C. Permasalahan
2. Model Active Learning
2) Tes bantuan guru sendiri dimana suatu proses tes yang dilakukan oleh guru dengan isi dan tujuan khusus untuk sekolah atau tempat belajar mengajar.41
Posisi nilai untuk mengetahui siswa sudah berhasil atau belum menguasai kompetensi dalam pembelajaran sebagai berikut:
TABEL II.1 Kreteria Nilai
No Nilai Kreteria Keterangan
1 8-10 =80-100 3,1-4 A Sangat Baik
2 7-79 =70-79 2,1-3 B Baik
3 6-69 =60-69 1,1-1 C Cukup
4 5-59 =50-59 1 D Kurang
5 0-49 =0-49 0 E Gagal
Di mana keterangan pada kreteria nilai menyatakan siswa mendaptkan hasil belajar 70 – 79 sudah dikatakan baik, dan siswa mendaptkan 0 - 49 dikatakan gagal.42
30
Model belajar aktif adalah Model dalam pengelolaan sistem pembelajaran melalui cara-cara belajar yang aktif menuju belajar yang mandiri. Kemampuan belajar mandiri ini merupakan tujuan akhir dari belajar aktif (active learning). Untuk dapat mencapai hal tersebut kegiatan pembelajaran dirancang sedemikian rupa agar bermakna bagi siswa atau anak didik.43
Model active learning merupakan istilah dalam dunia pendidikan yaitu sebagai strategi belajar mengajar yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dan untuk mencapai keterlibatan siswa agar efektif dan efisien dalam belajar membutuhkan berbagai pendukung dalam proses belajar mengajar. Misalnya dari sudut siswa, guru, situasi belajar, program belajar dan dari sarana belajar. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa active learning menempatkan siswa sebagai inti dalam kegiatan belajar mengajar.
Siswa dipandang sebagai objek dan sebagai subjek.
Model ini dicetuskan oleh Melvin L. Silberman. Asumsi dasar yang dibangun dari model pembelajaran ini adalah bahwa belajar bukan merupakan konsekuensi otomatis dari penyampaian informasi kepada siswa. Belajar membutuhkan keterlibatan mental dan tindakan sekaligus. Pada saat kegiatan belajar itu aktif, siswa melakukan sebagian besar pekerjaan belajar. Mereka mempelajari
43Rina Febriana, Konmoetensi Guru, (Jakarta, Bumi Aksara, 2019) h. 58
gagasan, memecahkan berbagai masalah, dan menerapkan apa yang mereka pelajari.44
Menurut Melvin L. Silberman, Model active learning merupakan sebuah kesatuan sumber kumpulan strategi-strategi pembelajaran yang komprehensif, yang meliputi berbagai cara untuk membuat peserta didik menjadi aktif.45 Dengan demikian, active learning dapat dikatakan sebagai suatu proses pembelajaran dengan maksud untuk membuat peserta didik aktif dan terlibat langsung dalam pembelajaran.
Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik. Dengan demikian, semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Di samping itu, pembelajaran aktif (active learning) juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa atau anak didik agar tetap tertuju pada proses pembelajaran.46
Belajar yang memiliki makna dapat terjadi jika siswa berperan secara aktif dalam proses belajar. Dengan demikian, siswa mampu memutuskan apa yang akan di pelajari dan cara mempelajarinya.
Lebih dari 2400 tahun silam, Konficius menyatakan:47
44Ibid, h. 44
45 Melvin L. Silberman, Op.Cit . h. 35
46 Ngalim Purwanto, Op.Cit. h. 30
47Melvin L. Silberman, Op.Cit. 23
32
Yang saya dengar, saya lupa.
Yang saya lihat, saya ingat.
Yang saya kerjakan, saya pahami.
Ketiga pernyataan tersebut berusaha menekankan mengenai pentingnya belajar aktif (active learning) agar apa yang dipelajari di sekolah tidak menjadi suatu hal yang sia-sia. Ungkapan di atas tersebut sekaligus menjawab permasalahan yang sering dihadapi dalam proses pembelajaran, yaitu tidak tuntasnya penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran. Melvin L. Silberman dalam bukunya yang berjudul Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif, memodifikasi dan memperluas kata-kata bijak Konficius menjadi apa yang disebut Paham Belajar Aktif.48
Yang saya dengar, saya lupa.
Yang saya dengar dan lihat, saya sedikit ingat.
Yang saya dengar, lihat, dan pertanyakan atau diskusikan dengan orang lain, saya mulai pahami.
Yang saya dengar, lihat, bahas, dan terapkan, saya dapatkan pengetahuan dan keterampilan.
Yang saya ajarkan kepada orang lain saya kuasai.
