• Tidak ada hasil yang ditemukan

Variabel

Dalam dokumen ii (Halaman 45-0)

B. VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL

1. Variabel

Keterangan :

: Variabel Independen

: Variabel Dependen

Tingkat Pengetahuan Acne Vulgaris

Tatalaksana

Tingkat Pengetahuan Penanganan saat

Acne

32 2. Definisi operasional

Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Definisi

33 C. HIPOTESIS

H0 :Tidak adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penanganan mandiri saat acne pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

Ha :Adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penanganan mandiri saat acne pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

Baik : jikaskor 8-10 Cukup : jikaskor

34 BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

A. OBJEK PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di rumah masing-masing subjek penelitian pada bulan September-Desember 2020.Adapun penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar angkatan 2017, 2018, 2019 dan 2020.

B. METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian observasional analitik. Dengan pendekatan cross sectional.

C. TEKNIK PENGAMBILANSAMPEL 1. Populasi

Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar angkatan 2017, 2018, 2019 dan 2020.

2. Sampel

Sampel penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar angkatan 2017, 2018, 2019 dan 2020. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik random sampling.Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Kriteria Inklusi dan Eksklusi, yaitu :

35 a. Kriteria inklusi

1) Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar yang bersedia menjadi responden

2) Mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar yang menandatangani informed consent

3) Mahasiswa yang menyelesaikan kuesioner.

b. Kriteria eksklusi

1) Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar yang tidak mengisi kuisioner dengan lengkap.

2) Mahasiswa yang menyelesaikan kuesioner, tetapi lewat dari batas waktu pengumpulan.

3) Mahasiswa yang menyelesaikan kuesioner tetapi tidak mengembalikan.

D. RUMUS SAMPEL DAN BESAR SAMPEL

( α

( ) )

: deviat baku alfa : deviat baku beta

36 : Proporsi pada kelompok yang sudah diketahui nilainya

: 1 - P2

: proporsi pada kelompok yang lainya merupakan judgement peneliti

: 1 – P1

: selisih proporsi minimal yang dianggap bermakna :Proporsi total = (P1 + P2)/2

: 1 – P

( α

( ) )

( √ √

( ) )

( √ √

( ) )

(

( ) )

(

( ) )

( ( )) ( )

 54 sampel

37 E. ALUR PENELITIAN

F. TEKNIK PENGUMPULAN DATA 1. Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unismuh yang ditetapkan menjadi sampel

Informed consent

Pengisian kuisioner oleh responden

Pengumpulan data responden

Pengolahan dan analisis data responden

Hasil

38 Mahasiswa/i preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Sumber Data

Sumber data primer adalah data yang diperoleh langsung peneliti dari kuesioner yang dibagikan dan dijawab oleh responden.

3. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen adalah kuesioner tentang Pengetahuan seputar acne vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada responden secara acak yang kemudian dijawab lalu dikumpulkan langsung.

G. TEKNIK ANALISIS DATA

1. Metode analisis data

Dalam penelitian ini, metode analisis data dilakukan dalam 2 tahap, yaitu:

a. Analisis Univariat

Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik dari variable independen dan dependen.Keseluruhan data yang ada

39 dalam kuisioner diolah dan disajikan dalam bentuk table distribusi frekuensi.

b. Analisis Bivariat

Analisis bivariate digunakan untuk melihat hubungan antara variable independen dan variable dependen dengan menggunakan analisis uji chi squre.Melalui uji statistic chi square akan diperoleh nilai p, dimana dalam penelitian ini digunakan tingkat kemaknaan sebesar 0,05. Penelitian dikatakan bermakna jika mempunyai nilai p ≤ 0,05. Penelitian dikatakan bermakna jika mempunyai nilai p ≤ 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima dan dikatakan tidak bermakna jika mempunyai nilai p > 0,05 yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak.

40 BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Karakteristik Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di rumah masing masing pada bulan September - Desember 2020. Data penelitian ini diperoleh melalui pengisian kuesioner secara daring oleh Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini melibatkan 54 orang subjek penelitian. Karakteristik subjek penelitian ini ditampilkan pada tabel di bawah.

Tabel 5.3. Karakteristik Subjek Penelitian

Variabel Frekuensi Persentase

Jenis Kelamin

Laki-laki 13 24,1

Perempuan 41 75,9

Angkatan

2017 17 31,5

2018 11 20,4

2019 20 37,0

2020 6 11,1

Total 54 100,0

41 Tabel 5.1 di atas menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian ini berjenis kelamin perempuan dan berasal dari angkatan 2019.

