Penurunan bilangan peroksida pada minyak goreng bekas dengan adsorben kalsium silikat telah dilakukan. Sebelum minyak goreng bekas mengalami adsorpsi dengan kalsium silikat, terlebih dahulu dilakukan analisa awal terhadap parameter bilangan peroksida. Bilangan peroksida merupakan nilai yang penting untuk menentukan derajat kerusakan pada minyak goreng. Penentuan kadar bilangan peroksida dilakukan dengan metode titrasi iodometri.
Tabel 4.2 Hasil Analisa Kadar Bilangan Peroksida Sampel Perlakuan Berat
Minyak Massa sampel = Berat minyak goreng bekas (g)
PV1 = 1,32 ×0,1 ×1000
Berdasarkan tabel 4.2 diketahui bahwa bilangan peroksida pada minyak goreng bekas adalah 25,8 mek O2/kg. Menurut SNI 2013 (tabel 2.1), kadar bilangan peroksida yang diperbolehkan untuk minyak goreng adalah maksimal 10 mek O2/kg. Penurunan kadar bilangan peroksida pada minyak goreng bekas dilakukan dengan cara menambahkan 1 g adsorben kalsium silikat pada 250 g minyak goreng bekas yang dipanaskan pada suhu 100ºC sambil diaduk selama 80 menit kemudian didiamkan selama 24 jam dan disaring. Filtratnya sebanyak 5 g ditimbang dan ditentukan kadar bilangan peroksida yang tersisa dengan metode titrasi iodometri. Hasil analisa bilangan
peroksida menggunakan adsorben kalsium silikat dengan template pati dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut.
Tabel 4.3 Hasil Analisa Kadar Bilangan Peroksida Setelah Penambahan Adsorben Kalsium Silikat Massa sampel = Berat minyak goreng bekas (g)
PV1 = 0,6 × 0,1 × 1000
Dari data hasil perhitungan kadar bilangan peroksida menunjukkan bahwa minyak goreng bekas telah mengalami penurunan kadar bilangan peroksida. Nilai bilangan peroksida dari minyak goreng bekas awal 25,8 mek O2/kg. Setelah penambahan adsorben kalsium silikat bilangan peroksida menjadi 12,6 mek O2/kg mengalami penurunan sebesar 48,8 % tetapi hasil tersebut belum memenuhi batas standar yang ditetapkan oleh SNI yaitu 10 mek O2/kg. Kemampuan kalsium silikat mesopori dalam mengadsorpsi bilangan peroksida dipengaruhi oleh luas permukaan serta ukuran pori dari kalsium silikat. Luas permukaan yang besar disebabkan karena ukuran pori yang besar juga. Jika ukuran pori yang tersedia lebih kecil dibandingkan ukuran molekul yang akan diadsorpsi, maka proses adsorpsi tidak dapat terjadi karena molekul tidak dapat masuk ke dalam pori adsorben.
Kalsium silikat dapat digunakan sebagai adsorben karena sifatnya yang polar dan selektif karena terdapat gugus silanol (Si-OH) pada permukaannya (Cieselczyk,et al, 2007). Adsorpsi bilangan peroksida dari minyak goreng bekas oleh kalsium silikat dapat terjadi karena adanya gugus silanol (Si-OH) pada kalsium silikat yang akan berikatan dengan senyawa polar peroksida HOOH, sehingga molekul peroksida dapat teradsorpsi pada permukaan adsorben melalui ikatan hidrogen. Oleh karena itu, adsorpsi bilangan peroksida oleh kalsium silikat merupakan adsorpsi fisika karena terjadinya ikatan hidrogen (Shofa, 2012) antara gugus silanol (Si-OH) dari kalsium silikat dengan senyawa polar peroksida.
5.1 Kesimpulan
1. Penggunaan pati sebagai template menghasilkan kalsium silikat mesopori dengan ukuran pori 4,562 nm, volume pori 0,164 cc/g, dan luas permukaan 12,094 m2/g yang dianalisa dengan adsorpsi desorpsi gas nitrogen.
