dairah oral, mukosa bibir atau mulut tampak lembab, bentuk bibir simetris, warna gigi putih dengan jumlah gigi lengkap

Pal:-• Telinga Ins:

Tidak ada tanda-tanda trauma pada areal akustikus ,batlle sign (-), othorea (-), meatus akustikus tampak bersih.

Pal:-• Wajah

Ins: Bentuk wajah opal ,dan wajah tampak simetris

Pal:-• Leher

Ins: Devisisasi (-), tikdak ada tanda – tanda trauma pada areal servikal. Pal: Nyeri tekan (-)

• Toraks

Ins : Benruk normal (simetris ) dengan perbandingan dada (panjang dan lebar 2 :1), tidak ada lesi , tidak ada tanda-tanda trauma pada areal toraks, r etraksi (-), RR:21x/m,

Pal: Nyeri tekan (-), jumlah iga lengkap Per: Dullness (+), resonan (+)

Aus:

Suara nafas normal (brongkial,brongkovesikuler, vesikuler) tidak ada suara nafas tambahan, suarda jantung normal (BJ I dan BJ I I) dengan irama regular dengan frekwensi 80 x/m . • Abdomen

Ins: Bentuk supely, dan tidak ada tanda – tanda trauma abdomen, lesi (-) Aus ; B/U 13x/m

Pal : Nyeri tekan (-),

Per:-• Genetalia Tidak tekaji • Ekstrimitas Ins:

Pergerakan aktif, tidak ada tanda – tanda trauma /fraktur pada dairah extrimitas, lesi (-), sianosis (-)

Pal : Akral hangat +/+

5. Analisa Data

Sign Etiologi Problem DS:

- klien merasa nyeri pada dairah hidung DO:

- klien tampak menangis

- P: inkontinuitas jaringan kulit dan tulang - R: nyeri terlokalisasi pada dairah hidung - S: 5 (0-5) - T: continue Inkontinuiotas  jaringan Ransangan syaraf pucini Gangguan rasa nyaman (nyeri) DS:

- Ibu klien menyatkan menyatkan kalau klien jatuh dari tangga rumah DO:

- Tampak luka sobek pada dairah nasal dengan luas luka 1x1x0,5 - Luka tampak bersih

- Tampak perdarahan aktif pada hidung (melalui luka sobek) - Devisiasi corpus nasal

- Nasal tampak odema Deselerasi

Trauma

langsung Inkontinuitas  jaringan

(tulang dan kulit )

6. Diagnosa

a. Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan ransangan saraf nyeri (pucini) ditandai dengan klien mengeluh nyeri pada dairah hidung,klien tampak menangis, skala nyeri 5 (0-5), P: Inkontinuitas jaringan kulit dan tulang.

b. Inkontinnuitas jaringan kulit dan tulang berhmbungan dengan deselerasi ditandai dengan adanya luka sobek pada dairah hidung, t ampak perdarahan aktif melalui luka, devisiasi corpus nasal.

7. Rencana Hari /tggl No

Dx Tujuan dan criteria hasil Rencana Rasional 06/05

2010

11.00 Setelah di berikan perawatan selama ± 60 menit diharapkan rasa nyer dapat menurun dengna criteria hasil :

- Klien menytakan kalau rasa nyeri dapat menurun - Klien tampak lebih tenang

- Sekala nyeri menurun - Observasi nyeri

- Obs. TTV

- Berikan / ajarkan teknik distraksi dan relaksasi pada keluarga dan klien - Ciptakan lingkungan senyaman mungkin

- Kolaborasi dalam pemberian terapi obaat-obatan, X-ray dll - Untuk menenrukan intervensi selanjutnya

- Kemungkinan adanya perubahan pada nilai TTV

- Untuk menambah kenyamanan pada klien

- Untuk menurunkan rasa nyeri dan meningkatkan kerja sama tim

teratasi dengan criteria hasil: - Perdarahan dapat di control - Luka dirawat - Obs. Keadaan luka

- Siapkan alat-alat perawatan luka

- Rawat luka

- Kolaborasi dalam melakukan hathing dan o bat-obatan - Minimalkan infeksi nasokomial

- Kurangi dampak hospitalisasi

- Untuk menentukan intervensi selanjutnya - Untuk mempermudah melakukan perawatan

- Lakukan perawatan sebelum 6 jam dari waktu ke jadian - Untuk meningkatkan kerja sama tim

- Infeksi nasokomial dapat terjadi malalui kontak langsung dengan klien dan melalui alat – alat yang di gunakan

- Melalui tindakan yang salah / tidak sesui dengan prosedur dapat menyababkan anak menjadi trauma.