2. Faktor Penyebab Terjadinya Acne Vulgaris Tabel 5.4 Faktor Penyebab Terjadinya Acne Vulgaris

Faktor Penyebab Frekuensi Persentase

Stres 31 57,4

Hormon 35 64,8

Kosmetik 15 27,8

Makanan 6 11,1

Tabel 5.2 di atas menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian ini menganggap bahwa penyebab terjadinya Acne Vulgaris pada dirinya adalah stres. Frekuensi dari empat faktor penyebab tersebut memiliki jumlah yang tidak sama dengan jumlah subjek penelitian ini karena terdapat beberapa subjek penelitian yang menjawab lebih dari satu faktor.

3. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap dan Penanganan Saat Terjadinya Acne Vulgaris

Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap dan penanganan saat terjadinya Acne Vulgaris dianalisis dengan metode Chi square.Metode ini dipilih karena kedua variabel tersebut memiliki skala kategorik.Uji hipotesis ini dilakukan di aplikasi SPSS versi 22.

42 Tabel 5.5. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap dan Penanganan Saat Terjadinya Acne Vulgaris

Penanganan Secara Mandiri Nilai p Melakukan Tidak

Melakukan

Pengetahuan Baik n 19 7 0,027

% 11,6% 13,0%

Cukup n 6 6

% 11,1% 11,1%

Kurang n 5 11

% 9,3% 20,4%

Total n 30 24

% 55,6% 44,4%

Tabel 5.3 di atas menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian ini memiliki tingkat pengetahuan yang termasuk dalam kategori cukup dan mayoritas melakukan penanganan Acne Vulgaris mandiri secara baik.Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa pada tingkat pengetahuan apapun (baik, cukup, kurang), mayoritas subjek penelitian melakukan penanganan Acne Vulgaris mandiri secara baik. Uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap dan penanganan saat terjadinya akne vulgaris (p = 0,027; p<

0,05).

43 BAB VI

PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian ini menganggap bahwa penyebab terjadinya Acne Vulgaris pada dirinya adalah stres.Hasil ini sejalan dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Paran (2017) di Jakarta.Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 82 orang subjek penelitian tersebut bertujuan untuk menentukan hubungan stres dan pola makan dengan Acne Vulgaris pada siswa-siswi SMK.

Penelitian tersebut mendapati bahwa terdapat hubungan antara stres dengan kejadian Acne Vulgaris13.

Hasil serupa juga didapatkan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mahasin (2017) di Jakarta. Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 101 orang subjek penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan pola tidur dengan Acne Vulgaris pada siswa kelas 3 SMA Negeri 9 Jakarta. Penelitian tersebut mendapati bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadian Acne Vulgaris14.Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Silvia (2017) di Lampung juga mendukung hasil penelitian tersebut. Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 76 orang subjek penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat stres akne vulgaris ringan dengan Acne Vulgaris berat

44 berdasarkan klasifikasi Lehmann pada mahasiswa angkatan 2015-2018 prodi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Penelitian tersebut mendapati bahwa tingkat stres akan mempengaruhi derajat keparahan akne vulgaris15.

Ada sejumlah mekanisme yang menjelaskan stres sebagai faktor penyebab terjadinya akne vulgaris.Pada wanita dewasa dengan acne, stres kronis meningkatkan sekresi androgen adrenal dan menyebabkan hiperplasia sebasea.Aktivasi aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA) adalah respons adaptif utama terhadap stres sistemik.Menanggapi stres emosional, aksis HPA mengaktifkan peningkatan tingkat pelepasan kortisol.Corticotropin-releasing hormone (CRH) merupakan elemen paling proksimal dari aksis HPA.Hormon ini bertindak sebagai koordinator sentral untuk respon neuroendokrin dan perilaku terhadap stres.CRH merangsang produksi lipid kelenjar sebaceous dan steroidogenesis yang berkontribusi pada akne. Penelitian juga telah menunjukkan peningkatan ekspresi CRH di kelenjar sebaceous pada kulit yang terkena akne dibandingkan dengan ekspresi rendah pada kulit normal.Peningkatan regulasi ekspresi CRH pada kulit yang terlibat acne ini dapat mempengaruhi proses inflamasi yang menyebabkan lesi akne yang diinduksi oleh stres. CRH juga menginduksi produksi sitokin IL-6 dan IL-11 dalam keratinosit, berkontribusi pada inflamasi, yang dianggap sebagai komponen kunci dalam patogenesis acne16.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian ini memiliki tingkat pengetahuan yang termasuk dalam kategori baik dan mayoritas melakukan penanganan Acne Vulgaris mandiri secara