2. Kalsium silikat mesopori dapat menurunkan bilangan peroksida pada minyak goreng bekas yaitu bilangan peroksida awal 25,8 mek O2/kg dan setelah penambahan adsorben kalsium silikat bilangan peroksida menjadi 12,6 mek O2/kg sehingga mengalami penurunan sebesar 48,8 %.
5.2 Saran
Setelah dilakukan penelitian mengenai adsorpsi bilangan peroksida menggunakan kalsium silikat mesopori, yang menjadi saran untuk penelitian ini yaitu supaya dilakukan variasi penggunaan adsorben terhadap minyak goreng bekas agar diperoleh kemampuan daya serap adsorben yang optimum terhadap bilangan peroksida.
Catalyst From Rice Husk Ash. Journal of Colloid and Interface Science. 304: 137-143
Andriayani, 2012.Sintesis Material Mesopori Silika dari Tetraetilortosilikat (TEOS) Menggunakan Natrium Risinoleat sebagai template dan 3 Aminopropil metoksisilana (APMS) sebagai Co-Structure Directing Agent (CSDA). [Disertasi]
Medan : Universitas Sumatera Utara
Anggraini, A.S. 2016. Preparasi dan Karakterisasi Limbah Biomaterial Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa) dari Pantai Muara Gading Mas Sebagai Bahan Dasar Biokeramik. Skripsi. Lampung: Universitas Lampung
Aritonang, F. 2017. Pengaruh Penambahan Polietilen Glikol Terhadap Porositas Kalsium Silikat Dari Silika Abu Vulkanik Gunung Sinabung. Medan : Universitas Sumatera Utara
Atikah, 2017., Penurunan Bilangan Peroksida Pada Minyak Goreng Bekas Menggunakan Adssorben Ca – Bentonit. Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang.
Atkins PW, 1999. Kimia Fisika. Edisi Kedua. Diterjemahkan oleh: Kartohadiprodjo, Erlangga. Jakarta.
Badan Pusat Statistik (BPS) , 2012. Luas Panen, Produktifitas dan Produksi Tanaman Ubi Kayu Seluruh Provinsi Indonesia Tahun 2011.
www.bps.go.id
Bakri, R. 2008. Kaolin sebagai Sumber SiO2 untuk Pembuatan Katalis Ni/SiO2:
Karakterisasi dan Uji Katalis pada Hidrogenasi Benzena menjadi Sikloheksana.
Jurnal Sains. 12:37-42.
Basset, J., Mendham, J., and Denney, R. C. 1989. Quantitative Chemical Analysis.
Fifth Edition. New York. Longman Scientific & Technical.
Barsoum. 1997. Nanoporous Materials. McGraw Hill Publishing Company, Inc. New York.
Borodina,I.A., and Kozik,V.V. 2005. Composite Materials Based on Wollastonite for Automobile Construction. Russia: Tomsk State University.
Brown, M.E. and Gallaher, P.K. 2003.Thermal Analysis and Calorimetry.Volume 2.Elsevier. Ottawa.
Chakradar, R. P. S. 2006. Solution Combustion Derived Nanocrystalline Macroporous Wollastonite Ceramics. Journal Material Chemistry and Physics. Vol. 95. Pp.
169-17
Cieselczyk, F., Krysztafkiewicz,A., Jesionowski, T. 2007. Adsorptive Properties of Synthetic Magnesium Silicates. Physicochemical Problems of Mineral Processing.41, 185-193
Cotton dan Wilkinson. 1989. Dasar Kimia Anorganik. UI-Press. Jakarta
Cullity,B.D.1978.Elements of X-Ray Diffraction. Second Edition.AddisonWesley Publishing Company Inc. Canada.
Egan H, Kirk R S, Sawyer R. 1981. Pearson’s Chemical Analysis Of Food (8thed).
