• Tidak ada hasil yang ditemukan

Active Learning Tipe Group Resume a. Pengertian Group Resume

C. Permasalahan

4. Active Learning Tipe Group Resume a. Pengertian Group Resume

e. Kelemahan Pembelajaran Tipe Information Search

1) Adanya tingkat kecerdasan siswa yang berbeda-beda, akan terjadi hambatan berupa perbedaan penangkapan materi yang akan dibahas.

2) Adanya diskusi membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses pembelajaran.

3) Hanya ditujukan pada mata pelajaran yang mempunyai cakupan materi yang luas sehingga dalam mencari informasi atau jawaban bisa terus dikembangkan.

4) Informasi yang didapat akan terbatas jika sumber untuk diperoleh informasi juga terbatas.57

4. Active Learning Tipe Group Resume

44

saling mengenal. Aktivitas ini akan semakin efektif jika resume yang dibuat sangat relevan dengan materi yang dipelajari.59

Hisyam Zaini memaparkan bahwa teknik resume secara khusus menggambarkan prestasi, kecakapan, dan pencapaian individual. Sedangkan resume kelompok (group resume) merupakan cara yang menyenangkan untuk membantu siswa lebih mengenal atau melakukan kegiatan membangun tim dari sebuah kelompok yang para anggotanya telah mengenal satu sama lain.60

Tim akan bekerja sama dalam kelompok untuk membuat resume yang telah ditentukan oleh guru. Melalui kelompok ini diharapkan diperoleh hasil yang optimal. Di samping itu juga akan memupuk sikap gotong royong, toleransi, demokrasi dan memupuk keterampilan mengadakan interaksi social. Lebih dari itu kegiatan ini akan menumbuhkan semangat dan motivasi belajar siswa sehingga siswa akan lebih senang dalam belajar.

b. Manfaat Group Resume

Group Resume memberikan manfaat diantaranya:

1) Mempertinggi hasil belajar

2) Menumbuhkan dan mempertinggi rasa sosial 3) Membentuk manusia yang berbudi tinggi

4) Menghilangkan perasaan rendah diri, pemalu dan egois

59Ibid, h. 69

60Yekti Lestari, Op.Cit, h. 5

5) Menambah pengalaman-pengalaman baru.

Strategi pembelajaran aktif group resume merupakan salah satu cara untuk mendapatkan partisipasi aktif dari seluruh siswa khususnya terhadap kelompok yang menjelaskan. Di dalam proses pembelajaran ini siswa dapat mendengarkan dengan aktif, menjelaskan kepada teman, bertanya kepada teman dan guru, menangkapi pertanyaan dan beragumentasi. Semakin banyak aktifitas yang dilakukan, semakin banyak pula pemahaman yang diperoleh, yang akhirnya hasil belajar juga semakin meningkat.

c. Keunggulan dan Kekurangan Group Resume 1) Keunggulan

Keunggulan pembelajaran tipe Group Resume ialah memberi kemudahan dalam pemberian tugas serta siswa belajar melaksanakan tanggung jawab pribadinya dan saling keterkaitan dengan teman-teman kelompoknya, metode ini dapat membuat siswa siap menjawab pertanyaan yang diberikan guru, siswa juga bersungguh-sungguh dalam melakukan diskusi dalam menyusun resume kelompok.

2) Kekurangan

Kekurangan pembelajaran tipe Group Resume ialah kadang kala penetapan kelompok yang permanen membuat siswa lupa dengan teman-teman sekelompoknya, hal ini bisa terjadi karena guru kurang kratif mempersiapkan pembelajaran secara matang.

61Sriyono, Teknik Mengajar Dalam CBSA (Jakarta: Rineka Cipta, 1992) h. 20

46

d. Prosedur Pembelajaran Dengan Menggunakan Tipe Group Resume Silberman mengungkapkan prosedur pembelajaran dengan menggunaka tipe group resume adalah sebagai berikut:62

1) Bagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3 – 6 orang.

2) Jelaskan kepada siswa bahwa aktivitas ini akan menggali bakat mereka dan merupakan pengalaman yang luar biasa.

3) Katakan bahwa salah satu cara untuk mengidentifikasi dan menunjukkan kelebihan yang dimiliki kelas adalah dengan membuat resume kelompok.

4) Bagikan kertas karton dan spidol kepada kelompok untuk menuliskan resume mereka. Resume harus mencantumkan informasi yang membanggakan “kelompok” secara keseluruhan.

5) Perintahkan semua kelompok untuk menyajikan resume dan catat keseluruhan potensi yang dimiliki oleh keseluruhan kelompok.

e. Langkah-langkah

Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Silberman di atas, maka langkah-langkah dari pembelajaran active tipe group resume dilaksanakan dengan cara berikut:

1) Guru mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdo’a.