45 baik.Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa pada tingkat pengetahuan apapun (baik, cukup, kurang), mayoritas subjek penelitian melakukan penanganan Acne Vulgaris mandiri secara baik. Hasil deskriptif ini sejalan dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Victor (2020) di Yogyakarta.

Penelitian dengan desain cross sectional tersebut bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap Acne Vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana. Penelitian tersebut mendapati bahwa mayoritas subjek penelitiannya sebesar 76%

memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik.

Hasil deskriptif ini tidak sejalan dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Tilla (2020) di Medan, Sumatera Utara. Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 63 orang subjek penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahuihubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja di SMA Muhammadiyah 02 Medan dengan kejadian Acne Vulgaris.Penelitian tersebut mendapati bahwa mayoritas subjek penelitiannya memiliki tingkat pengetahuan yang termasuk dalam kategori cukup17.

Hasil tidak serupa juga didapatkan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hidajat (2016) di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 162 orang subjek penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahuikarakteristik pengetahuan dan persepsi penderita Acne Vulgaris terkait faktor penyebab, sumber informasi, penatalaksanaan dan dampak psikososial Acne Vulgaris di kota Mataram.

Penelitian tersebut mendapati bahwa mayoritas subjek penelitiannya memiliki pengetahuan yang termasuk dalam kategori cukup18.Sebuah penelitian yang

46 dilakukan oleh Pratama (2017) di Jember, Jawa Timur juga menunjukkan hasil tidak serupa dengan penelitian ini. Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 193 orang subjek penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahuipengetahuan tentang Acne Vulgaris dan pilihan pengobatannya di kalangan mahasiswa ilmu kesehatan Universitas Jember.Penelitian tersebut mendapati bahwa mayoritas subjek penelitiannya memiliki tingkat pengetahuan yang termasuk dalam kategori cukup dan mayoritas melakukan penanganan acne mandiri secara baik.19

Uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antaratingkat pengetahuan dengan sikap dan penanganan saat terjadinya Acne Vulgaris (p = 0,027; p > 0,05). Hasil ini sejalan dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Chandra (2017) di Yogyakarta.Penelitian dengan desain cross sectional tersebut bertujuan untuk mengetahuihubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap acne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana.Penelitian tersebut mendapati bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap penanganan Acne Vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana20.

Hasil yang sama juga didapatkan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Yusuf (2020) di Surabaya, Jawa Timur. Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 263 orang subjek penelitian tersebut bertujuan untukmengetahuihubungan antara pengetahuan pelajar SMA tentang acne pada wajah dengan perilaku pengobatannya. Penelitian tersebut mendapati bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang acne dengan perilaku pengobatan acne21.Sebuah

47 penelitian yang dilakukan oleh Febryery (2012) di Surakarta, Jawa Tengah, juga menunjukkan hasil yang sejalan. Penelitian dengan desain cross sectional yang melibatkan 100 orang subjek penelitian tersebut bertujuan untukmengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta terhadap tindakan swamedikasi Acne Vulgaris.Penelitian tersebut mendapati bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta terhadap tindakan swamedikasi Acne Vulgaris22.

Persamaan hasil pada penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dengan berbagai penelitian sebelumnya sesuai dengan pendapat Notoadmojo(2014) yaitu pengetahuan merupakan hasil dari penginderaan manusia atau hasil tahu dari seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya seperti mata, hidung, telinga. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh dari indra pendengaran (telinga) dan indra penglihatan (mata). Dimana menurut Notoadmojo, pengetahuan dibagi menjadi 4 tingkatan, dan pada penelitian kali ini responden berada pada tahap aplikasi atau application. Selain itu sejalannya penelitian ini diduga karena adanya persamaan instrument penelitian yang digunakan dimana pada penelitian ini dan penelitian pembanding sama sama menggunakan kuesioner.