London: Churchill Livingstone.
Erlinda, N. D. R. 2015. Sintesis Nanosilika dari Abu Ketel Industri Gula Menggunakan Metode Ko-Presipitasi dengan Template Pati. [Skripsi] Bogor : Institut Pertanian Bogor
Essene, E. 1974. High Pressure Transformations In CaSiO3. Journal Contribute Mineral and Petrology. Vol. 45. Pp. 247-250
Fairus, F., Haryono, Sugito, M. H., dan Sudrajat, A. 2009, Proses Pembuatan Waterglass dari Pasir Silika dengan Pelebur Natrium Hidroksida, Jurnal Teknik Kimia Indonesia, 8 (2) : 56 – 6
Fatimah, I. 2014. Adsorpsi dan Katalis Menggunakan Material Berbasis Clay. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Foletto, E. L. Ederson, G., Leonardo, H., and Sergio, J., 2006, Conversion of Rice Hull Ash into Sodium Silicate, Material Research, 9 (3) : 335 – 338
Gates, B.C. 1992. Catalytic Chemistry. John Wiley & Sons, Inc. New York.
Hee – Young AN. 2005. Effects of Ozonation and Additionof Amino acids on Properties of Rice Starches. A Disertation Submitted to the Graduate Faculty of the Louisiana state University and Agricultural and Mechanical College.
Islam, Kh.N., Zuki, M., Noordin, M.M., Rahman, N.S.B.A. and Ali, M.E.
2011.Characterisation of Calcium Carbonat and its Polymorphs from Cockle Shells (Anadara granosa). Powder Technology. Vol. 213. Pp. 188-191
Jacobsen, C.J.H. 2000. Mesoporous Zeolite Single Chrystal. J.Am. Chem Soc.,22.7116-7117
Jagadale, P., Shivaji, K., Meghanath, J., Pramod, J., Sanjay, K. and Sambhaji, B. 2013.
Synthesis and Characterization of Nanostructured CaSiO3 Biomaterial. Materials Science-Poland. Vol. 31. Pp. 269-275.
Jones, T. S. 2000. Silicon. U.S Geological Survey Minerals Yearbook
Kalapathy, U., Proctor, A. and Shultz, J. (2000). A Simple Method for Production of Pure Silica From Rice Hull Ash.Bioresource Technology. 73:257-162
Kanellopoulos, N., 2011. Nanoporous Materials: Advanced Techniques for Characterization, Modelling, and Processing. CRC Press Taylor & Francis Group. New York
Keenan, C. W., 1992. Ilmu Kimia untuk Universitas. Erlangga. Jakarta
Ketaren,S., 2005. Pengantar Teknonologi dan Lemak Pangan. Jakarta: Penerbit UI – Press, 174, 69, 113.
Ketaren, S., 1986. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan, Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta
Khopkar., 2008. Konsep Dasar Kimia Analitik. Universitas Indonesia. Jakarta
Kirk-Otmer. 1967. Encyclopedia of chemical technology. New York. Interscience publisher.
Kirk, R.E., Othmer, 1984., “Encyclopedia of Technology “, Edisi ke-4, John Wiley and Sons, Inc., New York, Vol.21
Kokubo, T. 1991. Bioactive Glass Ceramics: Properties and Aplications. Journal Biomaterials. Vol. 12. No.2. Pp. 155-63
Lestari,F.,2009. Bahaya Sampling dan Pengukuran Kontaminan Kimia di Udara.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteraan EGC
Luciana,B., 2005. Minyak Gorengpun Bisa Melawan Kolesterol. Jakarta.
Mantell, C.L. 1958. Engineering Material Handbook.McGraw-Hill Book Company.
