A. Tinjauan Pustaka
2. Pengetahuan
Menurut Notoatmodjo (2014) pengetahuan merupakan sebuah hasil tahu yang dari sebelumnya tidak tahu menjadi tahu pada seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya seperti mata, telinga, penghidu, perasa, peraba.Pengetahuan darisetiap individu pasti memiliki perbedaan tergantung dari bagaimana cara penginderaannya masing-masing terhadap objek atau sesuatu. Secara garis besar terdapat 6 tingkatan pengetahuan menurut Notoatmodjo, yaitu:12
24 1. Tahu (know)
Pada tahap tahu atau know yaitu baru memiliki pengetahuan yang baru dalam batas berupa mengingat kembali apa yang telah dipelajari pada sebelumnya, menguraikan, menyebutkan, mendefinisikan, menyatakan. Pada tahap tahu ini, masih dalam tahap pengetahuan yang paling rendah dibanding yang lain.12
2. Memahami (comprehension)
Pengetahuan yang dimiliki pada memahami atau comprehension adalah dimana pada tahap ini sudah dapat diartikan sebagai suatu kemampuan yang dapat menjelaskan tentang suatu objek atau sesuatu dengan baik dan benar.Seseorang yang telah faham dan mengerti tentang pelajaran atau materi yang telah diberikan dapat menjelaskan, menyimpulkan, dan menginterpretasikan suatu objek atau sesuatu yang telah dipelajari pada saat sebelumnya.13
3. Aplikasi (application)
Pengetahuan yang dimiliki pada tahap Aplikasi atau application ini yaitu pengetahuan yang sudah dapat mengaplikasikan atau menerapkan suatu materi yang sudah dipelajarinya sebelumnya, pada situasi kondisi nyata atau sebenarnya.12
25 4. Analisis (analysis)
Pengetahuan yang dimiliki pada tahap analisis merupakan suatu kemampuan yang sudah dapat menjabarkan sebuah materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen yang ada kaitannya satu sama lain atau berkesinambungan.
Kemampuan analisis yang dimiliki seperti dapat menggambarkan (membuat bagan), memisahkan dan mengelompokkan, membedakan atau membandingkan.12
5. Sintesis (synthesis)
Pengetahuan yang pada tahap sintesis adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mengaitkan berbagai elemen atau unsur pengetahuan yang ada menjadi suatu pola baru yang lebih menyeluruh dan komplek.12
3. Pandangan Islam
Allah SWT sebagai Pencipta telah menciptakan langit dan bumi, dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya. Salah satu ciptaan Allah itu adalah manusia, yang diberi keistimewaan berupa kemampuan berfikir melalui alat inderanya yang melebihi jenis makhluk lain yang sama- sama menjadi penghuni bumi. Jadi, kita sebagai manusia sudah sepantasnya memanfaatkan apa yang sudah dianugerahkan oleh Allah SWT dengan
26 sebaik-baiknya. Hal ini dibahas pada salah satu ayat Al-Qurán pada surah An-Nahl ayat 78.
ْفَ ْلْٱ َو َر ََٰصْتَ ْلْٱ َو َعْمهسلٱ ُمُكَل َلَعَج َو أًـْيَش َنىُمَلْعَت َلَ ْمُكِت ََٰههمُأ ِنىُطُت ۢهِّم مُكَج َرْخَأ ُ هللَّٱ َو َنو ُرُكَْْت ْمُكهلَعَل َجَدِِـ
Terjemahnya : “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.”
Menurut tafsir al Maraghi ayat ini menjelaskan bahwa Allah menjadikan kalian mengetahui apa-apa yang tidak kalian ketahui, setelah Dia mengeluarkan kalian dari dalam perut ibu. Kemudian memberi kalian akal yang dengan itu kalian dapat memahami dan membedakan antara yang baik dengan yang buruk, antara petunjuk dengan kesesatan, dan antara yang salah dengan yang benar.
Sesuai dengan penjelasan tafsir diatas, Salah satu pemanfaatan anugerah tersebut yang bisa dilakukan adalah dengan menuntut ilmu.