2) Guru mengecek daftar hadir siswa.

62Melvin L. Silberman, Loc.Cit, h. 69

3) Guru menjelaskan kompetensi dasar, indikator yang ingin dicapai dan materi secara garis besar serta strategi pembelajaran yang akan digunakan.

4) Guru meminta kepada siswa agar duduk secara berkelompok yang terdiri dari 3 – 6 orang, dimana pembagian kelompok dilakukan secara heterogen.

5) Guru sering menggunakan strategi group resume karena membuat guru lebih mudah dalam menyampaikan materi pembelajaran.

6) Guru membagikan Lembar Kerja Siswa kepada tiap-tiap kelompok sebagai petunjuk untuk membuat resume.

7) Guru membagikan sebuah karton dan spidol pada tiap kelompok, kemudian guru meminta siswa untuk berdiskusi mengenai materi pada LKS dan membuat resume secara garis besar pada kertas karton yang telah dibagikan.

8) Guru memerintahkan tiap-tiap kelompok untuk menyajikan hasil resumenya di depan kelas.

9) Berikan kesempatan kelompok lain untuk bertanya pada resume yang dipresentasikan di depan kelas.

10) Berikan penilaian dan penguatan pemahaman pada resume yang dipresentasikan.

11) Memberikan penegasan dan menyimpulkan materi belajar.

12) Memberikan tugas mandiri untuk mendalami materi ajar.

13) Menanamkan nilai-nilai dan pesan-pesan positif bagi siswa.

48

14) Mengakhiri pelajaran dengan mengucapkan salam dan Hamdallah.

15) Dalam pembelajaran kelompok perlu diperhatikan tetang alokasi waktu dengan ketercapaian tujuan pembelajaran, karena seringkali pembelajaran kelompok menggunakan waktu yang melebihi dari waktu yang dialokasikan.63

5. Pendidikan Agama Islam

Pendidikan adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, bertakwa dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Quran dan Al-Hadis, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, serta penggunaan pengalaman.

Makna pendidikan jika ditinjau dari segi bahasa (etimoligi) dan segi istilah (terminologi), dilihat dari segi bahasa Pendidikan Agama Islam mengacu pada term al- Tarbiyah, al-Ta’dib, al- Thalim, dari ketiga term tersebut Tarbiyah yang paling banyak digunakan, walaupun secara sematik kata Tarbiyah di terlalu dikhususkan atau ditunjuk untuk mendidik manusia, tetapi dapat disepakati kepada specises lain, minsalnya seperti mineral, tanaman dan hewan. Oleh karena itu, dari al- Tarbiyah, al-Ta’dib, al- Thalim, al- Attas lebih condong mengunakan kata al- Ta’dib yang berasal dari kata addaba untuk menggambarkan pendidikan, karena addaba mempunyai arti untuk mengatur pikiran dan

63Ibid, h 72

jiwa, menambah pada baiknya kualitas dan tambang pikiran jiwa, melakukan pembenahan untuk memperbaiki kesalahan dalam bertindak, membenahi diri yang salah serta memilihara tingkah laku yang kurang baik.64

Jika dilihat atau ditinjau dari segi Istilah (terminologi) Pendidikan Agama Islam memiliki beberapa pengertian. Zakiyah Daradjat dalam buku Abdul Majid Pengertian lainnya Pendidikan Agama Islam adalah “usaha sadar untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami kandungan ajaran Islam secara menyeluruh, menghayati makna tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup”.65

Yang mana Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam itu secara keseluruhan terliput dalam lingkungan Al-Quran dan Al-Hadis, keimanan, akhlak, figih, dan sejarah, sekaligus menggambarkan bahwa ruang lingkup Pendidikan Agama Islam mencangkup perwujudan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT, diri sendiri sesama manusia, makhluk lainnya maupun lingkungannya. Menurut Ahmad Tafsir Pendidikan Agama Islam merupakan suatu bimbingan yang diberikan oleh seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai ketentuan ajaran Islam.66

64Syamsul Ma’rif, Revitalisasi Pendidikan Islam, (Yogyakarta : Graha Ilmu, 2007), h. 69.

65Majid, Abdul, Belajar Dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya, 2012), h. 12.

66Tafsir, Ahmad, Ilmu Pendidikan Islam dalam perspektif Islam, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013), h. 32.