New York
Maskan, M. dan H.I. Bagci. 2003. The Recovery of Used Sunflower Seed Oil Utilized in Repeated Deep Fat Frying Process. Journal of European Food Research and Technology 218 : 26-31
Masmur, I. 2017. Garam-Garam Logam Alkali Tanah Silikat Nano Pori Sebagai Adsorben Asam Lemak Bebas Dari Minyak Kelapa Sawit Kasar. [Disertas].
Medan : Universitas Sumtera Utara Merck Index. 2006.
Mohamed, M., Yusup, S. and Maitra, S. 2012. Decomposition Study of Calcium Carbonate in Cockle Shell. Journal of Engineering Science and Technology.
Vol.7. No.1. Pp. 1-10.
Nizami, M. 2003. Characterization of a Material Synthesized by Availing Silica From Plant Source. Journal of Materials Science Thecnology. Vol.19. No.6.Pp. 599-603 Noor, A. H. M., Aziz, S. H. A., Rashid, S. S. A., Zaid, M. H. M., Alassan, Z. N. and Matori, K. A. 2015. Synthesis And Characterization Of Wollastonite Glass
Ceramics From Eggshell And Waste Glass. Journal Solid State Science and Technology Letters. Vol. 16. No.1-2. Pp. 1-5.
Putri, N.K. 2015. Perbandingan Penggunaan Isopropil Alkohol (IPA) dan Toluena Sebagai Kolektor Karotenoida dari Minyak Kelapa Sawit Mutu Rendah Memakai Adosrben Polar Pada Sokletasi. FMIPA [SKRIPSI]. Medan: USU, Program Sarjana
Quercia G,A. Lazaro, J.W. Geus, dan H.J.H. Brouwers., 2013. Characterization of Morphology and Texture of Several Amorphous Nano-Silica Particles Used in Concrete. Cement & Concrete Composites. Vol. 44 ; hal 77-92.
Rouque-Malherbe, R.M.A. 2007. Adsorption and Diffussion in Nanoporous Material.
Rukmana,R. 1997. Ubi Kayu Budi Daya dan Pasca Panen. Kanisius: Yogyakarta.
Schubert, U., and Husing, N. 2006. Synthesis of Inorganic Materials, Second Edition.
Wiley-VCH Verlag GmbH & Co, KGoA, Weinheim
Setyawan, H. 2013. Pengujian Poly (ethylene terephtalate) Menggunakan FTIR.Institut Teknologi Sepuluh November.
Shukur, M., Elham, A., and Mohammed, O. 2014. Characteristic of Wollastonite Synthesized from Local Raw Materials. International Journal of Engineering and Technology. Vol. 4. No. 7. Pp. 426-429
Shofa. 2012. Pembuatan Karbon Aktif Berbahan Baku Ampas Tebu dengan Aktivasi Kalium Hidroksida. Fakultas Teknik Kimia. [Skripsi]. Depok. Universitas Indonesia
Singh, S. P. 2011. Mechanochemical Synthesis of Nano Calcium Silicate Particles at Room Temperatur.Journal of Glass and Ceramics. Scientific Research. 1, 49-52 Silverstein, R.M., Bassler, G.C and Morrill, T.C. 1986. Spectrometr Identification of
Organic Compound. John Willey and Sons. New York.
Standar Nasional Indonesia 3741-2013.
Sudaryo dan Sutjipto. 2009, Identifikasi dan Penentuan Logam pada Tanah Vulkanik di Daerah Cangkringan Kabupaten Sleman dengan Metode Analisis Aktivasi Neutron Cepat, Prosiding Seminar Nasional V SDM Teknologi Nuklir Yogyakarta, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN, Yogyakarta
Susinggih Wijana, Arif Hidayat, Nur Hidayat. 2005. Mengolah Minyak Goreng Bekas.
Trubus Agrisarana, Surabaya.