8. Tindakan Keperawatan Hari/

tggl No

dx Tindakan Respon Hasil 6/5/10

11.10

11.15

1 - Mengobserpasi nyeri

- Mengobs. TTV

- Menciptakan lingkungan senyaman mungkin - Mengatur posisi klien senyaman mungkin

- Menganjurkan orangtua klien untuk ikut serta dalam perawatan klien

- Mengobservasi Suasana hati klien - Klien menyatakan merasa sakit pada dairah hidung saja -

TD:-- N:80x/m - S:37,2

- RR:21x/m

- Memasang sampiran

- Membatasi jumlah pengunjung

- Klien di posisikan dengan tidur terlentang (supinasi) - Ibu klien tampak selalu mendampingi klien

- Klien tampak tenang dan lebih kooperatif, klien tampak berhenti menangis. 11.25

11.30

11.40

11.50

12.05

12.30

13.30

2 - Mengobservasi Keadaan luka

- Merawat luka

- Berkolaborasi dalam melakukan hathing dan obat-obatan - Menyiapkan alat hathing

- Memastikan alat yang digunakan dalam keadaan seteril - Melakukakan hathing

- Menutup luka hathing

- Meminimalis dampak hospitalisasi

- Membuang alat habis pakai/disposable pada tempatnya

- Membersihkan alat-alat yang telah digunakan/ yang telah terkontaminasi - Memasukkan kembali alat-alat yang telah digunakan ke dalam apen.

- Berkolaborasi dalam pemberian obat dan X-ray - Luka pada nasal dengan luas luka 1x1x0,5 dengan kedalaman luka 0,5 cm dan denan panjang 0,5 c m, luka tampak bersih dan keluar perdaraha aktif pada dairah luka sobek

- Cairan NaCl 0,9 % - Has steril - Betadine - Plaster - Gunting plaster - Bengkok - Hanscond

- Luka di rawat dengan teknik anti septik/ster il - Di indikasikan untuk melakukan hathing

- Hathing set

- Alat diambil dari dalam open/klep

- Hathing 1 kali dengan teknik hathing terputus dengan arah horizontal dan - Luka hathing di olesi dengan betadin dan di tutup dengan has ste ril.

- Setiap akan melakukan tindakan petugas terlebih dahulu memberi penjelasan pada klien dan keluarga klien.

- Alat-alat disposible dibuang pada tempatnya, Alat yang telah digunakan dibersihkan dan diseterilkan kembali

- Hasil X-ray: Fraktur oss nasal - Obat yang diberikan:

- Parasetamol sirup - Amoxilin sirup

9. Evaluasi Hari /Tggl No Dx Evaluasi 06/05 /2010 11.20 S:

- klien menyatakan merasa nyeri pada dairah hidung saja O:

- Klien tampak berhenti menangis

- Pengunjung dibatesi (maximal 2 orang )

- Klien di posisikan dengan posisi telentang (supinasi) - Sampiran di pasang

- Ibu klien selalu mendampingi klien

- Klien tampak lebih tenang dan lebih kooperatif - TTV

- TD:- - S:37,2

- N:80x/mnt - RR:21x/mnt

13.40 S: O:

- Tampak luka sobek pada nasal - Luka di bersihkan

- Luka di hathing 1x dengan teknik hathing ter putus dan dengan arah horizontal dan di tutup dengan has steril.

- Alat –alat yang di pakai masih dalam keadaan steril.

- Alat- alat yang terkontaminasi di bersihkan (dicuci) dan di sterilkan kembali. - Hasil X-ray : fraktur oss nasal.

- Obat yang di berikan :

BAB IV

PEMBAHASAN

ASUAHN KEPERAWATAN PADA Tn. “M”

DENGAN DIAGNOSA MEDIS OPEN FRAKTUR DIGITI MANUS DI RUANG IRD RSUP NTB

TANGGAL 6 MEI 2010

Dalam dokumen fraktur bahan (Halaman 57-69)

Dokumen terkait