Ada sejumlah alasan mengapa sebagian besar orang cenderung lupa tentang apa yang mereka dengar. Salah satu jawabannya adalah adanya perbedaan antara kecepatan bicara guru dengan tingkat kemampuan siswa dalam mendengarkan apa yang disampaikan guru.
48Ibid, h. 23
Sebagian besar guru berbicara sebanya 100-200 kata per menit, sementara siswa hanya mampu mendengarkan 50-100 kata per menitnya (setengah dari apa yang dikemukakan guru). Itu karena siswa juga berpikir banyak selama mereka mendengarkan. Penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu mendengarkan (tanpa memikirkan) dengan kecepatan 400 hingga 500 kata per menit.
Ketika mendengarkan dalam waktu berkepanjangan terhadap seorang guru yang berbicara terlalu lambat, siswa cenderung menjadi jenuh, dan pikiran mereka mengembara entah ke mana.
Dalam hal ini, penambahan visual pada proses pembelajaran dapat dilakukan agar bisa menaikkan ingatan hingga 171% dari ingatan semula. Dengan demikian, penambahan visual di samping auditori dalam pembelajaran, kesan yang masuk dalam diri siswa semakin kuat sehingga dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan hanya menggunakan audio (pendengaran) saja. Hal ini disebabkan karena fungsi sensasi perhatian yang dimiliki siswa saling menguatkan, apa yang didengar dikuatkan oleh penglihatan (visual) dan apa yag dilihat dikuatkan oleh audio (pendengaran).
Peran siswa dan guru dalam konteks belajar aktif merupakan hal yang sangat penting. Guru berperan aktif sebagai fasilitator yang membantu memudahkan siswa dalam belajar, sebagai narasumber yang mampu mengundang pemikiran dan daya kreasi siswa, sebagai pengelola yang mampu merancang dan melaksanakan kegiatan
34
belajar bermakna, serta dapat mengelola sumber belajar yang diperlukan.
Melalui Model belajar aktif, siswa diharapkan dapat mampu mengenal dan mengembangkan kapasitas belajar dan potensi yang mereka miliki. Di samping itu, siswa secara penuh dan sadar dapat menggunakan potensi sumber belajar yang terdapat di lingkungan sekitarnya, lebih terlatih untuk berprakarsa, berpikir secara sistematis, kritis, dan tanggap sehingga dapat menyelesaikan masalah sehari-hari melalui penelusuran informasi yang bermakna baginya.
b. Kelebihan dari model active learning 1) Berpusat pada peserta didik.
2) Penekanan pada menemukan pengetahuan bukan menerima pengetahuan.
3) Mengajak siswa untuk belajar bertanggung jawab terhadap pembelajaran dan pendidikan mereka sendiri.
4) Meningkatkan minat dan tantangan bagi guru karena mereka akan banyak belajar mengenai hal-hal yang baru.
5) Kemungkinan penguasaan materi akademik menjadi lebih besar karena keterlibatan langsung siswa dengan materi tersebut melalui kegiatan yang dilakukannya.
c. Kelemahan-Kelemahan Penerapan Model Active Learning 1) Keterbatasan waktu.
2) Kemungkinan bertambahnya waktu untuk persiapan.
3) Ukuran kelas yang besar.
4) Keterbatasan materi, peralatan dan sumberdaya 5) Resiko penerpan active learning.
Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki.
Disamping itu, pembelajaran aktif (active learning) juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa agar tetap tertuju pada proses pembelajaran.
d. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Aktif (Active Learning) Menurut Machmudah, berikut adalah sintak atau langkah-langkah model pembelajaran aktif (active learning):
1) Menyampaikan tujuan dan motivasi siswa
Dalam fase ini guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa.
2) Menyajikan informasi
Dalam fase ini guru menyampaikan penjelasan umum tentang materi yang akan dipelajari.
3) Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok
Dalam fase ini guru mengelompokkan siswa menjadi beberapa kelompok.
4) Membimbing kelompok bekerja dan belajar
36
Dalam fase ini guru membimbing siswa untuk mengerjakan tugas kelompoknya.
5) Evaluasi
Dalam fase ini guru meminta siswa mempresentasikan hasil diskusi, guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari dengan memberikan soal dan penjelasan.
6) Memberikan penghargaan
Dalam fase ini guru memberikan penghargaan bagi kelompok yang terbaik sesuai dengan kriteria guru.
e. Tujuan Pembelajaran Aktif
Menurut Mel Silbermen ada tiga tujuan penting yang harus dicapai dalam pembelajaran aktif antara lain :
1) Pembentukan tim, membantu siswa untuk mengenal satu sama lain dan menciptakan semangat kerja sama.
2) Penilain sederhana, pelajari sikap, pengetahuan dan pengalaman siswa.
3) Keterlibatan belajar langsung, ciptakan minat awal pada pembelajaran.
3. Active Learning Tipe Information Search