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan salah satu ayat di Al-Qur‟an yaitu surah An-Nahl ayat 78 yang berbunyi

َج َرْخَأ ُ هللَّٱ َو هلَعَل َجَدِِـْفَ ْلْٱ َو َر ََٰصْتَ ْلْٱ َو َعْمهسلٱ ُمُكَل َلَعَج َو أًـْيَش َنىُمَلْعَت َلَ ْمُكِت ََٰههمُأ ِنىُطُت ۢهِّم مُك

ْمُك َنو ُرُكَْْت

48 Terjemahnya :“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.”

Menurut tafsir al Maraghi ayat ini menjelaskan bahwa Allah menjadikan kalian mengetahui apa-apa yang tidak kalian ketahui, setelah Dia mengeluarkan kalian dari dalam perut ibu. Kemudian memberi kalian akal yang dengan itu kalian dapat memahami dan membedakan antara yang baik dengan yang buruk, antara petunjuk dengan kesesatan, dan antara yang salah dengan yang benar (al Maraghi, 1992: 211)

Berdasarkan penelitian yang saya lakukan dan meninjau dari aspek islam di atas dimana membahas tentang pemahaman atau pengetahuan seseorang tentang penyakit akne vulgaris. Ayat diatas sangat jelas dimana dari tafsir menjelaskan tentang Allah lah yang memberikan kita akal sehingga akal inilah yang dapat berguna dan bermanfaat untuk manusia dimana manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang kurang tepat digunakan untuk menganalisis hubungan sebab-akibat antara variabel. Namun desain ini merupakan desain yang paling superior untuk mengetahui prevalensi dari suatu fenomena pada populasi. Kedua, penelitian ini kesulitan untuk menyingkirkan variabel perancu penelitian karena berbagai variabel perancu tersebut telah melekat erat dan tidak mungkin untuk dipisahkan seluruhnya.

49 BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Mayoritas Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar memiliki pengetahuan tentang Acne Vulgaris yang termasuk dalam kategori baik 2. Faktor penyebab terbanyak terjadinya Acne Vulgaris pada Mahasiswa

Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar adalah faktor stres

3. Terdapat adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penanganan mandiri saat acne pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar

B. Saran

1. Bagi penelitian selanjutnya agar menggunakan desain penelitian lain yang lebih tepat untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antar variabel, seperti case control dan kohort

2. Bagi penelitian selanjutnya agar mempertimbangkan berbagai variabel perancu penelitian dan sedapat mungkin menyingkirkan variabel-variabel perancu tersebut

DAFTAR PUSTAKA

1. Sibero, Hendra Tarigan, I Wayan Ardana Putra dan Dwi Indria Anggraini.

2019. Tatalaksana Terkini Acne Vulgaris. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

2. Sibero, Hendra Tarigan, Ahmad Sirajudin danDwi Indria Anggraini.2019.Prevalensi dan Gambaran Epidemiologi Akne Vulgaris di Provinsi Lampung.Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

3. Rahmanisa, Soraya dan Rika Oktaria. 2016. PengaruhEpigallocatechin-3-Gallate (EGCG) pada Teh HijauTerhadap Acne vulgaris.Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

4. Yonathan, Kevin. 2017. POTENSI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) SEBAGAI ALTERNATIF TERAPI ACNE VULGARIS.Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

5. Franca, Katlein dan Jonette Keri. 2017. Psychosocial impact of acne and postinflammatory hyperpigmentation.University of Miami Miller School of Medicine.

6. Anggraeni, Sylivia, Trisniartami Setyaningrum dan M.Yulianto Listiawan.

2017. Perbedaan Kadar Malondialdehid (MDA) sebagai Petanda Stres Oksidatif pada Berbagai Derajat Akne Vulgaris. .Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

7. Anam, Khairul . 2016.PENDIDIKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM PRESFEKTIF ISLAM. Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Kalimantan MAB Kalimantan Selatan.

8. Hapsari, Yunita , Dedianto Hidajat dan Farida Hartati. 2019. Kepekaan Mikrobiota Akne Terhadap Antibiotik Pada Pelajar SMA Penderita Akne Derajat Sedang-Berat Di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.

9. Sitohang IBS, S, Wasitatmadja SM. Akne Vulgaris. Dalam :Sri Linuwih SW Menaldi, editor. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ke-7. Jakarta:

Badan Penerbit FKUI; 2018. h.288-291

10. Teresa, Astrid. 2020. AKNE VULGARIS DEWASA : ETIOLOGI, PATOGENESIS DAN TATALAKSANA TERKINI. Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya.