Seperti yang kita ketahui, bahwa islam merupakan agama yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, hal ini ditegaskan dalam sebuah hadist riwayat Ibnu Majah no. 224 yang berbunyi :
ُةَلَط ِمْلِعْلا حَضْي ِرَف ًَلَع ِّلُك ٍمِلْسُم Artinya : “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah no. 224)
Salah satu anugerah terbesar lainnya yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Taála yaitu memiliki keadaan tubuh yang sehat dan bugar, Allah menciptakan manusia secara baik, adil dan seimbang, kecuali Allah
27 yang maha kuasa menghendaki hal lain, ada kala saatnya dimana keadaan tubuh manusia tidak seimbang, keadaan ini biasa manusia sendiri yang melakukannya dengan cara merusak sistem tubuhnya seperti yang terjadi dengan kulit terutama pada wajah yang sedang infeksi karena jerawat akan dapat meninggalkan bekas luka menghitam bahkan sampai jaringan parut akibat suka memencet jerawat hingga terjadi luka, saluran pencernaan juga dapat terganggu akibat mengkonsumsi makanan secara berlebihan, makanan yang berlemak, terlalu manis, terlalu pedas dan makanan yang tidak sehat atau kebiasaan lain seperti merokok yang dapat merusak sistem pernafasan dan paru- paru, meminum minuman keras dan memakai obat-obatan terlarang dapat merusak organ tubuh, selain itu bekerja tanpa istirahat dan pola hidup sehat dan bersih dapat memberikan dampak yang berarti bagi tubuh.7 (QS.Asyu‟ara :30 )
ه ِّم مُكَث ََٰصَأ ٓاَم َو ٍريِثَك هَع ۟اىُفْعَي َو ْمُكيِدْيَأ ْتَثَسَك اَمِثَف ٍحَثي ِصُّم
Artinya : “Dan musibah apapun yang menimpamu, itu adalah akibat perbuatan tanganmu”
Menurut Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Rasulullah Saw. bersabda,
“Hai Ali, aku akan menafsirkannya kepadamu: Apa saja yang menimpa kamu berupa sakit atau siksaan atau musibah di dunia, maka dikarenakan ulah tanganmu sendiri, dan Allah Swt. Maha Penyantun dari menduakalikan siksaan-Nya di akhirat nanti. Dan apa yang dimaafkan oleh Allah di dunia, maka Allah Swt.
Mahamulia dari mengulanginya sesudah memaafkannya.”
28 Mencegah penyakit lebih diprioritaskan daripada pengobatannya.Salah satu iman dalam Islam ialah kebersihan, jadi masalah menjaga kebersihan dalam Islam sangat penting.Selain di agama Islam, masalah menjaga kebersihan juga penting dalam bidang kesehatan dan ilmu Kedokteran.Al- Thaharat disebut juga dengan masalah yang dihubungkan dengan kebersihan dalam terminologi Islam.Upaya –upaya yang dilakukan dapat menghambat terjadinya penularan ataupun penyebaran dari berbagai jenis penyakit, kuman, bakteri maupun virus merupakan upaya preventif atau pencegahan. Imam Al- Suyuthi, 'Abd Al- Hamid Al Qudhat, dan ulama yang lain menyatakan, dalam Islam menjaga kesucian dan kebersihan termasuk bagian dari ibadah.7
Dalam ucapan -ucapan bijaksana Nabi Daud „alaihis-salam berkata
"kesehatan adalah kerajaan yang tersembunyi". Selain itu Nabi Daud „alaihis-salam berkata "Kesehatan adalah mahkota di kepala orang-orang yang sehat, yang hanya bisa dilihat oleh orang- orang yang sakit." , "kesehatan adalah harta karun yang tak terlihat." dan juga “sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
Rasulullah bersabda “Dua nikmat yang sering tidak diperhatikan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang.”(HR. Bukhari yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas).7
29 Berikut adalah ayat yang membahas tentang kisah nabi Ayyub.AS yang dimana pada ayat ini menceritakan cobaan berupa sakit yang di hadapi Nabi Ayyub.AS.
هْيِم ِح ّٰرلا ُمَح ْرَا َتْو َا َو ُّرُّضلا َيِىهسَم ْيِّوَا ٗۤ ههت َر يَٰد اَو ْذِا َب ْىُّي َا َو
"dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, (Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 83)
Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir “Allah Ta‟ala menceritakan tentang Ayyub as. yang mendapatkan ujian musibah dalam harta, anak dan tubuhnya. Dahulu, beliau memiliki kendaraan, binatang ternak dan tanaman yang banyak sekali, anak yang banyak dan tempat tinggal yang menyenangkan. Lalu, semua yang beliau miliki diuji dengan musibah dan dilenyapkan seluruhnya, kemudian diberi musibah pula tubuhnya, hingga tidak ada seorang pun yang mendekatinya selain isteri yang mengurusnya. Dikatakan bahwa isterinya itu merasa lelah, lalu mempekerjakan seseorang untuk mengurus suaminya itu.
Penjelasan tafsir Ibnu Katsir di atas juga menjelaskan tentang cobaan penyakit yang Nabi Ayyub A.S hadapi, dimana dalam kisahnya juga menceritakan penyakit kulit yang Nabi Ayyub A.S derita sehingga Nabi Ayyub A.S mengucapkan doa, seperti doa yang ada pada surah Al-Anbiya ayat 83. Pada kisah Nabi Ayyub A.S bisa menjadi contoh di mana bisa untuk di baca ketika kita di timpa musibah. Merujuk dari penyakit Akne Vulgaris yang sesuai penelitian ini
30 maka sangat di peruntukan untuk bisa membaca do‟a ini ketika tertimpa musiba penyakit kulit seperti Akne Vulgaris.