Tandy, E. 2012. Kemampuan Adsorben Limbah Lateks Karet Alam Terhadap Minyak Pelumas Dalam Air. Jurnal Teknik Kimia USU. Volume 1 No.2. Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik. USU
Taqiyah, R. 2012. Perbandingan Struktur Kristal dan Morfology Lapisan Tipis Barium Titanat(BT) dan Barium Zirkonium Titanat (BZT) yang ditumbuhkan dengan Metode Sol-Gel. Surakarta. Skripsi FMIPA University Sebelas Maret.
Visinescu D, Tirsoaga A, Patrinoiu G, Tudose M, Paraschiv C, Ianculescu A, and Carp O. 2010. Green Synthetic Strategies of Oxide Materials :
Polysaccharides-Assisted Synthesis, Part II. Starch- Polysaccharides-Assisted Synthesis of Nanosized Metal-Oxides.
Rev Roum Chim. 55 (11-12) : 1017-1026.
Wang, Z. H., Sun, L. M., Hou, F. Y. And Tang, E. Z. 2005. In situ Monitorin of C-S-H Gel Processing by Magnetic Susceptibility and Turbidity Measurements. Journal of American Ceramic Society. Vol 88. No.7. pp 1799-1802
Wang X, Miao X-R, Li Z-M, and Deng W-L, 2011. Febrication of Microporous Hollow Silica Sphere Templated by NP-10 Micelles without Calcination.
Aplied Surface Science, 257, 2481-2488.
Widhyastuti, Y., Novita M., dan R. Maharini. 2009. X-Ray Difractometer (XRD).
Fakultas Teknik. Universitas Sebelas Maret.
Widyawati, N. 2012., Analisa Pengaruh Heating Rate Terhadap Tingkat Kristal dan Ukuran Butir Lapisan BZT yang Ditumbuhkan dengan Metode Sol Gel.
Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Winarno, F. G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Yazdani, A., Rezaie, H., and Ghassai, H. 2010. Investigation of Hydrothermal Synthesis of Wollastonite Using Silica and Nano Silica at Different Pressures.Ceramic Processing Research, 11, 384-353.
Zeng, L. 2014., Synthesis and Characterization of Different Crystalline Calcium Silicate Hydrate: Application for the Removal of Aflatoxin B1 from Aqueous Solution.
Journal of Nanomaterials (431925)
LAMPIRAN
Lampiran 1. Spektrum FT-IR Pati Ubi Kayu
D:\USU\ZANIRA ULFA HARAHAP\PATI UBI KAYU.0 PATI UBI KAYU Instrument type and / or accessory 3/28/2019
3230.77 2927.78 2109.51 1646.94 1337.94 1149.74 996.25 569.70 510.38
500 1000
1500 2000
2500 3000
3500
Wavenumber cm-1
707580859095
Transmittance [%]
Page 1/1
Lampiran 2. Spektrum FT-IR Kalsium Silikat
Lampiran 3. Difraktogram dan Daftar Peak XRD Kalsium Silikat
Peak List:
peak 2Theta d
I/I
1 FWHM Intensity Integrated Int no. (deg) (A) (deg) (Counts) (Counts)
1 11.9412 7.40544 3
0.1200
0 9 114
2 15.0841 5.86878 3
0.0800
0 9 70
3 15.6128 5.67122 6
0.4200
0 18 535
4 20.2756 4.37630 3
0.2400
0 10 256
5 20.7943 4.26829 6
0.2800
0 20 363
6 21.2532 4.17716 11
19 31.8863 2.80432 88
33 44.7279 2.02450 5
47 56.3833 1.63053 5
60 64.0610 1.45238 19
74 72.3089 1.30567 3
88 85.3558 1.13634 15
Lampiran 4. Analisa BET Kalsium Silikat
Lampiran 5. Daftar Gambar-Gambar Penelitian
1. Larutan natrium silikat
2. Larutan Kalsium Klorida
3. Larutan Kalsium Silikat
4. Padatan Kalsium Silikat Pati sebelum dikalsinasi
5. Padatan Kalsium Silikat Pati setelah dikalsinasi