• Tidak ada hasil yang ditemukan

AGAMA IS WHAT YOU CALL AGAMA G = Gunawan

Dalam dokumen Pelangiku Warna Ungu (Halaman 53-56)

BAGIAN II: KUMPULAN TANYA-JAWAB

1. AGAMA IS WHAT YOU CALL AGAMA G = Gunawan

BAGIAN II: KUMPULAN TANYA-JAWAB

+++

1. AGAMA IS WHAT YOU CALL AGAMA G = Gunawan

L = Leo

G = Dear Bung Leo, anda berbicara tentang Akibat Agama..., Efek Agama..., dll. Tapi tidak pernah membahas apa definisi AGAMA itu. Bagaimana mungkin anda membahas

sesuatu dimana anda sendiri tidak tahu apa definisinya, ini berarti anda berbicara tentang sesuatu yang anda tidak tahu tau dan tidak anda kuasai.

L = Well,... saya rasa saya SUDAH mendefinisikan apa itu "agama". Agama is apa yang disebut oleh orang sebagai agama. Termasuk disini yang bilang agamanya itu adalah Agama Karuhunan. Atau, ada juga yang bilang punya Agama Sunda, Agama Leluhur, Agama Jawa. Termasuk juga yang agamanya itu Atheisme. So,... agama is apa yang PENGANUTNYA itu bilang sebagai AGAMA.

G = AGAMA, terdiri dari 5 di Indonesia, tidak semua AGAMA mengajarkan satu Tuhan, Ada agama yang memiliki 3 Tuhan, Ada juga agama yg tidak percaya Tuhan (Semi Ateis), Ada agama yg memiliki Kitab, Ada juga yang tidak memiliki Kitab, Apakah ustad itu simbol agama ? Apakah pendeta itu simbol agama ? dsb, dsb...

L = Itulah BEJAD-NYA politik agama di Indonesia. Agama2 yang ada di dunia itu jumlahnya hampir TIDAK TERHITUNG. Nah, ini ada negara yang keblinger (baca Indonesia), dan dengan SEMENA-MENA menetapkan bahwa hanya ada 5 agama yang diakui.

Lalu, siapa yang gila disini ? Yang gila adalah politik agama di Indonesia. Negara itu TIDAK BERHAK menentukan agama2 apa saja yang bisa dianut oleh warganya. Agama itu TIDAK BERHAK menentukan agama2 mana saja yang benar dan yang salah. Negara itu TIDAK BERHAK untuk menentukan bahwa warganya itu harus beragama. It doesn't work that way !

Yang jelas, di dunia ini agama2 itu LEBIH dari 5 itu yang KONON diakui sebagai agama "sah" oleh Negara Indonesia. Lha, emangnya ada agama sah dan tidak sah ? Emangnya ada agama yang halal dan agama yang haram ???

Agama itu merupakan PILIHAN dari setiap pribadi manusia. Itu HAM. Hak Azasi Manusia untuk beragama ataupun atau untuk TIDAK beragama. Lalu, agama apapun yang mau dianut oleh manusia, itu juga HAM. Mau pilih salah satu agama yang "diakui" oleh Negara Indonesia, ya boleh saja. Mau ikut agama yang tidak diakui oleh Negara Indonesia, ya bisa saja, so what ? Mau BIKIN AGAMA BARU, ya boleh saja. Itu HAM, Hak Azasi dari tiap manusia.

Negara itu TERPISAH dari agama2. Agama2 itu mengatur dirinya sendiri DAN tidak diurusin oleh negara. Nah, Indonesia ini kan negara yang punya kebijakan gila juga. Masa ada Departemen Agama ???

Departemen Agama itu aslinya DEPARTEMEN URUSAN HAJI. Nah, kalau seperti itu masih bisa diterimalah, karena itu menyangkut ngurusin transportasi orang yang pulang pergi ke Tanah Suci (= tanah yang disucikan, benernya sih tanah yang BIASA2 SAJA, gak ada bedanya dengan tanah yang anda injak di bawah sepatu anda sekarang ini). Tapi Departemen Urusan Haji akhirnya jadi KEBLINGER dan menjadi Departemen

Agama (salah satu departemen yang paling KORUP di Indonesia,.. . saingan dari Departemen Kehakiman, hmmm hmmm hmmm...). Adanya Departemen Agama itu kelakuan salah kaprah, dan siapapun yang menjadi pemimpin Indonesia di masa depan harus koreksi itu. Agama2 harus diatur oleh dirinya sendiri DAN bukan oleh negara. G = Jadi apa definisi AGAMA itu.. Ayo kita pecahkan permasalahan dengan cara yang benar.. dengan mencari satu definisi kata dari analisa sederhana.