11. Yenny, Satya Wydya. 2018. RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA PENGOBATAN AKNE VULGARIS. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

12. Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta:

Rineka Cipta

13. Abdullah Budi. 2018 . Konsep Manusia Dalam Islam Studi Terhadap Eksistensi Manusia. Program Studi Perbankan Syariah STAI Syekh H.Abdul Halim Hasan Binjai.

14. Al-Quran

15. Tafsir Al-Maraghi

16. Hadist Riwayat Ibnu Majah No.224 17. Tafsir Ibnu Katsir

18. Paran A. HUBUNGAN STRES DAN POLA MAKAN DENGAN AKNE VULGARIS PADA SISWA-SISWI SMK SKRIPSI [Internet].

SKRIPSI-2017. Jakarta: Universitas Trisakti; 2018 Jun [cited 2021 Jan 12].

Available from:

http://www.repository.trisakti.ac.id/webopac_usaktiana/index.php/home/d etail/detail_koleksi/0/SKR/judul/00000000000000093350/0

19. Mahasin I. HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN POLA TIDUR DENGAN AKNE VULGARIS PADA SISWA KELAS 3 SMA NEGERI 9 JAKARTA PERIODE MARET 2017 [Internet]. Jakarta; 2017 Apr [cited 2021 Jan 12]. Available from: http://repository.upnvj.ac.id/

20. Silvia E, Panonsih RN, Purwaningrum R, Rhavika DR.

PERBANDINGAN TINGKAT STRES AKNE VULGARIS RINGAN DENGAN AKNE VULGARIS BERAT PADA MAHASISWA

PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI. J Ilmu Kedokt dan Kesehat [Internet]. 2019 Dec 28 [cited 2021 Jan 12];6(1):43–8. Available from:

http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/2286 21. Zari S, Alrahmani D. The association between stress and acne among

female medical students in Jeddah, Saudi Arabia. Clin Cosmet Investig Dermatol [Internet]. 2017 Dec 5 [cited 2021 Jan 12];10:503–6. Available from: /pmc/articles/PMC5722010/?report=abstract

22. Tilla A. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kejadian Acne Vulgaris Pada Remaja di SMA Muhammadiyah 02 Medan. J PANDU HUSADA [Internet]. 2019 Dec 13 [cited 2021 Jan 12];1(1).

Available from: http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/JPH/article/view/3849 23. Hidajat D. Karakteristik Pengetahuan dan Persepsi Penderita Akne

Vulgaris di Kota Mataram. Unram Med J. 2016;5(4).

24. Pratama A. Survei Pengetahuan dan Pilihan Pengobatan Jerawat di Kalangan Mahasiswa Kesehatan Universitas Jember (A Survey on Knowledge and Treatment Options of Acne Vulgaris Among Health Science Students of Universitas Jember). J Pustaka Kesehat [Internet].

2017 May 26 [cited 2021 Jan 12];5(2):2017. Available from:

https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JPK/article/view/5871

25. Chandra V. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP ACNE VULGARIS PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA.

Yogyakarta; 2017.

26. Yusuf V. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Pelajar Sekolah Menengah Atas Tentang Acne Vulgaris Pada Wajah Dengan Perilaku Pengobatannya. Tunas Med J Kedokt Kesehat [Internet]. 2020 [cited 2021 Jan 12];6(2). Available from:

http://jurnal.ugj.ac.id/index.php/tumed/article/view/3723

27. Febryery LC. Evaluasi Hubungan Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta Terhadap Tindakan Swamedikasi Acne Vulgaris. Surakarta; 2012.

LAMPIRAN

Hasil Analisis SPSS

KUESIONER

LEMBAR PENJELASAN PENELITIAN

Dengan hormat, saya:

Nama :

NIM :

Sebagai Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar, sedang melakukan penelitian skripsi yang berjudul Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dengan Perawatan Mandiri Acne Vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokeran Universitas Muhammadiyah Makassar. Skripsi ini dilakukan sebagai salah satu syarat kelulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar. Untuk membantu penelitian berjalan dengan lancar, saya meminta kesediaan Anda untuk menjadi responden dengan mengisi lembar kuesioner ini. Jawaban yang telah diisi anda akan saya jamin kerahasiannya dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian.

