• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN

5.3 Analisis Data menggunakan Spiral Analisis Data

5.3.3 Mendeskripsikan, Mengklasifikasikan, dan Menafsirkan Data

5.3.3.4 Pengukuran Budaya Organisasi

5.3.3.4.3 Adaptability

5.3.3.4.3 Adaptability.

Meskipun beberapa keuntungan dimiliki oleh organisasi yang terintegrasi dengan baik, mereka juga dapat paling tidak adaptif dan paling sulit untuk berubah. Integrasi internal dan adaptasi eksternal menjadi lebih tepat. (Lawrence & Lorsch, 1967). Organisasi yang mampu beradaptasi menerjemahkan tuntutan organisasi ke dalam tindakan (action), mereka berani mengambil risiko, belajar dari kesalahan, dan memiliki kapabilitas serta pengalaman menciptakan perubahan. (Katz & Kahn, 1978;Kotter, 1996; Senge, 1990). Mereka secara terus menerus meningkatkan kemampuan organisasi untuk dapat memberikan nilai bagi customer-nya dengan membuat sistem norma dan keyakinan yang mampu mendukung kapasitas organisasi untuk menerima, menginterpretasikan, dan menerjemahkan sinyal-sinyal dari lingkungan ke dalam sistem internal yang meningkatkan kesempatan organisasi untuk bertahandan berkembang.

100

Tabel 5.6 Indeks pengukur Budaya Organisasi Adaptability, (Sumber: Denison 2006)

Trait Indeks Penjelasan

Adapt abi li ty Creating Change Organisasi mampu

menciptakan cara untuk beradaptasi untuk memenuhi perubahan kebutuhan. Dalam hal ini organisasi mampu membaca lingkungan bisnis, bereaksi secara cepat terhadap trend saat ini, dan mengantisipasi perubahan di masa yang akan datang.

Customer Focus Organisasi memahami dan bereaksi kepada customer dan mengantisipasi kebutuhan customer di masa depan. Hal ini merefleksikan

sejauhmana organisasi digerakkan oleh kepedulian untuk memuaskan customer-nya. Organizational Learning. Organisasi menerima, menerjemahkan, dan Menginterpretasikan sinyal-sinyal dari lingkungan menjadi peluang

berinovasi, memperoleh pengetahuan, mengembangkan kemampuan

101

Berikut merupakan petikan hasil wawancara mengenai budaya

adaptability.

Wcr_Inf7_stat.5 Sangat terbuka akan informasi. Ada worksop dan selain itu

secara informal lebih banyak. Kita sesama teknisi secara langsung, jadi kalau mereka update apa, mereka biasanya langsung memberitahukan ke saya tentang informasi baru. Jadi lebih banyak update ilmu secara informal.

Wcr_inf2_stat.5 Sangat terbuka, kebetulan ITS ini kan perguruan tinggi teknik

jadi sering ada informasi, pengetahuan baru.

Kalau ITS mengadakan pelatihan kita selalu ikut, missal contoh kemarin ada pelatihan Microsoft, untuk pekerjaan sehari-hari. Apalagi IT itu harus mengikuti pelatihan-pelatihan.

Wcr_Inf7_stat.6 Ya, karyawan merespon dengan baik setiap perubahan yang

terjadi di dalam organisasi.

Wcr_Inf7_stat.7 Kalau ada terobosan-terobosan baru, gampang untuk dijalankan.

Ya, biasanya kayak kemarin absensi online, ya banyak sih, wirelessnya kecepatanya ditambahi, system informasi juag beberapa banyak minta perbaikan upgrade

Wcr_Inf7_stat.8 Untuk keputusan-keputusan yang terkait langsung dengan

mahasiswa biasanya kita juga diskusi juga dengan himpunan mahasiswa. Biasanya

kita minta masukanya, tapi itu untuk kebijakan-kebijakan yang terkait dengan

mahasiswa. Kalau tidak terkait dengan mahasiswa ya ngga.

Wcr_inf4_stat.5 Iya, kalau ada tawaran pelatihan dari ITS kita manfaatkan.

Dan juga karena kita punya target untuk akreditasi BANPT, jadi ada usaha untuk mengupgrade karyawan dan dosen, cuman ya tergantung alokasi dananya.