L = Agama adalah apa yang disebut oleh penganutnya sebagai agama. Jadi, orang2 Ahmadiyah itu bilang agamanya adalah Islam Ahmadiyah. Itu AGAMA MEREKA,... dan negara, MUI, atau orang2 dari sekte Islam lainnya TIDAK BERHAK untuk menteror orang2 Ahmadiyah. Apalagi membakar rumah2 ibadah mereka.

Kelakuan orang2 yang melakukan kekerasan terhadap penganut Islam Ahmadiyah adalah tindakan PIDANA/KRIMINAL.

Para pemimpin agama Islam non-Ahmadiyah yang menyerukan "jihad" terhadap Ahmadiyah seharusnya dituntut secara PIDANA. Itu tindakan kriminalitas.

Agama adalah apa yang disebut oleh penganutnya sebagai agama. Dan kita TIDAK BERHAK untuk mencap agama orang lain sebagai "sesat"... --Well, benernya boleh juga sih, kalau masih terbatas di mulut saja. Tapi kalau sudah melakukan pengrusakan secara fisik, itu TINDAKAN PIDANA. Jelas kannnn ???

G = Bahkan anda juga belum membahas apa kata GILA menurut definisi anda, karena ada juga orang Jenius juga dikatakan sebagai orang GILA..

L = Gila is TIDAK WARAS. Saya rasa saya SUDAH mendefinisikan itu. Please baca lagi yah !

G = Ada kemungkinan Bung Leo ini sering sekali menggunakan insting, intuisi, pengalaman spiritual, atau bisa digolongkan kemampuan Otak Kanan (EQ), tapi anda jarang menggunakan Otak Kiri (IQ). Jadi sebaiknya gunakan langkah-langkah analisa yg terstruktur dalam membahas sesuatu. Gunakan bukti-bukti empiris, kalau bisa dalam bentuk tabel.

L = Kalau saya pakai TABEL untuk menulis, gak ada orang yang akan baca. Anda juga GAK BAKAL BACA.

G = Man.. Kita hidup di dunia nyata, dan harus berbicara fakta lho.. bukan angan2 atau logika2 kepercayaan yang didapat dari pengalaman2 pribadi.. Pengalaman yang anda alami berbeda dengan yang orang lain alami...

L = Pengalaman itu memang BEDA2. Tetapi kita bias menarik BENANG MERAH nya. Ada suatu hal yang paralel. Saya melihat dari sisi ini. Orang lain melihat dari sisi itu. Bahkan simbol2 (kata2) yang saya gunakan itu bisa juga berbeda dengan simbol2 (kata2)

yang digunakan oleh orang lain.

Tetapi, sebenarnya ESSENSI (Hakekat) dari yang dibicarakan (diungkapkan) itu SAMA SAJA. Kita bias mengalami "GOD" karena kita memang berhubungan dengan God secara Ruh. Nah,... saya memakai kata2 itu.

Ada orang lain yang mengungkapkan pengertian (pengalaman) itu dengan menggunakan kata2 berbeda (simbol2 berbeda). Tetapi saya akan TAHU bahwa yang dibicarakannya itu hal yang SAMA secara Essensi / Hakekat. Dan orang2 itu juga TAHU. So, jadinya TAHU SAMA TAHU,... nyambung kan ???

Kalau anda mau TERBUKA, maka bisa nyambung. Kalau anda mau tertutup seperti para ustads di MUI itu, ya cappe dehh !!

G = Pengalaman adalah Guru, betul sekali.. tapi faktanya, pengalaman adalah Guru untuk diri kita sendiri.. Saran saja.. Jika ingin menjadi Guru bagi orang lain.. Jangan gunakan Pengalaman Pribadi atau Pengalaman Orang Lain.. Karena Guru yang hebat bukanlah murid dari seorang Guru.. OBYEKTIF.. OBYEKTIF.. bukan SUBYEKTIF..

L = That's what I've been doing. Segala pengalaman SUBYEKTIF yang dikumpulkan dan disharing setiap hari itu kan namanya DATA. Dan data itu adalah data yang

OBYEKTIF. Namanya DATA PENGALAMAN SPIRITUAL. Dan itu 100 % obyektif... -- Kalau saya rekayasa data2 itu, namanya baru subyektif. Tetapi, karena datanya itu datang dari rekan2 semua, maka saya OBYEKTIF.

+++

2. MAKNA LINTAS AGAMA

Dalam dokumen Pelangiku Warna Ungu (Halaman 53-56)