50

Muhammad Fadhil Al-Jamali mengartikan Pendidikan Agama Islam merupakan “upaya mengembangkan, mendorong, serta mengajak manusia untuk lebih berkembang dan bahkan maju dengan berlandaskan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia, sehingga terbentuk individu yang sempurna baik yang berkaitan dengan akal, perasaan, dan juga perbuatan.67

Dari uraian diatas maka dapat simpulkan Pendidikan Agama Islam merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidikan dalam mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang telah direncakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

a. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan peserta didik. Menurut Ambarini menyatakan bahwa proses pembelajaran pada dasarnya merupakan interaksi pendidik (guru) dengan peserta didik (peserta didik) untuk mencapai tujuan belajar yang diharapkan.Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan

67Abdul Munzib dan Jusuf Muzakkir, Ilmu pendidikan Islam, cet -1 (Jakarta : kencana, 2006), h. 26.

prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.68

Dalam proses pembelajaran guru adalah pengarah bagi jalannya proses pembelajaran tersebut. Dalam hal ini guru dituntut untuk dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membangkitkan semangat peserta didik dalam proses belajar mengajar agar hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri didalam interaksi dengan lingkungannya. Menurut Abdillah, belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah laku, baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotorik untuk memperoleh tujuan tertentu.69

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah usaha sadar dan terencana guru untuk membuat peserta didik belajar sehingga terjadi proses perubahan tingkah laku pada diri peserta didik ke arah yang lebih baik agar tercapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Salah satu pembelajaran yang dilakukan di sekolah yaitu pembelajran PAI dan Budi Pekerti.

68 Hamalik, O. 2003. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, h. 57

69 Aunurrahman. 2016. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta, h. 35

52

b. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam di sekolah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia Muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaannya, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Tujuan Pendidikan Agama Islam di atas merupakan turunan dari tujuan pendidikan nasional, suatu rumusan dalam UUSPN (UU no. 20 tahun 2003) berbunyi:”Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berakhlak mulia, sehat, berilmu, serta bertanggung jawab cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”70

Tujuan pendidikan Islam pada hakikatnya identik dengan tujuan dari tujuan Islam itu sendiri, tujuan yang dimaksud adalah menyatu dalam hakikat penciptaan manusia, serta tugas yang diamanahkan kepadanya sesuai dengan statusnya.

Mengiringi perintah tersebut maka tujuan pendidikan Islam itu sendiri menurut M. Arifin mengandung 3 dimensi nilai yaitu:

70Ibid., h. 12.

1) Dimensi yang mengandung nilai yang meningkatkan kesejahteraan hidup manusia didunia,

2) Dimensi yang mengandung nilai untuk mendorong manusia berusaha keras untuk meraih kehidupan diakhirat yang membahagiakan.

3) Dimensi yang mengandung nilai-nilai yang dapat memadukan antara kepentingan duniawi dan ukhrawi .71

Dari uraian yang dipaparkan tersebut, tujuan yang dikemukakan Al-Syaibany ini lebih terarah, tetapi ini perlu lebih dijabarkan yang lebih operasional dan konkrit sehingga tujuan yang ingin dicapai tersebut tercapai. Dengan tujuan yang beberapa ahli yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah menciptakan atau membentuk peserta didik menjadi insan yang shaleh dan bertakwa kepada Allah swt dengan sebenar-benarnya yang mana tujuannya untuk mendapatkan kebahagian baik dunia maupun akhirat.

Fungsi pendidikan Islam tersebut adalah memelihara dan mengembangkan fitrah dan sumber daya manusia menuju terbentuknya manusia yang berkualitas sesuai dengan pandangan Islam.

c. Materi dan Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam

Didalam kurikulum ada materi pelajara, dimana materi pelajaran adalah bahan ajar yang ada didalam ruang lingkup kurikulum itu sendiri. bahan ajar itu juga disebut segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Bahan itu adalah bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis yang

71Jalaluddin, Pendidikan Islam, (Jakarta : Rajawali Pers, 2016), h.143.

54

memungkinkan peserta didik dapat mempelajari dan menguasai suatu kompetensi, dimana sebuah bahan ajar paling tidak mencangkup beberapa yaitu: Petunjuk bagi guru/ anak didik, Kompetensi yang akan dicapai, Informasi yang didukung, Latihan-latihan, Petunjuk kerja, evaluasi.72

Adapun ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi keserasian keselarasan dan keseimbangan antar beberapa hal berikut:

hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan makhluk lainnya dan juga lingkungannya. Adapun ruang lingkup materi atau bahan ajar Pendidikan Agama Islam meliputi unsur pokok : Keimanan, Ibadah, Al-Quran, Akhlak, Muamalah, Syariah dan Tarikh/ Sejarah.73

6. Pengaruh Model Active Learning Tipe Group Resume terhadap Hasil

Dokumen terkait