Wcr_inf4_stat.6 Ya, tentu harus (merespon dengan dengan baik setiap

perubahan)

Wcr_inf4_stat.7 Kalo untuk Dosen iya terbiasa mengembangkan terobosan baru, karena dosen memiliku tugas untuk meneliti (penelitian).

102

Wcr_inf4_stat.8 Mahasiswa kan costumer, sebagai objek dari kebijakan, jadi

kebijakan buat mereka kan, jadi mereka tidak terlalu mempengaruhi. Cuma kebijakan itu juga mempertimbangkan masukan dari mahasiswa, mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan mahasiswa. Kebutuhan-kebutuhan mahasiswa seperti wifi, dan kebutuhan-kebutuhan lain.

Wcr_inf5_stat.5 Iya, ITS juga beberapa kali mengadakan workshop.

Baru-baru ini ada workshop tentang Ms. Office. Kami terbuka, kami menerima dan berusaha ikut serta untuk mendapatkan informasi-informasi dan pelatihan.

Wcr_inf5_stat.6 Cukup baik, namun butuh waktu untuk menerima perubahan atau inovasi baru. Seperti menggunakan e-perkantoran pada

saat ini masih belum maksimal, meskipun dengan e-perkantoran ini disposisi surat dan lain-lain dapat terlihat, dan dipermudah, namun pada saat ini dimana-mana (dijurusan, atau departermen manapun) masih menggunakan system manual, termasuk jurusan industry sendiri.

Wcr_inf5_stat.7 Kami sering melakukan inovasi-inovasi terobosan-terobosan baru. Contohnya kemarin para karyawan membuat program

booking ruangan, program yang terintegrasi untuk memesan ruangan. Jadi sekertaritan dan tata usaha berada di lantai berbeda, sekertariatan berada di lantai 1 dan tata usaha di lantai 2. Sekertariatan focus pada bidang akademik, kalau di tata usaha fokus pada bidang kemahasiswaan, alumni,kepegawaian. Jadi butuh program terintegrasi antara2 unit bidang tersebut khusunya dalam pemesanan ruangan (ruang kelas, ruang sidang dl).Selain itu juga ada rencana untuk program yang membantu proses pencatatan data Kerja Praktek Mahasiswa, data kegiatan Himpunan, kuliah tamu secara uptodate. Selain itu kami aktif dalam staf competition.

Wcr_inf5_stat.8 Rata-rata sedikit mempengaruhi. Mahasiswa disini

sebagai objek jadi tidak terlalu mempengaruhi. Dulu sempat ada kotak kritik dan saran yang diperuntukan pada mahasiswa, namun sampai saat ini surat kotak saran itu tidak dibaca semuanya.

Kata-kata kunci seperti: “Sangat terbuka akan informasi “, “ITS

103

mengadakan workshop”, “Cukup baik, namun butuh waktu untuk menerima perubahan atau inovasi baru”, “Kami sering melakukan inovasi-inovasi terobosan-terobosan baru”,” Dosen iya ,terbiasa mengembangkan terobosan baru “ ,” aktif dalam staf competition “, menunjukkan bahwa

Dimensi Budaya Adaptability yang dimiliki ITS dinilai kuat

Dimensi adaptasi di ITS dinilai kuat, karena dlihat sudah tanggap pada kebutuhan masyarakat secara eksternal maupun terhadap kebutuhan secara internal. Baik itu pimpinan maupun karyawan dan dosen senantiasa berusaha meningkatkan mutu ITS. Unit pendidikan ITS (departemen/jurusan) memiliki target untuk akreditasi BAN-PT, sehingga terdapat usaha untuk mengupgrade karyawan dan dosen. Terhadap pembelajaran organisasi dinilai kuat dengan adanya pengetahuan yang diberikan oleh pihak ITS kepada anggota organisasi, selain itu karyawan dan dosen sendiri mudah untuk berbagi pengetahuan.

Fakta tersebut sesuai karena organisasi yang memiliki kemampuan adaptasi yang kuat umumnya merasakan peningkatan kinerja organisasi, sehingga organisasi semakin maju, salah satu kesuksessan dalam unit pendidikan artinya nilai akreditasi semakin meningkat (Denison & Mishra, 1995). Dan hal tersebut dapat dilihat bagaiman Depatermen unit pendidikan di ITS mengalami peningkatan akreditasi.

104

Dokumen terkait