Demikianlah permohonan dari saya. Atas perhatian dan kerja sama anda, saya ucapkan terima kasih.

Peneliti

LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN

Saya yang berrtanda tangan dibawah ini:

Nama Lengkap :………...

Tanggal Lahir :

Menyatakan bahwa saya telah mendapat penjelasan mengenai penelitian dengan judul: Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dengan Perawatan Mandiri Acne Vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokeran Universitas Muhammadiyah Makassar dan saya bersedia menjadi responden dengan mengikuti kegiatan penelitian yang akan dilakukan.

Makassar, _____________2020

Saksi Yang Membuat Pernyataan

____________________ ____________________

PETUNJUK PENGISIAN KUISIONER

Mohon dibaca sebelum Anda mengisi kuesioner.

1. Sebelum mengisi kuesioner, Anda diminta untuk mengisi identitas responden terlebih dahulu.

2. Dalam suatu pertanyaan, terdapat beberapa pilihan jawaban. Berilah tanda (X) pada pilihan jawaban yang tersedia yang sesuai dengan keadaan yang dialami, atau isilah titik-titik yang sesuai dengan keadaan yang dialami.

3. Jawablah pertanyaan dengan jujur dan sesuai dengan keadaan yang dialami. Tidak ada jawaban yang benar ataupun salah. Jawaban yang jujur, yang menunjukkan diri Anda, sangat diharapkan dalam pengisian lembar kuesioner ini.

KUESIONER

1. Apa nama bakteri yang menyebabkan akne vulgaris?

a. Mycobacterium leprae b. Staphylococcus Aureus c. Propionibacterium acnes d. Trichophyton rubrum

2. Mana yang merupakan lesi utama pada akne vulgaris?

a. Pustul b. Komedo c. Papul d. Nodul

3. Gejala klinis akne dibagi menjadi 2, lesi inflamasi dan lesi non inflamasi.

Manakah lesi berikut yang termasuk dalam lesi non-inflamasi?

a. Pustul b. Nodulokistik c. Komedo d. Nodul

e. Papulerimatosa

4. Berikut ini merupakan patogenesis acne vulgaris, kecuali…

a. Produksi sebum yang berlebih b. Terjadi sumbatan folikel

c. Terjadinya proses anti-inflamasi d. Aktivitas kolonisasi bakteri e. Proses inflamasi

5. Ada berapa grading (tingkatkeparahan) akne vulgaris?

a. 2 b. 3 c. 4 d. 5

6. Berikut ini termasuk dalam faktor ekstrinsik akne vulgaris, kecuali…

a. Stress b. Suhu c. Kelembaban d. Hormonal

7. Berikut ini termasuk dalam pencegahan akne vulgaris, kecuali…

a. Mengurangi sumber stress yang berlebihan b. Menghindari memegang lesi dengan tangan

c. Menghindari penggunaan kosmetik yang bersifat acnegenik d. Melakukan ekstrasisi komedo

8. Manakah kebiasaan buruk berikut yang dapat menyebabkan infeksi sekunder pada akne vulgaris?

a. Mencuci muka secara berkala dengan sabun dan air 2x sehari b. Tidak memegang jerawat dengan tangan

c. Mengurangi faktor pemicu jerawat d. Memecahkan jerawat dengan paksa 9. Bagaimana tata laksana akne ringan?

a. Antibiotik oral dikombinasikandengan Isotretinoin

b. Retinoid topikal dikombinasikan dengan benzoil peroksida c. Antibiotik topikal dikombinasikandengan triamcinolone d. Isotretinoin oral dikombinasikan dengan triamcinolone 10. Berikut ini merupakan infeksi sekunder akne vulgaris, kecuali…

a. Scar

b. Gangguan psikologis c. Hiperpigmentasi

d. Hipopigmentasi

11. Ketika anda mengalami akne vulgaris, apakah anda mengurangi faktor pencetus atau faktor yang memperparah kondisi tersebut?

a. Ya b. Tidak

12. Apakah anda sering memecahkan jerawat dengan paksa?

a. Ya b. Tidak

13. Apakah anda rutin mencuci muka dengan air dan sabun 2 kali sehari?

13. Apakah anda rutin mencuci muka dengan air dan sabun 2 kali sehari?

Dalam dokumen ii (Halaman 45-0)

Dokumen terkait